Maltofer Woman Community Makassar : Atasi Defisiensi Zat Besi dengan Maltofer


Dear friends,

Maltofer Woman Community Makassar, atasi defisiensi zat besi dengan Maltofer. Awal bulan November lalu, Combiphar menyambangi kota Makassar untuk mengadakan event Maltofer Woman Community. Acara ini diselenggarakan untuk mengedukasi para orangtua terutama para ibu/ wanita untuk aware terhadap defiensi zat besi yang biasa terjadi pada wanita dan anak-anak. 

Tahukah kalian bahwa anak-anak rentan terhadap Anemia Defisiensi Zat Besi? Ternyata, anak yang dalam 1000 hari pertamanya kekurangan zat besi akan mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya. Padahal 1000 hari pertama tumbuh kembang anak, akan menentukan kelangsungan hidupnya di masa yang akan datang. Combiphar sangat peduli pada masa depan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Apa jadinya kalau generasi penerus kita tidak sehat dan tidak cerdas? 

1000 Hari Pertama Kehidupan adalah Masa Emas Tumbuh Kembang Anak

Hampir semua praktisi kedokteran anak mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan anak menentukan bagaimana tumbuh kembang anak di masa mendatang. Jika dalam 1000 hari pertama kehidupannya sudah mengalami kegagalan, maka kemungkinan untuk diperbaiki sangat kecil. Bahkan mungkin sudah  "tidak bisa" diperbaiki lagi. Ngeri sekali kan.

!000 hari pertama kehidupan dihitung sejak terjadinya konsepsi atau pembuahan. Pada masa pertumbuhannya janin membutuhkan banyak sekali asupan gizi dan nutrisi. Apabila ini tidak terpenuhi maka dipastikan tumbuh kembang janin akan terganggu. Salah satu unsur yang harus dipenuhi pada saat kehamilan adalah zat besi. Wanita hamil rentan sekali terkena anemia yang bila dibiarkan akan berefek buruk terhadap janin yang dikandungnya. Zat besi merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembentukan otak janin dan organ vital janin. Kekurangan zat besi akan menyebabkan bayi bisa terlahir prematur, berat badan rendah dan efek negatif lainnya.

Untuk mengedukasi para perempuan/ ibu inilah, Combiphar menggelar acara Maltofer Woman Community di beberapa kota besar di Indonesia. Tujuannya tak lain adalah agar para perempuan/ ibu ini aware dan tidak abai terhadap hal ini agar tidak menyesal di kemudian hari.

dokter Victor Siahaya dan dokter Carlinda

Combiphar mendatangkan narasumber yang berkompeten dibidangnya, yaitu dokter Victor Siahaya Tjandra, Sp.A dan dokter Carlinda Nekawati (Medical Junior Manager) dari Combiphar. Keduanya menjelaskan tentang betapa pentingnya pemenuhan kebutuhan zat besi pada 1000 hari pertama kehidupan anak.

Salah satu nutrisi penting yang sangat dibutuhkan pada 1000 hari kehidupan pertama adalah zat besi. Dikatakan penting sebab zat besi diperlukan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yakni pigmen dalam darah yang bertugas mengangkut oksigen. Jika kebutuhan zat besi pada bayi tidak tercukupi, maka jumlah sel darah merah akan berkurang dan jaringan-jaringan tubuh akan menerima oksigen lebih sedikit dari standar kebutuhan.

Nah, di tahun pertamanya, bayi memerlukan zat besi lebih banyak. Kebutuhan ini bisa dicukupi dari ASI yang diminum oleh bayi pada enam bulan pertamanya. Tetapi untuk selanjutnya, ASI tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan zat besi. Karena itulah bayi yang sudah berusia enam bulan wajib diberi MPASI. Pada masa inilah kemampuan seorang Ibu untuk memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang sangat diperlukan.

Anak-anak membutuhkan asupan zat besi sekitar 7-8 mg setiap harinya. Untuk mencapai angka ini tentu saja bukan hal yang mudah. Sebagai Ibu, kita harus benar-benar memperhatikan menu makanannya serta memastikan anak-anak makan makanan yang mengandung cukup banyak zat besi di dalamnya.

Zat besi memiliki peran penting bagi tubuh, antara lain pada sintesa DNA, fungsi mitokondria, transportasi oksigen, serta melindungi sel dari kerusakan akibat oksidasi. Sebagian besar zat besi disimpan di otak dalam bentuk feritin, dan dibutuhkan dalam proses mielinisasi dan sintesa neurotransmiter serotonin, dopamin, epinefrin, dan norepinefrin

Apa saja sih, manfaat dari zat besi untuk tumbuh kembang anak?

Ada beberapa manfaat zat besi bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak, diantaranya :

  • Memberi energi dan warna kemerahan pada pipi anak-anak. 
  • Mendorong sel darah merah menyebarkan oksigen ke sel-sel di seluruh tubuh. 
  • Menjaga otot untuk menyimpan cukup oksigen sehingga dapat bekerja dengan baik. 
  • Membantu anak-anak untuk membangun ingatan dan keterampilan motoriknya. 
  • Zat besi berperan utama dalam banyak fungsi tubuh yang penting.

Lalu, apa yang terjadi bila anak-anak kita kekurangan zat besi?

Anemia defisiensi zat besi (ADB) terjadi pada saat anak berada dalam masa perkembangan otak yang cepat, yang akan berpotensi terjadi gangguan fungsi otak, karena zat besi merupakan mineral penting pada jaringan otak.

Anak yang mengalami Anemia Defisiensi Besi pada masa bayi memiliki risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang yang serius.

Diantaranya :

  • Perkembangan sinaps (persambungan) antara sel-sel otak terganggu
  • Pembentukan zat neurotransmitter yang penting dalam pengendalian emosi, pemusatan perhatian dan perilaku anak akan terganggu
  • Gangguan kognitif dan perilaku
  • Pembentukan selubung saraf yang penting dalam kecepatan berpikir anak akan terganggu

Agar anak tidak mengalami kekurangan zat besi, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian suplementasi besi untuk semua anak, dengan prioritas usia balita (0-5 tahun), terutama usia 0-2 tahun.

dokter Carlinda, Medical Junior Manager

Pemberian suplementasi harus sesuai dengan resep Dokter, ya. Nah, salah satu produk suplementasi zat besi yang sering direkomendasikan oleh Dokter adalah Maltofer.

Junior Medical Manager Combiphar, dokter Carlinda Nekawati menjelaskan bahwa Maltofer merupakan suplemen zat besi oral untuk mencukupi kebutuhan zat besi pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Zat besi yang terkandung dalam Maltofer, yaitu Iron Polymaltosa Complex (IPC) adalah senyawa larut air yang terdiri dari inti besi (III)-hidroksida dengan polymaltosa shell yang menyerupai ferritin.

Tea test produk Maltofer dengan produk ferro salt 

Iron Polymaltose Complex ini diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Sehingga, penyerapan zat besi menjadi efektif dan efek samping yang disebabkan karena adanya kelebihan zat besi seperti konstipasi, mual jarang terjadi dan minimal dibandingkan dengan suplemen zat besi lainnya.

Inilah yang membedakan Maltofer dengan produk suplementasi lainnya, karena tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu sehingga zat besi tidak akan menumpuk di saluran pencernaan. Jadi Maltofer bisa juga disebut sebagai body friendly iron.

Bahkan, studi klinis menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi Maltofer mengalami efek samping yang sangat minimal seperti rasa mual, konstipasi, dan diare dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi suplemen zat besi dengan kandungan ferrous salt.

Kebutuhan gizi dan nutrisi anak-anak harus tercukupi, untuk menunjang tumbuh kembangnya. Anemia Defiensi Besi ini ternyata mengintai anak-anak kita. Menurut data, ada lebih dari 3 milyar anak-anak di seluruh dunia yang mengalami anemia. Tentu saja ini cukup memprihatinkan, mengingat dampak buruk yang diakibatkan oleh anemia. Jangan sampai terlambat menyadari bahwa anak-anak kita kekurangan zat besi.

Penuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya sehari-hari dengan menyediakan makanan yang juga kaya akan zat besi seperti seperti daging merah, telur, ikan, hati sapi dan hati ayam, sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, buah kering (kismis, plum), sereal dan sebagainya. Jika perlu berikan Maltofer sebagai suplemen zat besi untuk defisiensi zat besi (Fe), yang dapat diberikan juga dapat diberikan untuk remaja, dewasa, bahkan ibu hamil dan menyusui.

Buat teman-teman yang butuh informasi lebih lanjut mengenai zat besi dan lainnya, sila kunjungi website Maltofer di http://maltofer.combiphar.com/. Di sana ada berbagai artikel maupun informasi tentang zat besi serta product knowledge Maltofer.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya. Teman-teman boleh bagi pengalaman kalian tentang anemia dan cara kalian mengatasinya di komentar, dong!

Team


1 comment

  1. According to the data, there are more than 3 billion children worldwide who have anemia. Of course this is quite alarming, considering the adverse effects caused by anemia.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com