All about my life

Monday, 2 May 2016

Kesehatan Pencernaan dan Pengaruhnya Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Dear Friends,
Sebagai orangtua dari 3 anak, saya harus concern terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak saya. Termasuk apa saja (makanan dan minuman) yang masuk ke dalam tubuh mereka. Siapa sangka, kesehatan saluran pencernaan ternyata berdampak besar kesehatan bagi setiap orang. Saluran cerna yang sehat dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Sedangkan saluran cerna anak yang sensitif atau terganggu dapat menyebabkan anak gagal tumbuh. Agar saluran cerna berfungsi dengan baik, diperlukan nutrisi yang tepat sehingga dapat bertahan dari gangguan saluran cerna seperti diare dan konstipasi.

NutriTalk dengan narasumber DR.Dr. Ahmad Suryawan & Dr. Badriul Hegar
Beruntung sekali pada tanggal 28 April 2016 yang lalu Sarihusada melalui Nutrisi Untuk Bangsa mengadakan acara #NutriTalk di Hotel JW Marriot Jakarta. Acara #NutriTalk kali ini mengusung tema "Dasar-Dasar dan Pedoman Praktis Mengatasi Pencernaan Sensitif pada Anak". Menghadirkan dua narasumber yaitu DR.Dr. Ahmad Suryawan, Ph.D, SpA(K) seorang Konsultan Tumbuh Kembang Anak dan Dr. Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K) seorang Konsultan Gastrohepatologi Anak, diskusi kali ini membahas tentang peran saluran cerna bagi kesehatan dan optimalisasi tumbuh kembang anak serta penanganan saluran cerna sensitif.

Dr. Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K)
Menurut Dokter Hegar, saluran cerna memiliki peran unik dan penting bagi kesehatan anak karena tidak hanya mencerna dan menyerap makanan tetapi juga sebagai pembatas antara "dunia luar" dan "dunia dalam" tubuh. Jaringan limfoid merupakan sel sistem imun yang berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh yang sangat penting. Sekitar 70-80% sel imun dihasilkan di sini dan berkembang pesat pada satu tahun pertama kehidupan. Saluran cerna pada bayi masih sangat rentan karena secara fisiologi belum matang sehingga perannya sebagai sistem imun juga belum matang. Saluran cerna yang belum renggang masih dalam posisi renggang sehingga kuman atau makanan yang sensitivitasnya tinggi mudah masuk ke dalam tubuh bayi. Hal ini tentu dapat menimbulkan masalah pada kesehatan bayi.
Terdapat sekitar 30% anak yang memiliki saluran cerna yang rentan dan sensitif, mudah mengalami diare, konstipasi atau menghasilkan gas berlebihan. Di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor dua (15-17%) pada anak dibawah usia 5 tahun. Diare adalah kondisi dimana anak BAB (Buang Air Besar) cair lebih dari tiga kali sehari. Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, jamur atau non infeksi seperti alergi dan intoleransi makanan. Sedangkan konstipasi adalah kondisi dimana anak BAB dengan tinja keras dan frekuensinya kurang dari dua kali seminggu. Agar kejadian tidak berkepanjangan dan berulang, maka deteksi dini dan tata laksana akurat perlu dilakukan. Dengan pemberian ASI eksklusif, MPASI sesuai waktu dan kebutuhan bayi, menjaga kebersihan serta melakukan imunisasi dapat mencegah terjadinya diare pada anak.
Dokter Hegar juga menjelaskan bahwa saluran cerna yang sehat pasti dapat menjalankan fungsinya dengan optimal, bukan hanya dalam hal mencerna dan menyerap makanan tetapi juga sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan sangat penting karena saluran cerna bayi didominasi oleh bakteri baik yang keberadaannya memberikan keuntungan bagi saluran cerna.
"Pencernaan yang sehat di awal kehidupan adalah landasan untuk tumbuh kembang optimal serta membangun tingkat kesehatan tubuh dan mental secara keseluruhan pada usia dewasa, " tutur Dr. Hegar.
Apabila terjadi diare pada anak, yang harus segera dilakukan adalah :
  • Rehidrasi, pemberian cairan oralit untuk mengganti cairan yang tubuh yang hilang
  • Teruskan pemberian ASI dan makanan
  • Pemberian makanan yang mengandung zinc karena dapat membantu meregenerasi sel mukosa usus
  • Pemberian antibiotik selektif yang sesuai dengan petunjuk Dokter
  • Mendengarkan nasehat dan anjuran, baik dari Dokter maupun dari para ahli
DR. Dr. Ahmad Suryawan, Ph.D, SpA(K)
"1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan window of opportunity. Tidak hanya bagi perkembangan pencernaan yang sehat saja tetapi juga masa kritis perkembangan otak anak. Bila terdapat gangguan pencernaan pada periode tersebut, akan berdampak pada pada pertumbuhan anak dari sisi tinggi badan, berat badan, lingkar kepala maupun perkembangan anak dari sisi penglihatan/ pendengaran, motorik, bicara/ bahasa, dan personal sosial/ emosi. Anak dengan tumbuh kembang optimal akan menjalani kualitas hidup yang baik dari sisi perilaku sosial maupun prestasi akademis. Pada masa ini pemberian nutrisi yang tepat dapat menyehatkan pencernaan, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal, " tutur Dokter Wawan.
1000 hari pertama kehidupan
Pemberian nutrisi yang tepat dapat membantu tumbuh kembang anak. Penuhi kebutuhan nutrisi anak agar tumbuh kembangnya optimal. Serat juga bermanfaat untuk menjaga konsistensi tinja, pergerakan usus, dan meningkatkan produksi SCFA (short chain fatty acid) sebaghai sumber nutrisi sel usus besar dan stimulasi pertumbuhan mikroflora baik sehingga mampu meningkatkan peran proteksi terhadap infeksi. Sedangkan glutamin berfungsi sebagai sumber energi untuk saluran cerna, mempertahankan integritas mukosa dan translokasi bakteri.
Cara mengetahui kesehatan pencernaan pada anak
Kesehatan saluran cerna mempengaruhi perkembangan otak. Benar juga teori Gut-Brain-Axis yang menyatakan bahwa ada interaksi dua arah antara pencernaan dan otak. Dokter Wawan, begitu konsultan tumbuh kembang anak ini biasa dipanggil juga mengatakan bahwa pencernaan yang sensitif tidak hanya berimplikasi berupa gagal tumbuh pada anak tetapi juga dapat menggaggu perkembangan emosi, perilaku dan kecerdasan anak jangka panjang. Hal tersebut merupakan salah satu implikasi dari hubungan emosional orangtua dan anak karena stress akibat tidak bisa makan.

Acara #NutriTalk kali ini membuka mata saya terhadap kesehatan pencernaan, terutama pada anak-anak. Saya jadi tahu, ternyata kesehatan saluran cerna sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Hal ini membuat saya semakin concern untuk menjaga asupan gizi dan nutrisi untuk anak-anak. Saya sangat mengapresiasi Sari Husada yang selalu berbagi  pengetahuan tentang kesehatan dan selalu peduli pada tumbuh kembang anak. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Arif Mujahidin, Head of Coorporate Sarihusada bahwa Nutritalk adalah forum diskusi yang diselenggarakan untuk menyebarkan pengetahuan kesehatan anak kepada masyarakat luas. Dengan demikian semakin banyak masyarakat khususnya para orangtua yang teredukasi sehingga tumbuh kembang anak akan semakin optimal.


26 comments:

  1. Setuju pencernaan berpengaruh ke pertumbuhan dan buat kita yang sudah dewasa pun jangan sampai sembelit atau konstipasi, karena nutrisi tidak terserap baik, dan pengaruh ke metabolisme tubuh dan hormon juga aliran darah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuiih..mbak Vita ternyata sudah pengalaman dan tahu banyak soal pencernaan ya

      Delete
  2. Issshhhh, yang baru dari Jekardah, asik ya dapat banyak pengalaman ^_^

    Eh jadi ingat jaman dulu pas anak-anak masih kecil, aku selalu hati-hati saat nyimpan bahan makanan di kulkas, takut tercemar aja sih. Bahaya kan kalo sampai pencernaannya terganggu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya mbak Wati, asyik banget. Dapat ilmu banyak banget, terutama masalah kesehatan pencernaan dan tumbuh kembang anak. Makanya sekarang hati-hati banget lah kalo buat anak.

      Delete
  3. Ini menjelaskan kenapa kalau lapar kita gampang marah, kalo sakit perut jadi gampang sakit. Kalau ini erjadi sm2 anak2 di bawah 2 tahun, jelas kudu lebih waspada dong ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups...bener banget. Kalo laper bawaannya jadi baper..wkwk
      waspadalah...waspadalah !

      Delete
  4. Jadi inget, ada tetangga di kampung yang ga cepat penanganan ketika anaknya diare parah, akhirnya ga tertolong. Padahal masih bayi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasian ya..kalo bayi kena diare terlambat mendapat perawatan...resikonya bisa meninggal. Anak saudaraku juga ada yang meninggal karena diare..

      Delete
  5. aku awam banget soal ini mbaaa... beneran, taunya sakit perut karena mules, pengen pup atau LAPAR.. hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..toss mbak Eda, aku awalnya juga gitu...tahunya mules tuh ya mau pup..kalo lapar sih nggak begitu mules.. :p

      Delete
  6. mantab mba ika, sharingnya bermanfaat banget. untung aku mampir ke sini. ngadepin anak-anak emang harus hati2 ya, mba. apalagi soal makanannya. jangan sembarangan kaya emaknya, eh, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups mbak Rani, untung kemarin ikutan NutriTalk ini..jadinya lebih tahu soal kesehatan saluran cerna dan pengaruhnya pada tumbuh kembang anak..

      Delete
  7. Deuh yg ke Jakarta ga bilang2, hehe :p

    balita emg rentan bgt ya terserang diare, anakku yg pertama pas bayi bikin gemeteran emaknya mulu tuh, sampai badannya abis, Alhamdulillah sekarang udah ga, emaknya jd bnyak belajar.

    mkasi mba sharingnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya, habis mendadak banget sih acaranya. Tahu gitu..kita bisa kopdaran ya mbak.
      makanya aku merasa beruntung bisa dapat ilmu tentang tumbuh kembang anak dan segala permasalahannya.

      Delete
  8. seneng banget bis aketeu mbak ika walau gak lama kemarin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun senengnya bukan main mbak Lia...bisa ketemu sama blogger2 yang humble dan hebat seperti mbak Lia dan teman2...jadi pengen ketemu lagiii...
      semoga ya :D

      Delete
  9. Wah asyik nih mbak Ika oleh-olehnya dari Jakarta mantap :)

    Anak-anak memang sering kena diare ya mbak, kita harus bisa menanganinya secara benar. Nutrisi dan gizi yang baik sangat penting untuk menunjang kesehatan pencernaan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Anjar..oleh-olehnya ilmu yang bermanfaat banget, baik buat saya maupun teman-teman

      Delete
  10. Trmksh sdh berbagi pengetahuan ttg pencernaan anak ini, mb Ika.. Sangat berguna...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak Mechta...saya juga beruntung banget dapat kesempatan ikut acara nutritalk kemarin. Banyak ilmu bermanfaat yang saya dapat

      Delete
  11. Kesehatan anak memang harus menjadi perhatian para orangtua utamanya pencernaannya. Maklum anak-anak suka ngemplok segala macam karena ketidaktahuannya.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Pakdhe...indikasinya kalo BAB nya nggak seperti biasanya, itu yang harus di waspadai oleh para orangtua..
      sungkem dari Semarang :)

      Delete
  12. wah saya banyak belajar juga dari artikel ini nih, makasih banyak ya mba Ikaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kak Zata...alhamdulillah kalo artikel ini bermanfaat ;)

      Delete
  13. Wah kemarin ketemu cuma sebentar sama mba Ika, ga sempet ngobrol lama neh mba

    ReplyDelete
  14. Akhirnya aku bisa bertemu dengan dirimu Ika. Senang deh. Dirimu ramah banget. Sekali ketemu serasa dah kenal lama banget ma dirimu

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

ID Corners

ID Corners

KEB

BRID

Blogger Perempuan

Fun Blogging Community

IDFB

Blogger Muslimah

Gandjel Rel

IIDN

IIDN

Warung Blogger

Warung Blogger

KOPI

KOPI

Copyright © My Life on Words | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com