Featured Slider

Cegah Penyakit, Matikan Rokokmu Sekarang!


Dear friends,

Cegah penyakit, matikan rokokmu sekarang!- Setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day. Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day ini menyerukan kepada para perokok agar berpuasa tidak merokok (mengisap tembakau) selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day ini dicetuskan oleh negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  pada tahun 1987. 

Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. WHO memperkirakan kebiasaan merokok ini setiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa. 

Berbagai dampak negatif rokok terhadap kesehatan paru adalah kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik, asma, penyakit infeksi paru, seperti tuberkulosis, pneumonia dan penyakit paru lainnya. Kebiasaan merokok meningkatkan risiko terinfeksi penyakit tuberkulosis dan kematian akibat kegagalan di sistem pernapasan. Meski begitu, para perokok nampaknya banyak yang tidak peduli. Mereka terus saja meneruskan kebiasaan merokoknya. 

Mereka yang sudah kecanduan akan rokok selalu mengatakan bahwa mereka lebih memilih tidak makan daripada disuruh berhenti merokok. Rokok adalah kehidupan, bagi mereka. Tanpa rokok mereka seolah enggan hidup. Gimana enggak. Bangun tidur yang dicari rokok, habis makan pasti merokok, baca koran juga sambil merokok, bahkan ke wc pun juga sambil merokok. Padahal mereka pun tahu kalau merokok itu sangat membahayakan kesehatan mereka. 

Saya bersyukur memiliki suami yang tidak merokok. Hanya Bapak saja yang merokok di keluarga saya. Tetapi sejak beberapa tahun lalu Bapak sudah berhenti merokok. Selain karena seringnya dinasehati oleh anak-anaknya, faktor usia menjadi alasan bagi Bapak untuk berhenti merokok. 

Bapak menjadi perokok sejak sebelum menikah. Pekerjaannya sebagai sopir membuat beliau menjadi perokok berat. Katanya kalau tidak merokok, bisa ngantuk ketika mengemudi. Bapak tidak pernah merokok di depan anak-anak dan istrinya. Beliau pasti menyingkir, menjauh dari kami ketika ingin merokok. 

Berbagai Penyakit yang Diakibatkan oleh Rokok

Rokok membahayakan hampir setiap organ tubuh, merusak kesehatan, dan menyebabkan banyak penyakit. Asap rokok mengandung 7000 senyawa kimia, yang 250 di antaranya beracun, dan lebih dari 70 telah diidentifikasi sebagai karsinogen, yaitu zat berbahaya yang bisa menyebabkan kanker. 

Efek buruk merokok sangatlah luas dan merusak. Bahkan penelitian menyebutkan bahwa merokok dapat mempersingkat hidup pria sekitar 12 tahun, dan wanita sekitar 11 tahun. Nah, beberapa penyakit yang ditimbulkan akibat rokok yang dapat terjadi, di antaranya :
  • Kanker paru-paru
    Merokok adalah faktor risiko nomor satu untuk penyakit kanker paru-paru. Selain itu, merokok juga penyebab utama atas 87% kematian akibat kanker paru-paru. Perlu diketahui bahwa kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada pria maupun wanita. Selain itu, kanker paru merupakan salah satu kanker yang paling sulit diobati.
  • Diabetes
    Jika merokok, kita lebih berpotensi mengalami diabetes tipe-2. Risiko diabetes tipe-2 pada perokok 30-40 persen lebih tinggi daripada yang bukan perokok. Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko komplikasi diabetes, seperti aliran darah yang buruk ke kaki, kebutaan, dan kerusakan saraf. Rokok menyebabkan resistensi insulin meningkat sehingga sangat besar menyebabkan penyakit diabetes. Haduuh, ngeriii.
  • Penyakit Paru Obstuktif Kronis
    Penyakit paru obstruktif kronis ini merupakan penyakit paru jangka panjang. Semakin banyak dan semakin lama kita merokok, maka risiko PPOK akan meningkat. Kondisi ini akan semakin memburuk dari waktu ke waktu, dan belum ada obatnya. Mengi, sesak napas, dan batuk berlendir menjadi tanda awal PPOK. 
  • Bronkitis kronis
    Bronkitis kronis adalah penyakit di mana saluran udara menghasilkan lendir terlalu banyak. Saluran udara pun meradang dan batuk menjadi kronis. Masalah bronkitis kronis sebagai besar terjadi pada perokok. Jika dibiarkan,  penyakit ini dapat menyebabkan infeksi paru yang sangat buruk. 

  • Kebutaan
    Merokok bisa merusak mata sampai menyebabkan kehilangan penglihatan. Degenerasi makula terkait usia juga dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Ini menjadi penyebab utama kebutaan pada lansia berusia 65 tahun atau lebih.
  • Asma
    Asap rokok dapat mengiritasi saluran udara sehingga bisa memicu serangan asma yang tiba-tiba dan parah. Asma bisa menyebabkan penderitanya sulit bernapas, dan merokok akan memperburuk kondisi ini.

  • Penyakit kardiovaskular
    Orang yang merokok memiliki risiko lebih besar terkena penyakit yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular. Merokok bisa menyebabkan stroke, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, dan penyakit lainnya. Orang yang merokok kurang dari 5 batang sehari bahkan dapat memiliki tanda-tanda awal penyakit kardiovaskular.
  • Berbagai kanker
    Tak hanya kanker paru-paru, merokok juga dapat menimbulkan risiko kanker lainnya, seperti mulut, hati, tenggorokan, ginjal, serviks, kandung kemih, dan pankreas. 
Masih terdapat berbagai risiko penyakit lain yang disebabkan oleh merokok, seperti radang gusi, penuaan dini, dan impotensi. Bahkan para perokok pasif juga memiliki risiko terkena penyakit akibat rokok tersebut. 

Jika saat ini kalian masih merokok, segeralah berhenti. Berhenti merokok bermanfaat bagi kesehatan kalian, diantaranya :
  • Tubuh akan lebih sehat dan bugar
  • Aliran darah akan semakin lancar
  • Meningkatkan kemampuan indera pengecap dan penciuman. Setelah 48 jam berhenti merokok, sistem saraf akan membaik dan memperbaiki indera pengecapan dan penciuman.
  • Kulit lebih cerah dan mencegah keriput
  • Menurunkan risiko kanker
  • Memiliki lebih banyak energi
  • Nafas akan lebih lega
  • Memperpanjang usia
Hidup Lebih Sehat tanpa Rokok



Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok, karena manfaat berhenti merokok dapat dirasakan kapan pun. Setelah berhenti merokok, mulailah menerapkan pola hidup sehat agar hidup jadi lebih sehat dan bahagia.

Setelah berhenti merokok, biasanya tubuh akan mengalami banyak perubahan. Efek racun dari rokok sedikit banyak memengaruhi kemampuan indra pengecap dan penciuman kita. Alhasil, kita akan merasa stress. 

Kita bisa memulai untuk mengatur pola hidup sehat, untuk memulihkan kondisi tubuh kita dari efek merokok. Mulai dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang bisa membantu memulihkan kondisi tubuh. 

Minum Susu

Susu ternyata bisa menghilangkan sensasi pahit di lidah akibat merokok. Susu juga termasuk minuman yang sehat untuk dikonsumsi. Jika terbersit keinginan untuk kembali merokok, segeralah ambil segelas susu. Susu bisa menjadi alternatif minuman untuk berhenti merokok. 

Makan Buah dan Sayur

Sama hal nya seperti susu, makan sayur dan buah dapat membantu mengembalikan sensitivitas lidah. Dengan begitu, kalian nggak akan lagi mencari rokok ketika stres, tetapi justru beralih ke sayur dan buah yang lebih sehat.

Buah yang sebaiknya dikonsumsi oleh mantan perokok adalah buah yang mengandung anti oksidan, seperti pisang, apel, jeruk dan pir. 



Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nicotine and Tobacco Research tahun 2013 menyebutkan bahwa para mantan perokok yang suka makan sayur dan buah cenderung lebih mudah terbebas dari jeratan rokok. Bahkan, hasrat untuk berhenti merokok terus menguat hingga 30 hari ke depan, dibandingkan mereka yang jarang makan sayur dan buah. 

Biasakan juga mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi, untuk membantu memulihkan kondisi tubuh akibat racun-racun nikotin yang menumpuk. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pola makan sehat bisa membantu memperbaiki paru-paru mantan perokok. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa pola makan kaya buah dan sayuran bisa memperlambat proses penuaan alami paru-paru. 



Latihan Fisik

Mulailah untuk olahraga secara teratur. Jogging, bersepeda atau berjalan kaki mungkin awal yang bagus, untuk mengembalikan fungsi paru-paru. Setelah mulai terbiasa berolahraga, mulailah meningkatkannya secara bertahap. 

Merokok sangat membahayakan kesehatan, baik kesehatan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Berhentilah merokok, sebelum rokok menghilangkan nyawamu! 

Sayangi hidupmu, sayangi keluargamu. 


Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi



Dear friends, 

Penyebaran virus corona atau COVID-19 di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Hal ini membuat banyak orang mulai menjaga kesehatan dan kekebalan tubuhnya. Salah satu caranya dengan mengonsumsi vitamin C yang bagus untuk daya tahan tubuh untuk mencegah penularan virus corona.
Ketika daya tahan tubuh kuat, diharapkan mampu melawan berbagai penyakit, baik yang berasal dari bakteri atau virus. Terlebih, saat ini dunia sedang dilanda wabah virus COVID-19.

Seperti yang kita ketahui, jika daya tahan tubuh melemah maka berbagai macam virus dan penyakit akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi, termasuk virus COVID-19. Sebagai upaya untuk melindungi diri dari virus tersebut, akhirnya banyak orang mulai mengonsumsi suplemen, vitamin maupun ramuan herbal untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh sebenarnya boleh saja dilakukan. Meski begitu, pastikan kita berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter jika akan mengonsumsi  asupan vitamin dari suplemen, bukan dari makanan.

Hal ini karena beberapa jenis suplemen memiliki efek samping pada kondisi tubuh tertentu  atau bagi beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Anggapan bahwa suplemen bisa mencegah virus corona tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, kita juga tetap harus mengonsumsi makanan yang bergizi setiap hari, termasuk dari sayuran dan buah-buahan.
Gizi yang terkandung dari makanan, seperti protein, serat, vitamin, atau mineral, memiliki peran besar untuk mendukung sistem imun tubuh dibandingkan suplemen yang dijual di pasaran. 

Nah, beberapa jenis vitamin yang diperlukan dan dapat membantu kekebalan tubuh dari berbagai virus dan bakteri, antara lain :

1. Vitamin D
Vitamin untuk imunitas tubuh adalah vitamin D. Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi  vitamin D mampu meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dan juga melawan penyakit infeksi pernapasan, seperti influenza, pneumonia, dan bronkitis.
Dengan mencukupi kebutuhan vitamin D dalam tubuh, bukan mustahil bagi kita  untuk mencegah paparan virus corona COVID-19.

Vitamin D juga dapat diproduksi oleh tubuh saat kita berjemur di bawah paparan sinar matahari. Tetapi kita juga dapat menemukannya dalam berbagai macam makanan, seperti ikan salmon, telur, keju, dan produk olahan susu.

2. Zinc
Zinc menjadi salah satu mineral yang baik bagi tubuh karena mampu menangkal virus penyebab penyakit infeksi pernapasan. Untuk memenuhi kebutuhan zinc dalam tubuh, kita dapat mengonsumsi daging merah, ikan dan juga kacang-kacangan.

Selain dengan mengonsumsi makanan sehat, kita juga bisa melakukan olahraga secara rutin, menjaga berat badan, menghindari stres, dan tidur yang cukup untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.

3. Vitamin C
Selain vitamin D, salah satu jenis vitamin untuk imunitas tubuh yang pertama adalah vitamin C. Vitamin C merupakan salah satu jenis vitamin yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Faktanya, jika kita kekurangan vitamin C, kita akan lebih rentan terserang virus dan bakteri penyebab infeksi pernapasan.

Vitamin C adalah vitamin yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga kita perlu memenuhinya dari luar. Guna memenuhi asupan vitamin C pada tubuh, kita bisa mendapatkannya dari  beberapa jenis buah-buahan dan sayuran seperti jeruk, stroberi, paprika, bayam, kale, kangkung, dan brokoli.

Kabar baiknya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kini memiliki produk Vitamin C 1000mg  untuk melengkapi kebutuhan vitamin C bagi tubuh. Sido Muncul Vitamin C1000 mg ini bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh setiap hari. 

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., melalui laboratoriumnya menghasilkan formula pembentuk vitamin C yang sekarang dikenal dengan Sido Muncul Vitamin C 1000mg. Vitamin C yang terdiri dari vitamin C 1000 mg, vitamin E 25 mg, vitamin B dan madu ini membantu menjaga daya tahan tubuh. 

Vitamin C1000 mg dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. ini membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian, mencegah sariawan, membantu menjaga daya tahan tubuh, dan juga berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin C1000 mg ini mengandung komposisi Madu, Vit C, Vit B12  yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh. Tiap satu box berisi 6 sachet vitamin C1000 mg yang bisa disajikan dengan air dingin. 

Oh iya, Sido Muncul  vitamin C1000 mg ini bisa dibeli dengan bebas baik di apotik maupun supermarket. Kalo bisa sih, kita selalu sedia vitamin C1000 mg ini ya untuk jaga-jaga. Tapi, karena kita dihimbau untuk di rumah saja, mendingan beli secara online deh. Kita bisa kok, membelinya langsung di https://www.sidomunculstore.com/

Sebelum mengonsumsi suplemen, kita bisa konsultasi dengan dokter terlebih dulu jika mengalami  kondisi medis atau mengonsumsi obat-obatan tertentu. Pastikan kandungan suplemen sesuai dengan kebutuhan tubuh kita, karena tiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. 

Banyak cara yang dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh di saat pandemi. Lakukan dengan cara yang sesuai dengan kondisi tubuh kita dan tetap semangat menjaga kesehatan ya!



Tips Sehat Fisik dan Mental Di Tengah Pandemi


Dear friends, 

Pandemi COVID-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2 telah menyebar ke seluruh dunia. Dampaknya, sebagian besar aktivitas dihentikan sementara untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Sekolah, kantor, pasar, dan tempat keramaian lain hampir tak ada aktivitas. Untuk sementara, sebisa mungkin semua kegiatan dilakukan di rumah masing-masing.

Keterbatasan ini kemudian menjadi tantangan. Kita dituntut untuk melewati hari-hari, dengan beraktivitas di rumah saja. Mungkin sekarang sudah memasuki minggu ke 9 ya (sampe lupa ngitung. LOL).

Berbagai cara dan tips sudah dilakukan untuk membuat hari-hari selama di rumah akibat pandemi virus corona ini tetap produktif. Mulai bekerja "seperti biasa" dan belajar secara rutin, berolahraga serta melakukan aktivitas lainnya.

Satu hal penting, semua aktivitas yang dilakukan hendaknya bisa membawa kondisi fisik dan mental kita tetap terjaga baik dan tidak mengalami gangguan.

Hal itu berkaitan dengan sistem imunitas tubuh. Seperti diketahui, imun yang rendah mungkin akibat mengalami gangguan fisik dan mental, justru berpotensi membuat kita rawan terinfeksi virus corona.

Ada berbagai cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental kita dan keluarga selama pandemi virus corona. 

1. Rutin Mengonsumsi Buah dan Sayuran



Mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan satu di antara pola hidup sehat, sangat penting dilakukan ketika masa pandemi virus corona saat ini. Buah dan sayur juga merupakan sumber serat, vitamin dan mineral, serta senyawa penting lain yang dibutuhkan tubuh.

Simpan buah-buahan dan sayuran di lemari es untuk memungkinkan mempertahankan nutrisi yang terkandung, selain dimakan saat segar. Pastikan anak-anak masih mendapatkan banyak buah dan sayuran dalam makanan mereka. 

Tak lupa menyertakan sumber vitamin lain sebagai penambah nutrisi tubuh, misalnya saja kurma. Kurma ini baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan merupakan sumber serat makanan yang baik. Saya dan keluarga biasa mengonsumsi kurma untuk berbuka puasa. Kadang juga dikonsumsi sebagai campuran jus, susu dan kurma. Paduan dua bahan ini bisa membuat tubuh kita kuat sepanjang hari.


Makan tidak sekadar jadi pemuas selera dan pengisi perut saja, melainkan juga menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kesehatan. Jadi, berikan hanya yang terbaik dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh, ya. 

2. Makan Cemilan Sehat

Biasanya kita sering menyantap satu atau dua cemilan ketika sedang bersantai bersama keluarga. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa selain tiga makanan sehat, seperti sarapan, makan siang, dan makan malam, orang harus menikmati cemilan sehat pada pagi dan sore hari.

Pilihlah cemilan yang lebih sehat seperti kacang, keju, yoghurt (lebih disukai tanpa pemanis), buah cincang atau kering, buah-buahan, telur rebus, atau pilihan sehat lain daripada permen atau snack ringan asin. 



Makanan-makanan ini bergizi, lebih mengenyangkan, dan membantu membangun kebiasaan makan sehat. 

3. Olahraga Bersama Keluarga


Olahraga merupakan salah satu kegiatan positif yang bisa dilakukan bersama keluarga. Manfaat olahraga untuk kesehatan sudah tidak perlu diragukan lagi. Apalagi di masa pandemi begini, dimana semua anggota keluarga harus berada di rumah saja. 

Kita bisa melakukan olahraga bersama di rumah saja. Misalnya dengan melakukan permainan bersama anak-anak, senam aerobik atau joging di sekitar rumah. 

4. Mengatur Pola Makan

Mengonsumsi produk segar mungkin tidak selalu memungkinkan bagi kita. Kita bisa mencoba untuk memilih makanan yang lebih sehat yang memiliki sedikit kandungan lemak jenuh, gula, dan garam.



Usahakan juga mengurangi makanan dan minuman manis. Perbanyak konsumsi air putih. Membuat olahan minuman buah atau sayuran seperti jus sayur dan buah, lemon, jeruk nipis, mentimun atau berri, jadi upaya yang bagus untuk menambahkan berbagai rasa ekstra yang menyehatkan bagi tubuh.

5. Luangkan Waktu untuk Me Time

Keinginan untuk memanjakan diri sendiri atau melakukan "me time" tampak menggoda saat menghadapi pandemi ini. Nggak ada salahnya kok memperlakukan diri sendiri dengan istimewa. Jika kita merasa lelah dan berada di ambang krisis kesehatan mental, luangkan waktu sejenak untuk bernapas, rileks, dan lakukan sesuatu hanya untuk diri sendiri. 



Kita bisa menonton film dan acara TV favorit, menikmati mandi busa yang menenangkan atau membaca buku sambil menyeruput secangkir teh. Apapun yang bisa membuat kita rileks, lakukan.

6. Jaga Jarak dengan Sosial Media

Walau penting untuk tetap mendapat informasi dan mengikuti berita terbaru agar tetap update, bukan berarti kita harus mengikutinya setiap saat, 24 jam seminggu. 

Pasalnya, berita buruk memiliki dampak negatif yang sangat besar pada kesehatan mental. Jika ingin meningkatkan kesehatan mental dan merasa lebih baik, mulailah dengan melakukan diet media sosial. Periksa berita terbaru sesekali saja, matikan TV dan baca buku yang bagus atau dengarkan musik favorit sambil bersantai. 



Para ahli kesehatan mental telah mengingtakan bahwa isolasi sosial buruk bagi kesehatan emosional pasien mereka. Para terapis mendorong pasien mereka untuk terlibat dengan dunia di sekitar mereka, bersosialisasi dengan orang lain, berteman, dan bekerja. 

Di saat karantina diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus corona, penting untuk memenuhi kebutuhan terapi online, diet media, perawatan diri, dan tindakan lain untuk mengurangi dampak kesehatan mental. 

7. Asah Empati dengan membantu Sesama


Kita tahu bahwa pandemi ini berdampak terhadap kehidupan kita, terutama masyarakat kecil yang berpenghasilan harian. Banyak yang tidak bisa makan karena usahanya macet, diPHK dari tempatnya bekerja dan berbagai alasan lainnya. Kondisi semacam ini mau tidak mau menggugah rasa empati kita terhadap sesama. 

Demi meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak langsung akibat pandemi ini, banyak yang tergerak untuk membantu. Berbagai cara dilakukan, mulai dari berbagi sembako, uang dan sebagainya. Kita juga bisa membantu sesama dengan apa yang kita bisa. Misalnya saja memberikan donasi kepada lembaga terpercaya atau memberikan sembako secara langsung kepada masyarakat yang terdampak. Tak perlu berkecil hati bila kita tidak bisa memberikan banyak. Kontribusi sekecil apapun, pasti akan memberi dampak besar bagi masyarakat yang terdampak akan pandemi ini. 

Membantu orang lain yang membutuhkan akan membuat kita merasa lebih baik tentang diri sendiri dan pasti bahagia karena bisa membantu sesama. Hal ini baik untuk kesehatan mental dan stabilitas emosi  kita selama menghadapi masa krisis ini. 

Berbagai cara tersebut dapat membantu kita menghadapi masa karantina lebih efektif, sehingga kita dapat muncul dengan lebih bahagia dan lebih sehat ketika krisis virus corona akhirnya berakhir. Semoga banyak orang yang sadar akan hal ini dan mulai menjaga kesehatan dan tidak mengabaikan imbauan pemerintah untuk tetap di rumah. 

Semoga situasi seperti ini segera usai, kondisi segera normal kembali dan negara kita kembali menjadi negara yang sehat secara fisik dan mental, sehingga pada ulang tahun negara kita ke 75 nanti kita berada dalam kondisi yang aman dan sejahtera. 

Peduli pada diri sendiri, peduli terhadap sesama, sama artinya dengan mencintai bangsa. 


Suasana Ramadan dan Persiapan Lebaran yang Kurindukan




Dear friends,

Suasana ramadan dan persiapan lebaran yang kurindukan- Tak terasa kita sudah memasuki minggu kedua bulan ramadan, ya. Semoga spirit ramadan tetap ada meski kita berada di suasana yang berbeda. Yups. Ramadan kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tak apa, anggap saja ini bagian dari cobaan dari Allah yang musti kita jalani. 

Ramadan kali ini bikin saya rindu akan suasana ramadan pada masa kecil saya puluhan tahun lalu (berasa udah lanjut usia banget saya). Kenangan masa itu masih membekas dan mungkin akan selalu berada dalam memori saya. Saya benar-benar rindu masa itu, jadi biarkan saya bernostalgia sejenak mengenang masa itu.

Saya belajar puasa ramadan saat duduk di kelas 1 Sekolah Dasar dan langsung puasa full dari subuh hingga maghrib. Bapak dan Ibu memang tidak mengajarkan pada saya puasa bedug (istilah puasa setengah hari). Kalaupun saya memaksa puasa setengah hari, nggak bakalan ada makanan atau minuman kesukaan saya, susu. Sewaktu kecil, saya paling doyan minum susu aku dan kau itu, loh. Saya bisa betah nggak makan seharian asalkan minum susu. Mungkin Bapak dulu kewalahan beliin susu aku dan kau itu, karena saya bisa menghabiskan 6 kaleng susu ukuran 900 gram sebulan. 

Jadi, puasa waktu itu saya tersiksa karena tidak bisa minum susu. Tapi, puasa saya tetap menyenangkan karena tiap sore saya boleh beli jajan bubur mutiara buat takjil. Sebelum berbuka, akan ada berderet-deret takjil hasil buruan saya sejak ba'da ashar. 

Meski harus puasa sehari penuh, saya juga ikut berbagai kegiatan untuk mengisi ramadan. Setelah dhuhur biasanya ada sekolah arab (semacam TPA gitu lah) di pondok pesantrennya Mbah. Lalu setelah ashar, ngaji Al-Qur'an di tempat Mbah juga. Nah, setelah pulang dari ngaji inilah biasanya saya dan teman-teman langsung berburu takjil di warung belakang rumah. Takjil paling favorit jaman kecil dulu adalah bubur mutiara. Belum ada cemilan-cemilan bermicin kayak cilok, cimol atau apalah itu. 


Hampir setiap hari beli takjil bubur mutiara, kok nggak ada bosan-bosannya. Biasanya saat ramadan, Ibu juga berjualan di depan rumah. Ibu berjualan lotek, gorengan, es buah dan jajanan-jajanan khas ramadan lainnya. Mungkin kalian heran ya, Ibunya jualan di rumah tapi anaknya jajan takjil di warung lain. Yaah, namanya juga anak kecil. Haha. 

Ramadan di masa kecil, paling suka jika mendekati lebaran. Biasanya Ibu mulai sibuk membuat makanan untuk persiapan lebaran. Ibu paling sering membuat kacang bawang, pastel kering, madu mongso, dan keripik pisang (Ibu bilangnya ceriping pisang). Ibu selalu mulai membuat makanan-makanan itu setelah sholat subuh, jadi tidak mengganggu waktunya untuk menyiapkan jualan sore harinya. Saya yang waktu itu baru punya adik satu kebagian tugas menjaga adik sambil membersihkan kacang tanah dari kulit arinya. Capek sih tapi asik karena dikerjakan bersama-sama. 

Dari kecil, Ibu hampir tidak pernah membelikan pakaian untuk saya dan adik-adik. Ibu biasa menjahit sendiri, baju-baju lebaran kami. Saya dan adik-adik biasanya dibelikan baju oleh Om dan Bulik yang bekerja di perantauan. Saya biasanya yang panen baju lebaran, karena hampir semua Om dan Bulik pasti membelikan baju lebaran. Maklum, cucu pertama biasanya jadi pusat perhatian. 

Dua hari menjelang lebaran, menjadi hari yang saya tunggu-tunggu karena biasanya Bulik pulang kampung. Setelah mandi sore, saya akan duduk di depan rumah menunggu kedatangan beliau. Kalau di depan rumah sudah terdengar loceng becak, saya akan menghambur lari menyambut Bulik, dan tentu saja barang bawaan beliau. Hihi. 

Katika tiba saatnya membongkar barang bawaan, mata saya berbinar melihat baju-baju baru dileluarkan dari tas. Bulik saya termasuk pandai memilih baju yang up to date pada jamannya. Baju-baju saya tidak kalah dengan baju orang kota. Bahkan baju-baju saya masih ada beberapa hingga sekarang dan dipakai oleh adik-adik saya. 


Aaah, ternyata ramadan masa kecil masih terus menjadi kenangan paling berkesan. Suasana ramadan yang syahdu dan tak terlupakan. Andai bisa diulang, pasti bahagialah saya. 

Kenangan ramadan masa kecil tak hanya soal saya, tetapi juga seluruh keluarga besar saya. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua. Tak terasa, ramadan sudah separuh jalan. Mari kita tingkatkan amal ibadah kita di bulan ramadan ini. Semoga ramadan ini tetap menjadi ramadan yang indah untuk kita, meski dalam suasana yang berbeda. 


Ramadan Tetap Asik meski di Rumah Aja



Dear friends,

Ramadan tetap asik meski di rumah aja-Ramadan tahun ini kita jalani dengan suasana dan rasa yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi corona telah mengubah segalanya. Biasanya kita jalani ramadan dengan memakmurkan masjid, sekarang kita hanya bisa beribadah di rumah saja. Biasanya kita meramaikan jalan dengan ngabuburit, sekarang kita hanya bisa ngabuburit di rumah saja. Kita nggak bisa berburu takjil seperti tahun lalu. Kita nggak bisa sahur on the road lagi, karena imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah selam masa pandemi ini. 


Ramadan tahun ini beda.Pandemi corona ini membawa dampak luar biasa kepada kita semua, teruta pada perilaku dan kebiasaan kita. Dari yang awalnya cuek pada lingkungan, mendadak jadi perhatian. Alhamdulillah, corona membawa perubahan positif, ya. Dan, dampak luar biasanya pada bumi adalah kulitas udara membaik. Binatang-binatang liar mulai bermunculan kembali, sungai-sungai jadi jernih dan salju di kutub utara mulai tertutup lagi. 

Ramadan tahun ini beda. Biasanya, sebelum ramadan datang, saya pasti mengunjungi Bapak di kampung halaman. Untuk sekedar melepas kangen sekalian ziarah ke makam Ibu. Tapi tahun ini tidak lagi. Sudah dua bulan lebih saya tidak bisa bertemu dengan Bapak. Saya dan adik-adik harus bersabar untuk tidak bertemu dengan Bapak hingga pandemi ini berakhir. Kami hanya bisa melepas rindu dengan berkomunikasi melalui video call. Tidak puas memang. Tapi ini bisa sedikit mengobati rasa rindu kami kepada Bapak. 

Tapi tak apa, semua demi kebaikan kita. Saya yakin, ini hanya sementara. Kita hanya diminta untuk istirahat sama Allah. Yang dulu pengennya bisa kerja dari rumah, sekarang inilah saatnya. Yang dulu maunya mager dan rebahan seharian di rumah, Allah kini mengabulkan keinginanmu. Dengan berada di rumah saja, kita sudah membantu mengurangi penyebaran virus covid-19 ini. Jadi, nggak usah bikin alasan untuk keluar rumah hanya karena rasa bosan yang melanda. Banyak kok yang masih bisa kita lakukan selama masa pandemi ini. Bahkan banyak kreativitas yang tercipta selama masa pandemi ini, loh. 

Sudah hampir 3 bulan semenjak pemerintah mengimbau warga masyarakat untuk tetap berada di rumah. Anak-anak sekolah pun mulai belajar dari rumah. Sebagai ibunya, saya pun berkewajiban mendampingi mereka selama belajar dan mengerjakan tugas online. Saya juga harus membuatkan aktivitas lain agar anak-anak tidak merasa bosan di rumah saja. 


Aktivitas lain di luar kegiatan belajar di rumah, diantaranya berkebun di halaman rumah. Anak-anak sedang antusias dengan aktivitas menanam. Kebetulan masih ada sedikit tempat yang bisa digunakan untuk membuat kebun mini. Saya dan anak-anak mulai menanam tanaman empon-empon, cabai dan tomat. Saya membelikan mereka media tanam agar lebih rajin menanam dan tanamannya tumbuh subur. Kami pun menggunakan botol bekas dan plastik minyak untuk dijadikan pot tanaman. 

Sebagian tanaman anak-anak

Selain menanam, saya juga mengajak anak-anak membuat makanan yang juga bisa dijual. Dampak pandemi ini memang sedikit mempengaruhi penghasilan saya sebagai seorang freelancer. Sebagian pekerjaan saya ditunda dan sebagian dicancel. Mau tidak mau, saya harus memutar otak agar bisa bertahan hidup. Sekalian ngajarin anak-anak supaya punya ketrampilan hidup (life skill), sih. Ketrampilan hidup yang bisa mereka manfaatkan di kehidupan mereka yang akan datang, sebab hidup tak selamanya menyenangkan seperti harapan kita. 

Sejak awal pandemi, saya memang berniat untuk memulai bisnis makanan seperti yang pernah saya lakukan bertahun lalu. Saya membuat makanan berdasarkan PO. Melelahkan memang, apalagi ketika sedang banyak orderan. Waktu istirahat jadi lebih sedikit. Tapi tak apa, itung-itung belajar jika suatu hari nanti usaha yang saya rintis ini menjadi besar. 

Sebagian makanan hasil produksi saya dan anak-anak

Untuk sementara saya memasarkan hasil masakan saya melalui online dan dari mulut ke mulut. Rata-rata pelanggan saya adalah teman-teman seprofesi saya. Saya bersyukur sekali mempunyai keluarga dan teman-teman yang support pada apa yang saya lakukan. Saya dan anak-anak jadi makin semangat untuk membesarkan usaha kami ini. 

Hingga bulan ramadan ini pun, saya dan anak-anak masih menerima orderan. Lumayan lah sebagai pengisi waktu sembari menjalankan ibadah ramadan. Jadwal anak-anak jadi makin teratur karena ada kegiatan yang rutin dikerjakan. Ketika saya tanya, kenapa suka mengerjakan orderan makanan ini, jawaban mereka sungguh membuat saya terharu. Nanti hasilnya buat persiapan lebaran, kata mereka.

Biasanya, tiap menjelang lebaran saya mengajak anak-anak berbelanja ke mall terdekat. Biasa lah, kami membeli persiapan lebaran, seputar baju lebaran atau kue-kue penghias meja. Tapi, semenjak pekerjaan saya berkurang, anak-anak sepertinya mengerti bahwa kondisi keuangan orangtuanya belum memungkinkan untuk itu. Jadi, mereka berharap dapat banyak orderan agar hasilnya bisa digunakan untuk persiapan lebaran.

Lebaran kali ini, kemungkinan besar kami tidak bisa pulang kampung dan bersilaturahmi dengan Bapak dan keluarga besar. Melalui grup whatsapp, keluarga besar sudah konfirmasi tidak mudik pada lebaran kali ini. Sesuai dengan instruksi pemerintah. Sedih banget, sih. Tapi apa boleh buat. Kondisi ini tidak hanya kita yang di Indonesia saja yang mengalami, tetapi seluruh penduduk dunia. Yang membuat saya sedih, di kampung halaman Bapak hanya tinggal sendiri. Apakah Bapak bisa menyiapkan semuanya sendiri lebaran nanti? Bagaimana dengan hidangan lebaran yang biasanya telah tersedia, setelah Bapak pulang dari sholat Ied? Siapa yang akan menyiapkannya? Ah, saya berdoa semoga pandemi berakhir sebelum lebaran, jadi kami bisa pulang kampung dan bisa berkumpul bersama keluarga. 

Beberapa waktu lalu, saya menyampaikan kepada anak-anak bahwa beberapa mall yang biasa kami datangi ditutup untuk sementara, jadi kemungkinan nggak akan bisa belanja keperluan lebaran seperti biasa. Tak disangka anak-anak malah menyarankan untuk belanja secara online saja. 

"Kita tetap bisa belanja lah, Bun. Kan sekarang bisa belanja online"

"Kata temanku, biar bisa belanja tanpa ongkir, belanjanya di Shopee aja"

Anak-anak seperti bisa membaca pikiran saya. Salah satu alasan malas belanja online adalah ongkos kirimnya yang agak lumayan. Tapi, musti gimana lagi? Anak-anak ternyata bener juga, nih. Mau nggak mau saya harus belanja melalui online agar aman dari bahaya covid-19. 

Untuk lebaran tahun ini saya ingin membelikan Bapak sepasang baju, baju koko dan sarung. Meskipun tiap tahun Bapak selalu dapat jatah dari adik-adiknya, tapi tahun ini saya ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk beliau. Saya jarang sekali membelikan beliau baju. Saya lebih sering membelikan sembako atau memberikan uang cash untuk keperluan beliau. 

Mumpung banyak promo di Shopee, saya jadi punya ide untuk membelikan Bapak dan suami saya sarung dan baju koko yang sama. Lucu kali ya, kalau mertua dan menantu pakai baju yang sama. Hihi. 


Nantinya sarung dan baju muslim untuk Bapak, bisa dikirim langsung ke alamat Bapak di kampung. Nggak kebayang, bagaimana reaksi Bapak ketika menerima kiriman paket baju itu. Yang pasti, Bapak pasti bahagia. 

Selain sarung dan baju koko, saya berencana membuat kejutan lain untuk Bapak. Saya ingin membelikan keperluan lebaran dan mengirimkannya ke bapak melalui Shopee. Daripada musti cari ke tempat lain, ya sekalian aja kan cari di Shopee. 

Buat kalian yang di rumah saja, nggak usah merasa tak baik-baik saja. Kita semua merasakan hal yang sama. Tetap semangat dan produktif meski dari rumah. 

Sambil menunggu datangnya hari nan fitri, kita bisa membeli berbagai kebutuhan untuk lebaran dari rumah, loh. Buka aplikasi Shopee, dan cari berbagai kebutuhan yang kalian perlukan. Setelah itu, kalian tinggal menunggu barang kalian tiba di depan pintu rumah kalian dengan aman. Bersama Shopee, belanja aman dan tenang, hati pun senang. 

Oh iya, jangan lupa mulai tanggal 11 mei 2020, ada Shopee Barokah Day. Kalian bisa belanja kebutuhan muslim terlengkap dengan cashback 50% dan gratis ongkir extra. Keren banget, kan? Pastikan ramadan tahun ini tetap asik meski di rumah aja, ya!

Tulisan ini disertakan dalam Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee