Dear Friends,

Sejak aktif menjadi blogger setahun belakangan ini, saya jadi sering menghadiri berbagai event. Baik itu event khusus seperti gathering, launching,  maupun event umum seperti seminar. Selama ini saya selalu ditemani si putih (sepeda motor saya) untuk mobilitas saya ke berbagai event tersebut. Tak tahu arah jalan, kesasar sampai berkilo-kilo jauhnya hingga kehujanan sudah jadi makanan saya. Yah.., meskipun saya sudah beberapa tahun tinggal di Semarang, masih saja sering salah alamat alias kesasar. Akibatnya bisa dipastikan saya datang terlambat. Nah, kalau sering terlambat lama-lama tengsin juga doong. *langsung ngapalin peta kota.  
Beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman menghadiri event yang diadakan di sebuah cafe. Sayangnya tak ada satupun diantara kami yang tahu dimana lokasi cafe itu berada. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat bersama naik taksi, supaya kalau telat datang juga bisa sama-sama. Saya yang biasanya memakai sepeda motor pun memutuskan untuk berangkat bersama teman-teman naik taksi. Padahal sih, alasan sebenarnya supaya saya nggak nyasar kemana-mana dan nggak kehujanan. Cuaca kota Semarang belakangan ini memang tak menentu.
Sebelum memesan taksi, seorang teman bertanya, “Eh, kita pesan taksi Blue Bird kan?”.
“Iya, memangnya kenapa?” jawab teman lain.
“Soalnya aku punya pengalaman buruk dengan taksi lain. Sudah nggak mau pake argo, eh ngemplang lagi”, tuturnya.
“Jangan kuatir, kita naik taksi yang dipercaya  kok. Aku pesan melalui aplikasi My Blue Bird,”sahut saya.
Saya sendiri termasuk orang yang suka pilih-pilih, salah satunya ketika harus memilih moda transportasi. Yang menjadi pertimbangan pertama ketika memilih adalah kenyamanan dan pelayanan. Armada bagus tapi pelayanan buruk, nggak bakal saya pilih. Saya yakin Blue Bird memiliki kualifikasi yang saya dan teman-teman inginkan, yaitu armada yang nyaman dan pelayanan yang memuaskan. 

Tak berapa lama, taksi Blue Bird yang kami pesanpun datang. Dengan ramah, pak sopir menyapa “Selamat siang Ibu, mau diantar kemana?”

Pak Ngatwanto, si sopir yang ramah
“Ke cafe S ya, pak. Tapi kami nggak ada yang tahu alamatnya di jalan apa. Bapak tahu nggak cafe S lokasinya dimana?”
“InsyaAllah tahu, Bu. Sepertinya cafe S ada di jalan T, daerah atas”, jawab pak sopir.
“Alhamdulillah”, kata kami serempak. 

Sempat wefie di dalam taksi
Tiba di cafe S hujan turun cukup deras. Teman saya sempat meminta pada pak sopir untuk parkir di dekat pintu masuk cafe supaya baju kami tak terlalu basah terkena air hujan.
“Nanti saya antar satu per satu saja, Bu. Daripada nanti bajunya basah”, kata pak sopir.
Saya dan teman-teman bernafas lega karena tak harus berlari dibawah hujan dan berbasah-basahan. Satu per satu saya dan teman-teman diantar sampai ke depan pintu cafe. 
Wah, salut banget nih sama pak sopir yang mau nganterin ibu-ibu satu per satu. Biasanya sih, banyak sopir yang cuek aja penumpangnya kehujanan kek, kerepotan kek. Yang penting dapat duit aja. Tapi hari ini kami terkesan sekali pada sopir taksi Blue Bird yang bersikap melayani penumpangnya ini. Ah ya, saya pikir inilah salah satu bentuk marketing yang baik. Dengan keramahan dan pelayanan sepenuh hati, maka penumpang akan memiliki kesan baik pada taksi Blue Bird. Karena kesan yang baik akan selalu terukir dalam ingatan.

Oh iya, kalian memiliki perjalanan berkesan dengan taksi Blue Bird?
Kalau punya, tulis saja perjalanan berkesan kalian dalam bentuk blog, dan kirimkan #SekotakPenuhKesan blog competition ke https://goo.gl/1BWiLP.
Hadiahnya GoPro Hero4, Samsung Gear S2 Smartwatch, Voucher MatahariMall.com @Rp1.000.000 . Aaaak. Tuuh, mupeng kan liat hadiahnya? Segera tulis pengalaman berkesan kalian bersama Blue Bird, karena tulisan kalian ditunggu hingga tanggal 2 Mei 2016 saja.
Info lengkapnya bisa cek website Blue Bird Blog Competition #SekotakPenuhKesan. Jangan sampai kelewatan, ya!