Dear Friends,

Nggak terasa tahun ini Rara, putri bungsu saya akan berusia 5 tahun. Pantesan aja tempat tidur rasanya sudah sempit banget. Maklum lah, dari bayi sampai sebesar ini Rara tidur bersama saya. Pernah sih, kepikiran untuk melatih Rara tidur sendiri di kamar terpisah, tapi kok kasian. Akhirnya niatan itu tertunda dan sampai sekarang Rara masih tidur bersama saya. Padahal seharusnya Rara sudah bisa tidur terpisah dari saya. Menurut pakar psikologi, anak usia 2 tahun sudah bisa tidur terpisah dari orangtua atau maksimal usia 5 tahun, lah. Nah, tahun ini pas banget nih kalau mau mulai membiasakan Rara tidur sendiri. Apalagi tahun ini Rara juga akan mulai masuk sekolah.

Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya kami sepakat untuk “sounding” terlebih dahulu pada Rara agar mau belajar tidur terpisah dengan saya. Nggak cuma “sounding” pada Rara saja, tetapi juga pada kakak-kakaknya. Tujuannya agar mereka bisa membantu adiknya untuk mulai tidur terpisah dengan saya. Rencananya sih, Rara akan tidur sekamar dengan si kakak. Maklum lah, ruang kamar di rumah saya kan terbatas, jadi sebagai konsekuensinya, mau nggak mau saya harus membeli satu tempat tidur lagi. Pasalnya tempat tidur yang ada sudah tidak memungkinkan untuk dipakai Rara dan kakaknya *kekepin dompet.

Memilih tempat tidur untuk anak ternyata gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan sebelum memilih kasur spring bed untuk anak. Nah, biar nggak salah pilih, berikut tips untuk memilih kasur spring bed untuk anak :

Tentukan Ukuran Spring Bed yang Dibutuhkan

Karena Rara akan tidur sekamar dengan kakaknya, saya dan suami memilih model dobel spring bed. Kasur kedua bisa dimasukkan ke bawah kasur utama. Jadi lebih praktis untuk kamar dengan ukuran tidak terlalu luas.


Sesuaikan Dengan Selera Anak

Perlu nggak sih, anak-anak dilibatkan ketika akan membeli sesuatu untuk mereka? Kalau saya sih iya. Yang pasti, jangan sampai anak-anak nggak nyaman dengan pilihan kita. Kalau anak-anak sudah bisa diajak berdiskusi maka diskusikan pilihan-pilihan mereka.

Pilih Kasur Spring Bed Dengan Bahan yang Berkualitas

Bahan pembuat spring bed juga menjadi salah satu pertimbangan saya dan suami. Apalagi saat ini makin banyak produk-produk spring bed berbahan latex, gel, memory foam, bio cotton, bamboo fabric dan sebagainya. Sesuaikan dengan kebutuhan. Yang pasti saya memilih spring bed yang memberikan kenyamanan pada anak-anak ketika mereka beristirahat. Biasanya spring bed yang dibuat dengan kualitas bagus juga memiliki harga yang “bagus”. Spring bed dengan kualitas baik pastinya juga lebih awet. Pasti mau dong punya spring bed yang bisa awet sampai anak-anak besar nanti, hehe.

Pilih Merk Terbaik

Begitu banyak merk spring bed yang beredar di pasaran saat ini. Sampai bingung mau pilih yang seperti apa. Dulu awal-awal menikah sempat bingung memilih merk mana yang rekomended. Akhirnya keluarga merekomendasikan satu merk kasur spring bed yang sudah terbukti memiliki kualitas terbaik dari dulu.

Pilih Harga Kasur Spring Bed Sesuai Budget

Sebelum memilih kasur spring bed, pastikan dulu budgetnya. Jangan sampai kita memilih kasur spring bed yang harganya jauh dari budget. Bisa nombok dong. Kalau bisa sih pilih kasur spring bed dengan harga yg bersaing. Ada kok harga kasur spring bed elite yang terjangkau dengan kualitas terbaik.

Nah, itu tadi tips dari saya. Bagaimana dengan para orangtua lain nih? Yang pasti sesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing, ya.

Yang pasti harapannya setelah dibelikan kasur spring bed, Rara bisa belajar tidur sendiri. Saya juga musti belajar tega nih, biar Rara berhasil mandiri.