Saturday, 30 December 2017

# Blog Competition # Life Story

Meski Bunda tak Selalu Bersamamu, Tapi Cinta Bunda Selalu Ada Buatmu





Dear Friends,

Saya ciumi berkali-kali pipi kecil itu dengan perlahan, karena takut dia terbangun. Saya raba keningnya yang masih hangat dan saya pandangi wajah mungilnya. Rasanya saya masih ingin memeluknya lebih lama dan menemaninya tidur hingga dia terbangun. Dengan suara lirih, suami mengingatkan kalau taksi online yang saya pesan sudah menunggu di depan rumah. Pagi itu saya harus segera berangkat menuju bandara karena saya berangkat ke Jakarta dengan pesawat paling pagi dari Semarang. Saya berangkat dengan hati berkecamuk diantara dua pilihan, menemani si kecil yang sedang demam atau menunaikan pekerjaan yang sudah lama terjadwal. Beruntung saya memiliki partner hidup a.k.a suami yang sangat pengertian dan selalu siaga menggantikan tugas saya sebagai Ibu.

Hati Ibu mana yang tidak teriris manakala melihat buah hatinya yang biasanya lincah dan ceria tiba-tiba tergolek tak berdaya karena demam. Apalagi Rara yang biasanya mandiri, tiba-tiba jadi manja dan maunya nempel pada Bundanya saja. Rasa bersalah makin menjadi, ketika membayangkan bagaimana reaksi Rara ketika bangun nanti tak menemukan saya disampingnya. Tapi apa boleh buat, saya harus tetap berangkat untuk menunaikan kewajiban saya kepada pihak klien yang sudah memberi pekerjaan. Apapun kondisinya, saya harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.



Tahun ini memang lebih banyak pekerjaan yang mengharuskan saya pergi ke luar kota dan meninggalkan keluarga hingga berhari-hari lamanya. Meski begitu, tugas dan tanggung jawab saya sebagai Ibu tetap saya tunaikan. Sebelum berangkat, saya  menyiapkan semua kebutuhan anak-anak dan suami mulai dari menyetok makanan, menyiapkan pakaian (seragam sekolah) hingga obat-obatan kalau tiba-tiba anak sakit. Yah, inilah wujud cinta dan perhatian dari seorang Ibu. Meski sedang tidak bersama, tetapi ingin selalu merasa ada untuk anak-anaknya melalui apa yang disiapkannya.

Meski sedang berada jauh dari anak-anak, saya tetap berusaha memantau kondisi anak-anak melalui suami. Kami saling berkabar hampir setiap ada waktu. Biasanya sih, bertanya kabar seputar aktivitas anak-anak. Saya memang bukan sosok Ibu yang sempurna buat anak-anak tetapi saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka. Saya ingin menjadi orang pertama yang ada di hati anak-anak.

Sepanjang perjalanan saya berusaha untuk tenang. Saya terus berpikiran positif kalau Rara, putri kecil saya akan segera turun demamnya. Lagipula ada suami saya juga yang menungguinya di rumah dan ada Tempra Syrup yang selalu tersedia untuk mengatasi demamnya.

"Yah, nanti kalau masih demam, coba kasih Tempra lagi, ya. Jangan lupa, kompres ketiaknya juga biar panasnya turun. Kalau nggak ada perubahan, bawa ke Dokter aja," pesan saya pada suami.

Selalu ada buat berjaga-jaga

Tahun ini usia Rara 5 tahun, jadi saya berikan Tempra Syrup tiap kali demam. Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Selain bisa meredakan demam, Tempra Syrup juga meredakan rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi, demam setelah imunisasi. Tentu saja dengan petunjuk Dokter, ya.

Tempra Syrup ini aman di lambung, dosisnya tepat sehingga tidak menimbulkan over dosis ataupun kurang dosis.  Tidak seperti obat penurun demam lainnya, Tempra Syrup tidak perlu dikocok karena larut 100%. Makanya saya selalu sedia Tempra di rumah sebagai pertolongan pertama saat anak-anak demam. Tempra selalu menemani keluarga saya, sejak anak pertama saya hingga anak ketiga. 

Tak bisa selalu menemani bukan berarti tak mengasihi. Tak bisa selalu bersama bukan berarti tak cinta. Saya hanya ingin anak-akan tahu bahwa kasih sayang seorang Ibu tak akan pernah tergantikan meski kebersamaan terhapus oleh waktu.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra



20 comments:

  1. Dilema ya mbak, antara kerjaan dan anak, tapi dengan dukungan dan pengertian dari suami, rasa was-was anak demam sedikit berkirang, apalagoa da Tempra.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, apalagi kerjaannya memang sudah dijadwalkan sejak lama. Untungnya ada suami yang bantu jagain anak-anak, dan ada Tempra juga.

      Delete
  2. Punya anak kicik emabg deg2an bgt kalo pas panas ya Mbak. Rasanya gak tenang, khawatir kenapa2. Semoga semua selalu sehat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Wid, apalagi kalo pas demam...takut kenapa2
      Aamiin, makasiih mb Wid

      Delete
  3. Rara pinter ngga rewel ditiggal ibu kerja yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah...udah ngerti kalo Bundanya pergi itu buat kerja, hihi

      Delete
  4. I feel u, Mbak. Kupikir inilah sensasinya hidup. Ada kerikil-kerikil kecil yang selalu mewarnai. Alhamdulillah, pilihan Mbak Ika tepat. Tetap profesional dengan pekerjaan dan Rara si centil yang ngangenin juga bisa melewati masa demamnya dengan Tempra.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...dilema ibu bekerja salah satunya ya kayak gini ya, dek. Padahal aku kerjanya juga nggak tiap hari tapi rasa bersalah kalo ninggalin anak-anak itu tetep ada.
      Iya, untungnya selalu sedia Tempra di rumah, udah cocok dari jaman kakaknya dulu

      Delete
  5. Aku merasakan sekali bagaimana galaunya y mba anak sakit sementara kerjaan udah lama dischedulin duh nyesek..

    semoga kita dan anak2 selalu sehat y mba Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya kan, nyesek banget Teh.

      Aamiin, makasih Teh

      Delete
  6. Memang was2 kalo ninggalin kerja pas anak lagi sakit ya mbak. Apalagi anak2 rentan banget demam. Untung ada tempra. Di keluargaku juga nyetok tempra dari zaman aku kecil sampe sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dek, was-was banget lah. Makanya aku sedia tempra di rumah, buat jaga-jaga kalo anak-anak demam

      Delete
  7. Di rumah juga sedia Tempra, rasanya enak jd anak-anak gampang minum obat saat demam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mbak Lia...anak-anakku udah cocok sama Tempra ini

      Delete
  8. Anak anakku juga cocok dg Tempra Mba. Jd gak khawatir bgt klo terserang demam. Kan bahaya klo demam ngga turun turun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mak, ternyata banyak yang cocok pake Tempra ya

      Delete
  9. Akupun pake tempra dirumah, dan nggak lupa untuk bawa Tempra juga pas berpergian keluar kota sama anak-anak. TEmpra udah paling cocok untuk anak anak kita yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah sama dong mbak. Iya juga ya, kalo pergi2 juga musti dibawa buat jaga-jaga kalo bocah demam

      Delete
  10. sejak mada bayik klo demam selalu pakai tempra, aku kasih klo panasnya udah 39 derajat, hiks anak demam itu bisa bikin kita ((kita)) melek semalam suntuk buat melukin ya biar demamnya ilang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak...kalo pas lagi ada di rumah, pastinya banyak2 peluk2in anak-anak setelah diminumin Tempra

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

Follow Me @ikapuspita1