Aplikasi yang Digunakan Saat Work From Home



Dear friends,

Aplikasi yang digunakan saat di rumah saja - Saat pandemi seperti ini, pemerintah mengimbau warganya untuk tetap tinggal di rumah saja. Termasuk para karyawan yang perusahaannya memberikan kebijakan untuk bekerja dari rumah (work from home). Kebijakan ini sebagai langkah lanjutan untuk mencegah persebaran virus covid-19 yang diakibatkan oleh mobilitas orang-orang. 

Meski bekerja dari rumah, para pekerja tetap harus melakukan koordinasi dengan rekan kerja maupun atasannya. Mereka yang bekerja dari rumah, mulai membiasakan diri menggunakan aplikasi untuk mendukung pekerjaannya. 

Selain melakukan komunikasi dengan cara menelpon, mereka juga melakukan rapat online melalui aplikasi. Nah, aplikasi apa aja sih yang biasanya digunakan mereka saat work from home?

Zoom

Aplikasi ini merupakan aplikasi video yang biasanya digunakan untuk meeting online. Melalui aplikasi ini, mereka yang bekerja dari rumah bisa melakukan koordinasi dan komunikasi dengan beberapa orang sekaligus. Bahkan konon, aplikasi ini bisa memfasilitasi hingga 1000 orang partisipan, loh. 

Whatsapp

Sejak diberlakukannya imbauan untuk tetap tinggal di rumah, aplikasi whatsapp mungkin jadi aplikasi yang paling sering digunakan. Bukan hanya digunakan oleh mereka yang bekerja dari rumah tetapi juga digunakan oleh setiap orang. Orang menggunakan aplikasi whatsapp biasanya untuk berkabar dengan keluarga yang lama tidak bertemu. Kita bisa melepas rindu dengan melakukan video call, jadi bisa seperti bertatap muka. 

Instagram 

Banyak orang yang memanfaatkan fitur "live" di Instagram untuk  mempermudah pekerjaannya. Selama ini instagram biasanya hanya digunakan untuk memposting foto-foto kegiatan. Tetapi, sejak adanya fitur "live" banyak yang memanfaatkannya untuk berbagi informasi secara live di Instagram. Mereka yang menggunakannya biasanya para influencer atau para kepala daerah yang ingin berbagi informasi kepada para followernya. 

Twitter 

Twitter biasa digunakan untuk mencari informasi atau berita yang sedang trending. Informasi yang dibagikan di twitter biasanya singkat dan jelas. Jadi, bila orang ingin mencari informasi yang cepat, biasanya akan langsung membuka aplikasi ini. Twitter ini digunakan oleh seluruh kalangan. Mulai dari Presiden, kementrian, kepala daerah bahkan masyarakat biasa. 

Facebook 

Aplikasi sejuta umat ini juga bisa digunakan untuk mendukung "work from home". Di dalam aplikasi Facebook ada bagian yang bernama Workplace yang berfungsi sebagai layanan pesan dan media sosial khusus untuk kalangan profesional. Aplikasi ini bisa digunakan secara internal di perusahaan. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengirim file dalam kapasitas besar, melakukan video call, serta mengirim dan menerima pesan tertulis.

Saat ada pekerjaan yang butuh foto-foto ciamik, saya juga menggunakan aplikasi photo editing, agar hasilnya memuaskan. Apalagi saat ini banyak sekali aplikasi photo editing yang bisa kita unduh di app store maupun playstore. 

Bekerja dari rumah bukan berarti tak bisa melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Menggunakan aplikasi yang tepat dapat mendukung pekerjaan apapun yang dilakukan meski dilakukan dari rumah. Untuk teman-teman yang sedang bekerja dari rumah, tetap semangat ya berkarya dari rumah. 




Jaga Kesehatan agar Ibadah Lancar di bulan Ramadan


Dear friends,

Apa kabar teman? Selamat berpuasa ramadan buat teman-teman yang menjalankannya ya. Semoga ibadah puasa kita lancar, meski di tengah pandemi seperti ini, ya.

Selama bulan ramadan ini, kita diimbau untuk beribadah ramadan di rumah saja. Jika biasanya kita tarawih dan tadarus di masjid, maka ramadan kali ini kita lakukan di rumah saja. Jika tahun-tahun lalu kita bingung mengatur jadwal untuk buka bersama (bukber), maka tahun ini kita buka bersama di rumah saja bersama keluarga. Lebih seru dan syahdu, kaan.

Tidak apa, semua ini dilakukan demi kebaikan bersama. Dampak virus corona ini dirasakan oleh seluruh umat muslim sedunia. Mereka juga diwajibkan untuk beribadah di rumah saja. Semua ini dilakukan agar penyebaran virus corona bisa dihentikan dan kita bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Dampak pandemi ini juga menyebabkan banyak orang yang hidup di rantau tak bisa pulang ke kampung halaman. Dikhawatirkan jika mereka pulang kampung, mereka akn menjadi "carrier" bagi orang lain. Nggak mau kan, keluarga kita di kampung halaman tertular virus corona?

Saya juga menahan diri untuk tidak pulang ke kampung halaman saya di Purworejo. Jarak antara Semarang ke Purworejo memang tidak terlalu jauh sih, tapi tetap saja ada kekhawatiran kalau saya menjadi carrier virus berbahaya ini. Meski rindu kepada Bapak sudah menggebu tetapi saya harus menunggu, hingga pandemi ini benar-benar pergi. Untuk sementara saya bisa melepas rindu pada Bapak melalui video call saja. Tak apa, demi kebaikan bersama.

Berada di rumah saja selama hampir dua bulan ini memanglah membosankan. Apalagi anak-anak. Mereka sudah sangat rindu sekolahnya. Selama hampir dua bulan ini kegiatan mereka hanya mengerjakan tugas-tugas sekolah secara online dan mengerjakan "to do list" yang saya siapkan untuk mereka. Sebagai ibu, tugas saya bertambah menjadi guru dadakan buat anak-anak.

Selain itu, untuk mengurangi kebosanan saya mengajak mereka untuk membuat kebun mini di halaman rumah dan menanam berbagai jenis tanaman. Saya juga memberikan aktivitas untuk menambah kemampuan "life skill" mereka di masa yang akan datang dengan mengajak mereka membuat makanan untuk dijual. Di situasi sulit seperti ini, mau tidak mau kita harus kreatif agar bisa "survive". Ya, maklum saja, pendapatan saya sebagai seorang freelancer berkurang cukup drastis. Kalau tidak "bergerak" kita tidak akan bisa bertahan.

Untunglah mereka mau. Saya memang harus berterus terang pada anak-anak, bahwa pandemi ini berdampak pada ekonomi orangtuanya. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus melaluinya dengan sabar. Anak-anak juga harus ikut menjaga kesehatan mereka, karena hal itu salah satu cara mereka membantu orangtuanya. Bersyukur hingga saat ini anak-anak bersedia mendengarkan nasihat kedua orangtuanya.

Beberapa hal yang saya lakukan agar keluarga tetap sehat selama berpuasa di bulan ramadan ini, antara lain :

Mengajak Anak-anak Berolahraga

Agar tubuh anak-anak tetap fit selama di rumah saja, saya mengajak mereka untuk berolahraga ringan. Misalnya saja berjalan kali di sekitar rumah dan melakukan senam aerobik bersama. Kadang anak-anak juga bersepeda keliling komplek, tetapi saya wanti-wanti untuk tidak lama-lama di luar rumah dan segera pulang jika sudah dirasa cukup berkeringat.

Makan Makanan Bergizi

Makanan bergizi tidak harus mahal. Menu sederhana juga bisa mencukupi kebutuhan gizi mereka sehari-hari. Minum cukup air putih, makan cukup buah dan sayur selalu saya tekankan kepada keluarga saya.

Istirahat Cukup

Kalau buat orang yang hobinya rebahan seperti saya, istirahat adalah waktu terbaik. Tapi, belum tentu bagi anak-anak. Saya sendiri merasakan betapa susahnya menyuruh mereka tidur siang. Bahkan malam pun mereka harus berkali-kali disuruh untuk tidur. Tetapi belakangan ini, mereka lumayan gampang ketika disuruh istirahat. Meski tidak lama, tapi cukup lah untuk membuat mereka rehat sejenak dari aktivitas mereka.

Murojaah dan Tadarus Bersama

Dua anak saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Kebetulan mereka bersekolah di sekolah Islam, jadi setiap hari harus tetap setor murojaah kepada ustadz dan ustadzahnya. Biasanya kegiatan ini dilakukan tiap habis sholat maghrib. Kegiatan ini juga dilakukan sekaligus untuk tadarus bersama.

Rutin Cek Kesehatan Melalui Halodoc

Selama masa pandemi ini, sebisa mungkin kita menghindari untuk berkunjung ke rumah sakit, kecuali darurat. Seperti beberapa hari lalu, tiba-tiba suami mengeluh sakit di ulu hati dan sesak nafas. Saya khawatir, tetapi saya ingat pesan dokter keluarga yang biasa merawat suami untuk cek mandiri dulu di rumah sebelum membawanya ke klinik.

Saya jadi ingat pada aplikasi Halodoc yang bisa memberikan petunjuk atau advice jika kita bertanya ketika mengalami gejala sakit. Aplikasi Halodoc berisi fitur-fitur yang bisa membantu penggunanya mendapat layanan medis. Seperti chat, panggilan suara, dan panggilan video dengan dokter yang tersedia 24 jam.  Kita juga bisa melakukan rapid tes Covid-19 loh.


Hanya melalui chat, kita bisa meminta bantuan dokter untuk  melakukan evaluasi terhadap kesehatan pasien serta saran untuk merawat keluarga yang sakit di rumah. Selain kemudahan akses menghubungi dokter, Halodoc juga menawarkan layanan membeli kebutuhan medis melalui fitur pharmacy delivery, loh. Halodoc juga bekerjasama dengan 1000 apotek di seluruh wilayah Indonesia, untuk menyediakan layanan ini.

Aplikasi Halodoc sekarang sudah bisa diakses oleh semua orang di seluruh Indonesia, selama memiliki jaringan internet dan ponsel yang mendukung aplikasi ini. Selain layanan konsultasi kesehatan, kita bisa membaca artikel-artikel yang tersedia di aplikasi Halodoc untuk menambah wawasan kita akan kesehatan.

Yuk, kita jaga kesehatan supaya puasa ramadan kita aman dari gangguan. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa kembali beraktivitas dengan normal seperti dulu.


5 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Harus "Stay at Home"


Dear friends,

5 hal yang bisa dilakukan saat harus stay at home. Nggak kerasa, kita sudah masuk minggu ke tiga "self quarantine" ya. ((semoga segera bebaaaas dari pandemi))

Siapa nih yang udah mulai bosen dan stress?

Ada yang udah mulai bosan karena banyak aktivitas yang diulang-ulang dan mulai stress karena harus jadi guru dadakan buat anak-anaknya yang harus SFH alias School From Home.

Sebenarnya saya udah biasa banget tinggal di rumah aja, wong hari-hari biasa aja saya betah di rumah. Saya jarang banget bepergian. Saya hanya keluar kalau ada keperluan penting saja. Tapi kalau pas ada kerjaan ke luar kota, ya hepii banget. LOL.

Untuk mengusir kebosanan ketika harus berada di rumah sepanjang hari, saya dan anak-anak melakukan beberapa kegiatan. Bersyukur mereka mau ikut terlibat, karena saya usahakan kegiatan ini juga bisa jadi kegiatan yang menyenangkan bagi mereka.

Berkebun di halaman rumah

Saat ini saya dan suami sedang dalam tahap renovasi rumah, biar lebih rapi gitu. Diawali dengan mengurug halaman dengan tanah urug karena halaman rumah saya lebih rendah dari jalan raya di depan rumah. Hal itu yang menyebabkan saya berkali-kali jatuh dari sepeda motor. Jadi, saya, suami dan anak-anak bekerja bakti meratakan tanah urug hingga rapi. Hanya dalam beberapa hari saja, halaman rumah jadi rapi.

Karena sudah rapi, saya dan anak-anak berniat menanami halaman dengan beberapa jenis bunga, tanaman buah dan empon-empon. Biar terlihat lebih asri gitu. Selain itu, hasilnya juga bisa kami manfaatkan juga nantinya. Setelah ini, saya dan anak-anak akan melanjutkan proyek kebun di halaman ini dengan menanam sayur dan cabe-cabean (bukan cabe-cabean yang itu yah). Haha

Bikin makanan untuk dijual 

Selama ada anjuran untuk tinggal di rumah, mau tak mau pekerjaan saya jadi terkena imbasnya juga. Beberapa pekerjaan terpaksa ditunda. Artinya, pendapatan saya jadi berkurang. Nggak mau berlarut-larut dalam kesedihan, saya berinisiatif untuk membuat makanan untuk dijual secara online.

dokpri. Klappertart bikinan saya dan anak-anak

Rupanya, ide saya disambut antusias oleh anak-anak. Mereka tak segan membantu saya, mulai dari persiapan membuat makanan hingga selesai. Mereka malah senang karena bisa ikut menikmati makanan yang dibuat. Ada beberapa macam makanan yang saya bikin, diantaranya klappertart, makaroni schotel, dessert box hingga nasi liwet. Ternyata di rumah pun juga bisa tetap produktif dan menghasilkan, kok.

Mengajari dan menemani anak mengerjakan tugas 

Pada masa self quarantine seperti ini, tugas saya bertambah. Saya harus jadi guru dadakan buat anak-anak saya. School from home, membuat mereka harus mengerjakan tugas secara online setiap hari. Yang harus betul-betul didampingi ketika mengerjakan tugas sih cuma anak saya yang kedua dan ketiga yang masih duduk di bangku SMP dan SD. Kalau si kakak yang sudah kuliah sudah bisa mengerjakan tugasnya sendiri.

Melakukan perawatan

Meskipun di luar masa self quarantine saya juga melakukan perawatan, hanya saja tidak terlalu sering. Nah, kesempatan banget pas anak-anak di rumah saya bisa melakukan perawatan dengan santai. Malah bisa melakukan perawatan bareng-bareng, loh. Misalnya saling menggosokkan lidah buaya ke kepala bergiliran. Asik, kaan.

Mengajari anak belajar ketrampilan hidup



Selama masa self quarantine, waktu luang bersama anak-anak saya pergunakan untuk mengajarkan ketrampilan hidup pada mereka. Kenapa saya mengajarkan ketrampilan hdup pada mereka? Ya, karena menurut saya ketrampilan hidup adalah modal untuk kehidupan mereka kelak. Saat nanti memiliki kehidupan sendiri, mereka tidak akan kaget ketika harus melakukan semuanya sendiri.

Apa aja sih yang termasuk ketrampilan hidup? Mencuci baju, mencuci piring, menyapu lantai, memasak, merapikan rumah itu hanya beberapa diantaranya. Saya ingin semua anak saya menguasainya. Saya ingin mereka juga bisa "survive" di kehidupan mereka kelak. Jika sesuatu hal terjadi, mereka akan bisa menyelesaikan masalahnya karena sudah terbiasa bekerja keras dan menguasai ketrampilan hidup.

Seperti hal nya yang terjadi saat ini, di saat pendapatan saya menurun, saya masih bisa berpikir untuk mencari pemasukan melalui ketrampilan yang saya miliki. Saya bisa memasak, kenapa tidak saya manfaatkan kemampuan saya ini untuk mencari tambahan penghasilan. Saya tidak diam saja sambil merutuki nasib (ya percuma aja merutuki nasib tapi nggak bergerak. ye kaan).

Selain beberapa kegiatan di atas, kayaknya saya juga dapat ide lain untuk dilakukan bersama anak-anak. Terinspirasi dari artikel mbak Riri Khayan yang membuat batik ecoprint, kayaknya asik kalo dilakukan bareng anak-anak nih. Bahannya juga dari alam yang bisa didapatkan di lingkungan sekitar rumah.

Nah, ternyata banyak juga kegiatan yang saya bisa lakukan bersama anak-anak selama masa self quarantine ini. Sebenarnya masih banyak kegiatan lain yang akan kami lakukan, tapi mungkin di lain waktu lagi. Memilih kegiatan selama di rumah sebisa mungkin didiskusikan bersama, supaya semua merasa hepi, jadi nggak ada deh kata "gabut" atau "bosen" selama masa self quarantine.

Tak lupa, ajak anak-anak untuk selalu berdoa setiap selesai sholat agar pandemi ini segera berakhir, sehingga mereka bisa kembali sekolah dan beraktivitas dengan bebas lagi.

Kalo, kalian gimana? Udah bikin bikin kegiatan apa aja selama 3 minggu ini?

Boleh lah share di kolom komentar, ya.


Tips Berpuasa Sehat di Tengah Pandemi


Dear friends,

Tips berpuasa agar tetap sehat di tengah pandemi - Apa kabar, teman? Hari ini merupakan hari pertama bulan ramadan. Bagi umat muslim di seluruh dunia, hari ini adalah hari pertama kita berpuasa. 

Tahun ini kita akan beribadah di bulan ramadan dengan suasana yang berbeda. Yups, kita akan berpuasa ramadan di tengah pandemi covid-19. Itu artinya, kita akan melakukan ibadah ramadan hanya di rumah saja. Yang biasanya tarawih dan tadarus di masjid, tahun ini hanya bisa kita lakukan di rumah saja. Sedih ya. Semua itu dilakukan demi kebaikan kita, demi kesehatan kita dan demi terhentinya persebaran virus covid-19. Makanya kita butuh tips berpuasa sehat meski tengah berada di situasi pandemi. 

Sedih memang. Tapi mungkin ini yang terbaik bagi kita. Tak perlu sedih berkepanjangan karena tak bisa melakukan kebiasaan kita untuk berbuka bersama atau berburu takjil seperti kebiasaan kita tahun-tahun lalu. Tak perlu bersedih karena tahun ini kita tidak bisa tarawih dan tadarus bersama di masjid. Tetap lakukan ibadah seperti biasa. Hanya, kali ini mari kita lakukan di rumah saja.

Tetap berada di rumah, merupakan salah satu ikhtiar kita agar pandemi ini segera berakhir. Saya yakin, umat muslim sedunia pun merasakan kesedihan yang sama. Sabar ya. InsyaAllah pandemi ini akan segera berakhir. Kita bantu dengan doa, ya.

Selain tetap tinggal di rumah, untuk mencegah penyebaran virus covid-19, kita wajib hukumnya untuk selalu menjaga kesehatan. Caranya dengan mengubah pola hidup kita yang lama (yang biasanya abai terhadap kesehatan) menjadi pola hidup yang bersih dan sehat.

Tips Berpuasa Sehat di Tengah Pandemi

Agar tubuh tetap fit selama berpuasa, saya punya beberapa tips yang bisa kalian lakukan juga selama masa pandemi ini. 

Perbanyak Makan Buah dan Sayur

Saat berpuasa tubuh kita memerlukan serat yang akan membantu metabolisme dalam tubuh. Perubahan jam makan biasanya akan membuat metabolisme tubuh sedikit terhambat. Serat yang ada pada buah dan sayur akan membantu proses metabolisme tubuh agar menjadi lebih lancar. 


Buah dan sayur adalah menu makanan yang memiliki seribu manfaat bagi tubuh. Ini disebabkan karena buah dan sayur mengandung berbagai nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan. Dengan mengonsumsi buah dan sayur secara rutin setiap hari, maka tubuh akan terasa lebih segar dan bugar.

Perbanyak Minum Air Putih 

Mengonsumsi cukup air putih menjadi hal yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan. Kita tahu bahwa sebagian besar tubuh manusia tersusun oleh air. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa tubuh tidak kekurangan cairan dengan cara rutin mengonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari.

Konsumsi Makanan yang Mengandung Lemak Baik

Lemak baik terbagi menjadi dua jenis yaitu monounsaturated dan polyunsaturated. Makanan yang mengandung monounsaturated di antaranya adalah minyak canola, minyak kacang, minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

Meskipun banyak dianggap sebagai biang dari bertambahnya berat tubuh, namun beberapa jenis lemak justru baik untuk kesehatan dan dapat menutrisi otak, jantung, sel tubuh, kulit, hingga rambut. Makanan yang kaya akan lemak Omega-3 berjenis EPA dan DHA sangat baik untuk mencegah penyakit jantung, penurunan kinerja otak, dan juga memperbaiki mood.

Sedangkan makanan yang mengandung polyunsaturated memiliki Omega-3 dan Omega-6 yang tinggi dan biasanya terdapat pada beberapa jenis ikan seperti salmon, ika herring, makarel, teri, dan sarden. Sumber makanan lainnya yang mengandung polyunsaturated di antaranya adalah bunga matahari, jagung, kedelai, dan kenari.

Kurangi Konsumsi Garam dan Gula

Makan terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah. Orang dengan tekanan darah tinggi lebih besar kemungkinannya terserang penyakit jantung atau stroke. Bahkan jika kita tidak menambahkan garam ke makanan kita pun, mungkin kita masih makan garam terlalu banyak. Mungn ada tiga perempat garam yang sudah kita makan ketika kita makan makanan seperti sereal, sup, roti, dan saus. Gunakan label makanan untuk membantu kita mengurangi konsumsi garam. Jika lebih dari 1,5 g garam per 100 g berarti makanan mengandung banyak garam. Orang dewasa dan anak-anak berusia 11 tahun ke atas harus makan tidak lebih dari 6g garam atau sekitar satu sendok teh sehari.

Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara teratur dapat nmeningkatkan risiko obesitas dan kerusakan gigi. Makanan dan minuman manis mengandung kalori tinggi dan jika dikonsumsi terlalu sering dapat berkontribusi pada penambahan berat badan. Gula juga dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Agar tubuh kita selalu fit, mulailah kurangi konsumsi garam dan gula.

Nah, itulah langkah mudah yang dapat kita terapkan untuk pola makan sehat saat menjalankan puasa seperti saat ini. Pola hidup sehat tidaklah sulit dijalankan, karena semuanya bersumber dari makanan yang kita konsumsi setiap hari. Dengan pola makan yang baik dan sehat tersebut maka kita akan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar serta memiliki tubuh yang sehat dan bugar.




30 Inspirasi Menu Ramadhan



Dear friends,

30 inspirasi menu ramadhan - Besok adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semluruh umat muslim di dunia. Pasalnya besok merupakan hari pertama ramadhan, yang artinya kita sudah mulai berpuasa. Meski di tengah pandemi, kita harus tetap semangat menjalankan ibadah puasa.

Apakah teman-teman sering bingung dalam menyiapkan menu buka puasa atau sahur? Takut tidak memenuhi selera semua anggota keluarga? Bagaimanapun juga, menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka adalah salah satu tugas kita sebagai ibu rumah tangga.

Sebisa mungkin kita menyusun menu yang selain sehat juga hemat. Apalagi kita berpuasa di tengah pandemi covid-19 begini, dimana kita tetap harus prihatin namun tidak boleh abai juga terhadap kesehatan.

Saya mencoba membuat 30 inspirasi menu untuk ramadhan yang mungkin bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur.

30 inspirasi menu ramadhan : 

Hari 1 ramadhan 
Menu sahur   :
  • Daging sapi masak kecap
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa   :
  • Nasi liwet
  • Paru masak cabai hijau
Hari 2 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Paru masak cabai hijau dan lalapan
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Bakso dan pelengkapnya (tahu, mie, sawi, kerupuk)
  • Buah pisang
Hari 3 ramadhan
Menu sahur   :
  • Tahu telur dan sambal kecap
  • Jus susu + kurma
  • Buah pepaya
Menu buka puasa  :
  • Capcay sayur
  • Ayam goreng
  • Buah
Hari ke 4 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Ayam goreng + sambal + lalapan
  • Jus susu + kurma
  • Buah
Menu buka puasa  :
  • Sayur bening bayam wortel
  • Bakwan jagung
  • Sambal tomat
  • Buah
Hari ke 5 ramadhan  
Menu sahur  :
  • Nasi korea
  • Nugget ayam sayur
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Kupat tahu (tahu campur)
  • Kerupuk
  • Buah
  • Kolak pisang kolang kaling
Hari ke 6 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Bakmi jawa kuah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Soto ayam
  • Perkedel kentang
  • Tempe goreng
Hari ke 7 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Chicken katsu
  • Jus susu + kurma
  • Buah 
Menu buka puasa  :
  • Tumis kacang panjang + bakso
  • Tahu dan tempe goreng
  • Buah 
  • Bubur kacang hijau
Hari ke 8 ramadhan 
Menu sahur :
  • Tumis tahu + kecambah
  • Ebi furai
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa :
  • Rawon
  • Telur asin, tempe goreng
  • Sambal
Hari ke 9 ramadhan
Menu sahur  : 
  • Tumis sawi tahu
  • Nugget ayam sayur
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa :
  • Sayur asem-asem
  • Perkedel jagung
  • Tahu dan tempe goreng
  • Sambal terasi
  • Buah
Hari ke 10 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Nasi korea
  • Tempe goreng
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa :
  • Sop ayam 
  • Tempe goreng
  • Sambal tomat
  • Buah
Hari ke 11 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Sate goreng
  • Sambal kecap
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Nasi liwet
  • Paru goreng
  • Lalapan
  • Buah
Hari ke 12 ramadhan
Menu sahur  :
  • Bakmi jawa rebus
  • Jus susu + kurma
  • Buah
Menu buka puasa  :
  • Gudeg
  • Baceman tahu, tempe, telur
  • Sambal bajak
  • Buah 
  • Kolak ubi
Hari ke 13 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Nasi korea
  • Telur dadar
  • Jus susu + kurma
  • Buah
Menu buka :
  • Tumis sawi putih
  • Ebi furai
  • Buah 
  • Bubur biji salak
Hari ke 14 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Chicken katsu
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Botok
  • Tahu, tempe goreng
  • Sayur lodeh 
  • Es kelapa
Hari ke 15 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Dendeng ragi
  • Sambal bajak
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Sayur bobor bayam
  • Tahu, tempe goreng
  • Gimbal udang
  • Sambal tomat
Hari ke 16 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Nasi korea
  • Nugget ayam sayur
  • Jus susu + kurma
  • Buah
Menu buka puasa  :
  • Sayur urap 
  • Tahu, tempe goreng
  • Rempeyek
  • Buah
  • Kolak pisang kolang kaling
Hari ke 17 ramadhan
Menu sahur  :
  • Kering kentang ala mustofa
  • Chicken katsu
  • Buah 
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Tekwan
  • Kerupuk
  • Sambal
  • Buah
Hari ke 18 ramadhan 
Menu sahur  : 
  • Pepes tahu jamur
  • Lalapan
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa :
  • Balado ikan pindang
  • Kerupuk
  • Tumis kangkung
  • Kolak pisang kolang kaling
  • Buah
Hari ke 19 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Fuyunghai 
  • Sambal kecap
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Mangut ikan pari panggang
  • Kerupuk terung
  • Buah
  • Es kelapa
Hari ke 20 ramadhan
Menu sahur  :
  • Sambal tempe
  • Lalapan
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Sambal goreng ati kentang
  • Bihun goreng
  • Tempe tahu goreng
  • Buah
  • Bubur kacang hijau
Hari ke 21 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Kering tempe kacang
  • Telur dadar
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Sop sayur
  • Tempe tahu goreng
  • Sambal terasi
  • Buah
Hari ke 22 ramadhan
Menu sahur  :
  • Chicken katsu
  • Nasi korea
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Tumis buncis wortel udang
  • Tahu tempe bacem
  • Buah
  • Es buah
Hari ke 23 ramadhan
Menu sahur  :
  • Tahu telur
  • Sambal kecap
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Bakmi jawa goreng
  • Sate uritan
  • Kerupuk
  • Buah
  • Kolak ubi
Hari ke 24 ramadhan
Menu sahur  :
  • Nasi korea
  • Telur ceplok
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Manu buka puasa  :
  • Asem-asem daging sandung lamur
  • Tempe tahu goreng
  • Buah
Hari ke 25 ramadhan  
Menu sahur  :
  • Kering kentang ala mustofa
  • Telur dadar bumbu kecap
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa :
  • Soto daging
  • Tempe goreng
  • Kerupuk
  • Buah
Hari ke 26 ramadhan
Menu sahur  :
  • Bihun goreng 
  • Kerupuk 
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Sayur lodeh
  • Ikan pindang goreng
  • Tahu tempe goreng
  • Buah
Hari ke 27 ramadhan 
Menu sahur :
  • Pepes ikan
  • Lalapan
  • Buah 
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Ikan bakar 
  • Lalapan
  • Sambal tomat
  • Buah
  • Es kacang hijau
Hari ke 28 ramadhan 
Menu sahur  :
  • Nasi korea
  • Telur dadar
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Sambal goreng ati krecek
  • Tumis kol wortel
  • Tahu tempe goreng
  • Buah
  • Kolak ubi
Hari ke 29 ramadhan 
Menu sahur :
  • Kering tempe kacang
  • Rolade tahu
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Kari ayam
  • Kerupuk
  • Buah
  • Es buah
Hari ke 30 ramadhan 
Menu sahur :
  • Nasi korea
  • Chicken katsu
  • Buah
  • Jus susu + kurma
Menu buka puasa  :
  • Lontong Opor ayam 
  • Kerupuk
  • Buah
  • Es buah
Nah, itu tadi menu-menu yang bisa jadi inspirasi untuk teman-teman yang kadang sering bingung ketika harus menyiapkan makanan untuk keluarga. Kalau ada menu yang masih asing di mata teman-teman seperti nasi korea, insyaAllah kalau ada waktu saya share deh resepnya. 

Nasi korea ini mirip dengan nasi goreng, hanya saja nasi korea nggak pake kecap manis ya. Rasanya gurih, dan bikinnya pun praktis banget. 

Sila ditiru menu untuk ramadhan ini, boleh juga divariasi. Menu ini saya buat dengan standar keuangan di rumah saya ya, makanya menunya juga sederhana, nggak neko-neko dan sesuai dengan kemampuan memasak saya. Ya, maklum lah ya, kemampuan memasak saya juga standar aja. Hihi.

Selamat menjalankan ibadah puasa ya teman-teman. Semoga ibadah puasa kita tahun ini lancar dan diberikan pahala yang melimpah dari Allah SWT. Aamiin.

Tetap jaga kesehatan kita dan keluarga. 


Membantu Sesama Meski di Rumah Saja? Bisa!


Dear friends,

Membantu sesama meski di rumah saja? Bisa! - Pandemi corona yang melanda dunia dari akhir tahun lalu membawa dampak luar biasa, terutama di sektor perekonomian. Masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang terdampak langsung, mengeluhkan penurunan pendapatan yang cukup signifikan. Terutama yang penghasilannya harian. 

Apalagi ketika pemerintah menerapkan anjuran untuk tetap di rumah saja dan melakukan PSBB. Tak hanya pendapatan yang menurun, bahkan ada yang sudah tidak punya apa-apa sama sekali, bahkan untuk makan saja tidak bisa. 

Kondisi ini akhirnya mengetuk hati banyak orang, terutama orang-orang mampu. Ada selebgram yang buka donasi yang hasilnya dibagikan dalam bentuk sembako dan diberikan kepada orang-orang tidak mampu. 

Ada juga yang memberikan donasi dengan cara meletakkannya di pintu pagar dengan tulisan "silakan ambil secukupnya" untuk semua orang yang membutuhkan. Isi bantuannya sih hanya beberapa bungkus mie instan, telur dan sedikit beras. Tapi percayalah, yang sedikit itu pasti bermanfaat sekali bagi orang yang betul-betul membutuhkan. Donasi dengan cara ini rupanya menginspirasi banyak orang. Awalnya hanya si pemilik rumah yang meletakkan kantong-kantong berisi bantuan di pagar, lama kelamaan ada orang yang menambah beberapa kantong plastik bantuan. Lalu, akhirnya banyak orang yang meniru ide ini dan diterapkan di pintu pagar rumahnya. Biasanya mereka yang mengambil bantuan ini adalah para pekerja harian, OJOL atau pemulung. Ternyata kebaikan seperti ini menular begitu cepat di masa pandemi ini, ya.

Saya juga ngiri banget pada orang-orang yang ringan tangan membantu orang-orang yang terdampak oleh covid-19 ini. Saya juga ingin melakukan sesuatu. Tetapi bagaimana bisa berbuat sesuatu hanya dari rumah saja?

Bisa. Tentu saja bisa. Kita bisa berbuat sesuatu meski dari rumah. 

Saya sebagai seorang content creator bisa berbuat sesuatu dari rumah untuk membantu sesama. Bagaimana caranya?
  • Berbagi Informasi Positif melalui Sosial Media
    Salah satu penyebab orang mudah terpapar virus corona adalah karena daya tubuh yang lemah. Daya tahan tubuh yang lemah disebabkan karena tingkat kekhawatiran yang tinggi akan sesuatu. Hal ini diakibatkan karena isu-isu hoax yang disebarkan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang membagikan informasi keliru soal covid-19. 

  • Ikut Serta Menggalang Bantuan untuk Komunitas/ Lingkungan Terdekat
    Kita bisa berperan serta dalam penggalangan donasi bagi masyarakat yang terdampak covia-19 dengan cara sharing informasi mengenai donasi ke sosial media yang kita punya. Makin banyak yang melihat dan membaca informasi yang kita share, diharapkan banyak juga yang terketuk untuk ikut berdonasi. 

  • Membantu Relawan untuk Sharing Aktivitas yang Bisa Menginspirasi Banyak Orang
    Selama pandemi ini, banyak sekali relawan yang turut membantu pemerintah dalam penanganan covid-19 ini. Kita bisa membagikan hal ini agar bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Hal ini juga bisa menyadarkan orang yang menganggap remeh wabah covid-19 ini. Dengan begitu maysrakat jadi sadar untuk menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah saja. 

Bisa jadi kita menganggap apa yang kita lakukan sepele dan biasa saja, tapi saya yakin dampaknya luar biasa. Daripada tidak bergerak sama sekali. Ya, kan?

   

Menyambut Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19


Dear friends,

Ramadhan tiba..ramadhan tiba...ramadhan tibaa...
Marhaban ya ramadhan...marhaban ya ramadhan
Marhaban ya ramadhan...marhaban yaa ramadhan..

Hati saya bergetar ketika mendengar suara Opick di iklan ramadhan untuk TV. Yaa, sejak dua minggu menjelang ramadhan iklan program ramadhan sudah mulai wira-wiri di televisi. Yang paling menonjol jelang ramadhan adalah iklan sirup yang fenomenal itu. 

Beberapa hari lagi ramadhan akan datang. Selain saya, anak-anak pun menyambut gembira datangnya bulan suci ramadhan. Meski kini kondisinya berbeda dengan bulan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, tetapi anak-anak tetap semangat.

Ketika saya sampaikan bahwa ada kemungkinan kami tidak bisa tarawih di masjid dan harus sholat tarawih di rumah saja, raut wajah anak-anak langsung berubah. Sedih tentu saja. Tapi mau bagaimana lagi? Kita harus mematuhi imbauan pemerintah, agar pandemi ini lekas pergi.

Saya juga tak bisa menyembunyikan kesedihan saya, ketika tak bisa pulang kampung untuk menengok Bapak. Padahal biasanya, saya dan keluarga selalu menyempatkan untuk pulang dan berziarah ke makam Ibu. Tapi tahun ini, saya harus gigit jari. Hanya doa yang bisa saya lantunkan agar Bapak senantiasa diberi kesehatan dan doa yang tak putus-putusnya untuk almarhumah Ibu, agar Allah melapangkan kuburnya.

Meski puasa ramadhan tahun ini berbeda, semangat untuk beribadah harus tetap menyala. Bahkan, mungkin kita harus lebih memperbanyak ibadah, memohon kepada Allah agar situasi kembali normal seperti sedia kala. Allah memberikan banyak waktu kepada kita selama tinggal di rumah saja.

Beberapa hari lalu, saya dan anak-anak membuat beberapa "to do list" yang akan dilakukan selama bulan ramadhan nanti. Mau tahu apa aja yang sudah kami buat?

  • Membuat menu buka dan sahur selama ramadhan
    Untuk menambah semangat anak-anak berpuasa, biasanya jelang ramadhan kami berdiskusi mengenai menu apa saja yang akan kami santap untuk buka dan sahur. Termasuk takjil yang akan dibuat. Sebisa mungkin saya ikuti kemauan mereka, jika masih bisa dijangkau oleh kemampuan saya.
  • Membuat jadwal murojaah dan ibadah
    Dua anak saya kebetulan mengikuti program tahfidz di sekolah mereka yang mewajibkan untuk tetap setor hafalan Al-Qur'an meskipun dari rumah. Karena sistem setoran hafalan melalui online, maka saya jadwalkan untuk membuat video murojaah dan hafalan dengan waktu yang berbeda. Si adik pagi hari setelah dhuha, sedangkan si kakak selepas sholat ashar.
  • Membuat jadwal kegiatan selama ramadhan
    Meski di rumah saja, tapi sebisa mungkin saya membuatkan jadwal kegiatan untuk anak-anak selama sekolah di rumah di bulan ramadhan ini. Saya dan anak-anak membuat kesepakatan, agar kegiatan anak-anak beribadah dan mengerjakan tugas sekolah tetap bisa berjalan dengan hepi dan anak-anak tidak merasa terbebani.

Sepertinya anak-anak sudah nggak sabar, ingin segera menyambut datangnya ramadhan. Sabar yaa anak-anak, ramadhan tinggal menghitung hari kok.

Meski di tengah pandemi, kita harus tetap semangat ya menjalankan ibadah di bulan ramadhan nanti. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah berdamai dengan keadaan. Patuhi imbauan pemerintah dengan tetap tinggal di rumah. Nggak usah keluar rumah dulu jika tidak ada keperluan mendesak.

Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan ya, friends. Semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa ramadhan dengan lancar dan bertemu dengan hari raya nan fitri.





Hal-hal yang Berubah di Masa Pandemi


Dear friends,

Hal-hal yang berubah di masa pandemi - Apa kabar, teman? Sudah berapa hari kalian tinggal di rumah? Ngapain aja selama tinggal di rumah? 

Sejak dikeluarkannya imbauan pemerintah untuk "di rumah aja" pertengahan Maret lalu, hampir semua orang pun patuh dan tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus covid-19. 

Meski begitu, banyak orang tetap beraktivitas seperti biasa. Bukan karena tak patuh pada imbauan pemerintah, tetapi karena kebutuhan hidup yang mengharuskan begitu. Karena kalau tidak keluar rumah, mereka tidak akan punya penghasilan untuk makan sehari-hari. Mereka adalah buruh harian, tukang ojek online, tukang becak, pedagang pasar, pedagang kakilima dan orang-orang yang bekerja dengan penghasilan harian lainnya. 

Pemerintah pun akhirnya kembali memberikan imbauan kepada perusahaan-perusahaan untuk memberi kesempatan kepada karyawannya agar bekerja dari rumah "work from home (WFH)". Bahkan beberpa instansi pemerintah juga menerapkan bekerja dari rumah, hampir sebulan ini. 

Bagaimana dengan sektor industri lainnya yang terdampak oleh covid-19 ini? Banyak diantaranya yang kemudian merumahkan karyawan karena pabrik tidak bisa produksi, bahkan banyak pula yang kemudian terpaksa mem-PHK karyawannya. Iya, corona telah memukul telak perekonomian seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya kamum menengah ke bawah saja, tetapi juga kelas menengah ke atas. 

Selain berdampak negatif terhadap perekonomian, corona juga memiliki dampak positif loh. Corona membawa perubahan pada masyarakat, terutama pada perilaku yang positif. Kalian tahu nggak, perubahan apa yang disebabkan oleh pandemi ini?

Mulai Menerapkan Pola Hidup Sehat

Sejak adanya corona, orang-orang jadi lebih memperhatikan kebersihan diri. Mulai sering cuci tangan, lebih rajin mandi dan mulai rajin membersihkan lingkungannya. Untuk meningkatkan sistem imun tubuh, orang-orang menjadi lebih menjaga asupan makanannya dan menerapkan pola makan sehat. Yaa, meski belum semuanya tapi setidaknya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan jadi meningkat.

Menjadi Lebih Kreatif

Dampak positif akibat pandemi covid-19 lainnya adalah banyak orang jadi lebih kreatif. Misalnya saja akibat kelangkaan masker, akhirnya banyak orang yang membuat masker sendiri. Dari yang awalnya tidak bisa menjahit, jadi bisa menjahit masker sendiri. Orang-orang yang dirumahkan, akhirnya menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dengan berdagang makanan hasil bikinan sendiri. 

Seperti saya nih. 

Berkurangnya pekerjaan sebagai seorang freelancer membuat saya harus mencari cara agar bisa tetap mendapatkan penghasilan meski harus di rumah saja. Saya membuat makanan dan saya pasarkan melalui online. Cakupannya hanya di dalam kota saja, itu pun sudah membuat saya bahagia, karena masih bisa berusaha. 

dokpri. klappertart bikinan saya, alhamdulillah

Menjadi Lebih Peduli dengan Sesama

Korban akibat pandemi corona ini semakin banyak. Nggak hanya korban meninggal aja, tetapi juga korban akibat menurunnya perekonomian. Banyak orang kehilangan penghasilan. Banyak orang yang mendadak jadi pengangguran. Kondisi ini rupanya menggugah hati nurani orang-orang untuk bergerak membantu sesama. Para artis, selebgram beramai-ramai menggalang dana untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan dalam bentuk sembako. Yang biasanya cuek, apatis terhadap situasi sekitarnya jadi peduli pada sesama. Semoga sikap ini nggak berubah selepas corona pergi ya.

Menjadi Sadar untuk Menjaga Kesehatan

Dalam kondisi pandemi seperti ini, mau tidak mau pola hidup yang lebih bersih dan sehat harus dijalankan. Kesadaran masyarakat untuk hidup lebih bersih dan sehat akhirnya mulai tumbuh. Di berbagai swalayan, minimarket hingga mall-mall besar menyediakan hand sanitizer dan tempat untuk cuci tangan. Orang-orang juga mengenakan masker ketika harus keluar rumah. 

Sayangnya, dalam masa pandemi ini banyak juga oknum-oknum tak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Banyak yang melakukan penipuan jual beli masker, ada yang menimbun masker kemudian dijual kembali dengan harga selangit dan tindakan-tindakan lain yang menimbulkan kekacauan ekonomi.

Semoga situasi ini kembali normal ya, teman. Kita hanya bisa berdoa agar pandemi segera berlalu dan kita bisa kembali beraktivitas dengan normal seperti dulu. 

Saya jadi ingat teman blogger yang selalu mengajak untuk "positive thinking" dalam situasi apapun. Beliau adalah panutan saya ketika jiwa sedang lemah. Yaps, siapa lagi kalau bukan mba Alaika Abdullah. Blogger yang kini bermukim di Bandung ini banyak sekali menuliskan hal-hal positif di blognya. Kalau sedang galau, main aja ke blog beliau ini. Akan ada banyak wejangan-wejangan hidup di tulisan beliau. Kalau malas baca, melipirlah untuk mendengarkan podcastnya. Kalian pastiakan terlena mendengarkan suara lembutnya. 


Stay strong, stay health and keep praying ya, friends. 



Covid-19, Dampaknya pada Dunia


Dear friends,

Sejak kemunculannya pertama kali di Wuhan, China pada bulan Desember lalu, covid-19 mulai menyebar ke berbagai wilayah di dunia. Menurut data Worldometers pada hari Minggu, 19/4/2020 pagi, jumlah kasus Covid-19 secara global mencapai 2.324.731 kasus. Jumlah tersebut dibarengi dengan angka pasien yang sembuh sebanyak 595.467 kasus. Sedangkan, jumlah korban meninggal juga bertambah menjadi total 160.434 kasus. 

Hingga saat ini setidaknya ada 10 negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia: Amerika Serikat, 736.790 kasus, 38.920 orang meninggal, total sembuh 67.438 
Spanyol, 191.726 kasus, 20.639 orang meninggal, total sembuh 74.797 
Italia, 175.925 kasus, 23.227 orang meninggal, total sembuh 44.927 
Perancis, 151.793 kasus, 19.323 orang meninggal, total sembuh 35.983 
Jerman, 143.342 kasus, 4.459 orang meninggal, total sembuh 85.400 
Inggris, 114.217 kasus dan 15.464 orang meninggal 
China, 82.719 kasus, 4.632 orang meninggal, total sembuh 77.029 
Turki, 82.329 kasus, 1.890 orang meninggal, total sembuh 10.453 
Iran, 80.868 kasus, 5.031 orang meninggal, total sembuh 55.987 
Belgia, 37.183 kasus, 5.453 orang meninggal, total sembuh 8.348

Bagaimana dengan Indonesia?

Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hingga saat ini jumlah kasus virus corona di Indonesia juga mengalami penambahan dari hari ke hari. Hingga Sabtu,  18/4/2020 sore, ada penambahan kasus sebanyak 325 orang. Sehingga, jumlah total kasus positif virus corona di Indonesia ada 6.248 orang. Meski begitu, jumlah pasien yang sembuh juga mengalami penambahan sebanyak 24 orang, sehingga total kasus pasien sembuh menjadi 631 orang. Tetapi, korban meninggal karena Covid-19 ini juga bertambah 15 orang, sehingga total korban meninggal menjadi 535 orang.

Kejadian ini menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), untuk mencegah melonjaknya jumlah orang yang terpapar virus corona ini. Bahkan sejak pertengahn Maret, pemerintah mulai menghimbau masyarakat untuk tinggal di rumah. Anak-anak sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi mulai belajar dari rumah. Disusul kemudian, banyak perusahaan yang mulai menerapkan "work from home" bagi karyawan-karyawannya. 

Untuk mencegah menyebarnya virus corona di lingkungan kita, ada baiknya kita mengenal virus ini terlebih dulu. 

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Gejala yang terjadi bila terpapar Virus Corona

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
  • Batuk
  • Sesak napas

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

Segera lakukan isolasi mandiri bila kalian mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir kalian berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, coba hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Jika kalian mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, kalian nggak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit. Cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Penyebab Virus Covid-19

Ada dugaan bahwa awalnya virus Corona ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian makin banyak yang menyadari bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, orang yang memiliki penyakit tertentu, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, perokok, dan ibu hamil.

Cara mencegah penularan Virus Covid-19

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang ditemukan untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh karena itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
  • Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  • Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

Dampak Covid-19 pada Dunia

Nggak bisa dipungkiri, covid-19 sedikit banyak membawa dampak pada dunia. Dampaknya negatif dan positif. Dampak negatifnya paling besar terhadap perekonomian dunia. Seperti yang kita ketahui, begitu covid-19 muncul di Wuhan, pemerintah China langsung memutuskan untuk menutup jalur ekonomi mereka demi menghentikan penyebaran wabah virus corona (covid-19). Sebagai negara asal wabah tersebut, tentu ekonomi China bakal sangat terpukul. 

Nah, kebetulan China merupakan negara dengan kekuatan ekonomi kedua terbesar di dunia. Mereka menyumbang hampir sepertiga pertumbuhan ekonomi global. Artinya, jika mereka terpukul, hal ini bakal memiliki efek domino yang membuat negara lain juga akan terpukul dan bahkan mungkin bakal lebih berat. 

Di negara kita sendiri, hampir semua lapisan masyarakat terdampak oleh covid-19. Banyak karyawan yang diputus hubungan kerja (PHK), banyak juga yang dirumahkan entah sampai kapan. Yang paling merasakan dampaknya adalah para pekerja harian dimana penghasilan mereka hanya bergantung dari pekerjaan mereka secara harian seperti pedagang kaki lima, pedagang pasar, tukang becak, ojol dan lainnya. Saya pun sebagai seorang freelancer juga terdampak, karena semua pekerjaan saya dipending entah sampai kapan. 

Tidak hanya berdampak negatif, ternyata covid-19 juga membawa dampak positif  bagi bumi maupun bagi manusia, loh. Beberapa waktu lalu NASA memperlihatkan penampakan bumi dari luar angkasa. Bumi nampak bersih. Rupanya penerapan kebijakan untuk lockdown dan social distancing membuat kualitas udara semakin membaik. Emisi karbon yang disebabkan oleh polusi dan polariasasi berkurang. Selain itu, manusia semakin menghargai kesehatan. Pola hidup sehat mulai diterapkan, dan semua orang jadi cinta kebersihan, banyak yang mulai peduli dengan sesama dan secara global banyak negara yang bekerjasama dalam menghadapi virus corona. 

Semoga virus corona ini segera pergi dari bumi ini ya, friends. Kita bisa kembali beraktivitas dengan bebas lagi. Jaga kesehatan dan jangan keman-mana. Di rumah aja!




Sembuhkan Bumi dengan Cinta, Mulai Menanam meski di Rumah Saja

Dear friends,

Tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi sedunia atau Earth Day. Pernah terpikir nggak, betapa lelahnya bumi ini menanggung semua aktivitas manusia dan menampung sampah-sampah yang diakibatkan oleh perilaku manusia? 

Saking lelahnya oleh kerusakan-kerusakan yang diakibatkan manusia, bumi yang sudah tua ini tak mampu lagi menahan mencairnya salju di kutub utara. Suhu udara di bumi juga mulai panas akibat bocornya lapisan ozon yang melindungi bumi dari panasnya sinar matahari. 

Pembalakan hutan, kebakaran hutan, sampah-sampah yang tersebar dari gunung hingga laut membuat bumi kita semakin sakit. 

Itu semua ulah siapa?

Manusia.

Hari Bumi pertama kali diselenggarakan pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, yang merupakan seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin dan juga pengajar lingkungan hidup.


Gagasan tentang peringatan Hari Bumi ini sebenarnya mulai disampaikan sejak tahun 1969. gagasan ini pun mendapat dukungan luas, dan mencapai puncaknya tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengancam para perusak bumi. Momen ini kemudian menjadi tonggak sejarah Hari Bumi yang pertama kali.

Belakangan ini, untuk memperingati Hari Bumi, masyarakat melakukan aksi peduli lingkungan, di antaranya dengan menanam pohon, menghemat pemakaian air bersih, mengirit energi listrik, dan lainnya. 

Kita juga bisa berkontribusi dalam upaya merawat dan menjaga bumi dengan berbagai cara, misalnya saja :

Mematikan Listrik dalam Waktu Tertentu

Contoh paling sederhana untuk mencintai bumi adalah dengan mematikan listik selama beberapa jam. Kita bisa mematikan listrik di rumah selama beberapa jam, jika tidak dibutuhkan. Dengan melakukan hal ini, kita telah menyumbang kebaikan untuk Bumi.

Kita bisa menggunakan waktu tanpa listrik ini dengan merelaksasi diri, melakukan refleksi, ataupun berolahraga kecil di rumah. Dengan mematikan TV, kita bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dengan mengobrol dan bermain. Dampak positifnya, kita bisa lebih dekat dengan keluarga, kan.

Melakukan Recycle Barang-barang Bekas

Mungkin hari ini kita masih menggunakan plastik? Pernah nggak, merasa jenuh dengan beberapa barang-barang yang tidak terpakai, tapi masih menumpuk di rumah? Mulai dari botol bekas minuman, plastik minyak, plastik detergent atau kotak susu? 

dokpri. plastik bekas minyak jadi media untuk menanam

Kita bisa mengubah plastik minyak tak terpakai menjadi tempat bercocok tanam. Buku-buku usang yang sudah tidak kita baca lagi bisa diubah menjadi kursi santai bertema vintage. Untuk menarik orang lain melakukan hal yang sama, kita bisa memamerkan aksi recycle ini kepada para followers di media sosial. Siapa tahu virus cinta Bumi jadi makin tersebar, ya kan!

Membawa Kantong Belanja Sendiri

bawa kantong belanja sendiri dari rumah

Pemerintah kota Semarang sendiri sudah menerapkan slogan "Semarang wegah Nyampah" dan mulai memberlakukan aturan untuk tidak memakai kantong plastik ketika belanja, mulai dari minimarket hingga supermarket. Kita harus membawa kantong belanja sendiri dari rumah. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah plastik yang sudah tak terhitung jumlahnya di seantero dunia. Langkah kecil ini akan berdampak besar bagi bumi jika semua orang melakukannya. Dengan membawa tas belanja sendiri, kita telah berkontribusi dalam upaya menyelamatkan bumi. 

Bawa Tumbler Sendiri

Sebagai orang yang gampang banget haus, saya selalu membawa air putih dari rumah. Saya lebih sering membawa tumbler berisi air putih dari rumah dibanding membeli air botol kemasan. Yaah, itung-itung membantu mengurangi sampah plastik kan. Kalian juga harus mulai mengurangi sampah botol dengan bawa tumbler sendiri, ya. 

Mulai Menanam

Sejak adanya imbauan pemerintah untuk tetap di rumah aja, saya mulai putar otak gimana caranya biar nggak bosen tinggal di rumah. Sudah sebulan lebih, anak-anak mulai sekolah di rumah. Otomatis, kegiatan saya bertambah, yaitu musti jadi guru dadakan bagi anak-anak dan menemani mereka mengerjakan tugas secara online. Kegiatan yang sama dan dilakukan terus-menerus membuat rasa bosan mulai menghinggapi. Saya musti memikirkan bagaimana caranya membuat kegiatan untuk anak-anak agar tidak jenuh dengan tugas-tugas sekolah mereka. 

Akhirnya saya ajak anak-anak untuk mengumpulkan botol-botol bekas minuman dan memotongnya. Saya juga mengumpulkan plastik-plastik bekas minyak dan mencucinya. Lalu, saya ajak anak-anak untuk mulai menanam. Kami namakan ini "proyek kebun mini". Saya dan anak-anak mulai menebar benih cabai, tomat, menanam bunga dan empon-empon.

dokpri. proyek kebun mini anak-anak

Berkat kerjasama dengan anak-anak, akhirnya proyek kebun mini kami hampir selesai. benih-benih cabai dan tomat telah ditabur. Tak lupa, kami bisiki si calon-calon tanaman kami agar dia tumbuh dengan sehat dan berbuah lebat. Menanam adalah salah satu upaya mencintai bumi, loh. Selain itu, menanam juga menjadi obat bagi kesehatan kami. Kami jadi bisa melatih kesabaran dalam merawat tanaman-tanaman kami. Meski belum bertumbuh sempurna, tetapi ada kebahagiaan ketika tiap pagi saya dan anak-anak melihat tanaman-tanaman kami. Melihat bagaimana tanaman mulai tumbuh. Aaah, sungguh menyenangkaaan. Kami pun berencana untuk menanam berbagai jenis tanaman lagi, terutama sayuran dan buah-buahan. 

Menjadi Relawan Cinta Bumi

Jadi relawan cinta bumi
Biasanya beberapa organisasi sukrelawan mengajak orang-orang terutama anak-anak muda untuk bergabung merayakan Hari Bumi. Kegiatan yang ditawarkan biasanya seru-seru sekali. Kita dan  para relawan lain ikut membantu membersihkan lingkungan, memberikan penyuluhan kepada masyarakat atau anak-anak mengenai cinta Bumi dan banyak kegiatan seru lainnya.

Selain bisa melakukan hal-hal seru yang bermanfaat bagi Bumi, kita juga bisa bertemu orang-orang baru yang peduli dan mencintai Bumi ini. Selain bergabung dengan kelompok relawan, kita juga bisa melakukan kegiatan sendiri. Kita bisa mengajak teman-teman yang concern pada lingkungan untuk bergerak bersama melakukan sesuatu untuk bumi dengan menciptakan sebuah campaign atau proyek. 

Menjaga Kesehatan Diri

Menjaga kesehatan adalah salah satu upaya mencintai bumi juga, loh. Coba kalo banyak orang yang sakit, pasti bumi juga bakalan ikut sakit. Apalagi di saat pandemi seperti ini, menjaga kebersihan dan kesehatan adalah sebuah keharusan. 



Salah satu upaya menjaga kesehatan adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, serta memperbanyak makan buah serta sayur. Adalah tugas seorang ibu rumah tangga menyiapkan makanan yang sehat bagi keluarga. Saya beruntung, semua anak-anak tidak susah ketika harus makan buah dan sayur. Sebisa mungkin saya menyediakan buah untuk mereka. Buah favorit mereka adalah apel dan pear. 
Menjelang bulan ramadhan, kebiasaan saya adalah menyediakan kurma sebagai makanan tambahan bagi keluarga. Apalagi kita tahu, betapa baiknya manfaat kurma bagi kesehatan. 

dokkumen mb Uniek. Kurma medjol andalan keluarga 
Manfaat kurma bagi kesehatan tak diragukan lagi, apalagi di saat puasa ramadhan nanti. Kurma ini bisa dikonsumsi secara langsung, bisa juga dicampurkan dengan susu atau jus buah. Biasanya setiap sahur, saya menambahkan menu "sukur" atau susu kurma. Susu dan kurma saya blend menjadi satu. Perpaduan kurma dan susu akan menjadi energi bagi keluarga saya. Mereka akan lebih kuat menjalani hari-hari di masa pandemi dan semangat menjalani puasa ramadhan. 

Upaya untuk selalu menjaga kesehatan ini sejalan dengan misi Sembutopia untuk menyembuhkan masyarakat Indonesia. Sembutopia merupakan sebuah platform digital yang digagas oleh Pak Kafi Kurnia yang sangat concern dengan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Sembutopia merupakan mimpi Pak Kafi Kurnia yang fokus mengajak semua pihak untuk mengubah kebiasan pola hidup yang tidak atau belum sehat menjadi lebih sehat. 

Sembutopia berusaha menancapkan perannya untuk menebar motivasi dalam rangka menyembuhkan Indonesia. 5 pilar pokok yang dirumuskan oleh Sembutopia dalam mengedukasi pola hidup sehat kepada masyarakat, yaitu : 
1. Hope (adanya harapan untuk sembuh)
2. Heal (upaya untuk sembuh)
3. Habitat (lingkungan yang sehat)
4. Health (kondisi kesehatan yang optimal)
5. Happiness (adanya kebahagiaan setelah mencapai kesehatan yang optimal)

Saat kondisi tubuh kita sehat, kita akan lebih semangat dalam upaya mencintai bumi. Saat ini bumi sedang dalam masa penyembuhan, mari kita bantu bumi melalui masa ini. 

Mari kita sembuhkan bumi dengan cinta, lakukan langkah sederhana. Mulai menanam dengan penuh cinta, meski hanya dilakukan di rumah saja. 


After Covid-19

Dear friends,

Apa kabar teman-teman? Masih betah kan, di rumah aja? Sabar yaa, kita di rumah aja dulu sembari berdoa semoga pandemi ini segera berlalu.

Bagi umat manusia, virus corona menjadi hal yang cukup meresahkan dan menyiksa karena jadi nggak bisa kemana-mana. Namun, bagi bumi, virus corona seolah menjadi waktu bagi bumi untuk istirahat dari hiruk pikuk manusia di dunia. Yaah, meskipun itu artinya kerjaan kita sebagai ibu rumah tangga bakalan bertambah karena anak-anak mulai belajar di rumah.

Virus corona yang mengancam sejak awal tahun 2020 memang mengubah dunia dalam berbagai sektor. Bumi yang selalu sibuk, dibuat istirahat usai virus covid-19 mewabah. Salah satu hal positif yang terjadi adalah berkurangnya tingkat polusi di beberapa bagian bumi. Bahkan baru-baru ini, NASA membagikan potret bumi yang jauh lebih bersih usai diserang virus corona. Hal ini tak lain karena kebijakan lockdown yang terjadi di beberapa negara.

pict source. nasa. Clean earth

Nampak dari potret bumi yang diunggah NASA ini daerah China yang pada 1 Januari 2020 hingga 20 Januari 2020 didominasi tingkat polusi yang tinggi, berkurang drastis pada 10 Februari 2020 hingga 25 Februari 2020. Katanya salju di kutub utara juga mulai menutup lagi. Alhamdulillah ya, ternyata pandemi juga membawa dampak positif bagi bumi juga.

Setelah pandemi ini berakhir, saya akan melakukan beberapa hal yang saat ini tidak bisa lakukan.

Nah, berikut adalah beberapa hal yang akan saya lakukan after Covid-19. Check this out, ya!

Pulang Kampung

Yaps, inilah yang pertama kali akan saya lakukan after Covid-19. Sebelum ada pandemi ini, tiap sebulan sekali saya pasti selalu menjadwalkan untuk pulang kampung. Utamanya karena di kampung ada Bapak saya yang harus saya tengok. Tapi, gara-gara pandemi, hampir 2 bulan ini saya nggak bisa pulang kampung. Kan, sedih jadinya. Saya hanya bisa menuntaskan kerinduan saya pada Bapak melalui Video Call saja, nggak bisa peluk-peluk seperti biasanya. Huhuu. Selain itu, saya juga akan berziarah dan membersihkan makam almarhum Ibu dan kakek nenek saya.

Mengajak Anak-anak Jalan-jalan

Sebelum ada pandemi, saya berjanji pada anak-anak untuk mengajak mereka jalan-jalan. Tapi, janji belum terpenuhi, corona keburu datang. Bersyukur anak-anak tahu bahwa gagalnya mereka jalan-jalan bukan karena orangtuanya yang ingkar janji tetapi karena pandemi. Sebagai gantinya, setelah pandemi ini selesai, kami akan jalan-jalan ke tempat yang diinginkan anak-anak.

Bersilaturrahmi dengan teman dan keluarga

Akibat adanya himbauan untuk tetap di rumah saja selama adanya wabah corona, banyak orang jadi susah bertemu dengan teman ataupun keluarga. Terus terang, saya sudah rindu berkumpul dengan mereka semua. Saya rindu bercengkrama, ngobrol tentang apa saja, curhat dan cerita hal-hal konyol yang bisa bikin  tertawa. Selain itu, silaturrahmi bisa memperpanjang usia dan rezeki, loh.

Bekerja Lagi

Tahun lalu saya bekerjasama dengan salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan dapat kesempatan keliling ke beberapa kota di Indonesia. Sebenarnya, tahun ini pun sama. Tetapi akibat pandemi semua pekerjaan harus ditunda. Saya sudah kangen bekerja lagi. Semoga pandemi ini segra berakhir, saya bisa bekerja kembali seperti dulu lagi.

Menjalankan Puasa Ramadhan 

Saya merindukan suasana ramadhan dengan berbagai aktivitas ramadhan seperti tahun-tahun lalu. Bisa menjalankan sholat tarawih dengan tenang, bisa tadarus dengan semangat dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan hati riang. Saya rindu riuhnya ramadhan. Semoga kita bisa menjalankan ramadhan tahun ini dengan tenang, ya.

Nah, itu dia beberapa hal yang akan saya lakukan after covid-19. Semoga pandemi ini segera berlalu ya, sehingga kita bisa beribadah ramadhan dengan tenang dan hati riang. Semoga perekonomian segera pulih, banyak orang kembali bekerja, banyak usaha yang bangkit lagi dan bisa beraktivitas dengan bebas lagi.