Dear Friends,

Sebenarnya saya termasuk orang yang doyan traveling. Bahkan dulu saya sering melakukan solo traveling, meski hanya sehari. Demi menghilangkan stres karena beban pekerjaan, saya sering melakukan perjalanan "get lost for a day". Jadi, saya pergi tanpa tujuan jelas. Kayak ngilang, gitu deh. Gilak ya. Iya, tapi itu dulu. Bertahun-tahun lalu ketika masih lajang. Namun, sejak menikah dan memiliki anak saya jadi jarang traveling. Maklum, saya tidak sendiri lagi. Ada anak-anak dan suami yang menjadi prioritas. Padahal hasrat untuk traveling begitu menggebu.

Mungkin paham akan kegelisahan istrinya *tsah , akhirnya suami saya menawarkan untuk traveling barang sehari ke lokasi wisata yang tidak terlalu jauh dari Semarang. Setelah berembug dengan anak-anak, akhirnya diputuskan bahwa kami akan berwisata ke Umbul Sidomukti. Destinasi wisata ini bisa ditempuh dalam waktu dua jam saja dari kota Semarang.

Kami sengaja berangkat pagi-pagi untuk menghindari macet. Selain itu, supaya bisa puas menikmati keindahan alam di lokasi wisata nanti. Perjalanan di pagi hari sangat lancar, bahkan diluar perkiraan karena tidak sampai dua jam kami tiba di Umbul Sidomukti. Lokasi wisata ini terletak di desa Sidomukti, kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Daerah ini merupakan tempat wisata yang sangat recomended bagi yang suka wisata alam. Lokasi wisata yang berdekatan dengan Umbul Sidomukti antara lain Candi Gedong Songo, Curug 7 Bidadari, Bandungan Indah Waterboom, Wisata Kuliner Pemancingan Blater, Bukit Cinta Banyubiru, Klenting Kuning Sumowono dan masih banyak lagi. Namun karena keterbatasan waktu, kami memutuskan untuk mengunjungi Umbul Sidomukti saja.

Udara dingin berhembus, menyambut kedatangan kami di Umbul Sidomukti. Berada di ketinggian 1200 mdpl dan berada diantara gunung Ungaran, gunung Andong, gunung Merbabu dan gunung Telomoyo, tak heran kalau hingga siangpun udara masih sejuk. Di lokasi parkir, banyak para pemilik kuda yang menawarkan jasanya untuk berkeliling menaiki kuda. Dengan membayar 25 ribu, kita sudah diantar berkeliling lokasi. Lumayanlah, daripada capek jalan. 

Dokpri : Asyiknya naik kuda
Lokasi wisata Umbul Sidomukti ini juga diapit dua jurang di kedua sisinya. Selain menawarkan keindahan alam, Umbul Sidomukti juga memiliki beberapa wahana permainan yang mampu memacu adrenalin seperti flying fox, marine bridge, ATV hingga camping ground dan kolam renang dengan mata air Tuk Ngetihan yang berasal dari mata air gunung Ungaran. Ssstt, katanya kalau mandi di kolam ini bisa awet muda, loh. Duuh, nyesel kenapa kemarin nggak nyemplung di sana. Siapa tahu kan, saya jadi lebih muda setelah mandi di kolam itu. Hihi.

Dokpri : Sejumlah permainan yang bisa dipilih
Meski matahari beranjak tinggi, tetapi udara dingin masih cukup menusuk kulit. Anak-anak yang tadinya antusias ingin berenang mengurungkan niatnya karena airnya sangat dingin. Padahal sejak awal mereka sangat ingin berenang di sana. Apa daya, nyali jadi ciut begitu menyentuh dinginnya air kolam di Umbul Sidomukti.

Dokpri : Pemandangan alam di Umbul Sidomukti yang mempesona
Dokpri : Akhirnya hanya bermain di pinggir kolam
Untuk mengobati kekecewaan anak-anak karena tidak jadi berenang, sayapun menawarkan pada anak-anak untuk mencoba bermain di wahana lain. Akhirnya anak-anak memilih untuk mencoba flying fox. Sebenarnya saya agak ngeri, karena lintasan flying fox sepanjang 110 meter ini dengan ketinggian 70 meter dari titik terendah lembah. Flying fox ini menyeberangi lembah dan berpindah dari lereng bukit yang satu ke lereng lainnya. Namun tak sedikitpun  rasa takut terlihat di wajah anak-anak. Ya sudahlah. Toh, pengelola wisata di Umbul Sidomukti juga telah menyiapkan peralatan yang aman digunakan. Jadi, hilang sudah rasa was-was ini.

Dokpri : Si kakak dapat giliran pertama
Dokpri : Yeaay, si mas berani
Setelah puas dengan permainan flying fox, kami memutuskan untuk naik lagi menuju Pondok Kopi. Lokasinya kira-kira 1 kilometer dari Umbul Sidomukti. Di kawasan ini ada beberapa resto dan penginapan dengan view yang begitu memanjakan mata. Di sepanjang kanan kiri jalan, kebun-kebun sayur hijau terhampar. Sementara di kejauhan bukit-bukit dan gunung berselimut awan berdiri menjulang. 

Dokpri : Memandang di kejauhan
Beberapa resto di atas Umbul Sidomukti memang menjual view dan suasana, termasuk salah satunya Pondok Kopi ini. Siapa yang tak tertarik pada tempat ini. Di sini kita bisa memandang kota dari kejauhan. Seolah-olah kita sedang berada di sebuah negeri diatas awan. Kalau malam tiba, kita seperti memandang bintang-bintang bertaburan. Sungguh, romantis bukan?

Dokpri : Suasana Pondok Kopi
Pondok Kopi ini selalu menjadi tujuan untuk hangout bagi orang-orang yang ingin rehat sejenak dari rutinitas sehari-harinya. Sayang, waktu berjalan cepat. Tak terasa sudah seharian kami berada di Umbul Sidomukti. Sungguh betah rasanya berlama-lama di sini. Seperti enggan beranjak dari tempat ini. Semoga bisa kembali lagi dan tinggal lebih lama suatu hari nanti.