Dear friends,

Pentingnya zat besi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Setelah agenda Maltofer Woman Community di Yogyakarta tanggal 30 Maret 2019, Maltofer Woman Community pun berlanjut ke Kota Semarang pada hari berikutnya di tanggal 31 Maret 2019. Bertempat di Noormans Hotel, tema yang dibahas masih sama, yaitu Peran Penting Zat Besi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan namun dengan narasumber yang berbeda. 

Event Maltofer Woman Community ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian Maltofer terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Maltofer Woman Community mengajak para ibu untuk lebih aware terhadap tumbuh kembang anak. 

Maltofer menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten di bidang kesehatan dan tumbuh kembang anak. Seperti narasumber yang hadir pada event ini yaitu dr. Hartono, SPA, dokter anak yang cukup populer di Kota Semarang. 

Antusiasme terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang menghadiri acara ini. Para peserta ini berasal dari berbagai komunitas, diantaranya Komunitas Eping Semarang, KakDek Semarang, Insta Baby Kids, Komunitas Gendongan dan Komunitas Blogger Gandjel Rel. 

Para peserta menanti giliran cek HB
Seluruh peserta yang hadir diambil darahnya untuk diperiksa kadar hemoglobinnya. Kadar HB untuk perempuan usia remaja hingga dewasa normalnya berkisar 12-15 g/dl sedangkan untuk laki-laki berkisar 13-17 g/dl. Bagaimana dengan kadar HB kalian? 

Maltofer Woman Community Semarang

Teman-teman tahu nggak sih, sebenarnya 1000 hari kehidupan pertama itu dimulai sejak kapan? Sejak anak masih di dalam kandungan atau masih berbentuk janin atau ketika anak lahir? 

Saat dokter Hartono melempar pertanyaan tersebut, nyatanya banyak yang masih keliru. Sebenarnya 1000 hari kehidupan pertama anak, dimulai sejak anak masih berbentuk janin di dalam kandungan. Masa ini juga disebut sebagai periode emas karena pada masa ini pertumbuhan otak sangat pesat yang nantinya akan mendukung proses tumbuh kembang anak pada masa berikutnya. 

dr. Hartono, SPA sedang menjelaskan mengenai 1000 hari pertama kehidupan

Saat itu lah kebutuhan gizi serta nutrisi untuk anak harus terpenuhi. Kalau sampai kebutuhan gizi dan nutrisi tidak tercukupi, hal ini akan sangat memengaruhi proses tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Dan itu tidak akan pernah bisa diulang lagi. 

Salah satu nutrisi penting yang sangat dibutuhkan pada 1000 hari kehidupan pertama adalah zat besi. Dikatakan penting sebab zat besi diperlukan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yakni pigmen dalam darah yang bertugas mengangkut oksigen. Jika kebutuhan zat besi pada bayi tidak tercukupi, maka jumlah sel darah merah akan berkurang dan jaringan-jaringan tubuh akan menerima oksigen lebih sedikit dari standar kebutuhan.

Nah, di tahun pertamanya, bayi memerlukan zat besi lebih banyak. Kebutuhan ini bisa dicukupi dari ASI yang diminum oleh bayi pada enam bulan pertamanya. Tetapi untuk selanjutnya, ASI tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan zat besi. Karena itulah bayi yang sudah berusia enam bulan wajib diberi MPASI. Pada masa inilah kemampuan seorang Ibu untuk memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang sangat diperlukan. 

Anak-anak membutuhkan asupan zat besi sekitar 7-8 mg setiap harinya. Untuk mencapai angka ini tentu saja bukan hal yang mudah. Sebagai Ibu, kita harus benar-benar memperhatikan menu makanannya serta memastikan anak-anak makan makanan yang mengandung cukup banyak zat besi di dalamnya. 

dr. Hartono, SPA, sedang  menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta

Zat besi memiliki peran penting bagi tubuh, antara lain pada sintesa DNA, fungsi mitokondria, transportasi oksigen, serta melindungi sel dari kerusakan akibat oksidasi. Sebagian besar zat besi disimpan di otak dalam bentuk feritin, dan dibutuhkan dalam proses mielinisasi dan sintesa neurotransmiter serotonin, dopamin, epinefrin, dan norepinefrin

Apa saja sih, manfaat dari zat besi untuk tumbuh kembang anak?

Ada beberapa manfaat zat besi bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak, diantaranya :
  • Memberi energi dan warna kemerahan pada pipi anak-anak. 
  • Mendorong sel darah merah menyebarkan oksigen ke sel-sel di seluruh tubuh. 
  • Menjaga otot untuk menyimpan cukup oksigen sehingga dapat bekerja dengan baik. 
  • Membantu anak-anak untuk membangun ingatan dan keterampilan motoriknya. 
  • Zat besi berperan utama dalam banyak fungsi tubuh yang penting.
Lalu, apa yang terjadi bila anak-anak kita kekurangan zat besi?

Anemia defisiensi zat besi (ADB) terjadi pada saat anak berada dalam masa perkembangan otak yang cepat, yang akan berpotensi terjadi gangguan fungsi otak, karena zat besi merupakan mineral penting pada jaringan otak.

Anak yang mengalami Anemia Defisiensi Besi pada masa bayi memiliki risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang yang serius. Diantaranya :
  • Perkembangan sinaps (persambungan) antara sel-sel otak terganggu
  • Pembentukan zat neurotransmitter yang penting dalam pengendalian emosi, pemusatan perhatian dan perilaku anak akan terganggu
  • Gangguan kognitif dan perilaku
  • Pembentukan selubung saraf yang penting dalam kecepatan berpikir anak akan terganggu
Agar anak tidak mengalami kekurangan zat besi, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian suplementasi besi untuk semua anak, dengan prioritas usia balita (0-5 tahun), terutama usia 0-2 tahun. Nah, dibawah ini daftar dosis dan waktu pemberian suplementasinya.

Dosis dan waktu pemberian suplementasi pada anak
Pemberian suplementasi harus sesuai dengan resep Dokter, ya. Nah, salah satu produk suplementasi zat besi yang sering direkomendasikan oleh Dokter adalah Maltofer.

Brand Manager Maltofer, Deloni Anggraeni menjelaskan bahwa Maltofer merupakan suplemen zat besi oral untuk mencukupi kebutuhan zat besi pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Zat besi yang terkandung dalam Maltofer, yaitu Iron Polymaltosa Complex (IPC) adalah senyawa larut air yang terdiri dari inti besi (III)-hidroksida dengan polymaltosa shell yang menyerupai ferritin.

Brand Manager Maltofer, Deloni Anggraeni

Iron Polymaltose Complex ini diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Sehingga, penyerapan zat besi menjadi efektif dan efek samping yang disebabkan karena adanya kelebihan zat besi seperti konstipasi, mual jarang terjadi dan minimal dibandingkan dengan suplemen zat besi lainnya.

Inilah yang membedakan Maltofer dengan produk suplementasi lainnya, karena tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu sehingga zat besi tidak akan menumpuk di saluran pencernaan. Jadi Maltofer bisa juga disebut sebagai body friendly iron.

Bahkan, studi klinis menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi Maltofer mengalami efek samping yang sangat minimal seperti rasa mual, konstipasi, dan diare dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi suplemen zat besi dengan kandungan ferrous salt.

Beberapa varian produk Maltofer

Pengalaman mengatasi defisiensi zat besi dengan Maltofer juga lah yang membuat saya tergerak untuk berbagi pengalaman di acara Maltofer Woman Community di Semarang. Saya ingin para orangtua makin aware terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak.

Kebutuhan gizi dan nutrisi anak-anak harus tercukupi, untuk menunjang tumbuh kembangnya. Anemia Defiensi Besi ini ternyata mengintai anak-anak kita. Menurut data, ada lebih dari 3 milyar anak-anak di seluruh dunia yang mengalami anemia. Tentu saja ini cukup memprihatinkan, mengingat dampak buruk yang diakibatkan oleh anemia.

Berbagi pengalaman mengatasi ADB dengan Maltofer

Jangan sampai terlambat menyadari bahwa anak-anak kita kekurangan zat besi. Penuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya sehari-hari dengan menyediakan makanan yang juga kaya akan zat besi seperti seperti daging merah, telur, ikan, hati sapi dan hati ayam, sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, buah kering (kismis, plum), sereal dan sebagainya. Jika perlu berikan Maltofer sebagai suplemen zat besi untuk defisiensi zat besi (Fe), yang dapat diberikan juga dapat diberikan untuk remaja, dewasa, bahkan ibu hamil dan menyusui.

Buat teman-teman yang butuh informasi lebih lanjut mengenai zat besi dan lainnya, sila kunjungi website Maltofer di http://maltofer.combiphar.com/. Di sana ada berbagai artikel maupun informasi tentang zat besi serta product knowledge Maltofer.

Sampai jumpa lagi di acara Maltofer Woman Community di kota lainnya, ya!