Sunday, 18 June 2017

Tentang Persahabatan [2]

10:23:00 23 Comments
 

Dear Friends,

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sahabat adalah bagian dari keluarga yang harus dijaga. Betul banget. Sepakat dengan kalimat tersebut. Entah kenapa saya selalu baper kalo sedang ngomongin atau menulis tentang persahabatan. Tapi demi Tina dan mb Nurul yang mendapat kesempatan berbagi tema, jadi ya tetep kudu ditulis. 

Saya pernah mengalami sendiri bagaimana lika-likunya persahabatan. Ada bahagianya, ada juga yang meninggalkan luka. Dihianati, disakiti dan ditikung sahabat sendiri sampai hati tersakiti berkali-kali. Pernah juga saya tulis persahabatan yang meninggalkan luka di sini.

Tapi karena saya pengen move on, mending saya cerita tentang persahabatan saya dengan 2 teman saya sejak SMA aja. Teman curhat, teman ngocol, teman mbolos, teman main yang seru, teman gontok-gontokan juga.

Yuli, Ika, Nano
Mereka berdua teman sekelas saya dari kelas 1 SMA, 22 tahun lalu *ketahuan kalo udah tua. LOL. Si Yuli yang cantik dan feminin, dan Nano yang tomboy dan cuek. Kebetulan saya duduk sebangku dengan Nano dan Yuli dengan Dewi. Bangku tempat kami duduk berdekatan. Dari kami berempat, hanya tinggal kami bertiga yang masih sering kontek-kontekan. Sedangkan Dewi, entah dimana sekarang dia berada *sambil nyanyi lagunya Katon. Dindaaa...dimanakah kau berada. LOL.

Sebenarnya selepas lulus SMA, kami sempat lost contact hingga bertahun-tahun lamanya. Apalagi diantara kami kemudian ada yang menikah dan merantau. Nano sekarang bekerja di PT. Jasa Raharja, Serang. Sedangkan Yuli bekerja di Cikarang. Diantara kami bertiga cuma saya yang sekarang benar-benar jadi ibu rumah tangga. Padahal dulu diantara kami bertiga, sayalah yang paling menggebu-gebu pengen kerja dan bisa keliling dunia.

Masih konyol seperti dulu
Akhirnya setelah hampir 20 tahun nggak ketemu, lebaran tahun lalu kami bertiga janjian untuk meet up di rumah saya. Setelah beberapa kali nyasar, akhirnya bisa ketemu juga. Ternyata mereka pangling dengan keadaan rumah saya yang memang banyak berubah.

Kami saling melepas rindu, dengan mengingat kembali kenangan manis yang kami lakukan bersama bertahun-tahun lalu. Yuli yang saya comblangi dengan kakak kelas, hingga akhirnya pacaran. Saking dekatnya sampai-sampai saya yang disangka pacaran dengan pacarnya. Nano yang suka pacaran dengan anak punk dan suka naik gunung. Eh sekarang malah nikah sama tetangganya. Wkwkwk.

Yuli masih mungil seperti dulu, bahkan bertambah ayu dan matang. Nano, berubah 180 derajat dari yang dulu cuek dan tomboy jadi perempuan yang kalem dan feminin. Masih ada dikit sih sisa-sisa ketomboyannya. Sedangkan saya? Yang paling mencolok sih, perubahan fisik saya. Kalau dulu saya yang paling ceking, sekarang saya yang paling.... *duh, mau bilang gendats kok  tak relaaa. LOL.

Persahabatan kami bertiga bukannya tanpa kendala. Berpisah di kelas 2 dan 3, banyak teman yang datang dan pergi. Meski konflik sering terjadi, tapi nggak pernah sampai berhari-hari. Hari ini marahan, besok udah baikan lagi. Begitu terus hingga akhirnya kami berpisah di hari kelulusan 20 tahun lalu. Kami berpencar, mencari peruntungan masing-masing. Nano dan Yuli yang memang berasal dari keluarga berada, langsung melanjutkan kuliah. Sedangkan saya musti berjuang dulu, bekerja dan merantau ke Gresik.

Tahu sendiri lah, dulu untuk berkomunikasi saja kami harus berkirim surat atau telpon ke wartel. Sedangkan dulu, wartel masih sedikit sekali jumlahnya. Setelah beberapa tahun, Nano berkunjung ke rumah saya tapi saya sudah menikah dan tinggal di Semarang jadi kami nggak bisa ketemu.

Diantara kami bertiga, saya yang paling duluan menikah. Tapi ternyata tak lama kemudian Nano menyusul saya menikah dengan pujaan hatinya, sang pendaki gunung. Meski akhirnya berpisah setelah anak pertama mereka lahir. Sedih sih kalo denger ceritanya. Apalagi si pendaki itu yang sering jadi biang kerok konflik kita bertiga. Sekarang Nano sudah bahagia karena akhirnya menikah lagi dengan tetangganya. Padahal tetangganya itu udah naksir Nano dari jaman SMA. Sedangkan Yuli, menikah paling belakangan karena mengejar karirnya. Dulu, Yuli yang paling sering gonta-ganti pacar. Sampai-sampai saya sering keliru nyebutin nama pacar-pacarnya. Ketika akhirnya memutuskan menikah, kehidupan rumah tangganya juga sempat goyah. Tetapi bersyukur Yuli dan pasangannya bisa menyelesaikan semuanya dengan manis dan  berakhir bahagia.

Kisah-kisah kami itulah yang bikin kami bertiga ngakak bahagia. Kami berjanji untuk tetap menjalin tali silaturrahim hingga nanti.


Makan bakso di warung bakso langganan waktu SMA


Thursday, 15 June 2017

Mudik SelamANya Menggunakan Transportasi Udara

13:32:00 35 Comments


Dear Friends,

Lebaran tinggal menghitung hari. Aroma hari raya dan suka cita orang-orang yang hendak mudik ke kampung halaman sudah mulai terasa. Momen hari raya memang saat yang paling ditunggu-tunggu. Bukan hanya bagi para perantau tetapi juga bagi keluarga di kampung halaman. Jauhnya jarak yang harus ditempuh dan waktu perjalanan yang panjang seolah tak dihiraukan asal bisa berkumpul dan merayakan hari raya bersama keluarga tercinta. 

Pemerintah sendiri sudah menyiapkan berbagai moda transportasi yang bisa digunakan oleh para pemudik, baik melalui darat, laut dan udara. Bahkan jauh-jauh hari para calon pemudik sudah mulai berburu tiket, itupun harus didapat dengan penuh perjuangan. Ada yang harus rela antri berjam-jam demi mendapatkan tiket kereta api, atau pesan tiket pesawat sejak beberapa bulan sebelum mudik. Semua itu dilakukan demi bisa berkumpul bersama keluarga tercinta untuk merayakan hari raya. 

Acara mudik saya dan keluarga tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya keluarga besar mudik dan berkumpul semua di kota Purworejo (kampung halaman saya) tetapi tahun ini semua akan berkumpul di Bangkalan Madura. Salah satu sepupu saya akan menikah seminggu setelah hari raya, jadi keluarga besar memutuskan untuk berkumpul di Bangkalan saja. Keluarga besar saya tinggal berpencar. Ada yang tinggal di Bogor, Cirebon, Yogya, Solo, Purworejo dan sebagian di Jawa Timur. 

Karena ini pertama kali saya dan keluarga mudik dengan jarak yang cukup jauh, kami mulai melakukan persiapan yang cukup matang. Mulai dari memilih moda transportasi yang akan digunakan, barang-barang yang akan dibawa hingga memilih hari keberangkatan. Seperti pengalaman tahun lalu, kemacetan yang terjadi di sepanjang jalur mudik membuat kami sedikit was-was. Tahun lalu salah satu keluarga kami harus mengalami kemacetan hingga 32 jam di Brebes. Perjalanan dari Bogor-Purworejo yang biasanya hanya memakan waktu kurang dari 12 jam harus ditempuh dalam waktu lebih dari dua hari. Kebayang kan, betapa lelahnya perjalanan mudik mereka?

Setelah memperhitungkan resiko dan waktu perjalanan, mudik tahun ini keluarga dari Bogor dan Yogya akan menggunakan pesawat. Meski ongkosnya lebih tinggi daripada moda transportasi lain, tetapi banyak kelebihan yang bisa didapatkan bila menggunakan pesawat. Penumpang pesawat lebih sedikit, jadi nggak bakalan berdesak-desakan, waktu perjalanan lebih singkat, pastinya nggak ada asap rokok. Jadi nyaman selama dalam perjalanan.



Meski saya tidak mudik menggunakan pesawat tetapi saya pernah beberapa kali melakukan perjalanan dengan pesawat dan sekarang telah bergabung dengan #SobatAviasi. Sobat Aviasi adalah sebuah komunitas yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan. Banyak informasi mengenai keselamatan, keamanan dan kenyamanan ketika melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara. Kalian juga bisa mendapatkan informasi mengenai mudik menggunakan transportasi udara melalui akun facebook dan instagram Sobat Aviasi.

Agar perjalanan mudik menggunakan transportasi udara selamat, aman dan nyaman, ada baiknya perhatikan beberapa hal berikut :
  • Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari. Selain harganya lebih murah, tentunya kita juga akan lebih tenang bila sudah mengantongi tiket. Apalagi sekarang kita bisa booking tiket via online dan pilih hari keberangkatan. Proses pembayaran tiket pun juga bisa melalui online. Mudah banget, kan.
  • Pilih pesawat yang memiliki reputasi baik, setidaknya kondisi pesawat maupun pelayanannya.
  • Siapkan identitas diri, tiket pesawat di dalam tas atau dompet yang sama untuk mempermudah saat check in dan mendapat boarding pass.
  • Bawa barang secukupnya. Siasati barang bawaan dengan cara packing yang benar.
  • Hindari membawa barang atau benda-benda berbahaya seperti gunting, benda-benda tajam ataupun barang berharga di dalam tas.
  • Matikan ponsel sebelum pesawat take off atau alihkan jadi "mode penerbangan" agar sistem pesawat tidak terganggu.
  • Datanglah ke bandara paling tidak 2 jam sebelum jam keberangkatan, agar tenang dan tidak terburu-buru. Biasanya kalau buru-buru, ada saja yang terlupa atau tertinggal.
  • Jaga ketertiban dan patuhi aturan selama perjalanan. 
  • Jangan lupa berdoa, agar perjalanan lancar selamanya (selamat, aman, nyaman)

Nah, kalau semua sudah dilakukan pasti perjalanan mudik menggunakan transportasi udara akan jadi pengalaman mudik yang  menyenangkan. Mudik selamat, aman, nyaman menggunakan transportasi udara.

Oh iya, buat kalian yang suka bikin Vlog, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementrian Perhubungan mengadakan lomba vlog yang berhadiah kamera action Xiaomi Yi, Go Pro Hero 5 dan perjalanan ke Raja Ampat Papua sebagai hadiah utamanya. Seru banget, kan.

Untuk mendapatkan informasi lebih jelas, kalian bisa cek di website selamanya.id . Yuk, ikutan !




Wednesday, 14 June 2017

Sahabat tapi Beda? It’s Oke Aja Laah

20:15:00 21 Comments

Dear Friends,

Namanya Novia. Seorang perempuan cantik, berkulit putih, punya anak tiga cowok semua (nggak keliatan kan kalo punya anak tiga?) ini sahabat saya. Meski baru beberapa bulan mengenalnya tetapi kita seolah seperti sahabat lama. Entah kenapa kalo sudah ngobrol dengannya, kami bisa klik dan betah berjam-jam lamanya. Padahal bisa dibilang usia saya dan Novia terpaut cukup jauh, loh. Novia ini sepantaran dengan adik saya yang ketiga. Nggak ada salahnya kan, menjalin persahabatan lintas usia?

Sebenarnya saya dan Novia punya banyak perbedaan. Mulai dari suku, saya asli Jawa, Novia asli Sumatra Barat. Dari segi usia, Novia masih muda, saya juga masih tua (eh apasih). Biarpun usianya lebih tua, tapi saya masih bisa mengimbangi kok, hehe. Trus, Novia berkulit putih bersih sedangkan saya berkulit eksotis (gelap maksudnya. LOL). Novia berbadan langsing, saya cenderung montok (baca : gendut. LOL). Ini yang bikin saya iri padanya. Kenapa dia makannya banyak tapi tetep langsing? Sedangkan saya? Makan nasi sesendok aja bisa tambah gendut *malah curhat. Novia penuh perhitungan dan pertimbangan ketika memutuskan sesuatu, sedangkan saya tidak. Saya cenderung grusa-grusu *ini yang lebih tua Novia apa saya, yak. LOL. Novia suka musiknya Dream Theater sedangkan saya lebih suka Scorpion (emak-emak suka ngerock). Novia pembawaannya selalu ceria, sedangkan saya tergantung mood. Kadang bisa slengekan, tapi kadang bisa mendadak jadi kalem. Uhuk.

Perbedaan diantara saya dan Novia, nyatanya tidak membuat kami jadi berjarak. Perbedaan yang ada malah membuat kami jadi saling melengkapi. Ya, karena kami memang telah sehati.

Ada satu kesamaan saya dan Novia yaitu sama-sama suka ngopi. Bermacam-macam jenis kopi sudah kami coba. Bedanya, kalau saya menikmati kopi hangat, Novia lebih suka menikmati es kopi. Apalagi ngopi sambil ngobrol, asik banget rasanya.

Tetapi kebiasaan saya ngopi belakangan ini mulai berubah. Saya sudah mulai mengurangi konsumsi kopi dan menggantinya dengan teh hijau. Sejak tahu bahwa bila minum kopi secara berlebihan memiliki dampak buruk bagi kesehatan, sebisa mungkin saya mulai menguranginya. Meski awalnya berat, tapi demi kesehatan harus saya lakukan.

teh-hijau-kepala-djenggot


Ternyata, teh hijau memiliki kandungan dan manfaat yang baik bagi kesehatan apabila kita rutin mengonsumsinya, loh.

Baca : 7 Manfaat yang Akan Kita Dapatkan Bila Mengonsumsi Teh Hijau Setiap Hari

Sudah dibaca?

Teh hijau mengandung antioksidan penting yaitu polifenol yang manfaatnya sangat vital bagi tubuh kita. Kita bisa terhindar dari beberapa penyakit berbahaya seperti berbagai jenis kanker, penyakit neurologis, kolesterol tinggi dan osteoporosis. Efek lain bila kita rutin mengonsumsi teh hijau adalah sistem imun tubuh kita meningkat, jadi otomatis badan kita jadi sehat terus. Selain itu kulit dan rambut kita akan juga akan lebih sehat serta yang paling penting (buat saya sih) adalah berat badan kita bisa turun, loh.

teh-hijau-kepala-djenggot


Beneran teh hijau bisa menurunkan berat badan?

Iya, karena teh hijau mengandung antioksidan berupa polifenol katekin yang berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Selain itu, teh hijau juga dapat mencegah penumpukan lemak di dalam tubuh dengan mengubah lemak menjadi kalori. Fungsi lainnya adalah mengoptimalkan proses detoksifikasi di dalam tubuh dan menekan nafsu makan yang berlebihan. Lama-lama nantinya berat badan kita jadi ideal, nih.

Ini penting banget buat saya yang memiliki badan yang cenderung besar. Selain kurang olahraga, kebiasaan saya makan makanan kurag sehat juga berpengaruh pada sistem metabolisme tubuh saya. Otomatis lemak kian menumpuk dimana-mana. Efeknya adalah badan jadi mudah lelah, sering loyo dan tidak bisa bergerak bebas. Oh no! Saya nggak mau berlarut-larut dalam kehidupan yang tidak sehat ini. Saya mau sehaat.

Sahabat #Sehatea
Tapi saya nggak mau sehat sendiri. Karena saya sayang pada sahabat saya Novia, saya juga pengen dong menularkan kebiasaan saya minum teh hijau ini. Apalagi setelah tahu bahwa teh hijau memiliki khasiat dan manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Saya mau sahabat saya juga sehat. Jadi sekarang kalau ketemuan, saya lebih suka membuatkan teh hijau Kepala Djenggot untuknya.

Untunglah untuk urusan kesehatan, saya dan Novia #Sehatea (baca : sehati). Kami berdua ingin hidup lebih sehat bukan untuk diri kami sendiri tetapi juga demi keluarga kami masing-masing. Apalagi kami punya anak-anak dan suami yang musti diurus dan diperhatikan. Coba kalau kami sakit, siapa yang bakal mengurus mereka? Kalau sehat kan, kami bisa selalu seru-seruan bareng.


Oh iya, kalian pasti juga punya dong sahabat dekat seperti saya? Pasti sedikit banyak ada perbedaan diantara kalian dan sahabat kalian yang berbeda tapi tetap #sehatea. Coba share dong, gimana serunya persahabatan kalian di komen.

Boleh juga share cerita kalian dengan sahabat kalian yang berbeda tapi tetap #sehatea di blog kalian. Pasti seru-seru. Saya tunggu ceritanya, ya!






Monday, 12 June 2017

Tips Hemat Belanja di Bulan Puasa

14:32:00 34 Comments
Dear Friends,

Mestinya bulan puasa atau bulan ramadan adalah bulan dimana kita bisa berhemat. Dari yang biasanya makan tiga kali jadi dua kali. Dari yang biasanya jajan-jajan bakso atau ngemil-ngemil cantik di kafe, jadi nggak jajan dan nggak ngemil di kafe. *tapi tetep ngemil saat malam hari. LOL.

Harusnya lebih hemat, kan?

Faktanya?

Pengeluaran kita selama bulan puasa sama aja dengan bulan-bulan biasanya, bahkan banyak juga yang pengeluarannya malah melebihi bulan-bulan lainnya.

Kok bisa?

Hayo jujur, siapa yang suka kalap kalau belanja makanan atau takjil buat buka puasa? Beli makanan dan takjil sampai beberapa macam. Padahal kalau sudah buka, paling hanya sedikit yang bisa kita makan. Sisanya nggak kemakan. Nah, akhirnya jadi mubazir kan?

Oke, mungkin pengeluaran kita untuk belanja makanan sedikit membengkak tapi jangan sampai pengeluaran kita untuk kebutuhan yang lain jadi membengkak juga, dong. Pinter-pinternya kita menyiasati supaya anggaran bulan ramadan ini aman hingga THR datang. Hehe.

Gimana caranya? Simak tipsnya, ya!

Belanja Sesuai Kebutuhan bukan Keinginan

Nggak bisa dipungkiri, kalau sedang puasa pengennya makan ini makan itu banyak sekali *kayak lagunya Doraemon. LOL. Apalagi kalau anggota keluarganya lumayan banyak seperti saya. Yang satu pengennya makan takjil gorengan, yang satunya lagi pengennya kue. Kalau dituruti semua, makin banyak lah pengeluaran kita. Makanya sebisa mungkin, bikin kesepakatan bersama anggota keluarga tentang menu berbuka puasa atau takjil yang akan dibeli. Nah, kalau sudah sepakat baru beli deh. Beli sesuai jumlah anggota keluarga. Jangan sampai anggota keluarganya cuma 5 orang tapi belinya kayak untuk 50 orang. Berlebihan namanya. Kecuali kalau untuk dibagi-bagi ya, beda lagi.

Dahulukan Kebutuhan Primer daripada Sekunder

Coba sebutkan apa saja kebutuhan primer kita. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi, sebab kalau tidak dipenuhi akan menghambat kehidupan kita. Contohnya makanan, air, listrik, kebutuhan rumah tangga dan sebagainya. Sebisa mungkin itu yang didahulukan. Kalau makan di luar, ngafe, piknik, itu mah bisa nanti-nanti ya.

Catat Kebutuhan yang Akan Dibeli

Ini nih yang paling sering dilewatkan ketika akan berbelanja. Padahal kalau kita sudah mencatat barang yang akan dibeli, kita nggak akan belanja diluar yang sudah tercatat. Jadi kita nggak akan lirak lirik barang yang lain deh.

Manfaatkan Promo Belanja

Manfaatkan promo belanja, promo diskon dan promo-promo lainnya. Kan lumayan tuh, kalo bisa belanja kebutuhan sehari-hari dengan harga promo. Seperti yang sekarang tengah berlangsung di Alfamart yaitu Promo Pak Rahmat *jadi ingat sama teman suami yang namanya pak Rahmat. LOL. Promo Pak Rahmat adalah Paket Ramadan Hemat dari Alfamart.


Ada empat jenis promo loh, yang ditawarkan oleh Pak Rahmat yaitu Pak Rahmat Buka Puasa, Pak Rahmat Sahur, Pak Rahmat THR dan Pak Rahmat Mudik.

Promo Pak Rahmat ini berlangsung dari tanggal 1-15 Juni 2017. Cuma 15 hari saja, jadi harus bener-bener dimanfaatkan nih promonya. Nah, sekarang ini sedang ada promo tebus murah cuma Rp 500. Pasti banyak yang suka nih.

Gimana sih caranya biar bisa tebus murah di Alfamart?


Caranya, cukup belanja produk sponsor (Pak Rahmat) minimal Rp 75.000,- kita sudah bisa tebus murah salah satu produk hadiah seperti  wafer tango kaleng 385g, richeese nabati 350g, nissin wafer 330g,  minyak goreng tropical pouch 1 liter, sirup marjan 460ml atau sirup ABC 485g dengan Rp 500,- aja. Untuu..ung ada Alfamart di dekat rumah, jadi bisa cepet-cepet berburu promo dan nebus beberapa barang. Kan lumayan tuh, bisa jadi penghias meja buat hari raya nanti.

Loh, kemarin saya belanja lebih dari Rp 75.000,- kok nggak bisa tebus murah sih?

Beneran nih bisa tebus murah dengan gopek aja?


Nggak cuma bisa nebus murah dengan uang gopek aja, kita juga berkesempatan  ikutan racing poin dengan cara mendaftarkan email dan submit kode unik yang ada di ekor struk. Kita bisa mendapatkan banyak hadiah seperti mobil, sepeda motor, kamera mirrorless, smartphone dan lainnya. Baca info lengkap tentang Loyalty Program Poin  di website resmi Alfamart.

Ayo buruan manfaatkan promo ini sebaik-baiknya. Lumayan loh, kita bisa menghemat pengeluaran. Jadi, sisa uangnya bisa kita pakai untuk mudik, kan.



Saturday, 10 June 2017

Bingung Memilih Baju Lebaran? Baca Dulu Tipsnya!

15:06:00 25 Comments
Dear Friends,

Alhamdulillah ya temans, tak terasa kita sudah berada di pertengahan bulan Ramadan. Artinya sebentar lagi kita akan merayakan hari kemenangan, nih. Biasanya persiapan-persiapan untuk menyambut hari raya sudah mulai dilakukan. Mulai dari membuat kue-kue lebaran *kalo saya sih beli aja, lebih praktis (ini sih karena males bikin), menyiapkan keperluan mudik (bagi yang mudik kayak saya) dan pastinya membeli baju-baju lebaran.

Sebenarnya nggak ada yang mewajibkan untuk membeli baju lebaran. Tapi sepertinya sudah jadi kebiasaan umum masyarakat kita untuk tampil spesial di hari raya. Apalagi hari raya adalah momen spesial dimana kita akan saling bersilaturrahim dengan sanak keluarga, tetangga hingga rekan-rekan sejawat. Jadi pasti pengen dong, bisa tampil spesial dan beda dengan hari-hari biasa. Iya apa iya?

Tapi kadang, karena begitu banyaknya pilihan model baju terutama baju perempuan, biasanya kita jadi bingung menentukan pilihan. Mau tampil casual, semi resmi atau resmi?

Nah, mending kalian baca dulu deh, tips memilih baju lebaran ala saya.

Pilih Mode Baju dengan Bahan yang Nyaman


Model bajunya bagus, tapi bahannya nggak sesuai untuk iklim di daerah kita pastinya bikin kita nggak nyaman memakainya. Misalnya nih, kita tinggal di daerah yang iklimnya panas tapi pakai baju yang bahannya nggak bisa menyerap keringat. Bisa-bisa keringat kita bercucuran, deh.

Sesuaikan Warna Baju dengan Warna Kulit

Ternyata warna kulit kita juga berpengaruh terhadap pemilihan warna baju yang akan kita pakai, loh. Kalo kulit kita putih bersih pake warna-warna lembut, tapi beda kondisi ini pasti berbeda dengan warna kulit lainnya. Kulit kuning langsat cocok memakai baju dengan warna-warna tropis seperti kuning, jingga, merah, hijau dan biru. Bagi yang berkulit sawo matang paling cocok memakai warna navy, pink pastel, biru pastel dan coklat muda. Sedangkan bagi yang memiliki kulit cenderung gelap paling cocok menggunakan baju berwarna tanah yang lembut. Coba lihat, bagaimana warna kulit kalian.

Sesuaikan Baju dengan Bentuk dan Ukuran Tubuh


Penting juga memilih baju yang sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh kita. Jangan sampai kita memilih pakaian yang terlalu besar atau terlalu kecil. Pilih ukuran yang pas dengan bentuk tubuh kita. Kalau terlalu besar atau terlalu kecil, bisa-bisa kita malah nggak nyaman memakainya. Kita juga nggak akan bisa bebas bergerak, kan.

Perhatikan Motif Baju

Kadang-kadang kita pengen juga ya beli baju yang bermotif atau beraksen. Misalnya motif polkadot, garis-garis (stripes), atau bunga-bunga. Ternyata bentuk dan postur tubuh kita mempengaruhi pemilihan motif baju yang akan kita pakai. Misalnya nih, bagi yang bertubuh kurus sebisa mungkin hindari memakai pakaian dengan motif stripes vertikal atau bunga-bunga kecil, karena akan semakin terlihat kurus. Sebaliknya, kalian yang berbadan kurus disarankan untuk memakai baju dengan dengan stripes horisontal atau motif bunga-bunga yang berukuran besar.

Sedangkan yang bertubuh gemuk (berisi) hindari memakai baju yang bermotif stripes vertikal atau baju dengan motif bunga besar-besar, karena akan membuat kita nampak lebih gemuk. Sebaliknya, kalian yang berbadan gemuk sebisa mungkin memakai baju dengan stripes vertikal atau motif bunga-bunga dengan ukuran kecil.

Pilih Baju yang Sesuai dengan Tempat kita Berlebaran

Kondisi sosial masyarakat kota dengan masyarakat desa sangat berbeda. Di kampung, adat istiadat, tradisi dengan orang-orangnya yang bersahaja. Bagi kita yang akan berlebaran di kampung halaman, hendaknya menyesuaikan diri dengan kondisi di lingkungan desa. Jadi, sebisa mungkin kita memakai baju dengan model yang simple sehingga kita bisa menyesuaikan dengan masyarakat di sana.

Pilih Model Baju yang Sesuai dengan Usia

Sebelum membeli baju, sebaiknya kita juga perlu memperhatikan apakah baju tersebut pantas kita pakai atau tidak. Misalnya, kita yang sudah berusia 30an tentu tidak pas bila memakai baju untuk usia 20an. Meskipun kita suka dengan model bajunya tapi kalo nggak cocok? 

Pilih Baju yang Bisa Dipadupadankan 


Bagi perempuan seperti saya, penampilan menjadi satu hal yang cukup penting. Sebisa mungkin baju-baju yang kita kenakan membuat kita tampil percaya diri. Biar nggak bosen dengan baju yang itu-itu aja, coba deh kalian membeli baju yang bisa dipadupadankan dengan baju lain. Misalnya kaos atau tunik yang bisa dipadukan dengan cardigan atau rompi. Bisa juga membeli outer untuk melapisi kaos. Padupadan baju ini membuat kita selalu tampil beda di setiap kesempatan.

Nah, beberapa tips tadi bisa jadi bahan pertimbangan bagi kalian untuk membeli baju lebaran nanti. Oh ya, biasanya kalian lebih suka belanja dimana? Belanja langsung ke mall atau belanja online?

Seperti yang kalian ketahui, belakangan makin banyak e-commerce menyediakan berbagai pilihan fashion dengan model-model yang up to date. Saya sendiri kini sedang menikmati mudahnya belanja online di Zalora Indonesia. Ada banyak sekali model fashion yang bisa kita pilih di sana tanpa capek jalan dan keluar masuk toko.

Jadi gimana, sudah siap belanja?



Friday, 9 June 2017

Sesuatu Yang Paling Saya Kangenin adalah....

20:51:00 10 Comments
Dear Friends,

Kalo ditanya apa yang paling saya kangenin saat ini, saya kangen Ibu. Semua hal tentang Ibu.

Saya kangen aroma tubuh Ibu, saya kangen suara Ibu, kangen teh manis bikinan Ibu, kangen masakan Ibu.

Kangen semua hal tentang Ibu.

Gara-gara mbak Rizka dan Alley yang ngasih tema "sesuatu yang paling dikangenin" saya jadi ingat puasa disaat Ibu masih ada.

Ingatan saya kembali melayang ke puluhan tahun lalu (berasa tua banget), ketika setiap sore di bulan puasa tangan Ibu dengan tangan terampilnya menguleg bumbu lotek untuk para pelanggannya. Ibu memang selalu berjualan lotek dan kawan-kawannya setiap bulan puasa. Kelezatan lotek buatan Ibu diakui banyak orang, bahkan hingga keluar kampung. Tak jarang banyak yang kecewa karena kehabisan lotek Ibu.

Bumbu lotek bikinan Ibu memang khas karena ada tambahan "kethek" pada bumbu loteknya. Kalian ada yang tahu "kethek"? Bukan "kethek" monyet, loh.

Kethek ini adalah ampas dari pembuatan minyak kelapa yang dipadatkan seperti getuk. Warnanya abu-abu kecoklatan dan rasanya manis gurih. Mungkin inilah yang membuat bumbu lotek Ibu jadi terasa istimewa.


Setiap hari di bulan Ramadan, Ibu mengawali kegiatannya mempersiapkan dagangan setelah sholat dhuhur. Semuanya dipersiapkan Ibu seorang diri. Mulai dari menyiangi sayuran, menyiapkan bumbu-bumbu, menyiapkan gorengan, semua dilakukan Ibu sendiri. Saya paling hanya disuruh mengangkut barang dagangan dari dapur ke warung. Sedangkan Bapak, kebagian tugas memecah es batu sepulang kerja.

Ibu berjualan hingga dagangannya habis. Seringnya sih, sebelum waktu tarawih sudah ludes terjual. Meski tak jarang, dagangan Ibu belum habis sampai malam. Padahal besoknya Ibu harus ke pasar untuk membeli bahan-bahan dagangan. Belum lagi harus menyiapkan makanan untuk sahur kami sekeluarga. Begituuu terus setiap hari. Ibu pasti lelah sekali *baru sekarang menyadari. Hiks.

Selain kangen lotek buatan Ibu, saya juga kangen Mi Godog ala Ibu.


Ibu paling suka memberi kejutan buat kami. Sepulang mengaji, ketika saya dan adik-adik sedang belajar, tiba-tiba saja Ibu membawakan mie godog dari dapur, masing-masing satu piring. Duuh, kenapa tiba-tiba aroma mie godog bikinan Ibu mendadak tercium ya.

Mie godog panas dengan cabe rawit utuh dan bawang gorengnya membuat mata kami yang sedang belajar mendadak melek. Biarpun bumbunya sederhana, buat saya mie godog bikinan Ibu tiada tandingannya.

Bapak, Ibu, Ika, Jefrri, Arinta (th. 1989), Bangkalan, Madura
Duh, Ibu. Semoga Allah SWT memberimu tempat yang indah dan terbaik di sisiNya, ya Bu. Kangen Ibu.



Thursday, 8 June 2017

7 Manfaat yang Akan Kita Dapatkan Bila Mengonsumsi Teh Hijau

13:17:00 38 Comments
Dear Friends,

Sudah menjadi tradisi di keluarga saya setiap pagi dan sore, ngeteh bersama. Biasanya Ibu selalu membuatkan teh manis hangat buat kami sekeluarga. Teh bikinan Ibu memang istimewa. Tehnya memang merk biasa, tapi karena Ibu membuatnya dengan penuh cinta makanya tehnya terasa istimewa. 
Kebiasaan minum teh itu masih terbawa hingga saat ini. Setiap pagi dan sore, saya rutin membuatkan teh untuk keluarga saya. Suami yang dulu nggak pernah ngeteh, sekarang jadi ketagihan, deh. Cuma bedanya, kalau dulu Ibu membuatkan teh hitam dengan aroma melati, sekarang saya ganti jadi teh hijau. Sesekali aja saya minum teh hitam, pas lagi kangen sama Ibu. 

teh-hijau


Kenapa saya pilih teh hijau?

Menurut sumber yang saya baca, kandungan dan manfaat teh hijau itu banyak loh. Terutama untuk kesehatan. Siapa sih yang nggak mau hidup sehat?

Teh hijau berasal dari daun tanaman Camellia sinensis yang diolah dengan metode pengukusan. Hal ini sangat baik karena kandungan katekin di dalam teh hijau tidak akan hilang. Teh hijau juga dinilai memiliki kandungan kafein yang jauh lebih rendah daripada kopi. Jadi kalau kita mengonsumsi teh hijau tidak perlu khawatir akan adanya efek tertentu. Selain itu di dalam teh hijau terkandung antioksidan penting, yaitu polifenol. Manfaat jenis antioksidan ini sangat vital bagi tubuh. 

Apa aja sih yang akan kita dapatkan kalau rutin mengonsumsi teh hijau?

1. Sistem Imun Meningkat

Teh hijau ini memiliki kandungan antioksidan berupa flavonoid dan polifenol yang bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Hal ini mencegah kita supaya nggak mudah sakit dan tubuh lebih kuat dalam menangkal serangan virus dan infeksi. Kandungan vitamin C yang terdapat pada teh hijau juga berperan penting, loh. Orang-orang yang mengalami sistem kekebalan tubuh yang lemah akan mudah jatuh sakit atau tertular virus. 

2. Terhindar dari Osteoporosis

Salah satupenyakit yang cukup ditakuti oleh orang-orang menjelang usia lanjut adalah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Bayangkan bila kita terkena osteoporosis. Kita nggak akan bisa bergerak bebas karena sedikit saja bergerak, resikonya adalah cedera. Nah, teh hijau memiliki kandungan fluoride yang cukup banyak dan berfungsi untuk menjaga tingkat kepadatan tulang, sehingga membantu mencegah timbulnya masalah kerusakan tulang. Termasuk  menurunkan resiko penyakit osteoporosis.

3. Terhindar dari Penyakit Neurologis

Teh hijau mengandung polifenol yang bermanfaat untuk melindungi bagian organ otak yang berfungsi untuk mengatur kemampuan ingatan dan menyerap informasi. Minum teh hijau ini secara rutin untuk mencegah kerusakan sel di otak dan mencegah penyakit neurologis seperti parkinson dan alzheimer.

4. Kulit Kita Lebih Sehat

Sejumlah penelitian menemukan adanya manfaat teh hijau untuk kesehatan kulit. Kandungan antioksidan di dalamnya bermanfaat untuk kesehatan kulit. Minum teh hijau secara rutin membantu kita memiliki kulit yang lebih segar dan bercahaya. Senyawa antidioksidan berupa polifenol berfungsi mencegah penuaan dini. Nah, kalian yang ingin memiliki kulit yang indah, coba deh konsumsi teh hijau secara rutin ya. 

5. Terhindar dari Penyakit Kanker

Para ilmuwan di Penn State University, Amerika Serikat, menemukan bahwa senyawa yang terkandung di dalam teh hijau mampu menargetkan sel-sel abnormal. Epigallocatechin-3-gallate (EGCG), merupakan suatu senyawa yang ditemukan dalam teh hijau yang mampu membunuh sel-sel kanker mulut tanpa merusak sel normal. Senyawa polifenol dalam teh hijau juga membantu menargetkan sel mitokondria dan mengurangi kemampuan pelindung dari sel-sel kanker. Mitokondria adalah "powerhouses" atau bagian dari sel-sel yang bertanggung jawab untuk mengubah gula dan oksigen menjadi energi, yang diperlukan agar sel dapat berfungsi dengan semestinya. 

6. Kadar Kolesterol Turun

Teh hijau mengandung senyawa tanin yang berkhasiat untuk membantu mengurangi kadar kolesterol di dalam tubuh. Senyawa tanin ini bekerja untuk melawan kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Keberadaan LDL bisa mengakibatkan terjadinya penumpukan plak di arteri, yang akan menimbulkan masalah penyumbatan di arteri. Ini sangat berbahaya, loh.

Studi ilmiah menunjukkan bahwa kandungan zat katekin yang ada di dalam teh hijau bermanfaat untuk menghambat penyerapan kolesterol di dalam usus, sehingga dampak buruk dari mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol bisa diminimalisir. Nah, untuk menghindari masalah kolesterol tinggi, sebisa mungkin kita harus membatasi segala bentuk makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Kita juga disarankan secara rutin mengonsumsi teh hijau yang berkhasiat untuk menurunkan kolesterol. 

7. Berat Badan Turun

Siapa nih yang pengen punya berat badan ideal? *langsung ngacung. Saya sendiri termasuk perempuan yang memimpikan punya berat badan ideal. Makanya saya mulai rutin mengonsumsi teh hijau. Harapannya sih, bisa langsing seperti dulu lagi. Etapi alasan utamanya sih, lebih ke manfaat untuk kesehatannya. Kalau nantinya bisa langsing, saya anggap sebagai bonus. Hehe.

Teh hijau mengandung antioksidan berupa polifenol katekin berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Selain itu, manfaatnya dapat mencegah penumpukan lemak di dalam tubuh dengan mengubah lemak menjadi kalori. Fungsi lainnya adalah mengoptimalkan proses detoksifikasi di dalam tubuh dan menekan nafsu makan yang berlebihan. Ini sangat penting untuk membantu menurunkan berat badan. 

Tuh kan, ternyata dampak dari mengonsumsi teh hijau secara rutin begitu dahsyat, loh. Kalian yang ingin terhindar dari beberapa penyakit tadi, coba deh mulai konsumsi teh hijau secara rutin.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan. 


Friday, 2 June 2017

5 Menu Buka Puasa Berbahan Ayam Yang Wajib Dicoba

03:32:00 24 Comments
Dear Friends,
Alhamdulillah ya, kita sudah beberapa hari menjalankan puasa. Makin semangat dong puasanya? Biasanya awal-awal puasa begini banyak undangan untuk buka bersama. Sekali-kali dong, ajakin teman-teman kalian buka puasa di rumah trus dimasakin makanan yang enak. Trus ajakin saya. Hehe, maunya. 

Bingung mau masak apa buat buka puasa di rumah? Sini saya bisikin menu buka puasa berbahan ayam. Gampang-gampang banget kok bikinnya. Masaknya juga nggak butuh waktu lama. Siapin catetan, ya!

1. Ayam Masak Kecap

Ayam masak kecap
Ayam masak kecap buatan saya ini bumbunya nggak ribet. Siapin ayam bagian apa saja 1 kg, potong sesuai selera. Cuci bersih, sisihkan. Haluskan bumbu-bumbu seperti 8 butir bawang merah, 4 siung bawang putih, 1 sendok teh ketumbar, 1/2 sendok teh merica, 1 ruas jahe dan 2 butir kemiri. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan ayam, aduk sampai rata. Tambahkan kecap secukupnya (kalau saya sih sampai warna ayamnya kecoklatan), tambahkan garam, gula dan kaldu bubuk (optional) semuanya sesuai selera ya. Aduk hingga bumbu tercampur rata. Masukkan air matang kira-kira 1 gelas belimbing, lalu ungkep ayam hingga air menyusut atau menjadi karamel. Koreksi rasa. Taburkan irisan daun bawang, ayam masak kecap siap dihidangkan. 

Lama persiapan dan proses memasak ayam kecap ini tak lebih dari 30 menit, kok. Cepet, kan?

2. Ayam Cabai Ijo

Ayam cabai ijo
Keluarga saya penyuka makanan pedas, jadi kadang-kadang saya masak ayam dengan bumbu pedas seperti ayam bumbu balado. Tapi anak-anak saya lebih suka ayam bumbu cabai ijo. Katanya mirip dengan masakan Padang. Padahal sebenarnya ini sih, cuma ayam goreng biasa yang saya cemplungin ke cabai ijo. Cara sih membuatnya juga gampang banget. Siapkan ayam, saya sih sukanya bagian paha. Siapkan bumbu untuk merebus ayam yaitu ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, bawang putih yang dihaluskan. Tambahkan serai, daun salam, daun jeruk dan bumbu-bumbu seperti gula jawa dan garam, lalu rebus ayam hingga bumbu meresap dan ayam empuk. Angkat, lalu goreng hingga berwarna kecoklatan.

Sementara itu siapkan untuk bumbu cabai ijo-nya. Goreng 5 butir bawang merah, 1 siung bawang putih, 20 buah cabai ijo, 5 cabai rawit dan 5 buah tomat hijau hingga layu. Setelah dirasa cukup matang, angkat lalu haluskan. Tambahkan garam secukupnya. Etapi jangan terlalu halus juga sih, ngulegnya. Biar ada sensasi ngigit cabainya. Kalo sudah, siramkan diatas ayam yang sudah digoreng tadi.

Gimana, nggak susah kan resepnya?

3. Sop Ayam

Sop ayam
Salah satu menu favorit keluarga saya adalah sop ayam plus sayuran. Rasanya menurut saya nggak kalah kok dengan sop ayam Klaten yang terkenal itu *iya lah saya yang masak. LOL. Bikinnya juga gampang banget, kok.

Siapkan ayam (kalo saya sih sukanya yang ada tulangnya), potong kecil, cuci bersih. Rebus air kurang lebih 1 liter. Masukkan ayam, daun bawang dan seledri, wortel hingga mendidih. Haluskan 5 siung bawang putih, 1 sendok teh merica, pala (secukupnya) dan 1 ruas jahe. Masukkan ke dalam rebusan ayam. Tambahkan sayuran (optional) seperti kentang, kol, kapri dan kembal kol. Beri bumbu seperti garam dan gula. Aduk hingga rata. Koreksi rasa. Taburkan bawang merah goreng sebagai penyedap.

Tuuh, gampang kan.

4. Ayam Teriyaki

Ayam teriyaki
Ayam teriyaki ala Jepang ini juga gampang banget cara membuatnya. Bahannya 1/2 kg filet dada ayam, dipotong kecil, kemudian di cuci bersih. Siapkan bumbu-bumbunya seperti 1 buah bawang bombay, 3 siung bawang putih, saus teriyaki, 1 sendok makan minyak wijen, 1/2 sendok teh merica bubuk, 2 sendok makan kecap manis, gula dan garam.

Iris bawang bombay, bawang putih kemudian tumis hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata. Tambahkan bumbu-bumbu seperti saus teriyaki, minyak wijen, kecap manis, gula dan garam. Tambahkan air sedikit aja, tunggu hingga air menyusut. Koreksi rasa. Ayam teriyaki siap dihidangkan. Super gampang, kan.

5. Rica-rica Ayam


Rica-rica ayam
Rica-rica ayam ini kayaknya favorit banyak orang, terutama penyuka makanan pedas. Pengen bikin juga? Siapin bahan-bahannya ya. Satu ekor ayam, potong menjadi beberapa bagian (paling enak bagian paha), cuci bersih, lumuri dengan air jeruk nipis. Haluskan 10 butir bawang merah, 6 siung bawang putih, 12 buah cabai merah, 10 buah cabai rawit dan ½ sdt merica. Jangan lupa tambahkan 2 batang serai, daun jeruk dan tomat ya.

Goreng ayam setengah matang saja. Kemudian tumis bumbu halus sampai harum, masukkan serai, daun jeruk, tomat, aduk-aduk. Masukkan daging ayam, aduk sampai bumbu tercampur rata. Tambahkan gula, garam dan air secukupnya. Masak sampai air menyusut, ya. Koreksi rasa. Rica-rica ayam dah siap, pun.

Nah, gimana teman-teman. Resepnya gampang-gampang, kan. Menu-menu berbahan ayam ini cocok dimakan saat buka puasa. Boleh juga loh, buat menu bukber di rumah.

Kalo udah masak begini, ajakin saya bukber di rumah kalian doong. Haha. Selamat mencoba resepnya, ya!




Friday, 26 May 2017

5 Menu Favorit di Bulan Ramadan

16:03:00 66 Comments
Dear Friends,
Tak terasa kita telah memasuki bulan Ramadan ya. Biasanya apa aja sih, yang teman-teman persiapkan selain persiapan fisik dan mental? Ada yang jawab, persiapan bikin menu buka dan sahur, ada pula yang menyiapkan kebutuhan selama bulan puasa, ada lagi yang jawab persiapan belanja lebaran *padahal puasa aja belom. LOL.

Persiapan yang saya lakukan sih nggak hanya fisik tetapi juga mental. Saya masih nggak bisa nahan nafsu amarah nih (pe er banget). Kalo habis marah sama anak-anak biasanya saya minta maafnya dengan bikinin  masakan favorit mereka. Hihi.

Kebetulan banget tema arisan blog kali ini adalah masakan favorit saat bulan Ramadan. Yang dapat arisan kali ini adalah sahabat saya tercinta mbakyu Hidayah Sulistyowati yang biasa dipanggil mbak Wati dan Ika Hardiyan Aksari aka Diyanika yang sering dipanggil Umi Ghifa. Pas banget ya, untuk menghadapi bulan Ramadan ini. Kali aja ada yang menginspirasi mereka bikin masakan yang sama.

Selama Ramadan biasanya saya masak masakan yang nggak ribet. Seringnya sih tumis-tumisan, soto, sop atau sayur bening gitu. Tapi kalo lagi males masak biasanya sih, saya beli sayur matang. Jadi tinggal masak nasi dan nyiapin takjil aja. 

Sebenarnya ada banyak makanan favorit saya dan keluarga di bulan Ramadan. Tapi ada 5 makanan yang paling favorit dan harus ada di meja makan tiap bulan Ramadan. Apa saja?

1. Fillet Kakap Cabai Hijau

Fillet kakap cabai hijau
Sebenarnya masakan ini nggak harus pake fillet kakap. Fillet ikan apapun bisa. Biasanya saya beli fillet yang sudah bersih. Yang paling sering sih, fillet ikan kakap ini. Cara membuatnya gampang banget, loh. Pengen nyoba bikin? Nih, saya kasih resepnya ya.
Siapin aja :
500 gr fillet ikan kakap, potong sesuai selera
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
10 buah cabai hijau
5 buah cabai rawit
4 sdm kecap manis
1 sdm saus tiram
1/2 sdm gula pasir
1 sdt garam
2 sdm minyak goreng 
100 ml air

Cara membuat :
  1. Potong fillet kakap sesuai selera, lumuri dengan air jeruk nipis, cuci bersih kemudian goreng setengah matang.
  2. Sembari menggoreng, iris-iris bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan cabai. 
  3. Siapkan wajan, panaskan minyak. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Setelah layu, masukkan irisan cabai, tumis hingga layu.
  4. Masukkan fillet ikan yang sudah digoreng, aduk-aduk. Tambahkan air. Aduk.
  5. Rambahkan kecap manis, saus tiram, gula pasir dan garam. Aduk lagi hingga rata.
  6. Tunggu hingga air menyusut. Koreksi rasa.
  7. Fillet ikan cabai hijau siap dihidangkan.
Tuuh kan, gampang banget bikinnya.

2. Soto Ayam/ Daging


Soto ayam
Biasanya anak-anak minta soto ayam atau daging sapi untuk dimakan saat buka puasa. Mungkin karena seharian puasa dan dehidrasi jadi pengennya makan makanan berkuah gitu ya. Biasanya sih saya tambahi lauk tempe goreng atau perkedel kentang. Aiih, jadi ngiler kaan.

3. Sup Jagung Manis

Sup jagung manis

Kalau sedang males masak, biasanya saya selalu membeli sup jagung di warung langganan. Sup jagung ini hanya dijual saat Ramadan saja oleh Ibu penjualnya. Harganya murah dan enak. Semangkuk besar sup jagung bisa saya habiskan sendiri, loh saking enaknya. Hihi.

4. Ayam Kecap

Ayam kecap
Ayam kecap ini bukan hanya favorit anak-anak saja tapi juga saya dan suami. Masaknya nggak butuh waktu lama kok. Biasanya ini menu buat sahur, sih. Tinggal cemplung-cemplung bumbu dan ungkep ayam hingga berkaramel. Hmm...sedaaap. Anak-anak makin bernafsu makan sahurnya. 

5. Pecel Sayur

Pecel sayur
Biasanya kalo sudah bosan dengan menu ikan, ayam atau daging, pilihan pertama untuk menu berbuka adalah pecel sayur. Tinggal rebus-rebus sayur, goreng tahu atau tempe dan nyiapin sambel pecel aja. Lauknya biasanya kalau nggak telur ceplok ya krupuk. Itu aja sudah meriah banget, loh.

Nah, itu dia 5 menu favorit saya dan keluarga saat bulan Ramadan, friends. Hidangan berbuka atau sahur nggak harus mahal dan ribet, kok. Sederhana tapi tetap bergizi.

Dan yang paling penting, jangan sampai berlebih-lebihan dalam menyiapkan hidangan karena sejatinya puasa itu melatih diri kita untuk menahan hawa nafsu. Kalau sudah terlanjur membuat masakan dengan jumlah banyak, boleh juga dibagi-bagi untuk orang yang membutuhkan. Itung-itung sedekah dan pahala kitapun makin berlimpah. *ceramah ala mamah dedeh.

Selamat menjalankan ibadah puasa ya, friends. Mohon maaf lahir batin. 😊😊


Monday, 22 May 2017

I Love Monday, Tren Millenial di JNE

12:17:00 20 Comments
 Dear Friends,

I Hate Monday. Entah kenapa kalo hari Senin bawaannya males aja, ya. Pengennya sih libur lagi dan nggak pengen weekend berlalu dengan cepat. Nggak hanya anak-anak sekolah ternyata fenomena "I Hate Monday" juga melanda di kalangan pekerja. Emang sih, hari Senin itu identik dengan hari "hectic" dimana anak-anak sekolah musti upacara, pegawai negeri apel pagi dan karyawan kantoran dimintai laporan mingguan.

Agar fenomena "I Hate Monday" tidak melanda berkepanjangan, maka banyak perusahaan yang membuat program khusus di awal pekan agar hari Senin menjadi spesial dan membangkitkan semangat baru untuk beraktivitas. Dunia kerja yang saat ini didominasi oleh anak-anak muda yang merupakan generasi milenial yang memiliki kebiasaan berbeda. Nah, kondisi seperti ini terjadi di hampir semua perusahaan termasuk JNE, yaitu sebuah perusahaan jasa pengiriman ekspres ternama di Indonesia.

Sebagian besar karyawan JNE mayoritas berusia antara 20-35 tahun dimana usia mereka termasuk dalam generasi milenial. Jadi JNE membuat program khusus bernama "I Love Monday" yaitu penerapan casual dress code bagi karyawan back office.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi mengatakan bahwa mulai bulan April 2017, setiap hari Senin karyawan back office bebas mengenakan pakaian casual dan mengekspresikan karakter diri masing-masing dalam penampilannya, namun tetap dalam etika maupun norma perusahaan. Hal ini menjadi langkah sederhana namun efektif dalam menambah keceriaan suasana kantor dan kenyamanan dalam aktifitas bekerja, terutama di hari Senin. Saat ini diawali dengan penerapan bagi karyawan di kantor pusat, tetapi selanjutnya casual dress code setiap hari Senin akan dijalankan juga oleh karyawan back office JNE di seluruh Indonesia.

Wah, asik ya karena para karyawan bisa memakai pakaian yang sesuai dengan karakter mereka. Asal jangan kostum aneh ya? Bisa-bisa jadi pusat perhatian dan malah bikin rekan-rekan kerjanya nggak fokus kerja. Hehe.

Karyawan JNE
Nggak hanya di lingkungan kerja saja, tren millenial juga mengubah kebiasaan aktivitas pengiriman paket yang dilakukan oleh masyarakat. Kalau 10 tahun lalu jasa pengiriman paket didominasi oleh pengiriman paket pribadi tapi sekarang aktivitas pengiriman paket sudah menjadi bagian dari banyak orang. Hal ini disebabkan karena perkembangan e-commerce yang menyentuh hampir semua produk-produk konsumsi dan perilaku masyarakat yang kini lebih menyukai aktivitas belanja online daripada belanja offline. Kondisi ini membuat JNE terus melakukan inovasi produk layanan maupun program lainnya.

Sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik, JNE tidak hanya berpartisipasi dalam bidang yang berkaitan dengan perekonomian, tapi juga bidang lainnya. Perkembangan teknologi membuka peluang bagi siapapun untuk melakukan aktivitas pengiriman paket dengan mudah karena internet. JNE pun selalu memiliki peran di berbagai bidang, seperti olahraga, pendidikan, sosial, budaya, dan sebagainya.

Pengetahuan yang semakin berkembang serta teknologi semakin canggih menuntut kita untuk lebih kreatif dalam menciptakan karya. Hal ini tentunya harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang turut berkembang juga. Pengembangan dan inovasi tidak hanya dilakukan dalam hal-hal besar saja tapi juga hal kecil seperti menciptakan suasana yang nyaman dan ceria.

Terbukti loh, dengan penerapan casual dress code setiap hari Senin dalam “I Love Monday” di JNE, antusiasme karyawan sangat tinggi. Bahkan karyawan yang berada di cabang pun turut meminta agar hal ini juga diberlakukan di seluruh Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan sampai membeli baju baru agar bisa fresh dan maksimal di awal pekan. Kalau sudah tampil fresh tentunya kepercayaan diri makin bertambah. Kreativitas akan muncul sehingga berdampak pada peningkatan produktifitas dan performa kinerja.

I Hate Monday? 

No. I Love Monday

Follow Me @ikapuspita1