sumber gambar lunpiadelight.co.id
Dear Friends,
Semua orang juga tahu kalau Lunpia adalah salah satu ikon kuliner Semarang. Kita patut berterima kasih pada pasangan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi yang telah menciptakan lunpia tahun 1870 yang lalu sehingga kita bisa menikmati lezatnya kuliner asli Semarang ini. Bahan baku rebung diolah sedemikian rupa hingga terciptalah makanan lezat bernama lunpia yang mereka jual di pasar. Lunpia yang dulu hanya dijual di pasar kemudian dikelola oleh anak turun pasangan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi yang berkembang menjadi 3 pilar yaitu Lunpia Gang Lombok, Lunpia Pemuda dan Lunpia Mataram. Merekalah yang kemudian membangun dinasti keluarga Lunpia Semarang hingga berkembang pesat sampai saat ini.

Silsilah Keluarga Lunpia Semarang
Adalah Melani Sugiarto yang merupakan generasi kelima Lunpia Semarang dan keturunan langsung dari maestro chef Tan Yok Tjay tergerak untuk terus melestarikan warisan leluhurnya. Sepak terjang Cik Me Me  mempertahankan lunpia sebagai warisan budaya sekaligus membuat terobosan baru dalam menciptakan inovasi cita rasa patut diacungi jempol. Cik Me Me juga menjadi barisan terdepan yang melakukan protes ketika ada negara lain yang mengklaim Lunpia sebagai makanan asli negara mereka. Tak heran kalau wanita cantik ini mendapatkan penghargaan Kartini Award 2015 dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI). 

Cik Me Me menerima Penghargaan dari LEPRID
Dengan mendirikan Lunpia Delight wanita ayu yang akrab di panggil Cik Me Me ini berkreasi dan berinovasi menciptakan berbagai menu dan varian rasa Lunpia. Bila dulu kita hanya mengenal Lunpia dengan isian rebung dengan telur/udang/ayam/daging saja, kini kita bisa menikmati 6 varian rasa. Ada Lunpia Raja Nusantara alias rasa jamur nusantara, Lunpia Fish Kakap bagi penyuka ikan, Lunpia KaJaMu alias kambing jantan muda bagi penyuka daging kambing, Lunpia Plain bagi vegetarian, Lunpia Crab yang berisi daging kepiting dan Lunpia Original. Berkat inovasinya inilah Cik Me Me juga menerima penghargaan dari LEPRID dengan prestasi Lunpia dengan menu terbanyak. 

dok. Hidayah Sulistyowati : Bermacam varian Lunpia Delight
Meski berbagai penghargaan telah didapatkan, Cik Me Me tak lantas puas begitu saja. Meski Lunpia Semarang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah, kini beliau sedang berjuang agar Lunpia Semarang juga bisa diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Tujuannya tak lain adalah agar Lunpia bisa mendunia dan tak ada lagi negara lain yang mengklaim Lunpia sebagai makanan asli mereka. 

Perjuangan Cik Me Me untuk menjadikan Lunpia sebagai Pintu Gerbang Kuliner Semarang tidak mudah. Meski begitu, wanita tangguh ini telah melakukan banyak hal. Mulai dari menjaga kualitas dan rasa Lunpia Delight dengan hanya memilih bahan-bahan terbaik. Karena mayoritas masyarakat kita adalah muslim maka Cik Me Me hanya memilih daging ayam atau kambing yang disembelih secara Islam. Untuk itulah MUI memberi fatwa Halal dari Sertifikasi MUI no 15100013431214 untuk Lunpia Delight. Jadi, konsumen tidak perlu was-was ketika mengonsumsi Lunpia Delight. Dengan teknik marketing yang mumpuni, Lunpia Delight telah mendapat tempat. Baik di hati para konsumen maupun di hati orang-orang yang secara tidak langsung ikut membantu mempromosikan Lunpia Delight. Hubungan emosional seperti inilah yang membuat Lunpia Delight selalu diburu para pendatang. Sebagai pewaris tradisi budaya dan resep leluhur, Cik Me Me telah berhasil menjadikan Lunpia Delight sebagai Gerbang Kuliner Semarang. 
Bravo, Cik Me Me!

dokpri. Di dalam Gerai Lunpia Delight

“Tulisan ini diikutsertakan pada Lunpia Delight Blogging Competition yang diselenggarakan 
oleh Lunpia Delight