All about my life

Wednesday, 25 May 2016

Dibalik Bangkitnya Lunpia Delight sebagai Gerbang Kuliner Semarang

sumber gambar lunpiadelight.co.id
Dear Friends,
Semua orang juga tahu kalau Lunpia adalah salah satu ikon kuliner Semarang. Kita patut berterima kasih pada pasangan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi yang telah menciptakan lunpia tahun 1870 yang lalu sehingga kita bisa menikmati lezatnya kuliner asli Semarang ini. Bahan baku rebung diolah sedemikian rupa hingga terciptalah makanan lezat bernama lunpia yang mereka jual di pasar. Lunpia yang dulu hanya dijual di pasar kemudian dikelola oleh anak turun pasangan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi yang berkembang menjadi 3 pilar yaitu Lunpia Gang Lombok, Lunpia Pemuda dan Lunpia Mataram. Merekalah yang kemudian membangun dinasti keluarga Lunpia Semarang hingga berkembang pesat sampai saat ini.

Silsilah Keluarga Lunpia Semarang
Adalah Melani Sugiarto yang merupakan generasi kelima Lunpia Semarang dan keturunan langsung dari maestro chef Tan Yok Tjay tergerak untuk terus melestarikan warisan leluhurnya. Sepak terjang Cik Me Me  mempertahankan lunpia sebagai warisan budaya sekaligus membuat terobosan baru dalam menciptakan inovasi cita rasa patut diacungi jempol. Cik Me Me juga menjadi barisan terdepan yang melakukan protes ketika ada negara lain yang mengklaim Lunpia sebagai makanan asli negara mereka. Tak heran kalau wanita cantik ini mendapatkan penghargaan Kartini Award 2015 dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI). 

Cik Me Me menerima Penghargaan dari LEPRID
Dengan mendirikan Lunpia Delight wanita ayu yang akrab di panggil Cik Me Me ini berkreasi dan berinovasi menciptakan berbagai menu dan varian rasa Lunpia. Bila dulu kita hanya mengenal Lunpia dengan isian rebung dengan telur/udang/ayam/daging saja, kini kita bisa menikmati 6 varian rasa. Ada Lunpia Raja Nusantara alias rasa jamur nusantara, Lunpia Fish Kakap bagi penyuka ikan, Lunpia KaJaMu alias kambing jantan muda bagi penyuka daging kambing, Lunpia Plain bagi vegetarian, Lunpia Crab yang berisi daging kepiting dan Lunpia Original. Berkat inovasinya inilah Cik Me Me juga menerima penghargaan dari LEPRID dengan prestasi Lunpia dengan menu terbanyak. 

dok. Hidayah Sulistyowati : Bermacam varian Lunpia Delight
Meski berbagai penghargaan telah didapatkan, Cik Me Me tak lantas puas begitu saja. Meski Lunpia Semarang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah, kini beliau sedang berjuang agar Lunpia Semarang juga bisa diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Tujuannya tak lain adalah agar Lunpia bisa mendunia dan tak ada lagi negara lain yang mengklaim Lunpia sebagai makanan asli mereka. 

Perjuangan Cik Me Me untuk menjadikan Lunpia sebagai Pintu Gerbang Kuliner Semarang tidak mudah. Meski begitu, wanita tangguh ini telah melakukan banyak hal. Mulai dari menjaga kualitas dan rasa Lunpia Delight dengan hanya memilih bahan-bahan terbaik. Karena mayoritas masyarakat kita adalah muslim maka Cik Me Me hanya memilih daging ayam atau kambing yang disembelih secara Islam. Untuk itulah MUI memberi fatwa Halal dari Sertifikasi MUI no 15100013431214 untuk Lunpia Delight. Jadi, konsumen tidak perlu was-was ketika mengonsumsi Lunpia Delight. Dengan teknik marketing yang mumpuni, Lunpia Delight telah mendapat tempat. Baik di hati para konsumen maupun di hati orang-orang yang secara tidak langsung ikut membantu mempromosikan Lunpia Delight. Hubungan emosional seperti inilah yang membuat Lunpia Delight selalu diburu para pendatang. Sebagai pewaris tradisi budaya dan resep leluhur, Cik Me Me telah berhasil menjadikan Lunpia Delight sebagai Gerbang Kuliner Semarang. 
Bravo, Cik Me Me!

dokpri. Di dalam Gerai Lunpia Delight

“Tulisan ini diikutsertakan pada Lunpia Delight Blogging Competition yang diselenggarakan 
oleh Lunpia Delight



52 comments:

  1. Baru tau sejarah nya lunpia, eh ternyata banyak varian rasanya juga .. Kapan.2 coba ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyaak...ada 6, ayo cobain semua mbak Ade :)

      Delete
  2. Untuk bisa mencapai sukses memang harus kerja keras ya, mbak Ika. Salut buat cik Meme yang tangguh. Semoga lunpia delight semakin dikenal di seluruh Indonesia, aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak Anjar, sekarang sudah keliatan hasil kerja kerasnya Cik Me Me :)

      Delete
  3. waaahhh kangen sama kota ini, kota gudang lunpia. Aku juga pernah merekomendasikan temen untuk beli oleh2 Lunpia delight ajah, soalnya dulu pernah dikasih oleh-oleh temen lunpia merk ini hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..iya mbak, banyak varian rasanya di Lunpia Delight :D

      Delete
  4. Goodluck mbak semoga menang ya :*

    ReplyDelete
  5. Mauuu dong, lunpianya Mba Ika..Lama nih, nggak makan lunpia Semarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau? sini main ke Semarang..nanti aku traktir makan Lunpia hehe

      Delete
  6. aduuh ngilerrrr liat lumpianya..montok!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makan satu aja kenyaaang mbak Ophi :D

      Delete
  7. penasaran sama rasa dari lunpia delight ini~ :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Langsung cari dan beli, biar nggak penasaran :D

      Delete
  8. Lunpianya gede ya ternyata? Kaykanya satu cukup nih buat sayah ehehehe :)

    *Gak usah BW ya mbk, saya belum update. Saya cuma pengin silaturahmi ke blog ini saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya, makan satu juga kenyang..meskipun pengen juga nyoba rasa-rasa yang lain :)

      Delete
  9. nama varian untuk lumpianya lucu mbak hhee
    sukses y mbak.e utk lombanya... hhee

    ReplyDelete
  10. Lunpia itu oleh2 khas semarang banget ya..gede2 lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Ade.., lezat sekaligus mengenyangkan..

      Delete
  11. Sering dapet flyernya tapi belum sempet nyicip, chef nya cantiiiik dan kereeen Semoga makin jaya :-*

    ReplyDelete
  12. Aku merekomen teman2 kalo beli lunpia di sini terutama karena sudah ada sertifikat halal MUI nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..nggak usah was-was karena Lunpia Delight Halal :D

      Delete
  13. Kapan-kapan kopdarnya ganti di sini aja, yuk mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuk...aku mau nyobain Lunpia Kajamu..hehe

      Delete
    2. Setujuuuuu...ayo kopdar di sana Mbak. Mau icip2 juga lah sama Lunpia yg satu ini.

      Delete
  14. aduh aku suka banget lumpia semarang , tak ada tandingannya, kalau bisa dikirim asyik ya, ngiler

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama Bunda...kayaknya bisa kok dikirim ke manapun. Coba hub admin di fanpage Lunpia Delight Bun...

      Delete
  15. saya pikir kesalahan ketik, ternyata memang lunpia dan bukan lumpia ya :)

    ReplyDelete
  16. Lumpiahnya gemuk gemuk
    #Tapi bukan badan yang komen loh ahiihii

    Lumpia basah klo rebungnya pas pesti wenak
    Palagi ficocolin sambel manis kentel uuuugh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...mantep pokoke
      Kalo aku paling suka sama yang sudah di goreng...kriuk..kriuk gitu deh :D

      Delete
  17. Aku suka lunpia!!!
    Duh, rasa rebung yg makkresss sama kulit lunpianya, duileeee.. Syedap!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toosss mbak Rochma, aku juga sukaa :D

      Delete
  18. ohh lunpiaa... udh lama bgt ga makan ini -__-.. di jkt blm ada lunpia yg nyamain enaknya lunpia asli semarang.. pokoknya tiap kali ke semarang mbak, kuliner pertama yg kita incer selalu lunpia dulu.. baru makanan yg lain :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip...memang paling enak makan lunpia di tempat asalnya mbak Fanny..hehe

      Delete
  19. Wah sejarahnya gitu toh.
    Aaa aku mau banget nih mba lumpianya..
    Kalau ke semarang kudu mampir ya mba.. Nyammm..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups mbak Dessy...pokoknya belum ke Semarang kalo belum makan Lunpia..hehe

      Delete
  20. Yang kambing jadi kayak kebab kering gitu yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. mirip-mirip gitu deh...tapi rasa khas Lunpia masih terasa....cobain deh :D

      Delete
  21. Sayangnya aku gak suka lunpia karena rasanya aneh, mungkin karena lidahku tidak terbiasa aja, lunpia bandung beda isinya toge ma bengkuang dan sedikit agar2 dibumbui manis asin gurih, aku pertama kali nyoba lunpia semarang isinya rebung ma udang hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..padahal enak banget loh, mbak Vita. Kalo aku sih nggak cukup makan satu..:D

      Delete
  22. Oohh penulisan yang benar itu lunpia yaa, selama ini taunya lumpia, berinovasi memang itu poin penting untuk mempertahankan bisnis dan berterus berkembang, apalagi sampai puluhan tahun... saluut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Nunu...yang bener Lunpia. Cik Me Me ini yang inovatif..bisa menciptakan banyak varian menu Lunpia

      Delete
  23. Ya ampun udah turun temurun ya. Aku udah pernah nyicip deh disini, waktu ada pameran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Lus...sudah seratus tahun lebih lho ini..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

ID Corners

ID Corners

KEB

BRID

Blogger Perempuan

Fun Blogging Community

IDFB

Blogger Muslimah

Gandjel Rel

IIDN

IIDN

Warung Blogger

Warung Blogger

KOPI

KOPI

Copyright © My Life on Words | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com