Sunday, 30 April 2017

# Lifestyle # Press Release

Saint-Gobain Meluncurkan Papan Gypsum yang Tahan Api

Dear Friends,

Kebutuhan akan rumah di negara kita semakin hari semakin besar. Buktinya banyak perusahaan properti yang membangun perumahan-perumahan, apartemen-apartemen untuk berbagai kalangan. Ya wajar sih, karena populasi penduduk makin hari juga makin bertambah terutama di kota Semarang ini.

Belum lagi pembangunan proyek infrastruktur besar seperti LRT, pembangunan rumah sakit tipe D, pusat olahraga multi event. Seiring dengan maraknya pembangunan di kota Semarang, dalam perancangan konsep maupun perencanaan rumah atau gedung perlu memperhatikan kenyamanan, kesehatan, keselamatan serta keamanan para penghuninya.

Eits kenapa juga ya, tiba-tiba saya ngomongin soal properti?

Jadi gini, 2 hari lalu saya ikut di sebuah acara diskusi dengan media mengenai teknologi drywall system dari Gyproc di Gumaya Tower Semarang. Acara ini dihelat sebagai bentuk perhatian PT Saint-Gobain terhadap meningkatnya kebutuhan pasar akan bahan bangunan yang berkualitas serta daapat memenuhi standar performa dari sebuah bangunan. Untuk itulah PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) yang merupakan produsen papan gypsum dengan merk Gyproc berinovasi dengan produknya yang berstandar internasional dengan teknologi "drywall system".

Bpk. Hantarman Budiono, Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia.
Drywall system atau dapat juga disebut dengan GypWall merupakan pilihan tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia karena berbagai keistimewaan yang dimiliki, salah satunya adalah lebih efisien dalam pengaplikasiannya,” ujar Hantarman Budiono, Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia.

Drywall atau dinding kering merupakan sebuah sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus. Karena pemasangannya yang tidak menggunakan campuran semen dan air maka disebut drywall. Sangat berbeda dengan dinding konvensional pada umumnya yang menggunakan batu bata, campuran semen, pasir, dan air. Kelebihan sistem dari Gyproc ini adalah rendah emisi, pemasangannya tidak memerlukan air serta pengangkutan di proyek juga sangat mudah. Jadi sangat efektif dan efisien juga, kan.

Gyproc GypWall juga solusi interior yang inovatif karena memiliki solusi system sesuai kebutuhan customer, salah satunya solusi sistem tahan api dengan menggunakan tipe FireLine. Tahu sendiri kan, berapa banyak jumlah kebakaran belakangan ini? Tahun 2015 saja sudah tercatat ada 200 lebih kasus kebakaran yang terjadi.

Won Siew Yee, Marketing Director PT Saint-Gobain Construstion Product Indonesia
Won Siew Yee, Marketing Director PT Saint-Gobain Construstion Product Indonesia menjelaskan bahwa dengan teknologi yang dimiliki oleh Gyproc, yaitu FireLine, diharapkan penghuni masih mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan proses evakuasi pada saat terjadi kebakaran karena produk ini memiliki kemampuan tahan terhadap api hingga empat jam.

“Produk ini memiliki ketahanan terhadap api yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dinding bata yaitu bisa sampai 4 jam. Sehingga memberi waktu yang lebih banyak untuk proses evakuasi ketika terjadi kebakaran. FireLine merupakan bentuk proteksi pasif terhadap api karena mampu mencegah perluasan api, penyebaran dari asap dan api ke bangunan lain, mempertahankan struktur bangunan, mempermudah penyelamatan diri dan pemadaman kebakaran, serta menjaga keseluruhan aset dan kegiatan bisnis,” jelas Siew Yee.

Ki-ka : Bpk. Purnomo Purwoko, Bpk. Hantarman Budiono, Mrs. Won Siew Yee
FireLine hanya salah satu dari berbagai tipe istimewa yang dimiliki oleh Gyproc. Selain FireLine, ada pula ThermaLine yang mampu menjaga suhu di dalam ruangan tetap stabil sehingga dapat menghemat penggunaan listrik untuk pendingin udara. Tipe lainnya, yaitu Activ’Air dapat menyaring udara dalam ruangan dengan menyerap formaldehyde yang ada di ruangan tersebut menjadi partikel-partikel yang aman bagi kesehatan.


Produk-produk bahan bangunan seringkali mengandung formaldehyde sebagai contoh, cat tembok. Bau yang menyengat, yang terdapat pada bangunan yang baru dibangun merupakan indikasi bahwa ruangan dalam bangunan tersebut mengandung formaldehyde yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Gypsum Gyproc telah berinovasi di berbagai macam ketebalan mulai dari ketebalan 9, 12.5, 15, 16, hingga 19 mm. Semuanya dilengkapi dengan berbagai macam kegunaan dan kelebihan, baik untuk aplikasi plafon maupun dinding. Gyproc juga telah dilengkapi dengan sistem yang teruji dan terakreditasi, serta dapat diterapkan di berbagai sektor seperti residential, hotel, rumah sakit, kantor maupun mall.

Tentang PT Saint–Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI)
 
SGCPI merupakan anak usaha dari Saint-Gobain, perusahaan global asal Perancis yang bergerak di bidang produksi material bangunan. Saint-Gobain mendesain, memproduksi dan mendistribusikan material-material, solusi maupun sistem yang merupakan faktor penting dari peningkatan kualitas hidup setiap individu dan masa depan kita semua.

Produk-produk Saint-Gobain dapat ditemukan di sekitar dan di kehidupan sehari-hari kita seperti pada bangunan, moda transportasi, infrastruktur dan di banyak pengaplikasian sektor industri. Produk Saint-Gobain menawarkan rasa nyaman, perfoma dan rasa aman ketika menjawab tantangan dalam membangun bangunan yang ramah lingkungan, efesiensi sumber daya dan perubahan cuaca.

• 39,1 miliar Euro penjualan di tahun 2016

• Beroperasi di 67 negara

• Memiliki lebih dari 170,000 pegawai di seluruh dunia

Tentang Gyproc

Gyproc merupakan brand papan gypsum dan plaster board terkemuka di dunia yang asal muasalnya dari Inggris, berdiri sejak tahun 1917, dan dikenal dengan nama British Plasterboard (BPB). Kemudian pada tahun 2005 BPB diakuisisi oleh Saint-Gobain dan di Asia masuk dengan mengusung brand Gyproc. Tahun 2007 Gyproc memulai kehadirannya di Indonesia dengan menjual dan mendistribusikan berbagai macam produknya.

Kemudian pada tahun 2012, SGCPI secara resmi memulai pembangunan pabrik Gyproc yang pertama di Indonesia demi mendekatkan diri dan melayani para pelanggan dengan lebih baik. Dua tahun kemudian yakni pada 2014 SGCPI memulai produksi komersialnya. Dengan program manufaktur berkelas dunia, SGCPI berkomitmen untuk menyediakan berbagai portofolio produk dan system bagi para penggunanya dengan solusi interior yang inovatif yang dapat digunakan pada rumah dan bangunan-bangunan di masa depan.

Bersama Bpk. Purnomo Purwoko dan Mrs. Won Siew Yee


4 comments:

  1. Waah bisa dicoba nih buat rumahku kebetulan mau pasang partisi juga di salah satu ruangan, sama bangunan atap rencana mau di gypsum. Intip harga sik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..aku juga mupeng banget bisa pasang papan gypsum, jadi gak usah nembok lagi. Praktis

      Delete
  2. Iya kalau bahan yang mengandung formaldehyde selain bahaya buat kesehatan juga mudah terbakar, betul sekali kalau gypsum itu sekarang audit gudang penyimpanan bahan baku obat juga dari dinperindag menyarankan pakai gypsum karena tahan api dan anti rayap 😁

    ReplyDelete
  3. iyaaa..papan gypsum itu kalo bisa tahan air dan tahan api. aku pernah tuh langit2ku roboh..duh merepotkan

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

Follow Me @ikapuspita1