gambar dipinjam www.lakako.com

Dear Friends,
Emak PKK, Keluarga Sehat Sejahtera. Setuju dengan kata-kata diatas? Kalau saya sih, iya. Iya dong, sakit itu butuh banyak biaya untuk beli obat, rumah sakit dan sebagainya. Apalagi dengan pengalaman beberapa kali merawat keluarga yang sakit. Pengalaman merawat keluarga ketika sakit yang cukup lama adalah ketika merawat Ibu yang terkena diabetes 8 tahun lalu. Sebelum menderita diabetes Ibu terlebih dulu divonis asma dan jantung sejak tahun 1996an. Sejak saat itu pengobatan dilakukan terus menerus. Obat asma dan jantung menjadi menu sehari-hari Ibu. Kami sekeluarga sampai hafal betul nama-nama obat yang biasa di konsumsi Ibu. Tak jarang kami mengalami kesulitan ketika harus menebus obat karena tak semua apotek memiliki stock obat tersebut. Maklum lah kami tinggal di kota kecil (Purworejo) dimana jumlah apoteknya bisa dihitung dengan jari. Bahkan kami pernah harus ke luar kota untuk mencari obat buat Ibu. Ternyata penyakit Ibu tak hanya asma dan jantung. Diabetes terdeteksi ketika keluarga mulai curiga dengan penyusutan berat badan Ibu yang sangat drastis. Dari berat badan sekitar 70 kg menjadi 38 kg. Tubuh Ibu menjadi kurus kering, tinggal tulang berbalut kulit. Sejak itu, hidup Ibu benar-benar bergantung pada obat hingga akhirnya Allah memanggilnya pada 17 Oktober 2008 lalu.
 
Kejadian yang menimpa Ibu benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi kami sekeluarga untuk lebih menjaga kesehatan. Bersyukur sekali sampai hari ini kami sekeluarga diberi anugerah berupa kesehatan oleh Allah. Dan kami mensyukurinya dengan cara menjaga kesehatan. Tapi, pernah juga sih kecolongan. Kecolongan? Maksudnya? Begini lho, anak kedua saya laki-laki, usianya sekarang 9 tahun. Dia ini yang paling sering masuk rumah sakit. Tiga kali anak laki-laki saya itu masuk rumah sakit gegara tingkahnya yang sangat aktif. Lari-lari kemudian jatuh, kepalanya sobek dan musti dijahit. Naik sepeda, kakinya masuk ke velg sepeda dan terluka. Yang terakhir kemarin, jatuh, kepalanya terbentur aspal dan harus di CT Scan. Masih untung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti cedera otak, hanya shock saja.

Ketika konsultasi dengan Dokter, saya disarankan untuk menyediakan obat-obatan sebagai antisipasi kalau ada anggota keluarga yang sakit atau terluka. Yah, minimal ada obat sebagai pertolongan pertama sebelum pergi ke Dokter atau Rumah Sakit seperti kotak P3K ini.

dok.pri. P3K  Panduan Keluarga ada di ProSehat
Tak hanya menyediakan obat-obatan sebagai pertolongan pertama, sebagai tiang keluarga saya juga merasa perlu menyediakan suplemen dan multivitamin untuk suami dan anak-anak saya. Ibarat kata, sedia payung sebelum hujan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Iya, kan. Lagian, apa susahnya menyediakan itu semua. Jaman sekarang, apa-apa sudah bisa diakses melalui internet. Nggak usah ribet-ribet keluar rumah untuk membelinya. Kita bisa mendapatkan dengan cara memesan melalui aplikasi ProSehat (baca : Disclosure). Belum punya aplikasinya? Download saja Aplikasi Android ProSehat (baca : Disclosure). Aplikasi ProSehat ini sangat memudahkan kita. Dengan menggunakan aplikasi ini kita tak perlu repot keliling apotek ketika ingin menebus resep, membeli obat ataupun vitamin.


dok.pri Aplikasi ProSehat di android saya
dok.pri Tiga fitur menu aplikasi ProSehat
dok.pri Profil pengguna aplikasi
Cara menggunakan aplikasi ProSehat sangat mudah. Selain bisa membuka aplikasi ProSehat di android kita bisa juga membuka web nya di ProSehat.com. Disana juga ada berbagai artikel kesehatan yang bisa kita baca. Lumayan lah bisa menambah pengetahuan kita tentang kesehatan. 
Mulai tanggal 11 Januari 2016, Prosehat memberikn promo khusus kesehatan anak. Kita bisa membeli produk kesehatan anak seperti susu, vitamin, suplemen anak hingga popok anak. Mumpung ada promo, saya langsung membeli susu, multivitamin dan suplemen. 

dok.pri. Vitamin untuk keluarga
dok.pri. Vitamin dan obat untuk anak-anak
dok.pri. Susu untuk si princess Rara
Customer Service Prosehat juga fast respon. Setelah pesanan kita diterima, kita akan menerima pesan yang berisi konfirmasi bahwa pesanan kita sudah diterima dan meminta konfirmasi pembayaran melalui transfer. Kita tinggal menunggu barang pesanan kita sampai 2-3 hari kerja. Semudah itu? Iya...semudah itu. Ternyata begitu mudah untuk bisa menjadi Emak PKK (Pintar Kelola Kesehatan) untuk keluarga. Selain itu tentu kita harus tetap menjaga kesehatan keluarga dengan pola hidup sehat.

Dibalik keluarga sehat, ada Emak PKK yang hebat. Emak PKK, Keluarga Sehat Sejahtera.

 http://bit.ly/1OzJalU.