Saturday, 30 December 2017

Meski Bunda tak Selalu Bersamamu, Tapi Cinta Bunda Selalu Ada Buatmu

11:13:00 20 Comments




Dear Friends,

Saya ciumi berkali-kali pipi kecil itu dengan perlahan, karena takut dia terbangun. Saya raba keningnya yang masih hangat dan saya pandangi wajah mungilnya. Rasanya saya masih ingin memeluknya lebih lama dan menemaninya tidur hingga dia terbangun. Dengan suara lirih, suami mengingatkan kalau taksi online yang saya pesan sudah menunggu di depan rumah. Pagi itu saya harus segera berangkat menuju bandara karena saya berangkat ke Jakarta dengan pesawat paling pagi dari Semarang. Saya berangkat dengan hati berkecamuk diantara dua pilihan, menemani si kecil yang sedang demam atau menunaikan pekerjaan yang sudah lama terjadwal. Beruntung saya memiliki partner hidup a.k.a suami yang sangat pengertian dan selalu siaga menggantikan tugas saya sebagai Ibu.

Hati Ibu mana yang tidak teriris manakala melihat buah hatinya yang biasanya lincah dan ceria tiba-tiba tergolek tak berdaya karena demam. Apalagi Rara yang biasanya mandiri, tiba-tiba jadi manja dan maunya nempel pada Bundanya saja. Rasa bersalah makin menjadi, ketika membayangkan bagaimana reaksi Rara ketika bangun nanti tak menemukan saya disampingnya. Tapi apa boleh buat, saya harus tetap berangkat untuk menunaikan kewajiban saya kepada pihak klien yang sudah memberi pekerjaan. Apapun kondisinya, saya harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.



Tahun ini memang lebih banyak pekerjaan yang mengharuskan saya pergi ke luar kota dan meninggalkan keluarga hingga berhari-hari lamanya. Meski begitu, tugas dan tanggung jawab saya sebagai Ibu tetap saya tunaikan. Sebelum berangkat, saya  menyiapkan semua kebutuhan anak-anak dan suami mulai dari menyetok makanan, menyiapkan pakaian (seragam sekolah) hingga obat-obatan kalau tiba-tiba anak sakit. Yah, inilah wujud cinta dan perhatian dari seorang Ibu. Meski sedang tidak bersama, tetapi ingin selalu merasa ada untuk anak-anaknya melalui apa yang disiapkannya.

Meski sedang berada jauh dari anak-anak, saya tetap berusaha memantau kondisi anak-anak melalui suami. Kami saling berkabar hampir setiap ada waktu. Biasanya sih, bertanya kabar seputar aktivitas anak-anak. Saya memang bukan sosok Ibu yang sempurna buat anak-anak tetapi saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka. Saya ingin menjadi orang pertama yang ada di hati anak-anak.

Sepanjang perjalanan saya berusaha untuk tenang. Saya terus berpikiran positif kalau Rara, putri kecil saya akan segera turun demamnya. Lagipula ada suami saya juga yang menungguinya di rumah dan ada Tempra Syrup yang selalu tersedia untuk mengatasi demamnya.

"Yah, nanti kalau masih demam, coba kasih Tempra lagi, ya. Jangan lupa, kompres ketiaknya juga biar panasnya turun. Kalau nggak ada perubahan, bawa ke Dokter aja," pesan saya pada suami.

Selalu ada buat berjaga-jaga

Tahun ini usia Rara 5 tahun, jadi saya berikan Tempra Syrup tiap kali demam. Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Selain bisa meredakan demam, Tempra Syrup juga meredakan rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi, demam setelah imunisasi. Tentu saja dengan petunjuk Dokter, ya.

Tempra Syrup ini aman di lambung, dosisnya tepat sehingga tidak menimbulkan over dosis ataupun kurang dosis.  Tidak seperti obat penurun demam lainnya, Tempra Syrup tidak perlu dikocok karena larut 100%. Makanya saya selalu sedia Tempra di rumah sebagai pertolongan pertama saat anak-anak demam. Tempra selalu menemani keluarga saya, sejak anak pertama saya hingga anak ketiga. 

Tak bisa selalu menemani bukan berarti tak mengasihi. Tak bisa selalu bersama bukan berarti tak cinta. Saya hanya ingin anak-akan tahu bahwa kasih sayang seorang Ibu tak akan pernah tergantikan meski kebersamaan terhapus oleh waktu.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra



Tuesday, 26 December 2017

Liburan Akhir Tahun Kemana?

20:13:00 28 Comments
 

Dear Friends,

Liburan akhir tahun kemana? 

Libur tlah tiba....libur tlah tiba...hore...hore...hore

Lagu yang dinyanyikan Tasya itu seolah menjadi backsound tiap waktu libur datang. Libur akhir tahun memang menjadi sesuatu yang dinanti-nanti. Nggak cuma anak-anak yang senang karena libur sekolah tetapi juga para orangtua atau para karyawan yang akan menghabiskan cuti tahunan. Biasanya libur akhir tahun ini dihabiskan untuk berlibur bersama keluarga.

Pas banget nih dengan tema arisan blog kali ini. Kebetulan pemenang arisan kali ini juga blogger yang sering banget jalan-jalan. Mereka adalah mbak Uniek Kaswarganti dan Novia Domi. Mbak Uniek adalah salah satu founder komunitas blogger Gandjel Rel yang tak perlu diragukan lagi kiprahnya di dunia blogging. Sedangkan Novia adalah blogger sekaligus coffee lover yang baru satu tahunan ini bergabung dengan komunitas Gandjel Rel. 

Seperti yang sudah-sudah, liburan akhir tahun kali ini masih dengan agenda yang sama yaitu pulang kampung. Yups. Kebiasaan ini telah berlaku sejak saya menetap di Semarang (lagi) tahun 2013 lalu. Anak-anak biasanya minta diantarkan ke rumah Eyang Kakungnya di Purworejo, kampung halaman saya.

Meski hanya mengisi liburan akhir tahun dengan pulang kampung, tetapi kami selalu melakukan beberapa hal agar liburan tetap menyenangkan. 

Kumpul Keluarga

Saat ini Bapak saya tinggal sendiri di rumah karena anak-anaknya telah berpencar dengan keluarga masing-masing. Untuk mengobati kerinduan beliau pada anak dan cucunya, biasanya kami pulang tiap sebulan atau dua bulan sekali. Begitu pula tiap libur akhir tahun. Kami anak-anaknya pasti menjadwalkan untuk pulang dan berkumpul bersama di rumah Bapak selama beberapa hari.

Kumpul bersama keluarga selalu menyenangkan, meski hanya ngobrol santai sembari ngemil dan nonton TV. Yang paling menyenangkan sih, saat mengenang masa kecil kami, lalu saling ejek dan melempar gurauan. Bapak dan anak-anak ikut tergelak bersama. Bahagia kami begitu sederhana, ya.

Rame deh kalo lagi ngumpul begini

Memasak Masakan Favorit Bersama

Kalo sedang ngumpul keluarga begini pasti pengennya makan-makan terus. Apalagi kami nggak pergi kemana-mana, paling hanya main di sekitar rumah atau ke sawah. Biasanya sih, saya dan adik-adik memasak makanan favorit. Gulai kepala kambing atau opor menthog. Dua menu ini adalah masakan andalan almarhumah Ibu. Ketika Ibu masih ada, beliau selalu memasakkan masakan favorit anak-anaknya ketika kami semua pulang. Untuk mengenang Ibu biasanya kami memasak menu masakan itu. 

Selain itu, kadang para pria di keluarga kami berinisiatif mencari lauk dengan memancing belut di sawah. Meskipun kadang hasilnya zonk dan berakhir dengan membeli belut di tetangga. Ya maklum lah, skill memancing mereka kalah jauh dengan tetangga-tetangga yang memang udah jago dari kecil. 

Gulai kepala kambing nan lezat

Mengunjungi Makam Ibu

Setelah Ibu meninggal tahun 2008 lalu, kebiasaan saya dan adik-adik tiap pulang kampung adalah nyekar ke makam Ibu. Mengunjungi makam Ibu, membersihkan makamnya dan berdoa diatas pusaranya adalah salah satu cara kami melepas rindu pada Ibu. Selain itu, secara tidak langsung kami mengajarkan pada anak-anak bahwa suatu hari nanti kita semua akan kembali ke haribaan ilahi. 



Inilah agenda rutin yang biasa saya lakukan bersama keluarga tercinta. Bersyukur anak-anak nggak terlalu ngeyel minta liburan ke tempat lain (pengertian banget anak-anak saya. LOL). Bagi mereka, berkumpul dengan Akung, sepupu-sepupu dan keluarganya lebih menyenangkan ketimbang pergi ke tempat lain. 

Nah, kalo kalian gimana? Liburan akhir tahun, kemana?


Dukung Indonesia Menjadi Tuan Rumah Asian Para Games 2018

11:26:00 2 Comments

Dear Friends,

Sudah tahu belum, kalau tahun depan Indonesia bakalan menjadi tuan rumah Asian Para Games (APG)?

Atau jangan-jangan ada yang belum tahu apa itu Asian Para Games? Jadi, Asian Para Games merupakan ajang olahraga yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali untuk para atlet difabel. Pesertanya adalah para atlet penyandang cacat (difabel).

Sebagai tuan rumah Asian Para Games (APG) tahun 2018, Indonesia akan menerima kehadiran sekitar 3000 atlet difabel dan oficial dari 43 negara Asia yang merupakan anggota dari Asian Paralympic Committe. Akan ada kurang lebih 18 cabang olahraga dengan 582 nomor pertandingan yang akan dipertandingkan mulai tanggal 6-13 Oktober 2018. 

Berbagai persiapan pun mulai dilakukan untuk menyambut Asian Para Games 2018, salah satunya melakukan sosialisasi ke 16 kota di Indonesia. Indonesia Asian Para Games Organizing Committe (INAPGOC) akan terus menginformasikan tentang Asian Para Games kepada masyarakat sehingga masyarakat tertarik untuk mengapresiasi secara langsung maupun tidak langsung. Sosialisasi mengenai Asian Para Games ini dilakukan melalui media massa, media sosial dan kegiatan offline.

Semarang merupakan salah satu kota yang disinggahi INAPGOC dalam rangka sosialisasi Asian Para Games 2018. Aktivitas ini melibatkan perwakilan dari National Paralympic Committe (NPC), perwakilan INAPGOC, atlet penyandang disabilitas, komunitas difabel, komunitas hobi dan juga pengunjung toko. Booth Asian Para Games dibuka mulai tanggal 22-24 Desember yang lalu di Sri Ratu Pemuda.

Pada kesempatan itu hadir pula Doni Yulianto, seorang atlet balap kursi roda yang berbagi pengalamannya mengikuti Asian Para Games dan berhasil mendapatkan medali emas. Mas Doni ini mengawali kariernya sebagai atlet balap kursi roda sejak tahun 2009 lalu. Awalnya karena ditawari dan dimotivasi oleh gurunya, akhirnya bisa berhasil menjadi juara. Salut banget deh, sama atlet penyandang disabilitas. Meski memiliki kekurangan dalam hal fisik namun tetap semangat untuk meraih prestasi.

Doni Yulianto, atlet balap kursi roda

Asian Para Games memiliki slogan "The Inspiring Spirit and Energy of Asia" dengan empat misi yaitu determination, courage, equality dan inspiration. Empat misi tersebut diharapkan mampu menunjukkan tekad kuat serta kepercayaan diri para atlet dalam menghadapi semua tantangan baik secara fisik maupun mental.

Ajang empat tahunan ini juga mengingatkan kita akan kesetaraan dalam hidup bermasyarakat dan menjadikan para atlet penyandang disabilitas sebagai sumber inspirasi dan motivasi.

Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara pertama yang terpilih sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan Asian Para Games 2018. Kesempatan ini menjadi salah satu implementasi dari UU No. 8 tahun 2016 mengenai Penyandang Disabilitas. Melalui momen ini Indonesia memiliki kesempatan untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri tanpa diskrimimasi, hidup maju dan berkembang secara adil dan bermartabat. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang ramah bagi penyandang disabilitas.
 Yuk, dukung Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018!

Blogger Gandjel Rel, mendukung Asian Para Games 2018


Friday, 22 December 2017

7 Cara Alami Mengatasi Rambut Rontok

18:25:00 12 Comments

Dear Friends,

Sebelum berhijab 17 tahun lalu, saya memiliki rambut yang cukup tebal dan ikal seperti keriting gantung. Padahal saya bukan termasuk orang yang suka keluar masuk salon untuk merawat rambut. Perawatan saya lakukan sendiri di rumah. Standar aja sih, seperti cuci rambut rutin 2 hari sekali dan creambath. Itupun dilakukan sendiri di rumah. 

Setelah menikah dan berhijab, waktu untuk melakukan perawatan rambut hampir-hampir tidak ada (ini karena saya yang males aja. Hihi..). Apalagi setelah punya anak, makin jarang lah merawat rambut. Akibatnya sekarang rambut saya makin menipis karena lepek dan rontok. Huhuu...

Saya lagi mulai merawat rambut lagi nih supaya nggak gampang rontok. Kalian juga bisa melakukannya sendiri di rumah, kok. 

Nah, apa aja sih bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi rambut rontok?

Santan



Selain bisa digunakan untuk membuat masakan menjadi gurih dan nikmat, ternyata santan juga bisa digunakan untuk perawatan rambut rontok. Santan kelapa ternyata mengandung beberapa mineral alami yang dibutuhkan oleh rambut seperti protein, vitamin B, zat besi dan kalsium. Gunakan secara rutin agar rambut kalian makin sehat dan lebat.
Cara mengaplikasikannya cukup mudah. Siapkan santan sebanyak 1 gelas. Oles dan pijatkan santan keseluruh bagian kulit kepala. Diamkan selama 1 jam sambil dibalut dengan handuk hangat. Setelah itu, bilas dengan memakai air dingin sampai bersih.

Lidah Buaya



Aloe vera atau yang sering disebut lidah buaya dikenal sebagai tanaman herbal yang berkhasiat untuk merawat rambut. Para ahli mengatakan bahwa kandungan vitamin dan mineral lengkap dalam lidah buaya akan merangsang pertumbuhan rambut baru dari akar, memperbaiki sel/ jaringan rambut yang rusak, dan mampu menghitamkan rambut secara alami. 

Siapkan lidah buaya yang masih segar lalu belah menjadi 2 bagian. Oleskan lidah buaya ke seluruh bagian kepala setelah keramas. Diamkan selama 30 menit atau hingga kering lalu bilas dengan air bersih. Lakukan secara rutin, pasti rambut kalian akan berkurang rontoknya.

Minyak Zaitun



Minyak zaitun (olive oil) termasuk ke dalam jenis minyak essensial. Minyak essensial diperkaya dengan kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral, antioksidan, dan terbukti menguatkan rambut sampai ke akarnya. Buat kalian yang mengalami kerontokan rambut bisa nih, pake cara ini.

Oleskan minyak zaitun ke seluruh bagian kulit kepala lalu pijat perlahan selama 1-2 jam. Setelah itu bilas menggunakan air bersih.

Teh Hijau dan Daun Seledri



Teh hijau selain digunakan sebagai minuman kesehatan juga bisa dimanfaatkan untuk perawatan rambut, loh. Teh hijau mengandung senyawa antioksidan tinggi yang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah di bagian kepala. Sedangkan daun seledri memiliki kandungan vitamin A, vitamin B, dan zat besi yang dapat menguatkan rambut dari akarnya. Penggunaan rutin campuran teh hijau dan daun seledri juga efektif untuk mengkilaukan rambut. 

Caranya, rendam handuk dalam air lemon hangat. Tutup kepala menggunakan handuk hangat selama 10 menit. Tetesi rambut menggunakan seduhan teh hijau dan daun seledri lalu pijat lembut agar meresap sempurna. Setelah itu bilas menggunakan air dingin.

Jeruk Nipis



Biasanya jeruk nipis dipakai sebagai bahan untuk membuat minuman atau pelengkap makanan. Tahu nggak sih kalo ternyata jeruk nipis juga dapat mengatasi rambut rontok? Kandungan vitamin C yang dimiliki jeruk nipis mampu mengatasi kerontokan dan membuatn rambut jadi lebih sehat. 

Potong jeruk nipis menjadi beberapa bagian kemudian gosok-gosokkan pada kulit kepala dan rambut. Diamkan beberapa saat kemudian bilas menggunakan air atau shampo.

Jahe



Biasanya jahe dipergunakan sebagai bumbu masakan atau dijadikan sebagai bahan minuman. Siapa sangka, rempah yang memiliki aroma khas dan menghangatkan ini bisa dimanfaatkan juga untuk mengatasi rambut rontok. Kandungan zat Zingeron yang terdapat pada jahe mampu mengurangi rambut rontok. 

Parut jahe (secukupnya) lalu oleskan pada kulit kepala hingga merata. Diamkan selama kurang lebih 30 menit lalu bilas dengan air bersih atau shampo. 

Alpukat



Selain biasa dikonsumsi, alpukat ternyata memiliki banyak manfaat loh. Salah satunya adalah untuk mengatasi kerontokan rambut. Kandungan protein pada alpukat memberikan nutrisi yang mampu menguatkan rambut.

Haluskan alpukat lalu oleskan di kulit kepala dan rambut secara merata. Diamkan beberapa saat lalu bilas menggunakan air bersih.

Ternyata nggak begitu susah kok merawat rambut agar tetap sehat dan nggak rontok. Semua cara itu nggak perlu kalian lakukan semua. Pilih saja salah satu cara yang menurut kalian paling cocok dengan kondisi kalian. 

Selamat mencoba ya, friends ;)


Wednesday, 20 December 2017

Antara Aku dan Ibuku

13:22:00 12 Comments

Dear Friends,

Bulan Desember adalah bulan spesial para ibu, begitu sering disebut sebagian orang. Meski sebenarnya bulan lainnya juga spesial menurut saya. Entah kenapa kalo ngomongin Ibu, saya jadi baper. Mungkin karena Ibu saya telah tiada sejak tahun 2008 lalu. Ibu telah meninggalkan kami semua 9 tahun lalu karena penyakit diabetes yang dideritanya bertahun-tahun lalu. Beruntung, di hari-hari terakhirnya saya sempat merawat Ibu, meski semua yang saya lakukan tak sebanding dengan yang telah beliau lakukan untuk saya. 

Ibu, buat saya adalah sosok pekerja keras, ulet, pribadi yang menyenangkan buat keluarga besarnya. Diantara 7 saudaranya mungkin hanya Ibu yang tidak mengenyam pendidikan tinggi dan benar-benar menjadi ibu rumah tangga. Beliau mengabdikan diri sepenuhnya untuk keluarga. Beliau memilih menikah muda dan membantu Eyang Uti mengurus adik-adiknya yang masih kecil (om-om dan bulik-bulik saya) hingga mereka lulus sekolah. Tak heran kalau adik-adiknya menaruh perhatian besar pada beliau saat sakit. Mulai dari membiayai pengobatan hingga mencarikan pengobatan terbaik untuk beliau. 

Selain menjadi sosok spesial bagi adik-adiknya, Ibu juga jadi orang yang spesial bagi tetangga-tetangganya. Semasa Ibu sehat, Ibu selalu diminta untuk mengurus masakan di tempat orang yang sedang hajatan. Ibu selalu dipercaya untuk mengurus dan mengatur menu-menu yang akan dihidangkan. Ibu memang terkenal dengan tangan dinginnya dalam mengolah masakan. Masakan Ibu selalu lezat, meskipun hanya sekedar sayur lodeh atau rendang jengkol. Pantas lah ketika Ibu membuka warung lotek, pelanggannya datang dari berbagai penjuru desa. Tak jarang mereka harus gigit jari karena kehabisan dan datang kembali keesokan harinya. 

Ibu juga sosok perempuan yang tangguh. Dalam situasi berat Ibu masih mampu bangkit dan bergerak demi keluarganya. Saya jadi ingat saat keluarga kami jatuh. Bapak saat itu mengalami kecelakaan yang menyebabkan beliau harus meringkuk di sel tahanan beberapa bulan lamanya. Yang membuat saya salut, Ibu tidak menangisi keadaan itu (entah kalau Ibu menyembunyikannya dari kami anak-anaknya). Ibu berjuang dan mulai berjualan. Meski saudara-saudaranya orang berpunya, Ibu tidak malu berjualan makanan dari sawah ke sawah demi segenggam gabah. Hiks...*mulai mewek. Gabah yang terkumpul kemudian dijemur dan di selep. Setelah menjadi beras, sebagian dimakan sendiri, sebagian lainnya dijual untuk keperluan sehari-hari. 

Ibuku tercinta

Hubungan saya dan Ibu bukannya tanpa konflik. Seringnya karena hobi saya menyanyi (Ibu menganggap menyanyi adalah pekerjaan sia-sia, padahal saya bisa dapat uang dari nyanyi). Beliau sama sekali tidak tahu bahwa saya diam-diam mencari uang dengan menyanyi. Terpaksa saya lakukan diam-diam karena Bapak dan Ibu tidak pernah suka anak-anaknya mencari uang dengan menyanyi (maafkan saya ya Pak, Buk). Ibu juga tidak pernah suka saya pacaran. Semua teman laki-laki saya dicurigai sebagai pacar saya waktu itu. Padahal buat saya mereka itu teman biasa (Ibu posesif). Saya juga diultimatum untuk tidak memacari laki-laki yang bekerja menjadi tentara, polisi dan angkatan-angkatan lainnya (padahal saya pernah memiliki teman dekat dari yang disebutin Ibu). Saya juga diultimatum untuk tidak pacaran dengan bule (saya pun pernah pacaran dengan bule, sampai benar-benar patah hati gara-gara disuruh putus. LOL). Tetapi konflik dengan Ibu selalu berakhir dengan baik. Saya percaya, apa yang Ibu lakukan terhadap saya waktu itu demi kebaikan saya. Kerasnya Ibu dalam mendidik saya adalah demi kebaikan saya. Kini, hasil didikan Ibu sudah saya rasakan sendiri manfaatnya. 

Ah Ibu, tiba-tiba diri ini merindumu.... *mewek lagi. Hiks

Hingga akhir hidupnya, Ibu masih memiliki semangat untuk berjuang. Pemicu sakitnya Ibu adalah jempol kakinya yang luka karena kecipratan minyak panas. Hanya sekitar 3 bulan setelah itu, Ibu tiada. Allah sudah mengakhiri penderitaan Ibu. Allah sudah mengangkat sakit Ibu. 

Ibu...hari itu, Jum'at 17 Oktober 2008, ketika orang-orang sedang berbondong-bondong menuju masjid untuk sholat Jum'at, Allah memanggilmu. Tangis kami pecah ketika menyadari bahwa hari itu adalah hari terakhir kami melihat wajahmu, melihat jasadmu. Air mata tak dapat dibendung ketika diri ini memandikanmu, Ibu. Kubasuh wajahmu yang bersih, wajah yang selalu berhiaskan senyuman menyambut kedatangan kami. Kubasuh dua tanganmu, tangan yang tak pernah letih merawat kami, tangan yang telah berhasil membuat kami seperti saat ini. Kucium pipimu untuk terakhir kali. Pipimu sungguh dingin, Bu. Kupeluk erat tubuhmu, seolah tak ingin berpisah darimu. Ibu....maafkan anakmu yang belum sepenuhnya berbakti padamu. Ibu...tunggu kami di sana Bu. 

Hiks. Gara-gara dua blogger kece yang ngasih tema aku dan ibu nih, saya jadi baper. Hehe...nggak ding. Emang sayanya aja yang baperan ya. Entah kenapa kalo nulis yang berhubungan dengan Ibu saya baper. Mungkin karena ingat, belum bisa sepenuhnya membahagiakan Ibu semasa hidupnya dulu.

Kalau cerita antara aku dan ibu versi Chela dan umi Noorma sendiri gimana? 




Friday, 15 December 2017

Resolusiku di Tahun 2018 Adalah...

15:38:00 20 Comments

pict source shutterstock

Dear Friends,

Akhirnya kita sampai juga di penghujung tahun 2017. Mendekati akhir tahun banyak dari kita yang menyusun resolusi untuk tahun depan. Begitu juga dengan saya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, akhir tahun ini saya juga sudah membuat resolusi untuk tahun depan. Tetapi sebelum membuat resolusi baru, biasanya saya selalu mengevaluasi resolusi tahun sebelumnya. Sudahkah resolusi yang saya buat tahun lalu tercapai? Bila belum tercapai, apa penyebabnya?

Resolusi? Penting Nggak Sih?

Buat saya resolusi seperti pemantik yang akan menyalakan semangat saya untuk mencapai sesuatu. Resolusi ibarat mimpi yang harus diwujudkan. Dalam hidup kita pasti memiliki target-target tertentu. Entah itu target jangka panjang ataupun target jangka pendek. 

Hidup tanpa target bagai perjalanan tanpa tujuan. Kita akan berjalan tak tentu arah dan nggak akan tahu apakah hidup kita sudah bermanfaat? Sebagai orangtua, resolusi juga bisa jadi salah satu sarana untuk mengajarkan anak-anak kita memiliki target-target. Anak-anak bisa belajar dari kita tentang bagaimana cara kita berusaha untuk mewujudkan resolusi dan bagaimana kita bertanggung jawab pada resolusi yang telah kita buat. 



Resolusi yang Telah dan Belum Terwujud
Resolusi akan terwujud apabila kita bersungguh-sungguh "action" memperjuangkannya. Apalah artinya resolusi kalau hanya dijadikan tulisan yang ditempel saja tanpa berbuat apa-apa. Tahun lalu saya menuliskan beberapa resolusi yang bisa dibilang mainstream. Saat itu saya menulis ingin merenovasi rumah, ingin berbisnis, ingin lebih sering traveling (maklum saya kurang piknik), menyelesaikan novel dan hidup lebih sehat. Hingga akhir tahun ini baru dua resolusi yang tercapai yaitu renovasi rumah dan traveling. Alhamdulillah tahun ini saya bisa melanjutkan renovasi rumah (meski belum sepenuhnya selesai) dan bisa traveling ke beberapa daerah. Saya bersyukur, Allah memberi kesempatan untuk menggapai impian saya.

Resolusi lain hingga akhir tahun ini belum dapat terwujud. Namun saya tidak menganggapnya sebagai sebuah kegagalan karena setidaknya saya sudah berusaha memperjuangkannya. Salah satu resolusi yang tahun ini belum tercapai adalah hidup lebih sehat.

Awal tahun lalu saya sempat sakit yang menyebabkan saya harus beberapa kali berobat. Hal itu terjadi karena saya abai pada kondisi tubuh saya. Pola makan yang tidak teratur, makan sembarangan, kurang olah raga membuat saya sakit. Yang paling menyiksa adalah ketika saya mengabaikan sakit gigi yang akhirnya menjalar ke kepala. Penyebabnya adalah arena patahan gigi yang menancap ke gusi dan mengenai saraf. Rasanya? Jangan ditanya, deh. Duh, mendingan sakit hati daripada sakit gigi deh. Karena sakit itulah berat badan saya sempat turun beberapa kilo. Tapi begitu sembuh, kenapa jadi naik lagiii?? LOL

Tahun ini kondisi kesehatan keluarga saya menurun akibat pola hidup kami yang kurang sehat. Makan tidak teratur, kurang olahraga, masih makan makanan yang tergolong junk food dan sebagainya. Akibatnya si kakak, anak pertama saya sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari karena gejala typhus dan kekurangan kalium. Belum lagi suami yang juga berkali-kali terserang radang tenggorokan. Jadi harus bolak balik periksa ke dokter. Akibatnya banyak pekerjaan yang  terbengkalai.

Tahun ini impian saya untuk memiliki berat badan ideal tidak terwujud karena pola makan saya yang acak-acakan. Beberapa kali mencoba untuk diet tetapi semua berakhir dengan kegagalan. Pernah sakit gara-gara diet ekstrim. Bukannya berat badan ideal yang didapat, malah penyakit yang hinggap seperti migrain dan darah rendah. 

Resolusi Tahun 2018
Resolusi saya dari tahun ke tahun hampir sama. Kenapa sama? Ya karena resolusi tahun lalu belum terwujud, jadi saya harus berusaha untuk mencapainya pada tahun depan. Terutama resolusi yang berhubungan dengan kesehatan. Selain itu saya ingin memiliki bisnis sendiri. Saya memang sedang merintis bisnis sebuah studio persewaan wardrobe sekaligus MUA (make up artist). Kepedean banget memang, tapi bukankah bisnis yang dirintis dari hobi itu bisa berkembang jadi besar kalau kita fokus mengurusnya?

Memulai sebuah bisnis tentu butuh performa yang prima dan stamina yang kuat. Apalagi bisnis yang akan saya jalankan adalah bisnis jasa yang bakalan menyita waktu, tenaga dan pikiran. Setelah sakit awal tahun lalu, dokter merekomendasikan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan  yaitu Theragran-M. Ternyata nggak cuma dokter yang menyarankan saya untuk mengonsumsi Theragran-M tetapi teman-teman dan keluarga yang juga mengonsumsinya. 

Theragran-M sudah bersertifikasi halal loh dari MUI, jadi kita nggak perlu khawatir. Theragran-M ini aman lah untuk dikonsumsi karena sudah puluhan tahun dipercaya Theragran-M berbentuk tablet dan di dalamnya mengandung Calcium Pantothenate, Magnesium Carbonate, serta kombinasi vitamin A, B, C, D, dan E yang terbukti sebagai vitamin yang dapat mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Kapsul Theragran-M ini mengandung salut gula jadi ada rasa manis-manisnya.

Doakan supaya revolusi saya tahun depan bisa terealisasi ya, friends.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M

Monday, 4 December 2017

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menikmati Promo Harbolnas 2017 Bukalapak

19:33:00 21 Comments
Dear Friends,
Siapa yang suka belanja di situs jual beli online? Buat para pecinta online shopping, pasti banyak yang menanti promo harbolnas ya. Jangan sampai lupa event promo harbolnas 2017 Bukalapak supaya bisa menikmati diskon menarik ketika belanja di situs ini. Harbolnas jadi salah satu ajang terbaik bagi para pecinta belanja online untuk memiliki berbagai produk menarik. Biasanya produk-produk yang udah jadi incaran banget. Ngaku, deh. Pasalnya pada event tahunan tersebut, banyak diskon menarik yang bisa ditemukan dengan mudah. Ya ini karena memang telah menjadi pesta diskon secara nasional. 


Seluruh toko online yang berada di tanah air meramaikan event harbolnas ini, jadi kalian bisa menemukan diskon dimana-mana. Diskon memang menjadi incaran siapa saja yang memiliki hobi belanja karena tidak harus membayar produk yang dibeli dengan harga normal. Harga tersebut sudah kena diskon dan menariknya diskonnya ini bisa lumayan tinggi, loh. Tentu dompet kita akan tetap gemuk meski sudah banyak belanja barang.  Pastinya ini akan menjadi pengalaman yang menarik saat belanja online.

Bukalapak jadi tujuan yang menarik untuk menikmati harbolnas, karena cukup berkunjung ke satu situs saja kita akan menemukan banyak produk. Soal ongkir kalian nggak perlu cemas, karena saat di dalam informasinya biasanya dicantumkan. Kalau dirasa terlalu mahal kan kalian bisa cari produk sejenis dari toko lain yang biaya ongkirnya lebih ringan. Belanja super hemat pun jadi mudah dilakukan dengan trik tersebut.  Meski begitu, kita juga harus tahan diri juga loh, jangan sampai karena semua market place sedang banyak diskon kita kalap belanja. Sama aja dong, akhirnya boros juga. Hihi.

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Belanja 



Bagi kalian yang akan memanfaatkan pesta  promo harbolnas 2017 Bukalapak , sebaiknya teliti dulu sebelum memilih belanjaan. Ada beberapa hal penting yang musti diperhatikan sebelum melakukan transaksi :

1. Presentase diskon yang disediakan
Sebelum belanja di harbolnas, usahakan untuk memperhatikan beberapa detail penting, salah satunya adalah presentase diskon yang disediakan penjual online. Bukalapak memiliki banyak penjual dengan nilai diskon yang beragam. Jangan sampai memilih diskon yang paling rendah. Kalau kalian tahu faktanya pasti bakalan kecewa. Jadi, bandingkan harga dulu baru belanja.

2. Kualitas produk yang ingin dibeli
Perhatikan kualitas produk yang akan dibeli. Ini tentu penting dilakukan agar diskon yang kita nikmati selama harbolnas tidak percuma. Pastinya kita akan kecewa saat menyadari kalau ternyata mendapatkan produk yang rusak atau cacat. Pastikan produk yang diorder di Bukalapak dalam kondisi bagus, berkualitas, dan memang disediakan penjual terpercaya. Kalian bisa melihat penilaian dan ulasan yang dimiliki penjual tersebut. Kalian bisa melihatnya dengan mudah, kok.

3. Reputasi penjual yang dituju
Belanja saat event harbolnas juga wajib memperhatikan reputasi penjual. Penjual yang terpercaya akan memberikan produk dengan mutu terbaik, harga yang menarik, dan tentunya layanan profesional meski hanya  toko online kecil. Cek reputasinya dulu sebelum melakukan order, jadi kita tidak akan kecewa dan tidak merasa ditipu oleh penjual.  

4. Budget yang dimiliki
Harbolnas membuat kita menjumpai banyak  diskon yang lebih menarik dibanding hari biasa ketika mengunjungi Bukalapak. Meski kesempatan untuk berhemat lebih besar tapi nggak sedikit juga yang malah berakhir dengan pemborosan. Ini terjadi karena lebih tergiur dengan diskon dan tidak melihat isi kantong, sehingga asal order saja. Jangan sampai ini terjadi kalau tidak ingin tekor usai event promoharbolnas 2017 Bukalapak digelar. Jadi, perhatikan budget kita agar saat belanja online bisa lebih terkontrol.

Jadiii, siap belanja di event harbolnas?



Sunday, 3 December 2017

Guru-guru Musik Favoritku

23:29:00 4 Comments
Dear Friends,

Tiap tanggal 25 November, kita memperingati hari Guru Nasional. Yups, Hari Guru Nasional ternyata telah dicetuskan sejak tahun 1994 sesuai dengan keputusan presiden. Berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994 dan juga di UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, 25 November dipilih sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI. 

Ngomong-ngomong soal Guru, saya terlahir dari keluarga Guru loh. Meskipun orangtua saya bukan Guru, tapi Eyang Kakung dan Eyang Uti adalah Guru. Pakde saya Dosen (bisa disebut Guru juga, kan) dan Bulik saya juga guru. Saya sendiri pernah menjadi Guru selama kurang lebih 10 tahun. Saya pernah mengajar di SD dan PAUD. Tapi pada tahun 2013 saya terpaksa mundur dari dunia pendidikan karena harus ikut suami di Semarang. Ya sudah lah, mungkin saya tidak ditakdirkan menjadi Guru seperti leluhur saya. Sekarang sih, jadi gurunya anak-anak aja deh.


Kalo ditanya pengalaman berkesan bersama guru, banyak banget. Terutama ketika masih duduk di bangku SD dan SMP. Semasa SD ada dua guru yang paling saya favoritkan yaitu guru kelas 1 dan guru musik. Bu Yuli adalah wali kelas 1 yang sabar dan lucu. Beliau mengajarkan kami, murid-muridnya menulis dan membaca dengan sabar.  Selama jam pelajaran beliau selalu menyelipkan cerita-cerita lucu yang membuat murid-muridnya makin semangat belajar.

Saat duduk di kelas 1 sampai 3 SD, saya selalu rangking 3 besar (tapi belum pernah rangking 1, sih). Mulai kelas 3, sudah sering diikutkan lomba. Ya lomba baca puisi, lomba baca Al-Qur'an, lomba menyanyi terutama tembang Jawa. Sejak itu hingga kelas 6, saya pasti tak pernah absen ikut lomba (kayak nggak ada yang lain aja), sampai-sampai banyak teman yang niteni *ini bahasa Indonesianya apa ya? LOL.

Sejak kecil sering diikutkan lomba nyanyi inilah yang jadi cikal bakal hobi saya di bidang tarik suara. Berbagai jenis lomba tarik suara pernah saya ikuti. Seriosa, keroncong, nembang Jawa, campursari, qasidah, pop, dangdut pernah saya ikuti. Ada 3 orang yang sangat berjasa dalam mengajari saya teknik menyanyi. Saat SD saya berlatih teknik menyanyi dengan pak Muridan. Beliau ini sudah sepuh tapi suaranya bagus seperti suaranya Broery Marantika, loh. Beliau ini cenderung keras saat mengajar. Salah nada atau blero dikit aja, bakalan ada suara menggelegar dan gebrakan di meja. Tapi saya bersyukur karenanya saya bisa menguasai (nggaya dikit) beberapa teknik menyanyi. Misalnya bagaimana saat menyanyi seriosa, bagaimana saat menyanyi keroncong, pop bahkan dangdut.

Kelas 2 SMP saya pindah ke Bangkalan Madura. Rupanya guru-guru di sana juga mencium bakat menyanyi saya. Saya diikutkan lomba menyanyi di beberapa event. Yang paling berkesan sih waktu ikutan Bahana Suara Pelajar yang diadakan TPI (sekarang MNC) waktu itu. Setelah itu saya dikirim ke lomba BAPOPSI se-Jawa Timur dan menyanyi 2 lagu keroncong. Ada 2 orang guru musik yang mendampingi dan melatih saya selama hampir 2 bulan, namanya Pak Muhammad dan mas Lili (karena masih muda jadi saya panggil mas, hihi). Alhamdulillah saya tidak mengecewakan mereka. Sejak saat itu saya dan guru-guru saya itu intens bertemu, latihan dan manggung di berbagai event. Sayangnya keluarga saya tak begitu merestui saya untuk menjadi penyanyi. Keluarga hanya mengijinkan saya menyanyi hanya untuk lomba saja, selebihnya nggak boleh. Huhu..

Lulus SMP, saya kembali ke Purworejo dan melanjutkan hobi saya menyanyi. Sedih banget karena nggak bisa berlatih bareng guru-guru saya. Saya cukup sering menyanyi di berbagai event, hanya saja saya tidak memiliki guru atau pembimbing. Saya juga jarang mengikuti lomba menyanyi, paling hanya sekali dua kali itupun karena desakan teman-teman band.

Semasa SMA ini saya miskin prestasi, baik di bidang musik maupun akademik. Saya juga tidak memiliki banyak teman, hanya beberapa saja yang cukup dekat hingga saat ini. Saya juga tidak menemukan guru musik yang benar-benar bisa membimbing saya. Di saat itulah rasanya pengen banget kembali ke Bangkalan lagi dan berlatih bersama dua guru musik saya.

Pengalaman dibimbing oleh pak Muridan, pak Muhammad dan mas Lili makin memperkaya pengetahuan saya di bidang seni suara. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi bersama mereka saya jadi tahu bagaimana teknik menyanyi yang sesuai dengan karakter suara saya. Terima kasih pak Muridan, pak Muhammad, mas Lili.

Nah, ini cerita pengalaman paling berkesan bersama guru-guru musik favorit saya mbak Relita dan mbak Yuli Arinta. Saya yakin pengalaman mbak Icha dan mbak Yuli pasti banyak yang berkesan juga ya bersama para guru.


Follow Me @ikapuspita1