Welcome to My Life on Words !
Powered by Blogger.
Dear Friends,
Tumbuh kembang anak adalah salah satu yang diupayakan dan harapan bagi orangtua dimanapun. Untuk melangkah dalam fase tersebut, seorang Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini. Karena pertumbuhan dan perkembangan anak bergantung pada kualitas yang diberikan pada anak. Salah satunya adalah ASI yang merupakan susu anak terbaik sepanjang masa. Bila berbicara mengenai tumbuh kembang anak, ada beberapa organ penting yang harus diperhatikan yaitu otak dan usus. Sebab itulah orangtua harus benar-benar menyediakan dan memperhatikan asupan gizi dan nutrisi agar tumbuh kembang anak optimal. 

photo by katalogibu.com
Anak-anak pada masa bayi dan balita sangat membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang optimal untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulangnya. Kandungan yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulang pada anak salah satunya terdapat pada susu, terutama ASI. Namun pada kenyataannya masih banyak Ibu yang yang tidak bisa memberikan air susunya pada anak-anaknya. Dengan alasan tertentu yang bisa diterima, akhirnya susu formula untuk anak menjadi salah satu alternatif sebagai pengganti ASI. Namun ternyata masih banyak orangtua yang belum mengerti bagaimana cara memilih susu formula yang tepat untuk anak, terutama untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulangnya.

Sebelum menentukan dan membeli susu formula untuk anak, alangkah baiknya jika orangtua memahami kandungan zat atau nutrisi yang baik untuk perkembangan otak dan pertumbuhan tulang yang berpusat pada usus. Dengan begitu, orangtua bisa menentukan susu yang yang sesuai dengan usia anak. Bagian terpenting dalam memilih susu formula sebagai alternatif pengganti ASI adalah kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Orangtua bisa memilih susu yang memiliki kandungan seperti AA, DHA dan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan tubuh. Hal lain alah yang tak kalah penting adalah mengetahui terlebih dahulu, apakah anak memiliki alergi terhadap susu atau efek samping dari mengonsumsi susu dalam jangka panjang. Misalnya susu yang di konsumsi mengakibatkan reaksi yang bisa membuat fungsi organ tubuh menjadi terganggu seperti sering batuk, terganggunya saluran pencernaan atau panas. Jadi, pilihlah susu balita yang tepat untuk anak-anak tercinta. 


Dear Friends,
Meski belakangan ini aktivitas ngeblog sedikit tersendat, tapi saya memaksa diri untuk tetap menulis. Memang saat ini saya sedang dalam situasi yang lumayan riweuh. Tapi sekarang, sedikit demi sedikit saya urai benang kemalasan. Biar terurai dan jadi rajin ngeblog lagi seperti sebelum-sebelumnya *eh emang eykeh rajin ngeblog? Ngelantur to the max kalo ini. :D

Bicara soal tokoh fiksi yang menginspirasi, sebenarnya ada beberapa yang masih membekas dalam ingatan saya. Meski bukan penggila buku-buku sastra tapi saya suka membaca. Ada satu novel karya Dee Lestari yang saya dapat dari doorprize. Partikel. Salah satu novel dari beberapa novel berseri karya Dee yang fenomenal itu. Saya baru punya satu dari beberapa novel berseri itu. haha, iya saya baru baru punya satu. Tapi karya Dee yang lain seperti Perahu Kertas, Filosofi Kopi dan Rectoverso, saya punya kok.  Jangan di ketawain ya..haha. Barangkali ada yang kasihan terus ngirimi saya seri yang lain? Boleeeh banget.

Novel yang belum selesai saya baca
So touching :)
Novel ini sudah berada di tangan saya 7 bulan lalu, tapi hingga sekarang saya belum juga tuntas membacanya. Semoga setelah waktu saya luang, bisa segera menyelesaikannya *eaaa..sok sibuk banget.
Meski baru setengah saya langsung jatuh cinta pada tokoh utama novel Partikel ini, yaitu Zarah. Seorang perempuan yang memiliki kelebihan. Dia bisa memiliki kemampuan yang tak dimiliki oleh orang pada umumnya. Dia termasuk sosok perempuan yang berkarakter kuat, pemberani, berjiwa petualang dan memiliki prinsip yang kuat. Saking teguhnya memegang prinsip, dia bahkan berkonflik dengan Ibunya sendiri.

Membaca karakter dan Saya jadi ingat masa kecil dulu, dimana saya paling suka menjelajahi ladang, menyusuri pematang sawah, berendam di sungai, memanjat pohon kecik yang tingginya bukan main. hanya sekedar main-main sih, tidak seperti Zarah yang dengan detail menggambar penampang daun, menggambar pertumbuhan fungi dan sebagainya. Saya juga tidak seberani Zarah yang dengan berani memasuki Bukit Jambul yang konon angker. Beberapa kali mengalami kejadian yang sedikit menyeramkan, tetap saja nyali saya nggak sebesar si Zarah.

Seandainya saya jadi Zarah, saya ingin sekali mengeksplor sebuah tempat di tepi desa saya. Tempat itu adalah sebuah tanah lapang dan lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Mirip bukit di pinggiran sungai dan dikelilingi oleh sawah. Ada sebuah makam disana. Konon itu adalah makam dari nenek moyang orang desa saya. Siapa tahu disana juga ada semacam portal untuk menuju dunia lain, seperti dunia dibalik Bukit Jambul. Aiih, jadi merinding..haha. 
Seandainya saya jadi Zarah, saya pasti akan bekerja di NatGeo supaya bisa berpetualang keliling dunia dan melakukan penelitian di alam terbuka. Dulu saya ngebet banget pengen bisa tinggal di Swiss, Norwegia atau Irlandia dimana banyak bukit-bukit hijau, padang rumput, hingga gunung es. *ini sih mimpi yang tertunda. Haha. Yang pasti saya harus menyelesaikan novel Partikel ini. Segera. 




http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html

Dear Friends,
Siapa yang hari gini masih pake ponsel tak berkamera? Kayaknya nggak ada ya? Hampir semua orang kini pasti memilih ponsel berkamera. Bahkan Bapak saya yang notabene generasi jadul pun memiliki ponsel berkamera, meskipun hanya sesekali saja digunakannya. Isi galerinyapun rata-rata hanya foto cucu-cucunya. Kata beliau biar bisa melihat foto-foto cucu-cucunya ketika kangen. Iya juga, sih.

Jujur saja, saya merasa sangat terbantu dengan adanya ponsel berkamera. Saya bisa mengabadikan tiap moment setiap saat tanpa repot, kapan saja dan dimana saja. Tinggal atur posisi, cekrek, gambar langsung tersimpan dan bisa dilihat. Nggak perlu nenteng-nenteng kamera dan mencuci cetaknya di studio foto untuk melihat hasil fotonya.

Tetapi kualitas kamera ponsel memang menentukan kualitas gambar yang dihasilkannya. Jujur saja, saat ini saya belum memilikinya. Meski begitu, saya selalu berusaha memaksimalkan kamera ponsel saya agar bisa menghasilkan foto dengan kualitas yang memuaskan. Tentunya agar saya tidak kehilangan moment-moment penting yang ingin saya kenang.

Moment Tumbuh Kembang Anak

Saya termasuk orangtua yang paling suka mengabadikan moment-moment penting yang terjadi pada anak-anak. Saya ingin kelak anak-anak bisa melihat dan mengenang kembali masa kecil mereka saat mereka dewasa. Dengan kamera ponsel seadanya saya berhasil mengabadikan masa kecil anak-anak. Bisa dilihat, kualitasnyapun ala kadarnya.

Hasil foto kamera ponsel pertama th.2009
Hasil foto kamera ponsel pertama  th. 2009 (hasil foto blur dan pecah)

Hasil foto kamera ponsel kedua th. 2012
Hasil foto kamera ponsel kedua th.2013
Hasil foto kamera ponsel ketiga th. 2014
Meski kualitas gambar yang dihasilkan tidak memuaskan tetapi setidaknya anak-anak memiliki kenangan saat mereka kanak-kanak. Saya yakin anak-anak akan berterima kasih pada saya suatu hari nanti karena sudah mengukir kenangan mereka.

Moment Pengalaman Spesial 

Setelah serius menjadi blogger, saya mulai rajin mengikuti event-event dimana para blogger sering diundang. Yang paling berkesan adalah ketika saya diundang ke sebuah acara di Jakarta. Event inilah yang membuat saya merasakan bagaimana nervousnya  naik pesawat untuk pertama kali *norak banget ya. Lagi-lagi, saya hanya mengandalkan kamera ponsel dengan kualitas ala kadarnya untuk mengabadikan moment yang tak boleh dilupakan ini.

Hasil foto kamera ponsel saya di luar ruangan
Hasil foto kamera ponsel saya di dalam ruangan, gelap
Hasil foto kamera ponsel saya di dalam ruangan, blur
Kalau sudah begini, biasanya saya mulai senewen deh. Bagaimana mungkin saya membuat blogpost dengan dokumentasi ala kadarnya. Padahal kata para pakar perbloggeran, hal pertama yang membuat para pembaca tertarik untuk mengunjungi blog kita adalah foto-toto atau gambar yang ada di dalamnya. Nggak mau dong, blog kita sepi pengunjung hanya karena foto-foto yang tidak sedap dipandang. Foto-foto atau dokumentasi saat menghadiri event adalah salah satu aset blogger. Mau tak mau, saya meminta bantuan pada teman sesama blogger untuk berbagi foto atau meminjam foto. Bahkan sering juga nebeng, minta di foto memakai kamera ponsel teman. Aiih..malunya *tutup muka pake panci.

Hasil foto dengan kamera milik mbak Ade Anita. Pinjem ya mbaak ;)
Hasil foto dengan kamera milik mbak Wati
Salah satu teman blogger yang sering saya tebengi untuk berfoto adalah mbak Wati. Beliau adalah bloggermate saya. Jadi, kalau belakangan ini teman-teman melihat hasil foto-foto event yang saya hadiri bagus, itu karena saya nebeng foto pada mbak Wati *jujur banget ini mah. Sudah hampir dua tahun ini mbak Wati menggunakan Asus Zenfone 5, makanya foto-foto beliau saat ada event blogger selalu bagus-bagus hasilnya. Untung beliau ini orangnya baik banget, mau aja dikerjai teman-temannya (terutama saya) buat di tebengi. Hehe.

Wefie menggunakan Asus Zenfone 5 milik mbak Wati
Meski mbak Wati tidak keberatan, nggak mungkin dong saya nebeng terus menerus. Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, mau tidak mau saya harus upgrade gadget saya. Melihat kualitas foto yang dihasilkan Asus Zenfone milik mbak Wati selama ini, saya yakin bahwa Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL adalah gadget yang tepat untuk mengakomodir pekerjaan saya sebagai blogger. Kamera utama Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL 13 MP memiliki resolusi sebesar 4128 x 3096 pixels. Pantesan hasil foto jepretan mbak Wati selalu bagus hasilnya. Ternyata selain bisa menghasilkan kualitas foto yang baik, kamera utama pada Asus ini juga bisa digunakan untuk merekam video dengan kualitas HD beresolusi 1080 pixels. Jadi bisa sekalian latihan bikin vlog deh. 

Aah, semoga keinginan saya memiliki Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL segera menjadi kenyataan, bukan hanya di angan-angan. Saya yakin, Asus Zenfone bisa membantu saya mengukir kenangan yang tak akan pernah terlupakan. 

'Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com'. 


Dear Friends,
Kalau ada orangtua yang sibuk jelang, saat hingga pasca PPDB mungkin saya adalah salah satunya. Mulai dari memilih sekolah, melakukan pendaftaran online, verifikasi data, memantau jurnal hingga daftar ulang. Bahkan PPDB ini penuh drama (lebay dikit lah), karena sempat berpindah-pindah sekolah hingga akhirnya si kakak menemukan sekolah yang tepat untuknya. Drama PPDB ini bahkan mempengaruhi mood saya untuk ngeblog. Haha *cemen banget yak. 

Drama PPDB berawal dari rasa percaya diri si kakak dan saya untuk mendaftar di SMA Negeri dekat rumah. Bila dilihat dari jumlah nilai UN, bisa dipastikan si kakak bisa lolos masuk ke SMA Negeri tersebut. Apalagi dalam jurnal, nama si kakak masuk urutan aman. Tapi saat pengumuman hasil seleksi, saya kaget bukan kepalang. Pasalnya saya tak menemukan nama si kakak di daftar siswa yang lolos seleksi. Padahal ada beberapa siswa yang nilai UN nya di bawah si kakak tapi lolos seleksi. Usut punya usut ternyata ada kebijakan baru yang mewajibkan sekolah negeri harus menerima siswa dari golongan tidak mampu (memiliki kartu miskin) sebanyak 15% dan siswa dari luar rayon sebanyak 5% walau nilainya kurang. Meski kecewa karena tidak ada sosialisasi dari pihak sekolah, tapi ya sudahlah. Mungkin rezeki si kakak bukan sekolah di SMA Negeri. 

Tak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan, saya dan kakak mendaftar ke sebuah sekolah swasta berbasis agama yang cukup terkenal di Semarang. Sayangnya kuota siswa yang diterima di sekolah tersebut sudah terpenuhi, jadi mau tidak mau saya harus segera mencari sekolah lain. Sempat putus asa dan merasa bersalah pada si kakak, karena tidak bisa mencari sekolah yang terbaik untuknya. Hingga akhirnya tiba-tiba si kakak minta di daftarkan di SMK Farmasi. Saya sempat ragu untuk mendaftarkan si kakak di SMK Farmasi mengingat untuk masuk kesana harus melalui tes dan hasilnya di akumulasi dengan nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5. Bismillah si kakak mantap masuk  SMK Farmasi. Setelah mendaftar dan mengikuti tes sesuai prosedur, akhirnya kakak lolos menjadi siswa SMK Farmasi. Alhamdulillah. 

Salah satu kegiatan di SMK Farmasi
SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan dirancang untuk melahirkan lulusan yang siap bekerja. Untuk mencapai tujuan itu, kurikulum SMK memasukkan mata pelajaran yang relevan dengan kesiapan karier seperti teknologi dan perancangan, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, agribisnis dan teknologi pertanian, perikanan dan kelautan, bisnis dan manajemen, pariwisata, seni kriya dan seni pertunjukan. Kebetulan si kakak masuk SMK Farmasi, artinya setiap hari akan di jejali dengan kurikulum yang berhubungan dengan kesehatan. Jadi selama 3 tahun nanti, kakak akan fokus mempelajari semua hal yang berhubungan dengan farmasi dan kesehatan. 

Sebenarnya 20 tahun yang lalu, sesaat setelah lulus SMP sempat terbersit keinginan saya untuk masuk ke SMK. Kalau dulu istilahnya STM, SMEA atau SMKK. Tapi keluarga tak mengizinkan dengan alasan lulusan STM, SMEA atau SMKK akan susah melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Tapi kini lulusan SMK bisa masuk perguruan tinggi mana saja, lho. Saya bahkan sudah memiliki bayangan, akan kemana si kakak selepas SMK nanti. Sekolah di SMK, kenapa tidak?
Aah, semoga saya dan suami mampu mengemban amanah ini dan bisa mengantarkan kakak hingga mampu meraih cita-citanya. Aamiin.




Dear Friends,
Apa yang biasanya selalu ditunggu-tunggu menjelang Lebaran? Yups, THR atau Tunjangan Hari Raya. Saya sendiri sekarang hanya menerima THR dari suami saja. Alhamdulillah, hehe. Suami menyerahkan sepenuhnya pada saya urusan THR ini. Meski begitu, tentu saya tidak bisa menghabiskannya tanpa perhitungan. Biasanya THR dari suami akan saya keluarkan sesuai dengan post nya masing-masing. 
Apa saja?

Uang THR
THR untuk Orangtua
Saat ini tinggal Bapak, satu-satunya orangtua yang saya miliki. Meski beliau tak pernah meminta tapi rasanya memberikan sedikit rejeki yang kita miliki akan mampu menyenangkan hatinya. 

Zakat Mal
Saya dan suami menyisihkan sebagian THR untuk zakat mal (bukan zakat mall lho ya..hehe). Besarannya adalah 2,5% dari total penghasilan suami selama satu tahun.
Membeli Keperluan Lebaran
Salah satu pengeluaran yang bisa dibilang tetap adalah membeli keperluan Lebaran. Entah itu kue-kue, bingkisan, baju untuk anak-anak dan oleh-oleh. Kalau ada rezeki lebih biasanya suami meminta saya mengirim bingkisan Lebaran ke beberapa orang yag membutuhkan.
Membayar Sewa Mobil untuk Mudik
Tahun ini untuk kedua kalinya saya mudik mengguakan mobil sewaan (rental). Sudah tahu kan ya alasannya. yang utama karena barang bawaan keluarga saya yang banyak, jadi akan lebih nyaman kalau menyewa mobil. Sewa mobil di momen hari raya lebih mahal tarifnya, jadi mau tidak mau saya harus menyiapkan dana lebih untuk menyewanya.
 
Biasanya sih setelah Lebaran usai, uang THR pun ikut usai alias habis. Tapi dua tahun ini (entah kenapa 2 tahun melulu) saya bisa menyisihkan sebagian THR untuk hal lain. Tahun lalu, saya bisa merenovasi kamar dengan uang sisa THR. Sedangkan untuk tahun ini saya bisa menyisihkan untuk keperluan anak sulung saya yang akan masuk SMK Farmasi. Alhamdulillah :)




Dear Friends,
Sebelumnya maaf lahir batin dulu ya, mumpung masih dalam suasana Lebaran. Pasti banyak deh, tulisan-tulisan yang mungkin kurang enak dibaca atau menyinggung (mudah-mudahan sih nggak ada yang kesinggung ya). By the way, ini postingan pertama saya setelah hibernasi berminggu-minggu akibat drama PPDB dan mudik juga. Di kampung halaman saya Purworejo, entah kenapa sinyal susyaaah bener. Mau update berita aja harus ngungsi ke kota dulu. Ya sudah lah, mungkin saya memang harus fokus sama urusan keluarga dulu.

Lebaran memang menjadi moment istimewa bagi setiap orang. Lebaran adalah saat dimana kita bisa berkumpul, bersilaturrahim bersama keluarga dan handai taulan. Lebaran adalah saat dimana dosa-dosa kita dileburkan. Lebaran adalah saatnya mengukir indahnya kenangan. Aiih..malah mendadak mellow nih.  :'(

Ingatan saya kembali ke masa kecil, dimana Lebaran adalah saat yang paling dinanti-nanti. Pasalnya hanya saat Lebaran sajalah saya bisa memakai baju baru dan sandal baru. Saya ingat betul, biasanya beberapa hari menjelang Lebaran Om dan Tante saya yang bekerja di luar kota selalu pulang. Dengan sabar saya menunggu kepulangan mereka di depan rumah. Terbayang sudah baju dan sandal baru yang akan mereka bawakan untuk saya. Aah, tak sabar ingin memamerkannya pada teman-teman saat sholat Ied nanti, begitu pikir saya.

Selain baju dan sandal baru, aktivitas saat menyambut Lebaran yang paling saya suka adalah menyiapkan kue-kue untuk pengisi meja. Biasanya Ibu membuat sendiri kue-kue yang akan disajikan pada tamu yang bersilaturrahim Lebaran nanti. Kue-kuenya juga sederhana. Ada rengginang, pastel kering, keripik pisang, wajik klethik, rempeyek, kue satu dan sebagainya. Ibu juga lebih suka membuat sirup sendiri. Ibu paling sering membuat sirup rasa sirsak berwarna hijau. Selain itu, masakan Ibu saat Lebaran juga selalu istimewa. Opor ayam kampung atau menthog, ayam goreng, sayur lodeh tak pernah absen menjadi penghuni meja makan rumah kami.
Pastel kering isi abon
Wajik Klethik
Keripik Pisang
Rengginang
Sirup Sirsak
Tiga puluh tahun lebih berlalu, semuanya berubah. Ibu sudah tiada, kebiasaanpun juga berubah. Kini kue-kue Lebaran tinggal pesan atau beli jadi. Anggota keluarga besar kami bertambah banyak, bahkan kami harus berdesakan untuk bisa tidur. Tapi kami bahagia.  Meski kini sebagian keluarga sudah memiliki keluarga inti masing-masing, tapi kami selalu berusaha untuk berkumpul di rumah keluarga di Purworejo. Tempat tinggal saya dan keluarga besar memang terpisah jarak yang cukup jauh. Hanya pada saat Lebaran dan acara keluarga saja kami semua bertemu. Meski raga terpisah jauh, tetapi hati kami selalu dekat.

Sebagian anggota keluarga besar
Lebaran selalu berkesan buat saya. Lebaran selalu membuat saya rindu pulang ke kampung halaman.
 

Dear Friends,
Persiapan mudik lebaran- Tak terasa sudah 26 hari kita berpuasa. Artinya tinggal 4 hari lagi kita akan bertemu dengan Hari Raya. Bagi yang memiliki kampung halaman, tak sabar rasanya ingin segera pulang ke kampung halaman dan segera bertemu handai taulan. Keriuhan arus mudik lebaran sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Para pemudik sudah mulai memadati jalur mudik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi. Kemacetan sudah terjadi hampir di setiap ruas jalan utama. Pun dengan para pemudik yang menggunakan moda transportasi lain seperti kereta api, pesawat terbang, bus dan kapal laut. Mereka mulai memadati tempat-tempat keberangkatan mereka. 

Saya sendiri baru akan mudik pada H-2 lusa. Kebetulan kampung halaman saya juga masih satu propinsi dan bisa ditempuh dalam waktu 3 hingga 4 jam saja. Tahun ini adalah tahun kedua saya sekeluarga mudik menggunakan mobil. Beberapa tahun sebelumnya kami sekeluarga mudik menggunakan sepeda motor. Berhubung anak-anak sudah semakin besar dan barang bawaan semakin banyak, saya dan suami memutuskan untuk menyewa mobil. Maklum lah kami belum punya mobil sendiri (semoga tahun depan bisa mudik pake mobil sendiri. Aamiin), jadi menyewa mobil adalah solusi terbaik saat ini agar kami sekeluarga bisa mudik dengan aman dan nyaman.

Biasanya saya selalu prepare keperluan mudik 2 hari menjelang keberangkatan, karena barang bawaan cukup banyak. Persiapannya apa saja?

Persiapan Barang Bawaan
Mudik ke kampung halaman tentunya tidak cukup hanya sehari dua hari saja, kan. Tentunya banyak barang yang harus dibawa saat mudik. Pertama kali yang saya lakukan adalah packing pakaian. Packing pakaian ini yang menurut saya paling banyak menyita waktu, karena saya harus memacking pakaian untuk 5 orang sekaligus. Selain pakaian, barang bawaan lain yang tak boleh lupa adalah peralatan mandi, obat-obatan, bekal atau cemilan untuk di jalan dan buah tangan. Namanya aja mudik, jadi biasanya buah tangan adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh sanak keluarga di kampung halaman. 

Ini mau mudik atau mau pindahan yak :p
Bagi teman-teman yang mudik menggunakan kendaraan umum, ada beberapa tips agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Banyak sekali peristiwa kejahatan yang menimpa para pemudik akibat dari kelalaian mereka sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
  • Jangan membawa terlalu banyak barang bawaan. Bawalah pakaian dan bekal secukupnya agar tidak terlalu repot membawanya.
  • Bawa uang cash secukupnya untuk menghindari kecopetan. 
  • Sebaiknya jangan memakai perhiasan yang terlalu mencolok pada saat melakukan perjalanan. 
  • Jangan menerima pemberian apapun dari orang asing, terutama makanan dan minuman. Bisa saja ini modus pelaku kejahatan 
  • Jangan bepergian sendirian, sebisa mungkin bergabunglah dengan beberapa teman agar bisa saling menjaga dan mengawasi satu sama lain. 
Persiapan Rumah yang Akan Ditinggal Mudik
Selain mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa mudik, tentunya kita juga harus mempersiapkan barang-barang maupun rumah yang akan ditinggal mudik. Sebelum mudik, biasanya saya selalu meninggalkan rumah dalam keadaan bersih. Artinya, sudah tidak ada sisa-sisa makanan, perabotan kotor, atau bahan makanan yang mudah membusuk di dalam kulkas. Saya juga melepas regulator gas dan kabel-kabel listrik untuk menghindari kejadian yang tidak kita inginkan selama kita tinggal mudik. Beruntung, keluarga suami tinggal berdekatan jadi saya meminta tolong pada mereka untuk mengawasi rumah selama ditinggal mudik.
Beberapa tips ketika meninggalkan rumah untuk mudik :
  • Lepaskan selang regulator gas dan kabel-kabel listrik yang tidak digunakan seperti peralatan elektronik.
  • Kunci semua lemari, dan bawalah kuncinya.
  • Kunci kendaraan yang ditinggal di rumah dengan rantai dan gembok.
  • Pastikan rumah ditinggalkan dalam keadaan bersih, agar tidak mengundang binatang seperti semut, tikus dan kecoa.
  • Titipkan rumah pada tetangga atau sanak keluarga terdekat (untuk mengawasi kondisi rumah).
Persiapan Asuransi Kecelakaan
Di Indonesia sendiri "mudik" sudah menjadi tradisi tahunan bagi sebagian masyarakat menjelang hari raya. Moment seperti inilah yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang untuk berkumpul bersama sanak keluarga dan handai taulan di kampung halaman mereka masing-masing. Sayangnya, antusiasme masyarakat untuk mudik tidak sebanding dengan kesadaran mereka untuk menjaga keselamatan selama perjalanan. Hal ini terbukti dengan tingginya angka kecelakaan yang terjadi selama arus mudik maupun arus balik. Berdasar data dari Korlantas Polri tahun 2015, prosentase kecelakaan tertinggi adalah pemudik yang menggunakan sepeda motor sebesar 74,77 %, disusul kendaraan pribadi sebesar 16 % dan bus sebesar 3,67 %. Tingkat kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi kecelakaan juga masih rendah. Padahal nggak ada salahnya kalau kita mempersiapkan diri dengan asuransi kecelakaan. Ibarat kata sedia payung sebelum hujan, lah.

Saat ini PasarPolis.com tengah bekerjasama dengan PT. Zurich Topaz Life untuk menjalankan kampanye "Mudik Aman" sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dan tetap berhati-hati selama perjalanan mudik. Kampanye ini merupakan komitmen PasarPolis.com dan PT. Zurich Topaz Life dalam memberikan perlindungan terhadap para pemudik dengan nilai tanggungan hingga Rp. 25.000.000,-. Tahun ini merupakan tahun kedua PasarPolis.com memberikan 1.000.000 asuransi gratis selama masa mudik, dimana 200.000 dari polis tersebut akan diberikan kepada para pengemudi GOJEK yang melakukan perjalanan mudik.


Untuk mendapatkan polis asuransi kecelakaan dari PasarPolis.com dan PT. Zurich Topaz Life, kunjungi saja website www.mudik.pasarpolis.com dan lengkapi data diri seperti nama lengkap, jenis kelamin, kota, tanggal lahir, nomor handphone dan alamat email. Kemudian PasarPolis.com akan mengirimkan polis asuransi dari Zurich Topaz Life langsung ke alamat email yang didaftarkan. Polis asurnsi ini akan berlaku selama 30 hari sejak kita mendaftar. Jadi tunggu apa lagi, yuk segera daftar!

 
 
Inilah persiapan mudik ala keluarga saya. Semoga perjalanan mudik kita aman dan lancar hingga sampai di kampung halaman ya, temans. Jaga keselamatan dengan tertib berkendara dan mematuhi peraturan lalu lintas selama perjalanan. Ingat keluarga besar yang menunggu di kampung halaman.