#SidoPiknik dan Factory Visit ke PT. Sido Muncul

photo credit @hyudee
Adalah sebuah keberuntungan ketika saya mendapat kesempatan untuk ikut dalam rombongan #sidopiknik dan beranjangsana ke pabrik Sido Muncul. Tujuan sebenarnya nggak hanya datang ke pabrik dan melihat kegiatan yang berlangsung di sana. Tetapi ada beberapa agenda khusus yang sudah disiapkan oleh Sidomuncul diantaranya mengunjungi lokasi pembersihan enceng gondok di Rawapening, melihat proses pengolahan enceng gondok menjadi wood pellet bahan bakar kemudian  factory visit Sidomuncul di Ungaran.

******

Pukul 7 pagi saya bergegas menuju ke Warung Soto Pak Man di daerah Pamularsih, menyusul rombongan teman-teman dari Jakarta yang sudah lebih dulu tiba di sana. Setelah sarapan, rombongan berangkat menuju ke Rawapening yang berada di daerah Tuntang. Di sana telah menunggu Pak Irwan (Dirut PT. Sidomuncul) beserta beberapa Staff-nya.

Pak Irwan menggambarkan kondisi Rawapening. [photo credit @hyudee]
Pak Irwan bercerita bahwa Rawapening adalah salah satu danau yang dikenal karena potensi wisatanya. Namun sayang, danau seluas 2.670 hektar yang dulu memiliki kedalaman hingga 15 meter ini kini mulai dangkal. Permukaan danau hampir tertutup enceng gondok dan mulai mengganggu ekosistem danau. Apalagi ditambah dengan limbah domestik yang mengalir ke dalam danau. Pemerintah juga tak tinggal diam. Upaya pembersihan enceng gondok dan pelatihan untuk memanfaatkan enceng gondok menjadi barang-barang kerajinan  juga telah dilakukan namun belum mampu menekan populasi enceng gondok.

Kalau didiamkan, satu enceng gondok ini akan berkembang menjadi 1 meter persegi dalam kurun waktu beberapa hari saja. Kebayang kan gimana jadinya kalau Rawapening ketutup enceng gondok? Bagaimana bisa Rawapening menjadi lokasi wisata yang potensial jika kondisinya tidak memungkinkan untuk menjadi tempat wisata?

Populasi enceng gondok di  Rawapening [dokpri]
Kondisi semacam ini menjadi perhatian Sido Muncul yang kemudian melalui program CSR nya melakukan penelitian pemanfaatan tumbuhan enceng gondok. Nah, enceng gondok tersebut dijadikan sumber energi baru yang diproses sedemikian rupa hingga berbentuk wood pellet dan digunakan sebagai energi baru pengganti minyak atau gas. Kalau upaya ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan target, tentu akan membawa dampak positif bagi banyak sektor terutama sektor ekonomi.

Kondisi Rawapening kini [dokpri]
Setelah beberapa saat meninjau secara langsung kondisi Rawapening, rombongan #sidopiknik pun diajak menuju lokasi pabrik Sido Muncul untuk melihat secara langsung proses pembuatan wood pellet dari enceng gondok.

Aroma rempah menyengat kuat begitu memasuki kawasan pabrik. Saya dan teman-teman langsung menuju tempat pengolahan enceng gondok. Pak Irwan menunjukkan bagaimana enceng gondok yang awalnya masih berbentuk utuh dipotong-potong menggunakan mesin kemudian masuk ke dalam mesin pengering dan diproses lagi menjadi wood pellet yang siap digunakan.

Proses pencacahan enceng gondok
Enceng gondok dimasukkan ke dalam mesin pengering [dokpri]
Enceng gondok diproses menjadi wood pellet [dokpri]
Enceng gondok yang sudah menjadi wood pellet [dokpri]
Pellet enceng gondok, sumber energi baru [dokpri]
Tak hanya memanfaatkan enceng gondok menjadi sumber energi baru, Sido Muncul pun memanfaatkan limbah padat bahan jamu untuk dijadikan wood pellet yang dipakai sebagai bahan bakar boiler proses produksi jamu. Perlu diketahui, saat ini pabrik Sido Muncul menggunakan bahan bakar 50% wood pellet dan 50% gas untuk proses produksi jamu, loh. Nah, perusahaan jadi lebih hemat bahan bakar kan. Salut!

Setelah selesai melihat proses pembuatan wood pellet dari enceng gondok, rombongan #sidopiknik diajak menuju kawasan agrowisata Sido Muncul yang masih berada di komplek pabrik. Agrowisata seluas 36 hektar ini memiliki 1500 jenis tanaman obat dan 240 satwa. Agrowisata Sido Muncul dibuka untuk umum. Siapapun bisa datang untuk belajar dan melihat berbagai koleksi tanaman rempah yang ada di sana. Rata-rata pengunjungnya adalah pelajar, mahasiswa bahkan instansi pemerintahan.

Di depan danau agrowisata Sido Muncul [photo credit @hyudee]
Sembari beristirahat, Pak Irwan menceritakan tentang sejarah berdirinya pabrik Sido Muncul hingga menjadi sebuah perusahaan multinasional seperti saat ini. Sido Muncul yang memiliki makna "Impian yang Terwujud" didirikan secara resmi di Semarang pada tahun 1951 dengan produk andalan "jamu tolak angin". Seiring dengan waktu, permintaan pasar semakin meningkat hingga kapasitas produksi semakin besar. Sido Muncul memindahkan pabrik ke lokasi yang lebih besar dan melengkapinya dengan mesin-mesin modern. Hingga kini Sido Muncul memiliki 250 lebih produk unggulan yang di ekspor ke beberapa negara, baik di kawasan Asia, Eropa, Amerika bahkan Afrika.Tentunya ini sesuai dengan visi misi Sido Muncul  yang ingin menjadi perusahaan obat herbal yang mendunia.

Produksi yang kian meningkat menunjukkan bahwa produk Sido Muncul dicintai dan mendapat tempat di hati konsumen setianya. Seperti yang kita ketahui Sido Muncul juga memiliki program-program CSR yang membawa dampak positif bagi para penerimanya.

Divisi R & D sedang meneliti kondisi bahan baku [dokpri]
Sebelum memproduksi berbagai jenis produk, terlebih dahulu Sido Muncul melalui para karyawan di divisi Research and Development (R & D) melakukan penelitian terhadap bahan-bahan baku yang akan digunakan. Setiap tahapan produksi, bahan-bahan baku ini melalui proses penelitian apakah sesuai kriteria atau tidak.

Di sinilah semua bahan baku di teliti, mulai dari kandungan vitamin hingga ada tidaknya cemaran di dalamnya. Jadi, bahan-bahan yang digunakan oleh Sido Muncul benar-benar bahan yang sudah terpilih dan memenuhi kualifikasi yang aman untuk dikonsumsi. Jadi, jangan kuatir ya, friends.

Proses produksi jamu tolak angin Sido Muncul [dokpri]
Hasil produksi siap packing [dokpri]
Tangan-tangan terampil yang siap melakukan packing sekunder [dokpri]
Kunjungan rombongan #sidopiknik ke pabrik Sido Muncul kali ini benar-benar membuka wawasan saya tentang berbagai hal. Bukan hanya materi tetapi ilmu dan pengalaman yang amat berharga. Filosofi kehidupan yang disampaikan oleh Pak Irwan bisa dijadikan teladan dan relevan untuk diterapkan dalam kehidupan.

Satu kalimat wejangan yang paling saya ingat adalah "kesuksesan adalah hak semua orang, namun kekayaan adalah pilihan Tuhan". Noted, pak Irwan. 


Posting Komentar

36 Komentar

  1. Wuih, ternyata yang ikut berkunjung ada yang dari Jakarta juga to? Kukira ini event-nya Gandjel Rel. Seru ya, Mbak, bisa melihat langsung pabriknya dan aktivitas pengepakan jamu-jamu Sido Muncul. Apalagi diselingi ke Rawapening. Btw, baru tahu nih kalau eceng gondok ternyata bisa diubah menjadi bahan bakar. Keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang Semarang cuma 4 orang doang malahan mas Eko, sebagian besar dari Jakarta

      Aku juga baru tahu kalo enceng gondok bisa jadi bahan bakar. Bener-bener inovatif banget Sido Muncul

      Hapus
  2. Mba.. seru banget deh! semoga suatu saat juga dapat kesempatan buat factory visit ke sana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget mbak Rin. Semoga blogger2 Semarang juga dapat kesempatan yg sama suatu hari ya

      Hapus
  3. Sido muncul keren yaa...stlah sukses dg tolak anginnya, ternyata mereka jg menggunakan enceng gondok sbg bhan bakar produksinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren banget Pai, aku kagum banget dengan Pak Irwan dengan kreativitas dan filosofi kehidupan yg dijalani beliau.

      Hapus
  4. Keren banget SM bisa pakai limbah dan enceng gondok jadi sumber energi. Go green betulan, nggak cuma slogan. Moga2 dapet kesempatan belajar ke sana juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Winda, bahkan limbah pun di proses dan dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yg berharga. Tak ada yg sia-sia

      Hapus
  5. Asik nih Mbak Ika. Memang Sidomuncul menyanggupi mengelola enceng gondoknya. Seru ya acaranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik banget mbak Wahyu. Hebat ya Sido Muncul, adaaa aja idenya

      Hapus
  6. Pellet itu semacam arang kah mba? Sido Muncul beneran melakukan program CSRnya dengan metode go green yg keren ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Uniek, mirip-mirip dengan briket batu bara gitu, hanya bentuknya kecil-kecil kayak pensil

      Hapus
  7. Penasaran sama penggunaan wood pellet sebagai bahan bakarnya mb, itu dimasukkan mesin atau gmn mb? Cz sy taunya pellet itu sbg makanan ikan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wood pellet yg sdh jadi dibakar mbak...makenya kayak pake briket batu bara, nyala apinya juga bagus kayak gas

      Hapus
  8. Wuihhh keren banget ya Sido Muncul, berinovasi dengan program csr dlm bentuk bahan bakar yg go green. Mupeng lihat mba Ika jalan2 kece gini, ajakin akuuuu mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Wati...keren banget program2nya Sido Muncul. Nanti deh, diajakin kalo ada lagi ya

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Wah Sido Muncul memang selalu kreatif dan inovatif, dan perusahaan jamu herbal terstandarisasi, dan salah satu costumer Merck juga ☺

    BalasHapus
  11. pas kuliah aku hampir skripsi di sini, tapi karena berbagai pertimbangan..jadinya di Pekalongan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah...iyakah? padahal kalo jadi, pasti keren hasilnya loh *sok tau :p

      Hapus
  12. Waah sido muncul keren bangett. Bisa memanfaatkan sesuatu yg berlimpah ruah yg asalnya tersia-siakan begitu saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Rahmi, bener...pokoknya nggak ada yg sia-sia

      Hapus
  13. Produk langganan nih yang harus ada di rumah. Hehe. Jadi pengen kesana juga :D

    BalasHapus
  14. Wahh kreatif banget deh Sidomuncul..seru ya masuk pabriknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Dew, seru banget.pengen kesana lagi

      Hapus
  15. Mbak Ika, dikau emang keren banget bisa dapat kesempatan dapat ilmu dari Pak Irwan.
    Dari zaman sekolah aku diiming2i sama dosenku tentang Pak Irwan. Pengen banget ketemu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Diyanika...aku beruntung banget dapat kesempatan ikut sidopiknik kemarin itu.

      pak Irwan te o pe be ge te deh.

      Hapus
  16. Jadi g cuma isa bikin tas ya mbak.. Enceng gondok isa buat sumber energi

    BalasHapus
  17. Jadi g cuma isa bikin tas ya mbak.. Enceng gondok isa buat sumber energi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Tin...selain dibikin jadi kerajinan, enceng gondok bisa jadi sumber energi baru juga.

      Hapus
  18. Ini nih enaknya piknik, dpt seneng juga dpt ilmu. Apalagi piknik ke pabrik jamu yg kerennnn. Thumbs up buat sido muncul!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener dek...seneng2 tapi sekaligus belajar, jadi dobel untung deh

      Hapus
  19. pengalaman baru yaa mba ika, bisa melihat pengolahan enceng gondok secara langsung. kece nih sido muncul...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaak Cii...ini pengalaman pertama yg nggak akan mungkin terlupa.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan tidak meninggalkan link hidup. Jangan lupa komentarnya yaaa.....
bundafinaufara.com