Dear Friends,
Rasanya sudah lumayan lama saya nggak nonton film di bioskop. Biasanya sih nonton DVD di rumah. Tahu sendiri dong, kalau emak-emak biasanya banyak pertimbangan ketika mau nonton di bisokop. Yang paling kepikiran sih, kalau harus ninggalin anak-anak di rumah. Secara saya ini nggak punya ART..*eh kok malah curhat. Haha..
Pucuk dicinta ulampun tiba, tak disangka tak dinyana saya dapat kesempatan untuk nonton bareng film terbaru dari Starvision. Bagai diberi segelas air saat kehausan, saya tak menyia-nyiakan kesempatan dong. Apalagi selain nonton film saya juga bisa ketemu sama pemeran utamanya yaitu Kemal Palevi dan Anisa Rahma. Seru nggak, tuh?
Sudah diwanti-wanti sama mbak Dedew supaya datang sebelum acara dimulai, saya buru-buru berangkat saat jam menunjukkan jam 1 siang. Bersama si putih, akhirnya melesatlah saya ke Citraland dimana saya juga janjian dengan mbak Wati (rekan blogger). Ternyata di TKP sudah menunggu juga rekan-rekan media dan blogger lain.
foto credit mbak Wati. Tiket nobar Jagoan Instan
Saya dan teman-teman menunggu di depan pintu masuk Cinema XXI, pasalnya di lobi penonton membludak. Rata-rata sih masih abege, terlihat dari seragam sekolah yang masih dipakai. Nggak heran sih, karena film Jagoan Instan ini memang ditujukan untuk semua umur. Apalagi para pemainnya juga memiliki banyak fans para abege itu. 
dokpri. Suasana di lobi Cinema XXI
Film Jagoan Instan sendiri merupakan film produksi pertama Starvision diawal tahun 2016 ini. Dibintangi para pemain muda berbakat seperti Kemal Pahlevi, Anisa Rahma, Kevin Julio, film ini diyakini mampu menyedot perhatian. Apalagi didukung akting artis kawakan seperti Dede Yusuf dan Meriam Bellina yang mampu mengobati rasa rindu penggemar akan akting mereka di film. Termasuk sayaaa *wuaa..jadi ketahuan umurnya deh.

Dede Yusuf, makin tua makin berkharisma
Film ini bercerita tentang seorang bekas jagoan di Indonesia yang bernama Slamet Gunadi (Om Gun) yang diperankan oleh Dede Yusuf. Om Gun yang merasa gagal memperbaiki keadaan karena korupsi dan kejahatan masih merajalela mengundang tiga jagoan Amerika yang sedang menganggur. Om Gun minta dibawakan serum yang bisa membuat seseorang menjadi jagoan. Om Gun lalu merekrut keponakannya yang bernama Bumi (Kemal Pahlevi). Bumi menolak karena merasa hidupnya sudah penuh dengan beban karena ayahnya sakit. Namun Bumi yang awalnya menolak menjadi jagoan instan akhirnya mau setelah mendapati pacarnya, Pertiwi (Anisa Rahma) direbut oleh pemuda berwajah jelek nan kaya yaitu Romeo (Kevin Julio). Bumi ingin membalas perlakuan Romeo dan anak buahnya yang telah memukulinya hanya gara-gara mengatakan kalau Romeo berwajah jelek. Ternyata si Romeo ini adalah putra tunggal dari Ratu Gelondongan (Meriam Bellina), pimpinan perhimpunan pembalak hutan seluruh Indonesia. 
Dengan serum jagoan yang dibawa dari Amerika, Bumi pun memiliki kekuatan dan kehebatan. Namun bila pengaruh serum habis maka Bumi kembali menjadi manusia biasa. Jagoan hebat tapi kadang-kadang repot. Tugas Bumi untuk memberantas kejahatan ternyata banyak, mulai dari memata-matai anggota DPR yang studi banding ke Jepang, menyelamatkan mbah Parto sang penunggu gunung hingga menyelamatkan uang satu ember dari rumah koruptor. 
Akhirnya Bumi harus berhadapan dengan musuh bebuyutannya yaitu Romeo. Dengan akal liciknya Romeo berusaha memiliki serum untuk ditukar dengan Pertiwi. Karena masih mencintai Pertiwi, Bumi pun menyerahkan serum jagoan tersebut pada Romeo. Romeo yang ingin memiliki kekuatan seperti Bumi menyuntikkan serum tersebut ke tubuhnya. Setelah memiliki kekuatan super Romeo menantang Bumi untuk berduel. Akhirnya keduanyapun duel hingga berhari-hari.
Nah, kira-kira siapa yang menang ya? Lalu bagaimana ending dari film ini? Pasti penasaran, kan?

Menonton film ini benar-benar menyehatkan lho pasalnya banyak adegan dan dialog yang mengundang gelak tawa. Apalagi ketika melihat Kevin Julio yang memerankan tokoh Romeo. Wajah ganteng Kevin seketika berubah jadi ancur, apalagi kalau si Kevin meringis. Beneran saya sampai nggak bisa nahan tawa.

 Salah satu adegan film Jagoan Instan
Musfar Yasin sebagai penulis skenario film Jagoan Instan menuturkan bahwa di film ini beliau juga bicara tentang Indonesia kekinian. Dengan idiom film superhero, Musfar Yasin memanfaatkan peluang ke segmen yang luas untuk bicara tentang apatisme dan langkanya kejujuran.
Fajar Bustomi sang sutradara, ikut merasakan kegelisahan Musfar Yasin terhadap negara dan bangsa ini ketika membaca skenario film Jagoan Instan. Korupsi dan kejahatan-kejahatan moral yang merajalela di negara ini sehingga tokoh Jagoan Instan dibuat dengan tujuan untuk menciptakan semangat bahwa korupsi di negara ini harus segera diatasi dan diberantas secepat mungkin. Ide cerita yang positif dan inspiratif diimbangi dengan kekuatan bertutur dikemas dengan cerita ringan nan kocak. Diharapkan film ini mampu menghibur semua kalangan dalam keluarga Indonesia. Apalagi film Jagoan Instan ini adalah film genre action comedy superhero yang jarang ada di perfilman Indonesia.

Kalau kalian penasaran dengan ending cerita film Jagoan Instan ini, tonton aja filmnya di bioskop terdekat mulai tanggal 18 Februari 2016. Dijamin, kalian bakalan ngakak terus deh.

dokpri. Pemeran utama Jagoan Instan
foto credit mas Hyudi. Wefie dengan salah satu pemeran utama, seruuu...
 Keseruan nonton bareng film Jagoan Instan berakhir dengan wefie. Nggak eksis kalo nggak narsis. Betul?