Dear Friends,

"Emas yang membeli kesehatan tidak pernah dapat membeli yang sakit habiskan" (Thomas Dekker)


Banyak yang mengatakan bahwa lebih baik hidup pas-pasan tapi sehat, daripada kaya raya tapi sakit-sakitan. Ya percuma dong punya segalanya tapi sakit-sakitan? Nggak bisa menikmati hidup jadinya. Apalagi ketika sakit, banyak yang harus kita korbankan, baik moril maupun materiil. Makanya, saya selalu menjaga supaya badan tetap fit dan nggak gampang sakit. Pengalaman ketika sakit membuat saya waspada, agar tidak mengalami hal yang sama di lain waktu.

Beberapa bulan yang lalu saya sakit. Penyakit sepele tapi nggak bisa disepelekan. Saya sakit gigi (pernah saya ceritakan di sini). Sakit gigi ini menjadi parah karena saya menyepelekannya. Saya pikir, kumur dengan air garam atau minum obat yang beli di apotik pasti sembuh. Tapi ternyata, sakit gigi itu menjalar ke kepala dan menyebabkan migrain. Migrain akibat sakit gigi itu menyebabkan semua aktivitas saya kacau. Saya kapok menyepelekannya.

Selama saya sakit, anak-anak dan suami hampir setiap hari makan makanan warung. Suami juga harus mondar-mandir mengurusi saya dan anak-anak. Saya jadi nggak bisa masak, nggak bisa antar jemput anak karena, nggak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga, nggak bisa nulis, batal datang ke beberapa event blogger bahkan batal pulang kampung menjenguk Bapak. Padahal saat-saat itulah  precious moments bagi saya. Semua rencana jadi berantakan gara-gara saya sakit.

Karena sakit saya jadi kehilangan banyak momen penting. Apalagi saat migrainnya kambuh, hampir-hampir saya tidak bisa bangun dari tempat tidur. Saya hanya minum obat yang dibeli di apotik tanpa periksa ke dokter. Tak tahan melihat saya kesakitan, akhirnya suami memaksa saya untuk segera berobat. Padahal  saya paling takut pergi ke dokter. Benar saja, setelah diperiksa ternyata penyebabnya adalah patahan gigi yang masuk ke dalam gusi dan mengenai saraf. Pantes saja, jadi menjalar ke kepala. Akhirnya dokter melakukan tindakan pembedahan dan mengambil patahan gigi. Jangan tanya gimana rasanya, ya. Haha.

Dokpri : Akhirnya harus ke sini juga
Setelah diberi tindakan dan diberi obat oleh dokter, kondisi saya berangsur pulih. Dokter meminta saya untuk menghindari makanan-makanan pemicu migrain seperti keju, MSG (penyedap rasa), alkohol, makanan berfermentasi, makanan atau minuman yang berkafein (padahal hobi saya ngopi), manisan, ragi, coklat, dan kacang-kacangan terutama almond dan pistachio (ini kesukaan saya juga). Beberapa makanan yang harus saya hindari tersebut adalah makanan kesukaan saya. Tetapi, mau tidak mau saya harus menghindarinya kalau tak ingin migrain datang lagi.

Selain mengikuti anjuran dokter saya juga menjaga pola makan dan asupan makanan. Saya juga mengonsumsi vitamin untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit. Apalagi selama saya sakit, saya benar-benar tidak bisa makan seperti biasa karena tidak bisa mengunyah.

Theragran-M, multivitamin dan mineral
Suami membawakan Theragran-M yang menurutnya bagus untuk masa penyembuhan. Seorang teman merekomendasikannya pada suami. Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Kegunaannya untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit. Cukup diminum satu kali sehari setelah makan, Theragran-M mampu memulihkan kondisi tubuh.

Kandungan yang terdapat dalam Theragran-M

Konsumsi Theragran-M satu kali sehari
Istirahat yang cukup, asupan makanan yang terjaga ditambah sebutir tablet Theragran-M akan mempercepat proses pemulihan kondisi tubuh kita setelah sakit. Jangan lupa, jaga kesehatan dengan olahraga minimal seminggu sekali dan jaga kebersihan baik diri maupun lingkungan.

Rasanya saya harus mulai menyetok Theragran-M di dalam kotak obat saya. Kalau ada Theragran-M fi rumah, hati ini tenanglah sudah.