Sunday, 31 July 2016

DiaryHijaber : Warna-Warni Cerita Lebaranku

21:15:00 28 Comments
Dear Friends,
Lebaran telah usai, tapi rasanya enggan beranjak dari suasana dan kenangan manisnya. Ingin sekali rasanya supaya lebaran jangan cepat berlalu. Apalagi bagi saya yang hanya bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga besar saat lebaran saja. Ingin sekali rasanya berkumpul lebih lama lagi. Apalagi selalu ada cerita dan keseruan yang berbeda setiap tahunnya.

Seperti yang sudah-sudah, saya selalu mudik sebelum lebaran. Apalagi kini Bapak hanya seorang diri di kampung halaman, tentu akan kerepotan kalau harus menyiapkan keperluan lebaran sendiri. Dua adik saya telah menikah, jadi mereka juga harus meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga pasangannya masing-masing.

Akhirnya Mudik Juga

Dua hari jelang hari Raya keluarga kecil saya akhirnya mudik juga. Padahal beberapa hari sebelumnya saya dan suami cukup galau, karena rental mobil tempat kami biasa menyewa sudah full booked. Tadinya mau pasrah saja, mungkin Lebaran tahun ini kami kembali harus mudik dengan mengendarai sepeda motor. Saya dan suami tak mungkin memilih transportasi lain selain menyewa mobil atau mengendarai motor, karena alat transportasi menuju ke kampung halaman saya terbatas. Harus menunggu berjam-jam untuk bisa berangkat. Hingga hari-hari menjelang keberangkatan, kami belum mendapat jawaban pasti apakah ada mobil yang bisa kami sewa.

Akhirnya setelah menunggu kepastian berhari-hari, ada juga mobil yang bisa kami sewa. Alhamdulillah, nggak jadi mudik dengan sepeda motor. Tadinya sudah mikir aja, gimana cara bawa barang banyak pake sepeda motor. Perjalanan mudik ke kampung halaman saya sangat lancar dan hanya ditempuh dalam waktu 3 jam perjalanan. Normal sih, untuk waktu tempuh dari Semarang ke Purworejo. Mungkin karena kami berangkat selepas sholat subuh, jadi jalanan belum begitu padat oleh kendaraan para pemudik lain. Kami juga beberapa kali berhenti untuk membeli bensin dan membeli bibit tanaman. Kebetulan lebaran kali ini suami bisa menyewa mobil, jadi bisa membawa barang yang lumayan banyak. Alhamdulillah.

Perjalanan saat mudik sangat lancaar

Lebaran Bersama Bapak

Lebaran tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya Pakdhe (kakak dari Ibu) akan menerima lamaran untuk putrinya (kakak sepupu saya) pada H+3 lebaran. Hal ini membuat keluarga besar sepakat untuk berkumpul bersama setelah lebaran. Jadilah hari-hari menjelang dan awal lebaran hanya dilalui bersama keluarga inti saja. Hanya ada keluarga kecil saya, Bapak, adik bungsu dan adik lelaki saya. Meski hanya ber-delapan, tapi Lebaran kami tetap hepi kok.

Sehari sebelum Lebaran, Bapak sudah memesan dua ekor menthog di pedagang menthog langganan. Menthog pesanan biasanya sekalian disembelih dan dipotong-potong sesuai permintaan. Jadi saya tinggal meracik bumbu dan memasaknya. Sudah menjadi tradisi di keluarga saya, memasak opor menthog untuk disajikan di hari terakhir puasa dan hari pertama Lebaran. Dan setelah Ibu meninggal, sayalah yang menggantikan tugas Ibu untuk menyiapkan hidangan. Kata keluarga saya sih, rasa masakan saya tak jauh beda dari masakan Ibu.

Setelah sholat Ied, kami menyantap (lagi) ketupat opor yang sudah saya siapkan. Selesai makan, kami bersiap untuk sungkeman. Ini bagian yang paling mengharukan. Biasanya saya dan adik-adik akan berlinangan air mata meski sambil tertawa-tawa, berpelukan dan saling meminta maaf.

Sungkeman
Bersama Bapak dan 2 dari 3 adik saya
Bapak bersama keluarga kecil saya
Seru-seruan aja  :D

Bersama-sama

Bertemu Sahabat Lama

Selain bersilaturrahim dengan keluarga besar, kerabat dekat dan tetangga, saya juga memiliki agenda khusus untuk bertemu dengan sahabat-sahabat saya saat SMA. Sudah 19 tahun saya dan sahabat-sahabat saya itu tak bertemu. Tepatnya setelah kami lulus tahun 1997 lalu. Masing-masing sudah memiliki keluarga dan tinggal di daerah yang berbeda. Akhirnya saya dan dua sahabat saya ini memutuskan untuk bertemu di rumah saya saja. Terbayang sudah keseruan saat kami bertemu. Dan bisa ditebak, kami bernostalgia melepas rindu membicarakan mantan. Haha. Ssstt...

Yuli, saya dan Nano
Akhir mini reuni yang manis di warung bakso

 Acara Lamaran di Yogya

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Sabtu (9/07/2016) keluarga besar saya berkumpul di rumah Pakdhe di Yogya. Karena acara lamaran akan dimulai pada pukul 19.00, saya dan keluarga berangkat dari Purworejo sekitar pukul 15.30. Karena takut kena macet, akhirnya kami memutuskan untuk lewat jalan alternatif melalui Kaligesing. Benar juga perkiraan kami. Tak sampai 2 jam, akhirnya kami tiba di rumah Pakdhe dengan selamat tanpa terkena macet. Keluarga besar telah berkumpul dan saling melepas rindu setelah hampir setahun tak bertemu. Sembari menunggu acara dimulai, kami asyik bercengkerama. InsyaAllah keluarga besar kami akan berkumpul lagi akhir September nanti di Yogyakarta. Aaah, jadi pengen cepet-cepet ketemu dan melepas rindu lagi. 

Yaak, kami adalah keluarga berdagu lancip haha.. :P
Lebaran tahun ini juga memiliki kenangan manis yang tak akan pernah saya dan keluarga besar saya lupakan. Karena tahun ini keluarga besar kami akan memiliki anggota baru, yang artinya keluarga kami akan menjadi makin besar lagi. Alhamdulillah. 

Bagaimana dengan cerita lebaran kalian, temans? Pasti juga memiliki kesan dan kenangan yang tak akan terlupakan .

Oh iya teman-teman hijaber, ada event menarik untuk kalian nih. Tanggal 7-8 Agustus 2016 DiaryHijaber mengadakan acara dalam rangka menyambut Hari Hijaber Nasional. Pastikan kalian hadir di acara Hari Hijaber Nasional ini, karena akan ada Alyssa Subandono, Dude Harlino, Ustadz Maulana, dr. Oktri Manesa dan Muzdalifah yang turut memeriahkan acara ini. Jangan sampai ketinggalan karena selain para bintang tamu yang akan hadir, kalian juga bisa menyaksikan Fashion Show, Talkshow, Tausiyah hingga Bazar. Jangan sampai ketinggalan ya.


Friday, 29 July 2016

Mencicipi Kuliner Khas Kota Patria Blitar

23:09:00 14 Comments
Dear Friends,
Blitar identik dengan Presiden pertama Indonesia yaitu Bung Karno. Di kota ini terdapat makam sang proklamator yang kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Blitar memiliki julukan Kota Patria atau kota PETA (Pembela Tanah Air) karena di kota inilah Laskar PETA dibawah kepemimpinan Soeprijadi melakukan perlawanan terhadap Jepang pada tanggal 14 Agustus 1945. 

Selain Kota Patria dan kota PETA, Blitar juga dikenal sebagai kota koi. Hal ini karena ikan koi yang merupakan ikan populer di Jepang marak dibudidayakan di kota ini. Namun tetap saja, meski berbagai julukan dinisbatkan pada kota ini tak mampu menghilangkan kuatnya nilai historis dan sejarah Blitar. 

Kuatnya nilai sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia melatarbelakangi beberapa tempat menarik seperti hotel yang menggunakan nama patria. Setidaknya ada 3 hotel di Blitar yang menggunakan nama patria yaitu Patria Garden Hotel di jalan Batanghari, Patria Palace Hotel di jalan Mastrip dan Patria Plaza Hotel di jalan Kartini. Ketiga hotel tersebut dapat dibooking melalui Traveloka (baca : disclosure). 

Dibalik nilai sejarahnya yang kuat dan mendominasi kota ini, Blitar ternyata juga memiliki beberapa tempat untuk berwisata kuliner yang nikmat dan wajib dicoba saat mengunjungi kota ini. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata kuliner di kota Blitar.

Ikan Uceng Warung Barokah Pak Sabar

Warung Barokah  Pak Sabar adalah salah satu tempat wisata kuliner favorit di kota Blitar. Menu yang biasa disajikan di warung ini diantaranya ayam penyet, kare ayam, sayur uceng, lele penyet, ayam panggang dan lain-lain. Salah satu menu favorit yang paling dicari di warung ini adalah Ikan Uceng dan Bothok Uceng. Harganya juga cukup murah dan sangat terjangkau, mulai dari Rp 5.000,00.
Warung ini berada di jalan Semeru no. 24 Babadan , Blitar. Saat berkunjung ke kota Blitar jangan lupa mampir sejenak di warung makan Pak Sabar dan merasakan gurihnya Ikan Uceng dan Bothok Uceng.

sumber Twitter : Ikan Uceng yang gurih

Nasi Pecel Blitar

Tampilan nasi pecel Blitar tidak jauh berbeda dengan nasi pecel dari daerah lain. Perbedaannya baru bisa kita rasakan setelah mencicipi nasi pecel ini. Yang khas dari nasi pecel Blitar ini adalah rasanya yang tidak terlalu manis sebagaimana masakan khas Jawa pada umumnya dan bumbu kacangnya yang tidak ditumbuk dengan halus. Jadi ada sensasi crispy kacang tanah saat kita menyantap nasi pecel Blitar.
Setelah mengunjungi makam Bung Karno, cobalah mampir ke warung Mbok Bari yang berada di dekat komplek pemakaman. Nasi pecel yang disediakan di warung ini berbagai macam variasi lauk diantaranya ada ikan kali, tempe, tahu, ayam, jeroan, daging, empal dan sebagainya. Tak lupa pelengkap seperti daun kemangi, taoge dan daun singkong.
Harga per porsinya juga cukup murah. Hanya mengeluarkan uang mulai Rp 6.000,00 kita sudah bisa menikmati nasi pecel Blitar yang enak.

sumber visitblitar : Nasi Pecel Blitar

Nasi Ampok

Nasi ampok adalah makanan pokok yang terbuat dari jagung dan biasanya sebagai pengganti fungsi nasi. Masyarakat Blitar biasa menyebutnya dengan ampok. Untuk menyantap nasi ampok biasanya disajikan dengan sambal tomat, lalapan sayur dan ikan asin. Kuliner yang satu ini banyak dijual di pinggir jalan dan alun-alun kota Blitar. Harga satu porsi nasi ampok hanya berkisar Rp 4.000,00. Menu ini cocok sekali bagi kita yang sedang mengurangi makan nasi. Yuk, coba nasi ampok.

Sumber jejakbocahilang : Nasi Ampok

Es Pleret

Satu lagi kuliner khas Blitar yang segar dan wajib dicicipi. Es pleret namanya. Es pleret adalah es yang terbuat dari tepung beras. Biasanya es ini disajikan dengan penambahan sirup dan santan. Harga satu porsi es pleret ini hanya Rp 2.500,00. Es pleret ini bisa didapatkan di seputaran alun-alun Blitar. Mampirlah sejenak untuk mencicipi kesegaran es pleret asli Blitar ini.

Sumber panduankulinerwisata : Es Pleret

Itulah dia 4 kuliner favorit khas Blitar Kota Patria. Ke Blitar tanpa mencicipi 4 kuliner favorit ini, rasanya nggak lengkap.


Thursday, 28 July 2016

Review Film : Untuk Angeline

13:34:00 30 Comments

Dear Friends,
Sejak awal mendengar film Untuk Angeline ini akan dibuat, saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk menontonnya. Apalagi film yang diadaptasi dari peristiwa pembunuhan gadis cilik bernama Angeline sangat menyita perhatian masyarakat saat itu. Betapa saya saat itu juga ikut mengutuk pelaku yang demikian tega menyiksa Angeline hingga meninggal secara mengenaskan. Pelakunya kini telah dijebloskan ke dalam penjara, bahkan sepertinya persidangannya masih berlanjut hingga kini.

Akhirnya penantian saya terjawab sudah. Senin (25/7/2016) kemarin saya dan beberapa teman Kopiers Semarang diantaranya mbak Wati, Tina, Arina serta mbak Susi dan mas Indra yang jauh-jauh datang dari Jepara berkesempatan nonton bareng film Untuk Angeline.

review-film-untuk-angeline
photo by Arina Mabruroh
Bermula dari kesulitan yang dialami oleh pasangan Santo (Teuku Rifnu Wikana) dan Samidah (Kinaryosih) yang dengan terpaksa menyerahkan bayinya yang baru saja dilahirkan kepada pasangan John (Hans De Kraker) dan Terry (Roweina) karena tak mampu membayar biaya rumah sakit. Meski berat hati mereka terpaksa merelakan anaknya untuk di adopsi oleh John dan Terry. Oleh John bayi perempuan cantik itu diberi nama Angeline yang berarti malaikat. Santo dan Samidah baru boleh menemui anaknya ketika Angeline berusia 18 tahun.

Hingga usia 5 tahun, Angeline mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari Ayah angkatnya John. Melihat suaminya begitu menyayangi Angeline melebihi Kevin anaknya, sifat Terry  jadi berubah. Timbul rasa tidak suka dan penyesalan telah mengadopsi Angeline. Suatu hari, terjadi pertengkaran yang hebat antara John dan Terry yang menyebabkan John terkena serangan jantung dan meninggal. Sejak itulah hidup Angeline berubah. Hari-harinya yang dulu penuh keceriaan berubah menjadi kesedihan. Hampir setiap hari Angeline mengalami siksaan dan tidak mendapatkan perlakuan yang layak. Untunglah teman-teman, Guru dan asisten rumah tangga di rumah Terry baik dan sering membantu Angeline.

Sedangkan di Jakarta, Samidah ibu kandung Angeline selalu dibayang-bayangi dosa masa lalu karena tak bisa mengasuh dan merawat Angeline memutuskan pulang ke Denpasar untuk mencari Angeline. Samidah terkejut bukan kepalang ketika menemukan Santo suaminya telah menikah lagi dengan perempuan lain. Amarahnya memuncak. Samidah merasa disakiti untuk kedua kalinya oleh Santo. Pertama ketika harus melepaskan Angeline, yang kedua karena ketidaksetiaan Santo.

Suatu hari Samidah menemukan selebaran berita tentang hilangnya gadis cilik bernama Angeline. Firasatnya mengatakan bahwa gadis cilik yang hilang itu adalah Angeline anaknya. Ada setitik harap dalam diri Samidah bahwa dia bisa bertemu dan berkumpul dengan Angeline. Namun sayang, harapan itu sirna. betapa hancur hati Samidah yang hanya mendapati tubuh dingin anaknya di kamar mayat. Dengan hati terluka, Samidah hanya bisa menanti kepastian hukuman bagi pembunuh Angeline anaknya.

review-film-untuk-angeline
Photo by Hidayah Sulistyowati
Film yang disutradarai Jito Banyu  ini begitu menyentuh. Hampir sepanjang film saya tak henti menyusut air mata yang mengalir di pipi saya. Saya yakin penonton lainpun mengalami hal yang sama. Saya jadi teringat anak-anak saya. Tiba-tiba saya ingin memeluk mereka erat-erat.

Film Untuk Angeline ini sarat pesan mendalam, terutama pesan terhadap hak-hak anak akan perlindungan dan kasih sayang. Film ini hadir sebagai wujud keprihatinan atas kejadian yang menimpa Angeline. Selain itu film ini juga mengajak masyarakat untuk lebih aware terhadap permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya, terutama masalah anak. Jangan sampai kita kecolongan seperti kasus kematian Angeline. Jangan sampai ada kejadian-kejadian lain yang menyebabkan anak-anak menjadi korban.

Para pemain Film Untuk Angeline




Wednesday, 20 July 2016

Pahami Gizi dan Nutrisi Yang Dibutuhkan Anak

10:22:00 12 Comments
Dear Friends,
Tumbuh kembang anak adalah salah satu yang diupayakan dan harapan bagi orangtua dimanapun. Untuk melangkah dalam fase tersebut, seorang Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini. Karena pertumbuhan dan perkembangan anak bergantung pada kualitas yang diberikan pada anak. Salah satunya adalah ASI yang merupakan susu anak terbaik sepanjang masa. Bila berbicara mengenai tumbuh kembang anak, ada beberapa organ penting yang harus diperhatikan yaitu otak dan usus. Sebab itulah orangtua harus benar-benar menyediakan dan memperhatikan asupan gizi dan nutrisi agar tumbuh kembang anak optimal. 

photo by katalogibu.com
Anak-anak pada masa bayi dan balita sangat membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang optimal untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulangnya. Kandungan yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulang pada anak salah satunya terdapat pada susu, terutama ASI. Namun pada kenyataannya masih banyak Ibu yang yang tidak bisa memberikan air susunya pada anak-anaknya. Dengan alasan tertentu yang bisa diterima, akhirnya susu formula untuk anak menjadi salah satu alternatif sebagai pengganti ASI. Namun ternyata masih banyak orangtua yang belum mengerti bagaimana cara memilih susu formula yang tepat untuk anak, terutama untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulangnya.

Sebelum menentukan dan membeli susu formula untuk anak, alangkah baiknya jika orangtua memahami kandungan zat atau nutrisi yang baik untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulang yang berpusat pada usus. Dengan begitu, orangtua bisa menentukan susu yang yang sesuai dengan usia anak. Bagian terpenting dalam memilih susu formula sebagai alternatif pengganti ASI adalah kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Orangtua bisa memilih susu yang memiliki kandungan seperti AA, DHA dan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan tubuh. Hal lain alah yang tak kalah penting adalah mengetahui terlebih dahulu, apakah anak memiliki alergi terhadap susu atau efek samping dari mengonsumsi susu dalam jangka panjang. Misalnya susu yang di konsumsi mengakibatkan reaksi yang bisa membuat fungsi organ tubuh menjadi terganggu seperti sering batuk, terganggunya saluran pencernaan atau panas. Jadi, pilihlah susu balita yang tepat untuk anak-anak tercinta. 


Tuesday, 19 July 2016

Cara Membangkitkan Semangat Ngeblog Asyik ala Saya

10:27:00 37 Comments
Dear Friends,
Jumpa lagi setelah si empunya blog yang lagi angot-angotan ngeblog akhirnya sadar kalo tulisannya masih awet dalam bentuk draft melulu. Setelah sadar kemudian nangis. Pasalnya segala alexa, DA, PA terjun bebas. Hampir dua bulan saya terjebak drama PPDB. Iya, berkali-kali saya mengkambinghitamkan PPDB. Saya sukses "baper" saat-saat itu. Alhasil, artikel saya selama dua bulan bisa dihitung dengan jari *emang  dulu enggak? LOL. 

Tapi, bersyukur mood ngeblog saya akhirnya kembali secara perlahan namun pasti (lebay banget ih). Meski kadang tergoda untuk berlama-lama stalking sosmed (banyakan stalking nya dibanding nulisnya :p ). Tahu nggak apa yang membuat mood ngeblog saya kembali ? 

Berkumpul dengan Sesama Blogger

Beberapa kali saya dan sahabat-sahabat blogger saya bertemu. Kadang sambil hangout di Cafe atau sekedar berkumpul di rumah salah seorang diantara kami. Selain ngumpul dan makan-makan (pantesan BB makin naiik. LOL) biasanya kami saling sharing segala sesuatu tentang blog. Entah itu mempercantik tampilan blog, cara memasang widget di blog bahkan info lomba blog. Nah, beberapa hari yang lalu saya dan beberapa sahabat ngumpul di rumah mbak Wati. Ada banyak yang kami obrolin, salah satunya soal blog. Hal inilah yang bisa membuat semangat lagi untuk ngeblog.

Tidak sekedar ngumpul

Menata Ulang Meja Kerja

Kondisi meja kerja bisa mempengaruhi mood untuk menulis. Kondisi meja yang acak-acakan dengan barang-barang berceceran sungguh tak sedap dipandang mata, kan. Biasanya sih suami saya yang suka beres-beres meja kerja saya. Hihi. Beliau pinter menata meja kerja dengan rapi dan artistik. Setiap kali meja terlihat berantakan, tanpa ba bi bu langsung diberesin. Jadi saya makin semangat deh berantakin lagi meja kerjanya... eh ngeblognya. LOL.

This is my favorite corner

Ngeblog Sambil Mendengarkan Musik

Siapa sih yang nggak suka musik? Hampir semua orang pasti suka mendengarkan musik. Apalagi sekarang banyak jenis musik dengan berbagai genre sukses menghibur para penikmatnya. Saya sendiri suka musik dari jaman dulu. Bahkan waktu SD saya malah hafal lagu-lagunya Mansur S, Rhoma Irama, Itje Trisnawati, Betharia Sonata, Nicky Astria bahkan lagu-lagu Qasidah dan lagu-lagu Malaysia. Heran ya? Haha. Karena setiap hari dari pagi, siang hingga malam rumah saya full musik. Dulu saya ikut ensemble, band bahkan karawitan. Jadi sejak kecil, musik adalah sebagian dari hidup saya. Pun setelah menikah dan punya anak. Saya masih suka mendengarkan musik. Biasanya setelah mendengarkan musik, mood kembali oke lalu ide-ide mengalir cemerlang. Bikin playlist lagu-lagu favorit, pasang headset dan siap beraksi di depan si leppi.

Tiada hari tanpa musik

Me Time di Kamar Mandi

Me Time di kamar mandi?? Eits jangan salah. Melakukan perawatan tubuh dengan luluran atau berendam itu juga bisa jadi aktivitas "Me Time" yang mengasyikkan. Apalagi kalau ada aroma terapy yang wangi dan menenangkan. Waaah, sungguh bisa membangkitkan mood, lho. Nah, kalau badan sudah bersih dan wangi mau melakukan kegiatan apapun pasti bersemangat. Coba aja, deh.

Melakukan perawatan sendiri

Minum Secangkir Kopi 

Saya suka sekali minum kopi tubruk, bahkan sejak SD. Saya nggak terlalu suka minum kopi dengan campuran susu ataupun creamer. Dulu ketika Ibu membuatkan kopi untuk Mbah, pasti setengahnya saya yang menghabiskan. Kopi tubruk seduhan Ibu bukan berasal dari kopi spesial yang mahal. Kopi seharga 300 perak per bungkus (sekarang sih sekitar 3000 ribuan, sudah 10 kali lipat harganya) itulah yang pertama kali tercecap di lidah saya. Namanya Kopi cap Tjangkir. Aromanya khas sekali. Bahkan sampai sekarang iklannya di radio masih bertahan dengan dialog yang sama sejak saya kecil. Sayangnya kopi itu hanya ada di daerah kampung halaman saya saja. Beberapa tahu belakangan saya minum kopi yang memiliki tagline "jelas lebih enak" haha. Nggak tahu kenapa, saya nggak bisa pindah ke lain hati. Jangan-jangan karena saya hampir nggak pernah nyoba merk lain ya? Hihi. Pernah juga sih, nyobain kopi seduhan adik ipar saya (suaminya Arin). Dia sih pecinta kopi beneran. Minumnya nggak pake gula, rasanya asam pahit. Dan saya nggak suka. Emang ya, yang abal-abal itu malah enak. Wkwkwk. LOL.
Biasanya setelah minum secangkir kopi, semangat saya nyala kembali. Bener-bener dah, efek si kopi ini. 

Secangkir kopi hitam yang membangkitkan semangat

Membaca Ulang Peta Rencana Pencapaian

Saya biasa menulis rencana-rencana pencapaian hidup saya sepanjang satu tahun di buku. Peta rencana ala saya itu saya gambarkan seperti Mind Mapping. Entah itu soal cita-cita, anak-anak, target dalam hal pekerjaan bahkan soal #relationshipgoals saya dan suami tapi versi saya. Haha. Saya jadi ingat tahun lalu saya ngotot banget menuliskan bahwa saya ingin bisa membeli motor matic merk Vario, dan tahun ini saya bisa mewujudkannya (maksudnya saya dan suami. LOL). See?
Betapa peta rencana itu bisa jadi afirmasi positive bagi penulisnya, lho.

Contoh peta rencana

Bagi saya cara-cara itu cukup efektif untuk membangkitkan semangat ngeblog saya. Tapi kembali lagi, apa yang baik dan efektif  menurut saya belum tentu baik bagi yang lain. Apa yang cocok menurut saya belum tentu cocok bagi yang lain. Kembali pada selera dan kebiasaan masing-masing. Setuju?



Monday, 18 July 2016

Andai Aku Jadi Zarah

21:12:00 8 Comments
Dear Friends,
Meski belakangan ini aktivitas ngeblog sedikit tersendat, tapi saya memaksa diri untuk tetap menulis. Memang saat ini saya sedang dalam situasi yang lumayan riweuh. Tapi sekarang, sedikit demi sedikit saya urai benang kemalasan. Biar terurai dan jadi rajin ngeblog lagi seperti sebelum-sebelumnya *eh emang eykeh rajin ngeblog? Ngelantur to the max kalo ini. :D

Bicara soal tokoh fiksi yang menginspirasi, sebenarnya ada beberapa yang masih membekas dalam ingatan saya. Meski bukan penggila buku-buku sastra tapi saya suka membaca. Ada satu novel karya Dee Lestari yang saya dapat dari doorprize. Partikel. Salah satu novel dari beberapa novel berseri karya Dee yang fenomenal itu. Saya baru punya satu dari beberapa novel berseri itu. haha, iya saya baru baru punya satu. Tapi karya Dee yang lain seperti Perahu Kertas, Filosofi Kopi dan Rectoverso, saya punya kok.  Jangan di ketawain ya..haha. Barangkali ada yang kasihan terus ngirimi saya seri yang lain? Boleeeh banget.

Novel yang belum selesai saya baca
So touching :)
Novel ini sudah berada di tangan saya 7 bulan lalu, tapi hingga sekarang saya belum juga tuntas membacanya. Semoga setelah waktu saya luang, bisa segera menyelesaikannya *eaaa..sok sibuk banget.
Meski baru setengah saya langsung jatuh cinta pada tokoh utama novel Partikel ini, yaitu Zarah. Seorang perempuan yang memiliki kelebihan. Dia bisa memiliki kemampuan yang tak dimiliki oleh orang pada umumnya. Dia termasuk sosok perempuan yang berkarakter kuat, pemberani, berjiwa petualang dan memiliki prinsip yang kuat. Saking teguhnya memegang prinsip, dia bahkan berkonflik dengan Ibunya sendiri.

Membaca karakter dan Saya jadi ingat masa kecil dulu, dimana saya paling suka menjelajahi ladang, menyusuri pematang sawah, berendam di sungai, memanjat pohon kecik yang tingginya bukan main. hanya sekedar main-main sih, tidak seperti Zarah yang dengan detail menggambar penampang daun, menggambar pertumbuhan fungi dan sebagainya. Saya juga tidak seberani Zarah yang dengan berani memasuki Bukit Jambul yang konon angker. Beberapa kali mengalami kejadian yang sedikit menyeramkan, tetap saja nyali saya nggak sebesar si Zarah.

Seandainya saya jadi Zarah, saya ingin sekali mengeksplor sebuah tempat di tepi desa saya. Tempat itu adalah sebuah tanah lapang dan lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Mirip bukit di pinggiran sungai dan dikelilingi oleh sawah. Ada sebuah makam disana. Konon itu adalah makam dari nenek moyang orang desa saya. Siapa tahu disana juga ada semacam portal untuk menuju dunia lain, seperti dunia dibalik Bukit Jambul. Aiih, jadi merinding..haha. 
Seandainya saya jadi Zarah, saya pasti akan bekerja di NatGeo supaya bisa berpetualang keliling dunia dan melakukan penelitian di alam terbuka. Dulu saya ngebet banget pengen bisa tinggal di Swiss, Norwegia atau Irlandia dimana banyak bukit-bukit hijau, padang rumput, hingga gunung es. *ini sih mimpi yang tertunda. Haha. Yang pasti saya harus menyelesaikan novel Partikel ini. Segera. 




Friday, 15 July 2016

Kamera Ponsel Pengukir Kenangan

23:11:00 23 Comments
Dear Friends,
Siapa yang hari gini masih pake ponsel tak berkamera? Kayaknya nggak ada ya? Hampir semua orang kini pasti memilih ponsel berkamera. Bahkan Bapak saya yang notabene generasi jadul pun memiliki ponsel berkamera, meskipun hanya sesekali saja digunakannya. Isi galerinyapun rata-rata hanya foto cucu-cucunya. Kata beliau biar bisa melihat foto-foto cucu-cucunya ketika kangen. Iya juga, sih.

Jujur saja, saya merasa sangat terbantu dengan adanya ponsel berkamera. Saya bisa mengabadikan tiap moment setiap saat tanpa repot, kapan saja dan dimana saja. Tinggal atur posisi, cekrek, gambar langsung tersimpan dan bisa dilihat. Nggak perlu nenteng-nenteng kamera dan mencuci cetaknya di studio foto untuk melihat hasil fotonya.

Tetapi kualitas kamera ponsel memang menentukan kualitas gambar yang dihasilkannya. Jujur saja, saat ini saya belum memilikinya. Meski begitu, saya selalu berusaha memaksimalkan kamera ponsel saya agar bisa menghasilkan foto dengan kualitas yang memuaskan. Tentunya agar saya tidak kehilangan moment-moment penting yang ingin saya kenang.

Moment Tumbuh Kembang Anak

Saya termasuk orangtua yang paling suka mengabadikan moment-moment penting yang terjadi pada anak-anak. Saya ingin kelak anak-anak bisa melihat dan mengenang kembali masa kecil mereka saat mereka dewasa. Dengan kamera ponsel seadanya saya berhasil mengabadikan masa kecil anak-anak. Bisa dilihat, kualitasnyapun ala kadarnya.

Hasil foto kamera ponsel pertama th.2009
Hasil foto kamera ponsel pertama  th. 2009 (hasil foto blur dan pecah)

Hasil foto kamera ponsel kedua th. 2012
Hasil foto kamera ponsel kedua th.2013
Hasil foto kamera ponsel ketiga th. 2014
Meski kualitas gambar yang dihasilkan tidak memuaskan tetapi setidaknya anak-anak memiliki kenangan saat mereka kanak-kanak. Saya yakin anak-anak akan berterima kasih pada saya suatu hari nanti karena sudah mengukir kenangan mereka.

Moment Pengalaman Spesial 

Setelah serius menjadi blogger, saya mulai rajin mengikuti event-event dimana para blogger sering diundang. Yang paling berkesan adalah ketika saya diundang ke sebuah acara di Jakarta. Event inilah yang membuat saya merasakan bagaimana nervousnya  naik pesawat untuk pertama kali *norak banget ya. Lagi-lagi, saya hanya mengandalkan kamera ponsel dengan kualitas ala kadarnya untuk mengabadikan moment yang tak boleh dilupakan ini.

Hasil foto kamera ponsel saya di luar ruangan
Hasil foto kamera ponsel saya di dalam ruangan, gelap
Hasil foto kamera ponsel saya di dalam ruangan, blur
Kalau sudah begini, biasanya saya mulai senewen deh. Bagaimana mungkin saya membuat blogpost dengan dokumentasi ala kadarnya. Padahal kata para pakar perbloggeran, hal pertama yang membuat para pembaca tertarik untuk mengunjungi blog kita adalah foto-toto atau gambar yang ada di dalamnya. Nggak mau dong, blog kita sepi pengunjung hanya karena foto-foto yang tidak sedap dipandang. Foto-foto atau dokumentasi saat menghadiri event adalah salah satu aset blogger. Mau tak mau, saya meminta bantuan pada teman sesama blogger untuk berbagi foto atau meminjam foto. Bahkan sering juga nebeng, minta di foto memakai kamera ponsel teman. Aiih..malunya *tutup muka pake panci.

Hasil foto dengan kamera milik mbak Ade Anita. Pinjem ya mbaak ;)
Hasil foto dengan kamera milik mbak Wati
Salah satu teman blogger yang sering saya tebengi untuk berfoto adalah mbak Wati. Beliau adalah bloggermate saya. Jadi, kalau belakangan ini teman-teman melihat hasil foto-foto event yang saya hadiri bagus, itu karena saya nebeng foto pada mbak Wati *jujur banget ini mah. Sudah hampir dua tahun ini mbak Wati menggunakan Asus Zenfone 5, makanya foto-foto beliau saat ada event blogger selalu bagus-bagus hasilnya. Untung beliau ini orangnya baik banget, mau aja dikerjai teman-temannya (terutama saya) buat di tebengi. Hehe.

Wefie menggunakan Asus Zenfone 5 milik mbak Wati
Meski mbak Wati tidak keberatan, nggak mungkin dong saya nebeng terus menerus. Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, mau tidak mau saya harus upgrade gadget saya. Melihat kualitas foto yang dihasilkan Asus Zenfone milik mbak Wati selama ini, saya yakin bahwa Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL adalah gadget yang tepat untuk mengakomodir pekerjaan saya sebagai blogger. Kamera utama Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL 13 MP memiliki resolusi sebesar 4128 x 3096 pixels. Pantesan hasil foto jepretan mbak Wati selalu bagus hasilnya. Ternyata selain bisa menghasilkan kualitas foto yang baik, kamera utama pada Asus ini juga bisa digunakan untuk merekam video dengan kualitas HD beresolusi 1080 pixels. Jadi bisa sekalian latihan bikin vlog deh. 

Aah, semoga keinginan saya memiliki Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL segera menjadi kenyataan, bukan hanya di angan-angan. Saya yakin, Asus Zenfone bisa membantu saya mengukir kenangan yang tak akan pernah terlupakan. 



Sekolah di SMK, Kenapa Tidak?

21:20:00 12 Comments
Dear Friends,
Kalau ada orangtua yang sibuk jelang, saat hingga pasca PPDB mungkin saya adalah salah satunya. Mulai dari memilih sekolah, melakukan pendaftaran online, verifikasi data, memantau jurnal hingga daftar ulang. Bahkan PPDB ini penuh drama (lebay dikit lah), karena sempat berpindah-pindah sekolah hingga akhirnya si kakak menemukan sekolah yang tepat untuknya. Drama PPDB ini bahkan mempengaruhi mood saya untuk ngeblog. Haha *cemen banget yak. 

Drama PPDB berawal dari rasa percaya diri si kakak dan saya untuk mendaftar di SMA Negeri dekat rumah. Bila dilihat dari jumlah nilai UN, bisa dipastikan si kakak bisa lolos masuk ke SMA Negeri tersebut. Apalagi dalam jurnal, nama si kakak masuk urutan aman. Tapi saat pengumuman hasil seleksi, saya kaget bukan kepalang. Pasalnya saya tak menemukan nama si kakak di daftar siswa yang lolos seleksi. Padahal ada beberapa siswa yang nilai UN nya di bawah si kakak tapi lolos seleksi. Usut punya usut ternyata ada kebijakan baru yang mewajibkan sekolah negeri harus menerima siswa dari golongan tidak mampu (memiliki kartu miskin) sebanyak 15% dan siswa dari luar rayon sebanyak 5% walau nilainya kurang. Meski kecewa karena tidak ada sosialisasi dari pihak sekolah, tapi ya sudahlah. Mungkin rezeki si kakak bukan sekolah di SMA Negeri. 

Tak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan, saya dan kakak mendaftar ke sebuah sekolah swasta berbasis agama yang cukup terkenal di Semarang. Sayangnya kuota siswa yang diterima di sekolah tersebut sudah terpenuhi, jadi mau tidak mau saya harus segera mencari sekolah lain. Sempat putus asa dan merasa bersalah pada si kakak, karena tidak bisa mencari sekolah yang terbaik untuknya. Hingga akhirnya tiba-tiba si kakak minta di daftarkan di SMK Farmasi. Saya sempat ragu untuk mendaftarkan si kakak di SMK Farmasi mengingat untuk masuk kesana harus melalui tes dan hasilnya di akumulasi dengan nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5. Bismillah si kakak mantap masuk  SMK Farmasi. Setelah mendaftar dan mengikuti tes sesuai prosedur, akhirnya kakak lolos menjadi siswa SMK Farmasi. Alhamdulillah. 

Salah satu kegiatan di SMK Farmasi
SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan dirancang untuk melahirkan lulusan yang siap bekerja. Untuk mencapai tujuan itu, kurikulum SMK memasukkan mata pelajaran yang relevan dengan kesiapan karier seperti teknologi dan perancangan, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, agribisnis dan teknologi pertanian, perikanan dan kelautan, bisnis dan manajemen, pariwisata, seni kriya dan seni pertunjukan. Kebetulan si kakak masuk SMK Farmasi, artinya setiap hari akan di jejali dengan kurikulum yang berhubungan dengan kesehatan. Jadi selama 3 tahun nanti, kakak akan fokus mempelajari semua hal yang berhubungan dengan farmasi dan kesehatan. 

Sebenarnya 20 tahun yang lalu, sesaat setelah lulus SMP sempat terbersit keinginan saya untuk masuk ke SMK. Kalau dulu istilahnya STM, SMEA atau SMKK. Tapi keluarga tak mengizinkan dengan alasan lulusan STM, SMEA atau SMKK akan susah melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Tapi kini lulusan SMK bisa masuk perguruan tinggi mana saja, lho. Saya bahkan sudah memiliki bayangan, akan kemana si kakak selepas SMK nanti. Sekolah di SMK, kenapa tidak?
Aah, semoga saya dan suami mampu mengemban amanah ini dan bisa mengantarkan kakak hingga mampu meraih cita-citanya. Aamiin.




Thursday, 14 July 2016

Uang THR, Untuk Apa Saja?

22:39:00 12 Comments
Dear Friends,
Apa yang biasanya selalu ditunggu-tunggu menjelang Lebaran? Yups, THR atau Tunjangan Hari Raya. Saya sendiri sekarang hanya menerima THR dari suami saja. Alhamdulillah, hehe. Suami menyerahkan sepenuhnya pada saya urusan THR ini. Meski begitu, tentu saya tidak bisa menghabiskannya tanpa perhitungan. Biasanya THR dari suami akan saya keluarkan sesuai dengan post nya masing-masing. 
Apa saja?

Uang THR
THR untuk Orangtua
Saat ini tinggal Bapak, satu-satunya orangtua yang saya miliki. Meski beliau tak pernah meminta tapi rasanya memberikan sedikit rejeki yang kita miliki akan mampu menyenangkan hatinya. 

Zakat Mal
Saya dan suami menyisihkan sebagian THR untuk zakat mal (bukan zakat mall lho ya..hehe). Besarannya adalah 2,5% dari total penghasilan suami selama satu tahun.
Membeli Keperluan Lebaran
Salah satu pengeluaran yang bisa dibilang tetap adalah membeli keperluan Lebaran. Entah itu kue-kue, bingkisan, baju untuk anak-anak dan oleh-oleh. Kalau ada rezeki lebih biasanya suami meminta saya mengirim bingkisan Lebaran ke beberapa orang yag membutuhkan.
Membayar Sewa Mobil untuk Mudik
Tahun ini untuk kedua kalinya saya mudik mengguakan mobil sewaan (rental). Sudah tahu kan ya alasannya. yang utama karena barang bawaan keluarga saya yang banyak, jadi akan lebih nyaman kalau menyewa mobil. Sewa mobil di momen hari raya lebih mahal tarifnya, jadi mau tidak mau saya harus menyiapkan dana lebih untuk menyewanya.
 
Biasanya sih setelah Lebaran usai, uang THR pun ikut usai alias habis. Tapi dua tahun ini (entah kenapa 2 tahun melulu) saya bisa menyisihkan sebagian THR untuk hal lain. Tahun lalu, saya bisa merenovasi kamar dengan uang sisa THR. Sedangkan untuk tahun ini saya bisa menyisihkan untuk keperluan anak sulung saya yang akan masuk SMK Farmasi. Alhamdulillah :)




Follow Me @ikapuspita1