All about my life

Tuesday, 22 December 2015

Untukmu Ibu

Ibu, 24/6/1959--17/10/2008

Ibu, tahun ini adalah tahun ke tujuh kepergianmu. Bila anak-anak yang lain bisa mengucapkan "Selamat Hari Ibu" secara langsung, tidak dengan aku, Pepi, Arin dan Opik. Kami hanya bisa memandang fotomu seraya memanjatkan doa terbaik untukmu. 

Bu,...
Sejak kepergianmu, banyak hal telah berubah. Banyak hal telah terjadi. Arin dan Pepi kini sudah menikah. Suami si Arin adalah Yopie, laki-laki yang dulu kau yakini bakal menjadi menantumu. Cucumu kini 5, ada Fina, Aufa, Rara, Amay dan Aga. Bahkan sebentar lagi akan bertambah, Bu. Pepi dan Nana sebentar lagi akan punya anak. Si Opik sekarang sudah kuliah. Bongsor sekali dia, Bu. Tingginya bahkan melebihi aku. Yang tidak berubah hanya Bapak, Bu. Kesetiaan dan cinta Bapak pada Ibu tak berubah. Ibu takkan pernah tergantikan di hati Bapak. 

Bu,...
Kami kangeeen, kami rinduu. Kangen suara lantangmu ketika sedang mengomeli tingkah kami. Rindu aroma masakanmu, meski hanya sekedar rendang jengkol atau gulai nangka muda. Kami rindu teh manis yang selalu tersedia di meja tiap pagi. Kami rindu aroma roti tawar yang kau oles margarin bertabur gula pasir. Kami rindu semua tentangmu, Bu....

Bu,...
Tahukah engkau, tujuh tahun ini suasana Lebaran begitu hampa tanpamu. Tak terlihat kesibukan menyiapkan hidangan Lebaran seperti yang dulu sering kau lakukan. Kami rindu masa-masa itu, Bu....

Bu,..
Maafkan aku, karena belum sempat membuatmu bahagia. Maafkan aku belum bisa membuatmu bangga.
Bu,...
Kini diatas pusaramu, dipembaringan abadimu kami hanya bisa memanjatkan doa. Semoga Allah ampuni segala dosa dan Allah balas amal kebaikanmu dengan surga. Aku yakin suatu hari nanti kita pasti berkumpul kembali, Bu.

Selamat Hari Ibu...

Allahummaghfirlaha, warkhamha wa'afihi wa'fu'anha..

22 comments:

  1. Subhanallah, semoga ibu bahagia disana bersama bidadari syurga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...terima kasih doanya mb Windah.. :)

      Delete
  2. Semoga allah mengampuni dosa-dosanya. Aamiin

    ReplyDelete
  3. Hiks...

    Peluk, Mba Ika.
    Ibuku juga udah ga ada, Mba

    ReplyDelete
  4. :'(
    Allahummaghfirlaha warkhamha wa'aafihi wa'fu'anha.. Aamiin..

    Besok nengok ibu yuk..:'(

    ReplyDelete
  5. Semoga ibu khusnul khotimah, mbak
    Doa anak sholehah justru yang diharapkan ibu saat ini, #bighuggg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin....aamiin ...
      iya mb Wati... *hug hug..

      Delete
  6. Replies
    1. Aamiin...maturnuwun doanya mb Noor Ima ;)

      Delete
  7. Semoga Ibu berada di tempat terbaik

    ReplyDelete
  8. Peluk Mbak Ika.
    Ibu pasti bahagia menerima kado terbaik anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peluuuk mb Susi juga..
      iya mba....InsyaAllah Ibu sudah bahagia disisi Allah...

      Delete
  9. smoga amal ibdah ibuk diterima sm Allah, diampinkan dosa plus mndptkn tmpt terindah, amiinn..
    bighug for you mak ika..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...makasih doanya Mumaaa...
      Bighug for you too.. :)

      Delete
  10. roti tawar diolesi margarin plus ditaburi gula. terkenang terus ya mbak. semoga Alloh menerima amal Ibu dan mengampuni dosa-dosa beliau. kagum juga dengan Bapak begitu setianya kepada Ibu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba....itu yang selalu disediakan Ibu kalo saya dan adik-adik sarapan...
      makasih mbak... :))

      Delete
  11. semoga ibunda mb ika mendapat tempat terbaik di haribaanNya...
    aku jadi kangen ibuk nih, hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...makasih doanya ya dek...
      langsung telpon IBuk mesthi... hehe

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

ID Corners

ID Corners

KEB

BRID

Blogger Perempuan

Fun Blogging Community

IDFB

Blogger Muslimah

Gandjel Rel

IIDN

IIDN

Warung Blogger

Warung Blogger

KOPI

KOPI

Copyright © My Life on Words | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com