Welcome to My Life on Words !
Powered by Blogger.
sumber gambar lunpiadelight.co.id
Dear Friends,
Semua orang juga tahu kalau Lunpia adalah salah satu ikon kuliner Semarang. Kita patut berterima kasih pada pasangan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi yang telah menciptakan lunpia tahun 1870 yang lalu sehingga kita bisa menikmati lezatnya kuliner asli Semarang ini. Bahan baku rebung diolah sedemikian rupa hingga terciptalah makanan lezat bernama lunpia yang mereka jual di pasar. Lunpia yang dulu hanya dijual di pasar kemudian dikelola oleh anak turun pasangan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi yang berkembang menjadi 3 pilar yaitu Lunpia Gang Lombok, Lunpia Pemuda dan Lunpia Mataram. Merekalah yang kemudian membangun dinasti keluarga Lunpia Semarang hingga berkembang pesat sampai saat ini.

Silsilah Keluarga Lunpia Semarang
Adalah Melani Sugiarto yang merupakan generasi kelima Lunpia Semarang dan keturunan langsung dari maestro chef Tan Yok Tjay tergerak untuk terus melestarikan warisan leluhurnya. Sepak terjang Cik Me Me  mempertahankan lunpia sebagai warisan budaya sekaligus membuat terobosan baru dalam menciptakan inovasi cita rasa patut diacungi jempol. Cik Me Me juga menjadi barisan terdepan yang melakukan protes ketika ada negara lain yang mengklaim Lunpia sebagai makanan asli negara mereka. Tak heran kalau wanita cantik ini mendapatkan penghargaan Kartini Award 2015 dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI). 

Cik Me Me menerima Penghargaan dari LEPRID
Dengan mendirikan Lunpia Delight wanita ayu yang akrab di panggil Cik Me Me ini berkreasi dan berinovasi menciptakan berbagai menu dan varian rasa Lunpia. Bila dulu kita hanya mengenal Lunpia dengan isian rebung dengan telur/udang/ayam/daging saja, kini kita bisa menikmati 6 varian rasa. Ada Lunpia Raja Nusantara alias rasa jamur nusantara, Lunpia Fish Kakap bagi penyuka ikan, Lunpia KaJaMu alias kambing jantan muda bagi penyuka daging kambing, Lunpia Plain bagi vegetarian, Lunpia Crab yang berisi daging kepiting dan Lunpia Original. Berkat inovasinya inilah Cik Me Me juga menerima penghargaan dari LEPRID dengan prestasi Lunpia dengan menu terbanyak. 

dok. Hidayah Sulistyowati : Bermacam varian Lunpia Delight
Meski berbagai penghargaan telah didapatkan, Cik Me Me tak lantas puas begitu saja. Meski Lunpia Semarang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah, kini beliau sedang berjuang agar Lunpia Semarang juga bisa diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Tujuannya tak lain adalah agar Lunpia bisa mendunia dan tak ada lagi negara lain yang mengklaim Lunpia sebagai makanan asli mereka. 

Perjuangan Cik Me Me untuk menjadikan Lunpia sebagai Pintu Gerbang Kuliner Semarang tidak mudah. Meski begitu, wanita tangguh ini telah melakukan banyak hal. Mulai dari menjaga kualitas dan rasa Lunpia Delight dengan hanya memilih bahan-bahan terbaik. Karena mayoritas masyarakat kita adalah muslim maka Cik Me Me hanya memilih daging ayam atau kambing yang disembelih secara Islam. Untuk itulah MUI memberi fatwa Halal dari Sertifikasi MUI no 15100013431214 untuk Lunpia Delight. Jadi, konsumen tidak perlu was-was ketika mengonsumsi Lunpia Delight. Dengan teknik marketing yang mumpuni, Lunpia Delight telah mendapat tempat. Baik di hati para konsumen maupun di hati orang-orang yang secara tidak langsung ikut membantu mempromosikan Lunpia Delight. Hubungan emosional seperti inilah yang membuat Lunpia Delight selalu diburu para pendatang. Sebagai pewaris tradisi budaya dan resep leluhur, Cik Me Me telah berhasil menjadikan Lunpia Delight sebagai Gerbang Kuliner Semarang. 
Bravo, Cik Me Me!

dokpri. Di dalam Gerai Lunpia Delight

“Tulisan ini diikutsertakan pada Lunpia Delight Blogging Competition yang diselenggarakan 



Dear Friends,
Menurut penelitian ahli gizi dari Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan), 7 dari 10 anak Indonesia usia 7-12 tahun kekurangan gizi karena tidak pernah sarapan. Padahal anak-anak di rentang usia tersebut sangat membutuhkan gizi untuk pertumbuhannya. Kalau sampai anak-anak kekurangan gizi, bagaimana mereka akan dapat tumbuh optimal?

Sarapan Sehat
Ternyata, tak hanya anak-anak saja yang membutuhkan sarapan. Orang-orang dewasa seperti kita juga membutuhkannya. Tapi kebanyakan dari kita sering mengabaikan sarapan, dengan berbagai alasan. Karena buru-buru lah, tidak sempat menyiapkan sarapan lah hingga malas untuk sarapan karena alasan diet. Padahal saat kita tidur malam, kita telah berpuasa setidaknya selama 7-8 jam. Saat kita istirahat, tubuh kita akan menurunkan aktivitas metabolisme dan menggunakan energi serta nutrisi dari dalam tubuh. Ibarat sebuah kendaraan yang membutuhkan bensin  maka tubuh kitapun membutuhkan energi dari makanan. Melewatkan waktu sarapan akan membuat kita melampiaskan rasa lapar pada makanan yang mengandung lemak dan kalori untuk menghilangkan rasa lapar.

Tapi, sarapan seperti apa yang baik untuk tubuh kita? Apakah sarapan dengan porsi yang banyak? Apakah sarapan yang mengacu pada 4 sehat 5 sempurna? Ternyata bukan. Sarapan sehat bukan karena kuantitas makanan yang kita makan tetapi kualitas dari makanan tersebut. Setidaknya makanan (sarapan) yang kita makan mengandung 3 jenis nutrisi yaitu Makronutrisi, Mikronutrisi dan Phytonutri.
  • Makronutrisi terdiri dari karbohidrat, lemak dan protein yang berfungsi sebagai penambah energi, pembentukan hormon.
  • Mikronutrisi terdiri dari vitamin dan mineral yang berguna untuk meningkatkan fungsi tubuh, antioksidan dan memperbaiki kerusakan sel.  
  • Phytonutrisi merupakan nutrisi yang hanya terdapat secara alami pada tumbuhan yang berfungsi mencegah semua penyakit kronis termasuk kanker dan membantu detoksifikasi tubuh.

Hidup sehat seimbang
Lalu, apakah kita bisa menyeimbangkan asupan gizi dan nutrisi yang kita butuhkan? Nyatanya hingga saat ini 2/3 masyarakat perkotaan mengalami kelebihan makronutrisi dan kekurangan mikronutrisi. Dan yang paling memprihatinkan masyarakat memiliki phytonutrisi yang sangat minim.
Untunglah, kini Melilea hadir untuk memberikan solusi bagi kita. Sebagai pelopor makanan organik, Melilea menyediakan sumber mikronutrisi dan phytonutrisi dengan konsep WholeFood. Konsep WholeFood adalah konsep seperti mengonsumsi makanan seperti saat makanan tersebut berada di alam, karena Melilea hanya menggunakan bahan dengan klasifikasi organik bintang 5. Dan semua nutrisi yang kita perlukan ada pada Melilea. Produk-produk Melilea sangat aman di konsumsi, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Jadi, kita bisa menyiapkan sarapan sehat nan praktis ala Meliea untuk seluruh anggota keluarga.
Itulah mengapa sarapan sehat sangat penting, karena sarapan bisa menjadi sebagai sumber energi, mampu mengontrol berat badan, mengembalikan metabolisme tubuh, meningkatkan konsentrasi, meregenerasi sel kulit dan mampu menjaga kesehatan jangka panjang.
Sarapan memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan kita, makanya jangan lewatkan waktu sarapan. Yuk, sarapan sehat!


Dear Friends,
Sejak menjadi ibu rumah tangga 16 tahun lalu, saya memang bertekad untuk  memasak sendiri makanan untuk keluarga saya. Sebelum menikah saya sudah mulai belajar memasak. Yang gampang-gampang saja sih, seperti tumis-tumisan, sayur bening atau sop dan sayur asem. Saya baru benar-benar bisa memasak masakan seperti gulai, lodeh, rawon, soto, opor dan sebagainya beberapa tahun belakangan ini. Itupun karena sering membantu Ibu ketika memasak dulu. Dari hanya membantu mengupas bumbu-bumbu dapur hingga mengulek bumbu yang sudah di racik, akhirnya saya bisa memasak beberapa jenis masakan tradisional khususnya khas Jawa. 

Namun ada kalanya keinginan untuk selalu memasak makanan bagi keluarga terkendala dengan situasi dan kondisi. Seperti beberapa waktu lalu ketika saya harus pergi ke luar kota selama beberapa hari. Iya sih, saya selalu menyediakan bahan-bahan makanan siap masak dan siap saji di kulkas. Tapi kadang suami dan anak-anak juga nggak bisa mengolahnya. Paling yang diolah hanya nugget atau telur yang tinggal goreng aja. Kasihan dong, kalau menunya hanya nugget atau telur melulu.

Paket 2 : Ayam Ungkep Salam Laos + Sayur Asem
Tapi sekarang saya hepi, karena nggak kuatir lagi kalau harus meninggalkan suami dan anak-anak ke luar kota. Sudah ada Dele yang akan memasakkan makanan buat mereka. Dele adalah salah satu produk @Foodieshub yang khusus membuat masakan tradisional khas Jawa. Beberapa waktu lalu saya merekomendasikan Ohashi yang menyajikan makanan Jepang siap saji, sekarang giliran Dele yang akan saya rekomendasikan. Dari dapur Dele inilah tercipta masakan khas Jawa siap makan yang diolah dengan resep turun temurun. Rasanya cocok di lidah, sama dengan olahan rumah. Nah, Dele kini memiliki beberapa paket  menu yang bisa di pesan antar setiap saat. Wah, bisa juga jadi alternatif makanan saat bulan Ramadhan nanti. Apalagi, khusus bulan Ramadhan nanti setiap paket menu yang kita pesan free delivery alias bebas ongkir. Sungguh penawaran yang menarik, bukan? Jadi kita bisa fokus ibadah deh. Urusan makanan mah, serahkan saja pada Dele.

Saat ini ada 3 paket menu yang ditawarkan Dele, antara lain :
Paket 1 : Gereh Jambah  + 1 porsi sayur asem/sayur lodeh  = Rp. 49.000
Paket 2 : Ayam Ungkep Salam Laos  + 1 porsi sayur asem/sayur lodeh  = Rp. 93.000
Paket 3 : 1 porsi ayam ungkep salam laos = Rp. 79.000

Paket menu diatas cukup untuk 4 orang, lho. Pas banget untuk satu keluarga. Kalau merasa masih kurang, tinggal nambah aja satu porsi lagi. Kita tinggal menunggu makanan pesanan kita akan diantar ke rumah. Gampang, kan.

Untuk pemesanan, bisa dilakukan dengan menghubungi WA/ Line @Foodieshub di :
Instagram    @Foodieshub
WA/ Line    0821 3618 6005

Photo courtesy by Uniek Kaswarganti
Dear Friends,
Hari Minggu tanggal 15 Mei 2016 kemarin adalah hari spesial bagi para Emak Blogger yang tinggal di Semarang. Kebetulan hari itu, Kumpulan Emak Blogger (KEB) Semarang mengadakan acara Arisan Ilmu di Cafe Tunjang. Acara yang di gagas oleh para Makmin KEB ini cukup heboh. Saya dan teman-teman yang tergabung dalam KEB ini juga merasa beruntung sekali, karena Arisan Ilmu kali ini bisa menghadirkan pakar viral content dari Yogyakarta. Siapa sih, yang nggak kenal sama Mak Carra (panggilan akrab Carolina Ratri)? Blogger seantero nusantara juga pasti sudah familiar dengan nama beliau. Tak hanya kedatangan Mak Carra yang menghebohkan acara Arisan Ilmu kali ini, karena ada beberapa tamu spesial lain yang mengaku sebagai cheer leader nya Mak Carra. Beliau adalah Makpuh Indah Juliani Sibarani yang biasa disapa Mak Injul dan Mak Lusi Tris. Hadir juga Maketu Sumarti Saelan (Mak Icoel) dan Makpon Mira Sahid yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk memotivasi para emak blogger Semarang. Wuiiih...senengnya. 

Eh tahu nggak, kebetulan pada acara Arisan Ilmu kali ini saya dan mbak Wati mengajukan diri menjadi PIC. Songong banget kan, padahal saya belum pernah sekalipun menjadi PIC. Saya sih, hanya sekedar penggembira saja di belakang mbak Wati, karena beliau lah yang paling ribet ngurus ini itu. Tapi syukur alhamdulillah, acara kemarin berjalan dengan lancar. PIC nya bisa bernafas legaa. *bisule pecaah. LOL.

Sesaat sebelum acara dimulai
Sebelum acara dimulai, nggak sah kan ya kalau nggak ada sambutan-sambutan? Mulai dari sambutan PIC, sambutan Maketu dan Makpon. Sambutan PIC diwakili oleh mbak Wati (yang lebih senior *catet), dilanjutkan sambutan mak Icoel sebagai Ketua KEB dan Mak Mira Sahid sebagai founder KEB. 

Setelah sambutan dan kata-kata motivasi dari Mak Icoel dan Mak Mira, tibalah saat yang ditunggu-tunggu, yaitu belajar membuat konten viral oleh Mak Carra. Belum-belum saya dan teman-teman sudah ditantang nih, sama Mak Carra. Presentasinya pake Bahasa Inggris, bo (garuk-garuk kepala). Tapi untunglah, Mak Carra menjelaskan dengan detail, jadi mudeng dikit. *dikit. LOL.


Sebagai peserta Arisan Ilmu yang baik, saya dan teman-teman tak hanya mendengarkan dengan seksama dalam tempo yang sesingkat-singkatnya  tapi juga sibuk mencatat (padahal materinya juga bakal dikasih. LOL). Nah, ini dia hasil coret-coretan saya di Arisan Ilmu kemarin.

Apa sih Viral Contents itu? 
Menurut Mak Carra, Viral Content itu adalah setiap blogpost, video, tweet atau pesan yang dibagi secara terus menerus oleh siapapun yang menerima atau membacanya. Jadi gampangnya, viral content itu mudah sekali menyebar seperti virus. Cepat menyebar, cepat menular. Jadi ingat deh, beberapa tulisan Mak Carra yang fenomenal. 

Karakteristik Viral Content 
Viral Content biasanya memiliki karakteristik yang luar biasa, menarik untuk dibagi dan mudah dipahami sehingga banyak orang dengan sukarela akan membaginya ke kalangan yang lebih luas lagi. Kayaknya tulisan saya belum ada deh, yang bisa bikin heboh dunia maya. Mental saya belum kuat menghadapi kenyataan yang bakal saya terima setelah membuat tulisan yang viral. *saya memang nggak bakat jadi seleb blog pemirsah. LOL

Apa sih, Yang Membuat Suatu Content Menjadi Viral?
Satu tulisan tentu tak bisa serta merta menjadi viral kalau hanya berisi hal-hal yang biasa-biasa saja. Lalu, apa yang menyebabkan suatu content menjadi viral? Suatu content bisa menjadi viral apabila berisi tentang kelucuan atau kejadian lucu, sesuatu yang luar biasa, himbauan yang mampu mengaduk emosi pembacanya, memiliki sudut pandang yang sama, dramatis, tabu dan yang sedang menjadi trending topik. Duuh, ini yang saya belum bisa.  Tapi saya harus bisa *soon. Percuma dong, belajar menulis viral content kalau nggak di praktekkin? *uhuk

lets-cooking-viral-contents
Photo by mbak Wati : Mak Carra sedang beraksi
Weh, belum-belum saya sudah mulai "mumet" mendengar istilah-istilah yang yang disebutin Mak Carra. Saya dengar bisikan di telinga saya "katanya mau jadi blogger yang bener..," entah siapa yang bisikin. *horor :p

Mak Carra mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar suatu content menjadi viral, antara lain :
  • Buatlah judul url yang pendek. Judul url tidak harus sama dengan judul blogpost. Edit saja judulnya menjadi permalink. Ini sudah di praktekkin *meskipun kadang lupa :D
  • Tambahkan sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, contohnya infografis *saya belum bisa niih, animasi, video dan sesuatu yang interaktif (yang ini belum mudeng) *jujur.
  • Buatlah judul yang menarik. Misalnya : Inilah Cara Paling Tepat untuk Memikat Pria Berzodiak Pisces (claim it loud), 7 Cara Ini Bisa Membantu Anda Langsing.. (use "You"), 5 Langkah Memilih Busana....( use numbers), Cara Ini....(use that, this, they), menulislah dari hati, Tips Memasak Lezat Hanya 5 Menit (about time) dan menulislah sesuatu yang berbeda dari biasanya (break the rules).
  • Tulis content yang mudah dipahami, bahkan oleh anak usia 13-15 tahun. Logikanya, kalau anak-anak saja mudah memahami, maka pembaca yang berusia diatas mereka tentu lebih mudah lagi memahami apa maksud tulisan kita, kan. Selain itu kita musti mengenali karakteristik pembaca blog kita, tahu tujuan kita, bisa menjelaskan kenapa pembaca harus membaca tulisan kita, memberikan informasi, mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul. 
  • Buat konten yang terstruktur. Mulai dari menentukan topik, tentukan daftar, memilih angka ganjil untuk judul, memberi label, memperindah konten hingga menentukan target pembaca.
  • Perhatikan font pada blog kita. Ukuran font yang ideal adalah 15,8 px. Karena saya pakai blogspot jadi bisa di sesuaikan melalui css*emmh..kayaknya baru ini yang sudah kulakukan deh. LOL.
  • Supaya lebih menarik sisipi gambar tiap 75-100 kata. 
  • Gunakan gambar yang berkualitas, supaya lebih terlihat profesional. Boleh memakai gambar atau foto sendiri, boleh juga ambil di situs penyedia gambar gratis seperti pexels.com, pixabay.com, unsplash.com , kaboompics.com, dan sebagainya. 
  • Pasang tombol (button) share ke media sosial di blog. Untunglah template blog yang saya gunakan sudah ada floating share buttons, jadi nggak perlu repot memasang sendiri. Tinggal di atur saja link ke masing-masing media sosial saya.  
  • Gunakan gambar yang berorientasi portrait (tall image) supaya pins friendly
  • Buat tulisan yang panjang. Viral Content biasanya memiliki panjang tulisan rata-rata 2.416 kata. Panjang banget ya. Kenapa musti panjang? Karena biasanya tulisan yang panjang biasanya pembahasan yang dalam. Ini pe er banget nih buat saya, karena selama ini nulis 1000 kata aja susah bener. 
  • Nah, kalau semua sudah dilakukan saatnya untuk segera action. "Cook it!!" kata Mak Carra. Mulailah menulis, berceritalah, praktis, gunakan kata-kata yang emosional, beri "racun" pada tulisan agar pembaca makin teracuni dan bereaksi terhadap tulisan kita. 
Photo by Taro: Serius mendengarkan Mak Carra
Setelah selesai presentasi, Mak Carra mempersilakan para blogger yang hadir untuk bertanya. Rupanya beberapa teman antusias memberikan pertanyaannya, mumpung ada pakarnya. Hebatnya acara Arisan Ilmu, yang bertanya dapat hadiah *tahu gitu saya kemarin tanya-tanya sama Mak Carra. LOL.

Sebelum acara berakhir, Makpon Mira Sahid dan Makpuh Indah Juli memberikan motivasi dan semangat kepada para blogger untuk selalu bersatu, bersinergi, menjaga attitude baik di media sosial maupun dunia nyata dan menjaga hubungan baik dengan siapa saja termasuk klien (siapa tahu ke depannya punya klien kan..aamiin). Noted banget buat saya. Mulai sekarang musti ngerem dan mikir ratusan kali ketika menanggapi sesuatu dan saat berinteraksi di media sosial.

Photo by Taro : Berfoto bersama usai acara
Rasanya 3 jam  tidak cukup bagi saya dan teman-teman untuk belajar bagaimana membuat viral content dari Mak Carra yang sarat ilmu dan bergizi ini. Berharap bahwa suatu hari akan ada pakar-pakar lain yang sudi berbagi ilmu dan inspirasi bersama kami. Semoga saya dan teman-teman juga mampu menyajikan sesuatu yang informatif dan bermanfaat bagi para pembaca. Makan mangga dicampur ketan, sampai jumpa di lain kesempatan. :D


Dear Friends,
Apa yang terlintas di benak teman-teman kalau mendengar kata Banyuwangi? Sebuah kota di ujung timur propinsi Jawa Timur yang paling dekat dengan pulau Bali. Sepanjang hidup saya ini, hanya dua kali melintasi kota Banyuwangi. Ya, cuma numpang lewat saja karena tujuan utama saya dulu adalah wisata ke Bali. Dulu saya hanya mengenal Banyuwangi dari buku yang saya baca tentang legenda kota Banyuwangi. Tapi tahukah kalian, bahwa ternyata Banyuwangi juga memiliki destinasi wisata, kuliner dan tradisi budaya yang tak kalah menarik dengan daerah lain.

Banyuwangi menarik untuk dijadikan destinasi wisata. Saya sendiri berangan-angan untuk bisa berwisata kesana bersama keluarga. Mengingat saya kan bepergian bersama keluarga, mau tak mau saya harus mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari termasuk booking hotel melalui Traveloka. Kalau tidak booking jauh-jauh hari, takutnya nggak dapat penginapan seperti pengalaman beberapa teman saya. Selain booking hotel, yang tak kalah penting adalah membuat itinerary destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Berhubung Banyuwangi memiliki banyak sekali destinasi wisata menarik, saya harus memilih beberapa lokasi yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Berikut ini beberapa destinasi wisata di Banyuwangi yang ingin saya kunjungi :

Pantai Watu Dodol

Pantai Watu Dodol
Pantai Watu Dodol terletak di lokasi yang cukup strategis dan mudah di temukan karena berada di jalur pantura. Pantai yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan ini ditandai dengan adanya bongkahan batu yang berada di tengah jalan dan patung penari gandrung yang menjadi ikon Banyuwangi . Pantai Watu Dodol ini hanya berjarak sekitar 2 km dari pelabuhan Ketapang, jadi kita bisa melihat kapal fery yang lalu lalang di selat Bali.

Green Bay (Teluk Hijau) 

asliindonesia. Green Bay
Menurut beberapa teman, pantai teluk hijau (Green Bay) ini adalah salah satu pantai favorit yang sering dikunjungi bbanyak wisatawan. Pantai ini berwarna kehijauan dan bersih. Berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, tak heran kalau di sekeliling Green Bay ini hijau dan asri dengan pemandangan hutan tropisnya. Kayaknya asik banget deh berenang di pantai ini, karena airnya cukup tenang. Di dekat pantai ada air terjun setinggi 8 meter yang konon katanya sering dijadikan tempat mandi para bidadari.

Pantai Sukamade

Melihat penyu yang hendak bertelur
Masih berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, pantai Sukamade ini menjadi favorit para penyu untuk bertelur. Untuk sampai ke lokasi pantai Sukamade kita harus melewati track yang cukup ekstrim. Tapi semua ini akan terbayar begitu bisa melihat aktivitas para penyu yang bertelur di malam hari. Beberapa jenis penyu yang biasanya bertelur di pantai Sukamade ini antara lain Penyu Belimbing, Penyu Sisik, Penyu Hijau dan Penyu Slengkrah.

Air Terjun Kalibendo

Air Terjun Kali Bendo
Air terjun setinggi 10 meter ini terletak di Desa Kampung Anyar, dan berada di kawasan Agro Wisata Kalibendo dimana terdapat perkebunan kopi, karet dan cengkeh. Berjarak 15 km ke arah barat daya Banyuwangi, air terjun ini berada di kaki Gunung Ijen. Kayaknya asik banget mandi di bawah air terjun itu. Brr..dingiiin.

Kuliner Banyuwangi

Datang ke suatu tempat rasanya kurang lengkap kalau tidak melakukan wisata kuliner. Banyuwangi juga memiliki kekayaan kuliner yang tak kalah enak dari daerah lain. Sebut saja Sego Tempong, Pecel Pitik, Soto Rujak, Kupat Lodoh, Ayam Pedes hingga Sego Cawuk.

Tapi yang paling membuat saya penasaran adalah SegoTempong. Jadi kuliner inilah yang akan saya buru ketika berada di Bayuwangi.

Sego Tempong
Sego tempong bisa disebut sebagai kuliner paling populer dan khas Banyuwangi. Sego tempong ini disajikan dengan berbagai macam sayuran seperti daun singkong, kacang panjang, timun, terong dengan lauk tahu, tempe, perkedel jagung, ikan asin dan sambal yang sangat pedas. Sambal yang sangat pedas inilah yang menyebabkan muka seperti ditampar "ditempong" setelah menyantapnya. Pantes aja dinamakan Sego Tempong.

Nah, kalau liburan sudah direncanakan jauh-jauh hari, pasti kita tenang kan. Kita tinggal mempersiapkan bekal selama perjalanan nanti. Liburan tenang, hatipun riang.




Dear Friends,
Sudah hampir 16 tahun saya menggunakan hijab, tepatnya setelah saya menikah awal tahun 2000 lalu. Yah, masih hijab ala kadarnya. Saya masih memakai celana jeans ketat yang biasa saya padukan dengan kaos, kemeja atau tunik. Jilbab yang saya pakaipun masih ala kadarnya, sekedar penutup kepala. Apalagi dulu saya sama sekali tidak pernah memakai rok atau busana muslim. Sebagian besar koleksi pakaian saya adalah celana jeans dan kaos. Padahal suami sudah berkali-kali meminta saya untuk mencoba berpenampilan feminin dengan memakai rok atau gamis. Beberapa kali mencoba, tapi entah kenapa saya tidak percaya diri. Hingga akhirnya, saya kembali pada gaya berpakaian saya yang lama.

Namun seiring berjalannya waktu, umur dan pengetahuan agama saya semakin bertambah. Saya jadi tahu bagaimana seharusnya berpakaian muslim yang baik. Apalagi sekarang saya makin sering bertemu dengan orang dan menghadiri banyak event. Saya mulai merubah penampilan saya sedikit demi sedikit. Saya mulai mencoba mengenakan busana muslimah seperti gamis. Namun, sesekali saya juga masih memakai celana yang saya padupadankan dengan tunik panjang.


Dalam bayangan saya, berpakaian muslimah itu ribet, kuno dan panas. Ternyata dugaan saya salah. Sekarang banyak kok, model busana muslim wanita terbaru yang trendi dengan bahan yang nyaman. Para desainer kini berlomba-lomba menciptakan trend busana muslimah yang laris manis di pasaran karena semakin banyak wanita muslimah yang kini mengenakan hijab.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih busana muslimah, antara lain :
Jenis Busana 
Pilihlah jenis busana yag simpel namun tetap elegan. Apalagi jika busana muslimah kita pakai untuk kegiatan sehari-hari. Sesuaikan juga busana yang akan kita kenakan sesuai acara, baik untuk acara resmi atau acara santai.
Model Busana
Pilihlah model dan corak busana yang cocok dengan kepribadian kita. Jangan sampai kita keliru memilih model kalau tidak ingin dianggap salah kostum. Usahakan juga untuk tidak mengenakan pakaian berbahan tembus pandang, karena tentu jauh dari kaidah berbusana muslimah.
Ukuran Busana
Pilih busana muslimah yang sesuai dengan ukuran badan kita. Usahakan memilih busana yang tidak terlalu ketat dan bisa menyamarkan bentuk tubuh. Jangan sampai busana yang kita pakai membuat kita tidak leluasa bergerak karena ukuran yang kekecilan atau kebesaran.
Nyaman Dipakai
Pilihlah busana muslimah dengan bahan yang nyaman dipakai, tidak panas, tidak mudah kusut dan mudah menyerap keringat.
Warna dan Corak
Pilih busana muslimah dengan corak dan  warna-warna yang cerah seperti warna merah muda, biru muda, oranye, dan merah untuk kegiatan santai. Sedangkan untuk acara yang lebih formal, pakailah busana muslimah dengan warna-warna yang lebih netral seperti warna putih, abu-abu, hitam dan biru tua.

Selain kelima hal tersebut, yang harus tetap diperhatikan adalah tetap memilih busana muslimah yang tidak berlebihan dan sesuai dengan kaidah dan nilai-nilai Islam.


Dear Friends,
Saya memang pernah memimpikan, suatu hari bisa travelling kemana-mana karena blog. Rasa iri (iri yang positive, lhoo) kadang saya rasakan ketika melihat beberapa teman blogger mendapat kesempatan itu. Dalam hati saya bertanya "kapan giliran saya bisa seperti mereka?". Rupanya Allah mengabulkan mimpi lama saya itu sekarang. 

Hari Senin (25/04/2016) di grup KEB Makpuh, panggilan akrab dari Mak Indah Julianti mengumumkan bahwa ada kesempatan bagi dua blogger Semarang dan Surabaya untuk mengikuti event di Jakarta. Tadinya sih, saya nggak kepikiran untuk ikutan karena harus ninggalin anak-anak di rumah. Tapi rupanya sudah menjadi rezeki saya dan mbak Rahmi untuk berangkat ke Jakarta. Apalagi banyak juga teman-teman sesama blogger yang mendukung. Akhirnya kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan. Berbekal izin dari suami dan anak-anak akhirnya saya dan mbak Rahmi berangkat juga ke Jakarta. Segera setelah mendapat izin dari suami, saya langsung melengkapi data-data termasuk scan ktp untuk pemesanan tiket pesawat. Ya ampuun, saya bakalan naik pesawat bo (lebay). Hihi...ini bakal jadi pengalaman yang tak terlupakan, pasalnya saya belum pernah naik pesawat sebelumnya (kalo naik pesawat yang parkir sih pernah). Karena ini pengalaman pertama saya pergi meninggalkan anak-anak, saya dan suami juga berkoordinasi agar anak-anak tetap ada yang menjaga selama saya pergi. Untunglah suami bisa diandalkan, jadi saya bisa melenggang ke Jakarta dengan tenang. Hehe..

Pesawat yang akan saya tumpangi menuju Jakarta akan take off pukul 13.00 WIB. Saya harus sampai di bandara setidaknya 1 jam sebelum keberangkatan untuk check in. Hampir saja saya terlambat, karena menunggu suami menjemput si princess di rumah. Untunglah, saya berhasil menyuruh sopir taksi untuk meluncur ke bandara lebih cepat. Sesampai di bandara, terlihat mbak Rahmi yang menunggu saya dengan harap-harap cemas. Untunglah tiket pesawat sudah dipegang. Sedikit lega, karena sebentar lagi kami berdua akan terbang ke Jakarta.
berkah-ngeblog-jalan-jalan-ke-jakarta
Tak lupa narsis dulu sebelum take off
Di dalam pesawat, saya berusaha menghilangkan rasa gugup dengan ngobrol kesana kemari sama mbak Rahmi. Hingga kemudian pesawat take off, mata saya terpejam. Mungkin mbak Rahmi yag duduk di samping saya geli melihat tingkah lebay saya. LOL.
Baru melek setelah pesawat berada di atas, saya dibuat takjup ketika melihat keluar jendela. Ya Allah, saya ada di atas awan (lebay lagi..lebay lagi). Alih-alih nervous, saya meminta mbak Rahmi untuk memotret awan. "Biar ada bukti kalo saya sudah pernah naik pesawat," kata saya. *Norak mode on
berkah-ngeblog-jalan-jalan-ke-jakarta
Sesaat setelah take off
berkah-ngeblog-jalan-jalan-ke-jakarta
Menembus awan
Jangan tanya gimana rasanya pas saya melihat keluar jendela. Campur aduk rasanya. Takjub, takut, bahagia. Dalam hati saya juga bersyukur, kalau bukan karena ngeblog belum tentu saya dapat pengalaman naik pesawat seperti ini (blogger ndeso turun ke kota. LOL).
Tak berapa lama kemudian, akhirnya pesawat mendarat mulus di Bandara Halim Perdanakusuma. Alhamdulillah, tiba juga di ibukota.
berkah-ngeblog-jalan-jalan-ke-jakarta
Narsis lagi deh :p
Udara panas menyambut kedatangan saya dan mbak Rahmi. Cepat-cepat kami berdua berjalan, mencari taksi yang akan mengantar kami ke Hotel. Tak sampai satu jam saya dan mbak Rahmi tiba di Hotel Puri Den Pasar, yang akan menjadi base camp saya dan beberapa teman blogger dari kota lain.
berkah-ngeblog-jalan-jalan-ke-jakarta
Kamar saya dan  mbak Rahmi
Sembari melepaskan penat saya dan mbak Rahmi mencari tahu siapa saja yang akan bergabung dengan kami malam ini. Ternyata akan ada mbak Dydie dan Wien dari Bandung yang akan menginap di kamar sebelah. Selepas mandi dan sholat maghrib kami janjian untuk makan malam bersama di restoran Hotel.
Bertemu dengan mbak Dydie dan Wien di kamar mereka, seperti bertemu kawan lama dan langsung akrab. Ya iyalah, tiap hari juga bertegur sapa meski hanya di dunia maya. Obrolan kami berlanjut hingga selesai makan malam sampai-sampai tak terasa waktu sudah beranjak larut.

Photo by Rahmi Aziza : Sibuk
Saatnya kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat. Tapi entah kenapa, malam itu saya malah susah tidur. Pikiran saya melayang karena ingat si bungsu Rara yang biasanya tidur dengan saya. *Padahal anaknya di rumah mah nyenyak-nyenyak aja tidurnya. LOL.
Paginya terbangun dengan kantuk yang masih bersisa (gara-gara nggak bisa tidur). Setelah sholat, saya dan teman-teman berkeliling hotel sambil menunggu waktu sarapan. Tadinya sih kepengen ngegym, tapi sayang sedang dalam perbaikan jadinya cuma keliling hotel sambil foto-foto.
berkah-ngeblog-jalan-jalan-ke-jakarta
Photo by Dyah Prameswarie : Di lobby hotel
Sarbu dulu
Usai sarapan, saya dan teman-teman kembali ke kamar dan bersiap untuk acara selanjutnya. Tak berapa lama datanglah mbak Eda Akbar dan Ardiba ke kamar. Jadilah kamar saya dan mbak Rahmi rame karena kedatangan mereka. Selesai beberes, kami turun ke lobby hotel untuk menemui mbak Dewi dan bersiap menuju kantor Sarihusada di Menara Cyber. Sambil menunggu jemputan, kami mengobrol kesana kemari hingga teh Ani Berta datang. Senangnya, akhirnya bisa ketemu lagi dengan teteh yang baik hati ini.

Di Menara Cyber sudah menunggu mbak Lidya dan mbak Yuniari dari Surabaya. Setelah presentasi dari pihak Sarihusada, saya dan teman-teman juga diajak berkeliling kantor Sarihusada yang luar biasa keren. Saya dan teman-teman juga sempat berfoto di beberapa sudut kantor Sarihusada.
Berfoto bersama staff Sarihusada
Dari kantor Sarihusada saya dan teman-teman segera bergegas menuju hotel JW Marriot untuk mengikuti acara NutriTalk. Sesampai disana sudah banyak blogger yang hadir. Salah satunya adalah mbak Ade Anita (blogger idola saya) yang rela datang hanya untuk bertemu dengan blogger daerah seperti saya. Terharu rasanya. Teman-teman yang biasanya hanya bertegur sapa di dunia maya kini benar-benar nyata ada di depan saya. 
Bersama mbak Ade Anita yang cantik dan baik hati *mbak Ade, pinjem fotonya ya.. ;)
Bahagia yang tak terhingga
Ketemu juga dengan mami Icha (Elisa Koraag) yang enerjik, lucu dan bersahabat banget. Semoga jadi ke Semarang ya , Mami Icha. Nanti kita seru-seruan lagi, deh. Sempat bertemu juga dengan Ranny Afandy (dari Solo), Myra Anastasia (Mak Chi), Sumarti Saelan (Mak Icoel), Liswanti Pertiwi, Lita Chan Lai, Caroline Adenan, Riski Fitriasari dan banyak lagi (kalo disebutin semua bakalan panjang banget..wkwk). 
Bersama dr. Lula Kamal di akhir acara NutriTalk
Sayangnya kesempatan untuk ber haha hihi dengan teman-teman blogger Jakarta sangat terbatas, karena saya dan teman-teman dari daerah harus kembali ke daerah masing-masing. Kami juga harus mengejar pesawat. Kali ini saya, mbak Rahmi dan mbak Ranny harus berangkat dari Cengkareng yang jaraknya cukup jauh dari Kuningan. Mau tak mau kami harus bergegas kalau tak ingin ketinggalan pesawat. 
Meski sempat bingung setiba di bandara Soeta dan menunggu cukup lama, akhirnya saya sampai di rumah dengan selamat sekitar pukul 22.00. Anak-anak menyambut seolah saya pergi berbulan-bulan lamanya. 

Yang tersisa dari perjalanan kali ini adalah kenangan dan pengalaman yang sangat berharga. Semoga akan ada, perjalanan dan pengalaman lain suatu hari nanti.