Sunday, 30 April 2017

Saint-Gobain Meluncurkan Papan Gypsum yang Tahan Api

01:51:00 4 Comments
Dear Friends,

Kebutuhan akan rumah di negara kita semakin hari semakin besar. Buktinya banyak perusahaan properti yang membangun perumahan-perumahan, apartemen-apartemen untuk berbagai kalangan. Ya wajar sih, karena populasi penduduk makin hari juga makin bertambah terutama di kota Semarang ini.

Belum lagi pembangunan proyek infrastruktur besar seperti LRT, pembangunan rumah sakit tipe D, pusat olahraga multi event. Seiring dengan maraknya pembangunan di kota Semarang, dalam perancangan konsep maupun perencanaan rumah atau gedung perlu memperhatikan kenyamanan, kesehatan, keselamatan serta keamanan para penghuninya.

Eits kenapa juga ya, tiba-tiba saya ngomongin soal properti?

Jadi gini, 2 hari lalu saya ikut di sebuah acara diskusi dengan media mengenai teknologi drywall system dari Gyproc di Gumaya Tower Semarang. Acara ini dihelat sebagai bentuk perhatian PT Saint-Gobain terhadap meningkatnya kebutuhan pasar akan bahan bangunan yang berkualitas serta daapat memenuhi standar performa dari sebuah bangunan. Untuk itulah PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) yang merupakan produsen papan gypsum dengan merk Gyproc berinovasi dengan produknya yang berstandar internasional dengan teknologi "drywall system".

Bpk. Hantarman Budiono, Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia.
Drywall system atau dapat juga disebut dengan GypWall merupakan pilihan tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia karena berbagai keistimewaan yang dimiliki, salah satunya adalah lebih efisien dalam pengaplikasiannya,” ujar Hantarman Budiono, Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia.

Drywall atau dinding kering merupakan sebuah sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus. Karena pemasangannya yang tidak menggunakan campuran semen dan air maka disebut drywall. Sangat berbeda dengan dinding konvensional pada umumnya yang menggunakan batu bata, campuran semen, pasir, dan air. Kelebihan sistem dari Gyproc ini adalah rendah emisi, pemasangannya tidak memerlukan air serta pengangkutan di proyek juga sangat mudah. Jadi sangat efektif dan efisien juga, kan.

Gyproc GypWall juga solusi interior yang inovatif karena memiliki solusi system sesuai kebutuhan customer, salah satunya solusi sistem tahan api dengan menggunakan tipe FireLine. Tahu sendiri kan, berapa banyak jumlah kebakaran belakangan ini? Tahun 2015 saja sudah tercatat ada 200 lebih kasus kebakaran yang terjadi.

Won Siew Yee, Marketing Director PT Saint-Gobain Construstion Product Indonesia
Won Siew Yee, Marketing Director PT Saint-Gobain Construstion Product Indonesia menjelaskan bahwa dengan teknologi yang dimiliki oleh Gyproc, yaitu FireLine, diharapkan penghuni masih mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan proses evakuasi pada saat terjadi kebakaran karena produk ini memiliki kemampuan tahan terhadap api hingga empat jam.

“Produk ini memiliki ketahanan terhadap api yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dinding bata yaitu bisa sampai 4 jam. Sehingga memberi waktu yang lebih banyak untuk proses evakuasi ketika terjadi kebakaran. FireLine merupakan bentuk proteksi pasif terhadap api karena mampu mencegah perluasan api, penyebaran dari asap dan api ke bangunan lain, mempertahankan struktur bangunan, mempermudah penyelamatan diri dan pemadaman kebakaran, serta menjaga keseluruhan aset dan kegiatan bisnis,” jelas Siew Yee.

Ki-ka : Bpk. Purnomo Purwoko, Bpk. Hantarman Budiono, Mrs. Won Siew Yee
FireLine hanya salah satu dari berbagai tipe istimewa yang dimiliki oleh Gyproc. Selain FireLine, ada pula ThermaLine yang mampu menjaga suhu di dalam ruangan tetap stabil sehingga dapat menghemat penggunaan listrik untuk pendingin udara. Tipe lainnya, yaitu Activ’Air dapat menyaring udara dalam ruangan dengan menyerap formaldehyde yang ada di ruangan tersebut menjadi partikel-partikel yang aman bagi kesehatan.


Produk-produk bahan bangunan seringkali mengandung formaldehyde sebagai contoh, cat tembok. Bau yang menyengat, yang terdapat pada bangunan yang baru dibangun merupakan indikasi bahwa ruangan dalam bangunan tersebut mengandung formaldehyde yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Gypsum Gyproc telah berinovasi di berbagai macam ketebalan mulai dari ketebalan 9, 12.5, 15, 16, hingga 19 mm. Semuanya dilengkapi dengan berbagai macam kegunaan dan kelebihan, baik untuk aplikasi plafon maupun dinding. Gyproc juga telah dilengkapi dengan sistem yang teruji dan terakreditasi, serta dapat diterapkan di berbagai sektor seperti residential, hotel, rumah sakit, kantor maupun mall.

Tentang PT Saint–Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI)
 
SGCPI merupakan anak usaha dari Saint-Gobain, perusahaan global asal Perancis yang bergerak di bidang produksi material bangunan. Saint-Gobain mendesain, memproduksi dan mendistribusikan material-material, solusi maupun sistem yang merupakan faktor penting dari peningkatan kualitas hidup setiap individu dan masa depan kita semua.

Produk-produk Saint-Gobain dapat ditemukan di sekitar dan di kehidupan sehari-hari kita seperti pada bangunan, moda transportasi, infrastruktur dan di banyak pengaplikasian sektor industri. Produk Saint-Gobain menawarkan rasa nyaman, perfoma dan rasa aman ketika menjawab tantangan dalam membangun bangunan yang ramah lingkungan, efesiensi sumber daya dan perubahan cuaca.

• 39,1 miliar Euro penjualan di tahun 2016

• Beroperasi di 67 negara

• Memiliki lebih dari 170,000 pegawai di seluruh dunia

Tentang Gyproc

Gyproc merupakan brand papan gypsum dan plaster board terkemuka di dunia yang asal muasalnya dari Inggris, berdiri sejak tahun 1917, dan dikenal dengan nama British Plasterboard (BPB). Kemudian pada tahun 2005 BPB diakuisisi oleh Saint-Gobain dan di Asia masuk dengan mengusung brand Gyproc. Tahun 2007 Gyproc memulai kehadirannya di Indonesia dengan menjual dan mendistribusikan berbagai macam produknya.

Kemudian pada tahun 2012, SGCPI secara resmi memulai pembangunan pabrik Gyproc yang pertama di Indonesia demi mendekatkan diri dan melayani para pelanggan dengan lebih baik. Dua tahun kemudian yakni pada 2014 SGCPI memulai produksi komersialnya. Dengan program manufaktur berkelas dunia, SGCPI berkomitmen untuk menyediakan berbagai portofolio produk dan system bagi para penggunanya dengan solusi interior yang inovatif yang dapat digunakan pada rumah dan bangunan-bangunan di masa depan.

Bersama Bpk. Purnomo Purwoko dan Mrs. Won Siew Yee


Tuesday, 25 April 2017

Cari Perlengkapan Rumah? Ke Pantes Gallery Aja

00:26:00 16 Comments
Dear Friends,
Siapa sih yang nggak mau punya rumah bagus, memiliki interior yang keren dan perabotan mentereng? Pasti semuanya pengen lah, termasuk saya. Apalagi rumah saya hingga saat ini masih berstatus "dalam tahap pembangunan" alias belum sempurna bentuknya. Padahal rumahnya sendiri udah ditempati dari tahun 2013 lalu. Yah, namanya juga serba nyicil ya, jadi nyeleseinnya juga bertahap. Alhamdulillah beberapa waktu lalu bisa nyicil nyelesein kamar mandi meskipun belum sempurna juga. *Eh malah curcol. LOL.

Baca juga : Beli Hunian Nyaman Bernuansa Taman? Ya di PT Jaya Metro Aja!

Nah, denger saya lagi nyicil perlengkapan kamar mandi, teman-teman saya ngajak jalan-jalan. Loh, kok malah jalan-jalan? Iyah, jalan-jalannya ke sebuah toko perlengkapan rumah. Namanya Pantes Home Decoration Gallery. Jujur aja saya baru pertama kali nih datang kesana. Kesan pertama ketika saya masuk kesana adalah Pantes Gallery tidak nampak seperti toko perlengkapan rumah kebanyakan. Tempatnya bersih, display barang teratur, pramuniaga ramah dan cekatan dan ruangannya dingin. Tahu sendiri, Semarang panas banget bo.

Pantes Gallery terdiri dari empat lantai. Setiap lantai terdiri dari satu kategori tertentu. Misalnya di lantai satu berisi kitchenware seperti kitchen set, microwave, magic com, kompor, oven, wastafel untuk mencuci piring dan asesoris pelengkap untuk dapur. 

Microwave ini lagi promo loh
Lantai kedua berisi segala macam toiletware seperti bath up, shower, tempat sabun, rak kecil untuk meletakkan perlengkapan mandi, kapstock, cermin hingga jemuran. Saya sendiri tertarik pada tempat untuk meletakkan perlengkapan mandi yang terbuat dari stainless steel. Harganya murah, jadi saya angkut aja deh. 

Akhirnya dapat juga asesories kamar mandi
Eits, alih-alih membeli perlengkapan kamar mandi, di lantai dua ini saya justru naksir sama panci yang tergeletak manja (((manja))) di deretan tempat sabun. Berhubung saya ini anggota emak-emak pengumpul panci, ya udah deh saya ambil sekalian tuh panci. Mayan kan, buat nambah-nambah koleksi. *koleksi panci bo. 

Naik ke lantai tiga yang berisi wall & floor covering. Ada banyak model keramik maupun vinyl untuk melapisi dinding dan lantai. Saya juga naksir beberapa model keramiknya. Ya maklum, rumah saya kan belum di pasangi keramik. Saya sudah berencana ngajak suami ke Pantes Gallery. Ntar saya yang milih-milih, suami yang bayar. Hehe.

Tuh kaan, bagus-baguuus
Puas memanjakan mata dengan melihat keramik-keramik nan cantik, saya dan teman-teman naik ke lantai empat. Lantai teratas Pantes Gallery ini berisi kusen-kusen pintu maupun jendela, daun pintu, gagang pintu hingga genteng. Udah deh, jika kalian ingin membangun rumah atau membeli keperluan untuk home decor, Pantes Gallery ini rekomended. Pantes gallery ini memiliki fasilitas seperti "one stop shopping" untuk segala macam kebutuhan perlengkapan rumah.

Tersedia berbagai macam merek, mulai dari merk yang terkenal hingga merk yang belum familiar di telinga kita. Pendek kata, Pantes Gallery menyediakan barang-barang dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Koh Anthony selaku pemilik Pantes Gallery mengatakan bahwa, dirinya tak mungkin menjual barang dengan kualitas tidak bagus. Hampir semua barang yang dijual di Pantes Gallery juga diuji coba oleh Pantes Gallery.

Oh iya, kalau kalian membeli barang dan nggak bisa bawa sendiri, Pantes Gallery akan mengantarkan barang kalian sampai ke rumah secara gratis asalkan masih berada di dalam kota Semarang, ya. Pun ketika kalian ingin memasang lantai vinyl, Pantes Gallery akan membantu menyediakan tukang yang sudah ahli di bidangnya dengan biaya terjangkau.

Serius dengerin penjelasan Koh Anthony
Nah, kalau kalian ingin melengkapi rumah atau mendadani rumah kalian supaya lebih cantik, datang aja ke Pantes Gallery yang ada di jalan Pekojan Pertokoan AHD A-7 Purwodinatan Semarang. Telepon (024)3522022.


Saturday, 22 April 2017

Cara Menghilangkan Warna Kuning Kunyit di Kulit Tangan dan Wajah

18:00:00 9 Comments
Dear Friends, 

Di Indonesia, kita sudah sangat kenal dengan rempah-rempah yang satu ini. Kunyit adalah rempah-rempah yang memiliki sejuta manfaat. Selain biasa digunakan sebagai bumbu dapur, kunyit juga merupakan rempah yang bermanfaat sebagai tanaman obat herbal. Biasanya kalau untuk masakan, kunyit paling sering digunakan untuk bumbu soto, gulai dan lainnya. Selain itu, kunyit juga dipakai untuk bahan campuran bumbu yang digunakan untuk menggoreng makanan, seperti ikan, ayam, tempe juga tahu. Hal ini karena kunyit memiliki aroma dan rasa yang khas serta kuat.

Selain untuk bahan masakan, kunyit juga dijadikan bahan untuk jamu, seperti kunyit asam. Di samping jamu, kunyit juga bisa dijadikan sebagai bahan masker alami yang sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit wajah, sekaligus menutrisinya loh. 

Kalian tahu kan, yang membuat kunyit khas selain aromanya adalah warnanya. Hampir semua orang juga tahu kalau kunyit memiliki warna kuning yang sangat khas. Bahkan, warna kunyit ini lebih dari sekedar kuning biasa, namun lebih terlihat seperti oranye yang sangat terang. Sudah begitu, warna kunyit ini sangat kuat begitu sudah menempel di mana-mana.


Pasti diantara kalian pernah dong mengalami ketika mengupas dan mengiris kunyit. Noda bekas warnanya masih menempel di tangan hingga waktu yang cukup lama. Nggak cuma di tangan, kalau kita mengusapkan tangan pada wajah atau anggota tubuh lain, memegang sesuatu atau menggunakan blender untuk menghaluskan kunyit, sudah pasti nodanya selalu  menempel. Noda ini masih ada saja meski sudah dibersihkan dengan cara seperti apapun. Suka kesel nggak, sih?

Meskipun mengganggu, tapi tenang saja karena ada  cara menghilangkan warna kuning kunyit di wajah, tangan dan di tempat lainnya.  Cara membersihkannya mudah saja, tergantung di mana noda ini menempel.

Noda kunyit di tangan atau area kulit lainnya

Jika setelah mengupas dan mengiris kunyit, nodanya masih menempel di tangan, kalian nggakperlu bingung. Ada beberapa bahan alami yang bisa kalian gunakan untuk membersihkan noda kunyit tersebut. Di antaranya seperti minyak kayu, minyak zaitun, minyak jarak, alkohol yang kadarnya ringan, atau bisa dengan menggunakan parutan lengkuas. 

Caranya pun sangat mudah, dengan menggunakan salah satu dari bahan yang disebutkan tadi, kalian bisa menggosok-gosokkannya di tangan. Lakukan ini hingga noda kunyit yang menempel hilang, setelah itu kalian bisa mencuci tangan dengan menggunakan sabun, lalu bilas hingga bersih.

Noda kunyit di pakaian

Kadang tak sengaja bisa juga noda kunyit ini menempel di baju. Tak usah bingung noda ini tak mau hilang, karena ada cara alami yang bisa kalian lakukan untuk menghilangkannya. Untuk membersihkan noda kunyit yang menempel di baju, kalian bisa menggunakan jeruk nipis, garam atau air kapur sirih. 

Kalian cukup memilih salah satu saja dari bahan-bahan tersebut, lalu gunakan dengan cara mengoleskannya pada bagian baju yang terkena noda kunyit. Kemudian, kalian bisa mengucek lalu membilasnya hingga noda warna kuning kunyit tersebut memudar. Ketika sudah pudar, saatnya membersihkannya dengan menggunakan air. Untuk menghilangkan noda kunyit pada baju dengan sempurna, kalian  hanya perlu mencuci baju tersebut setelahnya secara normal.

Noda kunyit di blender

Noda kunyit yang menempel di blender, pasti kalian juga mengalaminya, kan. Apalagi ketika memasak makanan dengan memakai bumbu yang berbahan kunyit. Setelah diblender, noda warna dari kunyit masih tersisa dan menempel di blender. Noda kunyit tersebut pasti mengganggu dan susah hilang dengan dibersihkan memakai sabun cuci biasa. 

Kalian  bisa membersihkan dan menghilangkannya dengan menggunakan campuran bahan alami. Siapkan saja pasta baking soda dan air, campurkan kedua bahan dan aduk hingga tercampur dengan rata. Oh iya, gunakan airnya sedikit saja. Aduk terus hingga tekstur campurannya mengental dan mirip seperti pasta gigi. Ini mengapa kalian hanya perlu memakai air sedikit saja, supaya hasilnya tidak terlalu encer. Setelah teksturnya sudah pas, kalian bisa mengoleskannya pada bagian blender yang tadinya terkena bercak noda kunyit. Oleskan dan gosok hingga warna kuning kunyitnya memudar dan sampai hilang. Setelah itu, kalian bisa mencuci blender dengan sabun dan membilasnya hingga bersih.

Nah, itu dia cara-cara alami yang bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan noda bekas kunyit. Selamat mencoba, ya.

Sumber: http://breaktime.co.id/culinary/food/3-tips-mudah-menghilangkan-warna-kunyit.html


Petualangan Mistis ke Pantai Seruni [Bag.1]

17:07:00 29 Comments

Dear Friends,

Seumur-umur baru kali ini mengalami kejadian "misterius" secara langsung. Sebelumnya lebih sering diceritain atau lebih tepatnya dengerin cerita pengalaman orang lain. Sebenarnya ini "very late post" banget, karena kejadiannya sudah agak lama, sekitar awal Januari lalu. Bermula saat saya dan teman-teman berencana membuat film pendek dan video profil untuk team. Saya, Diko, Koko, Mia, Tina dan Lee akhirnya memutuskan untuk membuatnya di sebuah pantai di Gunung Kidul.

Mengapa di Gunung Kidul? 

Beberapa waktu sebelumnya, Diko dan Koko sudah lebih dulu pergi kesana. Selama di sana mereka berdua kerap kali memposting foto-foto pantai Seruni. Foto-foto mereka membuat kami semua terpukau akan keindahan pantainya. Apalagi kata Koko, banyak pantai yang masih perawan alias belum banyak didatangi wisatawan.

Persiapanpun dilakukan. Mulai dari menyewa mobil, menyusun itinerary dan jadwal sampai menyiapkan perbekalan kami lakukan bersama. Bahkan mereka sudah berkumpul di rumah saya dari pagi, loh *bantuin masak. LOL. Niat banget ini.

Akhirnya, kami berangkat sekitar pukul 1 dini hari. Sengaja berangkat dini hari karena kami ingin mengejar sunrise di pantai Seruni. Dalam perjalanan ini yang kebagian menjadi "driver" adalah Koko. Diantara kami semua yang paling expert mengemudi cuma Koko, jadi ya derita dia jadi sopir AKAP.

Berbekal panduan dari Google Maps, mobil yang kami tumpangi melaju menembus malam. Meski rasa kantuk mulai menyeruak tapi kami tak boleh tidur. Kami harus tetap terjaga dan menemani Koko yang nyetir. Saya yang dari pagi sama sekali belum tidurpun hanya sesekali memejamkan mata. Tidur ayam, meski mata merem tapi kuping tetep bisa dengar suara dan mulut masih bisa nyaut ketika diajak ngobrol. LOL.

Sekitar pukul 3 dini hari, mobil mulai memasuki Kabupaten Gunung Kidul. Jalanan yang kami lalui benar-benar gelap dan sepi. Hampir tak ada kendaraan lain kecuali mobil kami. Benar-benar sepi.

Saking sepinya kami sampai berteriak girang ketika menemukan sebuah cahaya yang berasal dari lampu rumah penduduk. Tandanya ada kehidupan di jalan yang kami lalui. Sempat merinding ketika kami berpapasan dengan seseorang yang tiba-tiba muncul di pinggir jalan sambil membawa bakul di gendongannya. Takutnya yang muncul dadakan itu bukan manusia, tapiii... *tahu bulat. LOL.

Bersyukur karena kami sudah memasuki kawasan berpenduduk. Ternyata sudah banyak pedagang-pedagang yang mulai berangkat ke pasar.

Menjelang subuh, kami mulai memasuki sebuah kawasan yang sepertinya lumayan padat penduduknya. Kami juga mencari mushola untuk sholat subuh dan buang air kecil. Entah kenapa, GPS Koko memberi arah untuk berbelok ke arah gang yang gelap. Begitu mobil masuk ke dalam gang, ternyata gang itu buntu dan GPS tetap saja mengarahkan untuk berjalan lurus. Dengan susah payah, Koko mengemudikan mobil dan memutar arah. Sesaat kemudian, kami semua melihat sebuah gapura yang ternyata adalah gapura makam. Kami semua berpandangan dan menyuruh Koko supaya buru-buru kabur dari tempat itu.

"Itu tadi gapura makam, kan? kalian semua liat, kan?" tanya Koko.

Diko yang berada di sampingnya menyahut "Iya, itu makam". Kami semua juga mengiyakan.

Beberapa saat setelah mobil berjalan, kami melihat sebuah plang penunjuk jalan bertuliskan Pantai Seruni. Koko langsung membelokkan mobil ke arah plang penunjuk jalan. Ternyata jalannya terjal, berbatu dan cukup sempit. Tak berapa lama, kami menemukan sebuah mushola kecil dengan lampu yang menyala terang. Kami berharap bertemu seseorang yang sedang sholat di sana, ternyata kondisi mushola sangat lengang. Hanya suara kokok ayam saja sekali dua kali terdengar. Benar-benar tak ada satupun orang di sana. Heran juga sih, ini kan waktunya sholat subuh, tapi kenapa tak ada seorangpun yang sholat di mushola itu.

Setelah menunggu beberapa saat dan bergantian buang air kecil, akhirnya ada seseorang yang lewat mengendarai sepeda motor. Sepertinya dia adalah pedagang ayam, karena ada keranjang ayam di bagian belakang motornya.

Untunglah orang itu berhenti ketika Koko memanggilnya. Tak lama kemudian, Koko kembali dan mengatakan kalau kami harus berbalik arah lagi karena jalan menuju pantai Seruni tak bisa dilewati karena ada tumpukan longsoran batu di tengah jalan. Akhirnya mobil berputar arah dan kami melanjutkan perjalanan. Jalanan yang kami lewati cukup lengang dan gelap.

Saya sempat bertanya pada Koko, " Bener nggak sih, ini jalan menuju pantai Seruni?"

"Kalo menurut GPS sih bener, mbak," jawab Koko.

Entah kenapa mobil sudah berada di jalan setapak, mirip jalan kampung. Sepanjang kanan kiri jalan adalah kebon yang ditanami pohon-pohon besar. Jalanan juga seperti tak berujung. Seperti tak ada satupun kehidupan di sepanjang jalan yang kami lalui.

jalan-ke-pantai-seruni


GPS yang kami andalkan tak berfungsi. Kami seperti berada di sebuah negeri antah berantah. Bingung arah dan tak tahu sebenarnya kami sedang berada di mana. Apalagi daerah itu juga berkabut. Kami seolah hanya berputar-putar di daerah itu saja. Saat itu kami hanya berharap, semoga bahan bakar mobil tidak habis di sana. Nggak bisa bayangin deh, gimana seandainya kalo itu benar-benar terjadi? Bisa-bisa kami berlima dorong mobil sampai ke SPBU yang entah ada dimana.

Selain Koko, kami semua pasang mata dan telinga siapa tahu ada jalan lain yang bisa dilalui atau melihat seseorang yang bisa kami tanyai. Hingga akhirnya, ada sesuatu yang menarik perhatian kami. Bentuknya cukup membuat kami bergidik ngeri, karena mirip dengan bentuk "poci". Kan ngeri kalo tiba-tiba sesuatu itu benar-benar "poci" dan meringis sambil mengejar kami. Koko memperlambat laju mobil yang makin lama maki mendekati "sesuatu" itu. Rupanya sesuatu yang mirip "poci" itu adalah sebatang pohon pisang yang ambruk dan menghalangi jalan. Hhhfft. Pohon pisang ambruk itu bener-bener mirip "poci" dan sukses bikin jantung kami berdegup kencang.

Etapi tunggu dulu, kayaknya di sekitar tempat yang kami lalui itu nggak ada pohon pisang, deh. Trus, kenapa ada pohon pisang ambruk nangkring di jalan yang kami lewati tadi?

Hiiiyyy......

Monday, 17 April 2017

Maggo : Obat Tradisional untuk Mengatasi Maag

11:37:00 17 Comments

Dear Friends,

Paling sedih deh, kalau tiba-tiba sakit. Apalagi kalau sakitnya sampai mengganggu aktivitas. Salah satu penyakit yang sering datang adalah maag. Salah saya juga sih, sudah tahu punya “maag” masih aja abai dengan pantangan yang harus dihindari. Tahu sendiri kan, kalau orang yang punya penyakit maag itu harus menghindari makan pedas, makanan yang rasanya asam, gorengan, kopi, alkohol, rokok dan nggak boleh telat makan. Dasar bandel, saya masih sering makan pedas dan minum kopi. Akibatnya tahu sendiri lah, maag saya kambuh.

Awalnya saya juga nggak begitu “ngeh” kalo saya menderita maag. Waktu itu saya merasa mual (pengen muntah), pusing kepala dan keluar keringat dingin. Tapi ternyata disertai nyeri di lambung. Rasanya nggak karu-karuan, deh.




Sebenarnya apa sih “maag” itu?

Sakit maag atau sering juga disebut dispepsia merupakan rasa nyeri yang berasal dari lambung, usus halus atau kerongkongan akibat sejumlah kondisi. Penyakit maag ada dua macam yaitu maag kronis dan maag akut.

Penyakit maag kronis adalah peradangan pada lambung yang muncul akibat dari bakteri bernama helicobacter pylori, bakteri ini yang memicu timbulnya luka pada lambung. Kalau lambung sudah luka dan infeksi karena bakteri ini, akibatnya bisa sangat membahayakan. Nggak boleh disepelekan karena bisa beresiko terkena kanker lambung. Huhuu, takuut.

Nah, kalau penyakit maag akut adalah penyakit maag paling yang sering kambuh atau dirasakan. Sakit maag bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) dan stres. Yang biasa terjadi pada saya sih karena makan makanan pedas. Eh, stres juga sih. Apalagi kalau ada pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi dan tentu saja dikejar deadline.

Lalu seperti apa gejalanya?

Gejala maag biasanya selain nyeri pada perut bagian atas, bisa berupa :
  • Perut bagian atas terasa panas
  • Cepat merasa kenyang saat makan 
  • Mual dan muntah
  • Kembung pada perut bagian atas
  • Refluks, yaitu kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan
  • Sering bersen­dawa
  • Terasa nyeri di ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dada, bahkan kadang terasa hingga punggung dan leher yang muncul setelah makan
Ini nih, yang sering terjadi kalau maag saya kambuh. Kalau kalian merasakan salah satu dari gejala tadi, bisa jadi itu tanda-tanda kalau kalian kena maag. Jangan sepelekan kondisi ini, ya.

Kalau sudah begini, harus segera minum obat yang bisa meredakan maag. Banyak sekali obat maag berbagai merk yang beredar di masyarakat. Bentuknyapun juga beragam. Ada yang berbentuk tablet maupun cair. Tapi kalau kalian menghindari obat-obatan yang mengandung zat kimia, mungkin sebaiknya memilih obat maag tradisional yang berbentuk jamu. Obat maag tradisonal berbentuk jamu yang aman dikonsumsi dan rekomended adalah Maggo.


Maggo adalah obat maag tradisional yang diproduksi dengan baik, aman dan higienis sesuai dengan proses CPOTB (cara pembuatan obat tradisional yang baik) yang ditentukan BPOM. Maggo hanya menggunakan bahan-bahan alami tanpa bahan kimia obat. Dikemas dalam sebuah kotak dan berisi 6 botol kecil (vial) dengan penutup berlogo Maggo.
Komposisi kandungan Maggo dalam tiap botolnya terdiri dari : 
  • Alpinia Galanga (lengkuas) 1,75 g 
  • Phaeolus Aureus (kacang hijau) 1,25 g 
  • Auricularia Polytricha (jamur kuping hitam) 1,25 g 
  • Curcuma Longa (kunyit) 0,50 g 
  • Syzygium Aromaticum (cengkeh) 0,25 g
Satu dus yang berisi 6 vial Maggo itu untuk dikonsumsi penderita maag selama 6 hari berturut-turut. Sebaiknya Maggo dikonsumsi sekali sehari saat perut kosong, boleh di pagi hari atau sebelum tidur. Setelah itu diperbolehkan makan setelah 30 menit mengonsumsi Maggo.


Cara membuat larutan Maggo juga sangat mudah. Seduh 1 vial Maggo dengan air panas sebanyak 150 cc. Maggo memiliki rasa jamu yang kuat dan pahit. Nah, bagi kalian yang nggak suka pahit boleh tambahkan madu utnuk meminimalisir rasa pahitnya. Aduk larutan Maggo dan minum.

Bagi penderita maag yang nggak suka minum obat kimia seperti saya, Maggo ini produk yang sangat rekomended. Maggo tidak memiliki efek samping karena Maggo merupakan obat tradisional yang terbuat dari bahan-bahan yang alami .

Dimana kita bisa membeli Maggo?

Untuk mendapatkan produk ini, kalian bisa membelinya melalui website resmi Maggo di https://maggo.co.id/ . Selain bisa membeli Maggo, kalian bisa mencari tahu semua hal tentang produk ini. Kalian juga bisa buka akun Intagramnya di @maggoid.

Untuk mencegah kambuhnya maag, sebaiknya kita menghindari makanan atau minuman yang memicu timbulnya maag. Selain itu, makan teratur, istirahat cukup, olahraga serta memperbaiki pola makan sebaiknya mulai dilakukan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan.

Yuk, jaga kesehatan kita ya, guys.



Follow Me @ikapuspita1