Sunday, 18 June 2017

# Arisan Blog Gandjel Rel # Life Story

Tentang Persahabatan [2]

 

Dear Friends,

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sahabat adalah bagian dari keluarga yang harus dijaga. Betul banget. Sepakat dengan kalimat tersebut. Entah kenapa saya selalu baper kalo sedang ngomongin atau menulis tentang persahabatan. Tapi demi Tina dan mb Nurul yang mendapat kesempatan berbagi tema, jadi ya tetep kudu ditulis. 

Saya pernah mengalami sendiri bagaimana lika-likunya persahabatan. Ada bahagianya, ada juga yang meninggalkan luka. Dihianati, disakiti dan ditikung sahabat sendiri sampai hati tersakiti berkali-kali. Pernah juga saya tulis persahabatan yang meninggalkan luka di sini.

Tapi karena saya pengen move on, mending saya cerita tentang persahabatan saya dengan 2 teman saya sejak SMA aja. Teman curhat, teman ngocol, teman mbolos, teman main yang seru, teman gontok-gontokan juga.

Yuli, Ika, Nano
Mereka berdua teman sekelas saya dari kelas 1 SMA, 22 tahun lalu *ketahuan kalo udah tua. LOL. Si Yuli yang cantik dan feminin, dan Nano yang tomboy dan cuek. Kebetulan saya duduk sebangku dengan Nano dan Yuli dengan Dewi. Bangku tempat kami duduk berdekatan. Dari kami berempat, hanya tinggal kami bertiga yang masih sering kontek-kontekan. Sedangkan Dewi, entah dimana sekarang dia berada *sambil nyanyi lagunya Katon. Dindaaa...dimanakah kau berada. LOL.

Sebenarnya selepas lulus SMA, kami sempat lost contact hingga bertahun-tahun lamanya. Apalagi diantara kami kemudian ada yang menikah dan merantau. Nano sekarang bekerja di PT. Jasa Raharja, Serang. Sedangkan Yuli bekerja di Cikarang. Diantara kami bertiga cuma saya yang sekarang benar-benar jadi ibu rumah tangga. Padahal dulu diantara kami bertiga, sayalah yang paling menggebu-gebu pengen kerja dan bisa keliling dunia.

Masih konyol seperti dulu
Akhirnya setelah hampir 20 tahun nggak ketemu, lebaran tahun lalu kami bertiga janjian untuk meet up di rumah saya. Setelah beberapa kali nyasar, akhirnya bisa ketemu juga. Ternyata mereka pangling dengan keadaan rumah saya yang memang banyak berubah.

Kami saling melepas rindu, dengan mengingat kembali kenangan manis yang kami lakukan bersama bertahun-tahun lalu. Yuli yang saya comblangi dengan kakak kelas, hingga akhirnya pacaran. Saking dekatnya sampai-sampai saya yang disangka pacaran dengan pacarnya. Nano yang suka pacaran dengan anak punk dan suka naik gunung. Eh sekarang malah nikah sama tetangganya. Wkwkwk.

Yuli masih mungil seperti dulu, bahkan bertambah ayu dan matang. Nano, berubah 180 derajat dari yang dulu cuek dan tomboy jadi perempuan yang kalem dan feminin. Masih ada dikit sih sisa-sisa ketomboyannya. Sedangkan saya? Yang paling mencolok sih, perubahan fisik saya. Kalau dulu saya yang paling ceking, sekarang saya yang paling.... *duh, mau bilang gendats kok  tak relaaa. LOL.

Persahabatan kami bertiga bukannya tanpa kendala. Berpisah di kelas 2 dan 3, banyak teman yang datang dan pergi. Meski konflik sering terjadi, tapi nggak pernah sampai berhari-hari. Hari ini marahan, besok udah baikan lagi. Begitu terus hingga akhirnya kami berpisah di hari kelulusan 20 tahun lalu. Kami berpencar, mencari peruntungan masing-masing. Nano dan Yuli yang memang berasal dari keluarga berada, langsung melanjutkan kuliah. Sedangkan saya musti berjuang dulu, bekerja dan merantau ke Gresik.

Tahu sendiri lah, dulu untuk berkomunikasi saja kami harus berkirim surat atau telpon ke wartel. Sedangkan dulu, wartel masih sedikit sekali jumlahnya. Setelah beberapa tahun, Nano berkunjung ke rumah saya tapi saya sudah menikah dan tinggal di Semarang jadi kami nggak bisa ketemu.

Diantara kami bertiga, saya yang paling duluan menikah. Tapi ternyata tak lama kemudian Nano menyusul saya menikah dengan pujaan hatinya, sang pendaki gunung. Meski akhirnya berpisah setelah anak pertama mereka lahir. Sedih sih kalo denger ceritanya. Apalagi si pendaki itu yang sering jadi biang kerok konflik kita bertiga. Sekarang Nano sudah bahagia karena akhirnya menikah lagi dengan tetangganya. Padahal tetangganya itu udah naksir Nano dari jaman SMA. Sedangkan Yuli, menikah paling belakangan karena mengejar karirnya. Dulu, Yuli yang paling sering gonta-ganti pacar. Sampai-sampai saya sering keliru nyebutin nama pacar-pacarnya. Ketika akhirnya memutuskan menikah, kehidupan rumah tangganya juga sempat goyah. Tetapi bersyukur Yuli dan pasangannya bisa menyelesaikan semuanya dengan manis dan  berakhir bahagia.

Kisah-kisah kami itulah yang bikin kami bertiga ngakak bahagia. Kami berjanji untuk tetap menjalin tali silaturrahim hingga nanti.


Makan bakso di warung bakso langganan waktu SMA


23 comments:

  1. Sahabatku SMA ngilang semua, sempat ketemu sih tapi trus lost contact lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang teman2 SMA ku bikin grup WA, rame lagi karena banyak yg sering ketemuan, hehe

      Delete
  2. Silaturrahim selalu dijaga. Apalagi ini menjekang lebaran. Reuni.reuni 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..iyaa, reuni..reuni. Kamu sendiri gimana?

      Delete
    2. Insa allah mau reuni juga mba sama teman-teman SMA dulu. Udah lama gak ketemu ni karena sibuk studi masing-masing

      Delete
    3. Waah asiik, pasti seru ya ketemuan sama teman2 SMA.

      Delete
  3. waah senangnya ketemu temen lama ya, mba ika. Pasti seru deh ngobrol2 inget yg dulu2. Hihii... aku masih chat2 aja ma temen2 lamaku. Masih repot sama anak2 soalnya kalau buat ketemuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Rani...seneng banget akhirnya bisa silaturrahim lagi setelah sekian ama terpisah

      Delete
  4. Kalau udah ketemu sama kumpul bareng teman lama memang bikin happy banget mbak. Aku juga punya sahabat sejak SMP, alhamdulillah masih awet sampai sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dek. Semoga persahabatan ini bisa langgeng sampai nanti

      Delete
  5. senengnya mbak punya sahabat yang tahan lama :)

    ReplyDelete
  6. temenku yang paling awet temen SMK mba hahaha yang lain entah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg lain pada menghilang ya Sept? sibuk dg urusan sendiri, ya

      Delete
  7. Aku juga nyempetin lah paling ga setahun sekali ketemuan sama sahabat masa sekolah dulu. Jangan smpai putus silaturahim 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..meskipun jarang ketemu tetep saling jaga silaturrahim

      Delete
  8. Alhamdulillah, senang bgt ketemu kawan lamaa..keep kompak yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb Dew, insyaAllah kompakan kita

      Delete
  9. Aku kehilangan sahabat jaman nge-kost dulu, belum pernah ketemu lagi, hikss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa ketemu lagi suatu hari ya mb Wati

      Delete
  10. Wah senangnya masih deket sama temen SMA mba..silaturahiim itu mmg penting yaa mba :)

    ReplyDelete
  11. Wah senangnya masih deket sama temen SMA mba..silaturahiim itu mmg penting yaa mba :)

    ReplyDelete
  12. aku dong pengen liat foto-foto sma kalian mbak ika hehe :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

Follow Me @ikapuspita1