Monday, 29 February 2016

Secuil Kenangan di Kota Bandung

23:05:00 14 Comments
Dear Friends,
Bandung. Kata orang, Bandung tercipta saat Tuhan sedang tersenyum. Beberapa tahun belakangan ini, Bandung memang sedang menjadi sorotan. Mulai dari pembangunan kotanya yang sekarang lebih apik dan menarik hingga Walikotanya yang menarik. Pak RK (Ridwan Kamil) sukses membuat warga Bandung respect dan mencintainya. Selain bijak, beliau juga dekat dengan warganya terutama para jombloers (bener nggak nih, nyebutnya ya). Meski bukan warga Bandung, saya juga mengidolakan beliau. Beliau adalah sosok pemimpin yang ideal dan patut diteladani. Oke, sudah cukup tentang pak RK.
Bandung memang istimewa. Kota yang dijuluki Paris van Java ini memiliki daya tarik sebagai tempat tujuan wisata. Mau cari apa di Bandung? Semua ada. Mau jalan-jalan santai di taman? Sok atuh, tinggal pilih. Ada taman Film, taman Lansia, taman Pasopati, taman Skateboard, taman Jomblo dan banyak lagi taman lain. Inilah untungnya punya walikota arsitek yang tentu saja ahli dalam bidang tata kota. Mau wisata alam? Ada banyak tempat-tempat yang meyediakan keindahan alam. Ada peternakan, ada tempat untuk outbond, pasar apung, perkebunan, bahkan situ (danau) dan gunung juga ada. Pengen belanja-belanji sampe puas? Sok lah kalo mau belanja sampe kaki gempor. Nggak bakalan selesai sehari deh belanjanya. Haha *LOL. Disinilah surganya belanja. Mau kulineran? Dari jajanan tradisional, jajanan ringan sampai jajanan berat semua ada. Atau jajanan yang kekinian? Ada tuh Martabak Tropica yang sedang ngehits dan sedang diburu pecinta kuliner.

Gedung Sate di malam hari
Bicara tentang Bandung, sebenarnya saya hanya pernah 3 kali mengunjunginya. Yang pertama adalah saat saya masih berumur 5 tahunan (masih ingat samar-samar) sekitar tahun 1984. Waktu itu saya dan keluarga besar mengunjungi saudara yang tinggal di jalan Lombok Bandung. Beberapa kerabat tinggal disana, hingga sekarang. Kunjungan kedua saya ke Bandung adalah selepas kelulusan SMA, tahun 1997. Kebetulan kerabat dari Bandung mengajak saya main kesana. Hanya 4 hari saya berada di Bandung, karena keburu mendapat panggilan kerja di Gresik. Selama sekitar 4 hari saya berada di Bandung, saya diajak mengunjungi beberapa tempat. Yang pertama adalah BIP. Iya, saya diajak ngemall . Jalan-jalan, nongkrong dan makan aja sih, nggak beli apa-apa*LOL. Maklum lah, saya dan kerabat baru juga lulus SMA. Jelas saja sakunya rata, haha.

Bandung Indah Plaza
Tempat kedua adalah kebun strawberry Lembang. Sebenarnya dulu, kerabat saya ingin melamar kerja di sebuah perkebunan. Dia mengajak saya berputar-putar, hingga tibalah disalah satu kebun strawberry. Karena kerabat saya adalah lulusan geologi, jelas lah langsung diterima. Dulu tempatnya belumlah serapi dan seindah sekarang ini.

Kebun Strawberry Lembang
Kunjungan ketiga saya ke Bandung adalah tahun 2012. Saat itu saya masih kuliah S1 PG PAUD dan di semester 6 ada program studi banding di UPI selama 3 hari. Waktu itu saya juga sedang hamil 7 bulan dan harus naik bus dari Purworejo. Bayangkan aja rasanya harus duduk di bus selama sekitar 10 jam. Meski tidak nyaman, untunglah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tiba di Bandung selepas subuh, disambut dengan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Rasanya enggan sekali menyentuh air untuk mandi dan berwudhu. Kalau bukan karena mau studi banding di UPI dan bertemu dengan para pakar PAUD, mungkin saya cuma mandi kucing deh. Cuci muka sama cuci ketek doang *LOL.

Gedung UPI
Selesai kegiatan studi banding di UPI, pihak travel memberi bonus jalan-jalan ke gunung Tangkuban Perahu dan shopping di Factory Outlet dan Cibaduyut. Sayangnya saya lupa file foto disimpan dimana.

Takjub di gunung Tangkuban Perahu
Sayangnya karena keterbatasan waktu, saya dan teman-teman harus bertolak ke tempat lain. Padahal belum puas rasanya menikmati dan mengagumi keindahan ciptaan Tuhan ini. Apa daya, kami harus patuh akan jadwal yang telah ditentukan.

Wisata belanja
Meski begitu, rasa kecewa karena keterbatasan waktu terbayar dengan wisata belanja di Factory Outlet dan Cibaduyut. Sebagian rombongan yang rata-rata emak-emak langsung semangat melihat barang-barang bagus. Kapan lagi bisa belanja barang bagus dengan harga lumayan. Lumayan masih mahal sih bagi saya *LOL. Sepatu, sandal, kaos bahkan peuyeum telah berpindah tangan. Meski letih, semuanya puas karena sudah mendapat apa yang diinginkan.

Hampir 4 tahun berlalu, saya masih memiliki keinginan untuk mengunjungi Bandung suatu hari nanti. Sebenarnya ada sedikit kisah lain di balik kepergian saya ke Bandung tahun 1997 lalu. Ada satu alasan yang membuat saya mau ikut bersama kerabat saya ke Bandung. Di kota Bandung lah saya dan seseorang berjanji untuk bertemu. Seseorang yang sempat mengisi hari-hari saat masih duduk di bangku SMA. Seseorang yang sejak kelulusannya belum pernah bertemu lagi dengan saya. Kami berjanji bertemu di Bandung karena waktu itu dia tinggal di Bekasi. Jarak antara Bandung-Bekasi lebih dekat kan daripada Bekasi-Purworejo. Apa boleh buat, rencana tinggallah rencana. Kami berdua tak pernah bisa bertemu. Bahkan hingga saat ini saya belum pernah bertemu dengannya. Kami tak sempat bertemu karena waktu itu saya harus segera pulang ke Purworejo dan bersiap wawancara kerja di Gresik. Mungkin Allah tak mengijinkan kami bertemu. Bahkan di kesempatan-kesempatan lainnya juga. Mungkin memang kami tak berjodoh.



Inovasi 6 Cita Rasa Nusantara Lunpia Delight

22:36:00 22 Comments
Dear Friends,
Inovasi 6 Cita Rasa Nusantara Lunpia Delight- Salah satu berkah ngeblog itu adalah kalau bisa diundang ke sebuah event sekaligus kopdar dengan blogger lain. Hari itu, Sabtu 27 Februari 2016 saya dan beberapa teman blogger Gandjel Rel diundang oleh owner Lunpia Delight Semarang untuk ikut menyaksikan pemberian penghargaan dengan menu terbanyak dari LEPRID. Kemeriahan acara nampak terlihat dari banyaknya tamu yang datang. Di depan sudah berjejer para cicik cantik yang menyambut dan mempersilahkan para tamu untuk duduk sambil menikmati sajian musik keroncong nan asyik. Setelah bertemu dengan rekan blogger lain, kami mencari tempat duduk yang strategis supaya bisa mengambil gambar dengan leluasa. Setelah mendapat tempat duduk, saya dan teman-teman bergantian deh hunting makanan. Secara...di acara Lunpia Delight kemarin disediakan berbagai jenis makanan yang menggugah selera. Ada sate ayam, bakmie jowo, nasi kebuli, ketan kinca sampai wedang tahu juga ada. Eh, boleh juga mencoba mencicipi lunpia yang dibawa mbak-mbak waitressnya. Tinggal pilih mana yang disuka. Diet? Mendadak lupa. Hehe.

inovasi-6-cita-rasa-nusantara-lunpia-delight
Nasi kebuli
Para tamu undangan VIP mulai berdatangan. Ada jajaran pejabat pemerintah dari Dinas Pariwisata, Bank Jateng, pak Paulus Pangka ketua LEPRID, Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait, Budayawan Prie GS bahkan Walikota Semarang pak Hendrar Prihadi juga berkesempatan hadir.

Jajaran tamu undangan
Kehadiran mereka sebagai bentuk support kepada Cik Me Me dengan Lunpia Delight nya yang berhasil meraih prestasi dengan rekor menu terbanyak dari LEPRID. Selain itu juga memberi apresiasi terhadap keberhasilan lunpia yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Pemerintah Indonesia. Sekarang ini Cik Me Me juga sedang memperjuangkan agar lunpia bisa diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO. Tujuannya adalah agar lunpia bisa mendunia dan tak ada lagi negara lain yang mengklaim lunpia sebagai makanan asli mereka. Kiprah Cik Me Me dalam mempertahankan lunpia sebagai warisan budaya sekaligus membuat terobosan baru dalam mmenciptakan inovasi cita rasa patut diacungi jempol. Tak heran kalau wanita cantik ini mendapatkan penghargaan Kartini Award 2015 dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI).

Pemberian penghargaan terhadap rekor menu terbanyak Lunpia Delight
Kalau dulu  kita hanya mengenal lunpia dengan rasa konvensional yaitu lunpia dengan isian irisan rebung, telur, ayam/udang/daging saja. Tapi kini kita bisa memilih 6 varian rasa lunpia di Lunpia Delight. Ada lunpia Raja Nusantara alias rasa jamur nusantara, lunpia Fish Kakap bagi penyuka ikan, lunpia KaJaMu alias kambing jantan muda bagi penyuka daging kambing, lunpia Plain bagi vegetarian, lunpia Crab yang berisi daging kepiting dan lunpia Original. Harganya berkisar Rp 8.000,- hingga Rp 18.000,-. Cukup terjangkau, ya. Kemarin sih, saya sempat mencicipi lunpia Raja Nusantara. Eh, didalamnya ternyata ada kacang medenya juga loh. Lain daripada yang lain kan.

Lunpia Raja Nusantara
Semua itu berkat tangan dingin Cik Me Me yang ingin melestarikan  resep warisan leluhurnya dan menciptakan inovasi rasa baru lunpia. Cik Me Me panggilan akrab Meliani Sugiarto adalah generasi kelima dari dinasti keluarga lunpia Semarang. Engkong buyutnya yang bernama Tjoa Tjae Jie dan mbok Wasi (istrinya)  pertama kali berjualan lunpia sejak tahun 1870 silam. Hitung sendiri deh, sudah berapa lama lunpia eksis di dunia ini. Hehe.

Dinasti Keluarga Lunpia Semarang
Perjuangan mempertahankan lunpia agar tetap eksis hingga saat ini tentu tak mudah. Sebagai salah satu pewaris dinasti Lunpia Semarang, Cik Me Me harus terus berinovasi dan mempertahankan kualitas cita rasa. Pemilihan bahan dengan kualitas terbaik adalah salah satu caranya. Karena sebagian masyarakat kita adalah muslim, Cik Me Me juga hanya memilih daging ayam atau kambing yang disembelih dengan tata cara Islam. Teknik marketing Cik Me Me yang selalu memberikan hadiah bagi konsumen Lunpia Delight dinilai sangat cerdas. Nyatanya cara ini berbuah manis. Gerai Lunpia Delight selalu menjadi tujuan para wisatawan yang ingin mencicipi makanan khas Semarang ini. Ini juga berkat dukungan marketing dari mulut ke mulut para pengemudi becak dan supir taksi. Sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka, Lunpia Delight memberikan hadiah 10 buah jam tangan Alexander Christy pada mereka yang beruntung. Persis seperti yang dikatakan Prie GS (Budayawan Semarang), bahwa salah satu bentuk marketing yang sukses adalah ketika penjual memiliki kecerdasan emosional. Bila ada ikatan emosional antar penjual dan pembeli, bisa dipastikan pembeli tak akan mampu menolak dan tak akan pindah ke lain hati.

Aksi Prie GS (budayawan)
Penuturan Prie GS yang cenderung kocak dan ceplas-ceplos mampu membuat tamu terhibur. Meski singkat, tapi pesan yang disampaikan beliau cukup mendalam maknanya. Memang benar, penjual yang sukses selain harus memiliki kecerdasan emosional  juga harus memiliki sifat sosial. Seperti yang telah dicontohkan Cik Me Me yang juga sering melakukan kegiatan sosial dengan mendonasikan sebagian hasil penjualan Lunpia Delight. Pendekatan seperti inilah yang membuat Lunpia Delight tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Cik Me Me memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur
Sebagai rasa syukur Lunpia Delight yang meraih berbagai penghargaan, pada malam itu juga melakukan pengundian hadiah utama berupa 3 sepeda motor untuk para pelanggan Lunpia Delight. Ternyata tak hanya pelanggan lokal yang bisa mendapatkan hadiah, karena salah satu pemenang berasal dari luar daerah. Beruntung sekali mereka, ya. Puncak acara syukuran Lunpia Delight adalah berdoa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Naf'an.

Berpose di dalam Gerai Lunpia Delight
Selamat untuk Lunpia Delight, semoga tetap menjadi pelopor lunpia dengan kualitas dan cita rasa terbaik. Semoga lunpia tak hanya menjadi ikon makanan khas Semarang, tetapi juga menjadi ikon makanan nusantara.


Lunpia Delight Cik Me Me
Jl. Gajah Mada 107 Semarang


Monday, 22 February 2016

Setahun Bertumbuh Bersama Gandjel Rel

21:48:00 56 Comments
setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel

Dear Friends,
Kalau baca judul diatas pasti mikir, kok kayak iklan bank ya? Hihi..ada kata-kata bertumbuhnya. Kalau ditanya kenapa, ya karena sebagai blogger saya memang bertumbuh bersama Gandjel Rel. Meskipun sudah punya blog sejak beberapa tahun lalu, tapi saya baru benar-benar aktif setahun belakangan ini. Saya memang termasuk cupu banget di dunia blogging. Istilah kata saya ini masih "anak bawang". Memang sebelum bergabung dengan Gandjel Rel saya sudah terlebih dulu bergabung dengan komunitas lain. Hanya saja saya tak pernah mengikuti event apapun. Tahu sendiri, biasanya event-event besar hanya diselenggarakan di kota besar. Blogger-blogger di kota kecil seperti saya hanya bisa gigit jari deh, melihat bagaimana serunya blogger kota mengikuti event. Saya merasa benar-benar kuper dan merasa tak ada kemajuan dalam ngeblog. Ya..cuma gitu-gitu aja.

Kegalauan saya seolah terjawab. Beruntung sekali, setahun lalu ada lima blogger beken yang berdomisili di Semarang membidani lahirnya komunitas Blogger Gandjel Rel. Mereka adalah mbak Rahmi Aziza, mbak Uniek Kaswarganti, mbak Dewi Rieka, mbak Wuri Nugraeni dan mbak Lestari. Mereka inilah founder komunitas Blogger Gandjel Rel. Awal mula mereka membuat komunitas blogger Gandjel Rel ini adalah karena belum ada wadah bagi para blogger perempuan di Semarang. Mereka ingin para blogger perempuan Semarang juga bisa saling berbagi dan bisa eksis seperti halnya blogger-blogger perempuan di kota lain.
Mengapa komunitas ini diberi nama Gandjel Rel?
Mbak Rahmi sang kepala suku menjelaskan bahwa komunitas ini diberi nama Gandjel Rel karena ingin nama komunitas ini memiliki ciri khas Semarang. Ganjel rel adalah makanan atau kue khas Semarang yang rasanya legit manis, jadi sesuai dengan kita dong...para wanita yang manis dan legit. Sesuai juga dengan tagline nya "Ngeblog ben Ra Ngganjel" yang artinya ngeblog supaya hati plong atau tidak memiliki ganjalan. Emang bener sih, setelah bergabung dengan Gandjel Rel, baru deh merasa jadi blogger beneran. Nggak ada yang ngganjel lagi. Saya mulai ikutan event-event dimana banyak blogger diundang. Saya masih ingat, event pertama blogger Gandjel Rel yang saya ikuti adalah pelatihan food photography di Sriboga Customer Center.

Baca juga  :  Pelatihan Food Photography bersama Sriboga Customer Center

setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Blogger Gandjel Rel di Pelatihan Food Photography di Sriboga
Setelah event itu, saya jadi ketagihan untuk selalu ikutan event-event berikutnya *ketahuan deh kalo saya ini blogger kurang piknik eh kopdar. Setiap ada event atau kopdar dengan sesama anggota komunitas Blogger Gandjel Rel saya pasti berusaha untuk datang, kecuali kalau sedang ada keperluan atau berhalangan. Tapi lebih sering datang sih daripada enggaknya. Ya..karena hanya ini salah satu cara bagi saya untuk berinteraksi secara fisik dengan rekan-rekan blogger lain. Sstt...alasan lain sebenarnya adalah karena waktu berkumpul dengan teman-teman sesama blogger ini juga jadi "me time" buat saya.
Nah, beberapa foto dibawah ini adalah bukti kebersamaan saya dengan rekan-rekan blogger Gandjel Rel.

setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Event Konferensi Pers XL
setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Seru-seruan di event Tokopedia
setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Event OPPO Community
setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Mewakili Gandjel Rel di 18th Anniversary Grand Candi Hotel
Baca juga : Happy di Perayaan 18th Anniversary Grand Candi Hotel Semarang


Berkat Gandjel Rel pula saya bisa merasakan bagaimana keseruan perayaan ulang tahun salah satu hotel berbintang ternama di Semarang. Tahu nggak, ini benar-benar pengalaman pertama buat saya lho ikutan perayaan seperti ini *LOL.

setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Event Pengenalan Aplikasi Online BlueBird
setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Pertama kali dapat hadiah karena menang live tweet
Yang paling membuat saya betah berada di Gandjel Rel adalah rasa kekeluargaan dan persahabatan yang ditunjukkan oleh semua anggotanya. Salah satu contohnya adalah support yang diberikan ketika ada rekan-rekan blogger yang sedang menghelat acara. Misalnya, ketika Mom Traveler aka mbak Muna Sungkar dan mbak Dian Nafi yang sedang launching buku terbarunya. Juga ketika salah satu founder Gandjel Rel menjadi pemateri di Akber Semarang. Saya dan teman-teman akan dengan senang hati datang sebagai bentuk support pada mereka.

setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Support Launching Novel Matahari Mata Hati by mbak Dian Nafi
srtahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Support Launching Buku Travelling by mbak Muna Sungkar, Fenny & Ika Koentjoro
setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Supporting  Rahmi Aziza di Akber Semarang 102
Bila ada waktu senggang, kami juga melakukan kopdar untuk ngegosip sharing mengenai banyak hal. Baik sharing tentang blogging dan kepenulisan. Saat itulah saya benar-benar mengosongkan gelas untuk menampung tetesan ilmu yang mereka curahkan.

setahun-bertumbuh-bersama-gandjel-rel
Kopdar & ngrumpi seru di Tea House Java Mall
Bahagia, satu kata yang bisa mengungkapkan bagaimana perasaan saya setelah setahun ini bergabung dengn Gandjel Rel. Bahagia karena ternyata saya diterima dengan baik. Bahagia karena saya dirangkul dan dipeluk dengan hangat. Bahagia karena akhirnya saya benar-benar bisa bertumbuh menjadi blogger yang sebenarnya. Kini saya makin memantapkan langkah dan hati untuk menjadi blogger yang lebih profesional.  Kiprah blogger Gandjel Rel kini mulai diakui dan diperhitungkan, terbukti dengan banyaknya brand ternama yang mengundang di setiap event yang dihelat.

Akhirnya, selamat ulang tahun Gandjel Rel tercinta. Semoga terus menjadi tempat yang hangat dan tempat menimba ilmu bagi seluruh anggotanya. Semoga makin dicintai, makin berjaya dan mampu mengayomi seluruh anggotanya. Love you all GRes... ;)

Saturday, 20 February 2016

Yeayy, Akhirnya Bisa Nonton Bareng Dengan Pemain Film Jagoan Instan

12:13:00 36 Comments


Dear Friends,
Rasanya sudah lumayan lama saya nggak nonton film di bioskop. Biasanya sih nonton DVD di rumah. Tahu sendiri dong, kalau emak-emak biasanya banyak pertimbangan ketika mau nonton di bisokop. Yang paling kepikiran sih, kalau harus ninggalin anak-anak di rumah. Secara saya ini nggak punya ART..*eh kok malah curhat. Haha..
Pucuk dicinta ulampun tiba, tak disangka tak dinyana saya dapat kesempatan untuk nonton bareng film terbaru dari Starvision. Bagai diberi segelas air saat kehausan, saya tak menyia-nyiakan kesempatan dong. Apalagi selain nonton film saya juga bisa ketemu sama pemeran utamanya yaitu Kemal Palevi dan Anisa Rahma. Seru nggak, tuh?
Sudah diwanti-wanti sama mbak Dedew supaya datang sebelum acara dimulai, saya buru-buru berangkat saat jam menunjukkan jam 1 siang. Bersama si putih, akhirnya melesatlah saya ke Citraland dimana saya juga janjian dengan mbak Wati (rekan blogger). Ternyata di TKP sudah menunggu juga rekan-rekan media dan blogger lain.
foto credit mbak Wati. Tiket nobar Jagoan Instan
Saya dan teman-teman menunggu di depan pintu masuk Cinema XXI, pasalnya di lobi penonton membludak. Rata-rata sih masih abege, terlihat dari seragam sekolah yang masih dipakai. Nggak heran sih, karena film Jagoan Instan ini memang ditujukan untuk semua umur. Apalagi para pemainnya juga memiliki banyak fans para abege itu. 
dokpri. Suasana di lobi Cinema XXI
Film Jagoan Instan sendiri merupakan film produksi pertama Starvision diawal tahun 2016 ini. Dibintangi para pemain muda berbakat seperti Kemal Pahlevi, Anisa Rahma, Kevin Julio, film ini diyakini mampu menyedot perhatian. Apalagi didukung akting artis kawakan seperti Dede Yusuf dan Meriam Bellina yang mampu mengobati rasa rindu penggemar akan akting mereka di film. Termasuk sayaaa *wuaa..jadi ketahuan umurnya deh.

Dede Yusuf, makin tua makin berkharisma
Film ini bercerita tentang seorang bekas jagoan di Indonesia yang bernama Slamet Gunadi (Om Gun) yang diperankan oleh Dede Yusuf. Om Gun yang merasa gagal memperbaiki keadaan karena korupsi dan kejahatan masih merajalela mengundang tiga jagoan Amerika yang sedang menganggur. Om Gun minta dibawakan serum yang bisa membuat seseorang menjadi jagoan. Om Gun lalu merekrut keponakannya yang bernama Bumi (Kemal Pahlevi). Bumi menolak karena merasa hidupnya sudah penuh dengan beban karena ayahnya sakit. Namun Bumi yang awalnya menolak menjadi jagoan instan akhirnya mau setelah mendapati pacarnya, Pertiwi (Anisa Rahma) direbut oleh pemuda berwajah jelek nan kaya yaitu Romeo (Kevin Julio). Bumi ingin membalas perlakuan Romeo dan anak buahnya yang telah memukulinya hanya gara-gara mengatakan kalau Romeo berwajah jelek. Ternyata si Romeo ini adalah putra tunggal dari Ratu Gelondongan (Meriam Bellina), pimpinan perhimpunan pembalak hutan seluruh Indonesia. 
Dengan serum jagoan yang dibawa dari Amerika, Bumi pun memiliki kekuatan dan kehebatan. Namun bila pengaruh serum habis maka Bumi kembali menjadi manusia biasa. Jagoan hebat tapi kadang-kadang repot. Tugas Bumi untuk memberantas kejahatan ternyata banyak, mulai dari memata-matai anggota DPR yang studi banding ke Jepang, menyelamatkan mbah Parto sang penunggu gunung hingga menyelamatkan uang satu ember dari rumah koruptor. 
Akhirnya Bumi harus berhadapan dengan musuh bebuyutannya yaitu Romeo. Dengan akal liciknya Romeo berusaha memiliki serum untuk ditukar dengan Pertiwi. Karena masih mencintai Pertiwi, Bumi pun menyerahkan serum jagoan tersebut pada Romeo. Romeo yang ingin memiliki kekuatan seperti Bumi menyuntikkan serum tersebut ke tubuhnya. Setelah memiliki kekuatan super Romeo menantang Bumi untuk berduel. Akhirnya keduanyapun duel hingga berhari-hari.
Nah, kira-kira siapa yang menang ya? Lalu bagaimana ending dari film ini? Pasti penasaran, kan?

Menonton film ini benar-benar menyehatkan lho pasalnya banyak adegan dan dialog yang mengundang gelak tawa. Apalagi ketika melihat Kevin Julio yang memerankan tokoh Romeo. Wajah ganteng Kevin seketika berubah jadi ancur, apalagi kalau si Kevin meringis. Beneran saya sampai nggak bisa nahan tawa.

 Salah satu adegan film Jagoan Instan
Musfar Yasin sebagai penulis skenario film Jagoan Instan menuturkan bahwa di film ini beliau juga bicara tentang Indonesia kekinian. Dengan idiom film superhero, Musfar Yasin memanfaatkan peluang ke segmen yang luas untuk bicara tentang apatisme dan langkanya kejujuran.
Fajar Bustomi sang sutradara, ikut merasakan kegelisahan Musfar Yasin terhadap negara dan bangsa ini ketika membaca skenario film Jagoan Instan. Korupsi dan kejahatan-kejahatan moral yang merajalela di negara ini sehingga tokoh Jagoan Instan dibuat dengan tujuan untuk menciptakan semangat bahwa korupsi di negara ini harus segera diatasi dan diberantas secepat mungkin. Ide cerita yang positif dan inspiratif diimbangi dengan kekuatan bertutur dikemas dengan cerita ringan nan kocak. Diharapkan film ini mampu menghibur semua kalangan dalam keluarga Indonesia. Apalagi film Jagoan Instan ini adalah film genre action comedy superhero yang jarang ada di perfilman Indonesia.

Kalau kalian penasaran dengan ending cerita film Jagoan Instan ini, tonton aja filmnya di bioskop terdekat mulai tanggal 18 Februari 2016. Dijamin, kalian bakalan ngakak terus deh.

dokpri. Pemeran utama Jagoan Instan
foto credit mas Hyudi. Wefie dengan salah satu pemeran utama, seruuu...
 Keseruan nonton bareng film Jagoan Instan berakhir dengan wefie. Nggak eksis kalo nggak narsis. Betul?


Thursday, 18 February 2016

10 Hal yang Dapat Memaksimalkan Potensi Anak

21:24:00 23 Comments
Dear Friends,
10 Hal yang Dapat Memaksimalkan Potensi Anak- Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Segala upaya dilakukan agar anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi generasi unggul. Orangtua memegang peranan yang sangat penting, karena anak-anak tak mungkin tumbuh menjadi generasi unggul begitu saja tanpa bimbingan, arahan dan dukungan orangtua. Untuk tumbuh menjadi generasi unggul, anak-anak memerlukan dukungan, baik dari segi lingkungan, kasih sayang serta stimulasi untuk memaksimalkan potensi yang ada padanya. Tahukah anda, sesungguhnya anak memiliki kecerdasan dan potensi sejak lahir. Berkembang tidaknya kecerdasan dan potensi anak, tergantung pada peran kita sebagai orangtua. Nah loh, self reminder juga nih buat saya. Saya sendiri sedang belajar tentang bagaimana memaksimalkan potensi anak-anak saya.
Ada 10 hal yang dapat dilakukan para orangtua untuk memaksimalkan potensi anak.
  1. Cermati bakat atau potensi anak yang paling menonjol. Ini biasanya terlihat pada kegiatan yang paling disukai dan sering dilakukan anak. 
  2. Berikan stimulasi pada anak untuk memperluas potensinya. Stimulasi yang tepat akan membantu mengembangkan bakat dan potensi anak. 
  3. Sediakan sarana dan prasarana untuk mengembangkan potensinya. Anak akan melesat potensinya apabila didukung dengan fasilitas yang disediakan orangtuanya.
  4. Dukung dan terus dorong anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya.
  5. Dukung dan bantu anak untuk meyakini dan fokus pada pada kelebihan yang dimilikinya.
  6. Kembangkan konsep diri yang positif pada anak
  7. Perkaya anak dengan bermacam wawasan, pengetahuan dan pengalaman di berbagai bidang.
  8. Menyalurkan potensi anak di tempat yang tepat.
  9. Beri kesempatan pada anak untuk berkompetisi dengan anak -anak lain.
  10. Beri dukungan pada anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan potensinya.
Potensi ketiga anak saya juga berbeda. Anak sulung saya (kakak) suka melukis dan crafting. Potensinya mulai terlihat saat duduk di bangku Sekolah Dasar. Nampaknya bakat ini menurun dari ayahnya. Kebetulan suami saya juga hobi melukis, membuat karikatur dan kaligrafi. Betapa senangnya suami ketika tahu bahwa si kakak ini memiliki passion seni. Diajarinya sendiri si kakak tentang bagaimana cara melukis, mencampur warna dan segala tetek bengek tentang teknik melukis. Nah, ini contoh hasil lukisan si kakak diatas kanvas. Lumayan kan, hasil lukisannya?

dokpri. Lukisan kakak
dokpri. Lukisan kakak
dokpri. Buku2 teknik menggambar

Sedangkan anak kedua saya Aufa tidak begitu suka menggambar. Aufa lebih suka melakukan kegiatan yang bersifat fisik motorik, hal-hal yang berbau IT dan bermain leggo. Aufa memang anak yang sangat aktif, energinya seolah tak ada habisnya. Fisiknya juga lumayan kuat. Makanya ketika Aufa minta untuk belajar (les) renang saya dan suami langsung mengiyakan permintaannya.

dokpri. Latihan

dokpri. Bersama Coach nya
dokpri. Aufa saat (2,5 th) Main komputer
dokpri. Leggo yang disusun Aufa

Si bungsu Rara (3,5 th) belum terlihat potensinya. Meski begitu, stimulasi harus tetap dilakukan. Apalagi  usia Rara masih termasuk masa golden age. Masa inilah masa paling tepat untuk memberikan stimulasi positif padanya.

dokpri. Berenang
dokpri. Asik latihan
dokpri. Belajar menulis alfabet

Potensi, kecerdasan dan kemampuan anak berbeda-beda, bahkan anak kembar sekalipun. Jadi jangan banding-bandingkan kemampuan anak yang satu  dengan kemampuan anak lain.
Biarkan anak-anak tumbuh dengan potensinya masing-masing. Lakukan 10 hal yang dapat memaksimalkan potensi anak, maka melejitlah potensi mereka.


Monday, 15 February 2016

Yang Muda Yang Berwirausaha, Yang Muda Yang Berdaya

22:24:00 46 Comments
Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata "anak muda"? Mungkin anda akan berpikiran sama dengan sebagian orang yang menganggap bahwa anak muda sekarang kerjanya hanya hura-hura dan berbuat huru-hara saja. Sedikit-sedikit tawuran, kebut-kebutan di jalanan, sok jagoan dan banyak label negatif yang ditujukan pada mereka. Orang-orang sudah kadung "ilfill" pada tingkah "anak muda" yang dimaksud.
Padahal anggapan dan label negatif orang pada anak muda tidak sepenuhnya benar. Banyak juga anak muda yang mau berjuang dan bangkit dari keterpurukan. Banyak juga anak muda yang berprestasi di berbagai bidang. Ada yang berprestasi di bidang olahraga, bidang iptek bahkan menjadi enterpreuner. Sebut saja Yasa Singgih (20 th) dengan usaha Mens Republic-nya, Rio Haryanto dengan kesuksesannya menjuarai balap Formula, atau Elang, anak muda yang menjadi kontraktor dengan membangun rumah murah untuk keluarga menengah kebawah. Mereka ini adalah contoh anak-anak muda yang patut menjadi teladan. Mereka sukses di bidangnya masing-masing. Namun jangan mengira kalau mereka mendapatkan kesuksesan itu dengan mudah. Mereka juga menggapainya dengan susah payah. Bahkan mereka rela mengorbankan masa mudanya untuk menggapai cita-cita mereka. Seperti Yasa Singgih yang mengatakan bahwa dia tidak takut kehilangan masa mudanya karena dia lebih takut kehilangan masa depannya. Super sekali, bukan?

Salah satu contoh terdekat adalah dua anak muda ini, Yono dan Ali. Mereka ini adalah kakak beradik  penjual martabak di dekat rumah saya. Kebetulan saya lumayan sering membeli martabak di tempat mereka. Selain enak, harganya cukup terjangkau. Jadi nggak kuatir kantong jebol meskipun sering jajan martabak di tempat mereka. Dengan mereka berjualan setidaknya saya cukup terbantu karena tak harus keluar jauh-jauh untuk membeli penganan favorit ini. Tentunya jadi lebih hemat waktu dan tenaga juga, kan. Kisah mereka cukup menginspirasi, terutama perjuangan mereka untuk berwirausaha dengan modal seadanya.

dokpri. Gerobak Martabak Yono & Ali
Merantau dari kampung halaman mereka di Tegal ke Semarang dengan membawa sejumput harapan. Berharap sukses di tanah rantau dan memberi kebahagiaan bagi keluarga mereka. Sebelum berjualan martabak ternyata mereka adalah karyawan kontrak di sebuah pabrik. Setelah beberapa tahun bekerja di pabrik, kontrak mereka tak diperpanjang. Berkali-kali melamar kerja di tempat lain, tak satupun yang diterima. Hingga suatu hari kakak beradik itu tertarik untuk menyewa sebuah gerobak yang menganggur milik tetangga kost mereka. Rupanya gerobak itu adalah gerobak bekas berjualan martabak tetangga kost yang sudah tidak dipergunakan lagi. Ibarat pepatah pantang pulang sebelum menang, Yono dan Ali membulatkan tekad untuk berwirausaha daripada pulang ke kampung halaman dengan tangan hampa. Mereka berdua belajar membuat martabak pada tetangga kost. Beruntung si tetangga kost baik hati, mau berbagi resep dan cara membuat martabak pada mereka. 

dokpri. Yono & Ali sedang beraksi
Dengan gerobak sewaan dan modal seadanya, mereka berdua mulai berjualan di depan minimarket di komplek perumahan dekat rumah saya. Meski hasil yang mereka dapatkan tiap hari tak selalu bagus, tapi mereka selalu bersemangat menjemput rezeki. Untunglah mereka adalah anak muda yang memiliki daya juang tinggi, tidak mudah putus asa dalam mencari jalan usaha.
"Kalau nggak semangat gimana mau maju, mbak. Kalau ada rezeki, nanti saya mau nebus gerobak ini. Rencananya saya juga mau bikin gerobak satu lagi, biar  Ali bisa jualan ditempat lain," ujar Yono. 
Mendengar cerita dan impian Yono, saya jadi trenyuh. Ingin rasanya membantu Yono supaya bisa mewujudkan keinginannya memiliki gerobak sendiri dan membuka cabang martabaknya. Tapi bukankah modal yang dibutuhkan Yono dan Ali tidak sedikit? Bagaimana kalau mereka kurang modal? Sayang dong, kalau usaha mereka gulung tikar.

dokpri. Gerobak Martabak pertama Yono & Ali
Ternyata saya keliru. Para pelaku bisnis UMKM yang sebagian bergerak di bidang mass market kini bisa mendapat modal dari BTPN. Tidak hanya pedagang seperti Yono dan Ali yang bisa terbantu, tapi juga pelaku UMKM atau mass market lain seperti pedagang sayur, pedagang snack, pedagang buah, penjahit, hingga pedagang kelontong yang berada di sekeliling kita yang tanpa kita sadari telah banyak membantu kita. Kadang kita sering menyepelekan keberadaan mereka, ya. Tanpa kita sadari pekerjaan mereka juga menopang hidup kita. Kita baru sadar setelah kita membutuhkannya. Iya, kan.
Sebagai wujud rasa terima kasih kita pada mass market, kita bisa berpartisipasi dan turut ambil bagian dalam upaya membantu mereka.
Caranya? Cukup dengan menabung di BTPN Sinaya.
BTPN adalah salah satu bank yang memiliki kepedulian terhadap mass market, terutama para pelaku UMKM. Dengan menabung di BTPN Sinaya kita sudah ikut andil dalam memberdayakan jutaan mass market yang ada melalui program Daya. Uang yang kita tabung akan diinvestasikan dalam bentuk pinjaman modal kepada jutaan mass market yang ada di Indonesia. Sebagai gambaran, perhatikan dulu simulasi Menabung untuk Memberdayakan di BTPN Sinaya di bawah ini.

Buka  dulu simulasi menabung untuk memberdayakan.

1. Login dengan mengisi nama dan  email. Pilih bidang yang akan kita berdayakan. 


2. Pilih jumlah yang ingin kita tabung tiap bulan, mulai dari Rp. 500.000,-  hingga Rp. 5.000.000,-. Pilih juga jangka waktu menabung, mulai 6 bulan hingga 10 tahun.
Kalau saya memilih menabung Rp. 500.000,- dengan jangka waktu 10 tahun. Saya memang memilih jangka waktu yang lama supaya hasilnya juga optimal. Syukur-syukur pada waktu jatuh tempo nanti, uang tabungannya bisa saya gunakan untuk mendaftar Haji. Ya kan? Aamiin. 


3. Perkiraan hasil tabungan yang akan saya dapatkan dengan menabung Rp. 500.000,- per bulan selama 10 tahun adalah sebesar Rp. 78.477.587,-. Waah, ternyata banyak juga ya hasilnya.


Lebih senang lagi karena dengan dana yang kita tabungkan sedikit demi sedikit setiap bulannya, kita berkesempatan ikut memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah serta para pelaku UMKM melalui program Daya. Bayangkan bila banyak masyarakat yang mampu, peduli pada keberadaan mass market. Betapa banyak mass market ataupun pelaku UMKM yang akan terbantu karenanya.
Semoga BTPN Sinaya tak hanya memberikan bantuan berupa pinjaman modal kepada para pelaku UMKM maupun mass market tetapi juga bisa memberikan pelatihan pada anak-anak muda supaya tidak takut untuk berwirausaha. Harapannya adalah jika hari ini anak-anak muda berdaya, kelak di hari tua mereka akan berjaya.
Yuk, jadikan hidup kita lebih berarti dengan membantu sesama. 
#LebihBerarti bersama BTPN Sinaya.

Follow Me @ikapuspita1