Monday, 31 July 2017

Buku Bergizi nan Menginspirasi

07:51:00 11 Comments
Dear Friends,

Kalau ditanya mengenai buku favorit, maka jawaban saya pasti "banyak". Terutama buku-buku fiksi. Kalau sedang rajin baca, dalam seminggu bisa tiga sampai empat buku yang saya baca. Sayangnya akhir-akhir ini, lebih banyak malesnya daripada rajinnya. Aiih, jadi malu.

Tema arisan blog kali ini adalah buku favorit yang menginspirasi kehidupan sehari-hari. Kayaknya simple tapi kok susah ya. Tapi demi mbak Vita Pusvitasari yang rajin banget update blog dan suka traveling juga mbak Anita Makarame yang bentar lagi punya dedek bayi, apapun dilakukan deh. Terutama karena harus mengingat-ingat, buku apa saja yang pernah saya baca dan menginspirasi hingga kini. Kayaknya sih, hampir semuanya menginspirasi buat saya. Tapi kan harus memilih yang paling, ya.

Sebenarnya ada beberapa buku yang cukup menginspirasi dan sedikit banyak saya terapkan di kehidupan sehari-hari. Chicken Soup (terutama yang for the Couple's Soul), Gurunya Manusia dan Sekolahnya Manusia.

Chicken Soup for  the Couple's Soul karang Jack Canfield, Mark Victor Hansen, dkk

Chicken Soup for the Couple's Soul
Chicken Soup for Couple's Soul merupakan sebuah kumpulan cerita tentang cinta, roman, dan hubungan antar manusia yang menyentuh hati, terutama untuk manusia yang memiliki pasangan. Buku ini berisi motivasi,
Saya mengenal buku ini ketika awal-awal menikah. Waktu itu saya merasa harus belajar bagaimana bersikap terhadap pasangan. Buku ini mampu membangkitkan semangat saya untuk menjalani hidup bersama pasangan saya (waktu itu saya baru menikah), meyakinkan diri bahwa "he is the one" melalui kisah-kisah di dalam buku Chicken Soup ini. Saya jadi percaya pada diri sendiri dan memiliki tekad yang kuat untuk menjalani hidup bersama pasangan. Pokoknya, buku ini rekomended banget baik buat orang-orang yang sudah memiliki pasangan ataupun yang belum memiliki pasangan. 
Oh iya, Chicken Soup ini banyak  macamnya. Ada Chicken Soup for The Couple's Soul, Chicken Soup for the Teacher's Soul, Chicken Soup for The Teenage Soul, Chicken Soup for The Entrepeneur's Soul dan banyak lagi. Buku-buku ini bergizi banget untuk orang-orang yang butuh motivasi seperti saya.

Gurunya Manusia dan Sekolahnya Manusia karangan Munif Chatib

Gurunya Manusia dan Sekolahnya Manusia
Saya membeli buku ini ketika kuliah tahun 2009-2013 lalu atas rekomendasi Dosen saya. Sebenarnya ada tiga buku sih. Yang satu berjudul Orangtuanya Manusia. Sayangnya, dulu stocknya masih terbatas, jadi nggak kebeli.

Buku-buku ini yang mengubah mindset saya tentang konsep belajar. Apalagi saya dulu adalah seorang pendidik yang masih menggunakan cara konvensional ketika mengajar di kelas. Yah, karena saya sendiri adalah produk pembelajaran konvensional, dimana nilai akademik yang jadi acuannya. Saya jadi kurang peka terhadap kondisi anak-anak didik saya. Semuanya saya anggap memiliki kemampuan dan kemauan yang sama. Dalam pikiran saya saat itu hanyalah bagaimana saya menyampaikan materi pembelajaran pada anak didik saya. Saya tidak pernah berpikir, apakah semua anak didik saya paham akan materi yang saya sampaikan. Saya juga tidak bertanya apakah anak-anak senang dan nyaman pada apa yang saya sampaikan.

Pak Munif mengajarkan bahwa tiap anak dilahirkan dengan kecerdasan yang berbeda. Oleh karena itu, cara belajarnya juga bisa saja berbeda. Nah, Pak Munif mengajarkan untuk fokus kepada kecerdasan yang dimiliki oleh anak dan kreatif dalam membuat program pembelajaran. Pak Munif dalam bukunya juga mengajarkan untuk fokus terhadap proses belajar daripada hasil akhir.

Sedikit demi sedikit, apa yang terdapat dalam buku tersebut saya terapkan pada anak-anak. Anak-anak saya belajar sesuai dengan minat mereka. Meski sempat menimbulkan perdebatan antara saya dan suami, tetapi akhirnya suami mengerti dan mulai satu visi dengan saya.

Buku-buku bergizi inilah yang menginspirasi saya hingga kini. Belajar bisa dilakukan dengan menyenangkan, sesuai dengan bakat dan minat yang mereka punya.

Nah, kalau kalian, punya buku favorit apa nih? Boleh dong, share di komen.


Monday, 24 July 2017

Punya Barang Preloved? Jual Aja di Carousell!

13:53:00 30 Comments
Dear Friends,

Tiap habis Lebaran seperti ini, saya punya kebiasaan bersih-bersih lemari. Ngeluarin pakaian-pakaian yang lama tak terpakai atau yang sudah nggak bisa dipakai. Pasalnya tiap tahun pasti isi lemari selalu bertambah. Bukan karena habis borong pakaian, sih. Tapi karena dapat lungsuran dari saudara. *iyah, saya sering dapat lungsuran pakaian. LOL.

Selain dapat lungsuran pakaian, biasanya bersih-bersih lemari untuk mengurangi isinya. Ternyata, dari bertumpuk-tumpuk pakaian itu banyak yang jarang bahkan sama sekali tidak dipakai karena sudah nggak muat di badan. Maklum ya, badan saya ini sekarang tumbuhnya ke samping, bukan keatas lagi. Nasiiib. *ketawa lagi. LOL. Padahal kondisi pakaian masih bagus dan masih layak banget untuk dipakai.

Itu baru baju. Nasib rak sepatu juga begitu. Tumpukan sepatu yang tidak terpakai juga sudah memenuhi rak. Kalau yang sudah jelek banget sih, biasanya dibuang. Tapi kalau yang masih layak pakai, sayang dong kalau dibuang begitu aja?

Trus, itu baju dan sepatu musti diapain dong, biar nggak menuh-menuhin lemari?

Sebagian dibagikan ke saudara, sebagian lagi dijual.

Dijual dimana? Emang bisa jualan barang preloved?

Nggak usah “ndeso” gitu, ah. Sekarang tuh, apa-apa ada. Mau jual atau beli barang preloved juga ada aplikasinya. Namanya Carousell. 

Carousell adalah aplikasi jual beli barang bekas (preloved) yang bisa dengan mudah di download di ponsel kita. Mau jual atau beli barang preloved, cukup download aplikasinya, daftar, lalu kita mulai jualan deh.

Saya yang baru pertama kali nyoba jualan online aja, terbantu banget dengan aplikasi Carousell. Fitur-fitur yang terdapat di Carousel itu aplikatif, gampang banget digunakan. Kita juga bisa menjual barang yang sesuai dengan kategori yang terdapat di aplikasi Carousell. Mulai dari Preloved Fashion Wanita, Preloved Fashion Pria *bongkar lemari suami, Kesehatan dan Kecantikan, Orangtua, Bayi dan Anak, Buku dan Alat Tulis, Barang Mewah, Fotografi bahkan sampai Peralatan Rumah Tangga juga ada.



Sayapun langsung memilih barang-barang apa yang hendak saya jual di Carousell. Setelah itu, barang langsung saya foto memakai aplikasi Carousell. Nggak perlu kuatir soal kualitas foto, karena Carousell juga memiliki fitur-fitur untuk mengedit dan mempercantik tampilan barang jualan kita. Jadi, nggak usah khawatir foto barang dagangan kita nggak bagus karena Carousell bisa membantu kita untuk mempercantik tampilannya.

Setelah mengubek-ubek rak sepatu, akhirnya ada 3 sepatu yang saya jual, yaitu 1 wedges dan 2 sepatu sandal. Semuanya saya jual karena sudah tidak bisa dipakai lagi. Padahal kondisinya masih bagus, loh. Daripada cuma nganggur aja di kotak sepatu, ya udah deh jual aja. Kalo laku kan, lumayan juga. Itung-itung bantu orang lain juga yang mungkin butuh sepatu. Ya, nggak?


Selain bisa jual beli di Carousell, kita juga bisa bergabung dengan grup tertentu seperti Batik Lovers, Zara Fashionistas, Nike Sports dan sebagainya. Setelah gabung dengan grup, kita juga bisa mempromosikan barang-barang yang kita jual. Tapi ingat, promosi yang kita lakukan harus disesuaikan dengan grupnya, ya.

Serunya lagi, kita juga bisa barter dengan sesama member loh. Jadi, tukar barang dengan barang. Kalau memang kita menerima barter, tulis saja di profil kita kalau kita menerima barter. Jangan lupa gabung dengan grup #BarterYuk , ya.

Kalian juga bisa loh, jualan atau beli barang preloved di Carousell. Caranya, download aplikasi Carousell baik untuk android ataupun iOS, daftarkan diri kalian lalu isi data diri, dan lokasi tempat tinggal kalian. Setelah itu, kalian sudah bisa langsung bertransaksi, baik jual ataupun membeli barang.

Saya aja jadi semangat jualan nih, meskipun barang preloved jualan saya belum laku. Setelah ini, mulai bongkar-bongkar lemari suami dan anak-anak, ah. Siapa tahu, ada yang bisa dijual lagi. Haha.

Jadi, kalian punya barang preloved? Jual aja di Carousell!




[Review] Lulur dan Masker Rempah Roro Mendut, Budaya Cantik Indonesia

12:51:00 12 Comments
Dear Friends,

Nggak terasa ternyata tahun ini adalah tahun keempat saya kembali tinggal di kota Semarang. Dulu saya pernah tinggal di Semarang tetapi karena sesuatu hal saya harus tinggal di Purworejo selama beberapa tahun. Dan bersyukur kini saya kembali lagi ke kota Semarang dan berkumpul dengan keluarga saya tercinta.

Kota Semarang memang dikenal sebagai kota dengan suhu yang lumayan panas. Berbeda dengan kota tempat saya tinggal sebelumnya yang cukup adem. Kondisi ini menyebabkan perubahan yang cukup signifikan terhadap kulit saya. Apalagi saya juga sering bepergian menggunakan sepeda motor, otomatis kulit saya sering terpapar sinar matahari, debu dan kotoran. Menurut beberapa sahabat dan keluarga, kulit saya lebih gelap dari sebelum saya tinggal di Semarang.

“Kulitmu kok sekarang jadi eksotis (baca : hitam) gitu sih?” ujar seorang teman saya beberapa waktu lalu.

“Iya nih, panas-panasan melulu, kulitnya jadi begini. Keliatan kusam banget, ya,” tanya saya.

Duh, parah nih. Kalau dibiarkan, lama-lama makin gelap dong kulit saya. Lalu saya bandingkan kulit saya dengan kulit teman saya. Lalu dengan malu-malu saya tarik lagi tangan saya. Ya ampun, kulitnya dan kulit saya bagaikan gula dan kopi. Kulitnya putih, bersih, lembut sedangkan kulit saya gelap dan kasar. Iih, kesannya jadi dekil banget gitu deh.

“Makanya kulitnya dirawat dong biar nggak kusam begitu,” ujar teman saya ketika melihat kulit tangan saya. “Luluran atau maskeran gitu, loh, “lanjut teman saya.

“Ribet banget kalo harus ke spa segala. Duitnya itu, loh ,” saya nyengir malu.

“Hei, siapa juga yang nyuruh kamu ke spa. Luluran sama maskeran sendiri di rumah kan bisa. Kapan-kapan deh, aku kirimin lulur sama masker spesial yang biasa aku pakai buat kamu.”

Mata saya langsung berbinar begitu dengar kata-katanya. Siapa yang nggak seneng dikirimi lulur sama masker gratis. Hihi, saya mah gitu orangnya.

Setelah beberapa waktu, benar saja teman saya mengirimi satu box berisi lulur, masker dan secarik kertas berisi pesan singkat. Kirain waktu itu, dia cuma basa-basi doang.

“Ini lulur dan masker yang biasa aku pakai. Pasti kamu cocok. Pakai secara rutin, ya. Kalo lulur sama maskernya sudah habis, beli sendiri ya! Wkwkwk. “

Saya terkikik sendiri membaca pesannya. Penasaran lulur dan masker seperti apa yang bisa membuat kulitnya putih, bersih dan lembut begitu.

Box bertuliskan Roro Mendut Treatment Inside ini berisi 2 bungkus Lulur Rempah Hitam Whitening dan 3 bungkus Masker Rempah Hitam Whitening. Pertama kali membuka kemasannya, langsung tercium aroma rempah yang khas dan wangi.

lulur-masker-roro-mendut
Masker dan Lulur Rempah Hitam Roro Mendut
Meskipun sudah melihat hasilnya pada teman saya, saya masih kepo nih sama bahan-bahan yang digunakan. Akar, biji-bijian, daun-daunan dan rempah-rempah adalah sebagian bahan-bahan yang digunakan untuk membuat lulur dan masker rempah hitam Roro Mendut. Khasiat dari bahan-bahan tersebut sudah dibuktikan secara ilmiah oleh dermatologist memang bermanfaat untuk perawatan kecantikan.

Ya udah, nggak ragu lagi buat nyobain Lulur Rempah Hitam dan Masker Rempah Hitam dari Roro Mendut ini. Apalagi produk-produk dari Roro Mendut ini juga diproses dengan standar CGMP dan sudah ternotifikasi BPOM. Kemasannya juga ekslusif loh, karena plastiknya bisa ditutup kembali kalau lulurnya tersisa. Jadi bisa dipakai lagi tanpa terkontaminasi kotoran.
Sebelum dan sesudah pemakaian lulur rempah hitam Roro Mendut
Saya termasuk perempuan yang jarang melakukan perawatan, jadi saat mencoba Lulur Rempah Hitam Roro Mendut untuk pertama kali langsung takjub. Aromanya yang perpaduan antara aroma teh, kopi, beras ketan hitam begitu terasa. Begitu lulur mengering, saya bilas dengan air dan taraaa...hasilnya seperti yang terlihat. Tangan, kaki terasa lebih ringan. Jangan-jangan karena kotorannya ikut terbawa sama lulur, ya. LOL.

Nah, Lulur Rempah Hitam ini merupakan lulur yang bisa digunakan untuk wajah dan badan sekaligus. Lulur ini terbuat dari beras ketan hitam, rempah-rempah dan beberapa tumbuhan lainya. Manfaatnya untuk eksfoliasi sel kulit mati, mengangkat kotoran, daki dan juga komedo. Ternyata bisa juga dipakai untuk mengatasi kulit kusam, membersihkan noda bekas jerawat dan meratakan warna kulit. Kalau dipakai secara rutin kulit lebih putih, bersih dan halus, kayak punya teman saya.

Satu kemasan Lulur Rempah Hitam ini bisa dipakai untuk satu kali perawatan badan atau tida kali perawatan wajah.

Saat memakai masker rempah hitam Roro Mendut
Setelah mencoba Lulur Rempah Hitam, saya lalu mencoba Masker Rempah Hitam. Teksturnya lebih lembut namun aromanya mirip dengan Lulur Rempah Hitam Roro Mendut. Mungkin karena sama-sama terbuat dari bahan yang hampir sama, ya.

Diamkan Masker Rempah Hitam hingga mengering lalu gosok perlahan. Jangan terlalu keras menggosoknya ya, bisa-bisa kulit wajah kita ikut kebawa. Eh nggak ding. LOL. Digosok perlahan aja kotoran dan komedo yang ada di kulit kita bisa rontok, kok.

Kalau Masker Rempah Hitam ini dapat digunakan untuk wajah dan badan. Terbuat dari beras ketan hitam, rempah-rempah, dan berbagai tumbuhan lain yang mengandung nutrisi pencerah kulit alami (whitening agent), mengoptimalkan regenerasi sel, menutrisi kulit, menghaluskan permukaan kulit, menghilangkan noda hitam, bekas jerawat, mengencangkan kulit dan merapatkan pori-pori. Wuiih, banyak juga manfaatnya, ya.

Nah, ini dia hasilnya setelah memakai Masker Rempah Hitam Roro Mendut.

Setelah pemakaian masker rempah hitam Roro Mendut
Yeay, meskipun baru sekali pemakaian udah mulai keliatan ya bersihnya. Kotoran-kotoran dan komedo yang biasanya terlihat di wajah jadi rontok bersama maskernya. Kayaknya bakalan saya pakai terus nih, sampai wajah saya bener-bener bersih.

Setelah 2 minggu pemakaian Lulur dan Masker Rempah Hitam Roro Mendut
Kalian pasti juga penasaran kan, dengan produk-produk dari Roro Mendut ini? Pengen juga punya kulit putih bersih dan wajah yang halus kan?

Buruan gih, cobain Lulur Rempah Hitam dan Masker Rempah Hitam dari Roro Mendut. Buat kalian yang tinggal di Yogyakarta, gampang banget nyari produk Roro Mendut ini. Kalian tinggal datang ke Mirota Batik Malioboro atau Toko Oleh-oleh Yogyakarta untuk mengangkutnya.

Nah, buat kalian yang tinggal di luar Yogyakarta, bisa membeli produk Roro Mendut ini via online. Hubungi website atau akun instagram Roro Mendut untuk membelinya.

Dimana?

Di sini http://roromendutofficial.co.id/beliproduk

https://www.instagram.com/roromendutbeauty/

Selamat mencoba Lulur dan Masker Rempah Hitam untuk menjaga budaya cantik Indonesia, ya!




Saturday, 22 July 2017

Cara Tepat Memakai Lipstick Matte Tanpa Membuat Bibir Kering

17:01:00 32 Comments
Dear Friends,


Lipstick Matte still on trend! Yups, ngomongin soal lipstick memang nggak ada habisnya, ya. Gimana enggak? Riasan make up yang sederhana aja bisa langsung terlihat “wow” hanya dengan satu sapuan lipstick saja. Setuju nggak, kalau memakai lipstick juga akan membuat tampilan wajah lebih hidup dan segar. Kalau saya sih iya. Malah kadang, saya hanya memakai pelembab dan lipstick saja ketika keluar rumah. Tanpa make up lain.

Lipstick matte bisa menjadi pilihan untuk make up sehari-hari, sifatnya yang tahan lama bisa membuat si pemakai cantik seharian, tapi ada kekurangannya, nih! Terkadang lipstick matte bisa membuat bibir menjadi kering.

Tapi nggak usah khawatir, ada beberapa cara memakai lipstick matte tanpa membuat bibir kering. Check this out, ya! 

Selalu jaga kesehatan bibir
Biasakan untuk melakukan perawatan rutin pengelupasan kulit mati di bibir. Kalian bisa menggunakan scrub alami yang terbuat dari campuran minyak zaitun dan gula pasir. Caranya gosok lembut di bibir dan bersihkan dengan tissue basah. Lakukan kegiatan rutin ini di pagi hari sebelum menggunakan make up dan malam hari.

Gunakan lip balm sebagai alas make up bibir
Selalu gunakan lip balm sebelum memulaskan lipstick. Lip balm berfungsi untuk memberikan kelembaban dan menjaga kesehatan kulit bibir. Eits, tapi bukan berarti kalian harus memakai lip balm dalam jumlah yang banyak. Kalau terlalu banyak, justru akan menyebabkan lipstick matte terlihat glossy.

Timpa dengan primer
Gunakan primer di atas lip balm. Selain akan membuat warna lipstick lebih awet, primer bisa menjadi “alas” bibir sebelum terkena lipstick.

Gunakan Lip Liner

Sebelum mengoleskan lipstick, kalian sebaiknya membingkai bibir dengan lip liner. Para prosesional make up selalu menggunakan trik ini agar lipstick terlihat sempurna. Gunakan warna shade lip liner yang sama dengan shade lipstick, dengan begitu bibir akan terlihat rebih rapi, indah dan presisi.

Oles Lipstick dalam satu sapuan
Oles lipstick secara perlahan dan jangan digosok! Gunakan kuas lipstick dengan bahan yang lembut, buatlah sebuah polesan dan isi bagian yang kosong setelahnya. Tekstur lipstick matte akan membuat polesan pertama berbeda dengan polesan berikutnya. Terutama shade lipstick yang gelap.

Trik Membuat Lipstick Creamy Menjadi Matte

Jika kalian memang memiliki bibir yang kering, kalian bisa mencoba cara untuk jadikan lipstick creamy menjadi lipstick matte. Caranya, setelah memoleskan lipstick creamy ke bibir lalu taburi dengan bedak bubuk, setelah itu bersihkan sisa-sisanya. Voilla, lipsctik creamy akan terlihat matte!

Nah itu dia beberapa cara memakai lipstik matte tanpa membuat bibir jadi kering. Selamat mencoba, friends. 


WAGE, Mengenang Sosok Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

14:57:00 10 Comments
Dear Friends,

"Indonesia, Tanah Airku. Tanah tumpah darahku"
"Di sanalah aku berdiri, jadi pandu Ibuku"
.......
"Bangsaku, rakyatku, semuanya"
"Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya"
Hampir semua rakyat  Indonesia pasti mengenal syair lagu diatas. Ya, itu adalah penggalan lirik lagu kebangsaan  Indonesia Raya. Hampir semua orang juga tahu, siapa penciptanya. Dialah Wage Rudolf Soepratman atau yang lebih dikenal dengan WR. Soepratman. 

Sosok pahlawan Nasional yang berasal dari desa Sumongari Purworejo ini menciptakan sebuah lagu yang pertama kali dikumandangkan di Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sebagai sesama orang asli Purworejo, tentu saya bangga sekali karena salah satu putra daerah Purworejo menjadi salah satu pahlawan nasional yang salah satu karyanya diabadikan menjadi lagu kebangsaan Indonesia. 

Tetapi, adakah yang tahu bagaimana kehidupan seorang WR. Soepratman selama 35 tahun masa hidupnya?
Sungguh beruntung, kemarin (21/07/2017) saya bisa hadir di acara press conference film biopic berjudul "WAGE". Biopic Movie WAGE ini merupakan dramaturgi perjalanan heroik dari WR. Soepratman sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Plot biopic movie ini menceritakan sosok Wage dari usia 10 hingga 35 tahun. 

Biopic Movie "WAGE" ini disutradarai oleh bang John De Rantau yang juga bertindak sebagai produser bersama Fredy Aryanto dan Gunawan BS sebagai penulis skenario. Rencananya syuting film akan berlangsung selama 25 hari di beberapa tempat seperti di kawasan kota lama Semarang, Solo, Klaten, Yogyakarta, Magelang dan Kalidadap Purworejo.
Para talent dan pendukung film WAGE
Film ini didukung oleh Rendra yang berperan sebagai Wage, Annisa Putri Ayudya sebagai Rukinem (kakak Wage), Teuku Rifnu Wikana sebagai Fritz, Oim Ibrahim dan beberapa artis lainnya. Film ini juga diperkuat acting coach Azuzan. JG, seorang Dosen IKJ yang menetap di Netherland. Beliau ini yang melatih para artis agar fasih bahasa Belanda. 

Jajaran Executive Producer, M. Subchi Azal Tsani dan beberapa co Executive Producer berharap biopic movie ini mampu membangkitkan semangat nasionalisme dan toleransi bagi masyarakat Indonesia.Para executive producer juga optimis bahwa film ini mampu menyatukan semua generasi pada hari Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober mendatang. 


"Semoga tanggal 28 Oktober 2017 mendatang, film Wage bisa ditayangkan secara nasional karena film ini tidak saja mampu mengobarkan semangat nasionalisme bahwa NKRI harga mati. Semangat toleransi Wage sebagai panutan bangsa ini harus dikenang karena beliaulah pencipta lagu kebangsaan nasional yang memiliki lirik puitis dan sarat akan pesan cinta tanah air," tutur M. Subchi Azal Tsani, executive producer film WAGE. 

Antusiasme dalam pembuatan biopic movie juga terlihat dari para artis pendukungnya. Rendra yang berperan sebagai Wage mengaku meski awalnya cukup berat  tetapi seiring waktu, kini mulai menikmati dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjiwai karakter Wage. Bahkan ia juga melakukan eksplorasi dengan mendatangi tempat tinggal WR. Soepratman demi mendalami perannya. Akhirnya, ia merasa bahwa memerankan tokoh Wage bukanlah suatu beban, melainkan sebuah tanggung jawab.

Demikian juga Putri Ayudya yang berperan sebagai Rukinem yang merupakan kakak dari Wage. Meski hanya beberapa scene, tetapi kesempatan ini dimanfaatkan Putri untuk mengambil hati masyarakat Indonesia yang akan menontonnya nanti. 

Putri Ayudya, Rendra dan Teuku Rifnu Wikana
Sedangkan Teuku Rifnu Wikana yang berperan sebagai Fritz bahkan berusaha keras agar bisa fasih berbahasa Belanda hanya dalam tempo dua hari, demi film Wage. Pria bersuara berat dan sering mendapat peran antagonis ini sudah tak diragukan lagi kemampuan aktingnya.

Akhirnya, semoga film WAGE ini bisa menjadi bagian literasi bangsa, laiknya lagu Indonesia Raya yang selalu berkumandang di setiap acara resmi kenegaraan dan mengingat WAGE sebagai penciptanya. 

Selanjutnya, diharapkan semangat nasionalisme Wage juga mampu membangkitkan semangat para pemuda-pemudi penerus bangsa kita tercinta. PemudaWAGEituSaya. 


Wednesday, 19 July 2017

Rencanakan Liburan Tanpa Beban Bersama Keluarga

16:04:00 4 Comments
Dear Friends,

Libur tlah usai, saatnya kembali beraktivitas lagi. Buat saya, kalau anak-anak libur, artinya saya juga libur. Iyah, saya libur ngojek maksudnya. Kesempatan banget buat saya untuk mengerjakan hal lain *selain ngojek tentunya. LOL. Libur sekolah kali ini kebetulan banget bersamaan dengan libur lebaran. Jadi, anak-anak libur sebulan penuh. Karena berbarengan dengan moment Lebaran, jadi liburannya ya pulang ke kampung halaman. 

Mau kemana-mana, kok ya pas puasa. Berlibur ke suatu tempat kalau sedang puasa rasanya gimanaa gitu. Kering kerongkongan, bo. Sedangkan saat liburan lebaran, mikirnya semua tempat wisata pasti penuh dengan orang-orang yang ingin berwisata. Bayangan saya, pasti bakalan macet, antri, berdesak-desakan dan sebagainya. Karena itulah, praktis libur sekolah dan lebaran kemarin, saya dan keluarga nggak kemana-mana. 

Bosan di rumah? Nggak juga sih, tapi baper. Haha. Anak-anak mulai merengek minta berlibur kemana..aa gitu. Ya wajar sih, karena saya dan suami memang jarang banget bisa berlibur bersama anak-anak. Bukan apa-apa, suami memang tidak memiliki waktu lebih untuk sekedar berlibur bersama. Padahal pengennya, kami bisa pergi berlibur bersama ke lokasi wisata yang agak jauh dari rumah.

Kalau saya sih, alhamdulillah pernah liburan ke luar Jawa (di Lombok). Gratis lagi, karena memang saya dapat hadiah  liburan. Tapi kan, liburan bareng suami dan anak-anak belum pernah. Hehe.

Baca juga : Liburan Impian ke Gili Trawangan

Seperti paham isi hati saya dan anak-anak, suami akhirnya menawarkan untuk mengambil cuti beberapa hari dan berlibur bersama anak-anak. Mendengar penawarannya, saya malah jadi bingung sendiri, nih. Kira-kira mau liburan kemana, ya? Mau liburan yang dekat apa yang jauh? Trus mau berapa hari? Nanti kesananya pake moda transportasi apa? Nginepnya dimana? Trus destinasi wisata apa aja yang mau kita kunjungi?

Nah tuh, mau liburan aja banyak yang musti direncanakan dan dipersiapkan.

"Kita ke Batam aja, yuk," suami tiba-tiba nyeletuk.

Belum lagi saya menjawab, suami menyambung," Ayah pengen banget melewati jembatan Barelang. Kata teman-teman Ayah yang sudah pernah ke Batam, di sana juga banyak tempat wisata yang menarik. Coba deh, Bunda cari info tiket sama hotelnya."

Hmm, ternyata diam-diam pak Bos juga pengen piknik juga. Ketika ditawarkan pada anak-anakpun, mereka langsung setuju untuk berlibur ke Batam. Mungkin bagi mereka, yang penting liburan. Haha.

Setelah suami menentukan tanggal cuti, saya mulai hunting tiket pesawat dan booking hotel. Apalagi ini adalah liburan terjauh pertama kami ke luar pulau. Jadi, ini juga untuk pertama kalinya saya pesan tiket pesawat dan booking hotel untuk keluarga saya. Siapa tahu ada promo, jadi bisa lebih hemat kan.

Untuk urusan pesan tiket dan booking hotel, paling enak kalau pesan secara online. Setelah coba cari info sana-sini, akhirnya nyangkut di Traveloka. Ternyata Traveloka kini melayani pemesanan tiket dan hotel dalam satu paket. Ya udah deh, daripada repot-repot harus hunting tiket dan hotel sendiri-sendiri, mendingan pesan paket kayak gini. Lebih mudah dan tentunya nggak buang-buang waktu juga.

Pesan tiket pesawat sekaligus hotel dalam satu paket
Selain lebih mudah ketika pesan tiket dan hotel dalam satu paket, kita bisa berhemat loh. Saya bahkan masih bisa save hingga 18%. Lebih murah daripada pesan tiket dan hotel secara terpisah. Lumayan kan, bisa buat jajan selama liburan.

Tuh, lebih hemat 18% loh
Ada lagi kelebihan pemesanan tiket dan hotel dalam satu paket ini yaitu proses pembayarannya yang mudah. Makanya saya tetap pilih Paket Tiket Hotel Traveloka aja. Nggak pake ribet.  Cobain deh, pesan tiket dan hotel dalam satu paket. Kalian akan mendapatkan banyak keuntungan. Selain lebih cepat, lebih hemat pula. Serasa nggak ada beban buat merencanakan liburan bersama keluarga.

Nah, mumpung rencana liburannya masih lama, ngumpulin uang lagi deh, biar makin banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi. Share dong, kira-kira apa saja destinasi wisata di Batam yang rekomended untuk dikunjungi.




Monday, 17 July 2017

Mangut Ayam Bakar So Good, Resep Warisan Mertua

20:34:00 30 Comments
Dear Friends,

Salah satu hobi saya setelah menikah adalah hunting resep dan memasak. Saking hobinya, sampai-sampai saya berlangganan beberapa tabloid yang banyak menampilkan resep-resep. Koleksi resepnya bahkan sampai bertumpuk-tumpuk dan dimakan rayap. Biasanya hari Minggu adalah hari dimana resep-resep pilihan itu dicoba. Kenapa hari Minggu? Ya, karena hari Minggu adalah hari libur, jadi banyak yang bantuin masak. Minimal bantu cuci-cuci perabotannya, lah. Hehe.

Selain hobi nyobain resep dari tabloid, ada satu resep yang paling sering saya masak hingga kini. Bahkan, masakan ini jadi salah satu masakan favorit keluarga saya. Resep masakan ini adalah resep warisan Ibu mertua. Yah, hitung-hitung sebagai pengobat rindu suami saya kepada Ibunya.

Nama resepnya adalah mangut ayam bakar. Jadi, ayamnya dibakar terlebih dulu baru dimasukkan ke dalam kuah mangut. Rasanya? Lezat luar biasa. Apalagi kalau dimasak menggunakan kayu bakar, aromanya makin menggugah selera.

Kalian penasaran kan, seperti apa resep dan penampakan masakannya? Pastikan kalian baca hingga tuntas ya. Jangan lupa, siapkan buku catatan untuk mencatat resepnya. Siapa tahu nanti kalian pengen nyobain resepnya.

Oh iya, untuk resep mangut ayam bakar kali ini saya menggunakan So Good Ayam Potong.


So Good Ayam Potong, dengan 4 kualitas Segar, Gizi, Rasa dan Bersih

Kenapa menggunakan So Good Ayam Potong? Emang nggak bisa pakai ayam potong biasa aja?

Alasan utamanya adalah karena saya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga saya. So Good Ayam Potong berasal dari bibit ayam pilihan yang dipelihara di peternakan modern. Ayam-ayam So Good ini tumbuh tanpa suntikan hormon, jadi aman dikonsumsi. Selain alasan tersebut, saya pilih So Good Ayam Potong dipotong secara halal dan dibekukan secara sempurna dengan teknologi IQF (Individually Quick Frozen) sehingga kualitas ayamnya terjaga. So Good Ayam Potong juga praktis, karena kita tidak perlu memotong-motong lagi. Tinggal masak aja, pokoknya.

Karena saya menggunakan So Good Ayam Potong, maka resepnya saya beri nama Mangut Ayam Bakar So Good.

Resep Mangut Ayam Bakar So Good.

Bahan :
  • 1 kg So Good Ayam Potong, saya pilih paha dan dada ayam
  • 5 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 1 ltr santan
Bumbu ayam bakar :
  • 5 butir bawang merah, 3 siung bawang putih, 1 sdt ketumbar, 2 butir kemiri, 1 ruas jahe (haluskan)
  • 1 sdt garam
  • 500 ml air kelapa (bisa diiganti air biasa, ditambah gula jawa)
Bumbu Mangut :


  • 7 butir bawang merah, 5 siung bawang putih, 10 buah cabai merah besar rebus, 10 buah cabai rawit rebus, 2 butir kemiri, 1 ruas kencur, 1 ruas kunyit, 1 lengkuas (memarkan), 2 lembar daun salam, 2 lembar daun jeruk, 1 batang serai (memarkan), garam secukupnya, gula jawa secukupnya dan penyedap (optional, bila suka).
Pelengkap :
Rebusan daun singkong dan lalapan (optional)

Cara membuat :
  1. Ungkep So Good Ayam Potong menggunakan bumbu ayam bakar, selama kurang lebih 15 menit. Matikan api, biarkan bumbu meresap sempurna. Bakar ayam, boleh menggunakan teflon, boleh juga bakar langsung diatas bara api. Kalau saya sih, tadi menggunakan teflon karena lebih praktis.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah rebus, kemiri, kencur, dan kunyit hingga benar-benar halus.
  3. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus. Tambahkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai. Tumis bumbu hingga harum.
  4. Masukkan santan sedikit demi sedikit. Tambahkan garam, gula jawa dan penyedap (optional) bila suka. Aduk terus agar santan tidak pecah. 
  5. Masukkan ayam bakar dan cabai rawit rebus. Aduk terus hingga santan mendidih.
  6. Koreksi rasa. Matikan api. Mangut ayam bakar So Good siap dihidangkan.
Mangut Ayam Bakar So Good
Cara penyajian mangut ayam bakar ini sedikit berbeda dengan mangut lainnya. Mangut ayam bakar ini disajikan bersama rebusan daun singkong atau lalapan.

Biasanya mangut ayam bakar ini dimakan bersama nasi tiwul atau nasi jagung. Kalau tidak ada keduanya, dimakan bersama nasi putih pun juga nggak kalah nikmat.

Mangut Ayam Bakar So Good siap Disantap

Gimana resepnya? Gampang banget kan, cara membuatnya?

Cobain dong di rumah! Jangan lupa pakai So Good Ayam Potong, ya!

Friday, 14 July 2017

Kamu Anyang-anyangan? Begini Cara Mengatasinya

08:54:00 4 Comments
Dear Friends,

Pernah nggak friends, suatu hari kalian merasa tiba-tiba merasa susah buang air kecil? Rasanya kebelet banget pengen BAK tapi waktu dikeluarin ternyata keluarnya dikir-dikit? 

Gimana rasanya? Menyiksa, kan?

Itu juga yang terjadi pada saya beberapa waktu lalu. Tersiksa rasanya. Urine yang keluar sedikit tapi rasa ingin BAK terjadi tiap beberapa menit sekali. Jadilah saya harus mondar-mandir ke kamar mandi. Belum lagi rasa sakit yang menyertai tiap kali berkemih. Duuh, nyeriii shay.

Melihat istrinya bolak-balik ke kamar mandi sambil meringis, suami sayapun langsung bertanya," Kok dari tadi mondar-mandir ke kamar mandi, sih. Kenapa? Diare?"

Saya menggelengkan kepala, "Bukan diare, tapi pengen buang air kecil melulu. Sakit banget, nih."

"Ooh, pasti anyang-anyangan. Bunda pasti minum air yang belum mendidih atau jangan-jangan Bunda kebanyakan minum kopi, tuh. Jadi pengen buang air kecil terus," kata suami.

Iya juga sih, saya memang hobi minum kopi. Suami sudah berkali-kali mengingatkan supaya saya mengurangi konsumsi kopi. Kalau sedang kalap, sehari bisa 4 sampai 5 gelas kopi saya habiskan. 

"Trus, musti diapain nih yah? Capek juga ke kamar mandi mulu," saya mulai cemas.

 "Ya sudah, minum air putih dulu. Ayah belikan obatnya," kata suami. 

Saya mengangguk dan berharap suami membawa obat yang tepat dan bisa mengatasi anyang-anyangan yang saya alami. 

Sambil menunggu suami membeli obat, sayapun mencari tahu apa sih penyebab anyang-anyangan. Kenapa saya bisa terkena anyang-anyangan? Bagaimana cara mengatasi anyang-anyangan?

Pict source sehatfresh.com : Anyang-anyangan yang menyiksa
Ternyata 5 dari 10 wanita pernah mengalami anyang-anyangan, loh. Kondisi ini bisa terjadi berulang kali, bahkan hingga bertahun-tahun. Nah, anyang-anyangan adalah salah satu indikasi dari penyakit infeksi saluran kemih. Saat sedang buang air kecil, air yang harusnya keluar banyak namun saat mengalami anyang anyangan biasanya air yang keluar sedikit dan rasa yang muncul juga nyeri.

Lalu, apa sih sebenarnya penyebab anyang-anyangan? 

Penyebab anyang-anyangan
Penyebab paling banyak adalah infeksi saluran kemih karena sering menahan buang air kecil. Penyebab lainnya karena terlalu banyak minum yang berefek diuretik seperti alkohol, kopi, dan teh. Atau bisa juga karena kehamilan, cemas, otot detrusor tidak stabil, pembesaran prostat, hipertonisitas dasar panggul, interstitial cystitis, dan diverticulitis. Duh, apa pula itu. 

Bagaimana cara mengenali gejalanya? 

Menurut sumber yang saya baca, kondisi secara umum gejala anyang-anyangan adalah seperti berikut ini :
  • Hasrat sering ingin buang air kecil 
  • Sering buang air kecil tapi volumenya sedikit
  • Perih ketika buang air kecil
  • Urine berbau menyengat dan kadang mengandung darah
  • Demam
  • Nyeri pada panggul
  • Sering merasa lelah
Kalau kalian sering mengalami gejala tersebut, musti waspada nih. Jangan-jangan, kalian mengalami anyang-anyangan seperti saya.

Baru beberapa saat browsing cara mengatasi anyang-anyangan, eh hasrat ingin buang air kecil datang lagi. Ampuun, deh.

Sesaat kemudian, suami saya pulang dan membawakan sesuatu di tangannya, "Nih, diminum dulu! Biar cepat sembuh anyang-anyangannya!"

Saya baca kemasannya Prive Uri-Cran, suplemen makanan yang mengandung ekstrak buah cranberry. Buah cranberry terkenal khasiatnya untuk mengatasi anyang-anyangan ataupun infeksi saluran kemih.

"Apa ini, Yah? Beneran bisa nyembuhin anyang-anyangan?" tanya saya. Sangsi.

"Coba dulu. Ini yang di rekomendasikan waktu Ayah beli di apotek. Minum 1 sampai 2 kali sehari," tutur suami saya.

Sayapun segera meminum larutan Prive Uri-Cran yang di seduh suami saya sambil berharap anyang-anyangan segera enyah dari hidup saya. Ternyata rasanya enak, apalagi kalau diminum dingin-dingin.

Prive Uri-Cran
Ekstrak buah Cranberry yang terkandung dalam Prive Uri-Cran ini sudah dikenal berkhasiat mengatasi anyang-anyangan. Khasiatnya ini sudah dibuktikan secara klinis, mampu menghambat infeksi bakteri di dalam saluran kemih. Buah Cranberry memiliki kadar vitamin C yang cukup tinggi, kaya serat makanan, mineral dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, quercetin.

Selain itu buah Cranberry juga memiliki senyawa fitokimia, yaitu salah satu sumber antioksidan polifenol sehingga bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat mencegah penyakit yang berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung.

Wah, ternyata banyak juga manfaat buah Cranberry ini, ya.

Supaya nggak ikut-ikutan terkena anyang-anyangan seperti saya, boleh juga perhatikan langkah-langkah pencegahannya, friends.
  1. Minum air putih, setidaknya 2 liter per hari. Kurang minum air putih juga bisa menyebabkan anyang-anyangan, loh.
  2. Jangan menahan pipis saat hasrat ingin buang kecil datang. 
  3. Bersihkan organ intim dari arah depan ke belakang, lalu keringkan dengan tissue maupun handuk. Bakteri suka berkembang di area yang lembab.
  4. Tidak memakai pakaian dalam terlalu ketat.
  5. Bila menggunakan toilet umum, bersihkan organ intim menggunakan air keran. Bila menggunakan toilet duduk, bersihkan dulu dudukan menggunakan air dan keringkan dengan tissue. 

Nah, tips atau langkah-langkah itu membantu kita untuk meminimalisir terjadinya anyang-anyangan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan? 


Tuesday, 11 July 2017

Lakukan 7 Tips Ini Agar Bisa Lebih Produktif dari Rumah!

20:34:00 4 Comments
Dear Friends,

Bertahun-tahun lalu saya membayangkan bisa bekerja sebagai pegawai kantoran yang memakai setelan blazer, bersepatu high heel, bekerja di belakang meja kantor dari pagi hingga sore. Bagi saya, kayaknya keren banget bisa menjadi wanita karier seperti itu. 

Setelah lulus sekolah, akhirnya saya benar-benar menjadi pegawai kantoran. Saya bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan kayu di Gresik, Jawa Timur sekitar 2 tahun. Setelah 2 tahun di Gresik saya pindah kerja di Bogor, di sebuah peternakan. Saya bekerja di sana sekitar 1 tahun. 

Ternyata saya hanya diberi kesempatan mencicipi indahnya dunia kerja (saya ingat indah-indahnya saja) selama 3 tahun saja karena setelah itu saya kemudian menikah. Setelah menikah, saya tidak bekerja lagi dan benar-benar menjadi ibu rumah tangga. Untuk mengisi waktu, saya mengikuti pendidikan guru Bahasa Inggris selama 1 tahun dan menjadi guru privat. Saya juga sempat mengajar dari tahun 2003 hingga tahun 2013. 

Kini, 4 tahun sudah saya berhenti mengajar dan benar-benar menjadi ibu rumah tangga. Melakukan hampir semua pekerjaan rumah tangga dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Awalnya juga bingung, mau ngerjain apa setelah pekerjaan rumah selesai.

Lalu, saya kembali membuka laptop saya dan membaca kembali tulisan-tulisan lama saya yang kebanyakan tentang cerita fiksi. Saya memang suka menulis sejak lama. Tulisan lama itu saya edit satu per satu kemudian saya kirim ke berbagai media cetak. Bersyukur ada yang nyangkut juga dan dimuat di salah satu majalah wanita yang cukup populer. Honornya lumayan lah buat nambah-nambah isi dompet.

Setelah itu, saya berniat melongok blog saya yang terbengkalai karena kesibukan saya kuliah. Sayangnya blog pertama saya sudah tidak bisa diakses lagi. Akhirnya saya membuat blog baru. Saya makin semangat ketika bergabung dengan beberapa komunitas menulis dan komunitas blogger. Saya mulai rajin menulis terutama kompetisi blog. Jarang menang sih. Tapi buat saya, mengikuti sebuah lomba adalah sarana untuk belajar menulis yang lebih berkualitas dan meningkatkan rasa percaya diri.

Kembali menemukan passion menulis
Setelah bergabung dengan komunitas, saya mulai sering datang ke event-event blogger. Saya juga belajar bagaimana cara memonetize blog dan media sosial yang kita miliki. Begitu dengar kata monetize, mata langsung berbinar karena artinya blog saya bisa mendatangkan penghasilan. Beruntung komunitas-komunitas blogger dan para senior blogger nggak pelit ilmu, jadi saya belajar dan mempraktekkan ilmu yang saya dapat dari mereka. 

Memang benar sih, sejak aktif  menulis di blog tawaran demi tawaran pekerjaan datang silih berganti. Kini, saya telah menemukan passion saya dengan menjadi blogger dan freelancer. Kini, saya menikmati peran saya sebagai ibu rumah tangga. Sambil mengasuh anak dan mengurus rumah, saya tetap bisa produktif dan berpenghasilan meski hanya dari rumah. 

Pengen bisa tetap produktif meski dari rumah?

Coba deh, lakukan 7 tips ini agar bisa lebih produktif dari rumah!

Membuat Jadwal Harian

Kalau sudah biasa melakukan pekerjaan secara terjadwal, akan lebih mudah menetapkan target. Misalnya, saya terbiasa bangun subuh-subuh agar suami dan anak-anak bisa sarapan dan membawa bekal. Setelah sholat subuh, saya langsung beraktivitas di dapur. Biasanya suami membantu mengurus anak-anak, menyiapkan seragam dan semua keperluannya. Anak sulung saya yang sudah beranjak remaja sudah bisa sudah bisa mengurus dirinya sendiri. Kerjasama seluruh anggota keluarga diperlukan agar aktivitas semua anggota keluarga juga berjalan lancar. 

Tentukan Skala Prioritas

Bersyukur, akhir-akhir ini saya cukup sering mendapatkan pekerjaan hingga keluar kota. Sebelum berangkat biasanya saya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan suami dan anak-anak karena akan ditinggal selama beberapa hari. Kalau memungkinkan untuk ditinggal, biasanya saya akan pergi. Tetapi jika tidak memungkinkan, misalnya ketika suami tidak bisa mengambil cuti atau anak-anak sedang ujian sekolah, biasanya saya tidak akan pergi.

Begitupun dengan pekerjaan menulis. Meskipun bisa dikerjakan di rumah, tetapi ada kalanya anak-anak atau suami sedang sakit atau butuh didampingi. Hal-hal seperti ini biasanya jadi alasan untuk mendahulukan keluarga dibanding pekerjaan.

Ciptakan Ruang Kerja yang Mendukung Produktivitas

Saya bersyukur memiliki keluarga yang sangat mendukung aktivitas menulis saya. Sebelum memiliki meja kerja sendiri saya memanfaatkan meja makan sebagai meja kerja saya. Seiring waktu lama kelamaan, saya membutuhkan meja yang lebih besar untuk meletakkan laptop, map dan sebagainya. Akhirnya suami menyediakan satu space khusus untuk saya pergunakan saat bekerja. Dan saya nyaman banget dengan meja kerja saya saat ini. Survey membuktikan bahwa suasana ruang kerja yang tertata dengan rapi dan apik, membuat produktivitas kerja meningkat.

Tetap Upgrade Kemampuan Diri

Meski sudah menjadi ibu rumah tangga, upgrade kemampuan diri itu perlu, loh. Misal, kita bisa kursus menjahit, kursus kecantikan atau bahkan kursus bahasa Inggris. Bisa juga dengan mengikuti seminar-seminar atau workshop yang sesuai dengan peminatan kita. Sempatkan juga membaca buku walaupun hanya 1 buku untuk 1 bulan. Update juga informasi yang sedang terjadi dan sedang populer, baik melalui media online maupun media cetak.

Berkomunitas

Bersama teman-teman blogger dan sosial media influencer
Berkumpul bersama orang-orang yang memiliki passion sama itu juga perlu, loh.  Sesekali mengadakan kopi darat, bertukar informasi, berbagi ilmu atau sekedar bersama-sama menghadiri suatu event bisa menjadi "me time" bagi ibu rumah tangga yang juga bekerja dari rumah. Tak jarang, setelah bertemu dengan orang-orang yang satu vibrasi dengan kita, membuat kita makin semangat untuk berkarya lebih banyak dan lebih baik lagi.

Tetap Menjaga Penampilan

Meski hanya bekerja dari rumah, saya biasa melakukan ritual seolah saya pergi ke kantor. Setelah suami pergi ke kantor dan anak-anak pergi sekolah biasanya saya olahraga barang 15 sampai 20 menit. Setelah keringat kering, saya mandi dan berdandan seolah saya akan berangkat kerja. Rapi dan wangi pokoknya. Jangan salah, hal seperti ini bisa meningkatkan mood juga, loh.

Menjaga Kesehatan

Satu hal yang kadang terlupakan oleh kita adalah pentingnya menjaga kesehatan. Orang-orang yang bekerja secara online seperti kita kadang tidak mengenal waktu. Kadang bisa begadang sampai pagi, lembur hingga berhari-hari. Apalagi saat dikejar deadline. Biasanya setelah itu badan langsung drop dan sakit.

Biasanya sih, kalau badan sedang ngedrop dan mulai memberikan sinyal harus istirahat, saya langsung minum obat dan multivitamin. Saya nggak mau nunggu sampai sakit beneran baru minum obat. Bersyukur saya selalu sedia Theragran-M. Multivitamin ini dulu direkomendasikan seorang teman saat saya sakit. Theragran-M bukan obat tetapi vitamin yang mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit.

Multivitamin untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit
Selain minum multivitamin, kita juga bisa mengantisipasi dengan menerapkan pola makan yang sehat dan teratur, istirahat cukup dan sebisa mungkin berolah raga. Nah, kalau  tubuh sehat, kita bisa live to max untuk mengejar impian dan  passion kita.

Siapa bilang ibu rumah tangga nggak bisa produktif dari rumah?



Monday, 10 July 2017

Liburan Berkesan di Gili Trawangan

22:40:00 22 Comments
Dear Friends,

Alhamdulillah ya, tahun ini kita bisa menikmati beberapa kali libur panjang. Biasanya moment seperti dimanfaatkan oleh orang-orang untuk berlibur bersama keluarga. Kalo saya? Saya jarang banget bisa liburan bareng keluarga. Tahu sendiri, suami susah banget punya waktu luang. *huhu..piluu.

Nah, menjawab tema arisan yang diberikan oleh pemenangnya periode ini yaitu mbak Muna Sungkar aka Mom Traveler dan mbak Wuri Nugraeni tentang liburan paling berkesan, saya langsung ingat pengalaman liburan tahun lalu. 

Awalnya saya iseng menulis tentang liburan impian saya di sebuah microsite lomba yang digawangi oleh Insto. Nggak kebayang bakal menjadi salah satu pemenangnya waktu itu. Maklum saja, saya jarang banget menang lomba. 

Singkat cerita, lomba tersebut nggak ada kabarnya hingga berbulan-bulan lamanya. Hingga suatu hari, ada telpon masuk ke ponsel saya dan mengabarkan bahwa saya menjadi salah satu pemenang lomba "Liburan Impian ke Gili Trawangan". Semula saya menduga kalau telpon ini hanya tipu-tipu belaka. Sudah banyak kan, kasus-kasus penipuan berkedok menang undian atau lomba-lomba begitu?

Sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mbak penelepon, saya mecoba mengingat-ingat lomba apa saja yang pernah saya ikuti. Setelah beberapa saat, saya melihat postingan mbak Shintaries yang juga memenangi lomba yang sama. Langsung deh, ingat "ooh lomba yang itu". LOL.


Ini loh tulisan saya yang bikin menang
Jangan ditanya betapa girangnya hati saya saat itu. Diantara hampir 15 ribu peserta lomba hanya 25 orang saja yang terpilih sebagai pemenang. Saat butuh piknik eeeh...ada yang ngajakin liburan gratis. Ke Lombok pulak. Kalo harus ke Lombok pake biaya sendiri, belum tentu bisa berangkat (eh bisa sih, tapi mikirnya pasti panjaaaang dan laaamaaa. LOL).

Yang bikin saya makin senang, semua keperluan saya mulai dari tiket perjalanan dari Semarang-Jakarta-Lombok PP sudah dipersiapkan. Pokoknya saya tinggal nyiapin badan aja. Eh nyiapin stamina dan uang saku juga tentunya.

Akhirnya tanggal 4 November 2016, subuh-subuh saya sudah standby di Bandara A. Yani dan terbang menuju Jakarta karena meeting point nya di bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Saya bertemu dengan 24 pemenang lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Singkawang, Medan, Lampung, Surabaya, Bandung dan beberapa daerah lainnya.

Sebagian pemenang Liburan Impian ke Gili Trawangan
Saya dan para pemenang lain bertolak dari Jakarta ke Lombok. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam 40 menit. Hari pertama liburan ini saya dan teman-teman langsung menuju ke beberapa lokasi wisata sekaligus seperti Desa Adat Sade, Pantai Tanjung Aan, Pantai Kuta Lombok kemudian ke Desa Sukarara untuk melihat para gadis menenun kain khas Lombok dan berakhir di Resto Ayam Taliwang Purnama.

Di desa Sade
Pantai Kuta Lombok
Desa Sukarara
Baru hari pertama bertualang di Lombok, bibir ini tak henti berdecak kagum melihat keindahan dan adat tradisi yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Lombok.

Malamnya kami semua diajak mencicipi makanan khas Lombok seperti ayam taliwang, plecing kangkung, sambal beberuk, bebalung, urap hingga sambal matah. Perut rasanya tak kuasa menampung semua makanan khas Lombok itu. Rasanya sungguh lezat. *jadi pengen lagi, nih. LOL.

Malamnya kami semua menginap di Fave Hotel Mataram yang terletak di tengah kota Lombok. Beruntung saya bisa sekamar dengan mbak Shintaries yang sama-sama seorang Blogger. Jadi, ada chemistry lah kalau mau ngobrol-ngobrol. Nyambung, gitu. Saya dan mbak Shinta juga sempat meet up dengan Andy Hardiyanti (blogger yang bermukim di Lombok) dan ngobrol hingga larut. Aiih, this is the beauty of blogging.

Muka kucel kecapekan
Keesokan paginya, kami semua bersiap melanjutkan petualangan liburan hari kedua. Kata tour leadernya sih, kami semua akan diajak untuk snorkling di Gili Meno dan Gili Trawangan. Meski deg-degan karena sama sekali belum pernah snorkling, tapi udah kebayang bagaimana serunya kegiatan kami di hari kedua ini.

Setelah sarapan, kami menuju ke Teluk Nare. Perjalanan ditempuh dalam waktu 1 jam. Sepanjang perjalanan yang terlihat hanya pemandangan laut yang biru dan perbukitan. Masya Allah indahnyaaa.

Sampai di Teluk Nare, kami harus segera bergegas menaiki slow boat yang akan membawa kami ke Gili Meno. Selama lebih dari 30 menit, tubuh kami semua diombang ambing ombak yang cukup besar. Beberapa diantara kami bahkan sampai mabok laut. Untung saya masih bisa bertahan menghadapi deburan ombak di lautan. Ciyeeh. LOL.

Akhirnya perahu merapat ke Gili Meno. Karena tidak bisa bersandar ke tepi pantai, mau tidak mau kami semua harus nyemplung dan berjalan ke daratan.

Lalu. Surprise!!

Rupanya kami semua telah ditunggu oleh kru My Trip My Adventure (MTMA) Trans TV, juga Rikas Harsa dan Marshal Sastra. Whuaaa...saya makin excited jadinya. Apalagi saya penonton setia acara mereka. Bisa kalian duga, saya langsung saja minta berfoto bersama mereka berdua. Mumpung ketemu, kaan.

Bersama Rikas dan pemenang lainnya

Syuting yang melelahkan
Hampir 2 jam kami syuting di Gili Meno lalu dilanjutkan dengan pengambilan gambar saat snorkling bersama. Saya yang belum pernah snorkling terpaksa harus ikut nyemplung untuk kebutuhan syuting MTMA. Nyemplung di kedalaman sekitar 3 meter membuat saya pasrah terapung-apung di laut. Apalagi waktu itu arus air laut cukup bergelombang. Hanya sesekali saja saya mengintip ke dalam air untuk melihat ada apa di bawah sana. Karena belum punya pengalaman, alhasil air laut masuk ke mulut saya. Ampun dah.

Saya yang itu tuh. LOL
Hampir 3 jam kami bermain air di laut. Meski cuma main-main, capek juga ternyata ya.

Setelah itu, kami semua menuju ke Gili Trawangan untuk mandi dan makan siang. Selepas mandi, makan siang dan sholat dhuhur, kami diperbolehkan untuk berkeliling Gili Trawangan. Saya dan mbak Shinta berjalan-jalan ke ikon Gili Trawangan, melihat penangkaran penyu sambil makan ice cream.

Menjelang sore, saya dan teman-teman harus segera kembali menuju Teluk Nare untuk melanjutkan perjalanan berikutnya yaitu ke Bukit Malimbu untuk melihat sunset dan wisata belanja oleh-oleh.

Insto Buddy pemenang Liburan Impian
Malam terakhir di Lombok, kami semua diajak makan malam di sebuah restoran pinggir laut dengan menu seafood sekaligus sebagai malam perpisahan karena paginya kami harus pulang ke daerah kami masing-masing.

Makan malam ala seafood
Tiba di hotel, saya langsung packing dan berkemas agar paginya tidak terburu-terburu. Tahu sendiri, barang bawaan pasti bertambah karena belanja oleh-oleh.

Morning call jam 8 pagi, semuanya bersiap untuk sarapan pagi dan check out dari hotel. Sebelum ke bandara, kami mampir dulu ke pusat oleh-oleh (lagi) yang menjual makanan khas Lombok. Saya membeli beberapa untuk oleh-oleh.

Sampai di bandara, kami semua berpisah dengan penerbangan yang berbeda-beda. Saya sendiri, mendapat jadwal paling bontot karena tidak ada pesawat yag direct ke Semarang.  Saya musti transit dulu di bandara Soekarno Hatta baru lanjut ke Semarang.

Sempat kayak orang hilang aja waktu itu, karena ditinggal teman-teman yang sudah terbang lebih dulu. Ternyata ada untungnya juga saya terbang paling akhir, karena ternyata saya mendapat teman perjalanan yang asik yang asik yaitu bu Dyah dan mbak Farah dari Combiphar yang notabene membiayai liburan impian ini. Perjalanan selama 1 jam 40 menit pun tak terasa karena obrolan seru kami. Sayangnya sampai di bandara Soeta kami harus kembali berpisah. Saya harus melewatkan waktu transit sekitar 2 jam seorang diri untuk melanjutkan penerbangan ke Semarang.

Bersama mbak Farah dan bu Dyah
Sesaat sebelum take off
Pukul 17.50 saya boarding, tak lama kemudian pesawat  take off dan landing sekitar pukul 19.00 WIB. Bayangin deh, saya berangkat dari Lombok pukul 8 pagi, sampai di rumah pukul 8 malam. Naik pesawatnya sih sebentar, tapi nunggunya yang lamaaa bener.

Meski lelah, kulit jadi gosong tapi pengalaman liburan gratis ini sungguh jadi pengalaman yang sangat berharga buat saya. Sejak itu saya jadi rajin ikutan lomba yang hadiahnya traveling. Hanya saja belum beruntung dapat hadiah liburan gratis lagi.

Tahun ini pengen bisa dapat hadiah liburan gratis lagi. Ke Korea atau Jepang gitu (maunya). LOL.




Follow Me @ikapuspita1