Sunday, 25 February 2018

# Life Story

Waspada! Begal Ada di Sekitar Kita

Dear Friends,

Saya termasuk orang yang sering bepergian menggunakan kendaraan bermotor. Kadang saya harus pulang hingga larut malam sendirian. Namun, beberapa waktu belakangan ini kota Semarang dihebohkan dengan maraknya tindak kejahatan pembegalan. Saya makin shock ketika mendengar ada pelaku pembegalan yang masih dibawah umur dan berstatus sebagai pelajar. Artinya kejahatan bisa dilakukan oleh siapa saja selama ada kesempatan.

Saya jadi khawatir, apakah kota Semarang kini jadi kota yang rawan kejahatan?
 
Dok. Dikoko. Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji

Maraknya kasus pembegalan dan geng motor yang sangat meresahkan masyarakat Semarang membuat Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji selaku Kapolrestabes Semarang menyatakan sikap. Pernyataan sikap Kapolrestabes Semarang bahkan sempat menjadi viral di media sosial. Tak sedikit yang malah mengecam pernyataan Kapolrestabes. Pasalnya Kapolrestabes Semarang menyatakan bahwa beliau "menghalalkan" pelaku pembegalan untuk dihakimi massa. Padahal sebagai penegak hukum, biasanya menghimbau agar masyarakat tak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Menyikapi viralnya pemberitaan tersebut, akhirnya Kombes (Pol) Abiyoso angkat bicara dan memberikan penjelasan bahwa pernyataan itu bukan dimaksudkan untuk memprovokasi masyarakat melainkan sebagai bentuk empati terhadap para korban pembegalan. Kapolrestabes Semarang menghimbau masayarakat agar selalu waspada dan lebih sigap terhadap keberadaan geng motor atau kejadian pembegalan. 

Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Polrestabes Semarang, Kombes (Pol) Abiyoso kembali menegaskan bahwa pernyataan sikap beliau terhadap pelaku begal bukanlah sebuah ajakan kepada masyarakat untuk main hakim sendiri, melainkan rasa empati pada para korban. Kapolrestabes Semarang juga menyampaikan bahwa pelaku begal harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Tindakan tegas oleh aparat kepolisian terhadap aksi begal motor dilakukan jika sudah membahayakan, namun tetap sesuai dengan aturan dan tanpa melanggar HAM.

Dok. Dikoko: Kabag.Ops Polrestabes Semarang, AKBP Iga

Melalui diskusi di acara Silaturahmi Kamtibnas beberapa hari lalu, Kapolrestabes mengajak seluruh warga masyarakat untuk berperan serta menjaga keamanan di lingkungannya. Apabila ada kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan atau aksi kriminalitas, masyarakat bisa memberikan informasi kepada aparat kepolisian. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan main hakim sendiri.

Meski jumlah geng motor dan aksi kriminalitas terus terjadi dan bertambah setiap hari, tetapi Polrestabes Semarang tak akan pernah lelah dan gentar dalam menindak mereka.

Jangan beri kesempatan pada pelaku kejahatan. Hindari memakai barang yang memancing niat untuk melakukan tindak kejahatan, hindari jalanan sepi dan bepergian sendiri.

Apabila melihat, mengetahui atau mengalami pembegalan atau tindak kriminalitas lain, segera hubungi call center Polrestabes Semarang di 1500092.

Raksah Wedi!!

Dok. Novia Domi

3 comments:

  1. ga dimana aksi begal memang meresahkan y mba semoga kita smeua selalu dilindungiNya aamiin

    ReplyDelete
  2. Aku jadi ingat sama cerita seorang Bapak yang menangis di jalanan karena melihat anaknya terkapar sudah nggak bernyawa dan nggak ada yang menolong, Mbak. Miris banget. Itulah harapan Bapak Abi tentang empati kepada korban.

    ReplyDelete
  3. Kalok dengar pelakunya pelajar, hati ini rasanya miris. Kebayang dulu aku jadi remaja tanggung, kayaknya masih polos pikiran. Hari-hari seputar sekolah + praktikum + nulis. Itu aja. Duh, duh.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

Follow Me @ikapuspita1