All about my life

Monday, 19 October 2015

Puber Kedua

Puber Kedua- Banyak yang mengatakan "Life Begin at Forty", berarti sebelum berumur empat puluh kita belum benar-benar hidup, dong? Hehe...tentu bukan itu maksudnya. Mungkin karena usia empat puluh adalah gerbang menuju dewasa tua dan biasanya menjadi lebih bijaksana, kali ya. Ada juga yang bilang kalau usia empat puluh juga usia puber kedua. Wah, puber kedua? Bahaya, dong. Tuh...kaaan, langsung panas. Hihiw..

Jadi gini, lhoo... krisis paruh baya atau biasa disebut puber kedua adalah fenomena terjadinya perubahan pada laki-laki saat memasuki usia tertentu. Krisis paruh baya ini tak hanya terjadi pada laki-laki saja tapi akan dialami juga oleh perempuan di usia 37 hingga 50 tahun. Waduh...siap-siap, nih  *deng..deng.

Lagi mikirin siapa sih, bang?

Menurut Evans Garey, S.Psi, M.Si, krisis paruh baya dipengaruhi oleh 3 hal yaitu banyaknya waktu luang yang disebabkan karena anak-anaknya beranjak remaja/dewasa, perubahan fisik dan hormonal serta perubahan sosial yang mencakup perubahan struktur keluarga. Sedangkan secara medis, kondisi ini akan terjadi pada laki-laki saat mencapai usia 40 tahun. Gejala yang dialami pada saat puber kedua ini seringkali membuat laki-laki ingin membuktikan diri bahwa dirinya masih gagah dan kuat meski secara fisik kerja tubuh mereka telah menurun. Kalau kata orang, tua-tua keladi...makin tua makin menjadi (nakalnya..) *LOL

Duh, dandan buat siapa nih bang?

Zoya Amirin (seorang psikolog) mengatakan bahwa dengan semua kondisi tersebut laki-laki butuh semacam ego boosting untuk mendapatkan atensi dari orang-orang di sekitarnya termasuk lawan jenis selain pasangan resminya. Laki-laki yang berada dalam kondisi ini juga merasa membutuhkan kasih sayang lebih, ingin dimanja, maunya diperhatikan, disanjung dan dianggap sebagai orang penting. Ssstt...laki-laki yang sedang mengalami puber kedua ini memiliki tanda-tanda antara lain secara fisik akan lebih bersih, rapi dan wangi *eh..kayak laundry dong. *LOL
Sebenarnya nggak masalah sih, kalau laki-laki yang sudah berumur itu berubah penampilan, asalkan penampilannya itu ditujukan kepada pasangan resminya bukan untuk wanita lain. Kalau larinya ke wanita idaman lain, waduuh bahaya!!  *kekepin suamii...
Kan, banyak tuh kejadian rumah tangga hancur gara-gara kehadiran WIL dan PIL. 

Tapi jangan khawatir, ada beberapa tips menghadapi laki-laki yang sedang mengalami puber kedua dari Tika Bisono. Cekidot.
1] Komitmen Terhadap Pernikahan 
Komitmen terhadap pernikahan dimana sikap menerima dan mengikhlaskan hati dalam menerima kekurangan terhadap pasangan agar bisa mensyukuri pernikahan yang telah dijalani. Saat suami mengalami masa-masa puber kedua, istri sebaiknya mengingatkan kembali komitmen-komitmen yang telah ditetapkan bersama.
2] Adanya Komunikasi dan Pengertian
Kondisi yang berbeda antara sepasang suami istri akan memicu konflik. Kadang suami semakin bergairah dalam segala hal tetapi istri kadang  lesu dan tidak bergairah. Karena itu, jalinlah komunikasi yang baik terhadap pasangan agar tidak terjadi miss communication yang akan berefek tidak baik terhadap hubungan.
3] Berpikir Positif Terhadap Pasangan 
Tentunya istri harus memberi respon positif atas perubahan yang dialami oleh suaminya. Berilah masukan terhadap perubahan penampilan dan gaya suami. Jangan dikit-dikit marah, dikit-dikit cemburu. Ntar malah kabur beneran suaminya. Nah, respon positif akan membangun pernikahan yang sehat. Ajaklah suami untuk berkonsultasi terhadap masa-masa yang dialaminya.

Selain tiga tips diatas, jangan lupa untuk mengingatkan suami kita pada yang satu ini. 
"...dan apabila ia telah dewasa dan telah memasuki usia 40 tahun, maka ia berdoa, ya Rabbku, tunjukilah  aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat beramal saleh dengan hal-hal yang Engkau ridhoi. Berikanlah kebaikan kepadaku (dengan memberi) kebaikan pada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"
(Al-Ahqaf : 15)

Ingatkan juga untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu dan emosi. Karena biasanya dua hal ini yang susah untuk dikendalikan. Jangan sampai perubahan hormonal seperti ini merusak pernikahan dan komitmen yang sudah sekian lama dibangun.
Jadi, pilih menghindari puber kedua atau pilih menghadapinya?


referensi :
tabloidnova.com
kompas.com

49 comments:

  1. Mudah-mudahan suami kita bisa melewati masa pubernya dengan aman terkendali ya mbak...
    Terhindar dari segala "mara bahaya" .amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...semua tergantung pada pribadinya ya mb May....
      semoga kita semua bisa menahan hawa nafsu..

      Delete
  2. Mengenal beberapa pasangan rekan yang suaminya mengalami puber kedua, terkadang emosinya bisa kompleks banget, tapi untungnya si istri bisa menghadapinya dengan positif :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang harusnya istri jangan merespon dengan emosi...ya mbak
      kalo emosi, suami malah pergi...hihi

      Delete
  3. berat bahasannya.. kalo dibayangin serem juga, soalnya pernah liat laki-laki dan perempuan pada puber kedua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo nggak bisa nahan diri bisa bahaya ya, mak Tet...

      Delete
  4. Mirip naskah buku sy yg akan terbit bulan November . Saya ulas ttg komitmen, kesetiaan, niat,dll. Kita sepsham.
    salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip, Pakdhe....terima kasih sudah rawuh
      salam hangat diterima... :))

      Delete
  5. Iya, pernah juga melihat kondisi puber kedua itu. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...saya juga sering, makanya pengen nulis ini...

      Delete
  6. banyak, mbak. di sini kejadiannya banyak yang akhirnya cerai dan nikah sama orang lain. sedih ya.

    ReplyDelete
  7. banyak, mbak. di sini kejadiannya banyak yang akhirnya cerai dan nikah sama orang lain. sedih ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, karena tidak kuat menahan hawa nafsu..jadi rusaklah komitmen pernikahan...hmm...sayang banget

      Delete
  8. semoga mbaknya gak jadi puber yang kedua ya :) hihih

    ReplyDelete
  9. Yang penting tetap memegang satu tali ya Mbak. Tali agama :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupz...betul banget mb Rizka, kalo nggak punya pegangan...entah apa jadinya..

      Delete
  10. yang penting saling percaya deh mbak dan jangan lupa berdoa untuk yang terbaik... :)

    ReplyDelete
  11. Bener..terpikir positif thdp pasangan, kalo dikit2 curiga, malah bisa kejadian betul apa yg dikhawatirkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...saling percaya, saling mendukung dan saling menjaga komitmen, insyaAllah tak akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan ya mak Nur...

      Delete
  12. Suamiku puber kedua juga mbaaak, tapi jatuh cintanya sam akyuuu... lagiiiii :D

    ReplyDelete
  13. Suka dg sitiran ayat alqur'an nya...mdh2an gk ngalamin yaa...aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, makasih mb Nani....hope so... :))

      Delete
  14. Semoga bisa melewati masa-masa ini dengan aman aah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.... puber keduanya sama suami ato istrinya aja deeeh... :p

      Delete
  15. wah ternyata fenomena puber kedua itu beneran ya mba ika hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi...ada beneran mb Dew....aku sih belum pernah ngerasain, tapi kalo liat...sering..

      Delete
  16. Kita sebagai istri berpikiran positif aja deh ya, kalo pikiran negatif bisa stress sendiri kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupz....betul mbak Liany...kalo pikirannya negatif terus...jadinya suami juga berpikiran sama.. :)

      Delete
  17. terima kasih sudah diingatkan ya mbak

    ReplyDelete
  18. suamiku jg lg puber kedua niy .. bentar2 colek2 istrinya melulu ^^'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah kalo yang di colek dirimu mba....hihihi

      Delete
  19. jgan sampe deh mbak puber kedua..mksh sharenya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puber keduanya sama pasangan kita aja ya mb Ningrum...

      Delete
  20. jd puber kedua ini bener2 ada tho mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada lah, mak....pengen ngerasain po? hihi....
      *tapi sama suami aja pubernya yaa...

      Delete
  21. Saya nggak paham beginian mak, soalnya saya masih SMA juga. :) Kalau menurut saya sih yang penting konsisten sama pasangan dan berpikiran bahwa pasangan tersebut memang benar-benar jodohnya dan yang terbaik buatnya, Insya Allah akan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...iya lah, kalo mas Jefry kan baruu ngerasain puber pertama....ntar deh dua dekade lagi bakal ngerasain yang beginian.. :p

      Delete
  22. Aduh salah baca postingan, status masih single ini :D hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heissh...ga pa2, buat nambah-nambah pengetahuan dong.....

      Delete
  23. Whoaaa...
    Abah bentaran lagi 40 niiiih...coba aku intip2 dulu dianyaaaa hehe...

    ReplyDelete
  24. Moga2 kalaupun nanti suami kita kena sindrom ini tetep cintanya ama kita ya mbak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aamiin....makanya biarpun sdh punya anak, kita kudu tetep merawat cinta...hehe

      Delete
  25. wah...beberapa tahun lagi harus siap-siap nih..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

ID Corners

ID Corners

KEB

BRID

Blogger Perempuan

Fun Blogging Community

IDFB

Blogger Muslimah

Gandjel Rel

IIDN

IIDN

Warung Blogger

Warung Blogger

KOPI

KOPI

Copyright © My Life on Words | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com