Surat untuk Anak Lelakiku... Cahaya Hidupku

Dimas Aufa Rizqullah

Nak, gantengku...sholihku...
29 Desember 2006, Jum'at dini hari itu kau lahir setelah sehari sebelumnya Bunda merasakan sakit luar biasa..
Subuh kala itu, tangismu memecah dunia....berbarengan dengan kumandang adzan Subuh di Masjid sebelah klinik tempatmu dilahirkan..

Nak, gantengku...sholihku...
Tahukah kau..., betapa bahagianya Ayah Bunda saat itu? 
Tahukah kau..., rasa sakit yang Bunda rasakan seketika hilang ketika  memeluk tubuh mungilmu..

Nak, gantengku...sholihku...
Sejak saat itu, Ayah dan Bunda menggantungkan asa padamu...
Kaulah yang akan menjadi pelindung saudari-saudarimu..
Kaulah yang akan menjadi cahaya hidup bagi kami, orangtua dan saudaramu..

Nak, gantengku...sholihku...
Hati ini sakit, manakala mendapatimu terluka..
Hati ini sedih, manakala kau menangis..

Nak, gantengku...sholihku...
Maafkan Ayah Bunda bila kadang marah padamu..
Semua itu kami lakukan semata demi kebaikanmu..

Nak, gantengku...sholihku...
Maafkan Ayah Bunda bila belum bisa memenuhi harapanmu...
Maafkan Ayah Bunda bila belum bisa mengikuti keinginanmu...

Nak, gantengku...sholihku...
Andai kau tahu...cinta kami padamu melebihi luasnya samudra, melebihi dalamnya lautan dan tingginya langit yang biru..

Nak, gantengku...sholihku...
Tetaplah jadi kesayangan Ayah Bunda..
Tetaplah jadi kebanggaan Ayah Bunda...

Nak, gantengku...sholihku...
Teguhlah kau pada agamamu.., kuatkan iman Islammu...
Kejarlah akhiratmu...agar dunia berada dalam genggammu...

Nak, gantengku...sholihku...
Selamat milad ke 9 sayang...
Barakallahu fii umrik....
semoga Allah melindungimu,  selalu menjagamu, selalu mengasihimu...

Semarang, 29 Desember 2015

Untukmu Ibu

Ibu, 24/6/1959--17/10/2008

Ibu, tahun ini adalah tahun ke tujuh kepergianmu. Bila anak-anak yang lain bisa mengucapkan "Selamat Hari Ibu" secara langsung, tidak dengan aku, Pepi, Arin dan Opik. Kami hanya bisa memandang fotomu seraya memanjatkan doa terbaik untukmu. 

Bu,...
Sejak kepergianmu, banyak hal telah berubah. Banyak hal telah terjadi. Arin dan Pepi kini sudah menikah. Suami si Arin adalah Yopie, laki-laki yang dulu kau yakini bakal menjadi menantumu. Cucumu kini 5, ada Fina, Aufa, Rara, Amay dan Aga. Bahkan sebentar lagi akan bertambah, Bu. Pepi dan Nana sebentar lagi akan punya anak. Si Opik sekarang sudah kuliah. Bongsor sekali dia, Bu. Tingginya bahkan melebihi aku. Yang tidak berubah hanya Bapak, Bu. Kesetiaan dan cinta Bapak pada Ibu tak berubah. Ibu takkan pernah tergantikan di hati Bapak. 

Bu,...
Kami kangeeen, kami rinduu. Kangen suara lantangmu ketika sedang mengomeli tingkah kami. Rindu aroma masakanmu, meski hanya sekedar rendang jengkol atau gulai nangka muda. Kami rindu teh manis yang selalu tersedia di meja tiap pagi. Kami rindu aroma roti tawar yang kau oles margarin bertabur gula pasir. Kami rindu semua tentangmu, Bu....

Bu,...
Tahukah engkau, tujuh tahun ini suasana Lebaran begitu hampa tanpamu. Tak terlihat kesibukan menyiapkan hidangan Lebaran seperti yang dulu sering kau lakukan. Kami rindu masa-masa itu, Bu....

Bu,..
Maafkan aku, karena belum sempat membuatmu bahagia. Maafkan aku belum bisa membuatmu bangga.
Bu,...
Kini diatas pusaramu, dipembaringan abadimu kami hanya bisa memanjatkan doa. Semoga Allah ampuni segala dosa dan Allah balas amal kebaikanmu dengan surga. Aku yakin suatu hari nanti kita pasti berkumpul kembali, Bu.

Selamat Hari Ibu...

Allahummaghfirlaha, warkhamha wa'afihi wa'fu'anha..

Ini Cara Saya Mengapresiasi Diri


Sejak berhenti mengajar dua tahun lalu otomatis rutinitas saya berubah. Saya memutuskan untuk berhenti mengajar demi membersamai suami di kota Semarang. Memasak, mencuci, bersih-bersih rumah, antar jemput anak sekolah kini menjadi aktivitas keseharian saya. Capek? Bosan? Wajar saja karena tak ada aktivitas lain selain menjadi ibu rumah tangga.
Kadang saya juga merasa bahwa ternyata ibu rumah tangga pun perlu “me time”. “Me Time” bagi saya adalah saat dimana kita bisa menghabiskan waktu dengan melakukan apa yang kita suka. Beberapa waktu belakangan ini saya kembali menulis. Dunia kepenulisan yang bertahun-tahun lalu saya tinggalkan kini saya geluti lagi. Saya kembali menulis fiksi, menjadi freelancer dan menulis di beberapa blog. Saya pun bergabung dengan beberapa komunitas menulis dan komunitas blogger. Saya bersyukur suami dan anak-anak mendukung aktivitas baru saya di dunia kepenulisan.

"Me Time" dengan menulis

Meski didukung penuh oleh suami, saya tetap menomorsatukan kepentingan keluarga. Kegiatan menulis biasanya saya lakukan saat anak-anak bersekolah dan ketika mereka sudah tidur di malam hari. Bagi saya saat menulis inilah “me time” saya. Saat seperti inilah saya bisa menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang merupakan passion saya.
Selain melakukan “me time” dengan menulis, beberapa kali suami memberi izin pada saya menghadiri kopdar dengan rekan-rekan satu komunitas dan menghadiri beberapa event. Waktu yang diberikan ini juga merupakan “me time” bagi saya.

"Me Time" dengan berkomunitas

Bersyukur sekali saya memiliki suami dan anak-anak yang pengertian. Mereka selalu mendukung kegiatan yang saya lakukan di dunia kepenulisan. Tulisan yang dimuat di media dan menang lomba adalah bonus dari “me time” saya. Bagi saya tak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya mahal untuk sekedar melakukan “me time”.

Inilah “me time” ala saya. Bagaimana dengan anda?

#MengapresiasiDiriSendiri

Cara Tradisional Mengobati Sakit Gigi

credit dlf-ultima-gurgaon.com

Dear Friends,
Cara Tradisional Mengobati Sakit Gigi. Siapa yang pernah sakit gigi? Gimana rasanya? Sakit atau sakit bangeeet? 
Rasanya pasti serba salah jadinya, ya. Makan nggak enak, tidur nggak nyenyak, dengar suara keras dikit aja bisa emosi. Pokoknya mau ngapain aja jadi nggak enak, deh.
Saking nggak enaknya sakit gigi, bahkan ada yang lebih memilih mending sakit hati daripada sakit gigi. Beneran?

credit sakitgigi.com

Saya jadi ingat penyakit bawaan kalau sedang hamil. SAKIT GIGI. Iya...sepanjang 9 bulan kehamilan, saya langganan sakit gigi. Bukan karena nggak pernah merawat gigi, tapi karena kalsium yang berkurang saat hamil. Kata Dokter kandungan saya, sakit gigi yang saya alami itu lumrah terjadi pada wanita hamil. Waktu saya minta obat pereda nyeri, walaah...harganya boo...mihiiil. Hampir 400rb hanya untuk beberapa butir obat yang aman buat wanita hamil.
Kalo terus-terusan tekor dong saya. Hihi. Akhirnya saya cari alternatif untuk meredakan sakit gigi saya dengan cara tradisional saja alias tanpa obat-obatan kimia. Simak ya, siapa tahu bermanfaat...kalo-kalo nanti sakit gigi...hihi.

1]  Berkumur dengan air garam
Ambil garam secukupnya (nggak usah terlalu banyak, nanti keasinan loh..). Seduh dengan air hangat, aduk hingga garam larut. Gunakan untuk berkumur. Lakukan hingga sakit berkurang. Kalo saya sih, sekali kumur saja sudah berkurang nyerinya.

2]  Bawang Putih
Haluskan bawang putih dengan sedikit garam lalu letakkan di area gigi yang sakit. Bawang putih ini selain efektif meredakan nyeri juga dapat membunuh kuman-kuman yang bercokol di gigi karena bawang putih ini mengandung antibiotik alami. Selain itu bawang putih juga mampu memperkuat gigi, lho.

3]  Minyak Cengkeh
Minyak cengkeh ini baunya memang sangat menyengat. Ambil kapas bersih sedikit saja, teteskan minyak cengkeh hingga kapas basah. Letakkan kapas yang telah ditetesi minyak cengkeh pada gigi yang sakit atau berlubang. Biarkan kapas berada di area gigi yang sakit itu beberapa saat atau hingga sakit berkurang. Minyak cengkeh berguna untuk membersihkan gigi, mengurangi nyeri dan membunuh kuman yang berada di gigi. Saya juga pernah nih, pake minyak cengkeh.

4]  Tepung/ Bubuk Lada
Haluskan beberapa butir lada, campurkan dengan minyak cengkeh. Letakkan pada gigi yang berlubang. Rasanya memang menyengat sekali, tapi campuran kedua bahan ini efektif sekali meredakan sakit gigi. Bahkan jika ramuan ini digunakan secara teratur, kita akan terhindar dari bau mulut, gusi berdarah, mencegah gigi berlubang dan sakit gigi. Mau coba?

5]  Biji Alpukat
Sangrai biji alpukat hingga kering lalu tumbuk hingga halus. Letakkan bubuk biji alpukat ke dalam gigi yang berlubang kemudian tutuplah dengan kapas. Diamkan hingga nyeri pada gigi reda.

Nah, daripada minum obat kimia lebih baik kita mencoba obat yang alami terlebih dahulu. Bukankah Cara Tradisional Mengobati Sakit Gigi  jauh lebih sehat?
Bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah didapat di sekitar kita. Jadi nggak ada salahnya mencoba.

Gimana, siap sakit gigi?? Oooh  BIG NO NO....


Macet Ide? Lakukan 5 Hal Ini!

macet-ide-lakukan-5-hal-ini
credit wordholid.com
Dear Friends,
Macet Ide? Lakukan 5 Hal Ini! Pernah mengalami macet ide ketika akan memulai menulis? Saya sih, seriiiing banget. Tak bisa dipungkiri bahwa penulis kadang mengalami syndrom "writer block"Padahal sebelum menulis tadi rasanya banyaaak sekali ide yang mau dituliskan. Eh, begitu leppi dihidupkan jari-jari kita seolah berhenti. Duh, tadi mau nulis apa ya. Macet. Trus, kalo sudah macet ide, biasanya ngapain? Tetep duduk di depan leppi sambil memandangi huruf yang nggak nambah-nambah atau melakukan hal lain? 

Tiap orang memiliki kebiasaan berbeda ketika berada dalam situasi ini. Ada yang langsung menutup laptop dan melakukan sesuatu yang dapat memancing ide seperti membaca atau menonton film. Ada juga yang kemudian pergi jalan-jalan untuk sekedar mencuci mata (sekalian belanja....hihi).


gambar dipinjam dari dian.blogspot.com

Kalo sedang macet ide, saya sih biasanya melakukan 5 hal ini :
1]  Bikin minuman hangat semacam teh melati atau wedang jahe bakar.
Saya yakin, otak saya akan kembali encer setelah minum minuman yang hangat. Wangi teh melati dan aroma jahe bakar akan menggugah memori kita tentang ide menulis. Minuman hangat ini buat saya memiliki efek menenangkan, jadi bisa lah membuat otak/ pikiran kita segar lagi.

gambar dipinjam dari vemale.com

2]  Blogwalking
Kalo ide menulis sedang macet, biasanya saya akan Blogwalking atau jalan-jalan ke blog teman. Bahkan kadang bisa ke banyak blog sekaligus. Setelah melakukan blogwalking, biasanya kita akan terprovokasi untuk menulis. Bisa juga tuh mulai nulis dengan berkomentar....hihi

gambar dipinjam dari takkasihtahu.com

3]  Buka Kembali Tulisan Lama  
Saya terbiasa menyimpan tulisan ataupun ide tulisan dalam satu folder. Folder dalam komputer ibarat sebuah laci penyimpanan. Di dalam folder itu masih terbagi lagi dalam beberapa bagian. Ada folder Fiksi, Non Fiksi. Biasanya folder-folder itu saya  buka dan saya baca kembali. Membaca tulisan lama atau stock tulisan bisa sedikit menghibur, dan akan membuat kita mengingat kembali saat-saat menuliskannya. Hal itu kadang bisa juga memancing ide segar untuk menulis. 

4]  Mendengarkan Musik Favorit
Sejak kecil saya suka musik. Hampir semua jenis musik saya suka. Pop, Rock, Balad, Instrumen seperti Kitaro, Campursari, Dangdut (asal bukan dangdut koplo) bahkan musik Arabian pun saya suka. Tapi kalau sedang macet ide seperti ini, saya lebih suka mendengarkan instrumennya Kitaro atau Erwin Gutawa. Mendengarkan instrumen dengan mata terpejam (yang penting nggak kebablasen tiduur..hihi). Bila ingin membuat tulisan yang menggugah semangat maka putar musik yang sedikit menghentak. Bila tulisan yang ingin dibuat bersifat perenungan atau kontemplasi putarlah musik yang lembut dengan irama yang syahdu. 

credit www.molto.co.id

5]  Membaca Koran atau Majalah
Tak jarang otak kita benar-benar stuck, tak mampu lagi berpikir apalagi menulis. Kadang kita perlu juga membaca. Membaca berita atau informasi terkini adalah satu cara keluar dari zona stuck. Coba komentari atau membuat resume dari salah satu berita atau informasi. Waah...bisa jadi satu tulisan, kan. Itu juga bisa jadi ide yang amat berharga sebagai bahan tulisan. 

Nah, 5 hal itu yang sering saya lakukan ketika macet ide. Kebiasaan yang dilakukan tiap orang berbeda. Hasil yang dicapai ketika berusaha mengembalikan mood menulispun berbeda. 

Masih macet ide? lakukan 5 hal ini, ya! 

 

Merindu Ibu Sepanjang Hidupku

Abaikan pose yang nggak jelas itu  :p

Foto ini diambil tahun 2006, dua tahun sebelum kepergian Ibu untuk selamanya.  Sebelumnya saya bahkan tak tahu foto ini ada (lihatlah bahkan saya tak memakai jilbab). Foto ini baru ditunjukkan adik saya setelah Ibu tiada. Foto ini adalah kenangan terakhir saya berfoto berdua dengan Ibu. Sebelumnya saya jarang bahkan hampir tak pernah foto berdua saja dengan Ibu. Biasanya selalu foto bersama anggota keluarga yang lain. Saya ingat waktu itu Ibu sedang bersuka cita menunjukkan hasil panen bunga Rosella pertamanya. Ibu memang suka menanam. Apapun yang ditanam Ibu selalu tumbuh dengan subur. 
Di foto itu Ibu sudah terlihat kurus kering dan pucat. Kesehatan Ibu memang sedang menurun. Badan Ibu yang dulu segar berisi, habis digerogoti penyakit diabetes hingga akhirnya Allah SWT memanggil Ibu pada hari Jum'at 17 Oktober 2008.


Ibu saat masih sehat
Sudah tujuh tahun Ibu pergi. Meski sedih, saya bersyukur bisa mendampingi Ibu hingga nafas terakhirnya. Ibu.....kami (Ita, Jefri, Arinta, Elia dan Bapak) rindu padamu...



Resep Jantung Pisang Teri Petai

resep-jantug-pisang-teri-petai

Hallo Mommies....masak apa hari ini? *nyapanya ala-ala Cheff yang punya acara masak-masak di TV. Haha..
Setelah libur biasanya malah males masak, karena kemarin habis makan-makan atau jajan di luar. Ya nggak? Kalo saya sih, kemarin nggak kemana-mana. Beberes rumah dan kebun *punya kebun seuprit aja pamer...hoho. Kebun saya hanya ditanami pisang jenis kepok kuning (kepok taun/ kepok pipit). Tapi ada juga yang nyelip pisang batu yang dimanfaatin daun dan jantungnya (bunga pisang). Jantung pisang batu itu enak banget kalau dimasak. Biasanya sih ditumis dengan teri, atau dimasak gulai dengan ikan asap, bisa juga dimasak urap.
Nah kemarin waktu bersih-bersih kebun, pak suami nemu tiga buah jantung pisang batu. Pagi ini jantung pisangnya saya masak dengan teri dan petai. Rasanya? Hmm...mamamia ...yummy...endang bambang gulindang *pinjem istilah pak Bondan...hehe

Biar nggak penasaran, nih saya bagi cara memasaknya.

Resep Jantung Pisang Teri Petai

Bahan  :
3  buah jantung pisang, kupas, hingga warnanya lebih muda
50  gr  teri (boleh tawar boleh asin), goreng garing
1  papan petai, kupas, belah 2
6  butir bawang merah, iris tipis
3  siung bawang putih, iris halus
5  buah cabai merah, iris serong
5  buah cabai rawit merah, iris serong
1  buah tomat, potong sesuai selera
1  sdm gula jawa, sisir
1/2  sdt garam
1/4  sdt  kaldu bubuk (optional, bila suka)
3  sdm minyak goreng untuk menumis
100 ml air

Cara memasak  :
1. Belah jantung pisang jadi dua bagian, kemudian rebus hingga empuk  

2. Potong-potong jantung pisang rebus sesuai selera


3. Siapkan bumbu-bumbu

4. Goreng teri hingga kering

5. Tumis irisan bawang merah dan bawang putih hingga harum dengan 3 sdm minyak goreng. Masukkan irisan cabai, tomat dan petai. Tambahkan teri yang sudah di goreng, aduk hingga tercampur dengan bumbu.
6. Masukkan potongan jantung pisang. Tambahkan bumbu-bumbu seperti gula jawa, garam dan kaldu bubuk. Aduk rata.

7. Tambahkan air, masak hingga air sedikit menyusut. Jangan lupa dicicipi ya...
8. Sayur jantung pisang teri petai siap dihidangkan.

Masakan sederhana

Gimana? gampang banget kan cara membuatnya. Jantung pisang kaya akan serat yang baik bagi tubuh. Katanya bisa membantu kita-kita yang sedang diet, loh. Selain enak, masakan sederhana  ini juga murah. 

Siap masak, Mommies?? 



Menikmati Mudahnya Belanja Online

Belanja barang incaran
Perempuan mana yang tak tergoda ketika diiming-imingi diskon? Baik itu ketika belanja offline maupun belanja online. Apalagi diskonnya gede-gedean. Secara naluriah, keinginan untuk belanja jadi lebih besar. Ya, kapan lagi bisa dapetin barang bagus dengan harga murah *eh iya nggak sih? 

Bulan ini adalah bulannya belanja online. Istilahnya Harbolnas *ide siapa ini ya? Iya, rupanya tanggal 12 Desember nanti adalah Hari Belanja Online Nasional. Beberapa  Online Shop ternama bahkan melakukan telah promo habis-habisan dengan diskon yang tak masuk akal. Promo ini berhasil menarik minat dan perhatian banyak orang. Semua seolah tak sabar menunggu kedatangan hari spesial itu. Saya sendiri juga menunggu hari itu. Hari dimana saya akan menghabiskan waktu didepan layar PC atau smartphone untuk memilih barang-barang yang sudah saya incar. Hayo, kalian sudah punya wishlist buat belanja online besok belum?



Kalau saya ditanya lebih senang mana belanja offline atau online, saya pasti akan jawab belanja online.

Kenapa?

Alasannya sudah jelas. Belanja online itu mudah dan efisien. Waktu dan tenaga adalah hal yang paling diperhitungkan bagi ibu rumah tangga seperti saya. Kita nggak perlu capek-capek cari barang di mall, nggak buang waktu, nggak nambah biaya makan (biasanya kalau belanja di mall pasti ujung-ujungnya kongkow dan makan). Tinggal buka laptop atau PC atau smartphone, kita bisa memilih website online shop yang kita percaya. Setelah itu, pilih-pilih barang, klik, transfer dan tunggu barang sampai di depan pintu. Mudah, bukan?

Soal belanja online, sudah beberapa kali saya membeli barang secara online. Pernah pula mengalami pengalaman tak menyenangkan dengan oknum pemilik Online Shop. Pernah membeli dua baju dengan harga yang lumayan, ternyata setelah barang sampai tak sesuai dengan ukuran. Iya sih ukurannya XL (body saya kn gede...hahaha) tapi setelah dipakai ternyata kekecilan. Saya seperti lontong berjalan. Nggak nyaman banget makenya. Akhirnya baju itu terpaksa saya hibahkan pada adik ipar saya. Padahal saya sudah berkali-kali menanyakan kepastian ukuran bajunya. Setiap saya tanyakan juga tidak dijawab atau direspon. Saya jadi kapok belanja di Online Shop tersebut.

Pernah juga beli kosmetik dan baju pelangsing (awas kalo ketawa....lagi usaha biar keliatan langsing niih) di salah satu e-commerce besar. Harganya tidak lebih dari 200rb. Kebetulan saya memiliki beberapa voucher yang bisa saya tukar. Ternyata saya juga harus kecewa. Kosmetik yang saya dapatkan ternyata tak sesuai dengan kosmetik yang saya impikan. Ukuran kosmetiknya ternyata mini seperti tester. Untunglah kekecewaan saya terobati dengan ukuran baju pelangsing yang pas. Saya benar-benar bisa terlihat langsing, loh. Sstt...padahal aslinya saya genduut....tapi saya berhasil juga memanipulasi pandangan mata orang. Haha...

Tapi tak semua Online Shop mengecewakan, kok. Banyak juga Online Shop diakui kredibilitasnya. Salah satu contohnya adalah HijUp.  HijUp adalah salah satu Online Shop yang didalamnya telah bergabung beberapa desainer busana muslimah dan hijab ternama seperti Jenahara, Dian Pelangi, Ria Miranda dan lainnya. Belanja di HijUp semudah belanja di online shop lain. Tinggal klik, kita bisa memillih baju dari desainer-desainer ternama. Nggak usah takut tertipu, kunjungi saja websitenya. Disana ada banyak pilihan yang mungkin sesuai dengan selera.
Produk Fashion yang dijual di HijUp



“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.com” - See more at: http://www.annisast.com/2015/12/familytalkxhijup-giveaway-pengalaman.html#sthash.Utw3YBAq.dpuf
“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.com” - See more at: http://www.annisast.com/2015/12/familytalkxhijup-giveaway-pengalaman.html#sthash.Utw3YBAq.dpuf
“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.com” - See more at: http://www.annisast.com/2015/12/familytalkxhijup-giveaway-pengalaman.html#sthash.Utw3YBAq.dpuf
“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.com” - See more at: http://www.annisast.com/2015/12/familytalkxhijup-giveaway-pengalaman.html#sthash.Utw3YBAq.dpuf
“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.com” - See more at: http://www.annisast.com/2015/12/familytalkxhijup-giveaway-pengalaman.html#sthash.Utw3YBAq.dpuf
“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.com” - See more at: http://www.annisast.com/2015/12/familytalkxhijup-giveaway-pengalaman.html#sthash.Utw3YBAq.dpuf
“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.com” - See more at: http://www.annisast.com/2015/12/familytalkxhijup-giveaway-pengalaman.html#sthash.Utw3YBAq.dpuf
“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.com” - See more at: http://www.annisast.com/2015/12/familytalkxhijup-giveaway-pengalaman.html#sthash.Utw3YBAq.dpuf

Kampus Fiksi, Bukan Sekedar Belajar Menulis Fiksi

kampus-fiksi-bukan-sekedar-belajar-menulis-fiksi
Bersama Rektor Kampus Fiksi Edy AH Iyubenu

Hari Minggu, tanggal 29 November 2015 yang lalu saya berkesempatan mengikuti Roadshow Kampus Fiksi yang diadakan di Gedung Wanita Semarang. Setelah sebelumnya mengirim email yang menyatakan kesanggupan untuk mengikuti Kampus Fiksi, karena peserta dibatasi hanya 150 orang saja. Dan acara ini gratis dipersembahkan oleh penerbit Diva Press. Bersamaan dengan acara Kampus Fiksi, ternyata ada Pameran Buku yang juga berlangsung di lokasi yang sama. Sebelum acara dimulai saya sempat melihat-lihat buku. Akhirnya saya kepincut pada bukunya Dewi "DEE" Lestari, Perahu Kertas. Lebih senangnya lagi, banyak juga rekan-rekan satu komunitas yang mengikuti acara Kampus Fiksi ini. Jadi bisa belajar bareng, nih.

Tema yang diusung pada Kampus Fiksi tahun ini adalah bagaimana menulis esai, artikel, makalah dan buku non fiksi. Namun sebelumnya ada materi tentang bagaimana cara melakukan self editing yang disampaikan oleh editor buku Agama penerbit Diva Press. *ups..sorry saya lupa nama pematerinya...haha.
Saya rangkum sedikit hasil dari acara kampus fiksi kemarin ya. InsyaAllah bermanfaat.

kampus-fiksi-bukan-sekedar-belajar-menulis-fiksi
Materi Self Editing

Mengedit tulisan kita sendiri, perlu nggak sih?
Jawabnya adalah PERLU. Karena mengedit tulisan sendiri atau self editing akan memperkecil kemungkinan kesalahan dalam naskah sekaligus memperbesar kemungkinan naskah kita diterima oleh penerbit.

Apa yang harus dijadikan landasan dalam mengedit? 
Ada setidaknya 3 landasan yang dipakai dalam mengedit yaitu KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dan Selingkung (biasanya digunakan oleh penerbit).
Selingkung (bukan selingkuh lho ya..) ini adalah aturan lokal yang dimiliki setiap penerbit. Aturan lokal setiap penerbit berbeda-beda.

Hal-hal apa saja yang perlu diedit?
Ketika mengedit tulisan, fokuslah pada 3 hal, yaitu isi materi, pola kalimat (SPOK) dan kalimat yang ambigu. Kalimat ambigu ini kadang membuat pembaca jadi salah memaknai apa yang dimaksud oleh penulis.
Contohnya seperti kalimat dibawah ini :
>  Akan kudekap kau sampai mati.
    Maksud penulis pada kalimat ini adalah bahwa penulis akan selalu setia, akan selalu mengenang
    sang kekasih hingga akhir hayat.
    Tapi bisa saja pembaca salah persepsi, sehingga kalimat tersebut bermakna bahwa penulis akan
    mendekap sang kekasih hingga sang kekasih mati.
Beda makna, kan? Oleh karena itu kita disarankan untuk berhati-hati dalam memilih kalimat. Jangan sampai kalimat kita ambigu.

Bagaimana sistematika penulisan yang baik?
Nah, ini nih yang harus diperhatikan. Ada beberapa syarat agar tulisan kita sempurna, antara lain :
1]  Sistematis, runtut, tidak berbelit-belit.
2]  Tidak mengulang materi yang sudah dibahas.
3]  Naskah tidak perlu dipanjang-panjangkan.
4]  Memilih diksi yang sesuai dengan KBBI dan maknanya "diakui" oleh KBBI. 
     Kadang kita menemukan tulisan yang salah menempatkan/ menggunakan diksi. 
     Misalnya : Dia hanya diam tak bergeming, padahal arti kata bergeming adalah diam.
5] Tidak membakukan kata berdasarkan asumsi pribadi atau membuat istilah sendiri yang tidak dipahami oleh orang lain.
6] Memperhatikan penggunaan tanda baca dan huruf kapital, karena bisa berpengaruh terhadap 
makna kalimat.     Misalnya  : Jangan buang nasi itu, sayang. (menyayangkan)
                                                Jangan buang nasi itu, Sayang. (ungkapan sayang)

Bener-bener deh, baru dapat materi pertama saja sudah terbayang dosa-dosa saya dalam menulis. Diksi, EYD, KBBI....lewat. Harus segera kembali ke jalan yang benar dalam menulis, kalau tidak ingin dibilang penulis ecek-ecek.

kampus-fiksi-bukan-sekedar-belajar-menulis-fiksi
Materi prinsip pokok menulis esai, artikel, makalah dan buku

Lain soal self editing, lain pula soal prinsip-prinsip pokok menulis esai, artikel, makalah dan buku. Materi kedua ini disampaikan oleh Rektor Kampus Fiksi, Edy AH. Iyubenu. Cara penyampaian materinya asyik dan tidak membosankan.

Menurut pak Edy, sebelum menulis sebaiknya penulis melakukan tiga tahapan ini.
Tahap pertama  yaitu Pra Menulis
Sebelum menulis sebaiknya penulis melakukan hal-hal berikut ini  :
  • Menabung dan memilih ide (kegelisahan intelektual), bisa karena buah bacaan, permenungan, pengamatan dan aktualitas.
  • Mastering (penguasaan mainstream), kian detail tentu kian kuat.
  • Penjajagan landasan teori yang hendak dipakai membedah ide.
  • Memahami common sense atau cocoklogi (istilah pak Edy) dan proporsi.
  • Membuat outline/ kerangka tulisan (jika dibutuhkan atau belum terbiasa).
Tahap kedua  yaitu  Saat Menulis
Apa saja yang harus dilakukan saat kita menulis?
  • Membangun opening yang memikat, yang menghadirkan greget atau pertanyaan.
  • Menyajikan materi dengan runtut, sistematis antar kalimat dan antar paragraf.
  • Disiplin pada outline yang telah dibuat, boleh juga disisipkan selipan-selipan kecil dari tokoh-tokoh terkenal dan terkait.
  • Teknik analisis yang dilakukan serupa dengan orang yang hendak naik gunung, yaitu menanjak, puncak dan menurun.
  • Akhiri dengan kalimat impresif, menghentak, menggugah dan berkesan mendalam.
Tahap ketiga yaitu Pasca Menulis 
Setelah selesai menulis, apa yang biasanya kita lakukan? dibaca lagi sambil self editing atau langsung kirim? Penulis yang baik sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini :
  • Endapkan. Tinggalkan dulu tulisan kita selama beberapa hari, agar kita lebih calm.
  • Lakukan self editing, membaca ulang tulisan kita dengan teliti, koreksi kesalahan ketik, kekurangan struktur kalimat, ulasan dan sebagainya.
  • Pertajam topik atau materi tulisan.
  • Perkaya dengan diksi, kosa kata, gaya berkalimat agar lebih lezat disantap (wuih...bahasanya pak Edy)
  • Bila sudah benar-benar yakin dan percaya diri, kirimkan tulisan kita ke media yang diinginkan.
  • Good attitude.
Selain menjelaskan tentang tahap-tahap yang harus dilalui oleh penulis, pak Edy juga mengungkapkan berbagai masalah yang biasanya dialami oleh para penulis pemula (seperti saya..hehe).
Secara umum, problem/ masalah yang  biasanya dialami oleh penulis pemula adalah  :
  • Menulis dari ruang kosong akibat miskin ide, sekedar ikut-ikutan trend, malas membaca dan menempuh kontemplasi (batin) dan gagal metodologi (nalar kritis). Harusnya, tuliskan hanya yang diminati dan dikuasai.
  • Abai metodologi. Padahal metodologi adalah "cara berpikir" yang ibaratnya box and box. Lalu kita pilih box mana yang akan dipakai. Metodologi sederhananya mencakup urusan pendekatan atau "perspektif" dan kerangka atau landasan teori dalam membedah tema dan ide (kegelisahan intelektual) adalah tulisan.
  • Memahami karakter media atau pembaca buku yang disasar.
  • Penulis baru biasanya terjebak pada gaya kliping. Fakir proposisi analitik apalagi inversi (bahasa tingkat tinggi, nih).
  • Tidak membuat outline, sehingga tulisan akan berputar-putar, mengulang-ulang, tidak fokus dan tidak tajam.
  • Tidak melakukan pengendapan tulisan, sehingga tulisannya akan kotor dan acak-acakan akibat terlalu percaya diri bahwa tulisannya sudah istimewa.
  • Tidak sabar untuk menempuh proses kreatif.
  • Sombong atas kemampuannya sehingga lupa berdoa dan beribadah demi kelancaran proses kreatifnya.
Mak jleb sekali mendengarkan penjelasan dari pak Edy. Ternyata saya belum masuk kategori penulis yang baik. Makanya beruntung sekali saya bisa ikut Kampus Fiksi edisi Non Fiksi kemarin.
Semoga akan ada lagi kesempatan untuk menambah ilmu kepenulisan. Sekarang, waktunya untuk mempraktekkan ilmu. Semangat menulis, kawaan.


Hampir Kepincut Bule Kanada

Kepincut Bule Kanada? Haha... Kok bisa? Gimana ceritanya tuh?
Gegara ada yang tanya, dimana dulu saya belajar bahasa Inggris makanya saya jadi ingat sama seseorang. Sosok itulah yang membuat saya mati-matian belajar bahasa Inggris. Bill. Namanya Bill.

Selepas SMA tahun 1997, saya bekerja di sebuah perusahaan pengolahan kayu di Gresik. Daripada nggak ngapa-ngapain setelah tidak lolos seleksi masuk STAN, jadi mending saya kerja aja deh. Umur saya waktu itu masih 18 tahun (masih unyu-unyuu...) dan bekerja sebagai staff Administrasi Produksi. Tugas saya waktu itu adalah mencatat dan mengupdate hasil produksi kayu olahan setiap harinya. Selain itu, kadang mengecek kondisi dan stock log (kayu gelondongan) yang ada. Saya juga harus hafal jenis-jenis kayu, nama produk jadinya, ukurannya...dan sebagainya...dan sebagainya.
Meski jadi staff administrasi produksi, saya lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan. Kalau teman-teman staff lain berpakaian modis, memakai rok dengan high heel, tapi tidak dengan saya. Saya lebih banyak memakai celana jeans, kaos atau kemeja, sepatu kets dan topi. Pakai baju resmi hanya kalau harus ikut meeting saja. 

Perusahaan kayu tempat saya bekerja adalah perusahaan eksportir kayu olahan yang cukup besar. Italia, Kanada, Jerman, Swiss, Jepang, Korea dan China yang menjadi tujuan ekspornya. Biasanya perusahaan pengimport kayu olahan itu mengirimkan para Gradernya untuk mengecek kualitas kayu hasil produksi. Jadi, nggak heran kalau hampir tiap hari banyak bule berseliweran di tempat saya bekerja. Salah satunya adalah Bill. Bill adalah bule Grader yang berasal dari Kanada. 

Sebenarnya saya paling nggak mau kalau disuruh menemani Grader (QC) untuk mengecek kayu. Bukan karena apa-apa, tapi karena terkendala bahasa. Bahasa Inggris saya kan ecek-ecek...hahaha. Iya sih, dulu pernah dapat nilai tertinggi di sekolah, tapi kan itu teori. Prakteknya? Cuma YES, NO, I DON'T KNOW, THANK YOU. Dah...segitu doang. Hahaha..
Rupanya hari itu adalah saya "Ketiban Pulung". Staff yang biasanya menemani Grader tidak ada, dan staff yang lain tidak ada yang punya nyali untuk menemani. Tapi saya tahu, sebenarnya mereka itu takut mati gaya di depan Grader. Jadilah mereka memaksa saya yang paling unyu, paling bontot ini untuk menemani si Grader. Rupanya  Grader yang datang pada hari itu adalah Bill. Sebenarnya penampakan Bill itu bisa dibilang kiyut (cute) lah.. Usianya kira-kira menjelang 30 tahunan. Yang seangkatan sama saya (generasi 90an) pasti tahu Boy Band New Kid on The Block kaan? Ya ampun, tua banget saya...*yaelah. Nah..Bill itu mirip-mirip lah sama Jonathan Knight. Manis banget, kaaaan....

Jonathan Knight

Lah, daripada di bully sama senior mending nurut deh... Cuma nemenin Bill meriksa kayu doang. Tapi gimana nanti kalo Bill nanya-nanya soal kayu. Jawabnya gimana, dong? Masak I don't know terus. Diam-diam saya berdoa semoga Bill lagi sariawan, jadi nggak usah banyak tanya... *jahaaat.

Saya dan Bill berjalan beriringan menuju tempat kayu yang siap di periksa. Keringat dingin mulai mengucur. "Duh Bill...kamu jangan ngomong ya...jangan ngomong....jangan ngomong,"mulut saya komat kamit seperti merapal mantra.
  "So...your name is Ita, right?" tiba-tiba Bill bersuara.
  "Yes... I'm Ita," jawab saya. Kalo nanyanya cuma gitu sih, saya masih bisa jawab.
  "Do you speak English?" tanya Bill.
  "No. I can't speak English well," jawab saya sekenanya.
Bill malah tertawa. Jangan-jangan saya salah ngomong, ya.
  "Really? I think you can speak well," ujar Bill. Ya pokoknya gitulah ngomongnya.
Duh, ini bule nggak tahu apa..., kalo sebenarnya itu kalimat pamungkas saya supaya nggak diajak ngobrol. Selama memeriksa kayu..saya cuma bisa menjawab yes, no...yes..no..this is merbau, that is meranti batu, this is ramin. Jadinya saya dan Bill ngobrol dengan bahasa yang campur-campur. Untung aja si bule mudeng apa yang saya jelaskan.  Ooh...God.
Pengalaman pertama menemani Grader, saya merasa jadi seperti orang tolol seduniaaa.

Kejadian memalukan itu saya ceritakan pada tante saya yang juga sekretaris direktur tempat saya bekerja. Tante menyarankan agar saya  kursus bahasa Inggris saja. Tapi mana sempat. Saya kerja dari hari Senin hingga Sabtu. Benar-benar nggak ada waktu. Tapi bagaimanapun juga saya harus bisa.
Akhirnya saya kepikiran untuk belajar bahasa Inggris secara otodidak saja. Saya belajar dari film. Saya catat setiap dialog berikut terjemahannya. Itung-itung melatih kemampuan listening dan writing saya, kan. Kalo speaking dan grammar, yang penting punya nyali saja. Nekaaat. Selain itu saya juga banyak membaca buku. Macam-macam lah bukunya.
Hampir setiap malam saya menyempatkan untuk menonton film. Sampai-sampai tak terasa buku catatan saya terkumpul hingga empat buku agenda. Isinya? Bermacam dialog dari berbagai film.

Catatan belajar bahasa Inggris otodidak saya

Setelah belajar, saya sedikit lebih pede (sedikit lho yaa..) kalo ngobrol dengan Bill ataupun Grader lain (tapi seringan sama Bill sih..hehe). Saya dan Bill mulai dekat. Tapi tante saya sudah wanti-wanti untuk jaga jarak dengan bule manapun termasuk Bill. Bahkan sedikit menakut-nakuti saya kalau Bill bisa saja membawa lari saya ke negaranya. Hehehe. Sepertinya beliau mulai melihat gelagat kalo Bill ada "something" pada saya (uuuuh...kelewatan pedenyaa..). Mungkin karena Bill sering membawakan saya sesuatu kalo sedang datang ke tempat saya. Padahal dalam hati saya sering berharap "ayo Bill...culik aku ke negaramu..." hahaha...ternyata dulu saya segitunya yak..(otak Ababil banget).

Bill jadi sering membawa sesuatu kalau sedang ke kantor. Kadang membawa sekotak donat (Dunkin) dengan beberapa kaleng coke untuk dibagi teman-teman sekantor. Bahkan Bill pernah mengajak saya dan beberapa teman makan siang. Pernah juga saya dan beberapa teman diajaknya nonton. Waktu itu lagi hits film "Titanic". Seneng sih sebenarnya bisa jalan dengan bule seganteng Bill. Maklum, jaman saya dulu kalo ada yang jalan dengan bule pasti jadi pusat perhatian. Ada rasa gimana gitu (pongah dikiit)..Hahaha...ndesoooo.

Entah kenapa lama-lama saya jadi merasa kangen kalo Bill lama nggak datang untuk melihat kayu. Mau telpon atau sms nggak bisa...kan jaman saya dulu belum banyak yang punya hape. Bill sih punya tapi saya enggak...*LOL. Bisanya kirim pesan lewat pager. Tahu pager, kaan? tapi saya kudu telpon ke pusat layanannya supaya pesan saya sampai. Dan saya....Ogah. Males. Mending menunggu sambil merindu...hihi.

Tanggal 28 April 1998. Hari itu ternyata hari terakhir Bill berada di Indonesia, karena tugasnya sebagai Grader selesai. Kontrak kerjasama perusahaannya dengan perusahaan tempat saya bekerja sudah berakhir. Seperti grader-grader yang lain, Bill juga berpamitan pada seluruh staff kantor. Saya diberinya sebuah topi H&R warna merah hitam karena dulu saya selalu bertopi. Sekarang topi itu entah kemana rimbanya. Seperti halnya Bill...yang juga tak ada kabarnya. Mungkin kini Bill sudah berkeluarga seperti saya. Sering saya berandai-andai, seandainya Bill datang ke Indonesia dan mencari saya..trus ngajak saya dan keluarga jalan-jalan ke Kanada sana. Haha...mimpi kali ye..





Yes, I am The Luckiest Person In The Galaxy

yes-i'am-the-luckiest-person-in-the-galaxy

Samsung Galaxy Gift Indonesia Experience 

Are you the luckiest person in the galaxy? So pasti saya jawab kenceng-kenceng, deh. Yes, I am. Tahu nggak karena apa? Karena saya adalah  salah satu dari jutaan Galaxian (sebutan bagi pengguna Samsung Galaxy) yang siap menerima Kejutan Tanpa Henti dari Samsung. Pasalnya Samsung sedang berbaik hati menghujani semua Galaxian yang memasang aplikasi Samsung Galaxy Gift Indonesia di devicenya dengan hadiah. Galaxian yang loyal dan aktif menggunakan aplikasi Samsung Galaxy Gift Indonesia akan diundi setiap minggunya untuk mendapatkan Kejutan Tanpa Henti berupa :
  • 10 Motor Honda Beat
  • 10 Paket Liburan senilai @8 juta rupiah
  • 20 Voucher Belanja dari Alfamart senilai @1 juta rupiah
yes-i'am-the-luckiest-person-in-the-galaxy
Kejutan Tanpa Henti di Satu Aplikasi

Mupeng kan, lihat hadiahnya? Promo ini berlangsung dari tanggal 16 November hingga 16 Desember 2015 pukul 23.59. Jadi kamu masih punya banyak kesempatan untuk mendapatkan hadiah.
Semua device Samsung dapat memasang aplikasi ini, seperti halnya Samsung Galaxy Tab 3V punya saya nih. Saya telah memasang aplikasi ini sejak membelinya bulan Juni lalu.  Kalian mau juga? Download dulu aplikasinya  DISINI. 

yes-i'am-the-luckiest-person-in-the-galaxy
Aplikasi di Galaxy Tab 3V saya
Setelah aplikasi Samsung Galaxy Gift Indonesia terpasang, segera aktifkan akun dan mengisi data diri secara lengkap. Ikuti langkah-langkahnya, maka kamu akan mendapat berkesempatan untuk mendapatkan  Kejutan Tanpa Henti dari Samsung Galaxy Gift Indonesia.

Cara penggunaan Samsung Galaxy Gift Indonesia

Setelah semua data profil terisi, maka tampilan pada layar device kamu akan terlihat seperti dibawah ini. Jangan lupa, pasang foto profil kamu yang paling keren, seperti punya saya ini lho. Haha..


yes-i'am-the-luckiest-person-in-the-galaxy
Profil saya di Samsung Galaxy Gift Indonesia

Setelah itu kamu bisa mengeksplor menu-menu yang ada pada aplikasi Samsung Galaxy Gift Indonesia, seperti LIFE, GIFT dan KUPON. Keuntungan memiliki aplikasi ini banyak. Kamu akan mendapatkan berbagai penawaran-penawaran menarik dari merchant seperti Fashion, F&B dan Entertainment  seperti di bawah ini. Kalau kamu suka fashion akan ada promo diskon dan voucher produk-produk fashion dari merk ternama. Bagi yang suka liburan, bisa juga mendapatkan diskon hotel dan tiket pesawat. Ini nih yang saya incer. Kapan lagi bisa beli tiket pesawat dan nginep di Hotel dengan harga diskon?

Merchant Samsung Galaxy Gift Indonesia

Akan ada notifikasi promo, baik GIFT maupun LIFE dari aplikasi ini. Agar bisa mendapatkan kupon  kamu harus cepat-cepat merespon notifikasi karena kamu harus bersaing dengan ribuan Galaxian lainnya. Jangan sampai kehabisan, karena peminatnya sangat banyak.


Banyak Promo yang bisa diambil tiap hari

Bagi penyuka gratisan seperti saya, kesempatan untuk me-redeem berbagai merchant GIFT sayang banget kalau dilewatkan. Jadi begitu ada notifikasi pasti segera saya buka. Kalau beruntung kita bisa dapat kupon untuk me-redeem merchant seperti ini, nih. Lumayan kan. Bisa hemat uang jajan. Hehe..


Gift Menarik dari merchant F&B

Tapi sayang banget nih, beberapa waktu yang lalu saya masih kalah cepat dengan Galaxian lain. Padahal baru juga 5 menit promo GIFT berjalan, sudah ludes saja kuponnya.


Gagal mendapat kupon Redeem

Tak mau gagal lagi, setiap ada notifikasi pasti langsung saya buka. Saya tidak boleh kalah cepat dengan Galaxian lain. Kali ini ada promo GIFT free Cornetto Black&White yang bisa di redeem di Indomaret mana saja. Wah kebetulan banget, ini es krim kesukaan saya.


Gift Merchant Cornetto

Baca dulu syarat dan ketentuannya, kalau merchant yang ada cocok dengan  apa yang kamu mau langsung saja klik AMBIL PROMO. Kemudian masukkan text untuk pemeriksaan keamanan dan klik YA.




Tunggu beberapa saat untuk mengetahui status permintaan kita, apakah kita bisa me-redeem merchant atau tidak. Boleh lah menunggu sambil berdoa.




Yeaaayy....akhirnya saya berhasil  juga mendapatkan  kupon Wall's Cornetto Black & White. Kupon ini bisa di redeem di Indomaret berbagai cabang. Tapi ingat, ada batas waktu penukaran lho. Jangan sampai kupon kita hangus hanya karena tidak memperhatikan batas waktu penukaran. Sayang banget, kan.




Sebelum habis masa berlakunya, segera tukarkan kupon ke tempat atau toko yang ditunjuk. Untuk me-redeem merchant tunjukkan kode voucher yang kita dapat kepada kasir. Dan, semuanya ini benar-benar bisa kita dapatkan secara cuma-cuma alias FREE.


Kode voucher
yes-i'am-the-luckiest-person-in-the-galaxy
Asyiik dapat Cornetto gratis

Ternyata seru juga punya aplikasi Samsung Galaxy Gift Indonesia. Sepertinya saya harus berjuang lebih keras dan lebih aktif lagi menggunakan aplikasi ini supaya bisa ikut undian. Siapa tahu saya bisa jadi salah satu pemenang mingguannya.
Kamu mau ikutan juga?