All about my life

Tuesday, 5 May 2015

Purworejo Berirama, Kotaku Tercinta

Yuk, Dolan ke Purworejo

Sebagai orang yang lahir dan besar di Purworejo, rasanya wajib mempromosikan kota kelahiran. Mungkin kota Purworejo belum setenar kota-kota tetangganya seperti Magelang dan Yogyakarta, tapi tak ada salahnya kan, saya membanggakan kota kelahiran saya. 

Purworejo Berirama

Kota asal mantan ibu negara kita ibu Ani Yudoyono ini dijuluki sebagai kota Pensiun. Kenapa bisa begitu, ya? Mungkin karena warga Purworejo itu suka merantau, dan pulang kampung lagi ketika akan menghabiskan masa pensiun. Termasuk keluarga besar saya. Semuanya menyebar kemana-mana, termasuk saya (meski dekat, masih satu propinsi..hihi).
Ini terlihat ketika libur Lebaran atau libur kenaikan kelas. Bisa dipastikan jalan-jalan di kota, alun2, tempat-tempat makan serta pusat oleh-oleh khas Purworejo dipenuhi mobil-mobil berplat luar kota.
Nah, berikut ini akan saya ulas sedikit tentang kota Purworejo.

Letak Geografis kota Purworejo

Secara geografis, kota Purworejo berbatasan dengan Yogyakarta di sebelah timur, Kebumen, di sebelah barat, Wonosobo di barat laut dan Magelang di sebelah utara. Bagian selatan wilayah Kabupaten Purworejo merupakan dataran rendah. Bagian utara berupa pegunungan, bagian dari Pegunungan Serayu. Di perbatasan dengan DI Yogyakarta membujur Pegunungan Menoreh. Karena diapit pegunungan,  tak heran kalau Purworejo memiliki iklim yang cukup sejuk.
Apa saja sih, keistimewaan Purworejo? Banyaak.

Salah satu benda yang menjadi ciri khas kota Purworejo adalah Bedug Kyai Bagelen yang terletak didalam Masjid Agung Purworejo. Tempat ini biasa dikunjungi wisatawan domestik yang selain mampir untuk sholat, juga ingin melihat bedug yang konon terbesar di Asia ini.

Bedug Kyai Bagelen (Bedug Pendowo)
Makanan khas Purworejo

Kalau ditanya soal makanan khas Purworejo, saya bisa jawab.. ada banyaaak. Saya yakin, pasti akan banyak yang terprovokasi untuk mencarinya. Berikut ini, beberapa diantaranya.

bundafinaufara.blogspot.com
Clorot
Kue clorot ini  makanan yang terbuat dari tepung beras dan gula merah yang dimasak dalam pilinan daun kelapa yang masih muda (janur kuning). Clorot ini berasal dari kecamatan Grabag yang terletak di pesisir selatan kota Purworejo.


bundafinaufara.blogspot.com
Cenil 

Cenil terbuat dari tepung singkong (pati) yang di bentuk dan di kukus, diberi taburan kelapa parut dan gula merah cair (kinca). Dulu, Ibu sering membelikan jajanan ini setiap hari Kamis dan Minggu karena cenil ini hanya ada ketika hari pasaran tiba. Sampai sekarang penjual cenil langganan saya ini  masih ada.

bundafinaufara.blogspot.com
Dawet ireng

Dawet ireng khas Butuh Purworejo ini sangat populer dan selalu dicari para pemudik dari luar kota. Sepanjang jalan antara Purworejo-Kebumen banyak dijumpai kedai-kedai yang menjual dawet ireng ini. Kalau yang didalam kota sih, yang paling terkenal ada di depan kantor pos Purworejo.

bundafinaufara.blogspot.com
Geblek bumbu

Geblek bumbu terbuat dari tepung singkong yang berbentuk lingkaran dan digoreng. Mirip-mirip sama aci goreng. Makan geblek ini paling enak dengan dicocol atau dicampur dengan bumbu kacang. Makanan sederhana ini termasuk makanan yang paling saya cari kalau sedang pulang kampung.


bundafinaufara.blogspot.com
Kue lompong

Kue yang berwarna hitam ini terbuat dari gandum berisi kacang dan dibungkus dengan daun pisang yang telah mengering berwarna kecoklatan (klaras). Rasanya? legit banget. Kalau mau nyobain, banyak kok dijual di pusat oleh-oleh yang ada di Purworejo. Harganya murah meriah, kok.

bundafinaufara.blogspot.com
Kue satu


Kue satu ini terbuat dari tepung ketan, berbentuk kotak kecil berwarna krem, dan rasanya manis. Ada juga kue satu yang dibuat dari tepung kacang hijau. Kue satu ini biasanya dihidangkan ketika Lebaran. Cocok juga dinikmati sambil minum teh hangat. Begitu di gigit, kue satu ini akan lumer di mulut. Hmm, kebayang kan rasanya?

bundafinaufara.blogspot.com
Lanting

Lanting  ini bahan dan bentuknya hampir sama dengan geblek, hanya saja ukurannya lebih kecil. Rasanya gurih dan renyah. Sebenarnya ada beberapa varian lanting. Ada yang pedas manis ada juga yang rasa original atau rasa bawang.

Krimpying

Krimpying ini terbuat dari singkong. Rasanya hampir sama dengan lanting, hanya saja ukurannya lebih kecil dan biasanya berbentuk seperti angka delapan. Kalau saya lebih suka menikmati krimpying sebagai lauk makan pengganti krupuk. Gurih-gurih renyah gitu, deh.


Tahu Kupat

Tahu Kupat (beberapa wilayah menyebut "kupat tahu"), sebuah masakan yang berbahan dasar tahu dengan bumbu pedas yang terbuat dari gula jawa cair dan sayuran seperti kol dan kecambah. Biasanya kupat tahu dijadikan sebagai menu sarapan, meskipun sebenarnya kupat tahu ini enak dinikmati kapan saja.

Sate Winong

Selain tahu kupat, ada lagi yang menjadi khas Purworejo yaitu sate winong. Sebenarnya sate winong sama dengan sate kambing kebanyakan, tapi sate winong ini disajikan dengan bumbu kecap buatan sendiri yang khas dan berbeda dengan sate kambing lain. Dinamakan sate Winong karena rata-rata penjualnya berasal dari daerah Winong.

Selain makanan, ada lagi yang juga menjadi ikon kota Purworejo yaitu Durian dan Manggis. Dua buah ini juga tak kalah populer dengan makanan yang lain.

bundafinaufara.blogspot.com
Durian Purworejo
Manggis Purworejo

Di bidang peternakan, Purworejo memiliki komoditas yang sudah dikenal luas hampir di seluruh nusantara. Siapa yang tidak tahu kambing Etawa?

Kambing Etawa
Ternak yang menjadi khas Purworejo adalah kambing peranakan etawa (PE), yakni kambing dari India yang memiliki postur tinggi besar. Peternakaan kambing PE terutama di Kecamatan Kaligesing. Sisanya dari Kecamatan Purworejo, Bruno, dan Kemiri. Di Kecamatan Kaligesing, kambing itu dikawinkan dengan kambing lokal, sehingga tercipta kambing PE ras Kaligesing. Bagi sebagian besar peternak di Purworejo, memiliki kambing ini merupakan kebanggaan tersendiri, ibarat memiliki mobil mewah. Setiap tahun ribuah kambing dipasarkan ke luar Purworejo, termasuk ke Jawa Timur (Ponorogo, Kediri, Trenggalek), Sumatera (Bengkulu, Jambi), Riau dan Kalimantan(Banjarmasin), bahkan pada 2005 - 2006 pernah ekspor ke Malaysia.

Kesenian khas Purworejo

Dolalak, tarian asli Purworejo

Purworejo memiliki kesenian yang khas, yaitu dolalak, tarian tradisional diiringi musik perkusi tradisional seperti : Bedug, rebana, kendang. Satu kelompok penari terdiri dari 12 orang penari, dimana satu kelompok terdiri dari satu jenis gender saja (seluruhnya pria, atau seluruhnya wanita). Kostum mereka terdiri dari : Topi pet (seperti petugas stasiun kereta), rompi hitam, celana hitam, kacamata hitam, dan berkaos kaki tanpa sepatu (karena menarinya di atas tikar). Biasanya para penari dibacakan mantra hingga menari dalam kondisi trance (biasanya diminta untuk makan padi, tebu, kelapa) kesenian ini sering disebut juga dengan nama Dolalak.

Dzikir Saman mengadopsi kesenian tradisional Aceh dan bernuansa Islami, dengan penari yang terdiri dari 20 pria memakai busana muslim dan bersarung, nama Dzikir Saman diambil dari kata samaniyah (arab, artinya : sembilan), yang dimaksudkan sembilan adegan dzikir diiringi musik perkusi Islami ditambah keybord dan gitar. Pada jeda tiap adegan disisipi musik-musik yang direquest oleh penonton)
 
Tempat Wisata

bundafinaufara.blogspot.com
Pantai Jatimalang

Dalam bidang pariwisata, Purworejo mengandalkan pantainya di sebelah selatan yang bernama "Pantai Ketawang", "Pantai Keburuhan (Pasir Puncu), "Pantai Jatimalang" didukung dengan gua-gua seperti "Gua Selokarang" dan "Sendang Sono", di Sendang Sono (artinya kolam di bawah pohon sono) masyarakat mempercayai bahwa mandi di sendang tersebut akan dapat mempertahankan keremajaan. Gua Seplawan, terdapat di kecamatan Kaligesing. Goa ini banyak diminati wisatawan karena keindahan goa yang masih asli dan juga keindahan pemandangan alamnya.

Curug Muncar

Di samping itu, terdapat juga air terjun "Curug Muncar" dengan ketinggian ± 40m yang terletak di kecamatan Bruno dengan panorama alam yang masih alami. Gua pencu di desa Ngandagan merupakan bentuk benteng seperti gua pada zaman Hindia Belanda, dan pada masa itu gua pencu pernah didatangi oleh Presiden Sukarno, tapi sekarang sudah tidak terawat karena kurang pedulinya aparatur pemerintahan desa.

Sungai Jali (kali Jali)

Ada satu legenda yang hingga sekarang, masyarakat Purworejo masih mempercayainya yaitu Legenda Tundan Obor. Menurut Legenda, setiap musim penghujan, saat hujan rintik, pada senja hari (surup), terdengar suara bergemuruh seperti kentongan ditabuh di sepanjang kali Jali, dimana akan ditemukan beberapa barisan obor yang melayang sepanjang sungai Jali, dari Gunung Sumbing hingga ke pantai, sampai saat ini beberapa warga masyarakat masih meyakini hal ini (dan beberapa mengaku masih menyaksikan). Sebagai bagian dari daerah pesisir Pantai Selatan, legenda Nyi Roro Kidul juga beredar luas di kalangan penduduk.
Saya sendiri sih, belum pernah menyaksikannya meskipun berkali-kali melewati sungai Jali.

Batik khas Purworejo

Batik motif manggis dan durian

Batik motif kambing Etawa

Beberapa tahun belakangan ini, orang-orang Purworejo menciptakan kreasi batik tulis khas Purworejo. Beberapa motif yang diciptakan antara lain motif manggis dan durian, motif kambing etawa, motif kesenian dolalak dan sebagainya.

Tokoh-tokoh Penting yang Berasal dari  Purworejo

Nah, selain makanan khas, tempat wisata, batik dan potensi pertanian yang dimiliki Purworejo ternyata banyak juga tokoh-tokoh serta pahlawan yang berasal dari Purworejo, lho. Mereka adalah :
  • Jan Toorop, pelukis Belanda. 
  • A.J.G.H. Kostermans, pakar botani Indonesia.
  • Ahmad Yani, pahlawan revolusi. 
  • Sarwo Edhie Wibowo, mertua mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
  • Bustanul Arifin, mantan Kabulog Orde Baru
  • Oerip Soemohardjo, pendiri TNI.
  • Johan Hendrik Caspar Kern, ahli bahasa dan orientalis
  • Syekh Imam Puro, Ulama Purworejo.
  • Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya"
  • Kyai Sadrach, Tokoh Penginjil Jawa; Perintis Gereja Kristen Jawa (GKJ).
  • Danurwindo, mantan pemain dan pelatih Timnas Indonesia, asli Kutoarjo. 
  • Slamet Kirbiantoro, mantan Pangdam Jaya. 
  • Supriyatno Koord. Muda Ganesha 2006.
  • Endriartono Sutarto,mantan Panglima TNI 2006. 
  • Kasman Singodimedjo,tokoh pergerakan 1945.
  • Herman Alex Veenstra, olahragawan polo air Belanda 
  • Winoto Danoe Asmoro, kepala rumah tangga presiden Soekarno
  • Mardiyanto, mantan Mendagri KIB I 
  • Soebrantas Siswanto, mantan Gubernur Riau
  • Tafsir Nuchamid, Mantan Wakil Rektor-II Universitas Indonesia 2007-2012 
  • Aris Yunanto, Komisaris PT Energy Management Indonesia (Persero)
  • Karel Heijting, pemain sepak bola Belanda
  • Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah
  • Erman Suparno,(mentri Tenaga Kerja Kabinet Indonesia Bersatu).
  • Wilopo, Perdana Menteri Indonesia ke-7

Ternyata banyak juga ya, putra Purworejo yang menjadi tokoh penting.
Purworejo memang kota kecil, tapi dengan suasana dan berbagai ke-khas-an yang dimilikinya membuat ingin selalu pulang. Yuk, berkunjung ke Purworejo Berirama. 




Lokasi: Purworejo

50 comments:

  1. aku lgs suka ama makanannya, dan ngeliat curug muncar ^o^. pgn deh kesana... selalu suka ama wisata air terjun mba... berasa kita keciiil bgt kalo ngeliat air terjun.. apalagi air terjun yg tinggi dan deras airnya gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalo mb fanny liat jalan menuju ke curugnya. kereeen mb...
      yuk, ke purworejo...

      Delete
  2. Saya dari kutoarjo mak, salah satu kecamatan di purworejo hehe. Salam kenal. Satu lg tokoh dari pwr, pak gub jateng ganjar pranowo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mak...iya boleh, nanti aku tambahkan...

      Delete
  3. Widihhh, makanannya bikin lapar, hahaha

    Oke juga ya Purworejo, dulu sih aku kesana pas temen nikahan, entah tahun berapa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb Wati...kotanya kecil tapi ngangenin. Yuk, mampir Purworejo lagi..

      Delete
  4. wah asik nih kalau nanti kapankapan traveling kesana

    ReplyDelete
  5. kambing etawa tinggi banget ya dibanding kambing biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Kania...padahal kambing jawa aja sudah tinggi, tapi liat aja perbandingannya sama kambing etawa...

      Delete
  6. Aduuhhh..makanannya bikin pengeeen *gagal fokus*
    Cenil disana pake gula aren cair ya Mbak? biasanya pake gula putih aja yg aku tau... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo ditempatku cenil pake gula merah cair mbak Utie..
      beda tempat beda cara penyajian ya..

      Delete
  7. saya beberapa kali lewat purworejo mak kalo ke Jatim, kotanya adem sejuk dan tentram banget emang cocok untuk pensiunan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb Ev, kotanya kecil dan adem...makanya para pensiunan nyaman tinggal disana

      Delete
  8. waaaa kota kelahiranku
    seneng ada yg mengulas
    rumah saya dulu di depan tugu a yani, mbak ika

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, dekat rumah saya dong...
      Kampung saya Lugosobo mb Astri, dari tugu A. Yani ke utara dikit

      Delete
  9. ternyata orang purworejo sukanya merantau ya mbak?banyak juga yah kelebihan kota ini dari segi makanan dan tempat liburan juga ada termasuk pantai ya mbak, saya juga ke pantai nih, kalo disana pantainya indah ga mbak?pas sunrise atau sunset???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas....makanya kalo Lebaran atau hari libur banyak yang pulang kampung...hehe

      Delete
  10. Makanannya menggiurkan, kalo kopdar bawa mbaa hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh...boleh..., asal jangan yang cepet basi aja..hehe

      Delete
  11. Ternyata bagus juga kota ini ya....jarang banget dijadikan destinasi wisata. Pasti pilihannya jogja

    ReplyDelete
  12. Ternyata bagus juga kota ini ya....jarang banget dijadikan destinasi wisata. Pasti pilihannya jogja

    ReplyDelete
  13. Ternyata bagus juga kota ini ya....jarang banget dijadikan destinasi wisata. Pasti pilihannya jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba sekali-kali main ke Purworejo dek...pasti seneng deh..:))

      Delete
  14. pingin kue satunya, aduh aku dan suami doyan bangett, kalo makan sampe rebutan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihiihi....enak bingits ya mb Win... :))

      Delete
  15. Aaaaaaaaas kueh lompong sukaaaaa
    Jd inget sawunggalih ni hikhik

    ReplyDelete
  16. Akuuu jd pengen cenil lopiss huhuhuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk...pulang kampung wae.....hihi

      Delete
    2. gembus atau geblek bikin aku kangen hihihi

      Delete
  17. kue satu asli purworejo ya? Di kota saya juga banyak dijual kue satu, dan saya suka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb Santi....enak ya buat teman minum teh hangat... :))

      Delete
  18. Purworejo, wow Temen saya pernah bawa dawet ireng yang kita makan bareng-bareng. Terus ada Lantinggg. Aku suka banget yang pedes...

    Nih postingan lengkap banget nulis tentang Purworejo, mulai dari seni tradisi, wisata alam, kuliner, produk loka (batik) hingga tokoh2 penting dari Purworejo.
    Nice post :D
    #HappyBlogging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, makasih apresiasinya mb Arinta (namanya mirip adik saya Arinta Adiningtyas) hehe

      happy blogging juga... :))

      Delete
  19. Aku aja yang orang Purworejo asli, belum semua tempat wisata dikunjungi. Trus itu duren juga belum pernah nyoba. Huhuhu... Pengen kalau pas pulang kampung menjelajah gitu, tapi capek klw udah perjalanan mudik mah. Ihiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...sama mb Win....tapi aku sering sih pulkam, terutama kalo pas musim duren datang...pasti dataaang...
      yuk kapan kopdaran di kampung halaman? :D

      Delete
  20. Kulinernya bikin ngileeerrrr....

    ReplyDelete
  21. Kulinernya bikin ngileeerrrr....

    ReplyDelete
  22. aku pgn ke rumah bibi d purworejo naik kereta, tapi blm kesampean ampe skrg..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook teh...ke Purworejo, ntar wisata kulineran sama akuuuh... :D

      Delete
  23. Almarhum Papiku lahir di Purworejo. Kapan2 pengen ke sana :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iyakah mb Iwed? Sekarang Purworejo sudah berbenah...menjadi kota yang cantik..

      Delete
  24. aku taunya dan slalu kangen krimpingnya, pdhl ini kampung halaman alm ibuku tp aq baru sekali kesana ..byk embe yo mba di purworejo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Krimpyingnya gurih dan renyah ya, dek? Ayuk lah kapan mau ke Purworejo?

      Delete
  25. Aku sama sekali belum pernah ke Purworejo mbak. Tapi kalau diajakin terus dibayarin aku mau :D pengen cobain tahun kupatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok kapan-kapan main ke Purworejo, keluarga tanteku yang di Bangkalan dan di Jatim pasti pulang ke Purworejo kalo Lebaran...

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

ID Corners

ID Corners

KEB

BRID

Blogger Perempuan

Fun Blogging Community

IDFB

Blogger Muslimah

Gandjel Rel

IIDN

IIDN

Warung Blogger

Warung Blogger

KOPI

KOPI

Copyright © My Life on Words | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com