Bertahun lalu seorang teman pernah bertanya pada saya, kota atau daerah mana di Indonesia yang paling ingin saya kunjungi. Saya ingat, dulu saya menjawab Bali dan Lombok.

Lalu teman saya menimpali "Mainstream banget sih. Hampir semua orang pernah kesana. Ke Bali dan Lombok".    

"Tapi aku kan belum pernah kesana. Aku juga pengen lihat pantai-pantai  yang bagus. Pengen main ke pantai yang warna air lautnya biru," ujar saya.

Teman saya tertawa, "Kamu tahunya tempat yang itu-itu melulu. Kayak katak dalam tempurung."

Teman saya tertawa. Menyebalkan. Saya memang pernah ke Bali, dulu sekali ketika saya masih duduk di bangku SMA dan itu sudah 20 tahun yang lalu. Pasti banyak yang berubah dari Bali.

"Kalau cuma pengen lihat laut yang warnanya biru, nggak cuma ada di Bali dan Lombok kali. Kamu harus lihat ini. Ini kepulauan Raja Ampat di Papua, yang ini Pulau Dua di Banggai, yang ini pantai Ora di Maluku," tuturnya seraya memperlihatkan beberapa gambar pantai dengan air lautnya yang berwarna tosca. 

"Beneran ini ada di Indonesia? Aku baru tahu," saya tak bisa menyembunyikan kekaguman saya. "Kalau begitu, ajak aku kesana. Ke pantai-pantai yang indah-indah itu," lanjut  saya dengan nada memohon.

 "Ada banyak jalan menuju kesana. Yang penting kamu nabung dulu, gih!" katanya. 

Kemudian saya dongkol mendengar kata nabung. Saya berjanji dalam hati akan mendatangi pulau-pulau impian di negeri saya sendiri. Setidaknya sebelum saya meninggalkan dunia ini. Di sini. Di Indonesia. 

*****

sumber gambar : IG visit.tidoreisland

Tidore 

Mengapa Tidore?

Sejak dua tahun lalu saya memimpikan traveling ke bagian timur Indonesia. Tidore adalah salah satu destinasi traveling impian saya selain Lombok, Luwuk Banggai, Labuan Bajo dan Minahasa. Lima destinasi impian yang kebetulan salah satu diantaranya telah terwujud tahun lalu.

Jujur saja, pengetahuan saya tentang pulau Tidore tidak sebanyak mereka yang telah dataag kesana dan biasa berpetualang ke berbagai pelosok nusantara. Pengetahuan saya tentang Tidore hanya sebatas sejarah yang dipelajari di sekolah. Terima kasih pada teknologi yang bisa membawa saya melihat pulau Tidore meski hanya melalui dunia maya.

Saat melihat peta, Tidore hanya terlihat seperti sebuah titik kecil yang berada di gugusan kepulauan Maluku. Tidore yang dulu saya kenal melalui buku Sejarah adalah salah satu kota di propinsi Maluku Utara dengan kekayaan rempahnya yang melimpah. Salah satu daerah dengan potensi wisata dan keindahan alam yang memesona siapa saja yang melihatnya.

Tidore, berasal dari kata  "To Ado Re" yang bermakna "aku telah sampai" benar-benar seperti magnet yang menarik perhatian saya. Begitu menariknya hingga terbersit keinginan untuk bisa pergi kesana. Ke negeri Sultan Nuku "Jou Barakati" yang tersohor. Ke negeri dimana adat, budaya dan kearifan lokal masih dipegang teguh, tak tergerus oleh kemajuan jaman. Ke negeri yang tetap bersahaja meski berjaya sejak dulu kala. Melihat secara langsung keindahan alam, kekayaan budaya dan potensi wisatanya.

sumber gambar : anekawisatabahari.com

Potensi Wisata Tidore

Tidak diragukan lagi, pulau Tidore memiliki berbagai potensi yang makin berkembang saat ini. Pulau yang memiliki luas 9.564,7 km²dan berpenduduk sekitar 111.000 jiwa ini memiliki potensi wisata dan kekayaan  yang tak bisa dipandang sebelah mata, antara lain :

Gurabunga

sumber gambar : IG visit.tidoreisland
Gurabunga berada di Kecamatan Tidore yang terletak di ketinggian 1.100 mdpl  di lereng Gunung Kie Matubu. Gurabunga dihuni oleh penduduk dari 5 marga yang hidup rukun berdampingan yaitu marga Mahifa, Toduho, Tosofu Malamo, Tosofu Makene, dan Folasowohi. Selain itu di sini kita bisa melihat rumah adat Tidore dengan latar belakang Gunung Kie Matubu.

Pantai Rum
Pantai ini terletak di berlokasi di kecamatan Tidore Utara yang berjarak 19 km dari kota. Pantainya bersih dengan pasir halus berhiaskan batu-batu kecil. Akses menuju Pantai Rum tergolong mudah karena banyak transportasi umum yang bisa mengantar kita kesana.

Pantai Ake Sahu
Pantai yang memiliki sumber air panas yang keluar dari bebatuan ini sangat cocok digunakan untuk berenang, dayung atau hanya sekedar menikmati pemandangan saja. Lokasinya hanya berjarak 15 menit dari pusat kota.

Pulau Mare 
Pulau Mare memiliki potensi yang mampu menjadi daya tarik. Pantainya yang cantik sering dijadikan sebagai obyek untuk snrokling maupun diving. Di pulau Mare ini kita juga bisa melihat lumba-lumba pada waktu pagi hari atau sore hari.

Pantai Cobo
Letak pantai Cobo ini sekitar 25km dari pusat kota. Pantai Cobo ini sudah memiliki fasilitas-fasilitas antara lain gazebo dan shelter yang bisa digunakan oleh pengunjung.

Pantai Pulau Maitara

sumber gambar : TripTus
Pantai ini terletak di pulau Maitara yang berada di tengah-tengah antara pulau Ternate dan Tidore. Untuk menuju pantai maitara ini hanya butuh waktu sekitar 5 menit menggunakan speed boat. Kabarnya pantai Pulau Maitara ini memiliki keindahan alam bawah laut dengan aneka macam jenis ikan. 

Air Terjun Luku Celeng
Kita bisa berjalan kaki menuju air terjun ini melalui Kelurahan Kalodi karena hanya berjarak sekitar 1,5km. Hitung-hitung olahraga sambil menikmati indahnya pemandangan sepanjang jalan, kan.

Air terjun Goheba
Lokasi air terjun ini berdekatan dengan air terjun Luku celeng karena airnya masih satu aliran.

Air Terjun Sigela
Letak air terjun ini berada di kecamatan Oba, sekitar 4 jam perjalanan dari pelabuhan Sofifi. Hmm, agak jauh juga ya. 

Tak hanya itu, Tidore juga memiliki potensi wisata sejarah yang tak kalah menarik. Beberapa destinasi wisata sejarah yang  menarik perhatian saya, diantaranya :

Benteng Torre
sumber gambar : kemdikbud.go.id
Benteng Torre terletak di kelurahan Soasio, Kecamatan Tidore.  Benteng ini dibangun oleh bangsa Portugis dan terletak pada ketinggian kurang lebih 50 meter dari permukaan laut. Benteng Torre ini terbuat dari batu gunung dan direkatkan  dengan campuran kapur dan pasir. Benteng ini terletak sekitar 50 meter dari Keraton Kesultanan Tidore.

Benteng Tahula

Benteng Tahula merupakan benteng peninggalan bangsa Portugis yang terletak di kelurahan Soasio dan berada kurang lebih 100 meter dari Keraton Kesultanan Tidore. Benteng Tahula ini berada pada ketinggian 50 meter diatas permukaan laut.

Kedaton Kesultanan Tidore
sumber gambar : IG visit,tidoreisland
Kedaton Kesultanan Tidore merupakan tempat tinggal para Sultan beserta keluarganya. Kedaton kesultanan Tidore terletak di kelurahan Soasio, kecamatan Tidore. Dari kedaton inilah Sultan memimpin rakyatnya. Kedaton-kedaton yang dibangun pada awal pemerintahan pada awalnya terbuat dari bambu dan beratap ilalang yang mudah hancur. Kedaton yang bisa bertahan cukup lama adalah kedaton Kie yang dihancurkan pada tahun 1912 akibat konflik internal keluarga istana, dan kini kedaton sudah dipugar dan berdiri dengan megah.

Masjid Kesultanan

sumber gambar : kompasiana
Masjid Kesultanan ini terletak di kelurahan Soasio kecamatan Tidore. Masjid Kesultanan ini didirikan pada tahun 1700 M. Selain digunakan sebagai tempat ibadah Sultan dan para tokoh-tokoh kesultanan, masjid ini juga digunakan sebagai tempat syiar agama Islam.

Dermaga Kesultanan

Pada jaman kejayaan Kesultanan Tidore dermaga kesultanan diperuntukan bagi armada Kesultanan. Dermaga ini dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Syaifuddin (Jou Kota) setelah perpindahan Ibu Kota Kesultanan dari Toloa ke Limau Timore Soasio. Dermaga ini juga digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu kesultanan dan digunakan Sultan jika bepergian dengan Perahu Kora-Kora.

Monumen Tugu Peringatan Kedatangan Spanyol

Bangsa Spanyol yang datang pertama kalinya di Tidore adalah  Juan Sebastian El Cano beserta awak kapal Trinidad dan Viktoria. Juan Sebastian beserta awak kapal merapat di Tidore pada tanggal 8 November 1521. Tugu ini dibuat oleh Kedutaan Besar Spanyol pada tanggal 30 Maret 1993  di Kelurahan Rum.

Museum Sonyinge Malige

Kesultanan Tidore memiliki banyak peninggalan yang masih tersimpan hingga kini. Museum Sonyinge Malige adalah museum yang menyimpan koleksi peninggalan Kesultanan Tidore yang diantaranya terdapat Al-Qur’an tulisan tangan oleh Qalem Mansur pada tahun 1657.

Adat dan Budaya Tidore

Selain kekayaan alam dan wisata, adat dan budaya masyarakat Tidore juga mampu menyedot perhatian. Adat istiadat dan budaya warisan leluhur masih dilestarikan hingga kini.

Tari Soya-Soya

sumber gambar : the colour of indonesia
Tari Soya-Soya ini merupakan tari yang mengisahkan tentang perang, dilakukan oleh kaum pria dengan membawa fifa dan gong. Ada beberapa tarian Soya-Soya yang disesuaikan jenisnya, misal tari Soya-Soya Malige, Tari Soya-Soya Kalaodi hingga tari Soya-Soya Seli yang khusus dipentaskan di keraton.

Tari Barakati

Tari Barakati merupakan tarian yang dilakukan dalam  upacara penyambutan tamu di Tidore. Tarian ini dibawakan dengan menggunakan rebab, tifa dan saragi. tarian ini bermakna permohonan kepada Tuhan agar para tamu merasa betah dan menikmati selama berada di Tidore.

Lufu Kie

sumber gambar : pemerintah tidore kepulauan
Lufu Kie merupakan ritual adat “Hongi Taumoy se Malofo” yang bermakna ungkapan rasa syukur Sultan terhadap kehitupan rakyat Tidore yang aman, damai, tenteram. Sultan beserta rombongan keluar dari kedaton menuju dermaga kesultanan dengan berjalan kaki. Setelah membaca doa-doa. perahu mulai berlayar mengelilingi pulau Tidore dan melakukan ziarah ke makam para wali.

Paji Nyili-Nyili

Paji Nyili-Nyili adalah ritual membawa obor untuk mengenang semangat perjuangan Sultan Nuku bersama pasukannya yang dikenal dengan Revolusi Tidore. Obor-obor ini biasanya diarak dari malam hingga pagi hari melalui rute yang telh ditentukan yaitu Akelamo, pulau Mare dan Pulau Tidore.

Baramasuwen (Bambu Gila)

sumber gambar : republikpos.com
Atraksi baramasuwen (bambu gila) ini merupakan salah satu pertunjukkan budaya dari masyarakat Tidore. Atraksi ini menggunakan sebilah bambu yang kemudian dipegangi oleh 5 orang atau lebih. Setelah batang bambu diberi mantra dan doa, bambu ini akan bergerak sendiri. Bahkan 5 orang laki-laki atau lebih yang telah memegang bambu itu akan pontang-panting mengatasi si bambu gila terebut.

Tobo Safar

Tobo Safar adalah ritual mandi  untuk membersihkan diri di bulan Safar. Ritual ini dilakukan secara massal. Tujuannya adalah memohon pertolongan Allah agar masyarakat Tidore terhindar dari bahaya dan fitnah.

Ratib Taji Besi

Ratib Taji Besi merupakan ritual keagamaan dan tradisi yang dilakukan untuk menebus nazar. Atraksi ratib taji besi ini menggunakan alat atau benda tajam untuk ditancapkan pada tubuh.

Kuliner khas Tidore 

Seperti daerah-daerah lain, Tidore juga memiliki berbagai kuliner khas yang membuat kita ingin mencicipinya. Berbagai jenis makanan tradisional ini juga mampu memikat lidah para penikmatnya. Mulai dari Lalampa, Apang Coe, Popeda, Pisang Coe, Bolu Lapis, Ikan Fufu, Gohu, Minuman Guraka, Kue Angka, Kue Abu, hingga Nasi Jahe, semuanya memikat selera. Semua penganan tradisional khas Tidore ini masih bisa didapatkan di pasar-pasar tradisional Tidore.

Sumber gambar : IG visit.tidoreisland
Benar kata Sebastian Elcano bahwa Tidore diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum. Tidore, pulau kecil dengan potensi luar biasa. Pulau yang pesonanya seolah memanggil saya untuk datang kesana.

Seandainya ada kesempatan untuk datang kesana, betapa ingin saya mengabadikannya ke dalam tulisan dan mengabarkannya kepada dunia bahwa ada sepotong surga di tempat yang bernama Tidore.

Betapa ingin bisa menjadi bagian dari penjelajah nusantara. Semoga.

Ayo Visit Tidore Island ! Kita jadikan Tidore sebagai destinasi wisata yang mendunia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Tidore Untuk Indonesia.