Dear Friends,
Jumpa lagi setelah si empunya blog yang lagi angot-angotan ngeblog akhirnya sadar kalo tulisannya masih awet dalam bentuk draft melulu. Setelah sadar kemudian nangis. Pasalnya segala alexa, DA, PA terjun bebas. Hampir dua bulan saya terjebak drama PPDB. Iya, berkali-kali saya mengkambinghitamkan PPDB. Saya sukses "baper" saat-saat itu. Alhasil, artikel saya selama dua bulan bisa dihitung dengan jari *emang  dulu enggak? LOL. 

Tapi, bersyukur mood ngeblog saya akhirnya kembali secara perlahan namun pasti (lebay banget ih). Meski kadang tergoda untuk berlama-lama stalking sosmed (banyakan stalking nya dibanding nulisnya :p ). Tahu nggak apa yang membuat mood ngeblog saya kembali ? 

Berkumpul dengan Sesama Blogger

Beberapa kali saya dan sahabat-sahabat blogger saya bertemu. Kadang sambil hangout di Cafe atau sekedar berkumpul di rumah salah seorang diantara kami. Selain ngumpul dan makan-makan (pantesan BB makin naiik. LOL) biasanya kami saling sharing segala sesuatu tentang blog. Entah itu mempercantik tampilan blog, cara memasang widget di blog bahkan info lomba blog. Nah, beberapa hari yang lalu saya dan beberapa sahabat ngumpul di rumah mbak Wati. Ada banyak yang kami obrolin, salah satunya soal blog. Hal inilah yang bisa membuat semangat lagi untuk ngeblog.

Tidak sekedar ngumpul

Menata Ulang Meja Kerja

Kondisi meja kerja bisa mempengaruhi mood untuk menulis. Kondisi meja yang acak-acakan dengan barang-barang berceceran sungguh tak sedap dipandang mata, kan. Biasanya sih suami saya yang suka beres-beres meja kerja saya. Hihi. Beliau pinter menata meja kerja dengan rapi dan artistik. Setiap kali meja terlihat berantakan, tanpa ba bi bu langsung diberesin. Jadi saya makin semangat deh berantakin lagi meja kerjanya... eh ngeblognya. LOL.

This is my favorite corner

Ngeblog Sambil Mendengarkan Musik

Siapa sih yang nggak suka musik? Hampir semua orang pasti suka mendengarkan musik. Apalagi sekarang banyak jenis musik dengan berbagai genre sukses menghibur para penikmatnya. Saya sendiri suka musik dari jaman dulu. Bahkan waktu SD saya malah hafal lagu-lagunya Mansur S, Rhoma Irama, Itje Trisnawati, Betharia Sonata, Nicky Astria bahkan lagu-lagu Qasidah dan lagu-lagu Malaysia. Heran ya? Haha. Karena setiap hari dari pagi, siang hingga malam rumah saya full musik. Dulu saya ikut ensemble, band bahkan karawitan. Jadi sejak kecil, musik adalah sebagian dari hidup saya. Pun setelah menikah dan punya anak. Saya masih suka mendengarkan musik. Biasanya setelah mendengarkan musik, mood kembali oke lalu ide-ide mengalir cemerlang. Bikin playlist lagu-lagu favorit, pasang headset dan siap beraksi di depan si leppi.

Tiada hari tanpa musik

Me Time di Kamar Mandi

Me Time di kamar mandi?? Eits jangan salah. Melakukan perawatan tubuh dengan luluran atau berendam itu juga bisa jadi aktivitas "Me Time" yang mengasyikkan. Apalagi kalau ada aroma terapy yang wangi dan menenangkan. Waaah, sungguh bisa membangkitkan mood, lho. Nah, kalau badan sudah bersih dan wangi mau melakukan kegiatan apapun pasti bersemangat. Coba aja, deh.

Melakukan perawatan sendiri

Minum Secangkir Kopi 

Saya suka sekali minum kopi tubruk, bahkan sejak SD. Saya nggak terlalu suka minum kopi dengan campuran susu ataupun creamer. Dulu ketika Ibu membuatkan kopi untuk Mbah, pasti setengahnya saya yang menghabiskan. Kopi tubruk seduhan Ibu bukan berasal dari kopi spesial yang mahal. Kopi seharga 300 perak per bungkus (sekarang sih sekitar 3000 ribuan, sudah 10 kali lipat harganya) itulah yang pertama kali tercecap di lidah saya. Namanya Kopi cap Tjangkir. Aromanya khas sekali. Bahkan sampai sekarang iklannya di radio masih bertahan dengan dialog yang sama sejak saya kecil. Sayangnya kopi itu hanya ada di daerah kampung halaman saya saja. Beberapa tahu belakangan saya minum kopi yang memiliki tagline "jelas lebih enak" haha. Nggak tahu kenapa, saya nggak bisa pindah ke lain hati. Jangan-jangan karena saya hampir nggak pernah nyoba merk lain ya? Hihi. Pernah juga sih, nyobain kopi seduhan adik ipar saya (suaminya Arin). Dia sih pecinta kopi beneran. Minumnya nggak pake gula, rasanya asam pahit. Dan saya nggak suka. Emang ya, yang abal-abal itu malah enak. Wkwkwk. LOL.
Biasanya setelah minum secangkir kopi, semangat saya nyala kembali. Bener-bener dah, efek si kopi ini. 

Secangkir kopi hitam yang membangkitkan semangat

Membaca Ulang Peta Rencana Pencapaian

Saya biasa menulis rencana-rencana pencapaian hidup saya sepanjang satu tahun di buku. Peta rencana ala saya itu saya gambarkan seperti Mind Mapping. Entah itu soal cita-cita, anak-anak, target dalam hal pekerjaan bahkan soal #relationshipgoals saya dan suami tapi versi saya. Haha. Saya jadi ingat tahun lalu saya ngotot banget menuliskan bahwa saya ingin bisa membeli motor matic merk Vario, dan tahun ini saya bisa mewujudkannya (maksudnya saya dan suami. LOL). See?
Betapa peta rencana itu bisa jadi afirmasi positive bagi penulisnya, lho.

Contoh peta rencana

Bagi saya cara-cara itu cukup efektif untuk membangkitkan semangat ngeblog saya. Tapi kembali lagi, apa yang baik dan efektif  menurut saya belum tentu baik bagi yang lain. Apa yang cocok menurut saya belum tentu cocok bagi yang lain. Kembali pada selera dan kebiasaan masing-masing. Setuju?