Tuesday, 17 October 2017

Diskon Belanja Online Akan Mendapatkan Untung yang Maksimal dengan Cara Ini!

21:07:00 16 Comments

Dear Friends,

Tak bisa dipungkiri, saat ini kita hidup di era serba online. Mau bepergian ada transportasi online, mau belanja ada banyak marketplace yang bisa dipilih. Dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan, makin banyak orang yang mulai beralih ke online shop daripada berbelanja secara konvensional. Sebagai konsumen sudah seharusnya kita cerdas dan bijak menghadapi segala penawaran diskon yang banyak digelar oleh situs belanja online akhir-akhir ini. Ketika berbelanja online, batas keamanan dalam bertransaksi menjadi tanggung jawab kedua belah pihak, yaitu antara penjual maupun pembeli.  Agar kalian bisa mendapatkan untung maksimal saat ada penawaran promo diskon belanja  coba deh , terapkan cara-cara ini!

1. Tetap berhati-hati dan melakukan antisipasi
Sebagai konsumen dan calon pembeli, kita wajib berhati-hati terhadap toko online yang menawarkan diskon yang besar. Karena transaksi tidak dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli, kita perlu melakukan kroscek terlebih dahulu dengan menghubungi nomor Customer Service yang tersedia. Coba cari tahu latar belakang online shop sampai track record pengoperasiannya. Ada baiknya kita pilih situs belanja online yang terpercaya dan bonafit. Perkara harganya sedikit lebih mahal tidak masalah, daripada harus tertipu.

2. Teliti terhadap barang yang akan dibeli
Seringkali pemilik online shop hanya memberikan foto hasil copas, bukan foto asli produknya. Memang sebaiknya kita lebih berhati-hati sebab dalam beberapa kasus, terjadi ketidakcocokan barang dengan foto yang ada. Sebenarnya hal ini termasuk lumrah, tapi jika sudah berlebihan tentu akan merugikan juga. Sebagai konsumen, kita berhak meminta foto asli dari produk atau barang yang dijual untuk lebih meyakinkan diri.

3. Atur intensitas belanja kita
Membeli barang atau berbelanja saat ada diskon belanja online memang merupakan hal yang menyenangkan dan pasti selalu dinanti. Terlebih jika ada pesta diskon besar-besaran. Namun keuangan tetap harus jadi prioritas, jangan sampai kita belanja banyak barang tapi yang terpakai atau yang benar-benar cocok hanya sebagian saja. Sedang barang lain yang kita beli masih belum terlalu butuh atau ingin dipakai. Kan, mubazir namanya. Pastikan agar kita bisa mengatur intensitas belanja. Coba deh, batasi intensitas belanja kita, mungkin 1-2 kali saja dalam sebulan atau batasi belanja hingga nominal tertentu. Bisa juga dengan berbelanja saat memang benar-benar butuh saja.

4. Simpan struk belanjaan atau resi pengiriman
Meski kadang dianggap remeh, ternyata dengan mencatat baik-baik pengeluaran setiap bulan termasuk dengan menyimpan struk belanjaan atau resi pengiriman ketika berbelanja online dapat membantu kita untuk mengontrol pengeluaran setiap bulannya. Kumpulkan struk dan resi pengiriman ke dalam spreadsheet untuk mengetahui jumlah uang yang masih kita miliki atau berapa batas nominal belanja bulanan kita. Cara ini juga ampuh untuk melakukan perbandingan pengeluaran kita setiap bulannya.

5. Lebih bijak dalam menggunakan kartu kredit
Kartu kredit merupakan salah satu produk dari bank yang paling sering menawarkan diskon belanja online maupun offline di berbagai merchant maupun situs belanja online terkenal. Dengan memiliki kartu kredit, seringkali memunculkan pemikiran bahwa kita “punya uang” sehingga otak lebih impulsif dalam hal berbelanja. Padahal jika tidak memakai perhitungan saat berbelanja dengan menggunakan kartu kredit, bisa-bisa kita justru akan kebingungan dengan tagihan kartu kredit di akhir bulan. Gunakan kartu kredit hanya saat benar-benar membutuhkan saja atau sedang tidak ada uang cash misalnya. Ukurlah batas kemampuan finansial kita dalam membayar tagihan kartu kredit. Jika tidak ingin kesusahan, maka cobalah untuk bijak dalam menggunakan kartu kredit. 

Godaan promo dan diskon belanja online memang selalu ada. Nah, kalian pilih untung atau buntung saat memanfaatkannya?






Saturday, 7 October 2017

Begini Rasanya Pertama Kali Naik Pesawat Terbang

20:41:00 22 Comments
Dear Friends,

Pengalaman pertama naik pesawat terbang adalah ketika tahun lalu saya mendapat kesempatan hadir di acara seminar parenting dan kesehatan anak yang diadakan oleh Sari Husada di Jakarta. Saat itu, saya dan Rahmi Aziza yang dipilih untuk berangkat kesana. Saya pikir waktu itu kami akan berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api, tapi ternyata oleh pihak penyelenggara kami berdua harus berangkat menggunakan pesawat. Mungkin supaya lebih cepat dan nyaman kali, ya.

Ceritanya baca di sini : Berkah Ngeblog, Jalan-Jalan ke Jakarta

Begitu dapat kabar bahwa kami bakal naik pesawat, saya langsung excited dong. Maklum aja, ini bakal jadi momen pertama kalinya saya naik pesawat. Haha. Sebenarnya campur aduk sih perasaan saya waktu itu. Ya takut, ya seneng. Takutnya karena tahu sendiri lah ada beberapa kali peristiwa yang terjadi seputar kecelakaan pesawat, dan saya takut hal itu akan terjadi juga pada saya. Lalu senengnya karena saya bakalan ngerasain naik pesawat juga (akhirnya). LOL.

Narsis dulu sebelum masuk pesawat

Momen pertama kali naik pesawat ini hampir saja gagal gara-gara saya  terlambat untuk check in. Harusnya saya sampai di bandara satu jam sebelum take off.  Untunglah, taksi yang membawa saya bisa mengejar waktu, jadi saya masih bisa check in. Di lobi bandara, mbak Rahmi sudah was-was menunggu saya.

Tak berapa lama setelah check in, kami dipersilakan menuju pesawat. Jantung saya mulai berdegup kencang (untung nggak kedengeran) ketika kami mulai berjalan menuju pesawat. Untuk menghilangkan rasa gugup, saya minta mbak Rahmi untuk memotret saya di depan pesawat (narsis mode on). Maksudnya sebagai bukti kalau saya juga pernah naik pesawat, gitu. Haha. Nggak peduli diliatin banyak orang, saya dan mbak Rahmi bergantian foto didepan pesawat.

"Oooh, ternyata begini to rasanya berada di dalam pesawat. Mirip dengan bus, sih," kata saya di dalam hati.

Tak berapa lama, akhirnya pesawat take of.  Tangan dingin saya reflek memegang erat tangan mbak Rahmi *ya ampun betapa gelinya kalo ingat waktu itu. Haha. Saya memejamkan mata ketika badan pesawat mulai miring. Mulut saya komat kamit membaca doa, berharap tidak terjadi apa-apa pada pesawat yang saya tumpangi.

Setelah badan pesawat kembali normal (entah apa istilahnya), saya membuka mata dan mulai berani memandang keluar jendela. Masyaa Allah, mulut saya tak henti mengucap syukur atas nikmat dan rezeki yang sudah diberikan. Rasa takut berganti menjadi rasa syukur dan bahagia, bisa melihat hamparan bumi dari ketinggian.

Sesaat setelah take off
Serasa pengen menyentuh awan
Ternyata Semarang ke Jakarta ditempuh hanya dalam waktu kurang dari satu jam saja. Pesawat mendarat dengan mulus di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Ternyata kok cepet banget, ya. Haha. Pantes aja, pesawat sekarang jadi moda transportasi pilihan untuk bepergian jarak jauh.

Setelah mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Sari Husada, mulai dari Office Tour dan Seminar, saya dan mbak Rahmi pulang ke Semarang menggunakan pesawat lagi. Alhamdulillah, karena blog saya jadi ngerasain gimana rasanya naik pesawat terbang. Jadi begini to rasanya naik pesawat terbang. Seru loh, ternyata?

Gara-gara Marita dan mbak Dini Rahmawati nih, akhirnya bisa cerita juga bagaimana pengalaman pertama saya naik pesawat. Mereka berdua adalah pemenang arisan blog Gandjel Rel periode 12 ini. Tema yang mereka kasih juga asik, yaitu Yang Pertama. Marita adalah ibu dari sepasang anak lucu yang juga seorang content writer. Dia juga aktif di kegiatan parenting, loh. Beberapa kali berhasil memenangkan lomba juga.  Nah, kalau mbak Dini, beda lagi. Beliau ini selain menjadi guru privat juga aktif di kegiatan sastra, bahkan beberapa kali tampil di event sastra. Keren lah pokoknya mereka berdua.

Sebenarnya banyak sih pengalaman pertama yang pengen ditulis, tapi kayaknya yang paling menyenangkan ya pengalaman pertama naik pesawat ini. 

Bagaimana dengan kalian? Apa pengalaman pertama yang paling tak terlupakan buat kalian? Share, dong!




Monday, 2 October 2017

Atur Keuangan demi Masa Depan

22:34:00 32 Comments
Dear Friends,

Sedikit cukup, banyak tidak habis. Judul tulisan mbak Henny Puspitarini di KEB ini cukup menohok ya. Terutama buat kita (kita? elu aja kalik. LOL) yang sering kesulitan mengatur dan mengelola penghasilan. Bicara mengenai keuangan memang sensitif ya. Terutama buat para istri yang mengelola penghasilan suaminya. Cukup nggak cukup, mesti dicukup-cukupin. Jujur saya akui, dulu saya tak pandai mengatur keuangan. Berapapun uang yang saya pegang, selalu habis tak bersisa. Dapat sedikit habis, dapat banyakpun juga habis. Seringnya habis untuk keperluan yang nggak jelas. Akibatnya sudah bisa ditebak. Saya nggak punya tabungan, nggak punya uang cadangan dan selalu kehabisan uang saat tanggung bulan. Hari-hari menunggu gaji jadi terasa begitu lama dan menyiksa.

Tapi itu dulu, sih. Sekarang alhamdulillah sudah insyaf, friends. Hahaha. 

Awalnya sayalah yang mengatur keuangan keluarga, tetapi karena sering banget "failed" jadi saya menyerahkan semua urusan keuangan pada suami. Untuk urusan keuangan, suami saya lebih pandai mengatur keuangan dibanding saya *akhirnya jujur juga. LOL. Ternyata sudah hampir beberapa tahun ini suami menyisihkan gajinya untuk tabungan pendidikan anak-anak. Bahkan bisa menyicil renovasi rumah sedikit demi sedikit. Sekarang untuk urusan uang sekolah anak, bensin, uang saku anak-anak hingga tagihan-tagihan lainnya beliau yang pegang. Sedangkan saya bagian mengatur keuangan untuk belanja keperluan rumah dan dapur saja. Dan saya hepi, karena beban saya untuk mengatur keuangan keluarga jadi lebih ringan. 



Sebenarnya kondisi keuangan kami hingga saat ini belum bisa dibilang berlebihan, bahkan lebih tepat pas-pasan. Pas butuh, pas ada. Haha. Sekarang sih, saya sudah lega dan nggak merasa terbebani lagi (eh, emang beban ya mengatur keuangan) soal atur mengatur keuangan keluarga.

Pengen tahu gimana caranya suami saya mengatur keuangan keluarga? Boleh diintip, kok.

Bayar Tagihan-tagihan Lebih Dulu

Suami saya menerima gaji setiap tanggal 25 dan biasanya beliau langsung membeli pulsa listrik, membayar cicilan sepeda motor (masih pecicilan, bo) dan membayar tabungan pendidikan anak-anak. Suami langsung membayar begitu gaji masuk karena sistem pembayarannya melalui online. Beliau juga langsung menyisihkan biaya sekolah anak-anak (SPP), uang saku, uang bensin dan tabungan anak-anak di sekolah. Setelah dikurangi untuk pengeluaran tak terduga, sisanya baru deh ditransfer ke rekening saya. 

Belanja Kebutuhan Bulanan

Kebutuhan bulanan seperti sembako, toiletries biasanya dibeli sebulan sekali. Kebiasaan ini memang sudah cukup lama dilakukan, sih. Biasanya saya yang kebagian tugas belanja. Lumayan irit juga, karena saya biasa belanja di toko grosiran. Kadang kalau sedang beruntung, bisa dapat harga promo. Jadi dobel hemat, kan.


Belanja Dapur Mingguan

Ada belanja bulanan ada pula belanja mingguan. Hal ini dilakukan agar kita nggak perlu bolak-balik belanja ke pasar atau warung. Cukuplah seminggu sekali, kecuali ada kebutuhan mendadak ya. Belanja mingguan ini hanya untuk kebutuhan dapur seperti sayuran dan lauk pauk. Kalau ada uang lebih biasanya saya beli buah, tapi kalau pas nggak ada kelebihan uang ya nggak beli. Belanja mingguan ini disesuaikan juga dengan menu makanan selama seminggu. Biasanya yang paling banyak adalah kebutuhan lauk. Kalau hari ini makan dengan lauk protein nabati, besoknya lagi makan dengan protein hewani. Kalau sudah punya stok sayuran dan lauk pauk untuk seminggu, lega deh rasanya. 

Punya Dana Darurat

Alhamdulillah, setelah beberapa tahun ini aktif ngeblog saya memiliki penghasilan tambahan. Besaran penghasilan saya sebagai blogger tidak menentu. Kadang banyak, kadang sedikit, kadang juga tidak ada pemasukan sama sekali. Sejak itu saya memiliki dua rekening. Satu rekening khusus untuk jatah bulanan dari suami dan satu lagi rekening khusus untuk penghasilan saya dari ngeblog. Uang hasil ngeblog saya pergunakan sebagai dana cadangan, yang akan digunakan bila dalam keadaan darurat. Misalnya ketika mendadak harus pulang kampung atau kondisi darurat lain.

Buatlah  Skala Prioritas

Kalau dipikir-pikir, kebutuhan kita dari waktu ke waktu semakin meningkat dan semakin bertambah. Kalau menuruti hawa nafsu, semuanya pasti akan kita penuhi dalam waktu bersamaan. Akibatnya tentu saja pengeluaran membengkak. Untuk mengatasinya, pilih kebutuhan yang benar-benar mendesak. Misalnya, saat harus memilih antara membeli ban sepeda motor dengan sepatu. Ban sepeda motor tentu lebih urgent penggunaannya daripada sepatu baru, karena hampir semua aktivitas dilakukan menggunakan sepeda motor. Resiko yang diakibatkan oleh ban sepeda motor lebih besar daripada resiko tidak memakai sepatu baru. Ya, kan?

Bawa Bekal dari Rumah

Sebisa mungkin suami dan anak-anak saya berangkat dalam kondisi perut terisi (sudah sarapan). Pagi-pagi sekali saya usahakan sarapan sudah siap. Untuk mengurangi pengeluaran jajan di luar, suami dan anak-anak biasa membawa bekal dari rumah. Lumayan, bisa hemat uang jajan kan.

Itu aja sih trik yang kami pakai selama ini untuk mengatur keuangan keluarga. Pastinya cara untuk mengatur keuangan tiap keluarga berbeda-beda. Ya iyalah, secara kebutuhan tiap keluarga kan juga beda-beda. Bijaklah mengatur keuangan agar tidak menyesal kemudian. Yuk, mulai atur keuangan demi masa depan!

Artikel ini untuk #KEBloggingCollab ke-3 untuk kelompok Sri Mulyani dengan tema Finansial : Hemat dalam Keluarga.


Friday, 29 September 2017

Ini yang Akan Saya Lakukan Jika Berlibur di Bali

21:08:00 38 Comments
Juni 1996

Remaja perempuan berumur 16 tahun itu membaca daftar nama siswa yang akan berangkat ke Bali. Sebuah senyuman tersungging dari bibirnya. Akhirnya setelah dua tahun menabung, dirinya bisa melunasi biaya studi wisata ke Bali sebesar 115 ribu rupiah. Awalnya dia tidak yakin bisa ikut ke Bali, karena Bapaknya hanya seorang sopir yang penghasilannya pas-pasan sedangkan Ibunya tidak bekerja. Akhirnya diam-diam dia mencari uang tambahan dengan menyanyi di hajatan-hajatan. Honor menyanyi yang ia terima dikumpulkannya sedikit demi sedikit untuk melunasi biaya studi wisata. Meski Bapak dan Ibunya tak bisa memberi banyak bekal, tapi bisa pergi ke Bali saja sudah membuatnya senang. Studi wisata ke Bali selama 5 hari menyisakan kenangan yang tak terlupakan. Tanah Lot, Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pasar Seni Sukawati, Istana Tampaksiring, Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Taman Ayun, Bedugul serta Ubud adalah tempat-tempat yang telah dikunjunginya. Perjalanan selama 5 hari itu meninggalkan kesan mendalam baginya. Rasanya belum puas menikmati tempat-tempat indah itu. Hingga terbersit dalam hatinya keinginan untuk bisa kembali lagi ke Bali suatu hari nanti, menikmati sebenar-benarnya Bali untuknya sendiri.

Bedugul, 1996. Ya ampun, culun banget saya. LOL
Dulu pernah ada istilah (jaman saya remaja dulu), belum dianggap keren seseorang bila belum pernah berlibur ke Bali *lalu tepuk dada karena pernah liburan di Bali. LOL. Berasa lebih keren lagi karena saya bisa liburan ke Bali dengan jerih payah sendiri.

Meski meninggalkan kesan mendalam, tapi rasanya belum puas karena saya belum sepenuhnya menikmati Bali. Apa daya karena keterbatasan waktu, saat itu kami harus singgah di beberapa tempat wisata dalam waktu singkat. Belum sempat benar-benar menikmati tempat wisata, kami sudah dipanggil lagi untuk naik bus karena harus berpindah ke lokasi lain. Kebayang banget kan, nanggungnya?

Kalau ada kesempatan berlibur ke Bali lagi?

Jika ada kesempatan berlibur ke Bali lagi, beberapa hal ini yang akan saya lakukan.

Melihat Matahari Terbit di Gunung Batur

Sumber gambar Bali Funky : Sunrise Batur Trekking

Saya ini termasuk orang yang tergila-gila pada matahari terbit dan matahari terbenam. Ada sensasi rasa yang sulit diungkapkan saat melihat bintang terbesar itu terbit maupun terbenam. Saya pengen banget merasakan bagaimana sensasi ketika menyaksikan matahari terbit di Gunung Batur, dimana kita musti trekking terlebih dulu untuk mencapai lokasi yang tepat. Apalagi Gunung Batur ini adalah gunung tertinggi kedua setelah Gunung Agung. Kata orang, sensasinya seolah-olah kita sedang berada di puncak tertinggi di dunia. Yang pasti saya harus menyiapkan diri secara fisik dan mental kalau akan kesini *sambil berharap badan saya bisa kurus setelah turun dari Gunung Batur. LOL.

Melihat Lumba-lumba di  Lovina

Sumber gambar Bali Funky : Dolphin Watching Tour

Masa kecil kurang bahagia? Mungkin iya. Entah kenapa dari dulu saya pengeeen banget bisa melihat lumba-lumba dari dekat. Saya pengen bisa melihat lumba-lumba yang beraksi di habitat aslinya. Di laut, bukan di sirkus. Baru ngebayangin menyaksikan lumba-lumba berlompatan di laut sembari menanti matahari terbenam itu aja udah bikin jantung berdesir. Apa ini yang dinamakan cinta? *lebay mode on.

Menyusuri Pantai Eksotik di Nusa Penida
Sumber gambar Bali Funky : Nusa Penida

Duduk bersantai di pantai yang berpasir putih dan bersih itu mungkin sudah biasa. Tapi gimana rasanya menyusuri pantai dengan tebing, karang serta terumbu karang yang masih alami? Mungkin kita tidak bisa bersantai di pantai berpasir putih bersih, tapi kita bisa berenang di kolam alami yang berada di sekitar pantai. Saya sih sudah membayangkan betapa asyiknya duduk-duduk di tebing batu karang memandang lautan luas sambil ngelamunin mantan pacar. Ciyeeeh. Haha

Wisata Kopi di Bali Pulina Agro Wisata

Sumber gambar okezone : Mencicipi kopi Bali

Sebagai pecinta kopi, lokasi yang satu ini sudah jadi destinasi wisata incaran untuk saya kunjungi. Para pecinta kopi pasti tak akan melewatkan destinasi wisata yang satu ini. Di lokasi ini kita akan dikenalkan dengan berbagai jenis tanaman kopi, melihat proses pembuatannya hingga mencicipi satu set kopi yang terdiri dari delapan macam kopi. Sudah pasti seru bisa menikmati delapan macam kopi sekaligus*puk puk perut.

Keliling Bali dengan ATV

Sumber gambar Bali Funky : Bali ATV Ride
Melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor sudah menjadi hal yang biasa bagi saya. Tapi saya pengen banget berkeliling Bali menggunakan ATV. Menyusuri pedesaan, melintasi sawah Bali yang terkenal dengan sistem terasering-nya, melewati kebun kakao dan mencoba melintasi lereng-lereng perbukitan. Berani? Yang pasti nyali saya cukup besar untuk mencobanya.

Bersantai di Pantai Kuta

Sumber gambar piesusubali : Kuta Bali Beach

Sejak saat itu hatiku tak mampu
membayangkan rasa diantara kita
di Kuta Bali, kau genggam erat tanganku

Ealah, malah nyanyi. Lagunya Andre Hehanusa itu memang pernah booming banget puluhan tahun lalu.  Tiap denger lagu itu pasti ya ingat pantai Kuta Bali. Pantai Kuta adalah destinasi wisata ke dua begitu saya dan teman-teman tiba di Bali. Kebetulan saat itu kami tiba menjelang matahari terbenam. Saya dan teman-teman sempat berkenalan dengan beberapa bule yang sedang asyik duduk di pinggir pantai. Jika saya bisa kembali ke Bali, pantai Kuta pasti akan jadi tempat saya kembali. Saya ingin mengenang kembali bagaimana saya dulu duduk bersantai di tepi pantai bersama teman-teman.


 

Tuesday, 26 September 2017

Hadiah untuk Kakak

18:35:00 24 Comments
Dear Friends,

Kata orang, memiliki anak remaja ternyata butuh strategi tersendiri. Ya maklum aja, mereka kan sedang dalam masa pencarian jati diri. Kalau kita sebagai orangtua terlalu keras dalam mendidiknya, bisa saja si anak akan mencari semacam pelarian di luar rumah. Terlalu longgar (bebas) pun juga akan menimbulkan dampak tidak baik. Anak bisa-bisa terjerumus dalam pergaulan bebas, kan bahaya tuh. 

Sebisa mungkin untuk gaul dengan anak-anak remaja, yang kita butuhkan bukan hanya pengetahuan tentang apa-apa yang sedang ngetren di kalangan remaja. Yang terpenting adalah sikap kita sebagai orang tua. Sebagai orang tua dari anak yang sedang remaja, kita harus bisa mengontrol emosi dan menempatkan diri sebagai sahabat untuk mereka. Bangun kepercayaan remaja pada kita sebagai orangtua, sehingga mereka akan merasa aman dan nyaman ketika berbicara dengan kita. Dengan sikap menerima, remaja merasa dipahami dan secara otomatis mereka akan terbuka pada kita, orangtuanya.

Seperti yang terjadi pada si Kakak, anak pertama saya yang kini duduk di bangku SMK. Kebetulan, saya dan suami tipe orangtua yang komunikatif. Baik dengan si Kakak, Guru, maupun teman-temannya. Apapun kegiatannya, saya dan suami selalu mengetahuinya. Sejak awal remaja dulu, saya dan suami sudah menyampaikan padanya bagaimana kondisi kami. Bersyukur karena dari kecil si Kakak memang tidak pernah neko-neko. Ia juga cukup memahami akan kondisi orangtuanya. Diapun tak pernah menuntut ini itu pada kami, orangtuanya.

Dua tahun ini, alhamdulillah si Kakak menunjukkan prestasi yang cukup baik di sekolahnya. Padahal sekolahnya ini merupakan sekolah kejuruan yang sangat disiplin dalam pembelajarannya. Dan yang membuat saya makin bangga, meski banyak tugas sekolah, si Kakak tetap mengerjakan tugas-tugasnya di rumah.

Tanggal 9 September lalu si Kakak berumur 16 tahun. Kakak sudah memasuki fase usia pra dewasa. Terbersit keinginan saya dan suami untuk memberikan hadiah untuknya. Mungkin sebuah tempat tidur anak, cocok untuknya. Kenapa tempat tidur anak? Karena si Kakak sudah waktunya memiliki ruang sendiri yang lebih pribadi. Sampai sekarang ini, Kakak masih tidur sekamar dengan adik-adiknya. Meskipun si Kakak nggak pernah protes, tapi lama-lama kasihan juga kalau harus berdesakan bersama adik-adiknya. 
Beberapa waktu lalu, saya iseng melihat-lihat berbagai model tempat tidur di sebuah situs belanja furniture online.  Ada beberapa model tempat tidur yang saya suka dan saya yakin cocok untuk si Kakak. Si Kakak termasuk anak yang nggak neko-neko, jadi saya pilihkan tempat tidur dengan model simple namun tetap elegan.

Simple tapi elegan

Rencananya sih, selain tempat tidur saya akan membelikannya sebuah rak buku unik untuk tempat buku-bukunya yang lumayan banyak. Selama ini buku-bukunya hanya ditumpuk begitu saja di meja, jadi mudah tercecer dan rusak. Kalau ada rak buku, tentu akan lebih rapi dan sedap dipandang mata, kan.

Si Kakak pasti senang, karena tidak perlu berdesakan lagi dengan adik-adiknya dan privacy-nya lebih terjaga. Harapan saya dan suami tentu agar si Kakak tahu bahwa orangtuanya menghargai proses belajarnya dan sangat menyayanginya.



Wednesday, 20 September 2017

Aplikasi yang Mendukung Ngeblog? Saya Pakai Ini

21:04:00 38 Comments
Dear Friends,

Tak terasa tahun ini adalah tahun ketiga saya serius menekuni dunia blogging. Dari yang awalnya hanya iseng coba-coba, sekarang jadi makin serius menekuninya. Saya udah klik dan merasa bahwa ternyata inilah passion saya.

Saya jadi ingat, dulu saat awal-awal ngeblog, saya ibarat anak baru yang culun abis. Template blog berantakan (makanya sering banget gonta-ganti template), pasang gambar atau foto terlalu besar/ kecil dan tulisan masih terlalu kaku.

Seiring waktu, saya berkomunitas, berkumpul dengan teman-teman yang lebih berpengalaman di dunia blog dan belajar banyak dari mereka. Saya mulai belajar membenahi template blog saya, belajar membuat infografis sederhana, belajar mengedit foto/ gambar dan memperbaiki kualitas tulisan saya.

Kebetulan tema arisan blog ke 11 yang kali ini dimenangkan oleh mbak Alfarezie Rahma dan Nyi Penengah adalah aplikasi yang mendukung dunia perblogginganmu. Mereka berdua ini jago banget kalo nulis fiksi. Mbak Rahma sering menang lomba nulis fiksi, sedangkan Nyi Penengah malah sudah beberapa kali menerbitkan novel. Keren ya, mereka berdua.

Ngomongin soal aplikasi yang mendukung saat ngeblog, saya kadang memakai beberapa aplikasi. Aplikasi tersebut juga sering dipakai oleh beberapa teman blogger juga, jadi saya ikut-ikutan pake deh.

Nah, aplikasi yang sering saya pakai adalah :

PicsArt


Aplikasi ini biasanya saya pake saat mengedit foto, memberi watermark pada foto, kadang juga membuat grid foto. Ya, cuma gitu doang sih pakenya. Saya cukup sering memakainya karena aplikasi ini cukup mudah digunakan. User friendly lah untuk ukuran bloger gaptek macam saya. Hehe.

PicMonkey

Selain aplikasi PicsArt, aplikasi yang cukup sering saya gunakan adalah PicMonkey. Aplikasi online ini biasanya saya pake untuk membuat header blog. PicMonkey ini juga user friendly, gampang banget cara menggunakannya. Header blog jadi cantik karena pilihan font nya banyak, gambar-gambarnya juga lucu. Kalian belum pernah nyoba? Coba deh buka picmonkey.com , pasti kalian juga kepincut dan pengen nyoba.

Canva



Aplikasi Canva ini banyak penggemarnya, loh. Bahkan beberapa waktu lalu, booming banget karena banyak yang pake aplikasi ini untuk memperindah blog nya. Aplikasi online ini mirip-mirip dengan PicMonkey, tetapi memiliki lebih banyak jenis pilihan. Misalnya mau bikin loggo, header, watermark dan sebagainya. Saya juga kadang pake Canva untuk mempercantik tampilan blogpost saya.

Notepad


Kalo sedang males nulis langsung di dashbor blog, saya biasa menulis artikel di Notepad. Aplikasi ini membantu banget ketika kita sedang tidak online atau tidak sedang berada di depan komputer. Notepad ini berfungsi seperti halnya notebook atau buku catatan. Gunanya ya untuk menyimpan catatan atau tulisan-tulisan kita. Nantinya tulisan kita bisa langsung di copy paste saja ke dashbor blog, lalu publish deh.

Emmh, kayaknya sih cuma 4 aplikasi ini aja deh yang sering saya pake untuk mendukung kegiatan ngeblog. Pake 4 aplikasi aja sudah membantu banget. Tampilan blog saya jadi lebih enak dipandang *ish muji diri sendiri. LOL. Meski sedang repot pun masih bisa mengejar deadline dengan membuat tulisan di Notepad.

Bagaimana dengan kalian? Aplikasi apa yang biasanya kalian gunakan saat ngeblog?


Monday, 18 September 2017

5 Alasan Memilih Belanja Groceries via Online

00:30:00 26 Comments
Dear Friends,

Seorang ibu rumah tangga itu kadang harus bisa multitasking, ya. Mulai dari mengurus rumah, mengurus anak dan suami, memasak hingga bersoasialisasi. Asalkan dikerjakan sesuai jadwal, pasti bisa teratasi semua kok. Tiap pagi, sebelum sholat subuh saya menanak nasi terlebih dulu. Untunglah masak nasinya sudah menggunakan magic com, jadi bisa disambi mengerjakan hal lain. Usai sholat, saya langsung memasak sayur atau lauk untuk sarapan sekaligus bekal buat suami dan anak-anak. Diwaktu yang sama, suami membantu membangunkan anak-anak dan menyiapkan keperluan mereka. Sekitar pukul 6, sarapan dan bekal sudah siap, anak-anak juga siap berangkat. Yah, begitulah aktivitas saya dan keluarga tiap hari Senin hingga Sabtu. Kalau hari Minggu sih, saya agak santai karena semuanya libur. Jadi saya bisa masak agak siang karena pagi cukup sarapan roti goreng dan teh manis saja. 

Sejak memutuskan untuk bekerja dari rumah, mau tidak mau saya harus membuat jadwal. Kalau tidak terjadwal, bisa dipastikan pekerjaan saya keteteran. Apalagi kalau sedang banyak undangan event, kadang masih ada saja yang tercecer. Saya harus memastikan waktu saya harus benar-benar efektif. Misalnya saja soal belanja kebutuhan rumah. Belanja kebutuhan rumah ini bukan hanya belanja dapur saja tetapi juga kebutuhan yang lain (groceries) seperti sabun, deterjen, sabun pencuci piring dan lainnya. Kalau belanja kebutuhan dapur, biasanya saya lakukan seminggu sekali. Sedangkan untuk belanja kebutuhan rumah tangga yang lain saya lakukan sebulan sekali. Agar lebih efektif, saya lebih memilih untuk belanja groceries via online saja.



Kenapa saya lebih memilih belanja groceries secara online? 

Apa nggak ribet tuh? Justru karena saya nggak mau ribet makanya saya pilih belanja online saja. Nah, sebenarnya ada 5 alasan mengapa saya lebih memilih belanja groceries via online. Apa saja?
  • Lebih Cepat dan Praktis
Sekarang ini banyak sekali e-commerce atau market place yang menjual barang dengan kategori groceries. Kita bisa memilih e-commerce mana yang menyediakan kebutuhan kita dengan lengkap, sehingga kita nggak perlu melipir ke market place lain untuk mencari barang tertentu. Cukup di satu e-commerce saja, kita sudah bisa belanja groceries yang kita butuhkan. Kita juga bisa belanja kapan saja, dimana saja tanpa harus menunggu jam kerja. 

  • Hemat Waktu dan Biaya
Belanja groceries via online itu hemat waktu. Ya iyalah. Kita nggak perlu pergi ke supermarket. Kita juga tak perlu ngantri di kasir. Cukup buka website e-commerce, pilih-pilih barang belanjaan, bayar, lalu tunggu barang diantar ke rumah. Semudah itu. Kita nggak akan kehilangan waktu buat keluar rumah, nggak akan capek karena harus keliling supermarket dan pengeluaran juga lebih hemat karena kita nggak perlu keluar ongkos transport. Ye, kaan. Keuntungan lainnya adalah kita tidak akan membeli barang yang tak perlu seperti saat belanja langsung di supermarket.

  • Banyak Promo
Tiap e-commerce selalu mempunyai trik untuk menarik minat pembelinya. Salah satu contohnya adalah dengan meluncurkan promo-promo. Nah, biasanya para penggila belanja online selalu menunggu kesempatan ini, termasuk saya juga sih. LOL. Kapan lagi coba, bisa beli barang dengan kualitas bagus tapi dapat diskon gede. Sisa uang belanjanya kan bisa digunakan untuk hal lain. Ya, nggak?

  • Banyak Pilihan Barang
Kadang kita suka bete kalau sedang belanja di supermarket tapi barang yang kita cari tidak ada. Sudah capek belanja tapi nggak ada hasil. Bete banget pastinya. Nah, biasanya e-commerce memiliki banyak merk untuk satu jenis barang. Misalnya saja selai coklat. Begitu kita mencarinya, akan ada banyak jenis selai coklat dari berbagai brand yang bisa kita pilih. Gimana? Keren, kan.

  • Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga
Belanja groceries via online,kita akan memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga. Kita juga bisa ajak anak-anak untuk ikutan belanja. Mereka bisa memilih barang yang mereka suka. Pasti lebih seru kan, memanfaatkan quality time bersama keluarga dengan belanja online.

Itu dia 5 alasan saya belanja groceries via online. Bagaimana menurut kalian, friends? Kalian lebih pilih belanja groceries di supermarket atau via online?


Wednesday, 13 September 2017

Wajah Baru Pantes Gallery

04:06:00 18 Comments
Dear Friends,

Beberapa bulan lalu saya pernah cerita kalau sedang getol mencari perlengkapan rumah kan, ya.  Waktu itu, saya diajak teman saya untuk hunting beberapa perlengkapan rumah. Kebetulan saat itu saya sedang butuh aksesoris untuk kamar mandi. Kalau lupa, boleh baca postingannya dibawah ini.

Baca : Cari Perlengkapan Rumah? Ke Pantes Gallery Aja!

Nah, hari Jum'at (08/9/2017) kemarin saya bersama beberapa teman sengaja datang ke Pantes Gallery lagi. Ternyata eh ternyata, ada yang berbeda ketika masuk kesana. Sekarang ini Pantes Gallery lebih tertata, terorganisir dan ruang display nya diperluas.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, Pantes Gallery sebenarnya adalah sebuah toko yang menyediakan produk-produk home decor. Seperti namanya, toko ini berkonsep seperti galeri yang mendisplay produk jualannya seperti berada di sebuah galeri. Jadi, kalau kita sedang berbelanja di sana nggak ada ceritanya barang-barang yang numpuk dan berantakan. Semuanya tersusun dengan rapi. Mumpung bisa ke Pantes Gallery, jadi sekalian aja deh saya dan teman-teman mengeksplor tiap lantainya.

Jadi, Pantes Gallery terdiri dari empat lantai, dimana tiap-tiap lantainya memiliki kategori produk. Misalnya saja lantai dasar yang merupakan kitchen ware. Produk-produk yang di-display adalah segala perlengkapan dapur seperti kompor, kitchen set, oven, microwave, magic com, bak cuci piring, rak piring dan yang terbaru adalah dispenser.

Yang membuat mata saya jadi berbinar-binar adalah promo diskon beberapa produk kitchen ware. Masak iya, ada diskon gila-gilaan hingga lebih dari 50%, yang awalnya berharga 11 jutaan jadi seharga 5 jutaan aja. Siapa yang nggak mupeng, coba?

Pilih-pilih kompor
Naik ke lantai dua, kita akan  disuguhi display toilet ware. Berbagai jenis bath up, kloset duduk, shower, cermin, kapstock berbahan stainless steel, asesoris kamar mandi, keran air hingga tempat untuk menjemur handuk bisa kita dapatkan di sini. Ada juga alat pemanas air, mulai dari ukuran besar hingga kecil. Kita bisa memilih mulai dari yang berharga murah hingga mahal. Ada lagi yang ditawarkan oleh Pantes Gallery. Bila ada produk lama yang belum habis, Pantes Gallery akan menjualnya dengan harga promo. Tuuh, bikin mupeng kaan.

Pilih yang mana?
Nah, ada yang beda ketika naik ke lantai tiga. Lantai tiga ini tempatnya wall & floor covering. Ada banyak banget model keramik maupun vinyl d lantai ini. Ada juga model keramik klasik yang ternyata motifnya di print langsung di keramiknya. Saya kemarin naksir berat sama keramik dinding yang bermotif polkadot. Lucu kali ya, kalau dipasang di kamar anak. Oh iya, keramik-keramik ini juga ada yang sedang dalam masa promo, loh. Harganya murah lah, dengan kualitas terbaik seperti itu. Habis gajian, mau ajak suami buat beli keramik polkadot itu, ah.

Ini loh keramik yang saya taksir
Ada juga penghuni baru nih di lantai tiga, diantaranya exhaust fan. Kebetulan saya butuh banget nih untuk rumah saya. Biar sirkulasi udara di dalam rumah lancar gitu, jadi suasana rumah jadi lebih sejuk.

Mbak Wati  bingung mau pilih yang mana
Setelah memesan exhaust fan pada mbak pramuniaga, saya dan teman-teman naik ke lantai empat. Nah, di lantai ini tempatnya kusen-kusen pintu, jendela, berbagai jenis dan model handle pintu hingga genteng/ atap. Semuanya tersedia dalam berbagai merk dan harga.

Berbagai jenis dan model atap

Di lantai empat ini kita minta advice, bagaimana memilih atap rumah yang berkualitas baik dan tahan lama. Bahkan, bila kita tidak bisa memasang rangka dan atapnya sendiri, Pantes Gallery akan membantu kita menghubungkan pihak ketiga yang sudah ahli dalam pemasangan rangka dan atap.

Udah deh, jika kalian ingin membangun rumah atau membeli keperluan untuk home decor, Pantes Gallery ini rekomended. Pantes gallery ini memiliki fasilitas seperti "one stop shopping" untuk segala macam kebutuhan perlengkapan rumah.

Oh iya, Pantes Gallery akan mengantarkan barang kalian sampai ke rumah secara gratis kalau kalian membeli barang dan nggak bisa bawa sendiri. Asalkan masih berada di dalam kota Semarang, ya. Juga ketika kalian ingin memasang lantai vinyl, Pantes Gallery akan membantu menyediakan tukang yang sudah ahli di bidangnya dengan biaya terjangkau.

Bersama Koh Anthony, owner Pantes Gallery
Nah, kalau kalian ingin melengkapi rumah atau mempercantik rumah, datang aja ke Pantes Gallery. Dengan tempat yang lebih luas, jenis produk makin variatif, pelayanan yang ramah (helpfull), kita akan makin nyaman belanja di sana.


Pantes Gallery
Jalan Pekojan Pertokoan AHD A-7 Purwodinatan Semarang.
Telepon (024)3522022.


Kebutuhan Nutrisi untuk Ibu Hamil

03:55:00 16 Comments

Dear Friends,

Kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil? Apa saja, sih?

Sebagian perempuan yang sudah pernah atau sedang hamil pasti sedikit banyak sudah tahu apa saja kebutuhan nutrisi untuk janinnya. Entah itu dari hasil googling, hasil konsultasi dengan dokter/ bidan atau hasil dari tanya-tanya pada sesama perempuan yang sedang hamil. Bener, nggak?

Saya sih, sudah nggak berniat untuk hamil lagi. Bukan hanya karena faktor usia aja sih, tapi karena saya merasa cukup lah punya tiga anak saja. Sebenarnya masih bisa sih punya anak lagi, tapi ntar saya nggak bisa "traveling" lagi, deh (alasan apa ini). LOL.

Ah, udah ah curcolnya.

Gara-gara postingan Mirna Keina tentang nutrisi untuk ibu hamil di web KEB, saya jadi pengen ikutan berbagi pengalaman ketika hamil ketiga anak saya dulu. Tiga kehamilan dengan tiga kondisi yang berbeda, dan menghasilkan tiga karakter yang berbeda pula. Ada pengaruhnya dengan asupan nutrisi juga kali, ya.

Kehamilan pertama saya pada tahun 2001. Saat itu usia saya masih 21 tahun (masih unyu, ya. LOL). Saya bahkan nggak ngeh kalau hamil hingga usia kehamilan hampir 11 minggu. Mungkin karena sebelum-sebelumnya haid saya sangat tidak teratur. Kadang hanya datang 2 bulan sekali. Begitu tahu kalau sedang hamil, saya dan suami langsung memeriksakan kandungan di dokter kandungan. Oleh beliau, saya diberi vitamin penguat kandungan, pil penambah darah dan sebagainya. Saat itu saya mengalami mual yang terjadi hampir sepanjang kehamilan, tapi masih doyan makan apapun. Nasi meskipun porsi kecil, susu meskipun minumnya sambil nutup hidung, buah, sayur, protein (terutama ikan) saya lahap semua. Alhamdulillah, putri pertama saya lahir dengan BB/TB 3,300 gram/51 cm.

Kehamilan kedua dan ketiga ditahun 2006 dan 2012 memiliki kemiripan. Sepanjang kehamilan saya sama sekali tidak bisa makan nasi. Saya hanya makan buah dan sesekali sayur saja. Alhasil, berat badan saya bukannya bertambah malah berkurang. Jadi waktu hamil anak kedua dan ketiga, badan saya malah melangsing (aiih, kapan masa ini terjadi lagi? LOL). Apalagi selama hamil saya aktif sekali, wira-wiri ngajar dan kuliah. Dokter kandungan hanya menyarankan agar mengurangi kegiatan dan mengganti nasi dengan karbo lain seperti jagung rebus atau roti. Konsumsi protein, susu dan vitamin juga tetap saya jaga. Jadi, asupan nutrisi untuk janin saya tetap tersuplai. Anak-anak saya tetap sehat dan memiliki berat badan normal meskipun ada beberapa makanan yang tidak bisa saya makan sama sekali. Yang penting, asupan nutrisi untuk janin tetap terjaga.

Lalu, apa saja nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil selama masa kehamilannya? Simak, yuk!

Nutrisi untuk ibu hamil
Gizi dan nutrisi merupakan hal penting yang harus dipenuhi selama kehamilan berlangsung, karenanya ibu hamil dan keluarganya harus memperhatikan mengenai hal ini. Gizi dan nutrisinya sih sama dengan pola makan sehat, hanya saja selama hamil harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Sebab, makanan yang pilih akan memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Gizi dan nutrisi yang baik saat kehamilan akan membantu ibu hamil dan janinnya dalam menjalani kehamilannya. Nah, selama kehamilan tentunya kebutuhan akan nutrisi pasti meningkat. Agar janin ibu hamil sehat dan perkembangan janin berjalan dengan baik, maka apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil sebaiknya mengandung gizi dan nutrisi sebagai berikut :

Kalori
Kalori bisa diperoleh dengan mengonsumsi nasi, umbi-umbian, lemak nabati, lemak hewani serta buah-buahan dan sayuran.Karena dulu saya nggak bisa makan nasi, maka saya ganti dengan mengonsumsi ubi dan jagung.

Asam Folat
Asam folat dibutuhkan untuk pembentukan sel dan sistem syaraf janin. Janin membutuhkan asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari. Asam folat bisa didapat dengan mengonsumsi beras merah, sayuran hijau dan buah-buahan.

Protein
Protein dibutuhkan oleh ibu hamil dengan jumlah sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya. Selain menjadi sumber bagi kalori dan zat pembangun, pembentukan darah dan sel merupakan salah satu fungsi protein. Protein bisa didapatkan dari kacang-kacangan, tempe, putih telur, daging, ikan dan tahu.

Kalsium
Kalsium memiliki fungsi untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Saat hamil, hendaknya ibu hamil mencukupi kebutuhan kalsium untuk janinnya. Bila tidak, maka kebutuhan kalsium untuk janin diambil dari tulang ibunya. Pantes aja, dulu sewaktu hamil anak kedua saya sering sakit gigi. Kalau kebutuhan kalsium janin tercukupi, ibu hamil akan terhindar dari osteoporosis. Sumber kalsium bisa didapat dari susu, kacang-kacangan seperti almond, kedelai, kacang brazil dan wijen, sayur seperti kangkung, kale, brokoli dan bayam, buah seperti kurma, buah berry dan jeruk.

Zat Besi
Zat besi berfungsi membentuk sel darah merah dan mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Saat kehamilan memasuki usia 20 minggu, ibu hamil membutuhkan zat besi setidaknya 30 mg per hari. Zat besi bisa didapat dari ikan, hati dan daging. Selain mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, saya juga diberi suplemen penambah darah.

Vitamin A, C, D 
Saat hamil, ibu juga membutuhkan asupan beberapa vitamin diantaranya vitamin A, C dan D. Vitamin A berguna untuk pemeliharaan mata, tulang dan kulit. Vitamin A juga berfungsi sebagai imunitas dan pertumbuhan janin. Meski begitu, ibu hamil jangan terlalu berlebihan juga dalam mengonsumsi vitamin A, karena justru akan mengganggu pertumbuhan janin.

Selain vitamin A, ibu hamil juga memerlukan vitamin C. Tubuh ibu hamil memerlukan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Selain itu, vitamin C sangat baik untuk kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain vitamin C adalah melindungi jaringan dari organ tubuh dari berbagai macam kerusakan serta memberikan otak berupa sinyal kimia. Hal ini karena vitamin C banyak mengandung antioksidan.

Vitamin D berfungsi untuk menyerap kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi. Vitamin D bisa didapat dari susu, kuning telur, hati ikan dan sumber makanan.

Selain menjaga kecukupan nutrisi dan gizi, ibu hamil juga harus merasa bahagia, karena ibu yang bahagia akan melahirkan anak-anak yang sehat dan bahagia juga. Jadi gimana nih, ada yang kepengen hamil lagi? *saya sih enggak. LOL.


Artikel Kebutuhan Nutrisi untuk Ibu Hamil ini adalah postingan kedua #KEBloggingCollab kelompok Sri Mulyani



Wednesday, 6 September 2017

Kunlaptik ke Puskesmas Sidorejo Kidul dan DUVER Salatiga bersama Kementerian Kesehatan

23:09:00 8 Comments
Doc : kemenkes
Dear Friends,

Temu Blogger Kesehatan berlanjut dengan melakukan Kunlaptik ke Puskesmas Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir Salatiga dan DUVER (Dunia Vektor dan Reservoir). Menggunakan dua armada bus, rombongan berangkat menuju Salatiga.

Lokasi pertama yang akan dikunjungi adalah Puskesmas Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam akhirnya kami tiba juga di Puskesmas Sidorejo Kidul. Ternyata Puskesmas Sidorejo ini berlokasi di daerah pinggir, dibawah gunung Merbabu. Tak heran kalau begitu turun dari bus, kami semua disuguhi dengan pemandangan alam yang cukup indah, terutama di Taman Tingkir yang berlatar belakang Gunung Merbabu. 

Camat Tingkir bersama jajaran Muspika, Ka. Puskesmas Sidorejo Kidul dan pak Indra Rizon
Kedatangan kami disambut oleh Kepala Puskesmas beserta para staf, Camat Tingkir, para Lurah, Kapolsek Tingkir dan Muspika Kecamatan Tingkir. Bu Nunuk Dartini, S.Pd, M.Si, selaku Camat Tingkir memberikan sambutan hangat kepada kami, para blogger dan staf Kemenkes. Beliau berharap, selain berkunjung di Puskesmas Tingkir, kami juga bisa mengenal oleh-oleh khas Tingkir Salatiga. menurut beliau, harus ada uang yang dibelanjakan ketika orang berkunjung ke Tingkir sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat Tingkir. Bu Camat juga menjelaskan bahwa salah satu kelurahan yang ada di wilayahnya memiliki prestasi hingga ke tingkat Propinsi. Waah, ternyata warga Tingkir hebat-hebat, ya?

Dokter Desi Vebriana, Kepala Puskesmas Sidorejo Kidul

Dilanjutkan dengan dokter Desi selaku Kepala Puskesmas Sidorejo Kidul yang memaparkan tentang profil, visi misi, program kerja, sarana prasarana, hingga kegiatan yang sudah terealisasi dan kegiatan yang sedang dilakukan hingga saat ini. Meski dipimpin oleh seorang perempuan, tapi Puskemas Sidorejo Kidul punya segudang prestasi. Salut!

Usai mendengar penjelasan dari dokter Desi, kami semua diajak untuk menuju ke gedung Puskesmas yang terletak tak jauh dari Kecamatan. Puskesmas Sidorejo terdiri dari dua gedung, yaitu gedung yang diperuntukkan bagi pasien sakit dan gedung yang digunakan untuk pelayanan kesehatan bagi warga yang sehat seperti ibu hamil dan anak-anak.

Seorang teman sedang diambil darahnya utk screening

Puskesmas Sidorejo Kidul memiliki peralatan yang cukup lengkap, bahkan kita juga bisa melakukan screening Provider-Initiated Testing and Counseling (PITC). Ada beberapa teman yang melakukan screening HIV/AIDS dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu 30 menit. Bila kita terburu-buru dan tidak bisa menunggu hasil screening secara langsung, hasilnya bisa dikirimkan melalui surel. Keren, ya.

Setelah selesai berkeliling Puskesmas, kamipun berpamitan untuk menuju ke lokasi berikutnya yaitu DUVER atau Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP). Duver ini merupakan wahana edukasi ilmiah. Ya pantes aja begitu masuk Duver kita langsung disuguhi dengan replika nyamuk dan tikus.

Ada kurang lebih 13 laboratorium di B2P2VRP. Kami bahkan diperbolehkan untuk melihat-lihat ke tiap laboratorium dan melihat apa saja yang dilakukan para peneliti di sana. Hanya saja karena beberapa gedung sedang dalam perbaikan, kami hanya masuk di beberapa laboratorium saja.

Para staf sedang membersihkan tulang-tulang tikus dan kelelawar

Bagi yang tidak biasa atau fobia terhadap hewan-hewan ini pasti ngeri ya, karena harus melihat bagaimana kelelawar, tikus, kecoa, lalat hingga nyamuk yang diawetkan begitu rupa. Selain itu di B2P2VRP juga terdapat berbagai laboratorium yang digunakan untuk meneliti penyakit seperti Laboratorium Biologi Molekuler dan Imunologi, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Reservoir Penyakit, Laboratorium Parasitologi dan Laboratorium Pengujian Insektisida.

Berbagai jenis kelelawar dari beberapa wilayah Indonesia

Wahana Ilmiah Dunia Vektor dan Reservoir penyakit (DUVER) ini merupakan satu-satunya pusat dokumentasi, informasi, specimen serta display ekobionomi pengendalian vektor dan reservoir di Indonesia. Terdapat berbagai display vektor yang disusun menyerupai wajah tokoh, hewan hingga peta Indonesia. Ada foto Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Yusuf Kalla menggunakan nyamuk. Ada pula bentuk hewan yang dibentuk pula dengan dengan lalat dan kecoa.


Di tempat ini siapapun bisa belajar mengenai hewan vektor dan reservoir, mulai dari persebarannya di Indonesia, ragam spesies, hingga penyebaran penyakit yang ditimbulkan vektor dan reservoir. Kita juga akan tahu bagaimana para peneliti mengambil hewan vektor dan reservoir, hingga akhirnya menjadi display.

Kunjungan ke DUVER sungguh menjadi pengalaman tak terlupakan bagi kami semua. Apalagi saya yang selama ini tidak pernah membayangkan bahwa ada sebuah tempat yang menjadi pusat penelitian hewan vektor dan reservoir dimana hasil penelitiannya bermanfaat bagi kita semua.

Perjalanan dua hari bersama Kemenkes dan teman-teman blogger menjadi sebuah awal yang baik bagi saya, untuk mendukung Germas dan menginformasikannya kepada pembaca blog dan khalayak ramai.

Yuk, dukung GERMAS sekarang juga!




Tuesday, 5 September 2017

Temu Blogger Kesehatan untuk Dukung GERMAS

22:54:00 16 Comments

Dear Friends,

Senin (28/08/2017) lalu Kemenkes bersama Blogger Kesehatan bertemu dalam acara kampanye Germas dengan tema "Hidup Sehat dengan Germas" di Hotel Shantika Premiere Semarang. Sebanyak 50 blogger dari Jakarta dan Semarang, termasuk saya berkomitmen untuk mendukung kampanye Germas dan siap menangkal berita hoax seputar dunia kesehatan. 

Kementrian Kesehatan melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat mengajak blogger untuk mengkampanyekan Germas kepada khalayak ramai melalui media sosial. Menurut Bapak Indra Rizon, SKM, M.Kes selaku Kepala Bagian Hubungan Media dan Lembaga Kemenkes RI, media sosial saat ini dianggap penting dan dapat menyebarluaskan informasi mengenai kesehatan.

Sebelum acara inti dimulai, semua blogger diperiksa kesehatannya. Mulai dari diukur tinggi badan, berat badan, tekanan darah dan konsultasi kesehatan. Saya yang memang jarang banget check up kesehatan (jangan ditiru, yah) jadi agak shock ketika mengetahui hasilnya. Tekanan darah saya cukup tinggi dari biasanya (mungkin karena pengaruh suka begadang dan suka minum kopi) dan kondisi tubuh saya jauh dari ideal (Obes 2). Hal ini yang kemudian membuat saya berkomitmen untuk mengubah pola hidup saya. Mulai mengurangi GGL (gula, garam, lemak) dan harus berolahraga. Kami semua juga diajak untuk bergerak dengan melakukan beberapa senam. Memang sangat disarankan untuk bergerak setidaknya 15 menit di jam 10 dan jam 2 siang (bagi para karyawan yang biasa duduk sepanjang hari).

Sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan Germas?

Germas merupakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuannya agar masyarakat berperilaku sehat sehingga akan berdampak terhadap kesehatan, produktivitas, lingkungan hidup yang bersih sehingga biaya untuk berobat berkurang.

Ada beberapa bentuk kegiatan Germas, antara lain melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, memeriksakan kesehatan secara rutin, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan membersihkan lingkungan.

Siapa saja yang harus melaksanakan Germas? Ya seluruh lapisan masyarakat yang ingin hidup sehat. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. Bagaimana dengan kalian? Sudah melaksanakan, belum?

Acara ini juga dihadiri oleh beberapa narasumber, diantaranya Bapak Arvian Nevi (Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan  Propinsi  Jawa Tengah), Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH (Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam) serta dr. Widoyono, MPH (Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang). Materi-materinya yang mereka sampaikan sarat dengan informasi mengenai kesehatan. Istilahnya "berdaging" banget. Dimoderatori oleh eyang Anjari yang seru dan kocak, membawa suasana seminar jadi meriah dan tidak monoton.

Dr. Ari sedang memaparkan materi tentang penyakit tidak menular dan check up
Dokter Ari memaparkan tentang penyakit tidak menular dan pentingnya check up. Ini penting banget nih, buat kita yang jarang check up kesehatan (seperti saya). Padahal kata Dokter Ari, sudah terlambat untuk kita  jika suatu penyakit sudah menimbulkan gejala. Padahal tidak semua penyakit kronis bergejala pada awal sakit. Contohnya peningkatan kadar lemak darah, kolesterol tinggi trigliserida tinggi, kadar kplesterol jahat (LDL) tinggi, kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah, peningkatan kadar asam urat, peningkatan kadar gula darah, perlemakan hati dan hepatitis kronis, anemia, hipertensi dan jantung koroner. Duuh, bahaya banget nih kalau nggak ketahuan gejalanya.

Dokter Ari yang juga suka menulis di blog ini menyarankan untuk melakukan check up ksesehatan secara rutin 6 bulan sekali. Oke deh, Dok!

dr Widoyono, Kadinkes Kota Semarang
Lalu, dokter Widoyono (Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang) memaparkan entang Jateng Gayeng Dukung Germas. Banyak upaya yang telah dilaksanakan oleh pemerintah propinsi Jawa tengah terkait kampanye Germas, diantaranya mengalokasikan anggaran untuk mendukung Germas, melakukan sosialisasi Germas melalui Youtube Channel Dinkes Semarang hingga Germas Tweet.

Menurut dokter Widoyono, kota Semarang telah membangun fasilitas-fasilitas yang mendukung Germas seperti jalur pejalan kaki, sarana aktivitas fisik seperti lapangan basket juga area play ground. Selain itu pemkot Semarang juga membuat beberapa kebijakan untuk mendukung Germas, seperti adanya peregangan disela aktivitas pekerjaan 2x sehari, melakukan aktivitas fisik dalam penyelenggaraan kegiatan pekerjaan,penyediaan snack di setiap kegiatan haruslah mengandung unsur buah dan sayur. Bahkan pak Hendi (Walikota Semarang) juga sangat intens mengkampanyekan Germas kepada masyarakat. Salah satu program yang hasilnya cukup signifikan dalam mengurangi angka kematian ibu hamil adalah program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Program ini sudah berhasil menurunkan angka kematian ibu (AKI) di wilayah Jawa Tengah. Yeay.

Kampanye Germas di kota Semarang bukannya tanpa kendala. Permasalahan yang hingga kini masih terjadi adalah belum adanya petunjuk/guide line yang jelas tentang implementasi Germas di daerah, sosialisasi belum ke semua lini, serta belum ada alat ukur untuk menilai Germas yang sudah berjalan.

Sementara itu rencana ke depan terkait kampanye Germas di kota Semarang  adalah membuat instruksi walikota tentang penerapan Germas, sosialisasi secara masif tentang Germas melalui berbagai media (cetak, elektronik, medsos, dll), membuat rencana aksi daerah (RAD) Germas di Semarang.

Lengkap banget ya penjelasan dari pihak Dinas Kesehatan Semarang mengenai Germas.

Mas Awai sedang memberikan workshop bahasa

Sesi terakhir juga merupakan sesi yang ditunggu-tunggu oleh para blogger. Bagaimana tidak, setelah hampir seharian mendengarkan paparan mengenai informasi kesehatan, kini kami diberi materi tentang bahasa dan bagaimana menggunakannya dengan tepat. Mas Awai juga mengajak para blogger interaktif dan melakukan permainan tebak kata berpasangan. Seruu banget. 

Beberapa tulisan dari teman-teman blogger juga diulas hingga tuntas, agar ke depannya para blogger bisa menyajikan tulisan yang mudah dipahami oleh para pembacanya. 

Temu blogger hari pertama benar-benar menjadi hari penuh informasi dan bergizi. Semoga kita sebagai blogger selalu memberikan informasi yang valid, pasti dan mampu menginspirasi para pembaca blog kita. 



Follow Me @ikapuspita1