Avanza Grand New Veloz Pilihan Keluarga Indonesia


Bagi keluarga dengan 3 anak seperti keluarga saya, hal yang paling merepotkan adalah ketika hendak bepergian. Apalagi ketika anak-anak beranjak besar, tak mungkin lagi bepergian menggunakan sepeda motor. Mau tak mau kami harus pergi dengan dua sepeda motor alias berangkat sendiri-sendiri. Nggak asyik banget, kan? Belum lagi kalau cuaca sedang tak bersahabat, entah itu panas atau sedang hujan. Waah, tambah nggak asyik banget lah. Seringnya mood jadi berubah. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini keluarga kami memang belum memiliki mobil.

Karena anak-anak sering protes, beberapa kali akhirnya saya dan suami menyewa mobil ketika hendak bepergian jauh. Seperti pada saat saya wisuda  dan lebaran kemarin. Suami memilih Toyota Avanza karena menurut suami mobil ini paling pas untuk membawa kami sekeluarga. Selain nyaman, mobil dengan banyak fitur ini juga irit bahan bakar karena teknologi Dual VVT-i yang bekerja efisien. Tenaga yang tersalur pada mesin lebih besar sehingga efisiensi bahan bakar meningkat, jadi tak perlu khawatir harus berkali-kali mengisi bahan bakar. Pun dengan performa mesinnya yang tangguh berteknologi Dual VVT-i dengan kekuatan 1300cc dan 1500cc yang juga ramah lingkungan. Perjalanan dari rumah menuju kampung halaman saya di Purworejo cukup jauh dan melalui medan yang cukup berat nyatanya tak membuat kami sekeluarga merasa tak nyaman mengendarainya. Anak-anak bisa leluasa tidur di bangku tengah. Padahal kontur jalan yang dilalui cukup terjal dan berliku-liku. Baru saya sadar bahwa Avanza memang  mobil yang cocok untuk Indonesia.

dok.pri  Avanza sahabat keluarga

Dengan kapasitas 6 hingga 7 orang, pantaslah bila mobil ini disebut-sebut sebagai mobil keluarga Indonesia.  Hampir semua keluarga Indonesia memilih mobil ini sebagai mobil keluarga. Coba saja perhatikan, mobil apa yang paling banyak berlalu lalang di jalan raya. Sudah bisa diduga. Avanza. Terbukti bahwa Avanza Grand New Veloz memang pilihan keluarga Indonesia.
Sebagai MPV terbaik Indonesia,  Avanza menjawab kebutuhan kita akan mobil yang ideal bagi keluarga. Saking kepincutnya dengan performa Avanza, tahun lalu kakak sayapun memboyong sebuah Avanza baru berwarna putih, warna favoritnya. Wuaa....ngiri berat.

dok.pri  Numpang nampang depan Avanza baru

Beberapa hari lalu, suami bercerita bahwa dia test drive Grand New Veloz bersama seorang kawannya.   
       "Grand New Veloz keluaran terbaru ini memang oke banget, Bun," tuturnya ketika saya tanya bagaimana rasanya test drive Grand New Veloz waktu itu. 
        "Oh ya, okenya gimana?" tanya saya penasaran.
        "Interiornya mewah dengan dominasi warna hitam, desain kabinnya elegan lengkap dengan fitur entertainment-nya. Kabinnya juga luas dan berkesan sporty, " lanjutnya. Saya cuma manggut-manggut saja mendengar penjelasannya.
sumber gambar

        "Berada di dalamnya terasa nyaman. Selain kursinya yang nyaman, ruangan kabinnya lebih senyap. Ada one touch tumble yang membuat kita mudah dan praktis mengatur posisi kursi. Bunda dan anak-anak pasti nyaman selama perjalanan. Selain itu Grand New Veloz juga dilengkapi dengan fitur-fitur keamanan setara mobil mewah seperti sistem pengereman ABS (Antilock Breaking System), side-impact beam, key immobilizer juga dual SRS airbag. Jadi Grand New Veloz ini terbukti aman dikendarai, "jelasnya lagi. 

sumber gambar

           "Desain eksterior Grand New Veloz ini  juga sporty dan stylish. Dari luar saja sudah terlihat ketangguhannya. Baik dari panel body-nya yang lebih halus, velg-nya yang sporty, lampunya yang stylish menunjukkan bahwa Grand New Veloz ini memang dipersiapkan menjadi mobil untuk keluarga stylish ."
Wah, suami saya sudah mirip staff marketing, nih. Detail dan jelas sekali penuturannya tentang Grand New Veloz. Terlihat sekali betapa inginnya dia bisa memberikan yang terbaik untuk keluarganya.
           "Terus harganya? Mobil keren begini, mahal dong pastinya?' tanya saya.
           "Harganya sekitar 200 jutaan, sesuai dong dengan spesifikasinya. Mobil dengan exterior dan interior stylish dan trendy lifestyle  ini benar-benar sesuai dengan kriteria mobil idaman Ayah. Banyak-banyak doa Bun, supaya kita bisa segera memilikinya," katanya.
Sayapun mengangguk dan mengaminkan kata-katanya. Mendengar penuturan suami, saya makin semangat dan segera menuliskan Grand New Veloz di urutan pertama wish list keluarga kami. Semoga Tuhan mengabulkan doa kami tahun ini. Aamiin.



Hari Blogger Nasional



Selamat Hari Blogger Nasional ... 
Terus terang saya baru tahu kalo setiap tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Hihi...dasar blogger picisan. Dan sebagai orang yang suka nulis di blog, saya juga ingin ikut merayakannya. Cukup dengan menulis di blog dan mengenang saat-saat pertama membuat blog tahun 2013 lalu. Duh...duh, kalo diingat-ingat sih....rada geli-geli lucu gimana gitu. Gimana nggak geli coba, postingan pertama saya itu masih norak banget. Serupa menulis di buku diary tapi kok dibaca banyak orang...hehe. Jujur, waktu itu saya belum tahu apa itu trafic blog, nggak mudeng apa itu optimasi blog dengan SEO, apalagi me-monetize blog. Pokoknya lugu, lah. Untunglah saya segera bergabung dengan beberapa komunitas blogger. Ternyata banyak banget keuntungan dan manfaat yang saya dapat ketika bergabung dengan komunitas blogger.

Manfaat Bergabung dengan Komunitas Blogger
  • Mendapat banyak teman yang memiliki passion sama, yaitu menulis. Ketika kita berkumpul dengan orang-orang yang memiliki passion sama, rasanya seruuu.
  • Mendapat banyak ilmu tentang blog dan seluk beluk dunia blogging. Dari yang awalnya benar-benar nggak tahu jadi tahu. *bukan tempe  . LOL  :p
  • Mendapat banyak pengalaman, ketika ikut blog competition atau giveaway. Meski lebih banyak ZONK nya (kalah) daripada menangnya, tapi saya jadi makin semangat menimba ilmu dari para senior yang sering menang lomba.
  • Sering diundang ke berbagai acara. Ini yang paling menyenangkan. Selain bisa ketemu dengan teman-teman blogger lain, biasanya juga dapat goodie bag atau makan gratis. Hihi...
  • Dapat endorse...tapi tentu saja dengan imbalan tulisan kita setelahnya. Tapi, tetep aja seneng dong...
  • Blog kita makin dikenal dan banyak yang berkunjung otomatis rank blog kita naik.*hihi...
sumber gambar

Itu saja manfaatnya? Masih banyak lagi sebenarnya. Saya yang awalnya  hanya iseng-iseng nulis di blog sekarang punya target dan tujuan. Yeah, apalagi kalo bukan materi. Kalo memang  blog kita bisa menghasilkan, kenapa tidak? Beberapa kali saya mendapat job dari blog. Memang untuk ukuran blogger professional, hasil yang saya dapat belum seberapa. Pekerjaan dengan imbalan sekecil apapun kalo dikerjakan dengan sepenuh hati akan menjadi besar suatu saat nanti.

Nah, moment Hari Blogger Nasional ini membuat saya berkomitmen untuk terus berusaha memperbaiki diri. Terutama konsistensi untuk rutin menulis dan membuat konten yang bagus. Semakin semangat juga membuat tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi pembaca blog saya *bukan curcolan galau melulu...hihi. Yess, I'm going to be a professional blogger. Aamiin...

Happy Blogging, friends....



Resep Tahu Isi Seuhah

dok.pri  Tahu Isi Seuhah

Salah satu kebiasaan saya tiap sore adalah membuat cemilan untuk teman minum teh. Kalo lagi males bikin yang ribet-ribet biasanya cukup mengukus singkong, ubi atau jagung. Tapi kalo lagi rajin biasanya bikin cemilannya  yang lumayan ribet kayak sore ini. Kali ini anak-anak request ke Bundanya untuk bikin Tahu Isi Seuhah (pedas). Biar kekinian, sekarang apa-apa dibikin seuhah alias serba pedas. "Biar nggak usah lalap cabe lagi, Bun," begitu alasan mereka. Tapi dasar anak-anak suka makan pedas, biarpun isinya sudah pedas masih juga lalap rawit. Huh...haah...*keluar asap. 

Karena anak-anak pengennya Tahu Isi Seuhah, ya sudah Bunda siapin bahan-bahannya. Eh ya, kalo emak-emak pengen bikin juga, ini dia resepnya ...

Siapin bahan-bahannya, ya  :
  • 10  buah tahu pong (khusus untuk tahu isi)
  • 100  gram cambah atau taoge
  • 2  buah wortel, kupas lalu serut tipis
  • 2  batang daun bawang, iris halus
  • 2  batang sledri, iris halus
  • 6  lembar kol, iris tipis
  • 1  butir telur, kocok lepas
  • Minyak untuk menggoreng
Bumbu-bumbu yang dihaluskan  :
  • 2  butir bawang merah
  • 2  siung bawang putih
  • 5  buah cabai rawit merah
  • 2  buah cabai merah besar
  • 1  bungkus trasi udang (kemasan sekali masak, goreng dulu sebentar), bila suka (optional)
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 2 sdm minyak untuk menumis
Adonan tepung sebagai pelapis Tahu Isi  :
  • 150  gram tepung terigu
  • 50  gram tepung beras
  • irisan daun bawang 
  • 1/4 sdt garam halus
  • air untuk mengencerkan
Cara Membuat  Tahu Isi Seuhah 
1] Buat isian tahu. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan sayuran yang telah di iris, aduk. Tambahkan bumbu-bumbu, aduk rata. Tambahkan telur yang sudah di kocok lepas, aduk-aduk lagi hingga telur tercampur rata. Masak hingga sayuran layu.  

dok.pri  Isian Tahu Seuhah

2] Belah tahu pong hingga separo bagian (untuk memasukkan isian). Masukkan isian ke dalam tahu pong. Kalo saya sih ngisinya penuh-penuh, biar puaaass. :D

dok.pri  Isiannya penuuuh, biar puas

3] Siapkan adonan tepung pelapis Tahu isi Seuhah. Encerkan dengan air. Jangan terlalu encer, jangan pula terlalu kental. Yang sedang-sedang aja...

dok.pri  Adonan tepung
4] Panaskan minyak dalam wajan, goreng Tahu Isi Seuhah hingga berwarna kecoklatan. Awaas....jangan sampe gosong, yaa. Kalo sudah matang, angkat dan tiriskan.

dok.pri  Goreng tahu isi

5] Tahu Isi Seuhah siap disantap.. Mau lalap pake rawit lagi, boleeeh. :D

dok.pri  Tahu Seuhah siap disantaap



Gimana? Tertarik untuk mencoba resepnya? Eh, tahu nggak....begitu selesai goreng Tahu Isi Seuhah ini, tandas pula tahunya. Sepertinya besok-besok harus bikin lebih banyak lagi...



Ngeblog, Sebuah Kesempatan Kedua

Rasanya sudah berkali-kali saya cerita di blog ini kalau saya pernah bercita-cita menjadi wartawan, kemudian menjadi Guru. Meski cita-cita terakhir sempat saya jalani selama beberapa tahun, tapi rupanya Tuhan menakdirkan saya untuk menjadi ibu RT alias ibu rumah tangga saja. Ibarat sedang asyik-asyiknya menikmati perjalanan naik gunung, tiba-tiba harus balik kanan karena di puncak ada kebakaran lahan. Perasaan saya waktu itu...Sedih? Jelas. Kecewa? Pasti.

Untunglah saya segera mendapat obat untuk menyembuhkan rasa kecewa saya. Pelipur lara ketika harus berhenti bekerja bagi saya adalah menulis. Meski awalnya hanya iseng mengisi waktu senggang di sela-sela mengurus rumah tangga, tapi ada juga tulisan saya yang bisa mejeng di media. Selain menulis fiksi saya juga mulai menulis di blog. Bagi saya menulis adalah semacam sarana kontemplasi, mengukur kemampuan diri mengolah kata, merangkai kata menjadi kalimat yang bermakna *bweh... :)

Awalnya saya menulis di blog hanya sebagai sarana berbagi curhatan ala emak-emak  seputar cerita tentang anak-anak atau nulis resep-resep masakan (pamer masakan, tepatnya). Begitu gabung dengan beberapa komunitas blogger baru tahu kalau ternyata banyak lomba-lomba blog berhadiah menggiurkan *byuh..kemana aja selama ini maak. Banyak juga Giveaway yang diadakan blogger-blogger beken seperti Emak Gaoel  ini. Sejak itu, hampir seluruh postingan isinya buat lomba semua. Tapiii....hampir semuanya tidak dapat hasil alias "ZONK" alias nggak pernah menang. Hehehe... Tapi entahlah, seolah nggak pernah kapok kalah, saya tetap saja pede ikutan lomba. Terus...dan ikut terus. Kata seseorang yang saya kenal, blogger hebat itu bukan blogger yang sering menang lomba terus menerus, tapi blogger yang tak pernah menyerah ikutan lomba meskipun sering kalah. Seperti sayaaa...*benerin daster.  Hehehe... Sekarang sudah kebaca kan, arah dan tujuan saya untuk ngeblog sejak itu? Iyah betul...apalagi coba kalau bukan buat mengumpulkan hadiah. Akan lebih senang lagi kalau bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Siapa tahu bisa terkumpul bisa buat sangu ibadah dan sedekah *blah..blah. Seperti kali ini, saya mencoba peruntungan dengan mengikuti Giveaway-nya Emak Gaoel yang bekerjasama dengan Smartfren. Siapa tahu Emak Gaoel kasian sama saya terus menghibahkan salah satu smartphone itu buat saya *haha ngarep banget.
Pokoknya Go For It. Maju terus, pantang pulang sebelum menang..*yah mirip-mirip bonek lah (bondo nekat)

Belajar dari kekalahan (yang bertubi-tubi), diam-diam saya intip blognya para blogger yang sering menang. Dan terlihat sekali perbedaan tulisan saya dengan tulisan mereka. Jauuuh, bagaikan bintang dan bulan...*kalo bumi langit terlalu mainstream. Ibarat masakan, tulisan saya ini serupa masakan yang hambar karena kurang bumbu. Sedangkan tulisan mereka, bagaikan masakan dengan bumbu lengkap yang sedap. Apa sebab? karena mereka melengkapi tulisan dengan berbagai aplikasi untuk membuat infografis seperti  Photoshop (bener nggak nulisnya, yak?), PicsArt, Phonto dan berbagai aplikasi pendukung lainnya. Lah, sedangkan saya? Wong mau nulis aja butuh perjuangan berhari-hari supaya selesai. Saya menyadari betul bahwa kreativitas saya dalam membuat blogpost sangat kurang. Dalam hati saya bertekad, saya harus bisa seperti mereka. Kemudian saya mulai menginstal beberapa aplikasi di tab saya. Aplikasi semacam Phonto dan PicsArt kini sudah ada di menu tab saya.

Aplikasi PicsArt di Android



Ada salah satu contoh penggunaan aplikasi Phonto saya. Ternyata butuh perjuangan untuk belajar membuat tulisan dan gambar jadi menarik. Setelah beberapa kali melakukan tria and error, hasilnya bisa dilihat. Hiks....hanya seperti ini. Yah, biarin lah...yang penting sudah usaha.

dok.pri  Contoh aplikasi yang saya pakai (kampungan, yah)
Selain aplikasi untuk memperindah tulisan atau foto-foto pendukung blogpost, saya juga memakai aplikasi Blogger di tab, supaya bisa intip-intip blog atau sekedar membalas komentar. Ciyeeh sok-sok an, deh...padahal yang komen bisa diitung dengan 5 jari doang. Tapiii....kata Emak Gaoel kan, sebisa mungkin kita bales komen para pengunjung blog kita. Kan lumayan, bisa nambah jumlah komen....biar dikira pengunjung blog kita banyak *LOL.

dok.pri  Bisa liat blog sambil momong anak
Inilah perjuangan ngeblog ala saya. Kini berkah ngeblog sudah mulai saya rasakan. Beberapa waktu yang lalu saya menjadi salah satu pemenang hiburan lomba blog yang di adakan salah smartphone. Meski hanya mendapat hadiah hiburan tapi bangganya bukan main. Maklum, baru pertama kali ini saya menang lomba blog...hehe. Beberapa job juga pernah saya terima, baik review maupun menulis artikel. Honornya memang belum seberapa, tapi tak jadi soal. Saya bisa belajar membuat konten yang menarik dan bermanfaat bagi pembaca blog saya. Jadi...., saya yakin betul bahwa saya pasti bisa mengumpulkan remahan-remahan berlian yang akan menjadi bongkahan suatu hari nanti. Saya juga merasa ngeblog adalah kesempatan kedua yang diberikan Tuhan kepada saya untuk berkarya. Dan so pasti, I'll Go For It!!


Puber Kedua

Puber Kedua- Banyak yang mengatakan "Life Begin at Forty", berarti sebelum berumur empat puluh kita belum benar-benar hidup, dong? Hehe...tentu bukan itu maksudnya. Mungkin karena usia empat puluh adalah gerbang menuju dewasa tua dan biasanya menjadi lebih bijaksana, kali ya. Ada juga yang bilang kalau usia empat puluh juga usia puber kedua. Wah, puber kedua? Bahaya, dong. Tuh...kaaan, langsung panas. Hihiw..

Jadi gini, lhoo... krisis paruh baya atau biasa disebut puber kedua adalah fenomena terjadinya perubahan pada laki-laki saat memasuki usia tertentu. Krisis paruh baya ini tak hanya terjadi pada laki-laki saja tapi akan dialami juga oleh perempuan di usia 37 hingga 50 tahun. Waduh...siap-siap, nih  *deng..deng.

Lagi mikirin siapa sih, bang?

Menurut Evans Garey, S.Psi, M.Si, krisis paruh baya dipengaruhi oleh 3 hal yaitu banyaknya waktu luang yang disebabkan karena anak-anaknya beranjak remaja/dewasa, perubahan fisik dan hormonal serta perubahan sosial yang mencakup perubahan struktur keluarga. Sedangkan secara medis, kondisi ini akan terjadi pada laki-laki saat mencapai usia 40 tahun. Gejala yang dialami pada saat puber kedua ini seringkali membuat laki-laki ingin membuktikan diri bahwa dirinya masih gagah dan kuat meski secara fisik kerja tubuh mereka telah menurun. Kalau kata orang, tua-tua keladi...makin tua makin menjadi (nakalnya..) *LOL

Duh, dandan buat siapa nih bang?

Zoya Amirin (seorang psikolog) mengatakan bahwa dengan semua kondisi tersebut laki-laki butuh semacam ego boosting untuk mendapatkan atensi dari orang-orang di sekitarnya termasuk lawan jenis selain pasangan resminya. Laki-laki yang berada dalam kondisi ini juga merasa membutuhkan kasih sayang lebih, ingin dimanja, maunya diperhatikan, disanjung dan dianggap sebagai orang penting. Ssstt...laki-laki yang sedang mengalami puber kedua ini memiliki tanda-tanda antara lain secara fisik akan lebih bersih, rapi dan wangi *eh..kayak laundry dong. *LOL
Sebenarnya nggak masalah sih, kalau laki-laki yang sudah berumur itu berubah penampilan, asalkan penampilannya itu ditujukan kepada pasangan resminya bukan untuk wanita lain. Kalau larinya ke wanita idaman lain, waduuh bahaya!!  *kekepin suamii...
Kan, banyak tuh kejadian rumah tangga hancur gara-gara kehadiran WIL dan PIL. 

Tapi jangan khawatir, ada beberapa tips menghadapi laki-laki yang sedang mengalami puber kedua dari Tika Bisono. Cekidot.
1] Komitmen Terhadap Pernikahan 
Komitmen terhadap pernikahan dimana sikap menerima dan mengikhlaskan hati dalam menerima kekurangan terhadap pasangan agar bisa mensyukuri pernikahan yang telah dijalani. Saat suami mengalami masa-masa puber kedua, istri sebaiknya mengingatkan kembali komitmen-komitmen yang telah ditetapkan bersama.
2] Adanya Komunikasi dan Pengertian
Kondisi yang berbeda antara sepasang suami istri akan memicu konflik. Kadang suami semakin bergairah dalam segala hal tetapi istri kadang  lesu dan tidak bergairah. Karena itu, jalinlah komunikasi yang baik terhadap pasangan agar tidak terjadi miss communication yang akan berefek tidak baik terhadap hubungan.
3] Berpikir Positif Terhadap Pasangan 
Tentunya istri harus memberi respon positif atas perubahan yang dialami oleh suaminya. Berilah masukan terhadap perubahan penampilan dan gaya suami. Jangan dikit-dikit marah, dikit-dikit cemburu. Ntar malah kabur beneran suaminya. Nah, respon positif akan membangun pernikahan yang sehat. Ajaklah suami untuk berkonsultasi terhadap masa-masa yang dialaminya.

Selain tiga tips diatas, jangan lupa untuk mengingatkan suami kita pada yang satu ini. 
"...dan apabila ia telah dewasa dan telah memasuki usia 40 tahun, maka ia berdoa, ya Rabbku, tunjukilah  aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat beramal saleh dengan hal-hal yang Engkau ridhoi. Berikanlah kebaikan kepadaku (dengan memberi) kebaikan pada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"
(Al-Ahqaf : 15)

Ingatkan juga untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu dan emosi. Karena biasanya dua hal ini yang susah untuk dikendalikan. Jangan sampai perubahan hormonal seperti ini merusak pernikahan dan komitmen yang sudah sekian lama dibangun.
Jadi, pilih menghindari puber kedua atau pilih menghadapinya?


referensi :
tabloidnova.com
kompas.com

Asus ZenPad C 7, Ketika Semua Kemudahan dan Kemewahan Dalam Satu Genggaman


Hari gini nggak punya gadget? Harus bilang "kebangetan" atau malah prihatin ya? hehe.. Jaman sekarang gadget adalah salah satu kebutuhan yang cukup penting. Banyak juga yang merasa ketergantungan pada gadget. Bahkan ada yang mengatakan lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan gadget. Sampe segitunya? Gimana nggak ketergantungan sama gadget coba, dari gadget kita bisa melakukan berbagai aktivitas. Bisa fesbukan, twiteran, instagraman, path-an (eh kok lucu, ya), periscope-an, bbm-an, whatsapan, bisa ngeblog, dan bla..bla..bla, banyak lah. Pantesan lah, banyak yang galau kalau gadgetnya ketinggalan. Termasuk sayaa...*ngaku aja lah. Nah, peluang inilah yang dimanfaatkan perusahaan-perusahaan besar untuk berlomba-lomba menciptakan gadget yang bisa mem-back up aktivitas kita sehari-hari.

Sebenarnya gadget seperti apa sih yang ideal untuk kita? Yang fiturnya mewah, desainnya keren, kameranya bagus, yang baterainya tahan lama, yang gampang pakainya? Atau yang harganya murah?
Kalau saya sih, tentu akan memilih gadget yang bisa mengakomodasi kebutuhan saya. Memangnya kebutuhan ibu rumah tangga seperti saya ini apa sih? Banyak laah. Ibu rumah tangga seperti saya pun juga harus bisa mengupdate informasi (biar selalu kekinian). Bahkan gadget juga bisa membantu saya ketika anak-anak membutuhkan bantuan mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Untuk apa pergi ke warnet kalau semua bisa lewat gadget. Cuma itu aja? Ada lagi sih, yaitu kemudahan dalam mengoperasikan dan kemewahan tampilan. Biasanya wanita menyukai sesuatu yang colorful.

Sebagai pecinta kemudahan dan kemewahan mungkin ada baiknya kita tengok kabar baik dari Asus. Baru-baru ini pabrikan Asus meluncurkan produk terbarunya yaitu Asus ZenPad C 7. Tablet dengan bentang layar sebesar 7 inchi dan tebal 8,4 mm ini terlihat mewah dengan bingkai metalik  berlapis NCVM (Non Conductive Vacuum Metallization) yang berfungsi melindungi layar. Meski terlihat besar, tablet ini hanya memiliki berat sebesar 265 gram sehingga mudah dibawa.

sumber gambar Asus Indonesia
Asus juga membekali tablet terbarunya ini dengan layar tipe IPS LCD Capasitive Touchscreen yang memiliki resolusi 600 x 1024 pixel dengan tingkat kerapatan layar mencapai 170 ppi pixel density yang mampu menghasilkan tampilan visual cukup bagus. Selain itu Asus ZenPad C 7 ini juga dibekali dengan teknologi deteksi multi jari dan dilengkapi dengan teknologi perlindungan layar Oleophobic Coating yang akan melindungi layar dari goresan dan cipratan air. Keren banget, kan.

sumber gambar id.techinasia
Tablet Asus ZenPad C 7 ini memiliki sistem operasi Android  5.0 Lollipop dan diperkuat dengan prosesor Intel Atom x3-C3230 Quad Core 64-bit yang memiliki kemampuan  tinggi dan juga hemat energi. Dengan baterai berkapasitas 13 Wh Asus ZenPad C 7 kuat bertahan hingga 8 jam pengoperasian karena baterai Asus kali ini merupakan baterai generasi terbaru yaitu jenis baterai Lithium-Polymer. Jadi kita nggak perlu kuatir kehabisan baterai deh.

sumber gambar pinoymetrogeek.com
Bagi yang suka narsis dan sering welfie, kamera yang dimiliki tablet Asus ZenPad C 7 ini tidak mengecewakan. Dengan kamera 5 MP beresolusi 2592 x 1944 pixels tetap mampu menghasilkan gambar yang bagus. Dengan sudut lebar hingga 140 derajat, mau foto welfie atau panorama bisa menangkap gambar yang lebih luas.

sumber gambar jakartanotebook.com
Selain kamera dan dapur pacu yang dapat diandalkan, tablet Asus ZenPad C 7 ini juga memiliki audio dengan sonic master yang mampu mengubah suara stereo menjadi surround virtual. Tablet ini dilengkapi dengan 6 speaker yang bekerjasama dengan audio wizard sehingga mampu menghasilkan suara surround dan mampu meningkatkan volume hingga 6 kali volume suara. Woww...

Coba kita lihat sebentar bagaimana spesifikasi lengkap Asus ZenPad C 7 ini.

sumber gambar thegioidiong.com

Untuk ukuran tablet dengan harga standar, Asus ZenPad C 7 ini memiliki peluang untuk menjadi idola baru dikalangan pecinta gadget. Bagaimana tidak, dengan harga yang tidak terlalu mahal kita bisa mendapatkan tablet dengan kualitas yang bisa diperhitungkan. Dengan beragam fitur yang ditawarkan, tablet Asus ZenPad C 7 ini memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan saya. Bagaimana dengan teman-teman? Masih ragu dengan kemampuan dan kualitas Asus ZenPad C 7 ini?
Mungkin sebaiknya tonton dulu video ini. Saya yakin, teman-teman akan semakin terkesan pada Asus ZenPad C 7 dan ingin segera memilikinya.  
 

Buah Manis dari Berbisnis

buah-manis-dari-berbisnis

Tahun ini bisa dikatakan sebagai tahun terberat bagi perekonomian bangsa kita. Hampir semua sektor perekonomian mengalami perlambatan meski belum benar-benar krisis. Nilai tukar rupiah yang anjlog, mau tidak mau berimbas pada semua bidang usaha. Terutama usaha kecil menengah yang memiliki modal kecil. Mereka yang kehabisan modal atau merugi harus menghentikan bisnisnya untuk sementara. Kondisi ini juga yang membuat orang takut untuk memulai berbisnis. Terutama ketika hendak memilih bisnis apa yang sekiranya cocok untuk dijalankan. 

gambar dipinjam dari muslimih.com
Sebelum benar-benar mulai berbisnis, mungkin ada baiknya kita belajar dari sosok Aldi Ferdian. Pria kelahiran Bandung 36 tahun silam ini sudah mencicipi asam manisnya berbisnis. Mulai dari bisnis dengan  modal kecil hingga menjadi seorang Pengusaha yang handal. Memiliki jiwa enterpreneur sejak kecil, jalan sukses Aldi begitu panjang dan berliku. Pernah menjadi sopir antar jemput sekolah, berjualan gambar bertali, bekerja di Mc Donald, bekerja sebagai Supervisor Entertainment yang mengurusi banyak band dan artis ternama  hingga menjadi marketing di sebuah bank membuatnya terbiasa bekerja keras. Semangatnya yang pantang menyerah membuatnya tertempa dan mampu melewati berbagai rintangan.

gambar dipinjam dari pengusahamuslim.com
Meski pernah gagal berbisnis jual beli komputer, bersama seorang kawan lamanya Aldi kemudian mendirikan sebuah production house yang bernama Vizwerk. Persaingan yang sangat tinggi membuatnya fokus mengutamakan kecepatan dan kualitas dengan harga murah. Dan hasilnya, perusahaannya mulai berkembang pesat dan karyawan semakin bertambah. Sukses dengan perusahaannya Aldi tak mau berpuas diri. Proyek-proyek yang didanainya telah merambah hampir di semua bidang bisnis. Mulai dari bidang property, energy, media digital, integrated media promotion, perkebunan jamur tiram, travel bahkan cabe pun di danainya. Saking banyaknya proyek yang ditangani, Aldi memutuskan untuk mendirikan perusahaan induk yang diberi nama Cakradhara Group (www.cakradhara.com). Perusahaan induk inilah yang akan payung bagi proyek-proyek yang ia tangani. Dengan demikian ia lebih mudah mengonsolidasi mereka dan mengembangkan sektor bisnis baru. Dari beberapa usaha yang dibantu pendanaannya, ada yang sudah mampu membiayai perusahaan mereka sendiri. Pada perusahaan yang sudah mandiri, Aldi membantu mereka untuk lebih fokus pada pengembangan usaha dan system yang terintegrasi.

buah-manis-dari-berbisnis
gambar dipinjam dari kreativprodukt.com

Belajar dari seorang Aldi Ferdian memang selalu membuat kita berdecak kagum. Meski telah sukses, Aldi tak pernah lupa untuk terus berbagi pada sesama. Tak hanya mengejar keuntungan Aldi juga mendanai proyek yang bersifat sosial dan mencarikan jalan keluar bagi orang lain agar mereka juga berkembang. Dari Aldi Ferdian kita bisa menyimpulkan bahwa untuk mulai berbisnis diperlukan mental dan tekad yang kuat. Kita harus siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Kini Aldi telah merasakan buah manis dari kerja kerasnya membangun bisnis. Satu hal yang selalu ia tekankan pada karyawan adalah untuk berani bermimpi dan bersungguh-sungguh mengejar mimpinya. Bersungguh-sungguh dalam mengejar dan mewujudkan mimpi adalah bagian dari doa, sebab doa bukan hanya dipanjatkan sambil duduk selepas sholat tapi juga yang diwujudkan melalui niat dan tindakan nyata.


PS. I Love You, Karena Cinta Sejati Tak Pernah Mati

Kalau ditanya genre film apa yang saya suka, jawabnya hampir semua genre saya suka. Mulai film action seperti Mission Impossible, XXX, Bad Boys dan sebagainya. Film kolosal semacam The Lord of The Ring, The Gladiator sayapun suka. Saya mulai suka nonton film sejak SMA. Dulu, saat ingin nonton film di bioskop saya sudah mengumpulkan uang untuk membeli tiketnya. Saya masih ingat, tiketnya berkisar Rp 1.500 hingga Rp 2.500, tergantung jenis film dan asalnya (keliatan banget kalau sudah tua..hihi). Maksudnya, harga tiket film barat dan film asia itu berbeda. Kalau sekarang, harga tiketnya sudah puluhan kali lipat dong.

Saya bahkan masih ingat judul-judul film yang saya tonton saat saya SMA. Film yang pertama kali saya tonton adalah Interview With The Vampire yang dibintangi Tom Cruise, Brad Pit dan Antonio Banderas. Kemudian nonton lagi film Speed yang dibintangi Keanu Reeves dan Sandra Bullock. Kemudian film animasi The Lion King sampai hafal lagunya Elton John...and can you feel the love tonight...diiih (berasa alay deh, waktu itu). Tak cukup hanya nonton film barat tapi saya juga sering nonton filmnya Jet Lee loh, kayak The Bodyguard From Beijing, Shaolin Kungfu dan lupa lagi judulnya..hehe (pokoknya kalo bukan Jet Lee, nggak mau nonton). Makanya dulu pernah punya cita-cita kalau punya cowok harus yang jago karate atau silat *tapi cita-citanya nggak pernah kesampean sampai sekarang. *LOL. Dan banyak lagi yang lain sebenarnya sih. Apalagi dulu saya selalu nonton rame-rame dengan teman-teman (double date...hahaha), asyiik pokoknya.
Tapi kebiasaan nonton film di bioskop kemudian berubah, apalagi setelah menikah dan punya anak. Memang sih, beberapa kali saya dan suami meluangkan waktu berdua untuk menonton film di bioskop tapi lebih sering menonton DVD di rumah. Kalau nonton di rumah kan bisa sambil selonjoran, lebih hemat, dan bisa sambil pelukan sama suami juga *eh. Paling tidak seminggu sekali saya menyewa DVD di rental DVD langganan. Bahkan saya kadang hingga menyewa 3 DVD sekaligus dalam seminggu.
Ada satu film yang saya suka, bahkan beberapa kali saya pinjam kembali karena ceritanya yang benar-benar "ngangeni" untuk di tonton lagi. Judulnya PS. I Love You. Sebenarnya ini diluar kebiasaan saya yang biasanya lebih suka film action daripada drama. Tapi herannya pertama kali menonton film ini saya menangis hingga mata sembab (lebay banget). Pun ketika saya menonton yang kedua, ketiga, keempat hingga yang ke sekian kalinya, saya masih saja menangis. 

Memang apa istimewanya film ini, sih?

PS. I Love You-karena-cinta-sejati-tak-pernah-mati
gambar dipinjam dari https://id.wikipedia.org

Film yang dibintangi oleh Hillary Swank dan Gerarld Butler ini mengisahkan tentang perjalanan cinta sepasang suami istri yang bernama Holly dan Gerry. Seperti lazimnya keluarga muda, kehidupan rumah tangga mereka juga kerap diwarnai pertengkaran bahkan hingga berniat untuk berpisah. Hingga suatu hari mereka benar-benar berpisah karena Gerry meninggal akibat tumor otak yang dideritanya. Holly yang tak pernah mengetahui penyakit Gerry benar-benar terpukul atas kepergian Gerry yang mendadak. Hingga kemudian Holly terbangun di pagi hari dan mendapati Gerry sudah tak ada disampingnya lagi. Rasa sakit dan kehilangan yang teramat sangat membuat Holly menutup diri dari lingkungan sosial dan keluarganya. Sehari-hari Holly hanya mendengarkan lagu kenangan mereka berdua, memakai mantel yang biasa dipakai Gerry, menelpon ponsel Gerry demi bisa mendengar suara Gerry di mailbox sambil membayangkan wajah mendiang suaminya itu. Hingga tiba saat ulang tahunnya ke 30, Holly mendapat kejutan. Beberapa kerabat dan sahabatnya berkumpul dan memberikan rekaman Gerry. Di dalam rekaman itu Gerry memberikan pesan bahwa setiap bulan akan datang surat-surat cinta untuknya. Seolah memperoleh energi baru, Holly melangkah kembali dengan setumpuk surat-surat dari Gerry yang berisi permintaan-permintaan dan harapan Gerry padanya. Di akhir pesannya Gerry selalu menambahkan kalimat : PS. I Love You. Karena permintaan Gerry jugalah yang akhirnya membuat Holly pergi ke kampung halaman Gerry di Irlandia bersama dua sahabatnya, Denise dan Sharon. Disana Holly bertemu dengan William, seorang penyanyi yang juga sahabat masa kecil Gerry. Sosok William seolah mengingatkannya pada Gerry. Pesan-pesan dalam surat Gerry selalu mengingatkan Holly bahwa hidup harus terus berjalan, dengan atau tanpa Gerry disisinya. Di akhir cerita film ini, akhirnya Holly mulai membuka diri untuk jatuh cinta lagi.


Saya masih ingat, ada satu kalimat yang disampaikan Gerry dalam pesannya pada Holly istrinya.

"So now, alone or not, you've got to walk ahead. Thing to remember is if we're all alone, then we're all together in that too."


Duh....nangis lagi...deh. Hiks..

Film ini  mengajarkan saya tentang arti cinta sejati, bahwa cinta sejati bukanlah cinta yang membelenggu. Cinta sejati selalu ada di dalam hati, dan akan dibawa sampai mati. Saya suka cara Gerry memperlakukan wanita. Saya suka cara Gerry mencintai Holly. Saya juga cara Holly menghormati kenangan dan cintanya pada Gerry. Saya tak bisa membayangkan bagaimana bila saya berada di posisi Holly yang ditinggalkan lelaki yang teramat dicintainya selamanya. Dan, yang pasti film ini lumayan susah membuat saya move on. Tetap sukak, meskipun berkali-kali menontonnya. Tambah penasaran kan?


Sensasi Ramen Katshu di Chicken Ramen

Sensasi-ramen-katshu-di-chicken-ramen

Malam minggu yang lalu, tiba-tiba si Ayah mengajak kami untuk makan di luar. Tanpa ba bi bu lagi...saya dan anak-anak segera bersiap-siap. Tapi begitu ditanya mau makan dimana, mulai ribut deh. Yang satu maunya ke Mie, yang satu maunya makan bebek, yang satunya lagi maunya Pizza H*T. Hadeh.
Mas Aufa anak  kedua saya memang agak rewel kalau soal makanan. Kalau sedang bepergian dan harus makan, maunya mie. Mie ayam, mie godog, mie goreng....pokoknya Mie.
Nah, kemarin juga begitu. Maunya makan mie, nggak mau yang lain. Gantian deh, si kakak yang cemberut. Memang susah ya...punya anak beda keinginan. Akhirnya saya berikan alternatif. Cari makanan yang mirip-mirip sama Mie. Apa coba? Ramen.
Untungnya hape saya memiliki aplikasi OpenSnap dari OpenRice. Tanpa buang waktu saya  buka aplikasi OpenSnap dan mencari lokasi tempat makan Ramen terdekat.

dok.pri  Berbagai pilihan lokasi

dok.pri  Pilihan resto Jepang
Daaan.., akhirnya ketemulah dengan resto Chicken Ramen di jalan Singosari Semarang. Lokasinya ada di sekitaran Simpanglima dan mudah dicari. Akhirnya semua setuju untuk makan disana, tapi si Mas Aufa sudah wanti-wanti, kalau nggak enak harus tetap makan mie ayam. Haha...okey deh.

dok.pri  Chicken Ramen
Karena hari itu malam minggu, tak heran jalanan jadi macet. Mau tak mau si Ayah harus parkir agak jauh dari tempat makan. Nggak pa pa deh, yang penting capeknya terbayar dengan lezatnya Ramen. 

sensasi-ramen-katshu-di-chicken-ramen
dok.pri  Menu resto Chicken Ramen

dok.pri  Senyum-senyum nunggu pesanan datang

Setelah mendapat meja, saya dan anak-anak memilih-milih menu. Si kakak memilih Mie Jamur Kriuk, Mas Aufa memilih Ramen Tempura (dia tertarik sama udang tepungnya...hehe), si adek dipilihin Kids Menu aja. Sedangkan saya dan si Ayah sehati memilih Ramen Katshu. Untuk minumannya anak-anak tertarik dengan Ice Brownies, si Ayah Jus Alpukat sedangkan saya Ice lemon Tea (mainstream banget...biarin).

dok.pri  Mie Jamur Kriuk
dok.pri  Ramen Tempura
dok.pri  Ramen Katshu
dok.pri  Kids Menu
dok.pri  Ice Brownies
dok.pri  Rara maunya makan sendiri

Ini pengalaman pertama saya dan keluarga makan di Resto Chicken Ramen. Meski begitu kami cukup puas makan disana. Harga makanan menurut saya masih tergolong standar, masih terjangkau oleh keluarga berkantong cekak seperti keluarga kami. Hihi....
Eh iya...setelah makan, nggak afdol rasanya kalau tidak upload foto makanannya di OpenSnap.

dok.pri  Upload foto makanan di OpenSnap
dok.pri Sudah masuk di deretan foto makanan Jepang

Aplikasi OpenSnap sebenarnya sangat memudahkan pencarian kita pada restoran atau makanan. Kita bisa mencari dengan berbagai cara penelusuran, yaitu pencarian berdasar tempat/lokasi, nama makanan/resto dan berdasar landmark. 
Asyik, kaan. Jadii, siap-siap berwisata kuliner yaa...