Thursday, 30 April 2015

Ramadhan, Ibu, Lotek dan Sarung

20:25:00 23 Comments
Ramadhan hampir tiba. Hati ini selalu berdesir ketika menyebut bulan suci itu. Ramadhan, seolah mesin waktu yang siap mengantarku ke masa lalu. Ramadhan di masa kecilku.

Wis, ah. Sok..sok an, berpuisi. Saya hanya ingin berbagi kenangan masa kecil saya menjalani Ramadhan. Tiga puluh tahunan yang lalu, Ramadhan dan Lebaran menjadi bulan yang paling saya tunggu-tunggu. Karena di bulan ini, akan ada banyak makanan, akan ada banyak baju lebaran dan uang saku. Karena apa? Selama bulan Ramadhan hingga Lebaran, Ibu selalu berjualan lotek dan teman-temannya seperti gorengan dan es. Lotek buatan Ibu, terkenal seantero desa. Ibu berjualan habis ashar hingga malam. Tapi kadang, sebelum Isya sudah habis. Hebatnya Ibu, beliau bisa mengulek bumbu itu puluhan kali. Tiap ada yang beli, langsung deh...Ibu beraksi. Lotek buatan Ibu memang super enak. Coba Pak Bondan dulu mampir ke warung Ibu, pasti beliau bilang "Mak Nyus"..."Endang Bambang Gulindang", deh. Tak heran penggemar lotek Ibu, rela antri demi menikmati lotek buatan Ibu. Biasanya Ibu menyiapkan dagangannya sejak habis dhuhur dan akan beres habis ashar. Dan saya adalah seksi wira-wiri, alias bagian yang suka disuruh kesana kemari. Dan upahnya, tentu saja lotek spesial dengan tambahan gorengan tempe atau tahu brontak (tahu isi). Hehehe.. 
Setelah kenyang, Ibu akan segera menyuruh saya bergegas ke masjid untuk tarawih. Teman-teman satu geng, biasanya "ngampiri" untuk berangkat ke masjid bersama. Ssstt....saya beri tahu ya, dulu saya tarawihnya enggak di tempat perempuan, lho. Tapi di tempat laki-laki karena teman-teman geng saya semuanya laki-laki. Dan saya sholat pake sarung bukan mukena.   Beneran? Iya beneran. Dulu, waktu saya kecil Bapak bukannya beliin mukena tapi malah beliin sarung sama kopiah. Saya mulai sholat pake mukena setelah umur 6 tahunan lah. Lucu, ya.

Ibunda tercinta
Ibu membelikan saya mukena, ketika saya mulai mengaji Al Qur'an. Dan saya, meninggalkan sarung hijau kesayangan saya. Hiks....dengan deraian air mata *mulai drama.
Meski masih kecil, saya selalu puasa penuh. Tidak puasa separuh-separuh dari pagi sampai dhuhur, dhuhur sampai maghrib. Entah kenapa, sejak kecil saya merasa kalau puasa separuh-separuh sama dengan nggak puasa. Jadi ya, saya puasa full seharian.
Dan yang paling saya suka adalah ketika beberapa hari menjelang Lebaran, biasanya keluarga besar saya yang tinggalnya di luar kota pulang kampung. Bulik-bulik dan Om-om selalu membelikan baju lebaran lengkap dengan sandal atau sepatu. Ooh, senangnyaa.

Rasanya, Ramadhan masa kecil lah yang paling berkesan buat saya. Sekarang, ketika Ramadhan menjelang...hanya bisa mengenang. Tak ada lagi lotek jualan Ibu. Tak ada lagi suasana sibuk bantuin Ibu. Hiks...nangis meneeehh...*drama banget.


"Tulisan Ini Diikutkan dalam Giveaway Menyambut Ramadhan"

Tuesday, 28 April 2015

Seafood Asam Manis

18:18:00 0 Comments
Seafood Asam Manis

Kali ini upload makanannya doang, nggak pake resep. Soalnya kali ini kita jajan di luar. Sekali-kali boleh dong..
Menu ini yang milih ayo tebak, siapaaahh? Yang jelas bukan Emak keceh ini. Emaknya mah, manut mau dipesenin makanan apa. Yang penting, enak...hihi

bundafinaufara.blogspot.com , seafood

Sebenarnya bumbunya sih, mirip kayak cap cay. Tapi berhubung ini pesennya di depot chinese food, pasti ada bumbu spesialnya lah. Khas chinese food. Rasanya memang....mak nyuuss...endeess...gandess. 
kayaknya musti nanya sama si mbah nih...resepnya. Tunggu resepnya ya.

Mangut Iwak Pe

18:08:00 26 Comments
Mangut Iwak Pe

Mangut iwak Pe (ikan pari panggang) memang lezat. Di kota tempat saya tinggal, iwak pe murah dan mudah didapat. Pertama kali mengenal masakan ini adalah ketika menjadi warga Semarang 15 tahunan yang lalu. Ibu mertua suka membuat masakan ini. Kalau tidak ketemu panggang Pe ya panggang Manyung. Meski bau panggang Pe agak pesing, tapi rasanya jangan ditanya. Dulu, harga panggang iwak Pe atau iwak Manyung sekitar 1000-1500 rupiah per potong. Sekarang harganya berkisar 2500-3500 per potong. Mungkin tergantung besar kecil ukuran potongannya. Nah, kali ini saya ingin berbagi resep Mangut Iwak Pe warisan Ibu mertua saya. Mangut iwak Pe ini dibuat dengan bumbu sederhana, yang mudah dan cepat dibuat.

bundafinaufara.blogspot.com , mangut
Mangut Iwak Pe

Bahan :
5 potong iwak pe panggang, bersihkan lalu goreng sebentar
1 papan petai, bersihkan, belah dua
1 papan tempe, potong sesuai selera
7 buah cabai hijau besar, iris serong
5 buah cabai rawit merah, iris serong
5 butir bawang merah, iris halus
3 siung bawang putih, iris halus
2 lembar daun salam
1 buah tomat hijau, potong sesuai selera
1 ruas lengkuas, keprek
1 sdm gula jawa
1/2 sdt gula pasir (pengganti penyedap)
1 sdt garam (sesuai selera)
350 ml santan kental
2 sdm minyak goreng untuk menumis


Cara membuat :
1. Panaskan minyak, masukkan irisan bawang merah dan bawang putih, tumis hingga harum. Masukkan cabai hijau, cabai rawit, daun salam, lengkuas dan petai. Aduk.
2. Masukkan santan kental, aduk. Tambahkan garam, gula jawa, dan gula pasir. Masukkan tempe yang telah dipotong.
3. Aduk, jangan sampai santan pecah.
4. Setelah santan mendidih, masukkan iwak pe yang telah digoreng. Aduk. Masak hingga santan menyusut. Masukkan tomat, aduk kembali.
5. Mangut iwak pe siap dihidangkan.

Gampang banget kan bikinnya? Yuk ah, bikin.

Monday, 27 April 2015

Minuman Berenergi Aman Tidak Berbahaya

12:02:00 22 Comments

Minuman Berenergi Aman  Tidak Berbahaya


Ada nggak sih, minuman berenergi yang aman dan tidak berbahaya? Ada, dong.
Kratingdaeng adalah jenis minuman berenergi yang aman dikonsumsi siapa saja, baik pria maupun wanita karena merupakan minuman berenergi gula alami. Minuman energi Kratingdaeng mengandung kafein sama dengan 1 cangkir kopi sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan kita. Kratingdaeng minuman energi Indonesia dikenal juga sebagai minuman berenergi untuk olahraga. Sebagai minuman dengan energi gula alami, tidak salah bila Kratingdaeng masuk dalam daftar minuman berenergi yang tidak berbahaya. Manfaat minuman berenergi ini selain sebagai sumber tenaga juga dapat meningkatkan stamina pada orang yang mengkonsumsinya.

Benarkah Minuman Berenergi Berbahaya?

Ada banyak minuman berenergi tapi Kratingdaeng aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Sebagai minuman olahraga Kratingdaeng menggunakan gula alami dengan kandungan kafein kurang dari 1 cangkir kopi. Kratingdaeng minuman terkenal suplemen penambah energi tubuh yang telah memenuhi standar BPOM RI. Kratingdaeng meraih penghargaan terbanyak dan paling bergengsi pada kategori minuman energi. 



Minuman berenergi dengan penghargaan selama 15 tahun berturut-turut. Kratingdaeng adalah minuman energi kelas dunia dengan standar Internasional. Kratingdaeng pertama kali diformulasikan di Thailand tahun 1962 di bawah naungan TC Pharmaceutical. Kratingdaeng dipasarkan di seluruh dunia menggunakan merek dagang RedBull dengan standar kualitas dan keamanan internasional. Rasa dan aroma lokal disesuaikan dengan selera orang Indonesia. Kratingdaeng adalah minuman Energi Terpercaya Pilihan Indonesia yang meraih Indonesian Customer Satifaction Award selama 15 tahun berturut-turut. Hanya Kratingdaeng yang berhasil meraih penghargaan ICSA sejak pertama diluncurkan. Selain meraih Indonesian Customer Satifaction Award, Kratingdaeng meraih penghargaan terbanyak dan paling bergengsi di kategori minuman energi di antaranya :
  • Indonesian Best Brand Award
  • Top Brand Award
  • Indonesia Most Favorite Youth Brand
  • Wow Brand Champion
  • Social Media Award
  • Super Brand Award 

Minuman Berenergi Dengan Gula Murni

Kratingdaeng merupakan minuman berenergi terbaik yang dibuat menggunakan gula murni dengan kemasan praktis sehingga bisa langsung diminum. Definisi minuman berenergi adalah minuman yang mengandung satu atau lebih bahan yang mudah dan cepat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diijinkan, dengan persyaratan total energy minimal 100 Kkal/sajian (SNI 01-668-2002). Definisi minuman berenergi menurut BPOM yaitu minuman yang jika diminum dalam jumlah yang wajar sesuai aturan minum perhari maka dapat memberikan energy tidak kurang dari 300Kkal (KepDirjen POM RI No 02240/B/SK/VII/91), pangan yang dapat memberikan energy minimal 300 Kkal per hari (dari BPOM RI No HK 00.05.52.4321). Artinya, minuman serbuk tidak dikategorikan sebagai minuman energi oleh BPOM karena minuman serbuk hanya mengandung 5-8 kkalori per sachet. Minuman serbuk juga tidak dapat langsung diminum dan menggunakan pemanis buatan contohnya Aspartame.
Kratingdaeng terdaftar BPOM dan lolos uji keamanan pangan HACCP.
Seluruh kandungan dalam Kratingdaeng sudah sesuai dengan batas keamanan yang ditetapkan BPOM sehingga aman dikonsumsi 3 botol sehari. Kratingdaeng diproduksi di pabrik Sukabumi yang sudah memperoleh sertifikasi ISO 9002 dan lulus uji keamanan pangan dimana setiap produk yang diproduksi telah melewati proses HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Points) yang ketat. Kratingdaeng bukan obat sehingga tidak memiliki efek samping dan tidak menimbulkan efek ketagihan. Tidak salah jika Kratingdaeng disebut-sebut sebagai  minuman terbaik Indonesia.

Benarkah Minuman Energi Menyebabkan Kematian?

Banyak kasus kematian akibat over dosis kafein dari produk minuman energi impor dari luar negeri yang kandungan kafeinnya terlalu tinggi sampai 500ml/sajian atau 10x lebih tinggi dari kopi sehingga menyebabkan jantung berdebar. Minuman energi luar negeri juga tidak mengantongi izin resmi dari BPOM sehingga keamanannya tidak terjamin. Ada kabar bahwa beberapa produk Kratingdaeng illegal dilarang beredar di Indonesia? Benar, karena produk tersebut diimpor secara ilegal dari luar negeri sehingga tidak mengantongi izin dari BPOM. Konsumen disarankan hanya mengkonsumsi produk yang mencantumkan Nomer BPOM. Jadi pastikan bahwa Kratingdaeng yang anda minum diproduksi di Indonesia sehingga aman bagi kesehatan.
Kandungan kafein kratingdaeng sama dengan satu cangkir kopi. Kandungan kafein dalam Kratingdaeng 50ml/botol atau sama dengan kandungan kafein dalam satu cangkir kopi sehingga Kratingdaeng aman dikonsumsi setiap hari karena telah memenuhi standar BPOM RI (Badan Pengawasan Obat-Obatan dan Makanan). Fakta seputar kafein berdasarkan data yang tercatat oleh FDA (Food and Drug Administration) Amerika, kandungan kafein yang dimiliki minuman energi Indonesia masih jauh di bawah kandungan kafein yang terdapat pada secangkir kopi sehingga sangat aman dikonsumsi setiap hari.

Komposisi Kratingdaeng Mengandung Banyak Manfaat

Sebagai minuman energi terbaik , tentunya Kratingdaeng memiliki manfaat untuk menambah energi yang dihasilkan oleh kandungan vitamin dan komposisi di dalam Kratingdaeng. Kandungan gula di dalam Kratingdaeng merupakan sumber utama dari energi yang dihasilkan, demikian pula vitamin B kompleks pada minuman Kratingdaeng membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi. Kafein menstimulasi sistem metabolik dan syaraf pusat. Bahkan dalam beberapa penelitian, diketahui bahwa kafein memiliki fungsi untuk meningkatkan konsentrasi, kemampuan kognitif dan memperbaiki mood. Nah,  manfaat bahan-bahan yang terkandung dalam Kratingdaeng adalah sebagai berikut :
  1. Manfaat Taurin (Taurine) merupakan asam amino yang banyak terkandung dalam ikan dan laktosa (ASI) dengan beberapa manfaat memperbaiki fungsi kerja jantung, memaksimalkan fungsi otak dan membantu proses sekresi enzim untuk metabolism lemak dalam tubuh.
  2. Manfaat Kafein merupakan antioksidan yang banyak ditemukan dalam kopi dan cokelat yang bermanfaat untuk menstimulasi saraf otak untuk meningkatkan proses metabolism dan meremajakan sel-sel dalam tubuh dan meeningkatkan konsentrasi serta kewaspadaan.
  3. Manfaat Inositol untuk meningkatkan proses metabolism lemak.
  4. Manfaat Vitamin B3 (Niacinamide) adalah komponen koenzim di dalam tubuh yang membantu mengkonversi karbohidrat dan lemak menjadi energi.
  5. Manfaat Provitamin B5 (Dexpanthenol) adalah komponen koenzim yang berperan penting dalam metabolism karbohidrat, lemak, dan protein.
  6. Manfaat Vitamin B6 (Pyridoxine HCl) membantu metabolism asam amino, lemak dan berperan dalam pembentukan sel darah merah.
  7. Manfaat Vitamin B12 (Cyanocobalamine) berperan dalam pembentukan sel darah merah,   meningkatkan kerja sistem saraf, membantu dalam proses pembentukan jaringan yang melindungi serabut saraf.
  8. Manfaat Kolin (Choline) untuk melindungi hati dan meningkatkan proses metabolism lemak.
  9. Manfaat Lisin (Lysine) untuk membantu proses produksi energy, menurunkan kadar kolesterol membantu proses pertumbuhan tulang, kulit dan pembentukan otot.
  10. Manfaat Glukuronolakton untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, serta melindungi liver pada saat bekerja keras.

Kapan waktu ideal untuk konsumsi Kratingdaeng?

Sebagai orang yang memiliki aktivitas dan mobilitas tinggi, tentunya kita memerlukan energi yang cukup besar. Kratingdaeng sebagai minuman energi penambah stamina merupakan sumber energi yang tepat untuk menemani aktivitas kita sehari-hari.
Kratingdaeng dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah beraktivitas; khususnya aktivitas-aktivitas yang membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang tinggi. Contohnya: para pelajar sekolah menengah maupun universitas sebelum dan sesudah memulai aktivitas rutin mereka di sekolah maupun di kampus; para professional sebelum maupun sesudah memulai pekerjaan mereka; sebelum dan sesudah melakukan aktivitas olahraga; sebelum menyetir, khususnya untuk jarak jauh; saat sedang berkumpul atau hang out bersama teman-teman. Kratingdaeng dapat menemani segala aktivitas hidup apapun bentuknya. 

Untuk hasil yang lebih optimum, disarankan untuk meminum Kratingdaeng sekitar 30-60 menit sebelum beraktivitas baik fisik maupun mental. Untuk konsumsi sehari-hari / aktifitas ringan cukup 1 botol perhari secara rutin. Untuk aktifitas berat 3 botol per hari.
Jadi tidak semua minuman berenergi itu berbahaya karena hanya Kratingdaeng yang menggunakan gula alami dengan kandungan kafein kurang dari 1 cangkir kopi. Kratingdaeng juga telah memenuhi standar BPOM RI dan memperoleh banyak penghargaan setiap tahun berturut-turut.
Jadi kesimpulannya  Kratingdaeng adalah minuman berenergi aman dan tidak berbahaya.

    Saturday, 25 April 2015

    #BeraniLebih Ikhlas Demi Keluarga

    19:37:00 22 Comments
    #beranilebih Ikhlas
    "Mbak, aku dan teman-teman lolos CPNS tahun ini. Kalau saja dulu mbak nggak mengundurkan diri, pasti mbak juga lolos" tutur salah seorang teman saya ketika mengajar di sebuah SD. 

    Pada tahun 2003 saya adalah seorang guru di sebuah Sekolah Dasar. Saya menjadi guru wiyata bakti di sebuah SD yang berjarak sekitar 22 km dari tempat tinggal saya.  Karena masih wiyata bakti, saya tidak mendapat gaji. Hanya selembar uang 50 ribu rupiah sebagai ongkos bensin yang saya dapatkan tiap bulannya. 50 ribu? Iya hanya 50 ribu rupiah. Apakah uang 50 ribu sebulan itu cukup untuk membeli bensin? Tentu tidak sebanding dengan tenaga, waktu dan pikiran yang telah saya curahkan untuk mengajar apabila dihitung secara materi. Tapi saya merasa bahagia ketika melakukannya. Saya ikhlas melakukan semuanya. 
    Saya percaya, ketika seseorang melakukan pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya, pasti akan bahagia. Saya memang bercita-cita menjadi guru dan berharap bisa jadi PNS sejak kecil.
    Ketika sedang menikmati peran menjadi guru, pada tahun 2005 suami mendapat pekerjaan baru di Semarang. Kamipun hidup terpisah. Saya menetap di Purworejo, sedangkan suami di Semarang. Keputusan beratpun diambil. Saya harus meninggalkan pekerjaan saya dan ikut dengan suami di Semarang. Berat memang, tapi saya harus memilih. Mengabdi pada negara dengan bayaran seadanya atau mengabdi pada suami dengan imbalan surga? Sungguh, sebuah pilihan yang sulit.
    Akhirnya saya meninggalkan pekerjaan saya demi mendampingi suami tercinta di Semarang. 
    Tak berapa lama setelah tinggal di Semarang, saya kembali mengajar meski bukan di SD. Saya mengajar di sebuah TK yang jaraknya juga cukup jauh dari rumah saya. Ternyata mendidik anak TK lebih sulit daripada mendidik anak SD. Tapi akhirnya saya bisa dan mulai menikmatinya. Hingga kemudian, Ibu saya sakit. Sebagai anak tertua, saya harus menunjukkan bakti saya pada Ibu. Dengan restu dan ijin suami, saya merawat Ibu. Saya mengundurkan diri lagi dari tempat saya mengajar. Saya juga kembali berpisah dengan suami dan merawat Ibu. Tapi rupanya Allah lebih sayang pada Ibu. Ibu meninggal setelah 3 bulan sakit pada tahun 2008.  Sepeninggal Ibu, saya dan keluarga memutuskan untuk menemani Bapak dan adik yang masih kecil. Keluarga besar kami memang tinggal berpencar.
    Untuk mengisi waktu, saya aktif mengikuti kegiatan di desa. Salah satunya dengan menjadi kader posyandu. Itulah awalnya saya kemudian mendirikan PAUD (pendidikan anak usia dini) di rumah. Meski menjadi pendidik PAUD tidak menghasilkan banyak materi, tapi saya bahagia ketika melihat anak didik saya tak kalah saing dengan anak-anak lain. 
    Tahun 2013 saya lulus kuliah. Dan, lagi-lagi saya harus meninggalkan semua yang saya rintis karena suami menginginkan kami berkumpul kembali di Semarang. Meski berat, tapi saya tidak boleh egois. Suami dan anak-anak lebih membutuhkan saya.

    Setahun yang lalu saya mendengar kabar bahwa hampir semua teman-teman saya lolos dan diangkat menjadi PNS. Menyesalkah saya karena meninggalkan karier saya? Tidak. Allah telah memilihkan saya jalan dan tempat yang baik untuk saya. Mungkin saya tidak bisa menjadi guru di sekolah, tapi saya bangga bisa menjadi guru bagi anak-anak saya di rumah. Meski awalnya berat, tapi saya ikhlas. Ikhlas demi mendapat kebahagiaan berkumpul dengan keluarga tercinta.

    Twitter     : @ikapuspita17 (https://twitter.com/ikapuspita17)
    Facebook : https://www.facebook.com/ika.siswowardoyo

     

    Friday, 24 April 2015

    Muslimah Keren, Nggak Pake Jilboobs

    20:41:00 22 Comments
    Pilih Jilbab atau Jilboobs ?

    Jilbab...jilboobs...apa bedanya sih?
    Jujur saja, saya membaca istilah "jilboobs" pertama kali pada sebuah judul buku. Kebetulan penulis buku tersebut salah seorang anggota komunitas menulis yang juga saya ikuti. Judul buku tersebut "Jilbab Bukan Jilboobs". Saya kurang ngeh dengan istilah jilboobs. Saya kira itu semacam bahasa prokem (hasyahh,,,apaan tuh..hehe). Ternyata belakangan ini, jilboobs justru fenomenal. Booming bak sebuah tren mode. Kemudian, jilboobs pun menjadi pembicaraan bahkan perdebatan. Publik dibuat bertanya-tanya mengenai fenomena baru tren jilboobs ini. Ternyata saya juga termasuk salah satunya, hehehe. Dulu awal-awal memakai jilbab ya seperti itu.


    jilboobs-jilbab syar'i
    sumber gambar


    Jilboobs itu apa, sih?

    Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, jilboobs merupakan sebutan bagi para wanita yang mengenakan jilbab tetapi memperlihatkan tonjolan di wilayah dada (boobs).
    Jilboobs adalah gaya berpakaian berjilbab namun masih memperlihatkan lekukan dada, pantat, dan perut mereka. Perempuan ber-jilboobs seringkali menggunakan kaus lengan panjang namun ketat atau baju lengan panjang yang tembus pandang. Atasan tersebut biasanya dipadu dengan bawahan rok tembus pandang, legging maupun celana jeans ketat. Memakai baju tertutup tapi hakikatnya dia telanjang. Nah loh!!

    jilbab-jilboob-hijab syar'i
    sumber gambar

    Kewajiban berjilbab diyakini oleh umat Muslim sebagai hal yang mutlak. Di surat Al-Ahzab ayat 59 Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW menyampaikan kewajiban menutup aurat kepada wanita Muslim:
    “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang yang Mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.
    Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang”.

    Lalu bagaimanakah cara berhijab yang benar dan sesuai syari'at agama kita?


    hijab-jilbab syar'i-jilboobs
    sumber gambar

    Nah, ternyata pakai jilbab syar'i malah lebih mudah dan sederhana kan? Yuk, sama-sama berproses untuk lebih syar'i.














    Monday, 20 April 2015

    Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com , Dengan Apa yang Saya Bisa

    16:48:00 39 Comments

    Berbagi kebahagiaan bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Selagi orang tersebut mau dan mampu. Saya jadi ingat bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Menjadi manfaat bagi orang lain bisa membuatmu bahagia. Kata-kata itu selalu terngiang di telinga dan terpatri di benak saya. Kemudian saya bercermin dan mengingat, apakah saya sudah melakukannya? Apakah saya sudah berguna bagi orang lain, meski dengan hal kecil yang saya bisa? Apakah saya bisa berbagi bahagia? Apakah semua orang bisa merasa bahagia?

    Bagaimana saya memulainya?

    Saya memulainya dari lingkup kecil. Yaitu keluarga saya. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk keluarga. Yang paling utama adalah bagaimana saya menjalankan peran saya sebagai ibu rumah tangga dengan baik. Saya  berusaha menjadi mitra yang baik bagi suami, menjadi pelindung dan sahabat bagi anak-anak. Hal lain yang biasanya saya lakukan juga sederhana. Dengan menyediakan waktu untuk bercengkrama dengan keluarga, menjadi guru kalau anak-anak bertanya, menjadi pendengar yang baik ketika anak-anak bercerita, menyajikan hidangan favorit mereka disela kesibukan saya. Itu saja, sih. Saya yakin hampir semua ibu rumah tangga pasti bisa melakukannya. Meski kami hidup sederhana, saya merasa bahagia bersama keluarga saya.  Kebahagiaan terbesar saya adalah ketika melihat mereka bahagia. Klise? Biarlah. Yang penting saya jujur pada diri saya sendiri bahwa saya memang bahagia. Saya bersyukur dan bahagia memiliki mereka. Mereka adalah inspirasi kebahagiaan saya.

    berbagi bahagia bersama tabloidnova.com
    Bahagia saat wisuda tahun 2013
    Kebahagiaan saya yang lain adalah ketika saya bisa membuat orang lain bahagia atas apa yang saya lakukan. Saya sedikit melebarkan sayap untuk menebar manfaat di lingkungan sekitar saya. Tahun 2010 saya mendirikan PAUD khusus untuk anak-anak di sekitar tempat tinggal saya. Saya memakai rumah pribadi orangtua saya untuk semua kegiatan PAUD. Ada sekitar 28 anak yang menjadi angkatan pertama PAUD saya. Honor? Nggak ada sama sekali. Malah, lebih sering merogoh kocek sendiri untuk menambal kebutuhan PAUD. Selain aktif di kegiatan PAUD, saya juga menjadi kader posyandu baik posyandu balita maupun lansia. Bahagia? Iya. Saya hanya ingin  berbagi kebahagiaan meski hanya dengan sedikit ilmu yang saya punya. Bagaimana dengan mereka? Semoga mereka bahagia, bisa menyekolahkan anak-anaknya lebih dekat dan tak perlu keluar banyak biaya. Semoga mereka bahagia ketika bersama-sama senam lansia dengan  saya.

    berbagi-bahagia-bersama-tabloid-nova.com
    Bahagia ketika bersama anak-anak didik

    berbagi-bahagia-bersama-tabloid-novacom
    Bahagia bersama anak-anak didik

    berbagi-bahagia-bersama-tabloid-novacom
    Bahagia ketika melihat anak didik belajar
    berbagi-bahagia-bersama-tabloid-novacom.
    Bahagia melihat anak didik belajar
    Meski memiliki kegiatan yang cukup padat, saya masih  meluangkan waktu untuk berkumpul dengan sahabat-sahabat saya ketika kuliah. Mereka juga rata-rata pendidik PAUD. Selain berbagi pengalaman ketika mengajar, kami juga berbagi ilmu tentang metode dan model pembelajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan masing-masing. Kami juga sering bersama-sama mengikuti seminar atau pelatihan seputar pendidikan anak.

    berbagi-bahagia-bersama-tabloid-novacom
    Bahagia Bersama Teman Seperjuangan
    berbagi-bahagia-bersama-tabloid-novacom
     Bahagia bisa belajar bersama Pak Munif Chatib
    Dua tahun belakangan ini, saya mengikuti beberapa grup kepenulisan. Tujuan saya pada awalnya adalah untuk menulis apapun yang berhubungan dengan dunia pendidikan anak. Ternyata, setelah bergabung dengan beberapa komunitas menulis dan komunitas blogger saya malah mendapat pengalaman lebih. Di komunitas saya belajar dari para penulis dan blogger senior yang sudah malang melintang di dunia menulis maupun blog. Banyak hal yang saya peroleh. Tidak hanya ilmu, saya juga mendapat banyak sahabat. Kami saling support, saling memotivasi, saling mengkritik dan saling memberi informasi. Meski hanya bertemu di dunia maya, tetapi saya merasa bahagia bersama sahabat saya.


    berbagi-bahagia-bersama-tabloid-novacom
     Bahagia Bersama Komunitas IIDN Semarang
    berbagi-bahagia-bersama-tabloid-novacom
     Bahagia Bersama Komunitas Blogger

    Bahagia? Ya, saya bahagia. Bahagia itu dicipta bukan diminta, kata adik saya Arinta. Dan saya membenarkannya. Apalagi kalau rasa bahagia itu bisa kita bagi pada sesama. 
    Oooh, betapa indahnya dunia.



    Tuesday, 14 April 2015

    Rumahnya Manusia

    19:07:00 4 Comments
    Memiliki rumah sendiri adalah impian semua orang. Apalagi yang sudah menikah seperti saya. Setelah menikah, saya dan suami menempati rumah keluarga dari suami. Kebetulan tidak ada yang menempati karena orang tua suami sudah almarhum. Meski begitu, saya dan suami bertekad untuk memiliki rumah sendiri suatu hari nanti. Rumah peninggalan orang tua suami itu sebenarnya untuk adik bungsu suami saya kelak ketika menikah.

    Saya membayangkan punya rumah kayu semi panggung, dengan jendela yang lebar dan halaman yang luas di depan dan belakang rumah. Halaman yang penuh pohon-pohon buah, bunga-bunga yang menyejukkan mata dan menjadi hiburan kala penat datang.


    Rumah baru, manusia
    Rumah impian

    Rumah impian saya, seperti rumahnya Upin Ipin itu lho. Sepertinya nyaman sekali tinggal di rumah panggung seperti itu. Berharap bisa mewujudkannya suatu hari nanti.

    Ketika saya dan suami masih bingung antara membeli rumah atau membangun rumah, beberapa teman pernah menyarankan pada saya dan suami untuk membeli rumah siap huni saja melalui KPR. Beberapa kali pula kami mencari perumahan yang cocok bagi keluarga kecil kami. Namun kami urung membeli rumah siap huni itu dengan pertimbangan kualitas bahan bangunan yang rata-rata hanya bertahan lima tahun. Itupun sudah termasuk bagus. Ada teman yang baru dua tahun menempati rumah baru terpaksa harus renovasi karena temboknya mulai retak-retak.
    Tak mau mengalami nasib yang sama, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membangun sendiri rumah kami. Kebetulan suami mendapat jatah sebidang tanah yang cukup luas dari almarhum orang tuanya. Sedikit demi sedikit kami mulai menyicil mengumpulkan material. Pertama sekali kami membeli besi berbagai ukuran untuk rangka. Karena suami perfeksionis, maka rangka besi itupun di rangkainya sendiri (selain menghemat biaya juga pastinya). Setelah rangka besi terkumpul, selanjutnya membuat kusen-kusen jendela dan pintu. Beruntung, kami tak harus membeli kayu karena orang tua suami juga mewariskan beberapa pohon jati untuk anak-anaknya (enak sekali ya).

    Setelah beberapa material terkumpul, mulailah kami mendesain rumah impian kami. Tidak besar namun juga tak terlalu kecil. Rumah kami hanya berukuran 7x9 m2, dengan teras dan ruang tamu yang mungil, dua kamar tidur, ruang belajar untuk anak-anak, ruang keluarga yang menyambung dengan dapur dan kamar mandi. Cukuplah bagi keluarga kecil kami. Dengan dana yang terbatas, akhirnya berdirilah rumah impian kami. Rumah impian akhirnya kami tempati meskipun belum sempurna. Temboknya masih bata ekspos (maksudnya belum di aci, jadi masih kelihatan batu batanya...hihihi), jendelanya juga belum bisa dibuka. Kalaupun dibuka harus diganjal dengan kayu. Atapnya juga belum berplafon, sampai-sampai kalau hujan seperti ada gerimis didalam rumah. Lantai rumah kami juga tidak berkeramik, tidak juga lantai semen. Lantai rumah kami masih lepohan semen dan pasir kasar yang setiap saat menimbulkan debu yang membuat saya harus menyiramnya setiap sore (bukan ngepel lho?!) Di depan jendela ruang keluarga yang sekaligus ruang makan, saya meletakkan sebuah kursi panjang yang biasanya menjadi tempat favorit Rara (anak ke 3 saya) untuk berdiri, melihat suasana kebun samping rumah, melihat burung-burung yang terbang berseliweran, ayam-ayam tetangga yang berebutan makanan atau kambing tetangga yang memakan pohon pisang kami. Kalau saya sedang sibuk masak, biasanya Rara akan saya letakkan...(eh kok letakkan) maksudnya saya tempatkan di singgasananya. Jadi, saya aman masaknya. Kemudian Rara akan mulai berteriak-teriak dengan bahasa planetnya (kan baru 13 bulan). Biasanya saya juga akan ikut heboh menimpali teriakan Rara (imajine that...it's so fun) Heheheh...yang penting, acara masaknya kelar.

    Karena rumah kami tidak terlalu besar, maka kami harus menata perabot seefisien mungkin. Perabot kami atur sedemikian rupa, supaya kami bisa leluasa bergerak. Meja makan kami pun multifungsi. Kalau pagi sampai sore, jadi meja makan yang penuh makanan. Menjelang malam meja makan pun disulap jadi meja belajar sekaligus meja kerja (buat meletakkan lepi saya). Ruang tamu pun multifungsi. Bila pagi sampai sore jadi ruang tamu, malam berubah jadi garasi buat dua sepeda motor dan satu sepeda kayuh kami. Maklumlah karena kami belum punya garasi. Sudah bisa membayangkan bagaimana rumah saya kan?

    Meskipun begitu, saya sekeluarga bersyukur sekali memiliki rumah ini. Kami merasa betah meskipun nyamuk kebun selalu menyerbu kami setiap malam. Tapi rumah kami adalah rumah manusia dimana didalamnya kami selalu merasakan kehangatan, kasih sayang dan kedamaian.

    Baiti Jannati...rumahku adalah surgaku....

    Thursday, 9 April 2015

    Gamis Syar'i Idaman dari Shopious

    13:38:00 8 Comments
    Perempuan mana yang matanya nggak ijo kalau lihat barang-barang bagus? Hmm...kayaknya kudu nunjuk hidung sendiri, nih. Apalagi barang-barang itu lagi diskon dan lagi sale. Haduh...seolah-olah barang-barang itu melambai-lambai minta dibawa pulang. Jangan sampai kalap. Kalau kita kalap, bisa-bisa tekor deh anggaran satu bulan. Hehe..
    Sebagai ibu rumah tangga tentu kita harus pinter-pinter  membagi anggaran. Mana yang harus buat keperluan sehari-hari, beli bensin, beli kebutuhan buat anak hingga membeli baju. Kalau saya biasanya membeli baju ketika benar-benar butuh bukan karena ingin.

    Sejak memutuskan berhijab hampir 15 tahun lalu, adalah suatu keharusan bahwa saya harus memakai pakaian yang sesuai dengan tuntunan agama. Salah satunya ya, berpakaian syar'i. Padahal saya dari dulu selalu memakai celana panjang, celana jeans dan kaos saja baik ketika di rumah ataupun ketika bepergian. Gamis, rok, baju muslimah dan sebagainya? Nggak punya. Bukan karena nggak mau pakai, tapi saya selalu mikir...cocok enggak ya pakai baju kayak gitu. 

    Pertama kali memakai gamis (yang lebih syar'i) gegara di kasih sama saudara. Itupun karena prihatin karena saya nggak punya pakaian syar'i. Maklum lah, saya bukan fashionista yang baju-bajunya selalu up to date dan bejibun jumlahnya. Pertama kali pakai, rasanya...., aneh banget. Secara badan saya yang langsing ini (kalau dilihat dari Monas..hehe) kalau pakai gamis jadi mirip lontong. Hihi...
    Tapi setelah berkali-kali mencoba, akhirnya saya jadi agak pede memakainya lagi. Di tambah, support suami yang bilang kalau saya lebih cantik dan anggun memakai pakaian-pakaian yang syar'i seperti itu. Eheem.... Akhirnya saya beli beberapa gamis (yaelaaah, cuma dua biji, kali) untuk saya pakai ketika pergi keluar rumah. Itu juga hasil dari merayu suami.

    gamis cantik, gamis impian
    Salah satu gamis yang saya punya  *tutup muka

    Nah, gamis yang saya pakai ini belinya online lho. Secara, sekarang kan banyak sekali tuh...online shop yang menjual gamis. Tinggal pilih-pilih saja, mana yang cocok, hubungi penjualnya, transfer...tinggal tunggu barangnya di depan pintu. Enak banget, kan. Kita nggak perlu repot-repot keluar rumah, berpanas-panas dan berdesak-desakan di toko. Dan yang paling penting, kita nggak akan keluar lebih banyak biaya..buat beli bensin, beli makan (biasanya kalau ngemall pasti ada acara makan-makannya). Iya, kan.
    Kemarin, pas buka-buka di online shop dan ngubek-ubek isinya, saya nemu gamis cantiii..iik banget. Langsung jatuh hati waktu lihat gamis ini. Rasanya pengen banget punya gamis ini karena gamis-gamis saya yang dulu rata-rata polos dan berwarna gelap. Sebenarnya saya nggak pernah ribet masalah model atau jenis bahannya. Yang penting nyaman dan pas ketika saya pakai.


    gamis
    Gamis impian saya


    Cantik banget gamisnya, ya. Saya ingin selain bisa tampil beda juga lebih syar'i ketika memakainya. Eh, tahu nggak..saya nemu gamis cantik ini di Shopious. Shopious ini merupakan media iklan toko online. Sekarang ini Shopious hanya mendukung toko online yang ada di Instagram. Jadi penjual di Instagram nggak perlu repot-repot lagi untuk mengupload foto jualan mereka di Shopious, Shopious sendiri yang melakukannya secara otomatis. Penjual nggak perlu repot dan tinggal menunggu orderan datang. Keren, kan.

    Teman-teman yang ingin lebih tahu tentang Shopious bisa simak video ini.



     Shopious menyediakan barang-barang yang kita butuhkan. Dari baju, tas, sepatu, asesoris, jilbab hingga power bank juga ada. Sudah mirip Toserba, deh. Barang-barang yang ada di Shopious ini adalah barang-barang baru dari seluruh online shop terpercaya di Indonesia. Kita tinggal mencari dan menghubungi sendiri penjualnya. Kurang apa lagi, coba. 
    Kalau buka Shopious, siap-siap terpesona sama barang-barang yang dipajang disana, ya. Bawaannya mupeng terus.  Dan hebatnya lagi, tak hanya memajang barang-barang keren Shopious juga memberikan "Tips dan Trik" antara lain tentang tren fashion, tips sepatu, tips merawat barang, tips baju muslim dan hijab, tips beauty dan kecantikan, tips online shop, fashion tips hingga tips menghasilkan uang. Nggak salah deh, kalau Shopious ini bisa membuat hidup online shopper lebih baik. 
    Kalau pada penasaran sama Shopious, mending buka sendiri deh di www.shopious.com. Teman-teman pasti akan menemukan apa yang kalian butuhkan.

    Rasanya nggak sabar, pengen segera pakai gamis itu...;)


    sumber : www.shopious.com

    Monday, 6 April 2015

    Teknologi Pintar Honda, Membuatku Jatuh Cinta

    22:38:00 10 Comments
    Sstt....saya bisikin ya. Saya lagi jatuh cinta. Edun.., jatuh cinta sama siapa Mak? Ingat tuh buntutnya udah 3 biji. Eiits...jangan salah sangka dulu, dong. Saya tuh..lagi jatuh cinta sama Honda Vario 125 eSP versi CBS-ISS, lho. Gegara nyobain punyanya saudara. Sampai sekarang, masih terbayang-bayang rasanya ketika menaikinya. Ibarat naik mobil, saya sedang menaiki mobil sedan. Hehe..
    Karena nggak bisa ungkapin langsung sama si Honda, ya sudah saya ungkapin di blog saja. 
    Saya masih ingat, saya pertama kali belajar mengendarai sepeda motor pakai Honda Grand tahun 90an. Motor itu masih ada hingga sekarang, dipakai Bapak saya. Bahkan masih bisa ngebut, lho. 

    Nah, ceritanya waktu saya berkunjung ke rumah saudara di Bogor. Sampai disana, mata saya langsung tertuju pada sesuatu. Warnanya merah dengan strip hitam. Wuiih...cantik banget, kayak saya. Honda Vario 125 eSP versi CBS-ISS warna merah itu seolah-olah meminta saya untuk mengendarainya. Issh, lebay. Rupanya saudara saya baru membeli motor matic itu beberapa bulan lalu. Belum lagi minta ijin mau nyobain si merah, eh saudara saya nyuruh saya beli sesuatu di supermarket. Tentu saja naik si merah lah. Kalau naik si merah, disuruh kemanapun saya pasti mau.

    Duduk di atas jok si merah, rasanya mantep. Saya agak kaget ketika menyalakan mesinnya. Suaranya halus, nggak ngagetin seperti yang dulu. Rupanya ini berkat teknologi ACG Starter yaitu teknologi canggih yang memberikan sensasi kepuasan menghidupkan mesin tanpa suara. 

    Begitu berjalan, wuiih...rasanya nyaman karena nggak ada lagi getaran-getaran yang nggak jelas. Meluncur dengan mulus pokoknya. Serasa jalan raya milik nenek kita. Hihihi..
    Kata saudara saya si merah ini menggunakan mesin  Smart Technology (eSP). Mesin ini adalah generasi terbaru mesin matic honda yang diterapkan secara global dan dirancang sempurna untuk hasilkan performa tinggi, efisiensi bahan bakar lebih baik dan ramah lingkungan. Kata saudara saya, si merah ini juga irit banget. Woww...tambah jatuh cinta lagi (secara emak-emak emang kudu ngirit, kan). Hehe..
    Sedang asyik-asyiknya meluncur, eeh..tetiba ada ABG main nyelonong aja waktu nyebrang jalan. Untung remnya si merah pakem. Huuft...selamet deh, si merah nggak jadi nyium motornya si ABG. Dalam hati saya berkata ini pasti karena teknologi CBS (Combi Brake System). CBS adalah teknologi canggih yang membantu menyeimbangkan pengereman roda belakang dan depan secara optimal, memungkinkan kemudahan pengoperasian rem dengan menarik tuas rem kiri, rem depan, rem belakang dapat berfungsi dengan tepat.

    Sampai di supermarket, sebenarnya saya agak was-was mengingat beberapa kasus curanmor belakangan ini. Tapi saudara saya meyakinkan akan keamanan si merah, karena si merah sudah dilengkapi kunci kontak dengan sistem penguncian bermagnet otomatis. Sistem penguncian bermagnet itulah yang akan menghindarkan motor kita dari bahaya pencurian kendaraan bermotor. Ooh...leganya, bisa belanja dengan tenang.

    Kita juga nggak perlu kuatir nyari-nyari motor di parkiran (biasa kan, emak-emak suka lupa parkir)..karena si merah juga dibekali kunci dengan teknologi Answer Back System (ABS). Answer Back System adalah sistem yang bekerja dengan menggunakan sinyal radio melalui remote. Saat remote ditekan yang sudah terintegrasi dengan kunci, motor akan memberi tanda berupa suara yg dihasilkan buzzer dan kedipan dari lampu sein depan - belakang sehingga pengendara dapat segera mengetahui dimana posisi motornya disimpan. Dengan fitur ini maka kita akan terbantu dalam mendeteksi keberadaan motor secara otomatis. Kurang  apa lagi coba..

    Sepulang belanja, ternyata jalanan macet. Paling sebel kalau harus berlama-lama berhenti di jalan. Apalagi dengan mesin motor yang masih menyala. Selain boros bensin, tentu juga polusi udara. Nah, supaya hemat...kita matikan saja mesin motornya sejenak. Nggak usah panik, bakal lama men start mesin lagi. Teknologi Pintar Honda sudah memikirkannya dengan membuat  Idling Stop (ISS).
    Iddling Stop (ISS) ini merupakan fitur premium yang otomatis matikan mesin saat berhenti lebih dari 3 detik dan mesin menyala kembali saat tuas gas diputar. Tuh, pinter banget kan?

    Ada satu lagi yang membuatku semakin takjub sama kecanggihan si merah. Lampunya itu lho.., nyalanya terang. Bahkan ketika harus berkendara di kegelapan, nggak bikin kita was-was, deh. Teknologi lampu LED Sangat hemat daya namun menghasilkan sorot lampu lebih terang. Umur pakai jauh lebih lama, tingkat panas yang dihasilkan lebih rendah, tingkat pencahayaannya sangat baik sehingga memiliki tingkat efisiensi yang sangat tinggi.

    Inilah yang dinamakan "love at first sight". Saya bener-bener jatuh cinta sama teknologi pintar honda ini. Setelah ini, saya berencana merayu suami habis-habisan deh...biar dibelikan motor yang sama dengan si merah. 


    Pelatihan Food Photography bersama Sriboga Customer Center

    14:01:00 8 Comments
    Selasa tanggal 31 Maret 2015 yang lalu, saya ikut pelatihan yang diadakan oleh perusahaan tepung Sriboga di Sriboga Customer Center Semarang. Sriboga adalah perusahaan tepung terkemuka di Indonesia. Perusahaan yang memproduksi berbagai jenis tepung ini sudah dikenal di kalangan pelaku usaha olahan makanan berbahan dasar tepung. Untuk memfasilitasi konsumen yang mungkin membutuhkan informasi tentang produk-produk Sriboga maka dibentuklah Sriboga Customer Center atau yang biasa disingkat SCC. Tak sekedar berbagi informasi mengenai produk-produk Sriboga, SCC juga menyediakan fasilitas baking clinic dan program kemitraan, lho. Aiih, senengnya.

    Sebenarnya, saya juga sudah berkecimpung di dunia makanan berbahan tepung sejak tahun 2003. Saya menerima pesanan kue kering, cake dan jajan pasar yang rata-rata memakai tepung sebagai bahan dasarnya. Nah.., sekarang ketemu sama SCC jadi pengen nyemplung lagi, nih. Tertarik untuk bisa jadi membernya juga.

    Acara pelatihan dimulai pukul 10, untung nggak terlambat meski sempat nyasar (padahal udah sempat parkir di depan SCC tapi nggak ngeh kalau disitu lokasinya). Hehe..
    Sesi pertama pelatihan diisi oleh mas Taufiq Annas yang menjelaskan seluk beluk kamera dengan semua jenis, tipe dan gambar yang dihasilkannya. Jadi tahu kalau ada kamera yang ukurannya segede kontainer. Jadi tahu juga ada kamera yang harganya selangit. Saya sih, tahunya cuma kamera saku, kodak sama kamera hape (buat selfie...hehe). Mas Annas juga memberi informasi tentang komposisi fotografi. Macam-macam ternyata. Ada komposisi 1/3 maksudnya point interest nya dibagi menjadi 3 bagian. Haduh...mulai deh pake istilah-istilah asing. Ada juga komposisi segitiga, diagonal, dead centre, elips, garis pengarah dan framing. Ooh, ini to rahasianya bikin foto bagus. Rasa-rasanya nggak cukup deh... kuliah 2 semester buat bahas soal kamera ini. Hehe..


    food photography, sriboga
    Mas Annas sedang mengisi materi sesi 1
    Setelah istirahat  sesi kedua diisi oleh mbak Diah Didi, Food Blogger yang kondang itu loh. Mbak Diah Didi adalah pemilik blog diahdidi.com yang foto-foto hasil masakannya bisa menggugah selera siapa saja yang melihatnya. Nggak percaya? Buka saja website beliau. Foto-fotonya keren.
    Mbak Diah Didi memberi materi tentang tips dan aplikasi food photography. Bagaimana cara supaya foto bisa fokus, mengambil angle supaya foto bisa terlihat bagus dan menarik. 

    Mbak Diah Didi juga memberi tips supaya makanan lebih menarik dengan menambah garnis sebagai pemanis. Berikut ini beberapa tips dari mbak Diah Didi agar foto makanan bisa terlihat cantik dan menarik, antara lain :
    • Tentukan tema foto, misalnya tema etnik, fresh (langsung di foto begitu masakan matang)
    • Pilih angle yang tepat untuk mengambil foto, apakah dari posisi sejajar, tegak lurus, miring, dan sebagainya.
    • Pada saat mengambil foto, pilih tempat yang berlimpah cahaya seperti di luar ruangan. Apabila diluar ruangan tidak memungkinkan, pilih tempat dekat jendela atau tempat yang terang (banyak cahaya).
    • Waktu pengambilan foto  di mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 4 sore, tergantung situasi (mendung atau cerah). Tapi pencahayaan di kamera juga diatur supaya hasil foto tidak pudar.
    • Usahakan warna makanan kontras dengan wadahnya, sehingga warna makanan terlihat jelas.
    • Gunakan properti tambahan yang kita miliki untuk mempercantik tampilan foto. Misal nampan kayu, tampah bambu, kertas kado, piring/gelas/toples bahkan karung goni juga bisa kita pakai. Gunakan yang sesuai dengan tema yang kita ambil.
    • Beri garnish pada makanan, misal buah cherry, daun mint atau yang sesuai dengan masakan kita.
    • Pastikan makanan yang akan kita foto bersih. Bagaimana orang akan tertarik pada produk kita kalau di foto saja terlihat tidak meyakinkan kebersihannya.
    • Fotolah makanan beberapa kali dari berbagai angle, hingga didapat foto yang benar-benar pas dan memuaskan.
    • Berlatihlah memotret makanan setiap hari, minimal hasil masakan kita sendiri. Hehe..langsung deh...saya aplikasikan hasil pelatihannya.
    •  
    food photography, cap cay
    Contoh foto hasil masakanku
    food photography, padak, makanan korea
    Contoh lain foto masakanku

    Setelah memberikan materi dan tips-tips memotret makanan, mbak Diah Didi mempersilahkan peserta untuk bertanya atau sharing seputar cara memotret makanan. Mbak Diah Didi juga memberi kesempatan kepada para peserta untuk mencoba praktek memotret makanan.


    food photography, foto makanan
    Para peserta praktek memotret makanan
    food photography, foto makanan
    Peserta antusias ingin mencoba

    Setelah mendapat materi dan praktek memotret makanan, akhirnya pelatihan food photography pun selesai juga pada pukul 3 sore. Bener-bener beruntung deh, bisa ikut pelatihan di SCC ini. Nggak sabar nunggu pelatihan berikutnya.

    Bagi teman-teman yang mempunyai usaha makanan berbahan tepung, boleh lho bergabung dan menjadi member SCC. Banyak keuntungan yang bisa teman-teman dapatkan disini. Salah satunya ikut pelatihan-pelatihan seperti ini. Gratis lagi.., siapa coba yang nggak tertarik?
    Bagaimana cara gabungnya? Teman-teman bisa datang langsung untuk mengisi formulir di kantor SCC Semarang atau mengisi data di www.memberscc.com. Sudah ada sekitar 561 orang yang sudah bergabung di SCC Semarang, lho. Hayuk ah, segera gabung.


    food photography, foto makanan
    Narsis setelah pelatihan


    Sumber : Diah Didi (diahdidi.com) ,http://www.gandjelrel.com/2015/04/pelatihan-food-photography-bersama, Dokumen pribadi

    Sunday, 5 April 2015

    Serunya Rafting di Sungai Elo

    01:15:00 29 Comments

    rafting, sungai elo
    Dok. pri. Ayah n Friends
    Rafting di Sungai Elo Magelang - Beberapa waktu yang lalu suami bersama teman-teman sekantornya melepaskan penat dan mencari hiburan di Magelang. Kalau hanya refreshing dengan datang ke tempat wisata itu sih sudah biasa. Kali ini, mereka ingin sesuatu yang lebih menantang dan bisa menaikkan adrenalin. Tapi travelling kali ini, saya kebagian jadi penonton saja. Belum ada nyali...hehehe. Akhirnya mereka memilih untuk Rafting di Sungai Elo Magelang setelah membuat reservasi beberapa hari sebelumnya. Kenapa memilih di Sungai Elo, karena rafting di Sungai Elo ini cocok untuk para pemula. Maklum, ada Aufa yang ikut rafting bersama mereka, dan sebagian juga baru pertama kali rafting. Sungai Elo berlokasi di Magelang sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan dari Semarang, dekat dengan candi Borobudur. Sungai Elo merupakan sub DAS dari sungai Progo. Sungai Elo adalah salah satu diantara sungai-sungai untuk rafting di Indonesia. Meski tidak sebesar sungai Progo, Sungai Elo sendiri merupakan sungai yang populer di gunakan rafting khususnya untuk daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

    Air sungai Elo berasal dari Gunung Merbabu dan sungai Progo berasal dari lereng utara Gunung Sumbing, dan mengalir kearah selatan Borobudur. Kedua sungai ini tidak memperlihatkan adanya perubahan aliran, akan tetapi proses geomorfik menunjukkan adanya pembentukan undak-undak sungai (River Teraces). Data teras sungai yang ada di sungai Progo dan Sungai Elo, sangat baik ditemukan di sepanjang aliran kedua sungai tersebut, sebelum mencapai dataran rendah Borobudur.
    Untuk sampai ke lokasi starting point, suami dan teman-temannya naik kendaraan yang sudah disediakan pengelola. Sesampai  di sana, semua peserta mendapat pengarahan dan brieffing mengenai prosedur dan kemanan dalam melakukan rafting.
    rafting, sungai elo
    Dok.pri Briefing sebelum rafting





    rafting , sungai elo

    Dok.pri Siap beraksi meski hujan
    Meskipun suasana saat itu hujan dan mendung, namun itu tak menghentikan semangat untuk mengalahkan derasnya arus Sungai Elo. Termasuk Aufa, anggota tim termungil..hehe. Tadinya sempat khawatir tidak boleh mengajak anak kecil, tapi ternyata rafting di sungai Elo ini aman untuk anak-anak. Akhirnya Aufa bisa mendapatkan pengalaman rafting pertamanya. Fiuuh, finally. Karena mereka ber-delapan, jadi harus dibagi menjadi dua tim.
    Untuk Rafting atau Arung Jeram di sungai Elo Magelang ini, setiap peserta akan menggunakan peralatan keamanan STANDAR INTERNATIONAL demi keselamatan peserta. Diantaranya seperti pelampung rafting, helm rafting, dan pemandu rafting di perahu. Pemandu rafting yang terlatih akan menemani kita sekitar 3 jam. Dengan jarak sekitar 12 km, Sungai Elo ini memiliki tingkat kesulitan tingkat II-III yang bagus untuk PEMULA (kalau ada peserta yang tidak bisa berenang) dan rekreasi (obyek wisata) untuk  keluarga yang menyenangkan.

    rafting ,sungai elo
    Dok. pri Tim Biru
    rafting, sungai elo
    Dok. pri  Tim Merah
    rafting, sungai elo
    Dok. pri   Aman mengajak anak-anak
    rafting, sungai elo
    Dok. pri Menerjang arus
    Perjalanan menerjang arus dan jeram sepanjang 12 km pun terlewati. Akhirnya kedua tim sampai di pos pemberhentian terakhir. Sambil beristirahat sejenak, meraka di suguhi snack dan minuman. Fasilitas ini disesuaikan dengan paket yang dipilih oleh peserta rafting. Paketnya beragam. Kita bisa memilih yang sesuai dengan minat, jumlah peserta, sungai yang akan kita pilih serta dana yang kita punya.

    Beberapa pilihan paket Rafting , seperti ini :
    ELO TRIP (Sungai Elo, Magelang)
    Ideal untuk Family & Corporate Gathering serta Pelatihan
    Tingkat kesulitan: Pemula (Grade I - III+)
    Panjang lintasan: 12,5 km (ditempuh dalam 2,5 - 3 jam)
    Jadwal trip: Tiap hari (Trip I: 08.00, Trip II: 13.00)
    Tarif: Rp. 750.000 per boat (1 boat untuk maksimal 5 peserta)

    SERAYU TRIP (Sungai Serayu, Banjarnegara)
    Ideal untuk wisata arung jeram yang lebih menantang
    Tingkat kesulitan: Menengah (Grade II - IV+)
    Panjang lintasan: 24 km (ditempuh dalam 3 jam)
    Jadwal trip: sesuai pemesanan (One-Day Trip, dimulai pukul 07.00)
    Tarif: Rp. 1.500.000 per boat (1 boat untuk maksimal 5 peserta)

    LOWER PROGO TRIP (Sungai Progo, Kulon Progo)
    Ideal untuk adrenaline rush yang ekstrim
    Tingkat kesulitan: Mahir (Grade III - V+)
    Panjang lintasan: 8 km (ditempuh dalam 45 menit)
    Jadwal trip: sesuai pemesanan (dimulai pukul 08.00)
    Tarif: Rp. 1.500.000 per boat (1 boat untuk maksimal 4 peserta)

    Cakupan layanan  Rafting:
    • Asuransi.
    • Sewa peralatan dan perlengkapan arung jeram + RiverGuide
    • Welcome Tea
    • 1x Snack ringan saat Trip Break
    • 1x Makan setelah pengarungan
    • Transport lokal dari finish ke start point
    • Pemakaian sarana kebersihan
    • Sertifikat
    rafting, sungai elo
    Dok. pri Melepas lelah di tempat yang disediakan
    rafting, sungai elo
    Dok. pri  Puas setelah rafting
    dok.pri  After Rafting
    Meski lelah mendera, kepuasan terlihat dari wajah mereka. Terutama bagi Aufa, tak henti-hentinya dia menceritakan keseruannya ikut rafting. Bahkan sudah menuliskan rencananya untuk rafting lagi.


    Follow Me @ikapuspita1