Wednesday, 13 September 2017

# Health # KEB Collaborative Blogging

Kebutuhan Nutrisi untuk Ibu Hamil


Dear Friends,

Kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil? Apa saja, sih?

Sebagian perempuan yang sudah pernah atau sedang hamil pasti sedikit banyak sudah tahu apa saja kebutuhan nutrisi untuk janinnya. Entah itu dari hasil googling, hasil konsultasi dengan dokter/ bidan atau hasil dari tanya-tanya pada sesama perempuan yang sedang hamil. Bener, nggak?

Saya sih, sudah nggak berniat untuk hamil lagi. Bukan hanya karena faktor usia aja sih, tapi karena saya merasa cukup lah punya tiga anak saja. Sebenarnya masih bisa sih punya anak lagi, tapi ntar saya nggak bisa "traveling" lagi, deh (alasan apa ini). LOL.

Ah, udah ah curcolnya.

Gara-gara postingan Mirna Keina tentang nutrisi untuk ibu hamil di web KEB, saya jadi pengen ikutan berbagi pengalaman ketika hamil ketiga anak saya dulu. Tiga kehamilan dengan tiga kondisi yang berbeda, dan menghasilkan tiga karakter yang berbeda pula. Ada pengaruhnya dengan asupan nutrisi juga kali, ya.

Kehamilan pertama saya pada tahun 2001. Saat itu usia saya masih 21 tahun (masih unyu, ya. LOL). Saya bahkan nggak ngeh kalau hamil hingga usia kehamilan hampir 11 minggu. Mungkin karena sebelum-sebelumnya haid saya sangat tidak teratur. Kadang hanya datang 2 bulan sekali. Begitu tahu kalau sedang hamil, saya dan suami langsung memeriksakan kandungan di dokter kandungan. Oleh beliau, saya diberi vitamin penguat kandungan, pil penambah darah dan sebagainya. Saat itu saya mengalami mual yang terjadi hampir sepanjang kehamilan, tapi masih doyan makan apapun. Nasi meskipun porsi kecil, susu meskipun minumnya sambil nutup hidung, buah, sayur, protein (terutama ikan) saya lahap semua. Alhamdulillah, putri pertama saya lahir dengan BB/TB 3,300 gram/51 cm.

Kehamilan kedua dan ketiga ditahun 2006 dan 2012 memiliki kemiripan. Sepanjang kehamilan saya sama sekali tidak bisa makan nasi. Saya hanya makan buah dan sesekali sayur saja. Alhasil, berat badan saya bukannya bertambah malah berkurang. Jadi waktu hamil anak kedua dan ketiga, badan saya malah melangsing (aiih, kapan masa ini terjadi lagi? LOL). Apalagi selama hamil saya aktif sekali, wira-wiri ngajar dan kuliah. Dokter kandungan hanya menyarankan agar mengurangi kegiatan dan mengganti nasi dengan karbo lain seperti jagung rebus atau roti. Konsumsi protein, susu dan vitamin juga tetap saya jaga. Jadi, asupan nutrisi untuk janin saya tetap tersuplai. Anak-anak saya tetap sehat dan memiliki berat badan normal meskipun ada beberapa makanan yang tidak bisa saya makan sama sekali. Yang penting, asupan nutrisi untuk janin tetap terjaga.

Lalu, apa saja nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil selama masa kehamilannya? Simak, yuk!

Nutrisi untuk ibu hamil
Gizi dan nutrisi merupakan hal penting yang harus dipenuhi selama kehamilan berlangsung, karenanya ibu hamil dan keluarganya harus memperhatikan mengenai hal ini. Gizi dan nutrisinya sih sama dengan pola makan sehat, hanya saja selama hamil harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Sebab, makanan yang pilih akan memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Gizi dan nutrisi yang baik saat kehamilan akan membantu ibu hamil dan janinnya dalam menjalani kehamilannya. Nah, selama kehamilan tentunya kebutuhan akan nutrisi pasti meningkat. Agar janin ibu hamil sehat dan perkembangan janin berjalan dengan baik, maka apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil sebaiknya mengandung gizi dan nutrisi sebagai berikut :

Kalori
Kalori bisa diperoleh dengan mengonsumsi nasi, umbi-umbian, lemak nabati, lemak hewani serta buah-buahan dan sayuran.Karena dulu saya nggak bisa makan nasi, maka saya ganti dengan mengonsumsi ubi dan jagung.

Asam Folat
Asam folat dibutuhkan untuk pembentukan sel dan sistem syaraf janin. Janin membutuhkan asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari. Asam folat bisa didapat dengan mengonsumsi beras merah, sayuran hijau dan buah-buahan.

Protein
Protein dibutuhkan oleh ibu hamil dengan jumlah sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya. Selain menjadi sumber bagi kalori dan zat pembangun, pembentukan darah dan sel merupakan salah satu fungsi protein. Protein bisa didapatkan dari kacang-kacangan, tempe, putih telur, daging, ikan dan tahu.

Kalsium
Kalsium memiliki fungsi untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Saat hamil, hendaknya ibu hamil mencukupi kebutuhan kalsium untuk janinnya. Bila tidak, maka kebutuhan kalsium untuk janin diambil dari tulang ibunya. Pantes aja, dulu sewaktu hamil anak kedua saya sering sakit gigi. Kalau kebutuhan kalsium janin tercukupi, ibu hamil akan terhindar dari osteoporosis. Sumber kalsium bisa didapat dari susu, kacang-kacangan seperti almond, kedelai, kacang brazil dan wijen, sayur seperti kangkung, kale, brokoli dan bayam, buah seperti kurma, buah berry dan jeruk.

Zat Besi
Zat besi berfungsi membentuk sel darah merah dan mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Saat kehamilan memasuki usia 20 minggu, ibu hamil membutuhkan zat besi setidaknya 30 mg per hari. Zat besi bisa didapat dari ikan, hati dan daging. Selain mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, saya juga diberi suplemen penambah darah.

Vitamin A, C, D 
Saat hamil, ibu juga membutuhkan asupan beberapa vitamin diantaranya vitamin A, C dan D. Vitamin A berguna untuk pemeliharaan mata, tulang dan kulit. Vitamin A juga berfungsi sebagai imunitas dan pertumbuhan janin. Meski begitu, ibu hamil jangan terlalu berlebihan juga dalam mengonsumsi vitamin A, karena justru akan mengganggu pertumbuhan janin.

Selain vitamin A, ibu hamil juga memerlukan vitamin C. Tubuh ibu hamil memerlukan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Selain itu, vitamin C sangat baik untuk kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain vitamin C adalah melindungi jaringan dari organ tubuh dari berbagai macam kerusakan serta memberikan otak berupa sinyal kimia. Hal ini karena vitamin C banyak mengandung antioksidan.

Vitamin D berfungsi untuk menyerap kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi. Vitamin D bisa didapat dari susu, kuning telur, hati ikan dan sumber makanan.

Selain menjaga kecukupan nutrisi dan gizi, ibu hamil juga harus merasa bahagia, karena ibu yang bahagia akan melahirkan anak-anak yang sehat dan bahagia juga. Jadi gimana nih, ada yang kepengen hamil lagi? *saya sih enggak. LOL.


Artikel Kebutuhan Nutrisi untuk Ibu Hamil ini adalah postingan kedua #KEBloggingCollab kelompok Sri Mulyani



13 comments:

  1. kebahagiaan juga harus dipenuhi ya selain mencukupi nutrisi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Teh, nutrisi cukup tapi kalo ibu nggak bahagia juga mempengaruhi kondisi janin

      Delete
  2. Yakin nggak mau hamil lagi???eh, hahaha...
    Waktu hamil jadi lumayan suka susu putih,sebelumnya g suka banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...ampuun dah, udah cukuplah aku punya 3 anak. :p

      Aku sama sekali nggak suka susu, huhu

      Delete
  3. Hahaha pengen gak makan nasi po mbak? Nice article, jd pengen hamil lg aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku udah mengurangi banget makan nasi, mbaaak hihi

      Delete
  4. kalau aku lagi hamil anak keduaku, aneh, kl di rumah gak bisa masuh nasi, mual tp kalau makan di rumah orang lahap, jdlah aku nangga sama temenku buat makan

    ReplyDelete
  5. Pemenuhan gizi pada ibu hamil memang penting banget mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Lida, karena kalo kurang imbasnya ya ke janin kita

      Delete
  6. Yg penting saat hamil ibu harus bebas fari stress utk perkembangan janin yang baik. Musti bahagia dan mendapatkan asupan gizi yang cukup. Alhamdulillah saya pastikan istri saya mendapatkan yang terbaik....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, mas.

      Waah, pasti mas Adi suami teladan ini

      Delete
  7. Hamil itu menyenangkan sih, asli. Aku masih pengen hamil lagi, sayang udah tutup pabriknya, hikss

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

Follow Me @ikapuspita1