http://www.gandjelrel.com/2017/02/blogging-competition-jepret-kuliner-nusantara-dengan-smartphone.html


Dear Friends,
Salah satu kebiasaan orang saat berwisata kuliner adalah mengupload foto-foto makanannya. Begitu makanan yang dipesan dihidangkan, yang pertama dilakukan adalah memotret makanannya dari berbagai angle, upload ke sosmed baru kemudian dimakan. Betul nggak? *termasuk yang nulis juga, sih. LOL. Sampai-sampai anak dan suami kudu menahan lapar gara-gara prosesi potret memotret makanan ini. Awalnya sih mereka protes, tapi lama kelamaan mereka jadi terbiasa deh. Apalagi kalau dikasih alasan, "ini sekalian buat bahan postingan di blog" pasti bakalan dimaklumi.

Sebenarnya saya dan keluarga nggak terlalu sering kulineran. Hanya sesekali pas ada rezeki lebih, kami pergi makan di luar. Nggak harus kulineran di restoran yang mahal, kok. Malahan paling sering  kulineran di warung makan tenda atau warung makan biasa. Yang penting adalah kebersamaannya. *sok bijak euy.

Kalau sedang kulineran, biasanya beberapa makanan ini yang kami cari.

Soto Ayam

Soto Ayam
Semua pasti tahu bahwa Soto adalah salah satu makanan favorit semua kalangan, baik kalangan biasa hingga kalangan berada. Mau dinikmati saat sarapan, makan siang ataupun saat makan malam pun Soto tetap memiliki citarasa yang istimewa. Soto juga beraneka ragam jenisnya. Ada soto daging sapi, soto kerbau, soto ayam dan sebagainya. Hampir di setiap daerah memiliki soto dengan khas daerah mereka masing-masing. Pun dengan cara penyajian dan cara memasaknya, ada yang berkuah bening, ada juga yang berjuah santan. Tinggal pilih soto apa yang kalian suka.

Kalau saya dan keluarga paling suka menikmati soto ayam dengan kuah bening saat sarapan. Soto ayam ini biasanya dinikmati bersama sate usus, sate kerang, sate jeroan ayam, sate daging ayam atau tempe goreng sebagai pelengkap. Apalagi kalau disantap dalam keadaan hangat, hmm...lezaat.

Lentog Kudus

Lentog
Lentog adalah salah satu makanan khas dari daerah Kudus. Lentog ini ternyata adalah kata lain dari lontong yang berukuran besar. Lontong tersebut diiris kecil-kecil kemudian ditambah dengan sayur lodeh nangka muda, tahu semur dan telur. Lentog ini paling enak disantap untuk sarapan karena satu porsi ini saja sudah mengenyangkan.

Nasi Gandul

Nasi Gandul
Nasi Gandul atau sering juga disebut Sego Gandul adalah makanan khas dari daerah Pati. Rasanya mirip dengan nasi pindang dari Kudus atau rawon Surabaya. Hanya saja kuahnya tidak berwarna hitam. Nasi Gandul berisi nasi yang ditambah dengan kuah dan daging. Biasanya nasi gandul ini dinikmati bersama tempe goreng, perkedel kentang dan sate jeroan sebagai pelengkap.

Tauto Pekalongan

Tauto Pekalongan
Tauto Pekalongan adalah makanan berkuah mirip dengan soto, hanya saja berbumbu tauco. Tauto ini menggunakan daging sapi atau jeroan sebagai pelengkapnya. Untuk menyantapnya kita bisa memilih dengan tambahan lontong atau nasi. Kalau saya sih, lebih suka lontong. Biar makin meriah, tambah aja mendoan atau kerupuk sebagai teman bersantap tauto.

Gulai Kepala Ikan

Gulai Kepala Ikan
Salah satu makanan favorit dan paling sering didatangi adalah Gulai Kepala Ikan ini. Rasanya yang enak dan segar dengan kuah beraroma rempah yang kuat membuat keluarga saya susah move on dari kuliner satu ini. Seporsi besar gulai kepala ikan ini bisa dihabiskan 2 sampai 3 orang loh. Meski ada menu lain tapi yang paling favorit dari semua menu adalah gulai kepala ikan ini.

Nggak cuma saat kulineran aja sih saya suka jepret makanan. Hasil masakan yang saya masak pun tak luput dari keisengan saya untuk jeprat-jepret. Bahkan foto-foto hasil masakan saya sudah saya simpan dalam satu folder penyimpanan. Tujuannya ya sebagai kenang-kenangan bahwa saya pernah memasak berbagai jenis masakan yang tak kalah enaknya dari yang dijual di restoran.

Nah, ini dia salah satu masakan saya yang jadi favorit keluarga.

Fillet Ikan Cabai Hijau

Fillet kakap cabai hijau
Selain sayur, anak-anak saya juga menyukai segala macam olahan ikan. Kalau sedang terburu-buru, fillet ikan kakap ini biasanya hanya saya goreng sebentar kemudian dimasak dengan cabai hijau dan kecap. Yang pasti masakan ini biasanya ludes dalam sekejap.

Foto-foto makanan saat kulineran maupun foto-foto makanan hasil masakan ini hanya sebagian kecil koleksi foto saya yang sudah saya kumpulkan dari beberapa tahun lalu. Hanya saja kualitas foto-foto terdahulu kurang begitu bagus karena masih menggunakan kamera hape jadul. Begitu suami membeli ASUS ZenFone 2, saya manfaatkan saja untuk jeprat-jepret saat kulineran. Teknologi PixelMaster Camera adalah sebuah teknologi yang dapat menghasilkan foto maupun video yang memuaskan, baik pada kondisi siang hari ataupun pada malam hari.

Kita bisa mengeksplor beberapa fitur mode foto yang ada pada kamera ASUS ZenFone antara lain mode auto, mode HDR, mode night, selfie, depth of field, time rewind, panorama, low light, manual hingga beautification.

Jepret kuliner dengan ASUS ZenFone
Waktu mengambil foto ini saya berada di dalam ruangan dengan pencahayaan yang cukup terang. menggunakan mode auto, hasilnya sudah memuaskan. Kalau harus mengambil foto di malam hari, mode light bisa digunakan karena bisa meningkatkan kepekaan terhadap cahaya hingga tingkat kontras warnanya. Foto-foto kuliner kita tetap bagus dalam kondisi apapun.

Pokoknya ASUS ZenFone ga ada matinya, deh.

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.