Sunday, 24 January 2016

Cara Memasang Badge Klout Score di Blog

21:28:00 54 Comments
Pamer Klout Score

Dear Friends,
Cara memasang badge klout score di blog. Setelah membuat postingan cara mudah membuat header blog ala-ala mastah blogger beberapa waktu lalu, saya jadi ketagihan bikin postingan tutorial lagi.

Baca  : Cara Mudah Membuat Header Blog dengan PicMonkey

Kali ini saya tulis tentang cara memasang badge klout score di blog. Kemarin ada salah satu sahabat yang bertanya pada saya bagaimana cara memasang badge klout score di blog. Mungkin sebagian orang merasa tidak terlalu perlu memasang badge klout tapi sebagian yang lain merasa penting. Karena besar kecilnya klout score ikut menentukan job yang akan kita dapatkan *katanya sih...hehe.

Ee..tapi Klout Score itu apa sih? Klout Score adalah sistem pengukuran pengaruh seseorang di sosial media seperti Facebook, Twitter, Flikr, Instagram hingga Youtube. Hal tersebut akhirnya digunakan sebagai standarisasi atau acuan seberapa besar pengaruh kita di sosial media. Skala atau range yang digunakan adalah 1-100, jadi semakin tinggi score semakin besar pula pengaruh kita di sosial media *intipin klout score yang naik turun.

Memasang badge klout score tidak terlalu susah kok. Kita cukup memasang kode html di widget blog. Yuk..cuuz..

Cara memasang badge klout score untuk Blogspot 
Copy kode dibawah ini

<center><iframe src="http://widgets.klout.com/badge/YOURUSERNAME" style="border:0" scrolling="no" allowtransparency="true" frameborder="0" width="200px" height="98px">< /iframe ></iframe></center>


1] Buka Blogger
2] Klik Tata Letak (Layout)


3] Add HTML/ JavaScript


4]  Paste-kan kode tadi di dalam kotak


5] Jangan lupa ganti tulisan berwarna merah dengan username klout kalian.
6] Save dan lihat hasilnya di blog kalian.

Sudah munculkah badge klout score kalian? Punya saya sudah, dong. *Pameeer ..

Cara memasang badge klout score untuk Wordpress
Copy kode dibawah ini

<center><iframe src="http://widgets.klout.com/badge/YOURUSERNAME" style="border:0" scrolling="no" allowtransparency="true" frameborder="0" width="200px" height="98px">< /iframe ></iframe></center>

1] Buka Wordpress
2] Klik pengaturan Tampilan (Appearance)
3] Klik widget, pilih opsi Text Widget
4] Geser widget ke lokasi yang kalian inginkan
5] Ganti tulisan berwarna merah dengan username klout kalian
6] Save dan coba lihat hasilnya

Karena saya nggak punya blog di wordpress, jadi nggak bisa kasih lihat hasilnya kalau diterapkan di wordpress, deh.

Ini dia cara memasang badge klout score di blog. Gimana? Siap pamer klout score  di blog kalian, dong?


Konsultan Pajak, Tugas dan Tantangannya

00:45:00 28 Comments
Zeti Arina, Konsultan Pajak
Dear Friends,
Konsultan pajak, tugas dan tantangannya. Profesi Konsultan Pajak kini mulai dibicarakan banyak orang. Terutama oleh orang-orang yang membutuhkan bantuannya untuk menghitung pajak. Kalau berbicara tentang Konsultan Pajak, pasti kita akan langsung teringat pada sosok satu ini. Adalah Zeti Arina, sosok yang identik dengan profesi konsultan pajak. Beliau  tak pernah berhenti mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pajak.

Beberapa waktu yang lalu, saya berhasil mewawancarai Zeti Arina tentang bagaimana cara menjadi seorang konsultan pajak, tugas dan tantangan yang dihadapi oleh seorang konsultan pajak.

Berikut ini hasil wawancaranya.

1] Bagaimana cara untuk menjadi seorang konsultan pajak?
Aturan konsultan pajak diatur di peraturan Menteri Keuangan PMK-111/PMK.03/2014. Persyaratan  menjadi konsultan pajak sebagai berikut :
  • Warga Negara Indonesia;
  • Bertempat tinggal di Indonesia;
  • Tidak terikat dengan pekerjaan atau jabatan pada Pemerintah/ Negara dan atau Badan Usaha Milik Negara/ Daerah;
  • Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang;
  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;
  • Menjadi anggota pada suatu Asosiasi Konsultan Pajak yang terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak; dan memiliki Serfikat Konsultan Pajak brevert A,B,C dengan mengikuti ujian sertifikasi yang diadakan oleh penyelenggara ujian sertifikasi konsultan pajak.
2] Apa saja tugas seorang konsultan pajak?
Tugas seorang konsultan pajak adalah memberi edukasi kepada klien tentang bagaimana cara menghitung, membayar dan melaporkan pajak.

3] Bagaimana cara mengedukasi masyarakat agar melek pajak?
Cara mengedukasi masyarakat agar melek pajak dapat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan, seminar, penyuluhan serta workshop.

4] Apa saja tantangan yang dihadapi oleh seorang konsultan pajak dalam menjalankan tugasnya?
Tantangan yang dihadapi oleh konsultan pajak dalam menjalankan tugasnya adalah apabila menemui masyarakat yang tidak patuh dalam membayar pajak. Tugas konsultan mengedukasi, menjelaskan dan memberitahukan untung ruginya serta resiko terburuk yang akan dihadapi apabila sampai terkena pemeriksaan pajak. Masyarakat diberi arahan bagaimana cara paling hemat membayar pajak tanpa melanggar aturan.

5] Apakah untuk menjadi seorang konsultan pajak harus memiliki kualifikasi pendidikan tertentu?
Seorang konsultan pajak setidaknya harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :
  • Untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak tingkat A, orang perseorangan harus memiliki ijazah paling rendah setidaknya Diploma III (D-III) program studi Akuntansi atau program studi Perpajakan atau ijazah Strata 1 (S-1) atau Diploma IV (D-IV) dari perguruan tinggi yang terakreditasi atau perguruan tinggi/ sekolah kedinasan.
  • Untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak tingkat B, orang perseorangan harus memiliki Sertifikat Konsultan Pajak tingkat A dan memiliki ijazah paling rendah Strata 1 (S-1) atau Diploma IV (D-IV) dari perguruan tinggi yang terakreditasi atau perguruan/ sekolah kedinasan.
  • Untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak tingkat C, orang perseorangan harus memiliki Sertifikat Konsultan Pajak tingkat B dan memiliki ijazah paling rendah Strata 1 (S-1) atau Diploma IV (D-IV) dari perguruan tinggi yang terakreditasi atau perguruan/ sekolah kedinasan.
6] Siapa saja yang menjadi klien konsultan pajak?
Yang  menjadi klien konsultan pajak adalah seluruh wajib pajak baik orang pribadi maupun perusahaan yang membutuhkan jasa konsultan pajak.

Menjadi seorang konsultan pajak ternyata tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi terutama ketika mengedukasi masyarakat untuk melek pajak. Inilah konsultan pajak, tugas dan tantangannya.


Saturday, 23 January 2016

Pilah-pilih Sepatu untuk Berolahraga

12:03:00 28 Comments
Dear Friends,
Pilah-pilih sepatu untuk olahraga. Salah satu resolusi saya tahun ini adalah menurunkan berat badan (resolusi tiap tahun ini mah..) dan hidup lebih sehat. Sebenarnya resolusi ini dari tahun ke tahun, sih..hehe. Tapi saya berjanji pada diri saya sendiri, tahun ini harus ada hasil. Nggak mau dong, dibilang resolusi saya hanya OMDO (omong doang..hehe). Mumpung masih bulan Januari, masih semangat untuk memulai olahraga dan hidup sehat. Nah, beberapa hari ini saya mulai jogging dan jalan kaki. Joggingnya juga nggak terlalu jauh dari rumah. Apa daya temans, saya jogging sambil nyeker alias tanpa alas kaki. Iya sih, lebih sehat..tapi lama-lama kaki jadi menebal dong karena kapalan. Hehehe.

Pagi ini kembali jogging dan kembali meringis karena kaki.
Setengah bercanda saya berkata pada suami "Kalo gini terus, lama-lama kita bisa jualan kapal nih". Saya menunjukkan kaki yang sudah memerah.
"Bilang aja kalo mau minta dibeliin sepatu," kata suami.
Weish, to the point banget pak suami yak? Saya cuma tersenyum sambil mengerlingkan mata. Malu karena ketahuan modusnya buat minta sepatu.
"Berarti boleh ya, beli sepatu buat jogging?" tanya saya memastikan.
"Hemm...beli yang bagus sekalian, biar nggak bolak-balik ganti sepatu," ujar suami.
Saya cuma tersipu sambil mengiyakan. Benar juga sih kata suami. Sebenarnya saya punya beberapa sepatu olahraga tapi tak pernah ada bertahan lama. Ada yang cepet bolong, ada yang makin lama makin kaku jadi nggak nyaman ketika dipakai, ada juga yang mirip sama mulut buaya. Bisa dibilang saya boros sepatu. Mungkin karena kualitas sepatu yang saya beli tidak begitu bagus. Iya sih murah banget, tapi kalau cepet rusak? Bisa bolak-balik beli sepatu lagi dong. Jatuhnya boros juga, kan.

"Pilih sepatu itu jangan cuma dilihat modelnya aja yang keren, tapi juga harus nyaman ketika dipakai, pas di kaki, lentur kalo dipakai bergerak dan awet. Jangan kayak sepatu bunda yang dulu, tuh. Modelnya aja yang keren tapi cepat rusak. Murah tapi nggak awet. Sama aja boros karena bolak-balik beli ," tutur suami panjang lebar.
"Iya..iya..," saya cuma bisa tersipu malu.
"Nih beli sepatu model begini aja," tiba-tiba suami menunjukkan gambar sebuah sepatu di smartphonenya.
"Hah..beneran nih ayah mau beliin Sepatu Nike ini buat bunda? Ini kan sepatu mahal "saya teriak kegirangan.
credit. Sepatu Nike Original Terbaru
"Ya...daripada bolak-balik beli sepatu lagi, mending beli sepatu yang bagus sekalian. Mahal tapi bagus dan awet," jawab suami saya.
"Yeay..asyiik.." teriak saya kegirangan.
"Tapii...ada syaratnya..," kata suami.
"Iiih..kok pake syarat segala, sih. Apa syaratnya?".
"Bunda harus lebih rajin joggingnya. Jangan pas awal-awal aja rajin, nanti seminggu sudah bosen. Masak resolusi tiap tahun sama terus karena nggak pernah tercapai," kata suami.
"Hehe..iya deh, janji," saya lega.
Iya lah lega, saya pikir uang belanja bakalan dipotong gegara buat beli sepatu Nike buat saya. Kalau syaratnya cuma rajin jogging mah...keciil. Yuk ah, pilah-pilih sepatu untuk berolahraga!

Yeaaay....mari kita jogging lagi.


Friday, 22 January 2016

Petak Umpet, Permainan yang Tak Lekang oleh Waktu

17:36:00 32 Comments
credit. Petak Umpet/ Hide and Seek
Dear Friends,
Petak umpet, permainan yang tak lekang oleh waktu. Kalau diminta mengingat permainan apa yang sering dilakukan ketika masih kecil, saya pasti menjawab semuanya pernah saya mainkan. Mulai dari Betengan, Boi-boian, Lompatan, Setinan (main gundu), Plinthengan (main ketapel), Jithungan (petak umpet/ hide and seek), Patil Lele, Jamuran, Sudamanda, Bekel sampai panjat pohon pernah saya mainkan. Dulu memang saya termasuk anak yang super sibuk (sibuk main). Teman main saya banyak, baik laki-laki maupun perempuan. Makanya pengalaman main saya juga banyak. Saya dan teman-teman main biasa bermain sepulang sekolah atau sore hari sebelum mengaji. Biasanya ada kesepakatan yang dibuat tentang permainan apa yang akan dimainkan. Permainan yang paling banyak dipilih, itulah yang akan dimainkan.

Saya sendiri paling suka dengan permainan petak umpet, hide and seek dalam bahasa Inggris atau Jithungan  dalam bahasa Jawa. Ada dua versi permainan Jithungan yang sering saya dan teman-teman mainkan. Versi perorangan (individu) dan versi kelompok. Kalau versi perorangan, tempat untuk bersembunyi tidak boleh terlalu jauh dari tempat pangkalan karena yang berjaga di pangkalan hanya satu orang. Tapi kalau versi kelompok, kami boleh bersembunyi di tempat yang jauh sekalipun karena yang akan mencari kelompok yang bersembunyi dan menjaga pangkalan lebih dari satu orang. Ini yang paling saya suka, karena biasanya saya mampir ke rumah untuk makan dan minum dulu. Hehe..curang, ya.
credit. Sstt...jangan berisik, nanti ketahuan
Saat saya kecil, sekitar akhir tahun 80an listrik baru masuk desa. Saking senangnya, saya dan teman-teman bisa bermain juga di malam hari tanpa takut. Apalagi saat bulan purnama, malam haripun terang benderang. Malam Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh saya dan teman-teman. Pasalnya hanya di malam Minggu lah, kami bebas bermain hingga malam. Saya dan teman-teman berkumpul di halaman rumah teman yang cukup luas selepas Isya. Kami berencana untuk bermain Jithungan. Jadilah kami dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing ketua kelompok (biasanya anak yang paling besar) melakukan suit dan siapa yang kalah akan mencari tempat persembuyian kelompok yang menang. Tetapi kalau kelompok yang menang bisa menyelinap dan berhasil memegang tempat pangkalan artinya kelompok itu bisa bersembunyi lagi. Dalam permainan ini, masing-masing kelompok juga mengatur strategi. Kelompok yang kalah, tentu membuat strategi bagaimana caranya menemukan tempat persembunyian kelompok yang menang. Begitupun sebaliknya, kelompok yang menang juga mengatur strategi agar tempat persembunyian kelompoknya tidak mudah ditemukan. Biasanya ketua kelompok akan menyembunyikan anggota kelompok yang kecil dan memilih beberapa orang untuk berpencar dan menyelinap agar bisa menyentuh pangkalan dan berteriak "Jithung". Kalau sudah ada yang berteriak Jithung, artinya kelompok tersebut menang lagi dan boleh bersembunyi lagi. Seru kan, permainannya.

Ada satu pengalaman unik dan tak akan pernah saya lupakan seumur hidup karena bermain petak umpet (Jithungan) ini. Sebagai anak yang masih tergolong kecil dibanding yang lain, saya dan dua teman lain selalu menjadi anggota yang disembunyikan agar tak tertangkap kelompok yang kalah. Kami pasrah saja ketika ketua kelompok menyembunyikan kami di sebuah lesung (tempat untuk menumbuk padi) yang ada di belakang rumah warga. Tempat untuk menumbuk padi itu memang terbilang aman untuk bersembunyi bagi anak-anak kecil seperti kami. Saya dan dua orang teman saya meringkuk di dalam lesungnya. Tapi..saking amannya, lama-lama kami bertiga sampai bosan dan mulai mengantuk karena tak kunjung ditemukan. Kami juga tak kunjung dijemput oleh kelompok kami yang lain. Akhirnya kami ketiduran dan terbangun ketika hari sudah gelap, itupun karena si embah pemilik lesung yang secara tak sengaja menemukan kami tertidur di dalam lesungnya. Akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing dan disambut dengan omelan Ibu. Keesokan harinya kami bertiga protes pada ketua kelompok yang melupakan kami. Dengan entengnya si ketua bilang "Ngapurane yo, nyong lali nek siro melu jithungan (maaf ya, aku lupa kalau kamu ikut main petak umpet)." Huhh, enak saja. Meski begitu permainan masih selalu kami mainkan bahkan hingga kami remaja.

Permainan masa kecil sebenarnya memiliki banyak filosofi dan manfaat, yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Diantaranya :
  • Melatih fisik motorik, permainan masa kecil (permainan tradisional) biasanya berhubungan dengan fisik, misalnya berlari, melompat, meloncat, memanjat hingga melempar. Coba bandingkan, kekuatan fisik motorik anak-anak jaman dulu dan sekarang. Beda, kan?
  • Melatih kecerdasan, permainan masa kecil kadang melibatkan aspek kognitif seperti mengatur strategi dan memecahkan masalah (problem solving).
  • Mendidik pribadi menjadi mandiri.
  • Mengembangkan sosial emosional, misalnya ketika harus bekerja sama dengan teman sepermainan, ringan tangan ketika teman yang lain membutuhkan bantuan, bersikap sabar ketika menunggu giliran main, dan sebagainya. 
Ternyata banyak juga manfaat permainan masa kecil atau permainan tradisional, ya. Semoga permainan masa kecil seperti ini tidak hilang tergerus modernisasi. Permainan petak umpet, permainan yang tak lekang oleh waktu.

"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa" 


Wednesday, 20 January 2016

Cara Mudah Membuat Header Blog dengan PicMonkey

16:30:00 74 Comments
Dear Friends,
Cara mudah membuat header blog dengan PicMonkey. Kali ini saya sok-sok an banget deh bikin postingan cara mudah membuat header blog dengan picmonkey ala-ala mastah blogger. Sebenarnya sudah banyak sih yang membuat postingan tentang tutorial membuat header blog. Baik yang memakai Canva, Photoscape, Picsart dan sebagainya. Yang lagi ngetren sih Canva, ya. Nah, kali ini saya mau berbagi tentang cara membuat header blog memakai aplikasi PicMonkey. Kenapa saya memilih PicMonkey, karena menurut saya caranya cukup mudah dibanding yang lain. Mau coba membuat header blog mudah dengan hasil keren? Yuuk..
1]  Buka aplikasi PicMonkey 
2]  Setelah masuk, akan ada tampilan seperti ini.  


Disana ada empat pilihan menu antara lain Edit, Touch Up, Design dan Collage. Karena kalian  akan membuat header blog, maka pilih menu Design

3]  Setelah masuk, tampilan akan jadi seperti ini


Ada beberapa ukuran disana, pilihlah ukuran canvas Facebook cover. Klik.

4]  Kalian akan mendapati tampilan seperti ini


Akan ada pilihan, apakah kalian ingin membuat gambar atau tulisan di canvas berwarna atau canvas transparan. Kalau saya sih, pilih canvas transparan, supaya headernya bisa menyesuaikan warna template blog kita. 

5]  Tampilannya seperti ini


Klik transparent canvas, lalu klik apply.  

6]  Resize ukuran canvas. Sesuaikan dengan ukuran blog kalian.


Kalau saya sih biasanya menggunakan ukuran 1130 px x 315px. Oh ya supaya kita bisa menentukan ukuran dengan bebas, hilangkan tanda (v/ centang) di kotak use percentages dan keep proportions, ya. Setelah itu klik Apply.

7]  Disamping layar ada beberapa menu, silahkan di explore sendiri ya satu-satu. Hihi. Kalau saya sukanya langsung saja mengetik nama blog. Klik huruf Tt, pilih font sesuai selera kalian. Ada banyak sekali font yang keren-keren.


8]  Setelah memilih font dan mengetikkan nama blog dan tagline, kalian juga bisa mewarnai font-nya dengan warna-warna favorit kalian.


9]  Pilih aja warna favorit kalian, mau warna kalem,yang alay, yang genjreng...suka-suka kalian deh.


10] Boleh juga ditambahkan dengan foto atau gambar-gambar animasi yang ada di menu bergambar kupu-kupu itu *ini nggak profesional banget yah. Kalau sudah, ukuran gambar atau animasi bisa di resize dan dirubah warnanya sesuai dengan keinginan kalian. Kalau suka header yang rame, boleh juga ditambahkan gambar yang lain. Kalau saya sih, satu atau dua gambar saja cukup.


11]  Selesai utak-atik desain header blognya? Jangan lupa di save ya. Save dalam bentuk .png  karena lebih bagus hasilnya ketika diterapkan di blog.


Gampang banget kan caranya? Saya yang bukan mastah blog saja langsung bisa kok. Lihat saja, beberapa kali tampilan header blog saya berubah-ubah kan?  
Siap mencoba? Ini dia cara mudah membuat header blog dengan PicMonkey.



Memilih Kebaya Modern yang Tepat Untuk Pernikahan

12:30:00 28 Comments
Dear Friends,
Kebaya merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Pakaian ini sering dipadukan dengan kain tradisional khas daerah, seperti kain batik, ulos, kain tenun, dan kain tradisional lainnya. Kebaya merupakan identitas dan ciri khas yang begitu melekat pada wanita Indonesia. Kebaya sering digunakan untuk acara formal maupun semi formal. Saat ini wanita yang mengenakan kebaya bisa siapa saja, tidak dibatasi usia dan strata.

Dengan kemajuan zaman dan perkembangan dunia fashion mode, kini kebaya banyak mengalami perubahan dari mulai perpaduan kain hingga ragam desain yang unik dan menarik. Kebaya tradisional pun telah bertransformasi dan saat ini lebih dikenal dengan sebutan kebaya modern. Walaupun saat ini kebaya modern lebih banyak digunakan di berbagai acara, namun unsur tradisional dari kebaya itu sendiri tidak pernah pudar. Wanita dengan kebaya selalu terlihat, cantik, elegan, dan anggun.

credit. Kebaya Modern
Pakaian kebaya begitu lekat dengan berbagai upacara adat dan tradisi di Indonesia secara turun temurun, salah satunya adalah dalam acara pernikahan. Di berbagai daerah, pada setiap acara pernikahan memang tidak pernah lepas yang namanya kebaya, mempelai wanita biasanya memilih kebaya untuk acara pernikahan (terutama pada saat akad atau pemberkatan) dan juga digunakan pada upacara adat pernikahan yang digelar. Gaun pengantin yang mewah pun kini berpadu dengan kebaya modern yang telah dimodifikasi sedemikian cantiknya untuk acara pesta resepsi pernikahan. Selain itu para tamu undangan wanita pun biasanya mengenakan kebaya sebagai pakaian wajib di setiap undangan pernikahan atau pada acara formal lainnya. 

Memilih kebaya atau gaun pernikahan tentu tidak bisa sembarangan, diperlukan tenaga ahli yang bisa membuatnya dengan penuh ketelitian dengan desain yang istimewa, tingkat kerapihan yang baik, dan yang tidak kalah penting adalah bisa membuat pakaiannya terasa pas dan nyaman. Kanaya Kebaya & Bridal adalah salah satu jasa pengelola pernikahan terpercaya dan professional dengan tim ahli dalam bidang Bridal dan juga Digital Photography yang telah menerapkan Standard Operation Procedure (SOP).  Kanaya Kebaya & Bridal memiliki moto “customer satisfaction”, Kanaya berusaha memberikan pelayanan sebaik-baiknya dan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. Kanaya Kebaya & Bridal menyediakan gaun pengantin dan kebaya modern untuk perencanaan acara pernikahan atau hari spesial lainnya. Koleksi desain terbaru mulai dari gaun dan kebaya yang simple elegant hingga gaun pernikahan yang mewah tersedia dan tentunya dapat dipilih sesuai keinginan. Selain model yang disediakan, pelanggan pun bisa membuat custom kebaya atau gaun pernikahan dengan desain buatan pribadi sesuai dengan harapan pelanggan. Dengan pengerjaan yang maksimal dan personal touch membuat Rubens selalu mampu memberikan hasil terbaik bagi para pelanggannya. 

Persiapan pernikahan dari mulai tempat, dekorasi, catering, dan perlengkapan pengantin terutama gaun pernikahan harus direncanakan dan disusun sebaik mungkin jauh-jauh hari. Beberapa referensi untuk pemilihan gaun pengantin dapat dilihat di link berikut ini http://www.bridestory.com/indonesia/all-cities/bridal. Setiap pasangan pengantin terutama calon mempelai wanita ingin terlihat sempurna dan istimewa di hari pernikahannya, salah satu pendukung utamanya adalah pemilihan kebaya serta gaun pernikahan yang tepat dan sesuai. Mempelai wanita akan tampil cantik dan memesona dihadapan banyak pasang mata. Jadikan momen di hari spesial ini menjadi sesuatu yang begitu bekesan dan tidak terlupakan, karena perencanaan pernikahan yang matang tentunya akan mempengaruhi kelangsungan acara yang akan digelar.


Tuesday, 19 January 2016

Dry Socket Usai Cabut Gigi

16:47:00 19 Comments
Dear Friends,
Dry Socket Usai Cabut Gigi. Beberapa waktu yang lalu, gigi saya bermasalah lagi *semacam ngomongin mesin atau apa..hehe. Menyiksa banget. Sudah lumayan lama sih sebenarnya, tapi sakitnya hilang kemudian muncul lagi, hilang muncul lagi. Begitu terus. Adik saya sampai curiga, jangan-jangan saya hamil lagi. Pasalnya sakit gigi saya selalu muncul ketika saya hamil. Tapi saya nggak hamil, suwer deh!!
Nah, ketika sakit gigi muncul saya beri obat atau kumur dengan air garam pasti hilang nyerinya. Tapi ternyata kali ini agak bandel sakitnya. Nyerinya nggak hilang-hilang, malah menjalar ke kepala dan mata. Kepala saya jadi sering sakit dan mata kanan saya kabur, burem semacam ada bulatan di tengah mata. Parah, kan? 
Daripada makin tersiksa, terpaksa...sekali lagi terpaksa saya beranikan diri untuk pergi ke Rumah Sakit. Bukan saya yang memberanikan diri juga sih, lebih tepatnya karena suami yang memaksa saya. Mungkin dia sudah tak tahan melihat saya meringis kesakitan. Hehe.

dok.pri. Deg-degan di depan klinik gigi
Setelah antri beberapa saat, akhirnya tibalah saatnya gigi saya di eksekusi. Setelah berkonsultasi dengan Dokter, akhirnya diputuskan kalau gigi saya harus diangkat atau dicabut. Berita buruknya, karena gigi saya patah dan patahannya masuk ke dalam gusi (ini yang membuat sakit kepala dan sakit mata) maka tindakan yang harus dilakukan adalah operasi gigi. Uppss...NO... *udah horor membayangkan alat-alat operasinya. 

credit. Ruang Klinik Gigi
"Dok, please nanti dikasih bius ya....saya nggak tahan sakit," pinta saya sambil meringis.
"Ya iyalah mbak, kalo nggak di bius nanti bisa pingsan mbaknya. Bisa-bisa malah ke UGD," yang jawab asistennya sambil tertawa.
"Siap, ya. Tolong dibuka mulutnya,"kata Dokter. 
Saya membuka mulut sambil merem. Takut lihat alat-alatnya yang mirip peralatan bengkel itu.
Setelah bius bekerja, saya cuma bisa merasakan tangan Dokter  mengutak-atik gigi saya. Nggak terasa sakit memang *tunggu aja kalo efek biusnya hilang, rasain deh. Kurang lebih setengah jam, gigi sayapun lepas meninggalkan mulut saya. Goodbye gigi..*lebay mode on. Gigi geraham kanan atas dan gigi geraham kiri bawah akhirnya dicabut. Akhirnya hampir seharian saya memakai tampon untuk menutupi luka di geraham atas dan bawah. Bayangkan...pipi kanan dan kiri seperti sedang ngemut pentol bakso. Haha..

Setelah gigi beres, penderitaan belum berakhir karena harus nunggu obat. Rasanya pengen deh, gegoleran di kursi panjang ruang tunggu rumah sakit itu. Lamaaaa...nian nunggu obatnya. Biarpun cuma 15 menit tapi kalau kondisi sedang seperti ini, rasanya tersiksa sekali. 
Sesampainya di rumah, efek bius sudah mulai hilang. Rasa nyeri di gusi mulai terasa. Suami menyuruh saya untuk makan dan minum obat. Waduh...bukan main rasanya. Mau ngunyah nggak bisa. Akhirnya, demi bisa minum obat saya paksa makan meski beberapa suap. Setelah minum obat, rasa nyeri berangsur hilang, tapi mulut masih susah untuk bergerak. Tapi obat itu cukup efektif mengusir rasa nyeri yang tiba-tiba muncul. Nyatanya keesokan harinya saya bisa datang ke sebuah acara. Bahkan bisa makan dimsum dan bubur dengan enak. Hehe..

credit. Nyeri setelah cabut gigi
Beberapa hari setelah operasi cabut gigi itu, entah kenapa rasa nyeri muncul lagi. Kali ini nyerinya bukan main, hampir-hampir saya tidak bisa menahannya. Akhirnya saya googling, dan menemukan jawabannya. Ternyata rasa nyeri pada gusi yang luka akibat cabut gigi itu adalah Dry Socket (alveolar osteitis) yaitu suatu kondisi yang menyakitkan yang dapat terjadi akibat dari pencabutan gigi permanen. Dry socket terjadi ketika bekuan darah di lokasi bekas pencabutan gigi telah lepas sebelum luka telah sembuh. Rasa sakit tersebut berasal dari tulang pendukung dan saraf yang terlibat. Dry socket adalah komplikasi yang paling umum pasca pencabutan gigi, seperti pengambilan gigi geraham bungsu yang terkena dampak. Jika terjadi dry socket, nyeri biasanya mulai 1-3 hari setelah pencabutan. 

Gejala Dry Socket bisa terlihat apabila :
  • Sakit parah dalam beberapa hari setelah pencabutan gigi
  • Hilangnya sebagian atau seluruh bekuan darah di lokasi bekas pencabutan gigi
  • Terlihat tulang dalam daerah bekas pencabutan gigi
  • Nyeri yang terpancar dari mata, kulit telinga atau leher pada sisi yang sama dari wajah setelah pencabutan
  • Rasa yang tidak menyenangkan dari mulut
  • Bau busuk yang keluar dari mulut
  • Pembengkakan daerah kelenjar getah bening di bagian rahang atau leher
Nah, pengobatan dry socket bisa dilakukan dengan cara :
  • Pembersihan daerah pencabutan
  • Dressing dengan bahan yang mengandung obat
  • Pemberian obat nyeri
  • Perawatan diri
Untuk mengurangi infeksi, hari kedua setelah pencabutan gigi disarankan untuk berkumur dengan air garam. Ini memperkecil kemungkinan terjadinya infeksi berkelanjutan pada gusi. Kemudian, makan makanan yang ringan dan dingin seperti yoghurt dan es krim. Waah, ini yang saya suka.

Pengalaman sakit gigi yang berat seperti ini baru kali ini saya rasakan. Duh, nggak lagi-lagi Dry socket usai cabut gigi. Bakalan lebih rajin dan lebih concern untuk merawat gigi. Bukan cuma gigi saya aja sih, gigi anak-anak juga.
Semoga pengalaman saya ini bermanfaat, ya.


Sunday, 17 January 2016

Happy di Perayaan 18th Anniversary Grand Candi Hotel Semarang

20:56:00 24 Comments
Dear Friends,
Happy di Perayaan 18th Anniversary Grand Candi Hotel Semarang. Jum'at tanggal 15 Januari kemarin saya berkesempatan menghadiri perayaan 18th Anniversary Grand Candi Hotel Semarang. Kebetulan pihak hotel mengundang beberapa  komunitas untuk turut serta. Jadi begitu mbak Uniek mengumumkan undangan, segera saja saya mendaftar. Itung-itung buat menghibur diri setelah direpotkan sama urusan gigi beberapa hari sebelumnya. Diwanti-wanti untuk hadir tepat waktu karena akan ada press release pada pukul 10, saya segera saja tancap gas setelah menitipkan si princess ke tantenya *untung ada yang bisa dititipin anak..hehe.
Alhamdulillah, bisa sampai di hotel sebelum acara dimulai. Ternyata di lobi sudah ada mbak Muna yang sudah duduk manis disana. Sambil menunggu mbak Wati dan mbak Arina, kami berdua ngobrol ngalor ngidul sambil mengeksplor lobi hotel. Saya baru pertama kali masuk ke Hotel Grand Candi langsung tertarik dengan konsep galeri hotel ini. 

happy-di-perayaan-18th anniversary-grand-candi-hotel-semarang
Lobi Grand Candi Hotel
Belum juga puas berkeliling lobi, kami berdua dihampiri seorang wanita muda cantik yang ternyata adalah PR hotel, mbak Retna namanya. Setelah memperkenalkan diri, saya dan mbak Muna juga bercerita sedikit mengenai komunitas Blogger Gandjel Rel. Tak berapa lama, mbak Wati dan mbak Arina datang. Seperti biasa, kumpul-kumpul nggak akan seru kalau nggak welfie. Tak ada tongsis pun tak apalah.

happy-di-perayaan-18th anniversary-grand-candi-hotel-semarang
foto credit mbak Muna Sungkar. Welfie seru di Grand Candi Hotel
Pukul 11 acarapun dimulai dengan terlebih dahulu press release dengan media dan blogger. Pihak management hotel menjelaskan tentang berbagai promo sehubungan dengan ulang tahun Grand Candi Hotel ke 18 tahun. Sebagai hotel bintang 5, reputasi Grand Candi Hotel tak perlu diragukan lagi. Untuk itu, sebagai penghargaan terhadap para tamu dan para loyal customer, selama tiga bulan kedepan akan ada beberapa program dan promo yang menarik dari Grand Candi Hotel. Nah, sebagai promo awal, Grand Candi Hotel memberikan special room rate untuk tipe kamar Deluxe di harga Rp 558.000 dan diskon 60% + 18% untuk seluruh tipe kamar. 

happy-di-18th anniversary-grand-candi-hotel-semarang
foto credit agoda.com
Tidak hanya itu saja, Grand Candi Hotel juga memberikan promo di beberapa outlet diantaranya dari Kafe Flamboyan dengan promo Nasi Rawon, Xiang Yuen dengan Sapo Ikan Malas Szechuan, Chillout dengan Grilled Norwegian Salmon. Sedangkan dari Teratai Lounge dengan Chicken Parmagiana, La Floro dengan Traditional Pizza dan The Bakery dengan Coconut Caramel Gatean. 
Pada perayaan Imlek dan Valentine nanti, Grand Candi Hotel juga menyiapkan event dengan konsep "The Year of Fire Monkey". Dan yang paling menarik di Valentine nanti, akan ada pula event dengan konsep full romantic bagi beberapa pasangan yang beruntung untuk menikmati makan malam bersama. Wah, siap-siap booking tempat nih. 
Bagi yang suka dengan Yoga siap-siap nih, Grand Candi Hotel akan segera launching fasilitas baru di Grand Sport yaitu Power Swing. Akan ada 15 unit power swing disana. Selain itu akan ada promo body shape/ sircuit training yaitu sebuah pelatihan khusus pembentukan upper body hingga lower body. 

Setelah mendengar penjelasan panjang lebar mengenai promo-promo di Grand Candi Hotel, akhirnya perayaan 18th anniversary Grand Candi Hotel pun dimulai. Diawali dengan sambutan ibu Julia selaku GM Grand Candi Hotel dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada bapak Zaenal dari House Keeping Departement yang merupakan karyawan terlama dan telah memasuki masa pensiun. Pada acara ini juga ada penyerahan Sertifikat Kesehatan yang diberikan kepada Grand Candi Hotel. 

happy-di-perayaan-18th anniversary-grand-candi-hotel-semarang
foto credit. Mbak Hidayah Sulistyowati. penyerahan potongan tumpeng pertama
happy-di-perayaan-18th anniversary-grand-candi-hotel-semarang
foto credit Mbak Hidayah Sulistyowati. Penyerahan Serfifikat Kesehatan
Perayaan 18th Anniversary Grand Candi Hotel ditutup dengan pembacaan doa oleh bapak Syukron. Setelah itu para tamu undangan dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang telah dipersiapkan pihak Grand Candi Hotel. Ini nih, yang paling ditunggu...hehe..
Menu-menu yang disediakan membuat bibir bergetar dan lidah bergoyang, lho..*kayak lagunya Ayu Tingting.

happy-di-perayaan-18th anniversary-grand-candi-hotel-semarang
foto credit Mbak Hidayah Sulistyowati
happy-di-perayaan-18th anniversary-grand-candi-hotel-semarang
foto credit Mbak Hidayah Sulistyowati
happy-di-perayaan-18th anniversary-grand-candi-hotel-semarang
foto credit Mbak Hidayah Sulistyowati
Pokoknya hari itu kami puas dijamu sama Grand Candi Hotel. Dalam hati, saya berharap semoga bisa datang ke event-event yang dihelat Grand Candi Hotel lagi suatu saat. Perasaan saya waktu itu hanya Happy di Perayaan 18th Anniversary Grand Candi Hotel Semarang.
Teman-teman mau juga? Tunggu apa lagi? Manfaatkan aja berbagai promo yang ada. Langsung cuuz kesini ya, friends..

Grand Candi Hotel Semarang  
jl. Sisingaraja no. 16 Semarang
Tel : (62-24)8416222
Fax : (62-24)8415111



Saturday, 16 January 2016

Piknik Seru Sambil Berburu Ilmu

22:06:00 29 Comments
Dear Friends,
Piknik Seru Sambil Berburu Ilmu. Hari Kamis tanggal 7 Januari 2016 yang lalu, komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang dan Blogger Gandjel Rel piknik ke Yogyakarta. Tapii...ini pikniknya bukan sembarang piknik, lho. Kali ini saya dan teman-teman piknik sambil berburu ilmu ke Bentang Pustaka dan Stiletto. Saya baru pertama kali ikut piknik sambil berburu ilmu ini. Saking excitednya saya datang paling awal di titik keberangkatan di depan Masjid Baiturrahman Simpanglima. 

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
Bus yang akan membawa ibu-ibu doyan piknik...haha
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya rombongan berangkat menuju pos pemberangkatan kedua di rumah mbak Fenty di Tembalang. Sempat ada insiden kebablasen (bahasa Indonesianya apa yak?) dan terpaksa bus harus berputar arah lagi. Tapi itu tak mengurangi keceriaan kita-kita doong. Akhirnya semua emak sudah terangkut dan segera meluncur ke Jogja.

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
Foto credit mb Noorma. Suasana di dalam bus
Perjalanan sepanjang tiga jam tak terasa lama, karena sepanjang perjalanan diisi dengan cerita dan sharing oleh mbak Muna Sungkar aka MomTraveler dan mbak Archa Bella. Mbak Muna bercerita tentang proses penulisan dua buku travelingnya dan bagaimana suka duka mendapatkan penerbit. Uhh...jadi makin semangat nulis buku, nih dengar cerita mbak Muna. Sedangkan mbak Archa bercerita bagaimana beliau bisa terpilih jadi finalis lomba Gado-gado Femina yang bekerjasama dengan BTPN Sinaya. Mb Archa bercerita bagaimana mendapatkan ide untuk bahan tulisan hingga hadiah-hadiah yang didapat. Waah, bikin mupeng pokoknya.

Akhirnya saya dan teman-teman rombongan tiba juga di Bentang Pustaka. Disana kami bertemu dengan teman-teman dari Yogya. Ada mbak Irfa, mbak Fenny dan mbak Dini. Kami disambut dengan hangat oleh pihak Bentang Pustaka. Wah, siap-siap menerima ilmu tentang kepenulisan nih.

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
foto credit. Mb Archa. Kantor Bentang Pustaka full of flower
Bentang Pustaka siang itu dipenuhi dengan ibu-ibu ceria yang berbunga-bunga* drescode nya. Hehe. Rasanya betah berada di dalam kantor Bentang Pustaka, selain suasananya yang nyaman dan artistik, para staff dan karyawannya ramah dan hangat menyambut kedatangan kami.

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
dok.pri. Mbak Rahmi Aziza mewakili kami memperkenalkan diri
Tak kenal maka tak sayang. Sebelum memulai acara, mbak Rahmi Aziza mewakili kami semua untuk memperkenalkan diri. Kali ini kami membawa dua nama komunitas sekaligus, yaitu Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang dan Blogger Gandjel Rel. Beberapa nama yang ada sudah dikenal sebagai penulis beken. Ada mbak Dewi Rieka dengan novel Anak Kos Dodolnya yang bahkan sudah pernah di filmkan, mbak Dian Nafi penulis novel yang super produktif, mbak Rahmi Aziza yang bikin komik mak Irits, mbak Archa Bella, dan sederet blogger beken lainnya (kalo disebutin satu-satu nggak cukup satu halaman..hehe). Terbayang kan, betapa eksisnya kami?

dok.pri. Mas Salman Faridi CEO Bentang Pustaka
Mas Salman, CEO Bentang Pustaka bercerita sedikit mengenai sejarah Bentang Pustaka sebelum menjelaskan tentang tetek bengek dunia penerbitan. Mas Salman juga mengungkapkan bahwa setiap buku memiliki cerita dalam setiap proses penulisan dan penerbitannya. Ternyata ada buku yang dalam prosesnya mengalami kendala, baik dari segi editing maupun peredarannya. Buku-buku terbitan Bentang Pustaka ternyata banyak yang booming, salah satu diantaranya buku-buku tulisan Dewi "Dee" Lestari. Sudah tahu kan, buku-bukunya. Supernova, Filosofi Kopi, Perahu Kertas dan lain-lain. Buku biografi baik tokoh dalam negeri maupun tokoh luar negeri hingga buku anak-anak. Kata mas Salman, tren penulisan buku tahun ini lebih banyak pada genre non fiksi. Tapi bukan berarti Bentang Pustaka tidak menerbitkan naskah fiksi sama sekali. Naskah fiksi genre adult masih banyak peminatnya. Naskah  fiksi yang sedang digandrungi saat ini adalah novel percintaan dengan tema makanan. Contohnya seperti Coklat Stroberi, Vanilla Heart, Strawberry Surprise dan banyak lagi lainnya.  Begitu dengar penjelasan mas Salman jadi lega deh *siap-siap lanjut naskah fiksi yang terbengkalai  :p

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
dok.pri. Semangat Ngetwit
piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
dok.pri. Mas Imam dan mb Intan, bicara tentang editing
Setelah puas mendengar penjelasan mas Salman tentang liku-liku perjalanan Bentang Pustaka dan trend buku tahun 2015, kini giliran mbak Intan dan mas Imam yang menjelaskan tentang proses editing. Disinilah naskah di godog lagi hingga benar-benar siap dicetak dan diterbitkan. Ternyata menjadi editor itu tidak gampang, loh. Mereka harus memilih dan memilah naskah yang memang benar-benar layak untuk diterbitkan. Dan jumlah naskah yang harus mereka seleksi jumlahnya ratusan bahkan bisa juga ribuan. Wow, kan.
Antusiasme teman-teman terlihat ketika beberapa pertanyaan diajukan. Ternyata banyak teman-teman yang antusias menerbitkan buku..termasuk saya doong.

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
dok.pri. Pemberian cindera mata dari komunitas untuk Bentang Pustaka
Tak terasa kami sudah hampir dua jam bercengkrama tentang banyak hal. Cukup banyak informasi yang berhasil kami serap, terutama ilmu kepenulisan. Meski sudah sering menulis, tentu kami masih tetap harus belajar. Setelah mendapat ilmu gratis, mbak Winda dan mbak Dedew memberikan cinderamata kepada pihak Bentang Pustaka. Dan Bentang Pustaka juga memberikan kenang-kenangan berupa buku yang akhirnya dibagikan pada saya dan teman-teman. Alhamdulillah, saya kebagian rejeki juga mendapat novel Partikel karya Dewi "Dee" Lestari.

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
dok.pri. Pemberian kenang-kenangan buku dari Bentang Pustaka
piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
dok.pri. Narsis lagi sebelum pamit
Sebelum berpindah ke penerbit kedua, saya dan teman-teman menumpang Ishoma di Bentang Pustaka. Beberapa diantara kami memilih untuk melihat-lihat buku dan membelinya. Saya sendiri membeli beberapa buku anak, sebuah novel dan sebuah buku non fiksi. Mumpung murah..hehe.

Perjalanan saya dan teman-teman pun berlanjut menuju ke penerbit Stiletto Book. Meski terik dan hawa panas melanda, tak mampu mengurangi semangat saya dan teman-teman untuk berburu ilmu. Sekitar 30 menit saya dan teman-teman sampai juga ke Stiletto Book. Disambut oleh mba Carolina Ratri dan dua rekannya, saya dan teman-teman duduk santai lesehan sembari bercengkrama tentang banyak hal. Untuk memeriahkan suasana, Stiletto Book memberikan kuis dengan hadiah buku. Sayangnya, saya nggak dapat bukunya *nggak bisa jawab kuisnya sih. Hehe..

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
foto credit Mbak Archa. Serius tapi santai
Topik pembicaraan masih seputar penerbitan buku, tren buku yang diminati dan cara mengirimkan naskah ke penerbit Stiletto Book. Ternyata memang genre non fiksi yang sedang diminati oleh penerbit. Alasannya buku non fiksi itu lebih lama bertahan di pasaran. Tapi tak menutup kemungkinan juga Stiletto Book menerima naskah fiksi, asal dengan tema yang anti mainstream. Hmm...tantangan nih, buat penulis fiksi.

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
dok.pri. Tetap semangat meski panas mendera
piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
dok.pri. Pemberian tanda mata dari IIDN Semarang & Blogger Gandjel Rel
Puas berbincang tentang buku dan penerbitan, saya dan teman-teman beranjak ke kantor Stiletto Book. Tentu saja selain ingin melihat-lihat suasana kantor Stiletto, kami juga ingin berbelanja buku. Ternyata... Stiletto tak hanya menyediakan buku-buku saja tapi juga pernak-pernik mulai dari pouch, sarung bantal sofa, karpet, tas dan sebagainya. Bisa ditebak lah, apa yang diserbu di Stiletto selain buku. Termasuk saya, sih. Sebuah pouch cantik saya beli sebagai kenang-kenangan bahwa saya pernah datang kesana.

piknik-seru-sambil-berburu-ilmu
foto credit Mbak Archa. Narsis di depan Stiletto Book
Meski tampak capek dan kepanasan, saya dan teman-teman masih semangat untuk melanjutkan perjalanan piknik. Gimana nggak semangat, tujuan selanjutnya adalah ke Malioboro. Kalau dengar kata belanja, mata ngantuk jadi melek. Badan yang tadinya capek jadi seger lagi.

Saya dan teman-teman sempat was-was tak bisa mampir ke Malioboro karena lalu lintas dialihkan akibat ada kirab keraton. Tapi rupanya kami memang harus mampir ke Malioboro, karena akhirnya bus diperbolehkan masuk ke area Keraton dan sekitarnya. Kami tiba di area Malioboro sekitar pukul empat dan harus berkumpul lagi pukul 7. Yaah...biar nggak kemaleman sampai di Semarang.

foto credit Mbak Archa. Jalan kaki menuju Malioboro
foto credit Mbak Archa. Mulai capeek..
Saya dan teman-temanpun berpencar, mencari barang yang sudah diincar dari rumah. Saya sendiri sempat makan bakso kaki lima bersama beberapa teman. Kaki sudah lumayan gempor karena berjalan cukup jauh sambil menggendong si princess Rara. Beberapa barang sudah saya dapat. Tas kecil untuk si Ayah, kaos untuk kakak dan si mas, daster lucu buat Rara dan sayaaa....*daster jumbo. LOL. Di Mirota Batik sempat beristirahat sebentar dan bertemu dengan teman blogger Yogyakarta. Ada mbak Primastuti Satrianto, mbak Anastasia dan mbak Ardiba. Rupanya mereka sudah hangout dengan teman-teman yang lain, dan saya ketinggalan. Wuaaa....

Time is out. Bak Cinderella yang harus segera pulang ketika lonceng berdentang, kami harus segera bersiap pulang kalau tidak ingin kemalaman di jalan. Rasanya pengen deh, naik bouraq yang tinggal ngedipin mata langsung nyampe di rumah.

Perjalanan dari Yogya ke Semarang serasa begitu lamaa. Mungkin karena saking capeknya. Karena banyak teman-teman yang kelelahan, kebanyakan kami memilih untuk memejamkan mata alias tidur. Setelah tiga jam lebih perjalanan, satu per satu teman-teman turun menuju ke rumah masing-masing. Pos pemberhentian terakhir di depan Masjid Baiturrahman Simpanglima, tempat pertama kali kami berangkat. Hhh....perjalanan piknik ke Jogja kali ini memang melelahkan, tapi sebanding dengan apa yang telah kami dapatkan. Ilmu dan indahnya silaturrahim. Semoga upaya kami mendapatkan hasil yang terbaik baik bagi diri sendiri maupun komunitas.

Sampai jumpa di piknik seru sambil berburu ilmu selanjutnya, temans....



Follow Me @ikapuspita1