Merencanakan Keuangan Demi Masa Depan Impian


Dear friends,

Merencanakan keuangan demi masa depan impian. Kata orang, masa depan adalah misteri. Tak ada yang tahu masa depan kita akan jadi seperti apa. Dari ungkapan tersebut makanya banyak orang yang menyimpulkan bahwa masa depan dijalani dengan santai aja, nggak usah dipikirin. Jalani saja seperti air yang mengalir. Padahal nggak gitu juga kalii. 

Kita tuh hidup di dunia yang segala sesuatunya nggak bisa diprediksi. Pernah  kepikiran nggak kalau kita atau anggota keluarga kita tiba-tiba sakit, tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau amit-amit meninggal dunia? Pasti nggak kebayang, kan? Kebanyakan orang baru kepikiran untuk merencanakan keuangan setelah mengalami kejadian. Jadi ya, sudah terlambat. 

Saya juga baru menyadari setelah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan selama masa pandemi tahun lalu. Tahun 2019, alhamdulillah saya mendapatkan banyak berkah dengan diberi banyak job. Tapi sayangnya, saya lupa menyisihkan penghasilan saya untuk ditabung. Saya menghabiskan uang yang saya dapat untuk membeli barang yang sebenarnya belum saya butuhkan. 

Saya enggak gercep menabung. Kepikiran untuk investasi pun tidak. Sekarang, nyesel deh saya. 

Lalu, sebuah pukulan telak pun saya terima tahun lalu. Semua pekerjaan offline saya dibatalkan. Padahal sudah terbayang, berapa uang yang bakal saya dapatkan jika pekerjaan itu jadi dilakukan. Bayangan-bayangan tentang apa yang akan saya lakukan dengan uang itu pun hancur berantakan. Saya sempat frustrasi, karena pekerjaan online pun juga berkurang akibat pandemi. 

Apa yang akan saya lakukan agar memiliki penghasilan lagi? 

Hingga akhirnya, saya kerahkan seluruh kemampuan saya dengan gercep agar keluarga bisa bertahan menghadapi pandemi. Saya kembali menerima pesanan makanan dan juga menjualnya secara online. Bersyukur dengan usaha kecil-kecilan itu, saya bisa bertahan hidup di tengah pandemi. 

Meski masih belum bisa menabung, setidaknya saya bisa melewati badai pandemi ini tanpa kesulitan finansial yang berarti. 

Tahun ini saya berharap, situasi kembali membaik dan saya kembali bisa bekerja secara offline maupun online seperti dulu. Saya berjanji kepada diri sendiri, akan mengatur penghasilan saya dengan bijak. Nggak sembrono seperti tahun-tahun lalu. Karena saya harus bisa siap menerima kenyataan seandainya nanti kehilangan mata pencaharian tetapi ternyata tabungan masih belum cukup untuk hari tua nanti.

Selain memikirkan tabungan untuk hari tua, saya juga mesti memikirkan biaya pendidikan untuk anak-anak saya kelak. Tahu sendiri, biaya pendidikan saat ini cukup tinggi. Kalau saya tidak bersiap sejak awal, nggak kebayang gimana pendidikan anak-anak nanti. 

Meski saya belum kembali bekerja secara offline, tetapi pekerjaan saya sebagai seorang konten kreator sudah kembali saya lakukan. Sedikit demi sedikit saya kembali mendapatkan pekerjaan, baik menulis artikel maupun membuat konten di media sosial. 

Saya kembali mengingatkan diri sendiri untuk tidak menunda rencana menabung dan berinvestasi. Saya jadi ingat seseorang mengatakan bahwa sebesar apa pun penghasilan yang dimiliki seseorang, jika ia tidak terbiasa untuk mengatur keuangannya, maka besar kemungkinan ia akan selalu dikendalikan oleh uang.   Padahal kita lah yang seharusnya mengendalikan uang. 

Saya pun mulai membuat perencanaan keuangan yang cukup matang, agar resolusi keuangan saya bisa terpenuhi di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. 

Sebelum benar-benar melakukan investasi, saya memulainya secara bertahap. Tujuannya supaya tidak kaget saat benar-benar harus mulai investasi. 

Apa saja yang saya lakukan pada tahap ini? Berikut di antaranya :

Menetapkan Tujuan Finansial

Sebelum mulai melakukan investasi, ada baiknya kita menetapkan terlebih dahulu ke mana arah tujuan finansial kita. Tujuan keuangan terbagi menjadi dua, yaitu tujuan keuangan jangka pendek dan tujuan keuangan jangka panjang. Tujuan keuangan jangka pendek adalah tujuan keuangan yang pengin dicapai dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Sementara tujuan jangka panjang  adalah tujuan keuangan yang mau dicapai dalam waktu 10 tahun atau beberapa dekade. Peruntukannya untuk apa? Apakah untuk dana pensiun, untuk pendidikan anak, untuk kesehatan atau untuk hal lainnya. Selain tujuan finansial, kita harus menentukan berapa jumlah dana yang akan kita inginkan. Setelah itu, barulah kita tahu berapa waktu yang kita butuhkan untuk mencapai target yang sudah kita tetapkan.

Menentukan Jumlah Anggaran

Menentukan jumlah anggaran yang akan kita keluarkan untuk investasi. Tentunya hal ini disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan kita. 

Mulai Menabung Harian

Menabung harian juga saya lakukan sebagai salah satu cara mengajarkan anak-anak untuk investasi. Menyisihkan uang dari uang belanja harian adalah cara sederhananya. Berapa pun sisa uang belanja harian, saya masukkan ke dalam kaleng khusus. Biasanya jika kaleng sudah penuh, saya masukkan ke dalam tabungan anak-anak. 

Menyisihkan Uang untuk Dana Darurat

Percaya atau tidak, hingga saat ini saya sama sekali tidak punya dana darurat. Lebih tepatnya belum punya, karena saya berencana menyisihkan uang untuk dana darurat ini. Saya benar-benar menyesal kenapa nggak dari dulu mulai memikirkan dana darurat. Sebelum benar-benar terlambat, saya harus mulai sekarang juga. 

Memilih Instrumen Investasi

Mengingat saya adalah orang baru atau pemula dalam hal investasi, saya harus berhati-hati dalam memilih investasi, memilih instrumen di mana saya akan menempatkan uang saya untuk investasi. Saya juga aktif bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman dalam hal investasi, juga mempelajarinya melalui media sosial. 

Di era yang serba modern seperti saat ini, menabung dan berinvestasi sepertinya sudah menjadi suatu keharusan bagi setiap orang. Tujuannya tak lain adalah untuk menjaga aset kita tetap bernilai di masa mendatang.

Ada banyak jenis investasi yang bisa dicoba mulai dari tabungan deposito, investasi saham hingga reksadana. Banyak yang menyarankan agar saya menginvestasikan uang di reksadana yang minim risiko. 

Apalagi sekarang sudah ada kemudahan untuk memulainya. Kita bisa mulai investasi melalui OVO. Kalian semua pasti sudah kenal dengan aplikasi uang elektronik OVO, kan? OVO merupakan aplikasi layanan keuangan digital untuk mempermudah pengguna bertransaksi di berbagai merchant. Saya sendiri sudah menggunakan OVO selama hampir tiga tahun ini. 

Saat ini OVO bekerja sama dengan Bareksa menambah layanan investasi untuk pengguna OVO yang ingin mulai berinvestasi. Hanya dengan 10 ribu rupiah saja, kita sudah bisa berinvestasi loh. OVO bersama Bareksa menghadirkan produk reksadana pasar uang yang dikelola oleh Manulife OVO Bareksa Likuid atau MOBLI.

Produk MOBLI ini baru diluncurkan secara resmi pada 26 Januari 2021. Hal ini merupakan terobosan terbaru di Indonesia yaitu dengan mengintegrasikan e-money dan e-investment. 

Cara memulai investasinya juga mudah banget. Kalau belum punya aplikasinya, download dulu di PlayStore maupun AppStore. Setelah itu isi data-data yang diperlukan. Untuk bisa melakukan investasi melalui OVO, kita musti upgrade OVO kalian menjadi OVO Premiere terlebih dahulu, ya. 

Setelah itu, buka aplikasi OVO lalu cari ikon/logo “Invest”. Lakukan pendaftaran dengan mengikuti langkah-langkah yang diminta. Proses verifikasi untuk bisa investasi biasanya memakan waktu maksimal 3 hari di luar hari kerja.


Jika sudah terverifikasi, maka kita sudah bisa mulai melakukan investasi dengan melakukan pembelian menggunakan OVO Cash. Buka portofolio kita lalu klik “Beli”. Jumlah minimum investasi adalah 10 ribu rupiah saja. Tapi jika kita punya uang lebih, kenapa nggak sekalian dipergunakan untuk investasi. Siapa tahu hasilnya bisa digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak, kan




Proses pembelian sampai realisasi di portfolio biasanya memakan waktu maksimal 3 hari bursa ( ini tidak termasuk akhir pekan dan hari libur, ya)

Apa aja sih keunggulan investasi melalui OVO | Invest? 
  • Kita bisa mendaftar dengan mudah dan 100% online pada aplikasi OVO. 
  • Pembelian produk mudah dengan OVO Cash, mulai investasi dengan hanya Rp 10 ribu saja.
  • Tidak ada biaya administrasi pembelian.
  • Pencairan dana ke OVO Cash juga cepat, tanpa menunggu dan tanpa biaya administrasi.
  • Kita bisa mendapatkan potensi keuntungan dari return investasi atau imbal hasil investasi.
  • Portofolio investasi dapat dipantau dan diatur kapan saja dalam aplikasi OVO.
Jika ada kebutuhan darurat dan mendadak, kita bisa langsung mencairkan investasi kita ke OVO Cash. 

Begini caranya : 


  • Buka portofolio investasi

  • Klik pada button “Jual”

  • Input jumlah yang akan kita jual

  • Secara langsung dana akan cair ke OVO Cash kita

Bersyukur kita hidup di zaman serba mudah. Mau investasi aja bisa kita lakukan hanya melalui ponsel, di mana saja dan kapan saja. 

Nah, sebelum memulai investasi, cobalah lakukan tips berikut supaya investasi kalian berhasil. 

  1. Sisihkan uang yang akan diinvestasikan terlebih dahulu, sisanya baru belanjakan sesuai kebutuhan kita. 
  2. Belanjakan uang sesuai kebutuhan bukan keinginan.
  3. Tuliskan target/tujuan finansial kita di tempat yang mudah terlihat, agar kita selalu ingat tujuan kita tiap melihatnya.
  4. Hidup sederhana.
Insya Allah jika kita konsisten dan berkomitmen, tujuan finansial kita akan tercapai dengan mudah. Masa depan impian akan kita dapatkan. #GercepBiarMantep 

So guys, kapan kalian mau mulai investasi? Yuk daftar OVO | Invest sekarang dengan klik di sini.



Posting Komentar

15 Komentar

  1. Wah, mudah banget caranya, simpel juga. Aku lagi mulai mikir untuk investasi juga nih Mbak, kalau bisa mulai dr yg sedikit dulu kan jadi nggak berat

    BalasHapus
  2. Kebetulan banget aku lagi belajar merencanakan keuangan dengan baik, terima kasih atas sharingnya

    BalasHapus
  3. Kalo udh bicara investasi, dana darurat, tabungan, intinya memang hrs disiplin dan konsisten ya mba :)

    Aku mulai disiplin soal keuangan itu sejak nikah. Telat sih memang, Krn seharusnya sejak awal kerja. Tp pas msh kerja, Krn single, jd mikirnya kebanyakan foya2 :D. Hangout Ama temen, jalan2, kafe ke kafe :p.

    Baru pas udh nikah, aku lgs terbuka Ama suami ttg keuangan. Bersyukur Krn kami berdua kerja di bank, tapi aku LBH jago soal manage keuangan drpd suami :D.

    Yg pertama aku lakuin dulu, mengumpulkan dana emergency. Utk 12x pengeluaran. Dan ini aku prefer pake Logam mulia. Aku udh ngumpulin lama kalo LM, dan walopun dana emergency udh exceed dari target Krn value emas naik trus, aku ttp msh rutin beli stiap bulan LM.

    Setelah emergency cash terkumpul, baru asuransi. Aku dan suami masing2 punya. Ini utk jaga2 pastinya, dan anak2 bisa terjamin sampe selesai kuliah kalo ada apa2 Ama ortunya.

    Asuransi udh ada, skr aku udh fokus Ama investasi. Pilihanku saham ,P2P lending dan Reksadana. Tp memang kalo utk Reksadana aku LBH suka beli di bank tempat aku nabung. Krn aku LBH gampang aja komunikasi Ama Relationship Manager ku yg handle rekeningku di bank. Preference masing2 sih ini. Mau di bank, lewat Ovo, ato aplikasi lain, terserah aja

    Yg ptg pokoknya, disiplin nyisihin uang utk investasi /tabungan/ emergency cash, stiap bulan. Baru sisanya utk keperluan bulanan :). Jgn kebalik

    BalasHapus
  4. Wah, bisa berinvestasi dengan OVO ya Mbak jadi lebih mudah sekaligus aman, nggak konsumtif mulu OVO kita buat belanja hehe

    BalasHapus
  5. Masa depan yang gemiliang itu direncanakan sejak dini ya Mbak. Membuat rencana, membangun jalan menuju destinasi impian. Investasi dengan Ovo gak perlu modal besar dan prosedurnya juga mudah

    BalasHapus
  6. Iyaa aku juga kemarin buka app OVO dan baru ngeh ada fitur baru. Kebetulan udah premium juga sih. Ga sabar deh nyobain reksadana di OVO Invest :)

    BalasHapus
  7. Aku pemakai ovo sejati tapi kalau invest si belum bun. Fitur baru ternyata ya. Biasanya cuma buat transfer ama beli pulsa

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. saya juga pengguna OVO wah sayangnya saya belum premiere, mau coba upgrade ah ke premiere dulu ah, pengen juga ikutan reksadana ini sedikit sedikit lama2 jadi bukit investasinya

    BalasHapus
  10. Makasih bund infonya, soalnya aku kurang begitu baik dalam mengelola keuangan pribadi. Jadi Sekarang harus memulai agar lebih baik dengan mempraktikkan ilmu dari sini.

    BalasHapus
  11. Mantap banget sekarang OVO bisa jadi tempat berinvestasi ya.

    Untuk investasi masa depan kita memang harus lebih berhati2 dan teliti memilih yang tepat ya mbak.

    BalasHapus
  12. setuju banget nih anak2 memang harus sudah mulai diajarkan dan dibiasakan mengelola keuangan dengan baik sedini mungkin sebagai langkah awal menuju masa depan cerah.. Aamiin..

    BalasHapus
  13. Praktisnya kini bisa investasi melalui OVO yaa..
    Karena aku sejujurnya sejak kenal OVO juga nyaman banget pakainya. Kalau begini, jadi lebih mudah menyisihkan OVO yang dimiliki yaa...meski sedikit demi sedikit, lama-kelamaan menjadi bukit.

    BalasHapus
  14. Aku lagi belajar merancanakan keuangan nih mbak, terimakasih atas sharenya ya. Sejauh ini kumasih lumayan boros sih jatuhnya

    BalasHapus
  15. Penting banget nih buat kita, harus melek finansial, apalagi perempuan. Hm, tapi laki-laki juga mesti wajib melek finansial juga...
    Sejujurnya baru tau loh kalau OVo punya fitur untuk simpan dana. Selama pakai OVO, hanya jadi alat transaksi aja...
    Salut nih OVO punya terobosan baru

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com