Ubah Insecure Menjadi Syukur

Dear friends,

Ubah insecure menjadi syukur. Salah satu resolusi yang ingin saya capai tahun ini adalah lebih mencintai diri sendiri (self love) dan fokus kepada self development. Saya ingin lebih fokus menyalurkan energi, kasih sayang, ide dan pikiran kepada orang-orang terdekat. Saya benar-benar ingin hidup di dalam lingkungan yang selalu menebarkan positive vibes, dan mulai menyingkir dari hal-hal yang berbau toxic

Saya akui sering banget overthinking, khawatir berlebihan, serta tidak percaya diri. Hal itu terjadi karena dulu saya sering banget mengalami diskriminasi dari orang-orang di sekitar saya, terutama mengenai fisik. Hampir seumur hidup saya merasa insecure. 

Saya merasa tidak cantik, tidak menarik sehingga orang-orang enggan berdekatan dengan saya. Apalagi ketika saya tidak bekerja, banyak komentar-komentar negatif yang saya dengar seperti "sayang ya, udah kuliah tapi ijazahnya nggak dipake", "sayang ya, udah buang duit banyak tapi ga bisa cari duit" dan seterusnya. 

Belum lagi yang mengejek bentuk badan saya yang tidak bagus alias gendut. "Itu si mbak yang rumahnya sana juga gendut tapi rajin kerja. Ya masih mendingan mbak itu daripada kamu", "Kamu gendut sekali tapi anak-anak dan suamimu kurus, makanannya kamu makan sendiri ya", "percuma pake baju bagus tapi gendut, tetep nggak menarik".  Bayangin aja, hampir tiap hari saya denger komentar-komentar seperti itu. Saya jadi makin nggak percaya diri. 

Sebenarnya apa sih insecure itu?

Insecure adalah istilah untuk menggambarkan perasaan tidak aman yang membuat seseorang merasa gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri. Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi insecure, mulai yang berasal dari luar atau dari dalam diri sendiri. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang selalu merasa insecure pada dirinya, seperti trauma, memiliki masalah pada penampilan atau alami body dysmorphic disorder, dan kepercayaan diri yang rendah, seperti yang saya alami.


Dalam perasaan tidak percaya diri saya, membuat saya memutuskan untuk bekerja dari rumah saja supaya tidak bertemu dengan banyak orang. Ternyata saya keliru. menjadi seorang blogger ternyata butuh berinteraksi dengan banyak orang, meskipun kebanyakan secara daring. Saya pun mulai menghadiri banyak event dan berkenalan dengan blogger lainnya. Sedikit demi sedikit rasa percaya diri mulai muncul. Ternyata saya menemukan lingkaran pertemanan yang tepat. Teman-teman blogger hampir semuanya saling mendukung.

Karena blogger lah, saya mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Saya bahkan berkesempatan pergi ke tempat-tempat yang belum pernah saya datangi bahkan bermimpi untuk kesana pun tidak. Saya dipertemukan dengan orang-orang baik yang membimbing saya menuju perubahan yang lebih baik. 

Saya mendapatkan kesempatan untuk bicara di depan banyak orang, padahal saya belum pernah punya pengalaman. Tetapi seseorang meyakinkan saya bahwa saya pasti bisa melakukannya. Ya, untuk pertama kalinya saya berani tampil di depan umum sebagai seorang blogger. Hingga akhirnya pada tahun 2019 lalu saya tampil di 17 kota di seluruh Indonesia. Akhirnya saya bisa bekerja sambil bertualang ke kota-kota yang sebelumnya belum pernah saya kunjungi. 

Saya bangga pada diri sendiri bahwa akhirnya saya mampu mengalahkan rasa insecure saya dan tampil dengan percaya diri. Akhirnya saya mampu berdiri di atas kaki sendiri, bukan karena saya cantik atau berbadan bagus tetapi karena kemampuan saya. 

dokpri. Saya ketika hadir di event Maltofer Makassar

Sebelum benar-benar yakin dengan kemampuan saya, seseorang tahu kalau permasalahan yang ada di dalam diri saya adalah rasa insecure. Lalu beliau memberi beberapa nasihat yang saya rangkum seperti di bawah ini. 

Jangan Bandingkan Diri Kita dengan Orang Lain

Pernahkah kita menyadari bahwa kehadiran media sosial membuat kita jadi sering membandingkan diri dengan orang lain? Ternyata hal ini bisa membuat kita merasa terpuruk. Kita menjadi mudah iri dengan apa yang dimiliki orang lain.

Di media sosial, seseorang hanya menampilkan versi terbaik dari diri mereka. Padahal, kita tidak tahu ada hal yang terjadi di belakangnya. Jadi, nggak usah repot membandingkan kehidupan kita dengan orang lain agar terhindar dari perasaan insecure. 

Temukan Kelebihan Diri

Ingatkan diri sendiri tentang siapa kita, apa yang penting bagi diri kita, dan kelebihan diri sendiri. Hal tersebut akan membuat kamu lebih banyak bersyukur. Misalnya, "Keluarga saya sangat mendukung saya. Itu sangat berarti" atau "Keimanan saya adalah fondasi hidup saya." Dengan menegaskan nilai-nilai yang kita yakini, maka ini membuat rasa insecure yang kamu miliki memudar dengan sendirinya. Sebab, kita tidak lagi berfokus membandingkan diri dengan orang lain. 

Fokuslah untuk Menjadi Diri Sendiri

Mungkin terlihat klise, tetapi pada banyak kasus, saat merasa tidak aman, kita mencoba meniru orang lain. Jadinya, kita tidak menjadi diri sendiri. Kita selalu berusaha memenuhi standar orang lain, bukan standar terbaik dari diri kita sendiri.

Misalnya, ketika kita merasa insecure saat bergaul dengan teman-teman, kita mungkin tergoda untuk meniru perilaku mereka yang tampak percaya diri. Tetapi, alih-alih hanya mencoba mengikuti jejak mereka, fokuslah pada upaya diri sendiri. Kita tidak harus menjadi pusat perhatian, namun yakin bahwa pribadi kita itu unik dan tidak miliki oleh orang lain. 

Mengingat Hal Baik yang Sudah Dilakukan 

Cara lain mengatasi rasa insecure dengan mengingat hal-hal terbaik yang pernah kita lakukan. Pikirkan saat kita berdiri di samping seorang teman ketika tidak ada orang lain yang melakukannya. Ingatlah ketika kita melakukan perbuatan baik tanpa mengharapkan imbalan.

Ketika kita merasa insecure, kita cenderung melihat dunia seolah-olah bekerja melawan kita. Ancaman dan bahaya kecil bisa muncul dari balik setiap sudut. Namun, mengingat diri kita sebaik mungkin dapat membantu memandang dunia dengan lebih indah.

Hindari Orang-orang yang Membuat  Insecure

Teman atau pasangan toxic kerap sekali melontarkan komentar negatif yang tidak membangun. Meskipun alasannya “untuk kebaikan kita sendiri”, alih-alih membuat semangat, komentar tersebut bisa membuat kita menjadi insecure.

Mulai saat ini, hindari orang-orang yang memiliki perilaku tersebut, ya. Temukan lingkungan pertemanan yang dapat mendukung kita serta memberikan respons positif dan membangun.

Lakukan Hal yang Membuat Bahagia

Cobalah untuk lebih fokus pada hal-hal yang dapat membuat kita bahagia dan melupakan rasa insecure. Kita bisa memanjakan diri dengan perawatan spa, masker wajah, dan menghirup uap aromaterapi.

Kita juga dapat melakukan olahraga yang bisa membuat rileks, seperti yoga. Selain itu, melakukan kegiatan positif yang membangun, seperti mempelajari skill baru dan membantu orang lain yang kesusahan, juga dapat membantu kita merasa bahwa diri kita dan semua yang kita miliki sekarang sudah cukup apa adanya.


Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga teratur dan mengonsumsi makanan bernutrisi. Kedua cara ini juga dapat memperbaiki mood, dan tentunya membuat kondisi fisik serta penampilan kita lebih baik sehingga kita bisa lebih percaya diri.

Meski tergolong normal, perasaan insecure tidak boleh dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja, ya. Hal ini karena rasa insecure bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial serta kesehatan mental kita. Yuk, kita pasti bisa. 



Posting Komentar

0 Komentar