Friday, 12 April 2019

# Food review # Lifestyle

Keripik Lunpia Cik Me Me, Cara Baru Menikmati Lunpia tanpa Ribet

Dokpri. Cik Me Me dengan Keripik Lunpia inovasi terbarunya

Dear friends,

Saya ingat betul ketika hampir 20 tahun yang lalu untuk pertama kalinya saya mencicipi lunpia Semarang. Calon suami saya waktu itu (sekarang sudah jadi suami) membawa sekotak lunpia yang siap goreng ke rumah. Kesan pertama ketika mencicipinya adalah aroma rebungnya yang begitu kuat. Sejak itu saya hampir tak pernah makan lunpia lagi hingga tahun 2016 lalu saya berkesempatan mencicipi lagi lunpia Semarang pada acara Syukuran Rekor Menu Lunpia Terbanyak di Lunpia Cik Me Me (waktu itu namanya masih Lunpia Delight). 

Saya cukup "amaze" ketika mencicipi kembali makanan bernama lunpia ini, karena rasanya sungguh jauh berbeda dengan lunpia yang saya cicipi pertama kali bertahun-tahun lalu. Tidak ada aroma aneh seperti lunpia kebanyakan. Dan dengan beberapa variasi menu isian, pecinta lunpia tak akan bosan dengan citarasa lunpia konvensional.

Dokpri. 

Cik Me Me sebagai generasi penerus lunpia Semarang dan keturunan langsung dari maestro chef Tan Yok Tjay tergerak untuk terus melestarikan warisan leluhurnya. Sepak terjang Cik Me Me  mempertahankan lunpia sebagai warisan budaya sekaligus membuat terobosan baru dalam menciptakan inovasi cita rasa patut diacungi jempol. 

Cik Me Me juga menjadi barisan terdepan yang melakukan protes ketika ada negara lain yang mengklaim Lunpia sebagai makanan asli negara mereka. Tak heran kalau wanita cantik ini mendapatkan penghargaan Kartini Award 2015 dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI). 

Dokpri. Cik Me Me dan produk inovasinya

Perjuangan Cik Me Me untuk menjadikan lunpia sebagai pintu gerbang kuliner Semarang tidak mudah. Meski begitu, perempuan cantik ini telah melakukan banyak hal. Mulai dari menjaga kualitas dan rasa lunpia dengan hanya memilih bahan-bahan terbaik. Karena mayoritas masyarakat kita adalah muslim maka Cik Me Me hanya memilih daging ayam atau kambing yang disembelih secara Islam. Untuk itulah MUI memberi fatwa Halal dari Sertifikasi MUI no 15100013431214 untuk Lunpia Cik Me Me. Jadi, konsumen tidak perlu was-was ketika mengonsumsi Lunpia Cik Me Me. 

Inovasi Cik Me Me tak hanya berhenti di varian rasa  Lunpia Cik Me Me saja, tetapi juga merambah pada produk lainnya. Cik Me Me menciptakan produk baru yaitu Keripik Lunpia. Keripik Lunpia ini lahir sebagai jawaban dari para penggemar lunpia yang berasal dari luar kota dan tidak memungkinkan untuk menikmati lunpia secara langsung. 

Dokpri. Keripik Lunpia

Eksperimen yang dilakukannya hampir setahun belakangan ini akhirnya membuahkan hasil hingga terciptalah sebuah produk cemilan berbahan dasar lunpia. Awalnya saya pikir Keripik Lunpia ini berbahan kulit lunpia yang digoreng menjadi keripik. Ternyata saya salah, teman-teman. Keripik Lunpia ini berbahan utama lunpia original, yaitu kulit beserta isiannya yang diolah sedemikian rupa menggunakan mesin hingga menjadi keripik. Jadi, jangan salah ya teman-teman, Keripik Lunpia bukan terbuat dari kulit lunpia, tetapi berbahan lunpia seutuhnya itu sendiri. 

Beruntung sekali 23 Maret 2019 lalu, saya bersama teman-teman Blogger, Media dan Influencer diundang ke Lunpia Cik Me Me untuk mencicipi Keripik Lunpia Cik Me Me. Masing-masing disuguhi sepiring kecil keripik lunpia. Buat saya yang hobi ngemil, Keripik Lunpia Cik Me Me ini membuat saya seolah tak mau berhenti mengunyahnya. Kriuk..kriuk, endeeez.

Keripik Lunpia Cik Me Me memiliki dua varian rasa yaitu  Original dan Original Pedas. Kebetulan saya penyuka pedas, jadi Keripik Lunpia Original Pedas jadi favorit saya, nih. Meski baru ada dua varian rasa, tetapi tak menutup kemungkinan di masa yang akan datang Cik Me Me akan menambah varian rasa keripik lunpianya.

Dokpri. Cik Me Me dan Keripik Lunpia

Satu hal yang paling membanggakan adalah Keripik Lunpia Cik Me Me ini merupakan produk keripik lunpia yang pertama ada di Indonesia bahkan di dunia, loh. Belum ada yang pernah membuat produk semacam ini sebelumnya. Dengan adanya Keripik Lunpia Cik Me Me semakin menambah khasanah kekayaan kuliner asli Kota Semarang. Keren, ya.

Oh iya, buat kalian yang berada di luar kota ataupun luar pulau yang ingin menikmati lunpia dengan cara beda, Keripik Lunpia Cik Me Me ini adalah cemilan yang cocok untuk dibawa kemana pun juga. Kalian tetap bisa menimati lunpia tanpa ribet harus menggoreng terlebih dulu. 

Dok. Mas Jo. Blogger bersama Cik Me Me

Buat teman-teman yang penasaran dengan rasa Keripik Lunpia Cik Me Me, kalian bisa dapatkan langsung di Counter Lunpia Cik Me Me, toko oleh-oleh, bandara, stasiun kereta bahkan di marketplace pun sudah ada. 

Jangan sampai ketinggalan buat nyicipin Keripik Lunpia Cik Me Me, ya!

Lunpia Cik Me Me
Jl. Gajahmada 107 Semarang
Jam operasional : 05.00-22.00 WIB


2 comments:

  1. Oh lumpia di lembitin gitu ya.
    Tapi kalau makan lumpia biasanya pakek daun bawang.
    Kalau ini tinggal kriuk gitu ua

    ReplyDelete
  2. wah pasti renyang dan lezat ya bun :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com

Follow Me @ikapuspita1