Dear Friends,
Setelah beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang mbak Esti Sulistyawan, kali ini saya akan menulis tentang  mbak Liza P. Arjanto. Sebenarnya mbak Liza, lebih dulu dikenal sebagai penulis daripada blogger. Saya mengenal mbak Liza (di dunia maya) karena karya-karyanya sering dimuat di majalah. Dulu, saya juga belum begitu aktif ngeblog. Saat itu saya masih sering menulis fiksi. Sejak nama mbak Liza sering disebut-sebut oleh penulis lain, saya kemudian mengajaknya berteman di fesbuk. Meski jarang berinteraksi secara langsung, saya sering stalking tulisan-tulisan mbak Liza. Secara tidak langsung Mbak Liza dan teman-temannya yang tergabung di grup Penulis Tangguh menginspirasi saya untuk selalu kreatif dalam menulis, terutama ketika menulis fiksi.


Terus terang, saya kagum pada Ibu berputra 6 ini. Bagaimana tidak? Disela kesibukannya mengurus 6 anak, mbak Liza masih sempat berkarya. Tulisannya kerap dimuat di berbagai media seperti Femina, Gadis, Kompas, Tabloid dan sebagainya. Bahkan belakangan ini beliau menerbitkan sebuah buku Parenting. Tuh, produktif banget kan? Kapan nulisnya, coba? Apa kabar saya yang jumlah anaknya saja cuma separonya mbak Liza, tapi belum mampu membuat satu karyapun?

Melalui tulisannya di blog ataupun tulisan status-statusnya di fesbuk, saya bisa melihat bahwa mbak Liza adalah sosok Ibu yang cukup sabar menghadapi anak-anaknya. Apalagi menghadapi 6 anak dengan karakter yang berbeda-beda. Pantes saja, kalau mbak Liza bisa menghasilkan sebuah buku Parenting tahun lalu.

gambar dipinjam dari FB mbak Liza P. Arjanto
Diam-diam saya bersyukur mbak Liza akhirnya membuat blog. Bukan apa-apa, meski tampilan blognya sederhana tapi didalamnya berisi banyak tulisan yang menginspirasi dan bermanfaat. Terutama kisah-kisah yang berbau parenting. Saya jadi tahu, bagaimana cara mbak Liza menghadapi anak-anaknya yang berbeda karakter. Dari sini saya bisa belajar sabar dari mbak Liza.
Teruslah menginspirasi, mbak Liza.