5 Menu Favorit di Bulan Ramadan

Dear Friends,
Tak terasa kita telah memasuki bulan Ramadan ya. Biasanya apa aja sih, yang teman-teman persiapkan selain persiapan fisik dan mental? Ada yang jawab, persiapan bikin menu buka dan sahur, ada pula yang menyiapkan kebutuhan selama bulan puasa, ada lagi yang jawab persiapan belanja lebaran *padahal puasa aja belom. LOL.

Persiapan yang saya lakukan sih nggak hanya fisik tetapi juga mental. Saya masih nggak bisa nahan nafsu amarah nih (pe er banget). Kalo habis marah sama anak-anak biasanya saya minta maafnya dengan bikinin  masakan favorit mereka. Hihi.

Kebetulan banget tema arisan blog kali ini adalah masakan favorit saat bulan Ramadan. Yang dapat arisan kali ini adalah sahabat saya tercinta mbakyu Hidayah Sulistyowati yang biasa dipanggil mbak Wati dan Ika Hardiyan Aksari aka Diyanika yang sering dipanggil Umi Ghifa. Pas banget ya, untuk menghadapi bulan Ramadan ini. Kali aja ada yang menginspirasi mereka bikin masakan yang sama.

Selama Ramadan biasanya saya masak masakan yang nggak ribet. Seringnya sih tumis-tumisan, soto, sop atau sayur bening gitu. Tapi kalo lagi males masak biasanya sih, saya beli sayur matang. Jadi tinggal masak nasi dan nyiapin takjil aja. 

Sebenarnya ada banyak makanan favorit saya dan keluarga di bulan Ramadan. Tapi ada 5 makanan yang paling favorit dan harus ada di meja makan tiap bulan Ramadan. Apa saja?

1. Fillet Kakap Cabai Hijau

Fillet kakap cabai hijau
Sebenarnya masakan ini nggak harus pake fillet kakap. Fillet ikan apapun bisa. Biasanya saya beli fillet yang sudah bersih. Yang paling sering sih, fillet ikan kakap ini. Cara membuatnya gampang banget, loh. Pengen nyoba bikin? Nih, saya kasih resepnya ya.
Siapin aja :
500 gr fillet ikan kakap, potong sesuai selera
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
10 buah cabai hijau
5 buah cabai rawit
4 sdm kecap manis
1 sdm saus tiram
1/2 sdm gula pasir
1 sdt garam
2 sdm minyak goreng 
100 ml air

Cara membuat :
  1. Potong fillet kakap sesuai selera, lumuri dengan air jeruk nipis, cuci bersih kemudian goreng setengah matang.
  2. Sembari menggoreng, iris-iris bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan cabai. 
  3. Siapkan wajan, panaskan minyak. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Setelah layu, masukkan irisan cabai, tumis hingga layu.
  4. Masukkan fillet ikan yang sudah digoreng, aduk-aduk. Tambahkan air. Aduk.
  5. Rambahkan kecap manis, saus tiram, gula pasir dan garam. Aduk lagi hingga rata.
  6. Tunggu hingga air menyusut. Koreksi rasa.
  7. Fillet ikan cabai hijau siap dihidangkan.
Tuuh kan, gampang banget bikinnya.

2. Soto Ayam/ Daging


Soto ayam
Biasanya anak-anak minta soto ayam atau daging sapi untuk dimakan saat buka puasa. Mungkin karena seharian puasa dan dehidrasi jadi pengennya makan makanan berkuah gitu ya. Biasanya sih saya tambahi lauk tempe goreng atau perkedel kentang. Aiih, jadi ngiler kaan.

3. Sup Jagung Manis

Sup jagung manis

Kalau sedang males masak, biasanya saya selalu membeli sup jagung di warung langganan. Sup jagung ini hanya dijual saat Ramadan saja oleh Ibu penjualnya. Harganya murah dan enak. Semangkuk besar sup jagung bisa saya habiskan sendiri, loh saking enaknya. Hihi.

4. Ayam Kecap

Ayam kecap
Ayam kecap ini bukan hanya favorit anak-anak saja tapi juga saya dan suami. Masaknya nggak butuh waktu lama kok. Biasanya ini menu buat sahur, sih. Tinggal cemplung-cemplung bumbu dan ungkep ayam hingga berkaramel. Hmm...sedaaap. Anak-anak makin bernafsu makan sahurnya. 

5. Pecel Sayur

Pecel sayur
Biasanya kalo sudah bosan dengan menu ikan, ayam atau daging, pilihan pertama untuk menu berbuka adalah pecel sayur. Tinggal rebus-rebus sayur, goreng tahu atau tempe dan nyiapin sambel pecel aja. Lauknya biasanya kalau nggak telur ceplok ya krupuk. Itu aja sudah meriah banget, loh.

Nah, itu dia 5 menu favorit saya dan keluarga saat bulan Ramadan, friends. Hidangan berbuka atau sahur nggak harus mahal dan ribet, kok. Sederhana tapi tetap bergizi.

Dan yang paling penting, jangan sampai berlebih-lebihan dalam menyiapkan hidangan karena sejatinya puasa itu melatih diri kita untuk menahan hawa nafsu. Kalau sudah terlanjur membuat masakan dengan jumlah banyak, boleh juga dibagi-bagi untuk orang yang membutuhkan. Itung-itung sedekah dan pahala kitapun makin berlimpah. *ceramah ala mamah dedeh.

Selamat menjalankan ibadah puasa ya, friends. Mohon maaf lahir batin. 😊😊


I Love Monday, Tren Millenial di JNE

 Dear Friends,

I Hate Monday. Entah kenapa kalo hari Senin bawaannya males aja, ya. Pengennya sih libur lagi dan nggak pengen weekend berlalu dengan cepat. Nggak hanya anak-anak sekolah ternyata fenomena "I Hate Monday" juga melanda di kalangan pekerja. Emang sih, hari Senin itu identik dengan hari "hectic" dimana anak-anak sekolah musti upacara, pegawai negeri apel pagi dan karyawan kantoran dimintai laporan mingguan.

Agar fenomena "I Hate Monday" tidak melanda berkepanjangan, maka banyak perusahaan yang membuat program khusus di awal pekan agar hari Senin menjadi spesial dan membangkitkan semangat baru untuk beraktivitas. Dunia kerja yang saat ini didominasi oleh anak-anak muda yang merupakan generasi milenial yang memiliki kebiasaan berbeda. Nah, kondisi seperti ini terjadi di hampir semua perusahaan termasuk JNE, yaitu sebuah perusahaan jasa pengiriman ekspres ternama di Indonesia.

Sebagian besar karyawan JNE mayoritas berusia antara 20-35 tahun dimana usia mereka termasuk dalam generasi milenial. Jadi JNE membuat program khusus bernama "I Love Monday" yaitu penerapan casual dress code bagi karyawan back office.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi mengatakan bahwa mulai bulan April 2017, setiap hari Senin karyawan back office bebas mengenakan pakaian casual dan mengekspresikan karakter diri masing-masing dalam penampilannya, namun tetap dalam etika maupun norma perusahaan. Hal ini menjadi langkah sederhana namun efektif dalam menambah keceriaan suasana kantor dan kenyamanan dalam aktifitas bekerja, terutama di hari Senin. Saat ini diawali dengan penerapan bagi karyawan di kantor pusat, tetapi selanjutnya casual dress code setiap hari Senin akan dijalankan juga oleh karyawan back office JNE di seluruh Indonesia.

Wah, asik ya karena para karyawan bisa memakai pakaian yang sesuai dengan karakter mereka. Asal jangan kostum aneh ya? Bisa-bisa jadi pusat perhatian dan malah bikin rekan-rekan kerjanya nggak fokus kerja. Hehe.

Karyawan JNE
Nggak hanya di lingkungan kerja saja, tren millenial juga mengubah kebiasaan aktivitas pengiriman paket yang dilakukan oleh masyarakat. Kalau 10 tahun lalu jasa pengiriman paket didominasi oleh pengiriman paket pribadi tapi sekarang aktivitas pengiriman paket sudah menjadi bagian dari banyak orang. Hal ini disebabkan karena perkembangan e-commerce yang menyentuh hampir semua produk-produk konsumsi dan perilaku masyarakat yang kini lebih menyukai aktivitas belanja online daripada belanja offline. Kondisi ini membuat JNE terus melakukan inovasi produk layanan maupun program lainnya.

Sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik, JNE tidak hanya berpartisipasi dalam bidang yang berkaitan dengan perekonomian, tapi juga bidang lainnya. Perkembangan teknologi membuka peluang bagi siapapun untuk melakukan aktivitas pengiriman paket dengan mudah karena internet. JNE pun selalu memiliki peran di berbagai bidang, seperti olahraga, pendidikan, sosial, budaya, dan sebagainya.

Pengetahuan yang semakin berkembang serta teknologi semakin canggih menuntut kita untuk lebih kreatif dalam menciptakan karya. Hal ini tentunya harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang turut berkembang juga. Pengembangan dan inovasi tidak hanya dilakukan dalam hal-hal besar saja tapi juga hal kecil seperti menciptakan suasana yang nyaman dan ceria.

Terbukti loh, dengan penerapan casual dress code setiap hari Senin dalam “I Love Monday” di JNE, antusiasme karyawan sangat tinggi. Bahkan karyawan yang berada di cabang pun turut meminta agar hal ini juga diberlakukan di seluruh Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan sampai membeli baju baru agar bisa fresh dan maksimal di awal pekan. Kalau sudah tampil fresh tentunya kepercayaan diri makin bertambah. Kreativitas akan muncul sehingga berdampak pada peningkatan produktifitas dan performa kinerja.

I Hate Monday? 

No. I Love Monday

Luka yang Menjadi Penanda


Dear Friends,
Kalo ngomongin masa kecil, saya selalu terkenang warna-warni kenangan yang menghiasinya. Masa kecil saya memang penuh warna. Bahagia, konyol, memalukan tetapi ada sedihnya juga.

Pas banget nih, lagi pengen mengenang pengalaman masa kecil yang tak terlupakan, mbak Nia Nurdiansyah dan mbak Anjar Sundari melemparkan topik ini. Sebenarnya semuanya berkesan dan pengen banget diceritakan, tapi kan harus milih salah satu yang paliing tak terlupakan, ya. Nah, kenangan yang akan saya ceritakan ini tak hanya meninggalkan bekas di ingatan tetapi juga membekas di badan. Apa, itu? Jom, bacalah!!

Teman-teman sekampung juga tahu kalo saya dulu cukup tomboy. Rata-rata teman sepermainan saya adalah anak-anak cowok. Dari dulu saya nggak begitu suka permainan cewek karena menurut saya kurang menantang. Saya lebih suka memanjat pohon, memancing, mandi-mandi di sungai, main ketapel, layang-layang atau perang-perangan daripada bermain masak-masakan atau boneka. Nggak heran, kulit saya paling legam diantara 3 saudara saya. Banyak bekas-bekas luka di kaki, tangan bahkan muka saya. 

Ada satu bekas luka yang hingga kini masih jelas terlihat di pipi kanan saya. Saat itu saya baru saja naik kelas 4 Sekolah Dasar dan baru mendapat adik baru (Arinta Adiningtyas baru lahir waktu itu). Seperti hari-hari biasa, saya selalu bermain dengan geng saya (semuanya cowok). Hari itu kami sepakat bermain perang-perangan dan sepedaan. Saat itu saya membawa pisau dapur milik Ibu, tentunya tanpa sepengetahuan beliau saat itu.

Singkat cerita, saya membonceng sepeda seorang teman dengan menghadap ke belakang. Pisau dapur masih berada di tangan kanan saya. Kami berkeliling menggunakan sepeda dan tertawa-tawa. Tiba-tiba saja, kaki saya nyangkut di pagar. Akibatnya saya jatuh, daaan...entah kenapa pisau dapur yang saya bawa menancap di pipi kanan saya. Pisau itu melukai bibir kanan dan pipi kanan saya. Dibantu tetangga, saya mencabut pisau dari pipi saya dan membuangnya. Darah segar mengucur dari pipi dan bibir saya. Ibu saya yang diberi tahu tetangga datang tergopoh-gopoh dan menangis melihat keadaan saya waktu itu. Tapi anehnya, saya tidak menangis sedikitpun (ini badak apa manusia, yak). 

Akhirnya saya dibawa ke rumah sakit menggunakan becak. Sepanjang perjalanan dari rumah ke rumah sakit berkali-kali saya memuntahkan darah. Saya sukses menjadi perhatian saat itu. Sesampai di rumah sakit saya langsung masuk ruang operasi dan mendapat 9 jahitan di pipi dan bibir saya. Udah mirip sama "preman bercodet" lah pokoknya waktu itu. Entah kenapa waktu itu saya juga nggak punya rasa ngeri atau takut melihat benang berwarna hitam yang menghiasi pipi dan bibir saya. 

Ibu dan keluarga besar sempat mengkhawatirkan luka di pipi saya itu. Bukan apa-apa, mereka ternyata takut kalau nantinya nggak ada laki-laki yang mau dengan perempuan bercodet seperti saya. Saya paham kekhawatiran mereka. Apalagi luka di pipi saya memang menarik perhatian hampir semua orang yang saya temui. Rata-rata dari mereka pasti bertanya "Itu pipinya kenapa?". 

Tetapi kekhawatiran keluarga besar tak terbukti. Nyatanya masih ada juga para cowok yang naksir sama saya, kok*sodorin list nama mantan. LOL.

Jika orang lain menyebut kejadian ini sebagai musibah, saya justru menganggapnya sebagai berkah. Apa pasal? Karena saat itu banyak orang yang menjenguk saya memberi "angpau", jadinya saya banyak duit. Bapak, Ibu, dan keluarga besar saya  menuruti apapun permintaan saya (terutama makanan dan mainan). Saya bahagiaaaa banget waktu itu. *so weird gal. LOL.😆😆

Belum kapok dengan luka di pipi, beberapa hari setelah kejadian saya kembali berulah. Saya terjatuh dari pohon melinjo setinggi 4 meter milik mbah putri. Saya memang tidak terluka waktu itu, tetapi tangan kiri saya patah. Malamnya tangan kiri saya diurut dan malam itu saya menangis karena tak tahan sakit. Selama sebulan tangan saya di gips dan harus digendong. Jadilah saat itu saya mirip dengan korban perang. Tangan kiri di gips, pipi kanan di perban. Bapak dan Ibu mungkin sering mengelus dada karena ulah saya. Maafkan anakmu ini ya, Pak, Bu. *lalu nangis di pojokan, nyesel. 😢😢😢😢

Berpuluh tahun kemudian ketika saya menikah dan punya anak, saya juga mengalami situasi yang sama dengan orangtua saya dulu. Anak saya yang kedua juga sering berulah (kayak saya). Entah berapa kali mas Aufa keluar masuk rumah sakit akibat ulahnya. Kepalanya sudah berhias 2 jahitan, dan 1 jahitan diatas alis. Ajaibnya tak pernah sekalipun dia menangis (saya yang nangis). Saya seperti mengalami "de javu". Baru tahu bagaimana khawatirnya orangtua saya waktu itu ketika anak saya mengalami hal yang hampir sama dengan saya.

Saya seperti diingatkan oleh Tuhan dengan kejadian yang menimpa anak lelaki saya. Dan doa-doa yang saya pinta setiap saat adalah cukuplah saya saja yang mengalaminya. Cukuplah saya yang memiliki luka sebagai penanda.




Memilih Investasi Syariah yang Aman dan Amanah

Dear Friends,

Apa yang biasanya kita lakukan setelah gajian? Belanja. Bayar tagihan-tagihan. Atau menabung?

Saya yakin hampir semua pasti menjawab belanja dan bayar tagihan-tagihan. Ya, kan?
Kalaupun nantinya ada sisa, jarang sekali uang sisanya kemudian ditabung. Seringnya sih, ikut habis juga. Itupun kalau ada sisa. Bahkan tak jarang uang gaji malah habis sebelum waktunya *ini saya, loh. LOL.

Pernah kepikiran nggak sih, untuk mengubah kebiasaan kita memperlakukan uang gaji? Uang gaji kita tabung dulu, baru sisanya kita belanjakan. Bisa nggak ya, kira-kira?

Dokpri. Kalo kamu tim yang mana?
Pernah terpikir nggak sih, kalau tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan tapi kita nggak punya dana cadangan? Sementara kita sangat butuh dana dalam waktu cepat. Mau jual warisan? Iya kalau langsung laku *iya kalau punya warisan. LOL

Ngeri kan kalau hal itu  benar-benar kejadian sama kita?

Kalau sampai hal itu terjadi, karena kita sering menunda dan mengabaikan masa depan kita. Akibatnya kita jadi repot sendiri karena tidak punya simpanan untuk masa depan. Masa sih, kita mau hidup begini-begini aja? Nggak pengen hidup tenang di masa pensiun?

Nah, mumpung masih dalam usia produktif, sebaiknya kita segera insyaf deh. Kita mulai persiapkan kebutuhan hari tua sejak dini. Semakin menunda, kerugian yang akan kita alami semakin nyata. Tahu sendiri, kan bagaimana kebutuhan hidup semakin hari bertambah banyak dan harga-harga semakin naik.

Tuh kan, nyesel banget kenapa nggak mulai dari dulu-dulu, ya. Eits jangan putus asa dulu, dong. Belum telat-telat banget lah untuk memulainya.

Ada beberapa prinsip yang harus dipegang, agar masa depan kita terjamin.  Prinsip tersebut antara lain  Insyaf, Irit dan Investasi.
  • Insyaf. Sadar bahwa kebutuhan hari tua ternyata besar dan untuk menghadapinya kita harus segera mempersiapkannya sejak awal. Kalau ditunda-tunda terus bisa-bisa dana pensiun kita nanti nggak terkejar.
  • Irit. Irit bukan berarti pelit, loh. Kita bedakan saja yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Ubah kebiasaan yang tanpa kita sadari ternyata bisa membuat kita boros. Misalnya nih, daripada ngopi di kafe mending kita bikin kopi sendiri di rumah, daripada jajan mending bawa bekal dari rumah atau yang biasanya makan dengan lauk bermacam-macam, kurangi jadi satu macam saja. Nah, udah bisa irit banyak tuh.
  • Investasi. Mulai menyisihkan penghasilan kita untuk investasi. Investasi itu macem-macem, loh. Ada baiknya kita cari tahu terlebih dulu, investasi seperti apa yang cocok buat kita.
Ngomong-ngomong soal investasi, investasi itu beda loh dengan menabung. Baca baik-baik perbedaannya, ya.

Baca baik-baik ya
 Udah dibaca? Sudah tahu kan bedanya nabung dengan investasi?

Lalu, investasi seperti apa yang cocok bagi pemula seperti kita?

Cari tahu dong, seperti saya dan teman-teman beberapa hari lalu. Kebetulan pada tanggal 12-14 Mei lalu ada acara Keuangan Syariah Fair 2017 di Mall Paragon. Ada banyak lembaga keuangan yang menawarkan berbagai produk keuangan syariah. Salah satu yang membuat saya tertarik adalah produk dari Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Bu Yeti dan Mas Surya dari MAMI menjelaskan tentang MSSI
Ternyata pada tanggal 12 Mei 2017 yang lalu, Manulife Aset Manajemen Indonesia telah merilis produk reksa dana syariah yaitu ManulifeSyariah Sukuk Indonesia (MSSI). Reksadana MSSI dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengembangkan dana simpanannya sesuai dengan prinsip syariah, akadnya sesuai syariah dan bebas MAGHRIB (Maisir, Gharah, Riba). Apalagi selain dibawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), MSSI juga diawasi oleh Dewan Syariah Nasional MUI, jadi kita bisa tenang, deh.

Bu Yeti dari Manulife memaparkan bahwa kita bisa berinvestasi di Manulife Syariah Sukuk Indonesia hanya dengan Rp 10 ribu saja. Beneran nih Rp 10 ribu, doang?

Iyaa. Investasi seharga rujak, doang. Mau? Mau?

Bu Yeti menjelaskan bahwa investasi reksa dana itu diibaratkan seperti hal nya membeli rujak. Dengan uang Rp 10 ribu kita sudah bisa makan beberapa jenis buah, modalnya sedikit tetapi bisa dapat banyak. Nah, kalau menabung, ibaratnya kita punya uang Rp 10 ribu tapi cuma bisa membeli satu jenis buah saja. Mana yang lebih menguntungkan?

Karena merupakan reksa dana syariah, MSSI berusaha untuk Amanah. Selain menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito syariah, reksadana ini juga akan membagikan dividen. Reksa dana MSSI ini menjadi reksa dana syariah pertama membagikan dividen bagi para investornya. Selain itu reksa dana MSSI memiliki tingkat risiko yang relatif rendah, karena pemilihan aset yang diinvestasikan di portofolio reksa dana MSSI adalah sukuk dengan tenor yang pendek. MSSI ini memiliki likuiditas yang tinggi, sewaktu-waktu investor butuh dana, reksa dana bisa dicairkan dengan mudah dan cepat.

Banyak yang tertarik berinvestasi di Manulife Syariah Sukuk Indonesia
Gimana sih caranya berinvestasi reksa dana syariah di Manulife Syariah Sukuk Indonesia ini? 
Gampaaaang. Bahkan, kita nggak perlu meninggalkan rumah untuk berinvestasi karena bisa registrasi secara online. Kunjungi website klikMAMI, kemudian registrasi sebagai investor baru. Setelah mengisi data dan melengkapi persyaratan, kita sudah bisa mulai bertransaksi. Kita bisa melakukan top up, membeli produk reksa dana baru, mencairkan dana atau memantau pergerakan dana kita melalui online. Yaa...kita tinggal ongkang-ongkang kaki di rumah, biarkan uang kita yang bekerja. Asyik, kan.

Ayoo...siapa mau punya masa depan cerah? Yuk, mulai berinvestasi. 



So Happy Meating You Here, at De Meat Steak House


Dear Friends,
Teman-teman suka makan steak? Biasanya kalian makan steak apa? Chicken Steak, Fish Steak atau Beef Steak? Apa jangan-jangan, kalian suka semuanya?

Kalo ngomongin makanan yang satu ini yang kebayang adalah sepotong daging yang di panggang dengan tingkat kematangan yang bisa dipilih, berpadu dengan saus khas, setup sayuran dan kentang wedges atau french fries *duh, mouth watering.  Jadi lapeeeer.

Bagi kalian yang suka menjajal olahan berbahan daging ini mungkin kalian harus mencoba steak ala De Meat Steakhouse. Setelah sukses membuka outlet pertamanya di Makasar tanggal 7 Oktober 2016 lalu, kali ini DeMeat Steakhouse juga membuka outlet keduanya di Semarang pada tanggal 29 April 2017. DeMeat Steakhouse ini berlokasi di jalan Rejosari VII no. 3 Semarang bersebelahan dengan klinik Natasha. Gampang banget kok nyari lokasinya.

Dikenal sebagai Steakhouse premium, DeMeat menyajikan berbagai pilihan menu dari daging pilihan seperti Wagyu Beef, US Beef dan Australian Beef. Tentunya kalian juga bisa memilih tingkat kematangan dan rasa yang disuka. Mau medium, rare atau weldone. Kalian sukanya yang mana?

Tokusen Sirloin MB5 ala DeMeat Steakhouse
Salah satu menu yang beberapa waktu lalu sempat saya coba adalah Tokusen Sirloin MB5 ini. Karena menggunakan  Tokusen Beef yang berasal dari Jepang nggak heran kalo dagingnya empuk. Nggak ada ceritanya harus "bertarung" dengan daging steak yang alot, deh. Kita tetap bisa makan steak dengan cantik, kok. Hehe.

Eits jangan lupa, sausnya itu enak loh. Saus steak DeMeat Steakhouse diracik dengan resep khusus kreasi Chef yang sudah berpengalaman di bidang kuliner selama bertahun-tahun. Pantesan, enak banget.

Plater, bisa buat rame-rame
Selain steak, DeMeat Steakhouse juga menyediakan beberapa menu pilihan, antara lain pasta, burger, Salmon, salad, hingga bermacam menu dessert. Jadi buat kalian yang lagi bosen dengan menu daging, bisa pilih deh menu-menu tersebut. Semua menu yang tersedia diolah oleh para Chef berpengalaman dan menggunakan bahan-bahan pilihan yang selalu segar.

Owl Cake, salah satu dessert  favorit di DeMeat Steakhouse
Banyak juga loh pilihan dessert yang bisa kalian coba. Ada Choco Bomb, Vanilla Dome, Tiramisu yang disajikan dengan saus kopi yang terpisah, Strawberry Cheese Cake, Owl Cake yang pemesanannya dibatasi karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama dan banyak lagi yang lainnya.

DeMeat Steakhouse tidak hanya menyediakan maincourse menu saja, tetapi lengkap mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup. Misalkan kalian sudah kenyang, kalian juga bisa kok pesen-pesen dessert sambil ngopi.

Loh, kok bisa? Ya bisa, dong.

Jadi kalian bisa ngopi di ngopi-ngopi di NOX Caffee Boutique yang juga berada di dalam satu gedung dengan DeMeat Steakhouse. Kalian bisa mencoba berbagai jenis kopi koleksi NOX Caffee, mulai dari kopi Gayo, coffee latte dan lainnya. Kalian bisa pesan custom made, jadi kopinya dibuat sesuai keinginan kalian. Suka-suka kalian lah, mau kopi yang seperti apa.

Proses brewing kopi
DeMeat Steakhouse memang tempat yang cocok buat para meat lover maupun coffee lover. Dengan kisaran harga makanan antara Rp 15 ribu hingga Rp 300 ribu, kalian sudah bisa menikmati makanan dan minuman dengan kualitas premium.

Oh iya, dalam rangka opening DeMeat Steakhouse di Semarang, ada promo diskon hingga 50% loh mulai tanggal 29 April hingga 31 Mei 2017. Kapan lagi coba, makan steak dengan rasa premium cuma bayar separuh harga?  Nggak cuma bulan ini saja, karena akan ada promo-promo menarik lainnya di setiap bulannya. Buruan deh, ajak keluarga, teman, sahabat, pacar kalian ke DeMeat Steakhouse.

Ada yang mau ngajak saya? So Happy Meating You Here, at De Meat Steak House

Nyeteak bareng sahabat blogger

DeMeat Steakhouse
Jl. Rejosari VII no.3 Semarang
IG : @demeatsteak

Berkunjung ke Omah Herborist bersama Blue Bird


Dear Friends,

Beberapa hari yang lalu saya "envy" berat karena teman-teman saya piknik "wisata industri" ke Omah Herborist. Dengan hebohnya mereka memamerkan hasil belanjaannya di Omah Herborist. Iyah, mereka memborong berbagai jenis kosmetik untuk perawatan kecantikan dan kesehatan seluruh tubuh. Bagi perempuan seperti saya dan teman-teman pasti rata-rata concern lah, kalo bicara soal perawatan kecantikan dan kesehatan tubuh. Jadi, selain piknik ternyata kesempatan berada di Omah Herborist mereka manfaatkan untuk memborong beberapa produk. Produk-produk kecantikan dan kesehatan yang ada di Omah Herborist harganya lebih murah dari yang ada di pasaran, jadi nggak heran deh kalo mereka semua pada borong-borong.

Photo by mb Uniek : Bersama Pak R. Nurwijaya, Branch Manager Blue Bird (Semarang Yogya)
Beruntung, saya dan beberapa teman blogger bersama Blue Bird akhirnya berkesempatan juga berkunjung ke Omah Herborist. Omah Herborist berada di Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, Semarang Barat bernaung di bawah PT Victoria Care Indonesia yang memproduksi berbagai macam produk perawatan kecantikan dan kesehatan. Semua produk PT. Victoria Care Indonesia ini berbahan baku herbal. Pantesan aja, begitu masuk ke area Omah Herborist, aroma wangi herbal tercium di seluruh penjuru ruangan. Kayaknya bakalan betah banget kalaupun harus berada di sana seharian. Serasa berada di dalam sebuah spa, deh.

Selain bermaksud untuk wisata industri, kedatangan Blue Bird ke Omah Herborist adalah untuk penandatanganan nota kesepakatan kerjasama (MoU) antara pihak Blue Bird dan Omah Herborist. Kerjasama ini dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Omah Herborist bersama Blue Bird dimana nantinya wisatawan yang datang menggunakan armada Blue Bird akan mendapatkan diskon sebesar 15% setiap pembelian produk-produk kecantikan di Omah Herborist.

Pak Widianto (Omah Herborist) dan Pak R. Nurwijaya (Blue Bird)
Pak Widi berharap bahwa dengan adanya kerjasama ini, kunjungan wisatawan ke Omah Herborist lebih meningkat dari sebelumnya. Apalagi dengan adanya promo diskon 15% untuk tiap pembelian produk-produk dari Omah Herborist, pasti wisatawan akan semakin tertarik. Promo diskon 15% ini hanya berlaku jika wisatawan datang menggunakan armada Blue Bird melalui aplikasi My Blue Bird atau menggunakan Golden Bird dan Big Bird.


Kedua belah pihak yakin bahwa kerjasama ini akan membuahkan hasil yang signifikan, mengingat armada Blue Bird memiliki jaringan cukup luas. Apalagi Omah Herborist memiliki beberapa kelebihan sebagai destinasi wisata. Selain wisata industri, dimana kita bisa melihat proses pembuatan produk-produk kecantikan dan kesehatan kita juga akan belajar tentang warisan sejarah herbal tradisi peninggalan nenek moyang serta belanja produk-produk kecantikan.

Selain bekerjasama dengan Omah Herborist, sebelumnya Blue Bird juga melakukan kerjasama dengan beberapa pelaku usaha lain. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap promosi dan wisata khususnya di kota Semarang.

Setelah penandatanganan nota kesepakatan kerjasama (MoU) antara Omah Herborist dengan Blue Bird, kami semua diajak untuk melihat secara langsung proses produksi berbagai jenis produk perawatan kecantikan dan kesehatan. Untuk masuk ke area produksi, kami harus mengenakan baju khusus karena memang semua harus steril dan dalam keadaan bersih. Selain melihat proses produksi, dari awal hingga proses packing, kami juga diajak melihat lokasi pengolahan limbah yang nantinya akan diambil oleh pihak ketiga. Kami juga diajak melihat sebuah tayangan tentang sejarah pemakaian herbal yang diolah untuk perawatan kecantikan maupun kesehatan bagi manusia. Ternyata nenek moyang kita hebat ya, bisa mengolah bahan-bahan herbal menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi manusia hingga kini.

Surganya pecinta perawatan tubuh
Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Selesai acara, kami semua dipersilahkan untuk berbelanja produk-produk perawatan kecantikan dan kesehatan. Produk perawatan dari ujung kepala hingga ujung kaki tersedia di Omah Herborist. Ada shampoo, parfum/ cologne, body scrub, body lotion, pewarna rambut, sabun dengan berbagai bentuk dan bahan berbeda, minyak zaitun dan banyak lagi lainnya membuat kami semua kalap. Iya, kami benar-benar kalap belanja. Kapan lagi coba, belanja produk-produk perawatan dengan harga pabrik?

Liat aja nih, hasil belanjaan kami
Kalian pasti pengen juga, kan? Boleh loh, berkunjung ke Omah Herborist bareng teman-teman kalian. Selain bisa wisata industri, kalian juga bisa sekaligus wisata belanja produk-produk kecantikan dan kesehatan. Nah, kalian bisa manfaatkan promo diskon 15% dari Omah Herborist juga, loh. Asalkan kalian datang ke Omah Herborist menggunakan armada Blue Bird melalui aplikasi My Blue Bird ataupun armada Blue Bird lain. Kalian juga akan mendapatkan diskon Rp 20 ribu dari Blue Bird. Kapan lagi dapat dobel diskon begini?

Sstt, kalo kalian mau ke Omah Herborist, jangan lupa ajak aku ya?




Pakai 5 Cara Ini Supaya Uang Bulananmu Tidak Cepat Habis


Dear Friends,

Adakah diantara teman-teman yang tinggal di kost? Nah, bagi kalian yang sekarang sedang tinggal di kost atau istilahnya "ngekos", baik untuk keperluan pendidikan maupun pekerjaan, tentunya harus menghemat biaya bulanan, ya.  Hal ini dilakukan agar anggaran bulanan tidak habis sebelum tanggal tua. Namun seringkali "konsistensi" tidak dimiliki oleh setiap orang, ada saja keperluan mendadak yang tidak bisa diprediksi sehingga uang habis sebelum tanggal tua. Kayaknya ini sudah seperti cerita klasik ya buat anak kost. Penyebab habisnya uang bulanan sebelum waktunya bisa jadi karena banyak hal. Bukan hanya karena terlalu banyak shopping, tetapi juga karena gagal berhemat. Gagal berhemat disebabkan karena sistem yang digunakan kurang tepat.

Nah, bagi kalian yang sering gagal berhemat, coba deh pakai 5 cara berikut ini agar uang bulananmu tidak cepat habis. Simak baik-baik, ya!

1. Belanja Sesuai Kebutuhan

Belanjakan uang bulananmu karena memang kalian butuh bukan karena kalian ingin. Biasanya saat mendapatkan uang gaji atau uang dari orang tua, kita akan langsung menyerbu toko swalayan atau mall untuk membeli barang-barang yang sebenarnya nggak perlu-perlu amat. Terkadang, kita rela membeli barang-barang paling "kekinian", padahal barang sejenis masih ada di rumah sendiri. Nah, mubazir kan. Jadi agar kalian bisa menyelamatkan uang bulanan kalian, sebaiknya belanjalah sesuai kebutuhan.

2. Survei Harga Tempat Makan

Meskipun berusaha untuk menghemat biaya bulanan, kalian juga masih bisa kok makan enak. Tapi sebaiknya sebelum makan di kafe, kalian cari tahu terlebih dulu harga makanan yang dijual di kafe maupun tempat makan lainnya. Kalian bisa saja melakukan survei harga dengan mengunjungi satu persatu tempat makan tersebut. Bisa juga dengan cara yang lebih mudah dan murah yaitu dengan melakukan browsing. Kalian bisa mengunjungi situs-situs brand kuliner lalu cek daftar harga yang ditawarkan oleh situs-situs tersebut. Selain itu kalian juga bisa melakukan survei harga lewat sosial media seperti Twitter atau Instagram. Pokoknya kalau kalian mau "ngirit", sebaiknya rajin-rajin deh survei harga makanan.

3. Gunakan Voucher

Sekarang ini lagi ngetren belanja lewat online shop ya. Ya karena belanja online memang lebih mudah dan efisien. Tinggal buka market place, lihat-lihat barang, pilih trus bayar. Nggak capek-capek lagi keluar rumah dn keliling mall. Ya, kan. Nah agar biaya bulanan kalian selamat dan tetap bisa berhemat, kalian bisa memanfaatkan online shop yang menawarkan promo berbentuk voucher. Salah satunya yaitu Blibli yang merupakan salah satu online shop berkonsep mall terbesar di Indonesia. Dengan menggunakan voucher Blibli, tentunya kamu bisa belanja keperluan bulanan dengan biaya yang lebih murah. Nah voucher Blibli 2017 ini bisa kamu temukan di situs Blibli maupun di beberapa situs yang berafiliasi dengan Blibli. Jadi, selamat berburu voucher ya!

4. Cuci Baju Sendiri

Di era yang semakin instan seperti sekarang, menggunakan jasa laundry untuk mencuci pakaian adalah pilihan paling umum. Namun sebenarnya kalian pun bisa mencuci pakaian sendiri, loh. Dengan mencuci pakaian sendiri, kalian bisa berhemat. Akhirnya uang yang harusnya keluar untuk laundry bisa disimpan atau ditabung.

5. Manfaatkan Wi-Fi Gratis

Jaman serba online membutuhkan kuota internet yang tak sedikit. Coba kalau nggak ada kuota, dunia seakan terasa hampa kan ya. Karena itulah kadang uang bulanan bisa cepat habis karena kuota internet yang membengkak. Nah supaya kalian bisa berhemat, kalian bisa menyiasatinya dengan manfaatkan fasilitas-fasilitas umum yang menyediakan akses Wi-Fi gratis. Lumayan kan, kita jadi bisa berhemat.

Coba deh kalian yang masih "ngekos" pakai 5 cara ini. Lumayan bisa berhemat, loh. Jadi kalian nggak bakal tekor dan uang bulanan kalian bisa bertahan sampai akhir bulan.