#Day 11 One Day One Post

gambar dipinjam dari kaskus.co.id

Dear Friends,
Sebenarnya malu juga menceritakan kisah memalukan ini. Apalagi kejadian ini sudah lebih dari 18 tahun lalu, tepatnya ketika saya tinggal di Gresik. Setelah lulus SMA, saya bekerja di sebuah perusahaan kayu yang ada di Gresik. Saya tinggal di rumah Om di sebuah perumahan yang rata-rata penghuninya adalah karyawan Petrokimia Gresik.
Kebiasaan saya sepulang kerja adalah naik ke lantai 2 rumah dan melihat pemandangan dari atas. Saya tidak sendiri. Sore itu saya bersama mbak ART dan adik sepupu saya (anak Om) yang masih berumur  5 tahun. Saat sedang santai-santai dan ngobrol kesana-kemari, tiba-tiba mata saya tertuju pada seseorang yang sedang membetulkan genteng. Cowok. Genteng rumah yang dibetulkannya kira-kira 4 rumah dari rumah Om saya. Dari fisiknya, nampak cowok itu cukup tinggi dan berwajah lumayan ganteng menurut saya.
"St..st.., siapa tuuh?", saya menjawil mbak ART. Normal kan, cewek abege kalo liat cowok ganteng. Hihi..
"Siapa ya? Nggak pernah liat tuh. Tapi kayaknya itu genteng rumahnya Bu Sugi deh. Mungkin dia adiknya Bu Sugi," jawab si mbak.
"Boleh juga, tuh. Cakep", kata saya.
"Yee..mbak Ita naksir nih", goda si mbak.
"Haha..ya nggak lah. Masak baru liat langsung naksir". 
"Nanti kalo ketemu, aku salamin ya", si mbak berinisiatif.
"Mmm...boleh deh", jawab saya. *saya pikir saya ganjen juga ya waktu abege. LOL.

Bu Sugi adalah tetangga yang tinggal kira-kira 4 rumah dari rumah Om. Anaknya baru satu, perempuan. Seumuran dengan adik sepupu saya. Suaminya juga bekerja di Petrokimia, tapi saya jarang bertemu karena waktu saya lebih banyak di tempat kerja. Saya percaya saja waktu si mbak bilang kalau cowok itu mungkin adiknya Bu Sugi. Apalagi dilihat dari wajahnya memang lebih muda dari Bu Sugi.

Sejak itu, setiap sore saya selalu nongkrong cantik di atap dengan harapan si cowok itu muncul lagi diatas genteng. Haha. Kan asyik tuh, nontonin cowok mbetulin genteng dari jauh. Lumayan, ada tambahan vitamin A. Tapi ternyata, si cowok ganteng itu nggak pernah muncul lagi. Yaaah...penonton kecewa. :D

"Mbak, adiknya Bu Sugi kok nggak pernah keliatan lagi, ya", tanya saya.
"Mungkin lagi kerja, mbak", jawab si mbak.
"Ooh, begitu".

Hingga suatu hari, saya kaget melihat Bu Sugi berkunjung ke rumah bersama seorang cowok. Eh, itu kan si cowok yang betulin genteng itu, pikir saya.
"Mbak Ita, Bu Wid nya ada?" tanya Bu Sugi.
"Ada Tante, silahkan masuk", ujar saya.
Jantung saya tiba-tiba berdegup kencang. Apa karena cowok itu, ya.
Setelah mempersilahkan masuk, saya segera masuk ke kamar. Kebetulan kamar saya dekat dengan ruang tamu.

"Eeh, Bu Sugi. Walaaah manjane, kesini aja minta diantar sama Pak Sugi", sapa Tante saya.

What?? Nggak salah dengar, tuh?
Jadi, yang saya kira adiknya Bu Sugi itu ternyata Pak Sugi? Ya ampuun, jadi dia suami orang doong?
Untung cuma si mbak yang tahu soal ini. Malunya setengah mati. Saya mati-matian mengancam si mbak supaya tidak menceritakan kejadian ini pada Om dan Tante.