Dear Friends,
Lebaran telah usai, tapi rasanya enggan beranjak dari suasana dan kenangan manisnya. Ingin sekali rasanya supaya lebaran jangan cepat berlalu. Apalagi bagi saya yang hanya bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga besar saat lebaran saja. Ingin sekali rasanya berkumpul lebih lama lagi. Apalagi selalu ada cerita dan keseruan yang berbeda setiap tahunnya.

Seperti yang sudah-sudah, saya selalu mudik sebelum lebaran. Apalagi kini Bapak hanya seorang diri di kampung halaman, tentu akan kerepotan kalau harus menyiapkan keperluan lebaran sendiri. Dua adik saya telah menikah, jadi mereka juga harus meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga pasangannya masing-masing.

Akhirnya Mudik Juga

Dua hari jelang hari Raya keluarga kecil saya akhirnya mudik juga. Padahal beberapa hari sebelumnya saya dan suami cukup galau, karena rental mobil tempat kami biasa menyewa sudah full booked. Tadinya mau pasrah saja, mungkin Lebaran tahun ini kami kembali harus mudik dengan mengendarai sepeda motor. Saya dan suami tak mungkin memilih transportasi lain selain menyewa mobil atau mengendarai motor, karena alat transportasi menuju ke kampung halaman saya terbatas. Harus menunggu berjam-jam untuk bisa berangkat. Hingga hari-hari menjelang keberangkatan, kami belum mendapat jawaban pasti apakah ada mobil yang bisa kami sewa.

Akhirnya setelah menunggu kepastian berhari-hari, ada juga mobil yang bisa kami sewa. Alhamdulillah, nggak jadi mudik dengan sepeda motor. Tadinya sudah mikir aja, gimana cara bawa barang banyak pake sepeda motor. Perjalanan mudik ke kampung halaman saya sangat lancar dan hanya ditempuh dalam waktu 3 jam perjalanan. Normal sih, untuk waktu tempuh dari Semarang ke Purworejo. Mungkin karena kami berangkat selepas sholat subuh, jadi jalanan belum begitu padat oleh kendaraan para pemudik lain. Kami juga beberapa kali berhenti untuk membeli bensin dan membeli bibit tanaman. Kebetulan lebaran kali ini suami bisa menyewa mobil, jadi bisa membawa barang yang lumayan banyak. Alhamdulillah.

Perjalanan saat mudik sangat lancaar

Lebaran Bersama Bapak

Lebaran tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya Pakdhe (kakak dari Ibu) akan menerima lamaran untuk putrinya (kakak sepupu saya) pada H+3 lebaran. Hal ini membuat keluarga besar sepakat untuk berkumpul bersama setelah lebaran. Jadilah hari-hari menjelang dan awal lebaran hanya dilalui bersama keluarga inti saja. Hanya ada keluarga kecil saya, Bapak, adik bungsu dan adik lelaki saya. Meski hanya ber-delapan, tapi Lebaran kami tetap hepi kok.

Sehari sebelum Lebaran, Bapak sudah memesan dua ekor menthog di pedagang menthog langganan. Menthog pesanan biasanya sekalian disembelih dan dipotong-potong sesuai permintaan. Jadi saya tinggal meracik bumbu dan memasaknya. Sudah menjadi tradisi di keluarga saya, memasak opor menthog untuk disajikan di hari terakhir puasa dan hari pertama Lebaran. Dan setelah Ibu meninggal, sayalah yang menggantikan tugas Ibu untuk menyiapkan hidangan. Kata keluarga saya sih, rasa masakan saya tak jauh beda dari masakan Ibu.

Setelah sholat Ied, kami menyantap (lagi) ketupat opor yang sudah saya siapkan. Selesai makan, kami bersiap untuk sungkeman. Ini bagian yang paling mengharukan. Biasanya saya dan adik-adik akan berlinangan air mata meski sambil tertawa-tawa, berpelukan dan saling meminta maaf.

Sungkeman
Bersama Bapak dan 2 dari 3 adik saya
Bapak bersama keluarga kecil saya
Seru-seruan aja  :D

Bersama-sama

Bertemu Sahabat Lama

Selain bersilaturrahim dengan keluarga besar, kerabat dekat dan tetangga, saya juga memiliki agenda khusus untuk bertemu dengan sahabat-sahabat saya saat SMA. Sudah 19 tahun saya dan sahabat-sahabat saya itu tak bertemu. Tepatnya setelah kami lulus tahun 1997 lalu. Masing-masing sudah memiliki keluarga dan tinggal di daerah yang berbeda. Akhirnya saya dan dua sahabat saya ini memutuskan untuk bertemu di rumah saya saja. Terbayang sudah keseruan saat kami bertemu. Dan bisa ditebak, kami bernostalgia melepas rindu membicarakan mantan. Haha. Ssstt...

Yuli, saya dan Nano
Akhir mini reuni yang manis di warung bakso

 Acara Lamaran di Yogya

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Sabtu (9/07/2016) keluarga besar saya berkumpul di rumah Pakdhe di Yogya. Karena acara lamaran akan dimulai pada pukul 19.00, saya dan keluarga berangkat dari Purworejo sekitar pukul 15.30. Karena takut kena macet, akhirnya kami memutuskan untuk lewat jalan alternatif melalui Kaligesing. Benar juga perkiraan kami. Tak sampai 2 jam, akhirnya kami tiba di rumah Pakdhe dengan selamat tanpa terkena macet. Keluarga besar telah berkumpul dan saling melepas rindu setelah hampir setahun tak bertemu. Sembari menunggu acara dimulai, kami asyik bercengkerama. InsyaAllah keluarga besar kami akan berkumpul lagi akhir September nanti di Yogyakarta. Aaah, jadi pengen cepet-cepet ketemu dan melepas rindu lagi. 

Yaak, kami adalah keluarga berdagu lancip haha.. :P
Lebaran tahun ini juga memiliki kenangan manis yang tak akan pernah saya dan keluarga besar saya lupakan. Karena tahun ini keluarga besar kami akan memiliki anggota baru, yang artinya keluarga kami akan menjadi makin besar lagi. Alhamdulillah. 

Bagaimana dengan cerita lebaran kalian, temans? Pasti juga memiliki kesan dan kenangan yang tak akan terlupakan .

Oh iya teman-teman hijaber, ada event menarik untuk kalian nih. Tanggal 7-8 Agustus 2016 DiaryHijaber mengadakan acara dalam rangka menyambut Hari Hijaber Nasional. Pastikan kalian hadir di acara Hari Hijaber Nasional ini, karena akan ada Alyssa Subandono, Dude Harlino, Ustadz Maulana, dr. Oktri Manesa dan Muzdalifah yang turut memeriahkan acara ini. Jangan sampai ketinggalan karena selain para bintang tamu yang akan hadir, kalian juga bisa menyaksikan Fashion Show, Talkshow, Tausiyah hingga Bazar. Jangan sampai ketinggalan ya.