Tuesday, 31 October 2017

5 Hal yang Harus Ada di Rumah Impian Saya

23:02:00 24 Comments
 Dear Friends,

5 hal yang harus ada di rumah impian saya. Gara-gara mbak Archa Bella dan mbak Dian Nafi menang arisan 14, nih. Keduanya adalah blogger yang juga arsitek, makanya tema yang diangkat masih berhubungan dengan dunia arsitek. Kalau mbak Archa arsitek yang hobi nggambar sketsa, mbak Dian adalah arsitek yang hobi nulis buku. Dua-duanya qualified dengan hobinya masing-masing. 

Meski sudah punya rumah (yang hingga detik ini belum rampung juga pembangunannya), tapi saya masih punya keinginan untuk memiliki rumah yang sesuai dengan impian saya. 

Emangnya rumah yang sekarang ditempati bukan rumah impian?

Jujur saja, rumah yang saya tinggali sekarang belum menjadi rumah impian bagi saya. Bukannya nggak bersyukur udah bisa punya rumah tapi boleh dong punya keinginan untuk memiliki rumah yang sesuai impian kita.

Jika suatu hari Tuhan mengijinkan saya punya rumah lagi, pengen deh bisa dibangun sesuai dengan apa yang saya impikan.

Berawal dari kegemaran saya nonton film, saya jadi kepincut dengan model rumah ala Amerika. Itu loh yang dindingnya dari kayu. Ditambah lagi saat bekerja di perusahaan kayu, kantor saya berdinding kayu dan berbentuk panggung. Makin kuatlah impian saya untuk memiliki rumah berdinding kayu ala Amerika.

Setidaknya ada 5 hal yang harus ada di rumah impian saya. Kalau ada 5 hal ini, artinya rumah impian saya sudah terwujud.

Bergaya ala Amerika 

 
Pasti banyak yang tahu kan, rumah ala Amerika, ada yang berdinding kayu ada pula yang berdinding batu bata. Bentuknya semi panggung, memiliki banyak jendela dan teras yang khas. Pengennya sih, punya rumah seperti ini kalau anak-anak sudah gede, jadi tinggal saya dan suami aja berdua di rumah. Aseek.

Punya Halaman Luas 

Saya dan suami sama-sama berasal dari keluarga besar. Kebayang kan, gimana ramainya kalau sedang ngumpul? Butuh space yang luas untuk anak-anak bermain, untuk parkir kendaraan dan bercocok tanam. Pengennya punya halaman depan dan belakang, supaya bisa menanam pohon buah-buahan, sayur dan tanaman hias.

Punya Dua Teras

 
Kebanyakan rumah bergaya Amerika memiliki dua teras, di depan dan belakang. Saya malah kepengen mengoptimalkan halaman belakang dan teras belakang. Tamu-tamu yang cukup dekat, kita ajak duduk di teras belakang, ngobrol sambil minum teh hangat dan cemilan sekaligus menikmati suasana halaman belakang. Bayangin dulu deh, gimana hangat suasananya.

Memiliki Dapur Semi Outdoor


Salah satu bagian penting dari rumah adalah dapur. Menurut saya dapur adalah tempat untuk merepresentasikan cinta. Seorang Ibu pasti akan selalu membuatkan makanan, minuman atau apapun dengan penuh cinta di dapur. Sumber energi untuk keluarga berasal dari dapur. Nah, sebagai ratu dapur pastinya saya pengen bisa betah berlama-lama di dapur. Dapur impian saya adalah dapur semi outdoor, memiliki space yang cukup luas jadi anak-anak maupun saudara bisa ikut nimbrung di dapur dan punya sudut untuk tanaman hijau. Jadi mata bisa tetap segar meski seharian berkutat di dapur.

Memiliki Kamar Tidur Berjendela Besar


Kamar tidur adalah tempat kita beristirahat, tempat kita melepas penat dan tempat kita untuk memulihkan tenaga. Buat saya, nggak perlu kamar atau tempat tidur yang mewah. Yang penting buat saya adalah kamar berjendela besar dan tempat tidur yang nyaman. Nyaman nggak harus mahal, kan? Oh iya, saya juga pengen punya semacam kursi malas di depan jendela, jadi saat hujan saya bisa memandangi rintiknya dibalik jendela kamar.

Nah, itulah 5 hal yang harus ada di rumah impian saya. Semoga bisa mewujudkan rumah impian saya dalam bentuk nyata. Doakan ya, friends ;)



Thursday, 26 October 2017

Hobi Kulineran? Begini Caranya Berburu Kuliner di Dimsum Jakarta

00:30:00 19 Comments
Dear Friends,

Selain punya hobi masak, saya juga gemar berburu kuliner. Nggak terlalu sering sih, hanya kalau sedang males turun ke dapur atau kalau sedang nggak enak badan. Selain itu supaya bisa ganti suasana lah, biar nggak bosen makan makanan rumahan melulu.
Awal-awal punya hobi kulineran karena sering diajak teman untuk menyicipi menu di kafe atau resto baru. Lama-lama jadi hobi deh, berburu kuliner. Apalagi begitu ada kafe baru atau menu baru, langsung atur waktu buat kulineran bareng.
Sebagian besar orang menganggap bahwa hobi kulineran bikin boros pengeluaran. Ya kalo kulinerannya sendirian dan hampir tiap hari, pastilah boros jadinya. Padahal, ada loh cara cermat berhemat untuk kita yang hobi kulineran.

Berburu Kuliner Bareng Teman-teman

Pict by Pixabay : Share Cost
Berburu kuliner paling asik bila dilakukan bersama teman-teman yang punya hobi sama. Selain bisa membuat suasana makin seru, ada juga manfaatnya kulineran bareng teman. Manfaatnya selain bisa share cost, kita juga bisa saling icip menu makanan yang dipesan. Makin banyak teman yang bergabung, makin ringan biaya yang kita keluarkan dan makin banyak pula makanan yang bisa kita icip karena biasanya kita pesan menu yang berbeda.

Rencanakan Budget untuk Berburu Kuliner

Pict by Pixabay : Budgeting
Hobi berburu kuliner juga musti punya budget khusus. Budget ini bisa membantu kita untuk membatasi seberapa banyak pengeluaran untuk kebutuhan hobi kulineran kita. Prosentasenya disesuaikan saja dengan besaran pendapatan dan pemenuhan kebutuhan lain. Iya, dong. Sebisa mungkin diusahakan untuk tidak “over budget” karena bisa berbahaya bagi kondisi keuangan kita. Bisa-bisa sebelum waktunya gajian lagi, duit kita sudah habis hanya untuk kulineran. Jadi, pinter-pinternya kita mengatur waktu dan budget saja untuk memenuhi hobi kita kulineran. Misalnya kita berburu kuliner hanya di akhir pekan saja, sedangkan hari-hari biasa kita makan dengan menu sederhana.

Atur Porsi Makan

Pict by Pixabay : Atur porsi makan
Hobi sih hobi, tapi perlu juga untuk mengatur porsi makan kita. Biasanya kalau sedang lapar, pasti kita kalap ketika ketemu makanan dan minuman. Jangan sampai kita kekenyangan. Kalo hal ini sampai terjadi, malah bikin nggak nyaman tubuh kita, loh. Ukur kemampuan perut kita untuk menampung makanan dan minuman. Jangan sampai melebihi batas kemampuan perut kita. Ingat ya, berhentilah makan sebelum kenyang. Secukupnya saja.

Manfaatkan Promo Kupon Voucher Diskon di Website Penyedia Voucher

Pict by Pixabay : Manfaatkan promo voucher diskon
Paling seneng berburu kuliner kalo sedang banyak promo diskon. Ada loh, website penyedia voucher yang bisa dimanfaatkan untuk berburu voucher diskon. Salah satunya adalah Bambideal.id. Kalo punya voucher diskon kita bisa kulineran dengan lebih hemat. Kita bisa kulineran lebih hemat dan memanfaatkan promo dari ratusan resto atau tempat makan yang bisa dipilih. Kebetulan banget nih, saya dan teman-teman lagi pengen banget kulineran di Dinsum Jakarta lalu nemu voucher makan dinsum Jakarta. Rejeki banget, kan. Lumayan lah, bisa makan enak tapi nggak harus bayar mahal.

Manfaatkan Promo Resto

Pict by Pixabay : Promo diskon member
Sering dengar kan, ada beberapa resto atau tempat makan yang memberikan promo di waktu-waktu tertentu? Misal untuk pelanggan atau member yang sedang berulang tahun atau promo khusus di hari-hari besar seperti hari raya, hari kemerdekaan, hari jadi resto dan sebagainya. Biasanya mereka memberikan banyak promo seperti diskon untuk jenis makanan dan minuman tertentu hingga memberikan makanan atau minuman ekstra secara gratis. Cari tahu di media elektronik atau media sosial, resto atau tempat makan mana saja yang sedang promo. Jadi, kita bisa mengajak keluarga atau teman untuk kulineran, deh.

Nah, kalian yang punya hobi kulineran, gimana sih cara kalian untuk tetap bisa kulineran dengan hemat? 


Tuesday, 17 October 2017

Diskon Belanja Online Akan Mendapatkan Untung yang Maksimal dengan Cara Ini!

21:07:00 22 Comments

Dear Friends,

Tak bisa dipungkiri, saat ini kita hidup di era serba online. Mau bepergian ada transportasi online, mau belanja ada banyak marketplace yang bisa dipilih. Dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan, makin banyak orang yang mulai beralih ke online shop daripada berbelanja secara konvensional. Sebagai konsumen sudah seharusnya kita cerdas dan bijak menghadapi segala penawaran diskon yang banyak digelar oleh situs belanja online akhir-akhir ini. Ketika berbelanja online, batas keamanan dalam bertransaksi menjadi tanggung jawab kedua belah pihak, yaitu antara penjual maupun pembeli.  Agar kalian bisa mendapatkan untung maksimal saat ada penawaran promo diskon belanja  coba deh , terapkan cara-cara ini!

1. Tetap berhati-hati dan melakukan antisipasi
Sebagai konsumen dan calon pembeli, kita wajib berhati-hati terhadap toko online yang menawarkan diskon yang besar. Karena transaksi tidak dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli, kita perlu melakukan kroscek terlebih dahulu dengan menghubungi nomor Customer Service yang tersedia. Coba cari tahu latar belakang online shop sampai track record pengoperasiannya. Ada baiknya kita pilih situs belanja online yang terpercaya dan bonafit. Perkara harganya sedikit lebih mahal tidak masalah, daripada harus tertipu.

2. Teliti terhadap barang yang akan dibeli
Seringkali pemilik online shop hanya memberikan foto hasil copas, bukan foto asli produknya. Memang sebaiknya kita lebih berhati-hati sebab dalam beberapa kasus, terjadi ketidakcocokan barang dengan foto yang ada. Sebenarnya hal ini termasuk lumrah, tapi jika sudah berlebihan tentu akan merugikan juga. Sebagai konsumen, kita berhak meminta foto asli dari produk atau barang yang dijual untuk lebih meyakinkan diri.

3. Atur intensitas belanja kita
Membeli barang atau berbelanja saat ada diskon belanja online memang merupakan hal yang menyenangkan dan pasti selalu dinanti. Terlebih jika ada pesta diskon besar-besaran. Namun keuangan tetap harus jadi prioritas, jangan sampai kita belanja banyak barang tapi yang terpakai atau yang benar-benar cocok hanya sebagian saja. Sedang barang lain yang kita beli masih belum terlalu butuh atau ingin dipakai. Kan, mubazir namanya. Pastikan agar kita bisa mengatur intensitas belanja. Coba deh, batasi intensitas belanja kita, mungkin 1-2 kali saja dalam sebulan atau batasi belanja hingga nominal tertentu. Bisa juga dengan berbelanja saat memang benar-benar butuh saja.

4. Simpan struk belanjaan atau resi pengiriman
Meski kadang dianggap remeh, ternyata dengan mencatat baik-baik pengeluaran setiap bulan termasuk dengan menyimpan struk belanjaan atau resi pengiriman ketika berbelanja online dapat membantu kita untuk mengontrol pengeluaran setiap bulannya. Kumpulkan struk dan resi pengiriman ke dalam spreadsheet untuk mengetahui jumlah uang yang masih kita miliki atau berapa batas nominal belanja bulanan kita. Cara ini juga ampuh untuk melakukan perbandingan pengeluaran kita setiap bulannya.

5. Lebih bijak dalam menggunakan kartu kredit
Kartu kredit merupakan salah satu produk dari bank yang paling sering menawarkan diskon belanja online maupun offline di berbagai merchant maupun situs belanja online terkenal. Dengan memiliki kartu kredit, seringkali memunculkan pemikiran bahwa kita “punya uang” sehingga otak lebih impulsif dalam hal berbelanja. Padahal jika tidak memakai perhitungan saat berbelanja dengan menggunakan kartu kredit, bisa-bisa kita justru akan kebingungan dengan tagihan kartu kredit di akhir bulan. Gunakan kartu kredit hanya saat benar-benar membutuhkan saja atau sedang tidak ada uang cash misalnya. Ukurlah batas kemampuan finansial kita dalam membayar tagihan kartu kredit. Jika tidak ingin kesusahan, maka cobalah untuk bijak dalam menggunakan kartu kredit. 

Godaan promo dan diskon belanja online memang selalu ada. Nah, kalian pilih untung atau buntung saat memanfaatkannya?






Saturday, 7 October 2017

Begini Rasanya Pertama Kali Naik Pesawat Terbang

20:41:00 26 Comments
Dear Friends,

Pengalaman pertama naik pesawat terbang adalah ketika tahun lalu saya mendapat kesempatan hadir di acara seminar parenting dan kesehatan anak yang diadakan oleh Sari Husada di Jakarta. Saat itu, saya dan Rahmi Aziza yang dipilih untuk berangkat kesana. Saya pikir waktu itu kami akan berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api, tapi ternyata oleh pihak penyelenggara kami berdua harus berangkat menggunakan pesawat. Mungkin supaya lebih cepat dan nyaman kali, ya.

Ceritanya baca di sini : Berkah Ngeblog, Jalan-Jalan ke Jakarta

Begitu dapat kabar bahwa kami bakal naik pesawat, saya langsung excited dong. Maklum aja, ini bakal jadi momen pertama kalinya saya naik pesawat. Haha. Sebenarnya campur aduk sih perasaan saya waktu itu. Ya takut, ya seneng. Takutnya karena tahu sendiri lah ada beberapa kali peristiwa yang terjadi seputar kecelakaan pesawat, dan saya takut hal itu akan terjadi juga pada saya. Lalu senengnya karena saya bakalan ngerasain naik pesawat juga (akhirnya). LOL.

Narsis dulu sebelum masuk pesawat

Momen pertama kali naik pesawat ini hampir saja gagal gara-gara saya  terlambat untuk check in. Harusnya saya sampai di bandara satu jam sebelum take off.  Untunglah, taksi yang membawa saya bisa mengejar waktu, jadi saya masih bisa check in. Di lobi bandara, mbak Rahmi sudah was-was menunggu saya.

Tak berapa lama setelah check in, kami dipersilakan menuju pesawat. Jantung saya mulai berdegup kencang (untung nggak kedengeran) ketika kami mulai berjalan menuju pesawat. Untuk menghilangkan rasa gugup, saya minta mbak Rahmi untuk memotret saya di depan pesawat (narsis mode on). Maksudnya sebagai bukti kalau saya juga pernah naik pesawat, gitu. Haha. Nggak peduli diliatin banyak orang, saya dan mbak Rahmi bergantian foto didepan pesawat.

"Oooh, ternyata begini to rasanya berada di dalam pesawat. Mirip dengan bus, sih," kata saya di dalam hati.

Tak berapa lama, akhirnya pesawat take of.  Tangan dingin saya reflek memegang erat tangan mbak Rahmi *ya ampun betapa gelinya kalo ingat waktu itu. Haha. Saya memejamkan mata ketika badan pesawat mulai miring. Mulut saya komat kamit membaca doa, berharap tidak terjadi apa-apa pada pesawat yang saya tumpangi.

Setelah badan pesawat kembali normal (entah apa istilahnya), saya membuka mata dan mulai berani memandang keluar jendela. Masyaa Allah, mulut saya tak henti mengucap syukur atas nikmat dan rezeki yang sudah diberikan. Rasa takut berganti menjadi rasa syukur dan bahagia, bisa melihat hamparan bumi dari ketinggian.

Sesaat setelah take off
Serasa pengen menyentuh awan
Ternyata Semarang ke Jakarta ditempuh hanya dalam waktu kurang dari satu jam saja. Pesawat mendarat dengan mulus di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Ternyata kok cepet banget, ya. Haha. Pantes aja, pesawat sekarang jadi moda transportasi pilihan untuk bepergian jarak jauh.

Setelah mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Sari Husada, mulai dari Office Tour dan Seminar, saya dan mbak Rahmi pulang ke Semarang menggunakan pesawat lagi. Alhamdulillah, karena blog saya jadi ngerasain gimana rasanya naik pesawat terbang. Jadi begini to rasanya naik pesawat terbang. Seru loh, ternyata?

Gara-gara Marita dan mbak Dini Rahmawati nih, akhirnya bisa cerita juga bagaimana pengalaman pertama saya naik pesawat. Mereka berdua adalah pemenang arisan blog Gandjel Rel periode 12 ini. Tema yang mereka kasih juga asik, yaitu Yang Pertama. Marita adalah ibu dari sepasang anak lucu yang juga seorang content writer. Dia juga aktif di kegiatan parenting, loh. Beberapa kali berhasil memenangkan lomba juga.  Nah, kalau mbak Dini, beda lagi. Beliau ini selain menjadi guru privat juga aktif di kegiatan sastra, bahkan beberapa kali tampil di event sastra. Keren lah pokoknya mereka berdua.

Sebenarnya banyak sih pengalaman pertama yang pengen ditulis, tapi kayaknya yang paling menyenangkan ya pengalaman pertama naik pesawat ini. 

Bagaimana dengan kalian? Apa pengalaman pertama yang paling tak terlupakan buat kalian? Share, dong!




Monday, 2 October 2017

Atur Keuangan demi Masa Depan

22:34:00 33 Comments
Dear Friends,

Sedikit cukup, banyak tidak habis. Judul tulisan mbak Henny Puspitarini di KEB ini cukup menohok ya. Terutama buat kita (kita? elu aja kalik. LOL) yang sering kesulitan mengatur dan mengelola penghasilan. Bicara mengenai keuangan memang sensitif ya. Terutama buat para istri yang mengelola penghasilan suaminya. Cukup nggak cukup, mesti dicukup-cukupin. Jujur saya akui, dulu saya tak pandai mengatur keuangan. Berapapun uang yang saya pegang, selalu habis tak bersisa. Dapat sedikit habis, dapat banyakpun juga habis. Seringnya habis untuk keperluan yang nggak jelas. Akibatnya sudah bisa ditebak. Saya nggak punya tabungan, nggak punya uang cadangan dan selalu kehabisan uang saat tanggung bulan. Hari-hari menunggu gaji jadi terasa begitu lama dan menyiksa.

Tapi itu dulu, sih. Sekarang alhamdulillah sudah insyaf, friends. Hahaha. 

Awalnya sayalah yang mengatur keuangan keluarga, tetapi karena sering banget "failed" jadi saya menyerahkan semua urusan keuangan pada suami. Untuk urusan keuangan, suami saya lebih pandai mengatur keuangan dibanding saya *akhirnya jujur juga. LOL. Ternyata sudah hampir beberapa tahun ini suami menyisihkan gajinya untuk tabungan pendidikan anak-anak. Bahkan bisa menyicil renovasi rumah sedikit demi sedikit. Sekarang untuk urusan uang sekolah anak, bensin, uang saku anak-anak hingga tagihan-tagihan lainnya beliau yang pegang. Sedangkan saya bagian mengatur keuangan untuk belanja keperluan rumah dan dapur saja. Dan saya hepi, karena beban saya untuk mengatur keuangan keluarga jadi lebih ringan. 



Sebenarnya kondisi keuangan kami hingga saat ini belum bisa dibilang berlebihan, bahkan lebih tepat pas-pasan. Pas butuh, pas ada. Haha. Sekarang sih, saya sudah lega dan nggak merasa terbebani lagi (eh, emang beban ya mengatur keuangan) soal atur mengatur keuangan keluarga.

Pengen tahu gimana caranya suami saya mengatur keuangan keluarga? Boleh diintip, kok.

Bayar Tagihan-tagihan Lebih Dulu

Suami saya menerima gaji setiap tanggal 25 dan biasanya beliau langsung membeli pulsa listrik, membayar cicilan sepeda motor (masih pecicilan, bo) dan membayar tabungan pendidikan anak-anak. Suami langsung membayar begitu gaji masuk karena sistem pembayarannya melalui online. Beliau juga langsung menyisihkan biaya sekolah anak-anak (SPP), uang saku, uang bensin dan tabungan anak-anak di sekolah. Setelah dikurangi untuk pengeluaran tak terduga, sisanya baru deh ditransfer ke rekening saya. 

Belanja Kebutuhan Bulanan

Kebutuhan bulanan seperti sembako, toiletries biasanya dibeli sebulan sekali. Kebiasaan ini memang sudah cukup lama dilakukan, sih. Biasanya saya yang kebagian tugas belanja. Lumayan irit juga, karena saya biasa belanja di toko grosiran. Kadang kalau sedang beruntung, bisa dapat harga promo. Jadi dobel hemat, kan.


Belanja Dapur Mingguan

Ada belanja bulanan ada pula belanja mingguan. Hal ini dilakukan agar kita nggak perlu bolak-balik belanja ke pasar atau warung. Cukuplah seminggu sekali, kecuali ada kebutuhan mendadak ya. Belanja mingguan ini hanya untuk kebutuhan dapur seperti sayuran dan lauk pauk. Kalau ada uang lebih biasanya saya beli buah, tapi kalau pas nggak ada kelebihan uang ya nggak beli. Belanja mingguan ini disesuaikan juga dengan menu makanan selama seminggu. Biasanya yang paling banyak adalah kebutuhan lauk. Kalau hari ini makan dengan lauk protein nabati, besoknya lagi makan dengan protein hewani. Kalau sudah punya stok sayuran dan lauk pauk untuk seminggu, lega deh rasanya. 

Punya Dana Darurat

Alhamdulillah, setelah beberapa tahun ini aktif ngeblog saya memiliki penghasilan tambahan. Besaran penghasilan saya sebagai blogger tidak menentu. Kadang banyak, kadang sedikit, kadang juga tidak ada pemasukan sama sekali. Sejak itu saya memiliki dua rekening. Satu rekening khusus untuk jatah bulanan dari suami dan satu lagi rekening khusus untuk penghasilan saya dari ngeblog. Uang hasil ngeblog saya pergunakan sebagai dana cadangan, yang akan digunakan bila dalam keadaan darurat. Misalnya ketika mendadak harus pulang kampung atau kondisi darurat lain.

Buatlah  Skala Prioritas

Kalau dipikir-pikir, kebutuhan kita dari waktu ke waktu semakin meningkat dan semakin bertambah. Kalau menuruti hawa nafsu, semuanya pasti akan kita penuhi dalam waktu bersamaan. Akibatnya tentu saja pengeluaran membengkak. Untuk mengatasinya, pilih kebutuhan yang benar-benar mendesak. Misalnya, saat harus memilih antara membeli ban sepeda motor dengan sepatu. Ban sepeda motor tentu lebih urgent penggunaannya daripada sepatu baru, karena hampir semua aktivitas dilakukan menggunakan sepeda motor. Resiko yang diakibatkan oleh ban sepeda motor lebih besar daripada resiko tidak memakai sepatu baru. Ya, kan?

Bawa Bekal dari Rumah

Sebisa mungkin suami dan anak-anak saya berangkat dalam kondisi perut terisi (sudah sarapan). Pagi-pagi sekali saya usahakan sarapan sudah siap. Untuk mengurangi pengeluaran jajan di luar, suami dan anak-anak biasa membawa bekal dari rumah. Lumayan, bisa hemat uang jajan kan.

Itu aja sih trik yang kami pakai selama ini untuk mengatur keuangan keluarga. Pastinya cara untuk mengatur keuangan tiap keluarga berbeda-beda. Ya iyalah, secara kebutuhan tiap keluarga kan juga beda-beda. Bijaklah mengatur keuangan agar tidak menyesal kemudian. Yuk, mulai atur keuangan demi masa depan!

Artikel ini untuk #KEBloggingCollab ke-3 untuk kelompok Sri Mulyani dengan tema Finansial : Hemat dalam Keluarga.


Follow Me @ikapuspita1