Menumbuhkan Minat Baca pada Anak




Dear friends,

Menumbuhkan minat baca pada anak- Perkembangan teknologi sekarang ini banyak mengubah kebiasaan seseorang, tak terkecuali anak-anak. Salah satu persoalan yang muncul adalah semakin berkurangnya minat baca anak. Mereka biasanya lebih memilih bermain gadget daripada membaca buku. Ini juga yang terjadi pada anak-anak saya. Huhu. 

Ternyata sudah banyak studi dan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa anak jauh lebih banyak menghabiskan waktu di depan gadget untuk bermain game ketimbang membaca. Padahal membaca memberi banyak manfaat untuk anak, antara lain: 
  • Membuat anak lebih kaya perbendaharaan kosakata 
  • Memperlancar kemampuan berbicara 
  • Menambah pengetahuan di luar yang diajarkan orangtua dan lingkungan 
  • Menambah motivasi 
  • Meningkatkan kreativitas 
  • Mempengaruhi karakter anak
Sebagai orangtua, tentu seneng banget kalo melihat anak sejak kecil sudah memiliki hobi membaca. Selain berbagai pengetahuan yang akan diperoleh, waktu luangnya juga nggak terbuang sia-sia karena rajin membaca dapat menstimulasi otak anak. Untuk balita yang belum bisa membaca, orangtua bisa membacakan buku cerita untuknya. Hal ini merupakan pembiasaan orangtua kepada anak agar cinta membaca, meski saat itu masih harus dibacakan orangtunya.

Menurut penelitian, anak yang rajin membaca sejak kecil, berpotensi menjadi anak yang cerdas. Melalui apa yang dibaca, seringkali mereka menemukan kosa kata baru yang belum diketahui sebelumnya, lalu dia tanyakan kepada orangtuanya. Dari sini, berbagai pengetahuan baru pun akan dia dapatkan. Anak pun akan tumbuh menjadi anak yang pintar berkomunikasi, karena ia memiliki kosa kata yang banyak yang diperoleh dari hobinya membaca.

Kebiasaan anak rajin membaca ini biasanya muncul dari cara mendidik orangtuanya. Orangtua yang juga hobi membaca dan sering menghabiskan waktu luang dengan membaca biasanya akan diikuti oleh anaknya. Duuh, apa kabar saya yang jarang baca? Huhuu. 

Tapi gimana dong, kalo anak nggak suka membaca dan lebih tertarik pada televisi, main internetan, atau main game? Tentu aja kembali lagi pada kita sebagai orangtua untuk mencari strategi menumbuhkan minat baca anak. 

Nah, berikut ini saya kumpulin beberapa strategi dari buku parenting yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan minat baca pada anak:

Jangan paksa anak
Menumbuhkan minat baca anak bukan berarti memaksa anak untuk mengikuti apa kata orangtua, yakni harus banyak membaca di waktu senggangnya. Saya juga dulu susah banget kalo disuruh baca, apalagi buku pelajaran, hihi. Dulu saya suka baca majalah Kuncung, Bobo atau buku cerita. Eyang putri yang seorang Guru akhirnya selalu bawain majalah-majalah itu setelah tahu saya suka baca majalah. 
Usia anak-anak memang masih doyan bermain dan beraktivitas di luar rumah. Sesekali kita bisa ajak anak-anak untuk membaca bersama di rumah, tanpa memaksanya.

Kalo anak-anak nggak mau, kita bisa merayu mereka dengan berbagai cara, yang menarik tentunya. Misalnya dengan mengatakan padanya, “Dek.. udah baca buku dongeng yang Bunda belikan kemarin? Itu bagus lho dongengnya, Bunda aja pengen baca lagi nih!” Tapi, kalo anak tetap tak berminat untuk membaca, kita bisa bersabar dulu karena bisa jadi anak memang belum ingin membacanya.



Jadikan diri kita sebagai contoh untuk anak
Ada baiknya kita sebagai orangtua juga menjadikan membaca sebagai rutinitas. Jika anak-anak sering melihat orangtuanya membaca buku, pasti anak akan mencontoh. Terlebih, saat kita membaca buku anak-anak, kita bisa menceritakan pada anak-anak kalo buku yang sedang dibaca sangat seru. Anak pasti akan penasaran untuk membacanya.

Memilih buku favorit anak
Berbagai bacaan bisa diperkenalkan kepada anak sesuai dengan usianya. Buku-buku menarik mulai dari buku cerita bergambar, buku humor anak, buku latihan membaca, novel anak, dan komik, dapat dengan mudah didapatkan di toko buku. Dalam beberapa waktu, saya selalu ajak anak-anak ke toko buku dan membiarkan mereka memilih buku yang diinginkan. Kadang, mereka juga baca-baca buku yang disukai di sana. Kebiasaan ini kadang berakhir dengan jebolnya dompet emak. LOL. Tapi nggak pa-pa sih, yang penting mereka harus baca buku yang sudah dipilih. 
Biasanya, anak menyukai jenis buku tertentu yang membuatnya betah berlama-lama dengan bukunya. Hal ini harus ibu ketahui sebelumnya, sehingga saat membelikan buku untuk anak pun sesuai dengan minatnya. Kalau sudah begitu, tentu anak akan lebih antusias untuk membaca buku favoritnya lembar demi lembar sampai selesai.

Bacakan dongeng atau cerita jika anak masih balita
Anak usia balita, memiliki kemampuan membaca yang masih minim. Orangtua bisa membiasakan diri untuk membacakan cerita atau dongeng kepadanya. Saat mendengar cerita yang kita baca, anak-anak akan mengenal kosakata baru, nilai-nilai baru, dan pengetahuan baru lainnya. Gaya mendongeng yang menarik akan membuat imajinasi anak bekerja. Semakin besar, seiring dengan kemampuannya membaca dan menulis, anak-anak pun akan penasaran dengan buku-buku dongeng lainnya yang tak kalah seru dengan apa yang pernah mereka dengar dari orangtuanya.

Pancing beberapa pertanyaan tentang buku yang dibaca
Ketika anak selesai membaca buku, kita bisa bertanya mengenai isinya. Hal ini untuk memancing daya ingat anak dan mengetahui sejauh mana anak-anak menyukai buku tersebut. Jika buku yang dibaca menurutnya sangat menarik, pasti mereka sangat antusias bercerita.

Nah, sekarang kita bisa mencoba menumbuhkan minat baca anak dengan strategi di atas. Ada baiknya untuk membuat suasana membaca lebih nyaman dan anak siap membaca buku maka bisa kita awali dengan bermain. Sehingga aktivitas membaca menjadi hal yang menyenangkan dan dirindukan. Minat baca pada anakpun akan terus tumbuh seiring waktu.



1 comment

  1. Tips-nya recommended banget buat dieksekusi, makasih banget ya Bun!

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com