Dear Friends,

Traveling adalah hal yang paling menyenangkan buat saya. Apalagi belakangan ini saya banyak melakukan perjalanan karena pekerjaan. Hal ini ibarat sebuah mimpi yang menjadi nyata, karena dulu saya pernah bercita-cita agar bisa bekerja sekaligus jalan-jalan.

Dokpri. Traveling bebas anyang-anyangan

Paling hepi kalo acara traveling kita bisa berjalan dengan lancar ya. Pernah nggak sih, saat kalian traveling tapi malah mengalami sesuatu yang bikin mood kita berubah? Seperti mendadak sakit, tiba-tiba pusing kepala atau malah hasrat ingin pipis melulu alias anyang-anyangan?

Pasti kondisi semacam itu langsung bikin kita jadi bad mood, kan.

Iya lah, pastinya. Hal-hal semacam itu yang bisa menghambat perjalanan. Kalo cuma pusing kepala sih, bisa diatasi dengan minum obat lalu tidur selama perjalanan. Beres, kan.

Lah, kalo anyang-anyangan? Hasrat ingin pipis yang datang berkali-kali membuat kita musti bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil yang keluarnya juga nggak seberapa banyak. Baru jalan sebentar udah kebelet pengen pipis lagi. Belum lagi harus menahan rasa sakit ketika buang air kecil. Duuh, nggak tahan deh nyerinya.

Nggak cuma bikin bad mood, kita pasti juga nggak bakalan hepi karena perjalanan jadi nggak lancar. Kalo sudah begini sih, bisa dipastikan traveling jadi kacau. 

Pict by obat tradisional

Tapi itu dulu, sebelum saya kenal Prive Uri-Cran. Pernah mengalami anyang-anyangan saat traveling membuat saya lebih berhati-hati. Eh, kalian juga musti hati-hati  loh, friends.

Nah, ada beberapa informasi dan tips nih buat kalian, agar bisa mengantisipasi datangnya anyang-anyangan. Jangan sampai, anyang-anyangan ini juga kejadian sama kalian.
Anyang-anyangan merupakan salah satu indikasi penyakit infeksi saluran kemih. Gejalanya adalah hasrat ingin buang air kecil besar tapi volume air kencing sedikit. Inilah yang menjadi penyebab sakit saat buang air kecil. Kalian tahu nggak, kalo ternyata 5 dari 10 wanita pernah mengalami anyang-anyangan, loh. Kondisi ini bisa terjadi berulang kali, bahkan hingga bertahun-tahun. Nah, ini yang terjadi pada diri saya.

Apa penyebabnya?

Ternyata  terlalu banyak minum yang berefek diuretik seperti alkohol, kopi, dan teh bisa menyebabkan anyang-anyangan. Huhuu, padahal saya ini hobi banget minum kopi. Nggak cuma itu saja, ternyata anyang-anyangan bisa juga terjadi karena kehamilan, cemas, otot detrusor tidak stabil, pembesaran prostat, hipertonisitas dasar panggul, interstitial cystitis, dan diverticulitis. Nah, ini musti dicatet, ya!

Pict by http://uricran.co.id
Trus, kalo sudah terkena anyang-anyangan, apa sebaiknya yang musti kita lakukan?

Ya diobati, dong.

Jadi, saat saya terkena anyang-anyangan beberapa waktu lalu, banyak yang menyarankan untuk mengonsumsi Prive Uri-Cran 1 sampai 2 kali sehari. Prive Uri-Cran ini  mampu mengatasi susah buang air kecil, karena mengandung ekstrak buah cranberry yang berkhasiat menghambat infeksi bakteri dalam saluran kemih. Kadar vitamin C dalam buah cranberry juga cukup tinggi. Selain itu cranberry juga kaya serat makanan, mineral dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, quercetin. Jadi, aman lah untuk dikonsumsi.

Pict by http:uricran.co.id
Nah, untuk pencegahannya kalian bisa baca dan ikuti tips berikut ini!
  • Jaga kebersihan organ intim. Setelah dibasuh, keringkan dengan handuk atau tissue supaya bakteri tidak berkembang. Tahu sendiri kan, bakteri suka banget berkembang biak di tempat yang lembab.
  • Jangan memakai pakaian dalam terlalu ketat ya. 
  • Jangan lupa minum air putih. Kurang minum air putih ternyata juga bisa jadi penyebab anyang-anyangan. Ayo, jangan males minum air putih.
  • Jangan suka menahan pipis. Kalo udah kebelet pipis ya mending pipis aja. Nggak usah ditahan-tahan. 
  • Basuh organ intim dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya. 
  • Bersihkan dudukan toilet (kalo sedang pake toilet duduk) dengan air, keringkan dengan tissue baru kemudian dipakai. 
Dokpri. Uri-cran siap diminum
    Buat kalian yang suka traveling, jangan lupa bawa Prive Uri-Cran kemanapun kalian pergi. Anyang-anyangan bisa datang dan pergi tanpa bisa kita prediksi.

    Nggak ada salahnya kan untuk antisipasi? Mencegah lebih baik daripada mengobati.