"Bun, mik putih," pinta Rara. 
"Boleh minta tolong, dek," kata saya.
"Bun, tolong air putih," Rara mengulangi permintaanya, meniru kata-kata saya.
Segera saya mengulurkan segelas air untuk putri kecil saya itu. 
"Terima kasih ya, Bun, " ucap Rara. 
Saya tersenyum dan menjawab, " Iya, sama-sama".
Dalam hati saya bangga, si Rara tahu kapan waktu mengucapkan terima kasih. 
Beberapa waktu yang lalu, tak sengaja Rara menjatuhkan sisir yang dibawanya dan mengenai muka saya yang sedang tiduran. Reflek saya mengaduh *padahal nggak sakit-sakit amat sih...hehe
"Maaf ya, Bun," kata Rara sambil mengusap pipi saya. Tidak hanya mengusap pipi, Rara juga memeluk dan menciumi saya. Tampaknya dia seperti menyesal menjatuhkan sisirnya di muka saya.

Rara, anak ketiga saya memang berbeda dengan kakak-kakaknya (bukan bermaksud membanding-bandingkan anak sendiri, lho). Ketiga anak saya memiliki kelebihan yang berbeda. Mungkin karena ketika mengandung Rara saya aktif kuliah dan mengajar. Jadi berefek positif pada perkembangannya. Rara lebih cepat berbicara dengan lafal jelas, lebih cepat belajar, lebih cepat hafal bila diajari sesuatu seperti doa dan mandiri. Di usianya yang menjelang 3 tahun (Agustus nanti) Rara sudah bisa mandiri. Rara sudah bisa makan sendiri, mandi sendiri, memakai baju sendiri (meski kurang rapi) dan memakai sepatu sendiri. Rara juga sangat suka buku. Kadang dia buka buku dan mulai membaca (seolah-olah sudah bisa membaca).

Rara usia 20 bulan
Oh ya..., soal tiga kata ajaib itu yakni "tolong, maaf dan terima kasih" saya tak pernah mengajarkannya tapi mencontohkannya. Saya sempat terkejut sekaligus bangga ketika pertama kali Rara bisa mengucapkan terima kasih, maaf dan tolong. Wah, mumpung Rara sedang dalam masa golden age dimana otaknya masih seperti spons yang mampu menyerap apapun dengan cepat, harus diberi stimulasi yang aktif nih. 
Saat ini, selain mampu mengucapkan tiga kata ajaib itu, Rara sudah mampu memegang pensil dengan benar (saya juga tidak pernah mengajari), mencoret-coret sesuatu dan menceritakannya. 



Belajar bareng si Mas


Kalo sedang kumat narsisnya, Rara paling seneng di foto. Dari bayi sudah terlihat talenta narsisnya...hihihi. Lihat aja nih...metamorfosa Rara dari bayi sampai sekarang.









Imut kaaa...aannn??